of 15 /15
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA PEMANCINGAN DI PANCINGAN SEJUTA DESA SIDOWAYAH, KECAMATAN POLANHARJO, KABUPATEN KLATEN. . Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan program Studi Stara 1 Pada Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Oleh: Yofiana Eka Pratiwi NIM: I000140012 PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2018

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

  • Upload
    others

  • View
    39

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

i

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA

PEMANCINGAN DI PANCINGAN SEJUTA DESA SIDOWAYAH,

KECAMATAN POLANHARJO, KABUPATEN KLATEN.

.

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan program Studi Stara 1

Pada Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Oleh:

Yofiana Eka Pratiwi

NIM: I000140012

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2018

Page 2: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,
Page 3: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,
Page 4: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,
Page 5: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

1

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA PEMANCINGAN

DI PANCINGAN SEJUTA DESA SIDOWAYAH, KECAMATAN

POLANHARJO, KABUPATEN KLATEN.

Abstrak

Didalam dunia usaha, akad usaha menduduki posisi yang sangat penting,

karena akad itulah yang membatasi hubungan antara kedua belah pihak yang

terlibat dalam usaha tersebut dan akan mengikat hubungan itu dimasa sekarang

maupun masa yang akan datang. Semakin jelas rincian dan kecermatan dalam

membuat akad, maka semakin kecil pula adanya konflik dan pertentangan antara

kedua belah pihak di masa yang akan datang.

Aktivitas ekonomi terus mengalami perkembangan dalam kehidupan

masyarakat, sehingga dalam perkembangan tersebut perlu adanya perhatian

khusus supaya tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan serta menimbulkan

ketidak adilan bahkan tekanan-tekanan dari pihak tertentu. Seiringnya dengan

perkembangan ekonomi di zaman yang semakin maju ini, banyak orang yang

memikirkan suatu usaha sarana hiburan yang dibutuhkan oleh banyak orang,

dengan harga terjangkau. Peluang usaha pemancingan cukup menjanjikan, karena

banyaknya orang yang mencari tempat hiburan dengan harga yang relatif murah,

serta bisa bersantai dengan keluarga. Namun sangat di sayangkan pada usaha

bisnis pemancingan di Pancingan Sejuta desa Janti, Klaten dari awal akad nya

tidak dijelaskan oleh pemilik pemancingan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akad apa yang

digunakan pada usaha pemancingan di Pancingan Sejuta, serta untuk mengetahui

tentang pandangan Hukum Islam terhadap akad yang digunakan. Jenis penelitian

yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif. Metode

pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan

dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif.

Hasil dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa akad yang

digunakan usaha pemancingan di Pancingan Sejuta desa Sidowayah, kecamatan

Polanharjo, kabupaten Klaten termasuk pada golongan akad tidak bernama. Akad

usaha yang diterapkan pemancingan Pancingan Sejuta tidak sesuai dengan Hukum

Islam, karena didalam pengelolaannya terdapat unsur yang dilarang oleh syara’.

Kata Kunci : Hukum Islam, Akad Pemancingan, Usaha Pemancingan

Abstrack

In the corporate world, Akkad effort occupied a very important position,

because that is the contract that limits the relationship between the parties

involved in the venture and will tie up that relationship in the present or the future.

Increasingly clear details and accuracy in making the contract, then the smaller

also the existence of conflict and contradiction between the two sides in the

future.

Page 6: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

2

Economic activity has continued to experience growth in the life of the

community, so that in the development of the need for special attention so that no

parties who feel aggrieved and the cause of inequity even pressures from certain

parties. In a row with the development of economy in this more advanced age,

many people think of a business means entertainment is needed by many people,

at an affordable price. Fishing business opportunity is promising, since the

number of people looking for entertainment with a relatively inexpensive price,

and can relax with the family. However, regretable in Pancingan Sejuta in Janti,

Klaten from the first understanding is not be explained by the owner of fishing

ground.

The purpose of this research is to find out what the contract was used in a

Pncingan Sejuta, as well as to learn about the views of Islamic law against the

contract. This type of research is a research field with a descriptive qualitative.

Data collection methods used are observation, interview and documentation.

Analysis of the method used is descriptive analysis.

The results of this research can be drawn the conclusion that the contract

used in the fishing effort a fishing ground in Pancingan Sejuta in Janti village,

Sidowayah, Polanharjo, Klaten is included in the contractof akkad is unnamed.

The contract effort not applied to Pancingan Sejuta according to Islamic law,

since there is element in the operations prohibited by syara '.

Keywords: Islamic law, Fishing Contract, Fishing Business

1. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Akad atau perjanjian dalam kehidupan masyarkat menduduki posisi

yang sangat penting. Akad merupakan salah satu dasar dari sekian banyak

aktivitas keseharian manusia. Melalui akad berbagai kegiatan bisnis dan

usaha manusia dapat dijalankan. Akad memfasilitasi setiap orang dalam

memenuhi kebutuhan dan kepentingannya. Karena akad itulah yang

membatasi hubungan antara kedua belah pihak yang terlibat dalam usaha

tersebut dan akan mengikat hubungan itu dimasa sekarang maupun masa

yang akan datang1. Aktivitas ekonomi terus mengalami perkembangan dalam

kehidupan masyarakat, sehingga dalam perkembangan tersebut perlu adanya

1 Abdullah Al-Muslih dan Shalah Ash-Shawi, terj Abu Umar Basyir, Fikih Ekonomi

Keuangan Islam (Jakarta: Darul Haq, 2004), hlm. 25.

Page 7: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

3

perhatian khusus supaya tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan serta

menimbulkan ketidak adilan bahkan tekanan-tekanan dari pihak tertentu.

Hubungan antara manusia dengan manusia lain dalam memenuhi

kebutuhan, harus terdapat atauran yang menjelaskan tentang suatu hak dan

kewajiban diantara keduanya berdasarkan kesepakatan. Kesepakatan tersebut

dalam rangka memenuhi hak dan kewajiban yang disebut dengan proses

untuk berakad.

Akad yang digunakan untuk bertransaksi sangat beragam, diantaranya

sesuai dengan spesifikasi kepentingan dan karakteristik, serta tujuan antar

pihak. Dalam menjalankan bisnis atau usaha tidak bisa lepas dari akad. Akad

merupakan salah satu cara untuk memperoleh harta dalam syariat Islam yang

banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana telah dijelaskan

dalam Q.S. Al-Maidah :1

يا أيها الذين آمنوا أوفوا بالعقود

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.”

Seiringnya dengan perkembangan ekonomi di zaman yang semakin

maju ini, banyak orang yang memikirkan suatu usaha sarana hiburan yang

dibutuhkan oleh banyak orang, dengan harga terjangkau. Maka dari itu

diperlukan suatu kegiatan untuk menanggulangi kebutuhan sarana hiburan

banyak orang dengan harga yang cukup terjangkau bagi setiap kalangan,

salah satunya yaitu dengan membuka usaha pemancingan.

Peluang usaha pemancingan ini cukup menjanjikan, karena banyaknya

orang yang mencari tempat hiburan dengan harga yang relatif murah, serta

bisa bersantai dengan keluarga. Tempat pemancingan adalah solusi yang tepat

bagi beberapa orang yang ingin melepaskan penat, tempat ini juga bisa

menjadi sarana edukasi untuk anak-anak dengan mengenalkan beberapa

macam jenis ikan, tempat pemancinganpun cocok untuk orang-orang yang

memiliki kegemaran memancing.

Lokasi pemancingan yang ada di desa Janti, Klaten ini tidak hanya

menyediakan kolam pemancingan, bahkan pihak pengelola pun menyediakan

Page 8: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

4

beberapa macam olahan ikan. Sistem mancing pada Pancingan Sejuta ini

menggunakan sistem mancing harian, yang mana pemancing harus membayar

minimal sebesar Rp. 11.000 tergantung pada ikan apa yang hendak di

pancing, dan pembayaran dilakukan diawal saat pemancing datang.

Pemancing berhak memancing selama jam oprasional pemancingan yaitu

pada jam 08.00 – 17.00 WIB dan 19.30 – 05.00 WIB2.

Namun sangat di sayangkan pada usaha bisnis pancingan sejuta di

Janti, Klaten dari awal akad nya tidak dijelaskan oleh pemilik pemancingan.

Apakah akad yang digunakan pada pemancingan tersebut adalah akad jual-

beli dengan obyek ikan, sewa menyewa kolam dengan mendapatkan bonus

ikan atau bahkan menggunakan akad-akad yang lainnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Dalam rumusan masalah ini menegaskan kembali terhadap pokok

permasalahan tentang judul yang diangkat yaitu “Tinjauan Hukum Islam

Terhadap Akad Usaha Pemancingan di Pancingan Sejuta” hal yang menjadi

pokok permaslahan yaitu Akad apa yang digunakan pada usaha bisnis

pemancingan di Pancingan Sejuta desa Sidowayah, kecamatan Polanharjo,

kabupaten Klaten? dan Apakah akad yang digunakan pada usaha bisnis

pemancingan di Pancingan Sejuta desa Sidowayah, kecamatan Polanharjo,

kabupaten Klaten sesuai dengan hukum Islam?

1.3 TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah Memberikan gambaran

tentang akad yang digunakan pada pemancingan Pancingan Sejuta. Serta

menjelaskan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap akad yang digunakan

pada pemancingan tersebut.

Sedangkan manfaat dari penulisan skripsi ini adalah Melalui

penelitian ini diharapkan dapat memberikan teori yang relevan sesuai dengan

perkembangan zaman sehingga dapat memberikan kejelasan pada akad yang

2 Wawancara dengan bapak Mujahid Jaryanto, pemilik Pancingan Sejuta, tanggal 24

oktober 2017

Page 9: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

5

digunakan dalam usaha bisnis pemancingan di berbagai tempat lainnya.

Manfaat yang diharapkan bagi pengelola usaha bisnis pemancingan, yaitu

sebagai wawasan baru jika dikemudian hari ada pelanggan yang menanyakan

tentang akad apa yang digunakan pada bisnis pemancingannya, sehingga bisa

meningkatkan fungsionalnya.

1.4 KAJIAN PUSTAKA

1.4.1 Haq, Azriadian El and, Dr. Muh. Muinidinillah Basri, MA(2016)

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Bagi Hasil Tangkapan Ikan

Nelayan di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten

Banyuwangi.

1.4.2 Yudianto, Muchamat (2015) Tinjauan Hukum Islam Terhadap

Praktek Akad Jual Beli Ikan Nelayan (Studi Kasus di Desa Pangkalan

Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang).

1.4.3 Surendi and, Dr. Muhtarom, SH. MH (2016) Tinjauan Hukum Islam

Terhadap Peraktek Jual Beli Singkong Dengan Siatem Tebas (Studi

Kasus di Desa Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram,

Kabupaten Lampung Tengah).

1.5 KAJIAN TEORITIK

1.5.1 DEFINISI AKAD

Secara bahasa akad العقد jamaknya al-uqud العقود memiliki beberapa

arti,antara lain3 mengikat, sambungan, janji. Sedangkan secara bahasa

akad memiliki arti keterikatan keinginan diri dengan sesuatu yang lain

dengan cara yang memunculkan adanya komitmen tertentu yang

disyariatkan4

1.5.2 RUKUN DAN SYARAT AKAD

Rukun adalah suatu unsur yang membentuk sesuatu, sehingga sesuatu

itu terwujud karena adanya unsur-unsur tersebut yang membentuknya.

Masing-masing rukun memerlukan syarat-syarat agar rukun tersebut

bisa berfungsi membentuk akad. Rukun dan syarat akad diantaranya

3 Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), Hlm. 44. 4 Abdullah al-Muslih dan Shalah ash-Sahwi,terj Abu Umar Basyir, Fikih Ekonomi

Islam(Jakarta: Darul Haq, 2013), cet IV, hlm. 26.

Page 10: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

6

adalah pelaku akad dengan syarat aqid harus cakap berakad, obyek

akad dengan syarat obyek tidak dilarang dalam syara’, pengucapan

akad syaratnya adalah kedua belah pihak melakukan ijab qabul dalam

satu waktu, dan tujuan akad dengan syarat harus memenuhi subtansi

berakad.

1.5.3 SYARAT KEABSAHAN AKAD

Rukun dan syarat terbentuknya akad memerlukan kualitas tambahan

sebagai unsur penyempurna. Unsur penyempurna ini disebut syarat

keabsahan akad. Syarat keabsahan ini dibedakan menjadi dua macam

yaitu syarat keabsahan umum yang berlaku terhadap semua akad atau

paling tidak berlaku terhadap kebanyakan akad dan syarat-syarat

keabsahan khusus yang berlaku bagi masing-masing aneka akad

khusus5

1.5.4 MACAM-MACAM AKAD

Macam-macam akad dalam kitab fiqh terdapat banyak bentuk akad

yang kemudian dikelompokan berbagai variasi jenis akad .Secara

garis besar pengelompokan macam-macam akad ada 10 golongan6

1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM

Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas

konsualisme, asas kemaslahatan, dan asas keadilan7

1.5.6 AKIBAT HUKUM AKAD

Apabila telah memenuhi rukun-rukunnya, syarat-syarat terbentuknya

dan syarat-syarat keabsahannya, maka suatu akad dinyatakan sah.

Akan tetapi, meskipun sudah sah ada kemungkinan bahwa akibat

hukum akad tersebut belum dilaksanakan. Akad yang belum

dilaksanakan akibat hukumnya itu, meskipun sudah sah, disebuut akad

mauquf. Untuk dapat melakasanakan akibat hukumnya, akad yang

sudah sah itu harus memenuhi dua syarat berlakunya akibat hukum

5 Syamsul Anwar, Hukum Perjanjian Syariah, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2007), hlm.

99

6 Mardani, Fiqh Ekonomi Syariah (Jakarta: Prenada Media Group, 2012), Cet 1, hlm. 76. 7 Syamsul Anwar, Hukum Perjanjian Syariah, hlm. 84

Page 11: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

7

yaitu adanya kewenangan sempurna atas obyek akad dan adanya

kewenangan atas tindakan hukum yang dilakukan8

1.5.7 CACAT AKAD

akad akan menjadi cacat bila terdapat intimidasi, kekeliruan, dan

gabhn didalamnya.9

1.5.8 BERAKHIRNYA AKAD

Akad berakhir apabila telah tercapainya tujuan dan atau terjadinya

pemutusan berakad. 10

2. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu data

yang tidak bisa diukur secara langsung atau data yang tidak berbentuk angka

dan statistik11. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif yaitu

pendekatan yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari

pelaku yang dapat diamati, dengan tujuan untuk mendekati masalah-masalah

yang ada dengan cara melihat keadaan pemilik kolam pemancingan dan para

pemancing yang melaksanakan akad pada usaha pemancingan, sehingga

memperoleh gambaran yang utuh tentang masalah yang diteliti. Penelitian ini

dilakukan di Pancingan Sejuta di Jl. Tegalgondo Janti, desa Sidowayah,

kecamatan Polanharjo, kabupaten Klaten. Populasi yang digunakan adalah

satu pemilik kolam pemancingan dan para pemancing pada usaha bisnis

pemancingan di Pancingan Sejuta jl. Tegalgondo Janti, desa Sidowayah,

kecamatan Polanharjo, kabupaten Klaten. Sampel yang digunakan dalam

penelitian ini diambil dari populasi yaitu satu pemilik kolam pemancingan

Pancingan Sejuta dan sepuluh pemancing. Pengumpulan data pada penelitian

ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. analisa yang

dilakukan ini menggunakan metode dedukatif, yaitu mengambil data-data yang

bersifat umum berupa dalil-dalil yang berhubungan dengan akad yang

8 Ibid 102 9 Abdullah al-Muslih dan Shalah ash-Sahwi, Fikih Ekonomi Islam, hlm. 51 10 Mardani, Fikh Ekonomi Syariah, hlm. 100.

11 M. Hariwijaya, Metode dan Penulisan Skripsi Tesis dan Desertasi ( Yogyakarta : Parama

Ilmu, 2007 ) Cet. II, hlm. 46.

Page 12: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

8

digunakan pada pemancing sehingga dapat memberikan ketegasan bahwa

dalam keumuman tersebut terdapat bukti yang khusus.

3. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3.1 GAMBARAN UMUM PEMANCINGAN PANCINGAN SEJUTA

Pancingan Sejuta berdiri pada tanggal 13 maret 2005, didirikan oleh

bapak Mujahid Jaryanto, awalnya bapak mujahid mendirikan Pancingan

Sejuta ini kerena terinspirasi oleh tetangga yang pada saat itu juga

memiliki kolam pemancingan yang ramai dikunjungi oleh para

pemancing, dan didukung oleh letak geografis serta suasana alam yang

berpotensi untuk mendikirikan usaha pemancingan12 Tujuan bapak

mujahid mendirikan usaha bisnis pemancingan ini berawal dari

keinginannya untuk meningkatkan ekonomi keluarga, sekarang menjadi

sumber pemasukan dominan untuk perekonomian keluarga. Nama

pancingan sejuta sendiri dipilih oleh bapak mujahid karena, di Janti

wisata kuliner dan pancingan diberi nama dari satu hingga seratus, supaya

berbeda dengan yang lainnya maka deberi nama “Pancingan Sejuta”.

3.2 PENGELOLAAN PEMANCINGAN

pemancing yang ingin menyalurkan hobinya, pancingan sejuta dibuka

dalam dua gelombang setiap harinya, gelombang pertama dari jam 08.00-

17.00 wib dan gelombang kedua dibuka mulai dari jam 19.30-05.00 wib.

Pemancing yang datang harus membayar diawal sesuai dengan keinginan

ikan apa yang hendak dipancing, jika mendapatkan ikan dari hasil

pancingannya pemancing boleh langsung membawa pulang ikan hasil

pancingannya tersebut tanpa harus ditimbang lagi. Berikut tarif mancing

berdasarkan jenis ikan yang hendak dipancing13

3.3 MANAJEMEN KEUANGAN

Dalam sehari pemancing yang datang kurang lebih mencapai seratus

orang, jika dirata-rata keuntungan per pemancing yang datang adalah

12 Wawancara dengan bapak Mujahid Jaryanto, pemilik Pancingan Sejuta, tanggal 24

oktober 2017

13 Wawancara dengan bapak Mujahid Jaryanto, pemilik Pancingan Sejuta, tanggal 24

oktober 2017

Page 13: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

9

Rp. 3.000, maka keuntungan bapak Mujahid sehari Rp. 3.000 X 100

orang adalah Rp. 3.000.000.

Pemasukan perbulan bapak Mujahid jika dihitung dari tarif tiket masuk

dari yang termurah adalah :

Tiket masuk @orang : Rp. 11.000

Jika sebulan : Rp. 11.000 X 30 hari = Rp. 330.000

Pemasukan sebulan : Rp. 330.000 X 100 orang = Rp. 33.000.000

Omzet pemancingan yang dikelola bapak Mujahid dalam sebulan bisa

mencapai Rp. 33.000.000, tentu saja itu masih omzet kotor belum

dikurangi oleh biaya-biaya lainnya, seperti gaji karyawan, biaya

oprasional pemancingan, listrik, dan biaya lain-lain.

3.4 MANAJEMEN PEMASARAN

Bapak Mujahid menggunakan pemasaran bisnis pemancingan miliknya

dengan memasang plangkat didepan lokasi pemancingan, serta media

sosial seperti facebook, dan website. Tidak hanya itu saja media

pemasaran yang dilakukan oleh bapak Mujahid. Setiap seminggu sekali

pada hari rabu bapak Mujahid menambahkan bonus ikan dikolam

pemancingan yang paling besar sekitar 40 kg. Hal ini dilakukan oleh

bapak Mujahid dengan tujuan selain untuk strategi marketing, juga

sebagai sedekah

4. PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan diatas, dalam penelitian ini

dapat diambil kesimpulan diantara lain. Dilihat dari segi pelaksanaannya,

akad yang digunakan pada bisnis pemancingan Pancingan Sejuta tidak

termasuk pada akad jual beli dengan obyek ikan atau akad sewa menyewa

dengan obyek kolam. Setelah dilakukan penelitian secara mendetail oleh

penulis, dapat disimpulkan bahwa akad yang digunakan oleh usaha bisnis

pemancingan di Pancingan Sejuta merupakan akad tidak bernama, karena

akad yang digunakan belum ditentukan namanya oleh pembuat hukum.

Akad ini termasuk akad komprehensif, yang ditentukan sendiri oleh para

pihak sesuai dengan kebutuhan. Dilihat dari segi tinjauan hukum Islam,

Page 14: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

10

akad yang digunakan adalah akad tidak bernama atau akad yang belum

diberikan nama oleh para pembuat hukum. Akad yang digunakan tersebut

tidak diperbolehkan karena ada salah satu syarat yang tidak memenuhi

syarat keabsahan akad, yaitu pada salah satu syarat obyek akad yang

didalamnya terdapat ketidakjelasan.

4.2 SARAN

Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis menyampaikan beberapa saran

untuk kemajuan usaha bisnis pemanicngan Pancingan Sejuta diantara lain

Sebaiknya pemilik kolam pemancingan Pancingan Sejuta bapak Mujahid

menjelaskan akad yang digunakan kepada para pemancing, agar

pemancing megetahui akad apa yang diterapkan dan tidak merasa

dicurangi. Memperluas media pemasaran, agar diketahui oleh banyak

orang diluar daerah sehingga bisa menjadi referensi salah satu tempat

tujuan wisata di desa Sidowayah, Klaten. Dan menambah sarana dan

prasarana di lokasi pemancigan

DAFTAR PUSTAKA

Afandi, M. Yasid. 2009. Fiqh Muamalah. Yogyakarta: Logung Pustaka.

Al- Bugha, Musthafa Dib. 2010. Buku Pintar Transaksi Syariah. Jakarta :

Hikmah.

An-shari, Abdul Ghafur. 2010. Hukum Perjanjian di Indonesia. Yogyakarta :

Gajah Mada University Pers.

Anwar, Syamsul. 2007. Hukum Perjanjian Syariah. Jakarta : Raja Grafindo

Persada

Ash-Sahwi, Shalah dan Abdullah, Al- Muslih. 2004. Fiqh Ekonomi Keuangan

Islam. Jakarta : Ahlus Sunah Wal Jama’ah

Ash-Sahwi, Shalah dan Abdullah, Al- Muslih. 2013. Fiqh Ekonomi Islam. Jakarta:

Darul Haq

As- Shiddieqy, Teuku Muhammad. 2001. Pengantar Fiqh Muamalah. Semarang :

Pustaka Rizki Putra

Asro, Muhammad dan Muhammad Khalid. 2011. Fiqh Perbankan. Bandung :

Pustaka Setra

Page 15: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD USAHA … · 1.5.5 ASAS- ASAS AKAD DALAM HUKUM ISLAM Asas akad dalam hukum Islam diantaranya ada asas keabsahan, asas konsualisme, asas kemaslahatan,

11

Arifin, Muhammad. 2015. Panduan Praktis Fiqh Perniagaan Islam. Jakarta :

Darul Haq

Dewi, Gumala. 2005. Hukum Perikatan Islam di Indonesia. Jakarta : Kencana

Fordebi, Adesy. 2016. Ekonomi dan Bisnis Islam. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Hariwijaya, Muhammad. 2007. Metode Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi.

Yogyakarta : Pranama Ilmu

Hidayat, Enang. 2016. Transaksi Ekonomi Syariah. Bandung : Remaja

Rosdyakarya.

IKAPI, 2008. Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Bandung : Fokus Media

Mardani. 2012. Fiqh Ekonomi Syariah. Depok : Prenada Media Group

Rivai, Veithzal dan Andi, Buchari. 2009. Islamic Ekonomic. Jakarta : Bumi

Aksara

Sahroni, Oni dan M. Hasanudin. 2016. Fiqh Muamalah. Depok : Raja Grafindo

Persada

S, Burhanudin. 2009. Hukum Kontrak Syariah. Yogyakarta : BPFE

Sugiyono. 2014. Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Bandung :

Alfabeta

Suhendi, Hendi. 2002. Fiqh Ekonomi Syariah. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Nawawi, Ismail. 2012. Fiqh Muamalah Klasik dan Kontemporer. Bogor : Ghalia

Indonesia.