Tinjauan Kebijakan Moneter - Januari 2013 - bi.go.id Kebijakan Moneter ... Perkembangan Moneter, Perbankan, Dan Sistem Keuangan ... Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja

  • View
    217

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Tinjauan Kebijakan Moneter - Januari 2013 - bi.go.id Kebijakan Moneter ... Perkembangan Moneter,...

  • Tinjauan Kebijakan Moneter - Januari 2013

    1

    Tinjauan Kebijakan MoneterJanuari 2013

    Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) dipublikasikan secara bulanan

    oleh Bank Indonesia setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG)

    pada setiap bulan Januari, Februari, Maret, Mei, Juni, Agustus,

    September, dan November. Laporan ini dimaksudkan sebagai

    media bagi Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk memberikan

    penjelasan kepada masyarakat luas mengenai evaluasi kondisi

    moneter terkini atas asesmen dan prakiraan perekonomian

    Indonesia serta respon kebijakan moneter Bank Indonesia yang

    dipublikasikan dalam Laporan Kebijakan Moneter (LKM) secara

    triwulanan pada setiap bulan April, Juli, Oktober dan Desember.

    Secara rinci, TKM menyampaikan hasil evaluasi atas perkembangan

    terkini mengenai inflasi, nilai tukar dan kondisi moneter selama

    bulan laporan, serta keputusan respon kebijakan moneter yang

    ditempuh Bank Indonesia.

    Dewan Gubernur

    Darmin Nasution Gubernur

    Hartadi A. Sarwono Deputi Gubernur

    Halim Alamsyah Deputi Gubernur

    Ronald Waas Deputi Gubernur

  • Tinjauan Kebijakan Moneter - Januari 2013

    2

    Daftar Isi

    I. Statement Kebijakan Moneter .....................................................3

    II. Perkembangan Ekonomi dan Kebijakan Moneter 2012 .............6

    Perkembangan Ekonomi Dunia .........................................................6

    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ......................................................8

    Permintaan Agregat .......................................................................8

    Penawaran Agregat .......................................................................9

    Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) ................................................10

    Nilai Tukar Rupiah ...........................................................................11

    Inflasi ..............................................................................................12

    Perkembangan Moneter, Perbankan, Dan Sistem Keuangan ...........14

    Moneter ......................................................................................14

    Kinerja Perbankan ........................................................................16

    Pasar Keuangan ..............................................................................18

    Pasar Saham ................................................................................18

    Pasar Surat Berharga Negara ........................................................19

    Evaluasi Kebijakan Bank Indonesia 2012 .........................................20

    III. Prospek, Tantangan, dan Arah Kebijakan .................................23

    Prospek Perekonomian Global ........................................................23

    Prospek Perekonomian Indonesia ....................................................24

    Prospek Permintaan Agregat ........................................................24

    Prospek Penawaran Agregat ........................................................26

    Prospek Inflasi .................................................................................28

    Arah Kebijakan ...............................................................................29

  • Tinjauan Kebijakan Moneter - Januari 2013

    3

    I. Statement KEbIJAKAn MonETEr

    rapat Dewan Gubernur (rDG) bank Indonesia pada 10 Januari 2013 memutuskan untuk mempertahankan bI rate sebesar 5,75%. Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun

    2013 dan 2014, sebesar 4,5%1%. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja

    tahun 2012 dan prospek tahun 2013-2014 menunjukkan perekonomian

    Indonesia tumbuh cukup tinggi dengan inflasi yang tetap terkendali

    dan rendah. Kinerja tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang

    ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah untuk menjaga stabilitas makro

    dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan

    ekonomi dunia. Fokus kebijakan Bank Indonesia saat ini diarahkan untuk

    mengelola keseimbangan eksternal dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai

    kondisi fundamentalnya. Ke depan, Bank Indonesia juga akan memperkuat

    bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta mempererat

    koordinasi dengan Pemerintah untuk mengelola permintaan domestik agar

    sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan eksternal, mencapai sasaran

    inflasi, dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

    Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2012 lebih rendah dari tahun sebelumnya. Hal ini utamanya disebabkan oleh ekonomi Eropa yang masih mengalami kontraksi akibat krisis utang. Sementara itu,

    ekonomi Amerika Serikat (AS) mulai membaik meskipun masih rentan

    dan dibayangi isu keterbatasan stimulus fiskal (fiscal cliff). Di sisi lain,

    pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang mulai melambat,

    khususnya China dan India yang merupakan mitra dagang Indonesia.

    Pertumbuhan ekonomi global yang melambat juga diikuti dengan harga

    komoditas yang turun cukup tajam. Sejalan dengan itu, respons kebijakan

    negara-negara maju cenderung akomodatif. Ke depan, perekonomian

    dunia diprakirakan akan tumbuh lebih baik dan harga komoditas dunia

    juga akan mengalami kenaikan.

    Perekonomian Indonesia pada tahun 2012 tumbuh cukup tinggi sebesar 6,3% dan diprakirakan akan meningkat pada tahun 2013 dan 2014. Daya tahan perekonomian selama ini didukung oleh stabilitas makro dan sistem keuangan yang terjaga sehingga mampu memperkuat

    basis permintaan domestik. Kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi

    yang meningkat mampu menahan dampak turunnya pertumbuhan ekspor

    terutama mulai paruh kedua tahun 2012. Dari sisi produksi, pertumbuhan

  • Tinjauan Kebijakan Moneter - Januari 2013

    4

    ekonomi terutama ditopang oleh kinerja sektor Industri Pengolahan,

    sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran, serta sektor Pengangkutan

    dan Komunikasi. Dari sisi kawasan, kesenjangan pertumbuhan ekonomi

    antar daerah semakin berkurang, tercermin dari kontribusi pertumbuhan

    ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang semakin baik. Pada tahun

    2013-2014, perekonomian Indonesia diprakirakan dapat mencapai kisaran

    masing-masing 6,3% - 6,8% dan 6,7% - 7,2%. Pertumbuhan tersebut

    ditopang oleh konsumsi yang terus meningkat dan investasi yang tetap

    kuat, sementara ekspor diprakirakan akan membaik.

    Kinerja neraca Pembayaran Indonesia (nPI) pada tahun 2012 masih mencatat surplus, meskipun mengalami tekanan defisit transaksi berjalan. Melemahnya permintaan dari negara-negara mitra dagang dan merosotnya harga komoditas ekspor berdampak pada menurunnya kinerja

    ekspor. Di sisi lain, impor masih tumbuh cukup tinggi, terutama dalam

    bentuk barang modal dan bahan baku, sejalan dengan meningkatnya

    kegiatan investasi. Tingginya impor juga tercatat pada komoditas migas

    akibat melonjaknya konsumsi BBM, sehingga berdampak pada defisit

    neraca migas yang terus meningkat dan menambah tekanan pada defisit

    transaksi berjalan. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat

    kenaikan surplus yang cukup besar terutama didukung oleh investasi

    langsung (PMA) dan arus masuk modal portofolio, baik dalam pasar

    saham maupun pasar obligasi, yang lebih tinggi dibandingkan dengan

    tahun sebelumnya. Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa

    sampai dengan akhir Desember 2012 mencapai 112,78 miliar dolar AS,

    atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri

    Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia tetap mewaspadai perkembangan

    defisit transaksi berjalan dan akan terus mempererat koordinasi kebijakan

    dengan Pemerintah agar defisit tersebut menurun ke tingkat yang

    sustainable sehingga keseimbangan eksternal tetap terjaga.

    nilai tukar rupiah pada tahun 2012 mengalami depresiasi dengan volatilitas yang cukup rendah. Rupiah secara point-to-point melemah 5,91% (yoy) selama tahun 2012 ke level Rp9.638 per dolar AS. Tekanan

    depresiasi terutama terjadi pada triwulan II dan III tahun 2012 terkait

    dengan memburuknya kondisi perekonomian global, khususnya di

    kawasan Eropa, yang berdampak pada penurunan arus masuk portofolio

    asing ke Indonesia. Dari sisi domestik, tekanan rupiah berasal dari

    tingginya permintaan valas untuk keperluan impor di tengah perlambatan

    kinerja ekspor. Nilai tukar rupiah kembali bergerak stabil pada triwulan IV

  • Tinjauan Kebijakan Moneter - Januari 2013

    5

    2012 seiring dengan peningkatan arus masuk modal asing yang cukup

    besar, baik dalam bentuk arus masuk modal portofolio maupun investasi

    langsung. Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai

    tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian.

    Inflasi sepanjang tahun 2012 tetap terkendali pada level yang rendah dan berada pada kisaran sasaran inflasi sebesar 4,5%1%. Terkendalinya inflasi tersebut sebagai hasil dari berbagai kebijakan Bank

    Indonesia dan didukung oleh semakin baiknya koordinasi kebijakan

    dengan Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Inflasi tahun

    2012 mencapai 4,30% (yoy) terutama didorong oleh inflasi inti yang

    stabil, inflasi volatile food yang terkendali dan inflasi administered prices

    yang rendah. Inflasi inti yang stabil didukung oleh penerapan strategi

    bauran kebijakan moneter dan makroprudensial sehingga tekanan inflasi

    dari sisi permintaan, harga komoditas impor,