of 17 /17
Otitis Media Akut • Peradangan pada sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid

THT - oma ok

Embed Size (px)

DESCRIPTION

oma

Text of THT - oma ok

  • Otitis Media AkutPeradangan pada sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid

  • EtiologiKuman penyebab utama pada OMA ialah bakteri piogenik, seperti Streptokokus hemolitikus, Stafilokokus aureus, Pneumokokus. Selain itu kadang-kadang ditemukan juga Hemofilus influenza, Esheria colli, Streptococcus anhemoliticus, Proteus vulgaris dan Pseudomonas aurugenosa.Hemofillus influenza Sering anak berusia < 5 tahun.

  • StadiumStadium oklusi tuba eustachiusTerdapat gambaran retraksi membran timpaniMembran timpani berwarna merah atau keruh pucat

  • Stadium HiperemisPembuluh darah tampak lebar dan edem pada membran timpaniSekret yang telah terbentuk eksudat serosa

  • Stadium SupurasiEdem yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel superficial, serta terbentuknya eksudat yang purulen di kavum timpani membran timpani menonjol (bulging) ke arah liang telinga luar. Pasien sangat sakit, nadi dan suhu meningkat, serta rasa nyeri di telinga bertambah hebat.bila tekanan nanah di kavum timpani tidak berkurang, tekanan pada kapiler-kapiler, serta timbul tromboflebitis pada vena-vena kecil dan nekrosis mukosa dan submucosa iskemiaNekrosis membran timpani (daerah yang lebih lembek dan berwarna kekuningan) ruptur. Bila tidak dilakukan insisi membran timpani (miringotomi) pada stadium ini membran timpani akan ruptur nanah keluar ke liang telinga luar.Miringotomi luka insisi akan menutup kembaliRuptur lubang tempat ruptur (perforasi) tidak mudah menutup kembali.

  • Stadium PerforasiKarena beberapa sebab seperti terlambatnya pemberian antibiotika atau virulensi kuman yang tinggi, maka dapat terjadi ruptur membran timpani dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar. Anak yang tadinya gelisah sekarang menjadi tenang, suhu badan turun dan anak dapat tertidur nyenyak. Keadaan ini disebut dengan otitis media akut stadium perforasi.

  • Stadium ResolusiBila membran timpani tetap utuh, maka keadaan membran timpani perlahan-lahan akan normal kembali. Bila sudah terjadi perforasi, maka sekret akan berkurang dan akhirnya kering. Bila daya tahan tubuh baik atau virulensi kuman rendah, maka resolusi dapat terjadi walaupun tanpa pengobatan. OMA berubah menjadi OMSK bila perforasi menetap dengan sekret yang keluar torus menerus atau hilang timbul. OMA dapat menimbulkan gejala sisa (sequele) berupa Otitis Media Serosa bila sekret menetap di kavum timpani tanpa terjadinya perforasi.

  • Manifestasi KlinisTergantung pada stadium penyakit serta umur pasien. Pada anak yang sudah dapat berbicara keluhan utama adalah rasa nyeri di dalam telinga, keluhan disamping suhu tubuh yang tinggi. Biasanya terdapat riwayat batuk pilek sebelumnya. Pada anak yang lebih besar atau pada orang dewasa, di samping rasa nyeri terdapat pula gangguan pendengaran berupa rasa penuh di telinga atau rasa kurang dengar. Pada bayi dan anak kecil gejala khas OMA ialah suhu tubuh tinggi dapat sampai 39,50C (pada stadium supurasi), anak gelisah dan sukar tidur, tiba-tiba anak menjerit waktu tidur, diare, kejang-kejang dan kadang-kadang anak memegang telinga yang sakit. Bila terjadi ruptur membran timpani, maka sekret mengalir ke liang telinga, suhu tubuh turun dan anak tertidur tenang.

  • TatalaksanaPengobatan OMA tergantung pada stadium penyakitnya.Stadium oklusi tujuan untuk membuka kembali tuba Eustachius, sehingga tekanan negatif di telinga tengah hilang. Diberikan obat tetes hidung. HCI efedrin 0,5 % dalam larutan fisiologik (anak < 12 tahun) atau HCI efedrin 1%. dalam larutan fisiologik untuk yang berumur di alas 12 tahun dan pada orang dewasa. Antibiotika diberikan apabila penyebab penyakit adalah kuman, bukan oleh virus atau alergi.

  • Stadium presupurasiAntibiotika, obat tetes hidung dan analgetika.Golongan penisilin atau ampisilin. Alergi : eritromisin Terapi awal penisilin intramuskular konsentrasi yang adekuat di dalam darah tidak terjadi mastoiditis, gangguan pendengaran dan kekambuhanPemberian antibiotika dianjurkan minimal selama 7 hari.Pada anak, ampisilin diberikan dengan dosis 50-100 mg/BB per haii, dibagi dalam 4 dosis, atau amoksisilin 40 mg/BB/hari dibagi dalam 3 dosis, atau eritromisin 40 mg/BB/hari.Bila membran timpani hiperemis difus miringotomi.

  • Stadium supurasi Antibiotika + miringotomi (bila membran timpani masih utuh)

  • Stadium perforasiObat cuci telinga H202 3% selama 3-5 hari serta antibiotika yang adekuat. Biasanya sekret akan hilang dan perforasi dapat menutup kembali dalam waktu 7-10 hari.

  • Stadium resolusimembran timpani berangsur normal kembali,sekret tidak adaperforasi membran timpani menutup.Bila tidak terjadi resolusi sekret mengalir di liang telinga luar melalui perforasi di membran timpani karena berlanjutnya edem mukosa telinga tengah. antibiotika dilanjutkan sampai 3 minggu. Bila 3 minggu setelah pengobatan sekret masih tetap banyak mastoiditis.Bila OMA berlanjut dengan keluarnya sekret dari telinga tengah lebih dari 3 minggu otitis media supuratif subakut.

    *