14
A. Anatomi Ekstremitas A tas 2 Ekstremitas atas terdiri atas tulang skapula, klavikula, humerus, radius, ulna, karpal, metakarpal, dan tulang-tulang phalangs. Skapula Skapula merupakan tulang yang terletak di sebelah posterior tulang kostal dan berbentuk pipih seperti segitiga. Scapula memiliki beberapa proyeksi (spina, korakoid) yang melekatkan beberapa otot yang berfungsi

Tipus Fix -Anatomi

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Tipus Fix -Anatomi

A. Anatomi

Ekstremitas A tas 2

Ekstremitas atas terdiri atas tulang skapula, klavikula, humerus, radius, ulna,

karpal, metakarpal, dan tulang-tulang phalangs.

Skapula

Skapula merupakan tulang yang terletak di sebelah posterior tulang kostal dan

berbentuk pipih seperti segitiga. Scapula memiliki beberapa proyeksi (spina,

korakoid) yang melekatkan beberapa otot yang berfungsi menggerakkan lengan

atas dan lengan bawah. Skapula berartikulasi dengan klavikula melalui acromion.

Sebuah depresi (cekungan) di sisi lateral skapula membentuk persendian bola-

soket dengan humerus, yaitu fossa glenoid.

Klavikula

Page 2: Tipus Fix -Anatomi

Klavikula merupakan tulang yang berartikulasi dengan skapula di sisi lateral dan

dengan manubrium di sisi medial. Pada posisi ini klavikula bertindak sebagai

penahan skapula yang mencegah humerus bergeser terlalu jauh.

Humerus

Humerus merupakan tulang panjang pada lengan atas, yang berhubungan dengan

skapula melalui fossa glenoid. Di bagian proksimal, humerus memiliki beberapa

bagian antara lain leher anatomis, leher surgical, tuberkel mayor, tuberkel minor

dan sulkus intertuberkular. Di bagian distal, humerus memiliki beberapa bagian

antara lain condyles, epicondyle lateral, capitulum, trochlear, epicondyle medial

dan fossa olecranon (di sisi posterior). Tulang ulna akan berartikulasi dengan

humerus di fossa olecranon, membentuk sendi engsel. Pada tulang humerus ini

juga terdapat beberapa tonjolan, antara lain tonjolan untuk otot deltoid.

Ulna

Ulna merupakan tulang lengan bawah yang terletak di sisi medial pada posisi

anatomis. Di daerah proksimal, ulna berartikulasi dengan humerus melalui fossa

olecranon (di bagian posterior) dan melalui prosesus coronoid (dengan trochlea

pada humerus). Artikulasi ini berbentuk sendi engsel, memungkinkan terjadinya

gerak fleksi-ekstensi. Ulna juga berartikulasi dengan radial di sisi lateral.

Artikulasi ini berbentuk sendi kisar, memungkinkan terjadinya gerak pronasi-

supinasi. Di daerah distal, ulna kembali berartikulasi dengan radial, juga terdapat

suatu prosesus yang disebut sebagai prosesus styloid.

Radius

Radius merupakan tulang lengan bawah yang terletak di sisi lateral pada posisi

anatomis. Di daeraha proksimal, radius berartikulasi dengan ulna, sehingga

memungkinkan terjadinya gerak pronasi-supinasi. Sedangkan di daerah distal,

terdapat prosesus styloid dan area untuk perlekatan tulang-tulang karpal antara lain

tulang scaphoid dan tulang lunate.

Karpal

Page 3: Tipus Fix -Anatomi

Tulang karpal terdiri dari 8 tulang pendek yang berartikulasi dengan ujung distal

ulna dan radius, dan dengan ujung proksimal dari tulang metakarpal. Antara

tulang-tulang karpal tersebut terdapat sendi geser. Ke delapan tulang tersebut

adalah scaphoid, lunate, triqutrum, piriformis, trapezium, trapezoid, capitate, dan

hamate.

Metacarpal

Metakarpal terdiri dari 5 tulang yang terdapat di pergelangan tangan dan bagian

proksimalnya berartikulasi dengan bagian distal tulang-tulang karpal. Persendian

yang dihasilkan oleh tulang karpal dan metakarpal membuat tangan menjadi sangat

fleksibel. Pada ibu jari, sendi pelana yang terdapat antara tulang karpal dan

metakarpal memungkinkan ibu jari tersebut melakukan gerakan seperti menyilang

telapak tangan dan memungkinkan menjepit/menggenggam sesuatu. Khusus di

tulang metakarpal jari 1 (ibu jari) dan 2 (jari telunjuk) terdapat tulang sesamoid.

Tulang-tulang phalangs

Tulang-tulang phalangs adalah tulang-tulang jari, terdapat 2 phalangs di setiap ibu

jari (phalangs proksimal dan distal) dan 3 di masing-masing jari lainnya (phalangs

proksimal, medial, distal). Sendi engsel yang terbentuk antara tulang phalangs

membuat gerakan tangan menjadi lebih fleksibel terutama untuk menggenggam

sesuatu.

Pendarahan arteri ekstremitas atas

Page 4: Tipus Fix -Anatomi

Pendarahan ekstremitas atas disuplai oleh a.aksilaris, yang merupakan cabang dari

a.subclavia (baik dextra maupun sinistra).  A.aksilaris ini akan melanjutkan diri

sebagai a.brachialis di sisi ventral lengan atas, selanjutnya pada fossa cubiti akan

bercabang menjadi a.radialis (berjalan di sisi lateral lengan bawah, sering

digunakan untuk mengukur tekanan darah dan dapat diraba pada anatomical

snuffbox) dan a.ulnaris (berjalan di sisi medial lengan bawah).

Pendarahan lengan atas

A.radialis terutama akan membentuk arkus volaris profundus, sedangkan

a.ulnaris terutama akan membentuk arkus volaris superfisialis, yang mana kedua

arkus tersebut akan mendarahi daerah tangan dan jari-jari.

Page 5: Tipus Fix -Anatomi

Arcus volaris

Pendarahan arteri ekstremitas bawah

Pendarahan ekstremitas bawah disuplai oleha.femoralis, yang merupakan

kelanjutan dari a.iliaka eksterna (suatu cabang a.iliaka communis, cabang

terminal dari aorta abdominalis). Selanjutnya a.femoralis memiliki cabang

yaitu a.profunda femoris, sedangkan a.femoralis sendiri tetap berlanjut

menjadia.poplitea. A.profunda femoris sendiri memiliki empat

cabang a.perfontrantes. Selain itu juga terdapat a.circumflexa femoris

lateral dan a.circumflexa femoris medial yang merupakan percabangan dari

a.profunda femoris.

Persyarafan Ektremitas atas

Persyarafan yang penting pada extreminitas atas ialah N. Musculocutaneus,

N. Medianus, N. ulnaris, N. radialis.

N.Musculocutaneus mempesyarafi otot-otot flexor lengan atas yaitu M.

coraccobrachialis, M. biceps bracii dan M. brachialis. Nervus ini akan berakhir

sebagai N. cutaneus antebrachii lateralis yang mengurus kulit sisi radialis lengan

bawah.

N. Medianus adalah saraf utama kompartemen anterior. Saraf ini

meninggalkan fossa cubitalis dengan melintas antara caput musculus pronator

Page 6: Tipus Fix -Anatomi

teres. Lalu nervus medianus ini melintas di sebelah dalam musculus flexor

digitorum superficialis dan melanjutkab ke distal antara otot ini dan musculcus

flexor digitorum profundus

N. ulnaris memasuki lengan bawah dengan dengan lintas antara caput

musculus flexor carpi ulnaris. Lalu nervus ulnaris melintas ke distal antara musculus

flexor carpi ulnaris dan musculus flexor digitorum profundus. N. ulnaris menjadi

superficialis di pergelangan tangan dan mengurus persyarafan kulit sis bagian medial.

N. radialis muncul pada fossa cubiti antara musculus brachialis dan musculus

brachioradialis. Setelah memasuki lengan bawah, nervus radialis terpecah menjadi

ramus profundus dan ramus superficialis. Ramus profundus dilepaskan anterior

terhadap epicondilus lateralis humerus, lalu menembus musculus supinator.

B. Histologi

Histologi Tulang rawan

1. Tulang Rawan

Tulang rawan banyak terdapat pada masa fetal dan pada masa dewasa proporsi

dari tulang rawan sebagai penyokong tubuh mulai berkurang. Pada orang dewasa

Page 7: Tipus Fix -Anatomi

tulang rawan terdapat pada permukaan sendi tulang, saluran napas, daun telinga, dan

diskus intervertebralis.

Tulang rawan terdiri dari sel –sel (kondroblas, kondrosit, dan fibroblas),

matriks, lakuna, dan perikondrium. Pada matriks tulan rawan terdapat serat – serat

(kolagen dan elastin) dan juga substansia dasar seperti proteoglikan dan

glikosaminoglikan. Pembuluh darah, saluran limfe, dan serat saraf tidak terdapat pada

tulang rawan.

Pembentukan Tulang Rawan

Sel mesenkim membulat dan cabang – cabangnya menghilang menjadi

kondroblas, lalu kondroblas bermitosis dan mensintesa matriks.

Pertumbuhan tulang rawan melaluli 2 tahap yaitu pertumbuhan interstitial atau

endogen dan pertumbuhan aposisional atau eksogen. Pada pertumbuhan interstitial

terjadi mitosis dari kondrosit. Pertumbuhan ini terjadi pada tulang rawan yang masih

muda, lempeng epifisis tulang panjang, dan tulang rawan sendi. Apabila pada

pertumbuhan apoposional terjadi diferensiasi sel perikondrium dap roses ini terjadi

setelah pertumbuhan interstitial berhenti.

Berdasarkan kompenen – komponen matriksnya, tulang rawan dibagi menjadi

4 yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan elastin, tulang rawan fibrosa atau

fibrokartilago, dan tulang rawan turgesen atau tulang rawan kondroid.

a) Tulang Rawan Hialin

Berasal dari kata Hyalos yang berarti kaca. Tulang

rawan hialin ini yang paling banyak dijumpai. Terdapat

pada permukaan sendi (tidak ada perikondrium), iga,

lempeng epifisis, hidung, laring, trakea, dan bronkus.

Tulang rawan ini memiliki perikondrium dan terdiri dari

sel –sel kondrogenik, kondroblas, dan kondrosit muda

yang terletak di perifer (berbentuk lonjong) dan apabila agak ke tengah berbentuk

bulat berkelompok dinamakan sel isogen atau “Nest Cell”. Tulang rawan ini

bermatriks homogeny yang terdiri dari kolagen tipe II dan substansia dasar amorf

Page 8: Tipus Fix -Anatomi

(proteoglikan, asama hialuronat, dan glikosaminoglikan). Pada tulang rawan ini

juga dapat ditemukan adanya asbest faserung pada fase degenerasi tulang rawan.

b) Tulang Rawan Elastis

Tulang rawan ini cenderung berwarna kekuningan.

Terdapat pada cuping telinga, dinding saluran telinga

luar, tuba audtoris eustachii, epiglottis, dan bagian laring

tertentu. Pada tulang rawan ini juga terdapat

perikondrium dan sel –sel yang terdapat pada tulang

rawan ini sama denga yang terdapat pada tulang rawan

hialin. Matrik pada tulang rawan elastic beserat karena terdiri dari serat kolagen

tipe II juga terb\dapat banyak serat elastin halus.

c) Tulang Rawan Fibrosa

Tulang rawan fibrosa terdapat pada diskus interventebralis, ligament (permukaan

tulang rawan), dan simphisis pubis. Pada tulang arawan ini tidak terdapat

perikondrium dan sel – selnya masih sama dengan tulang rawan hialin dan

berbentuk gepeng. Matriksnya terdiri dari sedikit amorf, berwarna kemerahan, dan

terdiri dari serat kolagen tipe I.

d) Tulang Rawan Turgesen

Tulang rawan ini memiliki beberapa nama lan diantaranya adalah tulang rawan

kondroid, jaringan ikat kondroid, tulang rawan vesikulosa, jaringan fibrohialin,

dan pseudo kartilago. Tulang rawan ini hanya terdapat pada tendo Achilles rana.

Memiliki tekanan osmotis (turgor) yang tinggi dan tidak memiliki perikondrium.

Sel – selnya terdiri dari kondrosit yang besar –besar dan tidak memiliki sel isogen.

Matriks pada tlang rawan ini adalah serat kolagen kasar

Histologi Tulang10

Tulang adalah jaringan ikat khusus yang terdiri atas materi antarsel berkapur, yaitu

matriks tulang, dan 3 jenis sel berupa osteosit yang terdapat di rongga (lacuna) di

dalam matriks, osteoblas yang mensistesis unsur prganik matriks dan osteoklas yang

Page 9: Tipus Fix -Anatomi

merupakan sel raksasa multinuklear yang terlibat dalam resorpsi dan remodeling

jaringan tulang.

Karena metabolit tidak dapat berdifusi melalui matriks tulang yang telah mengapur,

pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah bergantung pada komunikasi melalui

kanalkuli yang merupakan celah- celah silindris halus yang menerobos matriks.

Permukaan bagian luar dan dalam semua tulang dilapisi lapisan jaringan yang

mengandung sel – sel osteogenik, endosteum (pada permukaan dalam) dan

periosteum (pada permukaan luar).

Sel – sel tulangnya, ialah

1. Sel osteoprogenitor (sel osteogenik) merupakan sel mesenkim embrional, yang

memiliki potensi perkembangan untuk berdiferensiasi dan berproliferasi

menjadi osteoblas atau kondroblas. Berada di bagian dalam periosteum,

lapisan canal harvest dan bagian dalam endosteum.

2. Osteoblas terbentuk dari sel osteoprogenitor yang berdiferensiasi. Berperan

dalam sintesis komponen organic dari matriks tulang( kolagen tipe I,

proteoglikan, dan glikoprotein). Mengalami proses aposisi tulang yaitu

komponen matriks disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan

matriks tulang yang lebih tua dan lapisan matriks baru yang belum terkapur,

disebut osteosid, diantara osteoblas dan tulang yang dibentuk.

3. Osteosit merupakan sel tulang yang telah dewasa. Osteosit berasal dari

osteroblas yang berdiferensasi. TErdapat di dalm lacuna yang terletak diantara

lamella- lamella matriks. HAnya ada satu osteosit di dalam satu lacuna.

Kanalikuli matriks yang tipis, mengandung tonjolan – tonjolan sitoplasma

osteosit. Tonjolan dari sel – sel yang berdekatan saling berkontak melalui taut

rekah (gap junction) dan molekul – molekul berjalan melalui struktur ini dari

sel ke sel. Sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matriks tulang,

dan kematiannya diikuti oleh resorpsi matriks tersebut.

4. Osteoklas merupakan sel motil bercabang yang besar dan berinti banyak.

Osteoklas berasala dari penggabungan sel sumsum tulang. Pada tempat

terjadinya resorpsi tulang, osteoklas terdapat di dalam lekukan yang terbentuk

akibat kerja enzim pada matriks, yang dikenal sebagai lacuna howship.

Page 10: Tipus Fix -Anatomi

Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan

pencernaan kolagen setempat dan melarutkan Kristal garam kalsium.