Terjemahan rinitis alergi

  • Upload
    eri3x

  • View
    266

  • Download
    1

Embed Size (px)

Citation preview

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    1/39

    Tinjauan terhadap Terapi pada Rinitis Alergi dan Rinopati non

    Alergika

    Alexander N. Greiner dan Eli O. Meltzer

    Proceedings of The Aerican Thoracic !ociet" #ol $. Pp %&% ' %(%) &*%%

    Rinitis Alergi dan rinopati non alergika erupakan gangguan pada hidung "ang

    engenai jutaan orang di seluruh penjuru dunia. +alaupun pasien engalai gejala '

    gejala "ang irip) Pasien dengan rinopati non alergika seringkali han"a enjangkiti

    pada pasien "ang sudah ele,ati usia anak ' anak dan jarang disertai dengan asalah

    atopik seperti asa) deratitis atopi) dan alergi akanan. Pasien dengan rinopati non

    alergika urni -iasan"a tidak terdapat sensitiitas terhadap alergen spesifik tertentu)

    sedangkan pasien dengan rinitis capuran / alergi dan non alergi 0 tersensitisasi oleh

    alergen udara) tapi alergi pada pasien tidak dapat dihu-ungkan dengan durasi dan

    keparahan dari gejala. Peninjauan "ang dilakukan ini -ertujuan untuk elihat

    penggunaan o-at ' o-atan "ang tersedia untuk terapi rinitis alergi dan rinopati non

    alergika) terasuk kortikosteroid intra nasal) anti histain 1%) dekongestan) sodiu

    kroolin) anti leukotrien) antikolinergik) capsaisin) anti 2gE) dan salin intranasal)

    se-agai ta-ahan iunoterapi su-kutan. !elanjutn"a) aka nada algorita terapi untuk

    rinitis alergi dan rinopati non alergika dengan pendekatan gradasi o-at "ang paling-aik ke paling rendah atau se-alikn"a) "ang akan e-antu klinikus untuk eilih

    terapi "ang tepat.

    PEN3A1454AN

    Rinitis, suatu jenis rinopati yang sering terjadi, memiliki karakteristik yaitu timbulnya satu

    atau lebih gejala berikut ini : pruritus nasal, bersin, rinore, dan kongesti nasal. Gejala gejala

    lain yang terkadang timbul misalkan alodinia, hiperalgesia, ataupun hiposmia. Rinitis dapat

    terjadi tanpa penyebab yang jelas ( idiopatik ) maupun dirangsang oleh beberapa hal seperti

    atopi, obat obatan, hormonal / metabolik, infeksi, peradangan, dan rangsangan dari struktur

    anatomi yang ada. Pembaa dapat membaa tinjauan yang lebih detail mengenai jenis jenis

    rinitis pada sumber yang lain. !urnal ini berfokus pada rinitis alergi dan rinitis non alergi

    idiopatik, atau bisa juga disebut rinopati non alergika.

    EP23EM2O5OG2

    Pendataan terhadap rinitis jenis tertentu dapat menjadi sesuatu yang menantang mengingatadanya perbedaan klasifikasi dan penilaian diagnostik. Rinitis alergi dilaporkan mengenai

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    2/39

    sekitar "# $ dari populasi de%asa di &merika 'erikat, tapi menapai angka # $ pada

    populasi anak anak. 'edangkan prealensi pada rinopati non alergi lebih sulit untuk dilaak

    tapi diperkirakan sekitar * + $ dari pasien yang diealuasi dari rinitis alergi. ari +

    penelitian terbaru mengenai studi prealensi rinitis alergi, dapat disimpulkan dari -.-

    orang, 0" $ menderita rinitis alergi dan + $ menderita rinopati non alergika. 1alau rinopatinon alergika telihat lebih sedikit terjadi daripada rinitis alergi, namun penting untuk dipahami

    bah%a kategori ini tidak sepenuhnya eksklusif. 'urei nasional mengenai rinitis

    mengkategorikan #* $ dari +0- pasien rinitis merupakan rinitis alergi dan * $ merupakan

    rinopati non alergika. 'edangkan *# $ sisanya merupakan ampuran dari rinitis alergi dan

    rinopati non alergika. !adi -0 $ pasien rinitis menderita rinitis non alergika, baik yang

    tunggal maupun yang ampuran dengan rinitis alergika.

    65A!2726A!2 3AN 32AGNO!2! 3AR2 R2N2T2! A5ERG2

    Rinitis alergi, yaitu suatu keadaan peradangan pada mukosa nasal yang dimediasi oleh

    2g3 terhadap alergen dari lingkungan, seara tradisional di klasifikasikan menjadi musiman

    dan menahun, tergantung dari apa yang mengsensitisasi pasien, serbuk sari yang bersifat

    musiman atau alergen yang ada sepanjang tahun seperti debu, tungau, keoak, bulu binatang,

    dan jamur. 'istem klasifikasi ini terbukti dibuat buat dan seringkali tidak konsisten karena

    berdasarkan keadaan lingkungan, sensitisasi alergi oleh alergen musiman dalam jumlah

    banyak dapat menyebabkan keluhan sepanjang tahun, dan sebaliknya, paparan terhadap

    alergen yang ada sepanjang tahun seperti bulu binatang, karena paparan yang bersifat

    episodik dapat menghasilkan gejala pada periode %aktu tertentu saja.

    1alaupun riset klinik dan regulasi yang ada tetap menggunakan nomenklatur ini, tapi

    dokumen global mengenai klasifikasi dan terapi rinitis alergi seperti pada organisasi

    kesehatan dunia mengajukan bah%a penyakit alergi pada hidung menggunakan kategorisasi

    yaitu intermiten atau persisten, dan ringan / sedang / berat. Rinitis intermiten memiliki

    karakteristik gejala yaitu timbul kurang dari # hari dalam seminggu dan durasi nya diba%ah #

    minggu. !ika gejala timbul lebih dari # hari dalam seminggu dan durasi lebih dari # minggu

    maka diklasifikasikan sebagai rinitis alergi persisten. Gejala yang ringan tidak mengganggu

    tidur pasien, tidak mempengaruhi aktiitas harian, olahraga, dan %aktu luang, atau tidak

    mengganggu pekerjaan atau sekolah, dan jika ternyata ada, tidak sulit ataupun merepotkan.'edangkan gejala yang sedang hingga parah dapat menimbulkan gangguan pada setiap

    aktiitas atau setiap aspek kehidupan dari pasien. 1alau seara kategori menggunakan durasi

    seperti intermiten dan persisten tampaknya digunakan pada sistem karena praktis, perbaikan

    lebih lanjut klasifikasi kasus menggunakan kategori berdasarkan keparahan akan berguna.

    'ebagai tambahan, publikasi terkini mengenai metode untuk melakukan penilaian terhadap

    kontrol rinitis mungkin membantu untuk menggambarkan keadaan rinitis alergi pada pasien

    dengan gejala rinitis alergi yang berariasi.

    iagnosis rinitis alergi mungkin dapat dibuat berdasarkan dugaan yang berlandaskan

    tipe dari gejala dan ri%ayat alergen yang menjadi pemiu. 4onfirmasi membutuhkan

    dokumentasi dari reaktiitas 2g3 spesifik le%at pengeekan sensitiitas alergen menggunakan

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    3/39

    Rinopati

    Rinitis alergi

    intermiten ringan

    persisten sedang/berat

    Rinitis infeksius

    Rinopatimekanik/struktural

    Rinitis non alergi

    Rhinosinusitis kronis

    infeksi

    inamasi

    penyakit pernafasaneksaserbasi aspirin

    karena obatvasokonstriktor topikal,

    NSAID, beta-bloker

    karena hormonpenyakit tiroid,

    kehamilan

    rinopati non alergi!rhinitis

    vasomotor/rhinitisidiopatik"

    entopy dan/

    disfungsi nervusnosiseptif dan/

    disregulasi otonomrhinitis non alergidengan sindrom

    eosino#lia

    karena reeks

    gustatory/penuaan

    iritan/kimia

    #siologisrhinitis atro#

    Rinitis okupasional!mungkin imunologis /

    iritan"

    tes ukit kulit atau 2g3. Prosedur ini dapat membantu mendeteksi sensitiitas alergi spesifik

    dan menyediakan informasi untuk melakukan kontrol terhadap lingkungan pasien.

    Gambar ". 4lasifikasi rinopati

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    4/39

    65A!2726A!2 3AN 32AGNO!2! R2N2T2! NON A5ERG26A

    Rinitis non alergika didefinisikan sebagai keadaan dimana tidak adanya sensitisasi

    alergi sistemik sebagai ukuran dari 2g3 spesifik alergen dan tidak adanya penyebab infeksiusatau anatomis / mekanis. 4ategori ini termasuk rinitis karena obat, rinitis karena hormonal,

    rinitis toksik iritatif, dan rinitis non alergika, yang akhir akhir ini juga dapat disebut sebagai

    rinitis asomotor, rinitis idiopatik, atau rinitis non alergika perenial. Rinitis non alergika

    mungkin merupakan suatu istilah yang spesial karena akhiran kata pada rinitis menunjukan

    adanya inflamasi, yang mungkin tidak dapat ditemukan pada kasus rinitis non alergika.

    5amun karena studi klinis yang di publikasikan memasukan populasi yang bersifat

    heterogen, istilah ini akan digunakan dalam jurnal ini.

    Patofisiologi yang pasti dari rinitis non alergika masih tidak jelas. 6erdapat beberapa

    mekanisme, yang mungkin tumpang tindih, yang dianggap mendasari penyakit ini.

    7ekanisme mekanisme tersebut adalah reaksi alergi nasal yang bersifat lokal tanpa tanda

    sistemik dari alergi, disfungsi nerus nosiseptif, disregulasi otonomik yang berakar pada

    sistem non adrenergik, sistem non kolinergik atau simpatis parasimpatis, atau le%at

    mekanisme lainnya yang belum dapat diuraikan.

    Rinitis non alergika memiliki karakteristik adanya gejala gangguan hidung baik

    persisten atau intermiten yang dapat dimulai dari berbagai maam rangsangan yang biasanya

    tidak akan menjadi faktor penetus pada orang yang sehat. 8ontoh dari rangsangan tersebut

    adalah iritan seperti asap rokok, bau parfum, perubahan iklim dan kelembapan, perubahan

    tekanan udara, dan perubahan temperatur. 5amun pada beberapa pasien dengan rinitis non

    alergika, gejala tetap ada %alau tidak ada rangsangan seperti yang sudah disebutkan di atas.

    Rinitis non alergika biasanya dibedakan dengan rinitis alergi dengan melihat karakteristik

    masing masing penyakit, termasuk usia saat terjadi penyakit, jenis kelamin, dan kelainan

    atopi yang mungkin dimiliki seperti dermatitis atopi, asma, atau alergi makanan. 1alau

    seara alami, faktor penetus mengarahkan diagnosis ke arah rinitis non alergika, penting

    untuk dipahami bah%a seseorang dengan rinitis alergi memiliki angka kejadian yang tinggi

    untuk bereaksi terhadap rangsangan non spesifik. 6idak jelas benar apakah keadaan ini

    merupakan reaksi non spesifik yang berlebih pada saluran nafas bagian atas seperti pada

    bronkus pada kasus asma, atau merupakan gambaran seseorang dengan rinitis ampuran.1alau tidak spesifik, gejala gangguan hidung dapat mengarahkan diagnosis ke rinitis non

    alergika yaitu obstruksi nasal dan rinore enderung lebih menonjol daripada bersin, gatal

    pada hidung dan palatum, atau gejala pada mata yang lebih sering munul pada penyakit

    alergi pada salura nafas bagian atas.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    5/39

    T2N8A4AN PA3A TERAP2 7ARMA6O5OG2!

    Penanganan optimal rinitis melibatkan berbagai segi pendekatan termasuk edukasi

    pasien, kontrol lingkungan, menghindari penetus, terapi farmakologis, dan pada beberapa

    pasien digunakan terapi imunologis sub kutan.

    Pada kasus rinitis alergi ringan intermiten, untuk terapi farmakologis a%al disarankan

    terdiri dari obat oral anti histamin ", obat intranasal anti histamin ", dan / atau dekongestan

    oral atau intranasal, yang masa kerja pendek atau dengan dasar intermiten. apat juga

    dipertimbangkan memakai obat anti leukotrien oral. !ika pada kasus intermiten tingkat

    keparahannya sedang atau berat, atau kasus rinitis alergi persisten, terapi a%al dapat

    menggunakan kortikosteroid intra nasal sebelum menggunakan golongan obat obat yang

    sudah disebutkan tadi. Pada semua tingkat keparahan, efek obat ditinjau seara berkala

    selama beberapa %aktu untuk menentukan manakah yang lebih tepat, apakah menggunakan

    pendekatan gradasi pemilihan obat dari yang paling baik yang ke rendah atau sebaliknya.

    'egera lakukan ealuasi lebih lanjut bila rinitis alergi yang diderita pasien tidak bereaksi

    terhadap pemberian kortikosteroid intranasal selama sampai # minggu. 6es yang dapat

    dilakukan adalah tes alergi, tes rinofaringoskopi untuk menilai adakah obstruksi mekanik,

    ealuasi dengan radiologis untuk melihat adenoid dan / atau sinus, ataupun pemeriksaan lain

    tergantung dari kasus yang ada. 9sulan penanganan rinitis alergi dengan farmakoterapi dapat

    dilihat pada gambar .

    6erapi pada kasus rinitis non alergi seringkali memerlukan pendekatan terapi dengan

    ara uji obauntuk mengatasi gejala yang mengganggu. 6erapi empiris dengan dekongestan,

    anti histamin baik oral atau intra nasal, konrtikosteroid intra nasal, irigasi salin intranasal,ipratropium bromide intranasal, dan golongan obat lain yang bersifat anti kolinergik

    seringkali digunakan dengan angka kesuksesan yang berariasi. Pilihan obat berdasarkan

    pendekatan dari obat yang paling baik dilanjutkan dengan yang lebih rendah atau sebaliknya

    berdasarkan perbaikan dan gejala yang timbul dapat juga digunakan untuk penanganan terapi

    rinitis non alergika. 9sulan algoritma terapi farmakologis untuk rinitis non alergi dan rinopati

    non alergika dapat dilihat pada gambar *.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    6/39

    Rhinitis Alergi

    $e%ala intermiten

    ringan sedang berat

    $e%ala persisten

    ringan sedang berat

    SteroidSteroidintranasalAnti &' oraldan/dekongestanAnti &'intranasaldan/dekongestan

    Sodium

    Anti &' oraldan/dekongestanAnti &'intranasaldan/dekongestan(engubah

    Gambar2) Algoritme pertimbanganterapi farmakologi rhinitis alergi

    (ertimbangkanimunoterapi

    *lokade+tambahkankortikosteroiddekongestan/ora

    Rhinore+tambahkan

    ,ambahkansteroid

    ,in%au diagnosa,in%aucompliance

    emburuk

    embur

    .ika memburuk+ naikkan.ika membaik+ lan%utkan'/bulan

    (asien diperiksa setelah 0-1

    ,ambahkananti-&'

    ,urunkan danlan%utkan'/bulan

    embai

    (asien diperiksa setelah 0-1

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    7/39

    Ga-ar (. &lgoritme pertimbangan terapi farmakologi rhinitis non alergi

    6ORT26O!TERO23 2NTRA NA!A5

    Peran kortikosteroid intranasal dala penanganan rinitis alergi

    4ortikosteroid intranasal mengurangi semua gejala gangguan hidung yang timbul,

    seperti kongesti nasal, rinore, hidung gatal, dan bersin bersin. 'eara umum golongan obat

    ini memiliki jangkauan efek yang lebih luas dianding dengan golongan obat yang lain. 3fek

    klinis yang komprehensif dari kortikosteroid intra nasal adalah berdasarkan mekanisme

    kerjanya yang luas. 'ebagai glukokortikoid, obat ini berdifusi mele%ati membran sel, lalu

    terikat pada reseptor di intra sel, membentuk suatu kompleks yang akan di ba%a masukkedalam nukleus dan terikat pada elemen reseptor glukokortikoid disana. asilnya,

    transkripsi gen yang berhubungan dengan elemen reseptor glukokortikoid tadi akan

    mengalami perubahan regulasi, yang membuat terjadinya penurunan aktiitas radang pada sel

    serta mediator inflamasi di mukosa hidung.

    'aat ini kortikosteroid intra nasal yang tersedia adalah beklometason, budesonid,

    sislesonid, flunisonid, flutikason furoat, flutikason propionat, mometason furoat, dan

    triamsinolon asetonid. 'emua jenis steroid ini dalam sediaan air dan menunjukan efek baik

    pada rinitis alergi musiman atau menahunpada studi studi besar dan terkontrol. 1alaupun

    olume kortikosteroid ini beragam akibat panaran semprotan yang berbeda, rasa yang

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    8/39

    berbeda ( rasa tidak nyaman, atau bau ) dan ketaatan serta penerimaan pasien yang berbeda

    beda, nampaknya faktor faktor ini tidak mempengaruhi efek obat seara relean.

    ;eberapa efek samping yang dilaporkan adalah rasa terbakar pada hidung, rasa

    tersengat, iritasi, kekeringan di daerah paparan, serta epistaksis. 3fek samping dapat terjadi

    pada - " $ pasien, dengan pengeualian hanya untuk flunisonid, memiliki insidensi

    timbulnya rasa tidak nyaman di hidung yang lebih tinggi dibanding golongan lain. ;ukti yang

    didapat dari studi jangka panjang yang terpisah dengan menggunakan flutikason propionate

    dan mometason, pada penggunaan kortikosteroid intranasal jangka panjang tidak ditemukan

    atrofi mukosa nasal. 6anda klinis lain seperti kandidiasis lokal yang kadang terlihat pada

    penggunaan kortikosteroid oral, jarang terjadi pada penggunaan kortikosteroid intranasal.

    Peningkatan pemahaman akan kortikosteroid dan reseptor glukokortikoid

    memungkinkan dikembangkannya obat yang aktif seara lokal, dengan molekul yang poten

    tapi memiliki efek sistemik minimal. 3aluasi laboratorium terhadap poros hipotalamus

    pituitari kelenjar adrenal menunjukan tidak adanya supresi kerja poros hipotalamus

    pituitari kelenjar adrenal jika menggunakan dosis rekomendasi untuk kortikosteroid intra

    nasal yang sekarang tersedia.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    9/39

    Peran kortikosteroid intra nasal pada penanganan rinopati non alergika

    ari semua sediaan kortikosteroid intra nasal yang tersedia di &merika, hanya

    flutikason propionat yang di indikasikan sebagai terapi kasus rinitis non alergi, tanpa melihat

    ada atau tidaknya eosinofil pada nasal. Pada studi yang dilakukan pada pasien rinopati non

    alergika musiman,pemberian flutikason propionat mikrogram ( dua semprotan tiap

    lubang hidung dalam sehari ) sama efektif nya dengan dosis # mikrogram sekali sehari jika

    didasarkan pada pengurangan gejala. Pada studi yang lain, pasien dengan rinitis asomotor,

    pemberian flutikason propionat mikrogram sehari sekali seara signifikan jauh lebih

    superior dibanding plasebo dalam mengurangi gejala obstruksi nasal dan penurunan hipertrofi

    turbinasi inferior jika dilakukan pengeekan menggunakan 86 san. Pada studi keil yang

    dilakukan pada pasien dengan rentang usia sampai = tahun, budesonid semprot

    ( sekarang sudah tidak ada ) seara signifikan lebih efektif daripada plasebo dengan

    memperhatikan gejala obstruksi nasal, drainase nasal, dan bersin dengan penggunaan dosis

    harian -, , dan mikrogram.

    5amun bukti manfaat kortikosteroid intra nasal pada rinopati non alergika tidak

    konsisten, mungkin diakibatkan karena adanya heterogenitas pada kasus rinopati non

    alergika. 'tudi pada pasien dengan rinopati non alergika menahun, terapi dengan mometason

    mikrogram ( semprotan tiap sisi dalam sehari ) selama = minggu tidak memba%a

    perbaikan signifikan dibandingkan dengan plasebo. >lutikason furoat, diberikan sebanyak

    "" mikrogram ( semoritan tiap sisi dalam sehari ) ke =++ subjek dengan rinitis asomotor

    yang dirangsang oleh uaa / temperatur, tidak ukup superior dibanding plasebo dalam

    mengurangi kongesti, rinore, dan / atau terkumpulnya sekret di posterior nasaldalam periode

    # minggu.

    1alau hasil penelitian tidak selalu sama, studi yang ada menunjukan adanya efek

    terapetik kortikosteroid intra nasal pada kasus rinopati non alergika dan dapat dianjukan

    sebagai terapi lini pertama.

    ANT2 12!TAM2N 1%

    Peran Anti histain 1% oral pada penanganan rinitis alergi

    1alaupun terdapat banyak mediator kimia yang dapat menimbulkan satu atau lebih

    gejala rinitis alergi, histamine masih menjadi mediator patokanpada penyakit alergi saluran

    nafas atas, terutama saat respon a%al fase alergi. ;ekerja pada reseptor h", histamin dapat

    menimbulkan hampir semua gejala alergi ( bersin, gatal gatal di hidung, tenggorokan, dan

    palatum, serta rinore ) dengan ara stimulasi nerus sensorik, peningkatan permeabilitas

    askular, dan peningkatan produksi mukus. &nti histamine h" mela%an efek dari reseptor h"

    pada sel otot polos, ujung ujung saraf, dan sel kelenjar sehingga mengurangi gejala gejala

    yang disebutkan di atas. 5amun efek terhadap kongesti nasal hanya sedikit. 6oleransi

    terhadap efek menguntungkan dari anti histamin h" sampai sekarang tidak ada.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    10/39

    ;eberapa anti histamin h" oral generasi pertama atau yang lebih tua dapat ditemukan

    di took took ( difenhidramin,klemastin, tripelenamin, pirilinamin, bromferinamin,

    triplopidin, klorfeniramin) atau sebagai obat yang harus dengan resep dokter ( hidroksi?in,

    prometa?in, siproheptadin ). Preparat yang ada memiliki selektiitas yang rendah terhadap

    reseptor h" dan menghambat reseptor muskarinik, sehingga mungkin menghasilkan gejalakeringnya membran mukosa, pandangan kabur, konstipasi, retensi urin, dan takikardi.

    7engantuk merupakan efek samping utama dari anti histamin h" yang lebih tua. Rasa kantuk

    timbul karena obat menembus sa%ar darah otak dan berikatan dengan reseptor h" di sistem

    saraf pusat. 2stilah sedasi digunakan untuk menggambarkan keadaan mengantuk dan

    penurunan fungsi intelektual dan kemampuan motorik seara global. &nti histamine h" yang

    bersifat sedatif dihubungkan dengan keelakaan udara dan industri, sehingga mempengaruhi

    produktiitas di sekolah maupun tempat kerja yang sudah terganggu karena gejala gejala

    dari rinitis. osis tunggal - mg difenhidramin dapat menurunkan kemampuan menyetir, jika

    dinilai dengan simulator, lebih hebat daripada konsumsi etanol dengan estimasi kadar alkohol

    dalam darah ," $. 'ama dengan efek akibat konsumsi etanol, terdapat ketidak ookan

    antara persepsi diri sendiri dalam keadaan sedatif dan penilaian objektif dari kesadaran dan

    performa pasien.

    1alau dosis dari anti histamin h" generasi pertama seringkali dibagi menjadi

    beberapa kali dalam sehari, eliminasi terminal dari anti histamin h" generasi pertama

    berariasi antara +, sampai 0,+ jam, sehingga dapat terjadi defisit dosis pada siang hari jika

    diberikan hanya saat menjelang tidur. 'ebuah studi mengemukakan bah%a dapat terjadi

    toleransi terhadap efek sedatif yang disebabkan difenhidramin. al ini juga ditunjukan

    dengan banyaknya pasien dengan urtikaria kronis dapat mengerjakan pekerjaan dengan

    normal %alau menggunakan dosis tinggi obat anti histamin yang diberikan sesuai dengan

    dosis harian biasanya ( 4aplan, komunikasi personal, = ). 'tudi lebih lanjut diperlukan

    untuk melihat apakah toleransi pada efek sedatif benar benar timbul dan apakah hal ini

    mungkin akibat dari jenis obat.

    Generasi kedua anti histamin h" oral yang ada di &merika sekarang adalah yang

    berupa obat bebas di toko toko seperti loratadin dan etiri?in serta obat yang perlu resep

    dokter seperti desloratadin, feksofenadin, dan leoetiri?in. ;erbeda dengan anti histamin h"

    generasi pertama yang hanya memiliki studi efikasi klinis yang terbatas, efektiitas dari

    etiri?in, leoetiri?in, desloratadin, feksofenadin, dan loratadin sudah terbukti le%atserangkaian studi kontrol plasebo, dengan peneliti dan sukarela%an tidak tahu obat apa yang

    didapat. 'tudi yang ada juga membantu memastikan onset kerja, efek punak, dan durasi dari

    efek obat.2nformasi seperti ini kurang pada anti histamin h" generasi pertama sehingga

    anjuran dosis sekarang ini tergantung dari kemampuan anti histamin h" terhadap seseorang

    untuk menekan respon yang timbul setelah alergen atau setelah pengenalan histamin oleh

    kulit.

    &nti histamin h" oral generasi kedua memiliki selektiitas reseptor yang lebih baik

    dibanding generasi pertama, dan juga memiliki efek samping antikolinergik dan anti

    serotonergik lebih ringan.'emua jenis, keuali feksofenadin, mempunyai kemampuan untukmenembus sa%ar darah otak dan berikatan dengan reseptor h" sehingga menimbulkan rasa

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    11/39

    kantuk. Proses ini dapat dilihat pada seseorang yang mendapatkan loratadin dan desloratadin

    dengan dosis lebih tinggi dari yang direkomendasikan. 9ntuk jenis oral generasi kedua yang

    beredar di &merika, hanya etiri?in dan leoetiri?in yang mungkin dapat menyebabkan efek

    sedatif pada dosis yang direkomendasikan pada pasien usia " tahun keatas ( "# $ etiri?ine

    dengan = $ plasebo dan = $ leosetiri?ine dengan $ plasebo ).

    ;eberapa studi yang disponsori oleh industri obat membandingkan seara langsung

    efek klinis antara obat anti histamin h" generasi kedua. 1alaupun seringkali hasl studi

    menunjukan kesamaan terhadap berbagai maam anti histamin h" generasi kedua pada

    perobaan klinis, terkadang beberapa pasien meraskan adanya perbedaan efek antara jenis

    obat yang satu dengan yang lain.

    &nti histamin h" generasi kedua sebaiknya menjadi pilihan lini pertama pda pasien

    dengan rinitis alergi yang tidak memiliki masalah signifikan terhadap obstruksi atau kongesti

    nasal dan memiliki gejala yang intermiten atau tingkat keparahan dari gejala bersifat ringan.

    Peran anti histain oral pada penangan rinopati non alergika

    1alau tidak ada data yang jelas mengenai peran anti histamin pada penanganan

    rinopati non alergika, pasien dengan gejala predominan berupa bersin bersin mungkin

    bereaksi dengan baik saat menggunakan anti histamin oral.'tudi tunggal dengan kontrol

    plasebo juga menunjukan perbandingan flunisonid dengan kombinasi flunisonid dan loratadin

    bah%a kombinasi kortikosteroid intra nasal dan anti histamin lebih baik jika dibandingkan

    hanya menggunakan kortikosteroid intra nasal saja dalam mengurangi bersin dan rinore pada

    kelompok pasien rinitis non alergi dengan sindrom eosinofilia. 1alau tidak ada data klinis

    yang menunjukan efektiitas pada rinopati non alergi, penggunaan anti histamin generasi

    pertama mungkin akan membantu mengurangi rinore karena aktiitas antikolinergik obat.

    5amun hal ini perlu dipertimbangkan dengan efek yang tidak diinginkan yang berhubungan

    akibat reaksi sistemik antikolinergik.

    Peran anti histain intra nasal pada terapi rinitis alergi dan rinopati non alergika

    'elain bersifat antagonis dari h", beberapa anti histamin mungkin memiliki sifat anti

    inflamasi berdasarkan penelitian di laboratorium. al ini berupa penegahan degranulasi sel

    mast dan basofil, perubahan regulasi dari adesi molekul dan kemokin, penurunan ekspresi

    sitokin inflamatif, menekan perubahan neurogenik karena peradangan, dan adanya apoptosis

    sel inflamasi. 5amun pada dosis terapi seperti yang dikonsumsi biasanya, anti histamin oral

    jarang menapai konsentrasi yang ukup tinggi seara pada eksperimen ke makhluk hidup

    untuk menghasilkan efek anti inflamasi. al ini berlainan jika pemberian menggunakan anti

    histamin intra nasal, konsentrasi dalam darah dapat ukup tinggi untuk menimbulkan efek

    anti inflamasi lokal.

    'aat ini hanya a?elastin ," $ intra nasal sebagai anti histamin satu satunya di

    &merika yang diindikasikan untuk rinitis alergi dan rinitis asomotor. &?elastin dan

    olopatadin diindikasikan hanya untuk rinitis alergi saja. Perobaan dengan olopatadin dan

    a?elastin ,"- $ menunjukan onset sekitar * menit dengan persistensi dari efikasi selama

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    12/39

    interal " jam. &?elastin dan olopatadin memiliki efikasi pada kasus rinitis musiman.

    Penemuan saat ini dari studi yang disponsori oleh industri obat menunjukan bah%a anti

    histamin intra nasal mungkin lebih superior daripada etiri?in ( a?elastin ), desloratadin

    ( a?elastin ), dan fesofenadin ( a?elastin dan olopatadin ) dalam kemampuan untuk

    mengurangi gejala gejala nasal ternasuk kongesti nasal. 5amun pada studi yang sudah lebihdulu dilakukan, tidak ditemukan jika a?elastin lebih superior dibanding etiri?in dalam kasus

    rinitis alergi musiman. 3fek samping tersering a?elastin pada dosis rekomendasi yaitu sebesar

    semprotan tiap sisi tiap hari adalah rasanya yang pahit dan sedatif ( "",- $ dibanding

    plasebo -,# $ pada studi a?elastin ," $ dan @ " $ pada studi a?elastin ,"- $ ).

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    13/39

    sehari dengan montelukas menunjukan terdapat penurunan gejala rinitis dibandingkan dengan

    obat untuk kongesti nasal yang lain di kedua grup.

    3fek samping dekongestan nasal topikal adalah rasa terbakar pada hidung,

    menyengat, rasa kering, dan yang lebih jarang, ulserasi mukosa.6oleransi dan terjadinya

    kongesti berulang dapat terjadi jika obat ini digunakan lebih lama dari " minggu dan dapat

    menimbulkan rinitis medikamentosa.ata yang ada sekarang menunjukan bah%a efek negatif

    obat ini dapat diegah dengan penggunaan bersama kortikosteroid intra nasal. 3fek samping

    dari dekongestan oral berupa stimulasi sistem saraf, seperti insomnia, rasa tegang, emas,

    tremor, takikardi, palpitasi, dan peningkatan tekanan darah.

    'eara keseluruhan, terapi tunggal menggunakan asokonstriktor memiliki peran

    yang terbatas dalam penanganan rinitis alergi, %alaupun pada kasus dimana kongesti nasal

    menjadi gejala yang paling mengganggu.5amun jika dekongestan oral dikombinasikan

    dengan anti histamin, semua gejala dari rinitis alergi dapat berkurang.

    ekongestan mungkin dapat digunakan untuk kasus rinopati non alergi untuk

    mengurangi gejala.!ika diberikan seara topikal, diperlukan dosis intermiten.1alau

    sebenarnya masuk akal, tidak ada studi yang menunjukan apakah penggunaan

    asokonstriktor topikal yang merangsang timbulnya rinitis medikamentosa dapat diegah

    menggunakan kortikosteroid intra nasal pada pasien dengan rinopati non alergi.

    Peran !odiu 6roolin dan !odiu Nedokroil pada penanganan rinitis alergi dan

    rinopati non alergi

    4romolin menghambat degranulasi dari sel mast yang tersensitisasi, dan menahandilepaskannya mediator inflamasi.4romolin tidak menghambat pengikatan 2g3 dengan

    reseptor nya atau pengikatan alergen dengan 2g3 spesifik.'tudi pada orang dengan rinitis

    alergi yang dipaparkan terhadap alergen menunjukan bah%a sodium kromolin terbukti efektif

    mengurangi reaksi alergi baik pada fase a%al maupun fase akhir.4romolin diindikasikan

    untuk rinitis alergi baik yang musiman atau yang sepanjang tahun.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    14/39

    Peran anti leukotrien pada penanganan rinitis alergi

    'isteinil leukotrien merupakan mediator lipid poten yang memiliki reaksi en?imatik

    di membran fosfolipid di nukleus. 'tudi yang mempelajari inflamasi saluran nafas ba%ah

    pada asma mengemukakan molekul ini juga timbul pada saluran nafas bagian atas dengan

    dibuktikan melalui adanya konsentrasi C68# di sekret nasal seseorang dengan atopi setelah

    dipaparkan alegen.'elain itu, tes paparan terhadap hidung dengan C6# di orang normal

    dapat meningkatkan aliran darah mukosa hidung dan resistensi saluran nafas hidung.

    Ceukotrien tampaknya tidak menstimulasi nerus sensoris pada mukosa nasal dan mungkin

    tidak berkontribusi dalam penanganan rasa gatal di hidung dan bersin bersin. 1alau

    blokade jalur leukotrien dapat terjadi dengan ara menghambat sintesis le%at inhibitor -

    lipoksigenase menggunakan ?ileuton atau dengan melakukan blokade reseptor pada sisteinil

    leukotrien reseptor dengan antagonis reseptor leukotrien misalkan ?afirlukast dan

    montelukast, hanya montelukast yang disetujui sebagai terapi pada rinitis alergi, dan

    menunjukan efikasi klinis pada rinitis alergi baik tipe musiman atau tahunan. 7ontelukasthanya menghasilkan sedikit efek samping, digolongkan obat ; untuk kehamilan, dan dapat

    digunakan pada anak usia = bulan. 1alau tidak ada data bukti yang jelas, montelukast sering

    dihubungkan dengan kejadian perubahan neuropsikiatri pasien seperti keinginan untuk bunuh

    diri.

    1alau pada tahun = dipupblikasikan meta analisis mengenai montelukas bah%a

    obat ini dapat menjadi lini kedua penanganan rinitis alergi, suatu badan perkumpulan yang

    dibentuk di &merika menyimpulkan bah%a montelukast mungkin sama efektif nya dengan

    anti histamin oral (yang biasa digunakan perbandingan adalah loratadin). 'ebagai tambahan,

    dari studi yang dipublikasikan, juga direkomendasikan adanya kemungkinan efek aditif pada

    penggunaan anti histamin oral dan montelukast %alaupun efeknya masih lebih minimal

    dibanding kortikosteroid intra nasal.

    Pada saat ini, tidak ada studi terpublikasi yang menunjukan peran modifikator

    leukotrien dalam terapi rinopati non alergi.

    Peran ipatropiu -roida dala penanganan rinitis alergi dan rinopati non alergi

    2patropium bromida, tersedia dalam preparat intra nasal, merupakan obat anti

    muskarinik yang menghambat kerja parasimpatik pada mukosa nasal, sehingga dapatmengkontrol sekret serous dan seromukus dari kelenjar.4arena hanya diserap sedikit seara

    sistemik, obat ini relatif bebas efek samping yang biasanya timbul pada penggunaan obat

    antikolinergik oral, keuali pada dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    15/39

    baik pada anak maupun de%asa.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    16/39

    administrasi le%at oral atau inhalan yang mini, peran dalam penangan rinitis alergi masih

    bersifat terbatas.

    6idak ada studi terpublikasi yang menggambarkan peran omali?umab pada

    penanganna rinopati non alergi. 5amun, berdasarkan pemahaman dari ara kerja nya,

    kemungkinan tidak akan menimbulkan efek pada kondisi rinopati non alergi.

    Peran 2rigasi Nasal dengan !alin pada Penanganan Rinitis Alergi dan Rinopati non

    Alergi

    'elama bertahun tahun, irigasi nasal dengan salin digunakan sebagai terapi

    tambahan pada berbagai bentuk sinutisis atau rinitis, sekalipun tidak ada data klinis yang

    terpublikasi. Pada saat disemprotkan, sejumlah airan sekitar beberapa ons, dapat berupa

    salin isotonis atau hipertonis dimasukan kedalam hidung, nasofaring, dan jika memungkinkan

    ke rongga sinus dengan tujuan menghilangkan mukus, memperbaiki klirens silia,

    memperbaiki patensi dari ostium, dan mungkin dapat menghilangkan material iritan dan

    alergen. &lat yang digunakan yaitu pani / tempat air, botol plastik yang dapat ditekan dengan

    adaptor hidung, atau irigator berpulsasi yang dikombinasikan dengan adaptor hidung. ata

    yang terbatas menunjukan %alaupun airan salin hipertonik seara umum lebih mengiritasi,

    tapi memiliki efek dekongestan karena merangsang transpor oleh silia lebih baik daripada

    airan isotonik.al ini dibuktikan dengan kemampuan meningkatkan %aktu berhenti dari

    sakarin.

    'ebuah studi keil pada anak dengan rinokonjungtiitis alergi musiman, melakukan

    irigasi dengan airan hipertonik * kali sehari selama 0 minggu saat musim serbuk sari

    berterbangan menunjukan adanya penurunan skor rinokonjungtiitis, %alaupun perubahan

    signifikan baru terlihat selama minggu = dan minggu 0. 'ebagai tambahan, tindakan

    membersihkan ini seara jelas menurunkan kebutuhan penggunaan anti histamin oral selama

    - sampai 0 minggu. 'tudi lain menunjukan efek dari pembersihan hidung pada %anita hamil

    dengan rinitis alergi musiman selama = minggu saat musim serbuk sari. Pada studi ini,

    penggunaan irigasi hipertonik * kali sehari membuat terjadinya pengurangan gejala

    gangguan nasal, pengurangan penggunaan obat, dan perbaikan patensi nasal le%at penilaian

    seara objektif.

    Pada studi prospektif yang terpisah pada "" orang dengan penyakit sinus nasal,termasuk rinitis alergi, rinitis karena penuaan, rinitis atropi, dan rinosinusitis kronik,

    melakukan irigasi salin hipertonik membuat terjadinya perbaikan signifikan seara statistik

    pada * dari * gejala le%at kuesioner mengenai gejala gejala spesifik.

    2M4NOTERAP2 PA3A PENANGANAN R2N2T2! A5ERG2

    2munoterapi merupakan satu satunya terapi yang dapat mengubah perjalanan

    penyakit rinitis alergi dan memperlambat perkembangan alergi pada pasien dengan atopik.

    4emampuan imunoterapi subkutan untuk mengurangi resiko asma yang selanjutnya

    didemonstrasikan pada penelitian kohort ke anak usia = sampai E"# tahun dengan gejala

    rinitis minimal tingkat keparahan sedang dan gejala pada mata, tapi tidak memiliki asma, tapi

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    17/39

    memiliki alergi. Pada studi ini, - anak anak seara aak menerima imunoterapi spesifik

    selama * tahun atau dalam pada grup kontrol terbuka.&nak yang diterapi setelah * tahun

    seara aktif memiliki gejala asma lebih ringan seara signifikan. 'etelah ditambahkan %aktu

    0 tahun, "#0 dari - anak anak, yang sekarang berusia "= - tahun, kembali di ealuasi.

    6idak hanya terjadi perbaikan seara signifikan dari rinokonjungtiitis, tapi juga searasignifikan, subjek yang mendapat imunoterapi berkembang menjadi asma lebih sedikit

    daripada yang tidak mendapat imunoterapi le%at ealuasi dari gejala klinis 'aat terjadi

    perbaikan untuk hiper responsif dari bronkial dan status asma berdasarkan patokan standar,

    termasuk obserasi menyeluruh selama masa tindak lanjut dalam " tahun (anak dengan atau

    tanpa asma pada patokan standar, n F "+ -"" obserasi), rasio tanpa asma adalah #,=, pada

    anak yang mendapatkan imunoterapi subkutan.Remisi klinis yang memanjang diakibatkan

    karena penggunaan imunoterapi subkutan * sampai - tahun dan berhubungan dengan

    perubahan seara persisten reaktiitas imunologis.

    'ampai sekarang, imunoterapi hanya dapat diberikan seara subkutan. 5amunterdapat bukti yang mendukung efikasi penggunaan sublingual.Penggunaan sublingual belum

    mendapat persetujuan administrasi obat dan pangan &merika, tapi sudah tersebar luas di

    3ropa.Penggunaan sublingual terlihat lebih aman daripada subkutan, dan efek samping

    biasanya terbatas hanya pada saluran nafas atas dan traktus gastrointestinal.!arang dilaporkan

    adanya kasus anafilaktik.'ama dengan penggunaan subkutan, penggunaan sublingual

    mungkin dapat mengubah perjalanan alami penyakit atopi berdasarkan efek menurunkan

    progresifitas dari asma.6erdapat beberapa hal yang belum terja%ab, termasuk menemukan

    dosis optimal, menentukan lama terapi yang tepat, dan menentukan bagaimana penggunaan

    pada terapi yang tersensitisasi pada banyak alergen.

    2munoterapi subkutan sebaiknya digunakan seara hati hati, hanya pada pasien

    tertentu yang tetap menimbulkan gejala %alau sudah mendapat terapi farmakologis yang

    tepat atau pasien yang tidak bisa atau tidak mau mendapat terapi farmakologis dalam periode

    jangka panjang. Penggunaan khusus pada kasus pediatrik yang mungkin mengalami

    penurunan resiko terjadinya asma dengan imunoterapi subkutan

    6E!2MP45AN

    Rinitis alergi dan rinopati non alergika merupakan keadaan yang umum terjadi yang

    menjangkiti jutaan orang pada negara industri.6idak seperti rinitis alergi, patofisiologi yang

    mendasari rinopati non alergika tidak dapat dipahami seara sepenuhnya, yang mungkin

    terjadi karena kondisi yang heterogen pada kategori ini.1alaupun terdapat sejumlah golongan

    obat yang menunjukan efek klinis dan aman sebagai terapi rinitis alergi, tetapi hanya sedikit

    pilihan yang benar benar efektif bagi para klinisi untuk menangani rinopati non alergika.

    Pemahaman proses patologis yang lebih baik mengenai rinopati non alergika, akan

    meningkatkan jumlah terapi yang berpotensi memperbaiki keadaan pada kasus ini.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    18/39

    RE7EREN!2

    ". ;araniuk !5. Pathogeni mehanisms of idiopathi nonallergi rhinitis. 1orld &llergy

    okkens 1!, 6ogias &,Kuberbier 6, ;aenaH

    8agnani 83, 8anonia G1, an 1eel 8, et al.&llergi Rhinitis &nd its 2mpat on &sthma

    (&R2&) update (in ollaboration %ith the 1orld ealth , alonen 7, 7organ 1, 6aussig C7. 3pidemiology

    of physiian diagnosed allergi rhinitis in hildhood. Pediatris "++#+#:+-+".

    =. 'ettipane R&. 3pidemiology of asomotor rhinitis. 1orld &llergy arlane C8, Cip%orth ;!. 3ffets of intranasal ortiosteroids

    on adrenal, bone, and blood markers of systemi atiity in allergi rhinitis. ! &llergy 8lin

    2mmunol "++": -+=#.

    ". 'uissa ', ;alt?an 7, 4remer R, 3rnst P. 2nhaled and nasal ortiosteroid use and the risk

    of frature. &m ! Respir 8rit 8are 7ed # "=+:*.

    "+. 'koner P, Rahelefsky G', 7elt?er 3

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    19/39

    . 7urphy 4, 9ryniak 6, 'impson ;, aris 7&, 4ral 47, Prillaman ;&,

    Rikard 4&. 5o gro%th suppression in hildren treated %ith the maIimum reommended

    dose of flutiasone propionate aJueous nasal spray for one year. &llergy &sthma Pro

    *:#0#"*.

    *. 'koner P, Gentile &, oyle 1!. 3ffet on gro%th of longHterm treatment %ith

    intranasal triaminolone aetonide aJueous in hildren %ith allergi rhinitis. &nn &llergy

    &sthma 2mmunol "": #*"#*=.

    #. 1einer !7, &bramson 7!, Puy R7. 2ntranasal ortiosteroids ersus oral " reeptor

    antagonists in allergi rhinitis: systemati reie% of randomi?ed ontrolled trials. ;7!

    "++*"0:"=#"=+.-. Rinne !, 'imola 7, 7almberg , aahtela 6. 3arly treatment of perennial rhinitis %ith

    budesonide or etiri?ine and it effets on longterm outome. ! &llergy 8lin 2mmunol

    "+:#=#*.

    =. 5athan R&, Daney '1, 1aitkusH3d%ards 4, Prillaman ;&, 'tauffer !C, Philpot 3,

    orinsky P7, 5elson '. >lutiasone propionate nasal spray is superior to montelukast for

    allergi rhinitis %hile neither affets oerall asthma ontrol. 8hest -":"+""+.

    0. Ratner P, o%land 18 222, &rastu R, Philpot 33, 4lein 48, ;aidoo 8&, >arris 7&,

    Rikard 4&. >lutiasone propionate aJueous nasal spray proided signifiantly greater

    improement in daytime and nighttime nasal symptoms of seasonal allergi rhinitis ompared

    %ith montelukast. &nn &llergy &sthma 2mmunol *+:-*=-#.

    . 1ilson &7,

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    20/39

    *-. >lonase Lpresribing informationM. Researh 6riangle Park, 5orth 8arolina:

    GlaIo'mith4line # Laessed &pril , "M. &ailable at http://%%%.flonase.om.

    *=. 1ebb R, 7elt?er 3inn &> !r, Rikard 4&, Pepsin P!, 1estlund R, 8ook 84.

    2ntranasal flutiasone propionate is effetie for perennial nonallergi rhinitis %ith or %ithout

    eosinophilia. &nn &llergy &sthma 2mmunol :*-*+.

    *0. &rikan P. 3R, editors. 7iddletons allergy: priniples and pratie, =th ed.

    Philadelphia: 7osby *. pp. *#=+.

    -". Rihardson G', Roehrs 6&, Rosenthal C, 4oshorek G, Roth 6. 6olerane to daytime

    sedatie effets of " antihistamines. ! 8lin Psyhopharmaol :-""-"-.

    -. rue 7, 6hoden 1R, 7ure P, >urey '&, Cokhart 3&, ie 6, Galant ', Prenner ;7,

    1einstein ', Kiering R, et al. ;rompheniramine, loratadine and plaebo in allergi rhinitis: aplaeboHontrolled omparatie linial trial. ! 8lin Pharmaol "++*:**+.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    21/39

    -*. 'imons >3R. &danes in "Hantihistamines. 5 3ngl ! 7ed #*-": *"0.

    -#. 'hamsi K, indmarh 2. 'edation and antihistamines: a reie% of interdrug differenes

    using proportional impairment ratios. um Psyhopharmaol "-:'*'*.

    --. indmarh 2, 'hamsi K. &ntihistamines: models to assess sedatie properties, assessment

    of sedation, safety and other sideHeffets. 8lin 3Ip &llergy "++++:"**"#.

    -=. Kyrte Lpresribing informationM. 5e% Dork: Pfi?er Caboratories updated # Laessed>ebruary ", "M. &ailable at http://%%%.?yrte.om

    -0. yIal Lpresribing informationM. 98;, 2n. and 'anofiH&entis 9' update "

    Laessed >ebruary ", "M. &ailable at http://%%%.Iy?al.om

    -. PurelloH&mbrosio >, 2sola ', Riiardi C, Gangemi ', ;arresi C, ;agnato G>. &

    ontrolled study on the effetieness of loratadine in ombination %ith flunisolide in the

    treatment of nonallergi rhinitis %ith eosinophilia (5&R3'). 8lin 3Ip &llergy

    "++++:""#*""#0.

    -+. Cieberman P. 6he role of antihistamines in the treatment of asomotor rhinitis. 1orld

    &llergy 8, &mar 5!, an ;ael !, 7ohar , 7arple ;>, Roland P', 1all

    G7, ;rubaker 7!, rake 7, et al. 'afety and effiay of olopatadine hydrohloride nasal

    spray for the treatment of seasonal allergi rhinitis to mountain edar. &nn &llergy &sthma

    2mmunol -+-:#0##00.

    =-. 'hah 'R, 5ayak &, Ratner P, Roland P, 7ihael 1all G. 3ffets of olopatadine

    hydrohloride nasal spray .=$ in the treatment of seasonal allergi rhinitis: a phase 222,

    multienter, randomi?ed, doubleHblind, atieH and plaeboHontrolled study in adolesents

    and adults. 8lin 6her +*":++"0.

    ==. 8orren !, 'torms 1, ;ernstein !, ;erger 1, 5ayak &, 'aks &?elastine 8etiri?ine 6rial5o. " (&86 ") 'tudy Group. 3ffetieness of a?elastine nasal spray ompared %ith oral

    etiri?ine in patients %ith seasonal allergi rhinitis. 8lin 6her -0:-#*--*.

    =0. orak >, Kieglmayer 9P, Kieglmayer R, 4aina &, 7arshall 4,7un?el 9, Pet?old 9.

    &?elastine nasal spray and desloratadine tablets in pollenHindued seasonal allergi rhinitis: a

    pharmaodynami study of onset of ation and effiay. 8urr 7ed Res

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    22/39

    2mmunol +"+:++*-.

    0. 8harpin , Godard P, Garay RP, ;aehre 7, erman , 7ihel >;. & multienter linial

    study of the effiay and tolerability of a?elastine nasal spray in the treatment of seasonal

    allergi rhinitis: a omparison %ith oral etiri?ine. 3ur &rh C, Rhoades R;, 1ittig !, augh C. 6reatment of perennial

    allergi rhinitis %ith romolyn sodium. oubleHblind study on *# adult patients. ! &llergy

    8lin 2mmunol "+0=-:""".

    -. 5elson ;C, !aobs RC. Response of nonallergi rhinitis %ith eosinophilia (5&R3')

    syndrome to #$ romolyn sodium nasal solution. ! &llergy 8lin 2mmunol "+0:"-".

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    23/39

    =. Cofkist 6, Rundrant? , 'ensson G. 6reatment of asomotor rhinitis %ith intranasal

    disodium romoglyate ('8G). Results from a doubleHblind rossHoer study. &ta &llergol

    "+00*:*-#*.

    0. 1ang , 8lement P, 'mit? !, erde 7HP. 8onentrations of hemial mediators in nasal

    seretions after nasal allergen hallenges in atopi patients. 3ur &rh all Rhinitis 'tudy Group. 7ontelukast improes symptoms of seasonal allergi

    rhinitis oer a #H%eek treatment period. &llergy *-:"="0=.

    +". 8herinsky P, Philip G, 7alie 7P, ;ardelas !, 5ayak &, 7arhal !C, an &delsberg !,

    ;ousJuet !, 6o??i 8&, Reiss 6>. 7ontelukast for treating fall allergi rhinitis: effet of pollen

    eIposure in * studies. &nn &llergy &sthma 2mmunol #+:*=0*0*.+. 8hen '6, Cu 4, 'un C, 8hang 16, Cue 4, 8hou 78. Randomi?ed plaeboH

    ontrolled trial omparing montelukast and etiri?ine for treating perennial allergi rhinitis in

    hildren aged = yr. Pediatr &llergy 2mmunol ="0:#+-#.

    +*. Patel P, Philip G, Dang 1, 8all R, orak >, Ca>ore 8, Gilles C, Garrett G8, ass ';,

    4norr ;&, et al. Randomi?ed, doubleHblind, plaeboHontrolled study of montelukast for

    treating perennial allergi rhinitis. &nn &llergy &sthma 2mmunol -+-:--"--0.

    +#. 'ingulair Lpresribing informationM. 5e% !ersey: 7erk T 8o. L&essed 7arh =,

    ".M &ailable at http://%%%.singulair.om

    +-. Grainger !, rakeHCee &. 7ontelukast in allergi rhinitis: a systemati reie% and metaH

    analysis. 8lin ireman P, Grossman !, 1eker 7, 7aGregor 6. Produt harateristis and

    pharmaokinetis of intranasal ipratropium bromide. ! &llergy 8lin 2mmunol "++-+-:""""

    """=.

    +. 4irkegaard !, 7ygind 5, 7olgaard >, Grahne ;, olopainen 3, 7almberg , ;rUondbo

    4, RUjne 6. 8, 4aiser , et al. 9se of ipratropium bromide nasal spray in hroni

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    24/39

    treatment of nonallergi perennial rhinitis, alone and in ombination %ith other perennial

    rhinitis mediations. ! &llergy 8lin 2mmunol "++-+-:""*""0.

    "*. ;lom 7, Aan Rijs%ijk !;, Garrelds 27, 7ulder PG, 6immermans 6, Gerth an 1ijk

    R. 2ntranasal apsaiin is effiaious in nonHallergi, nonHinfetious perennial rhinitis. &

    plaeboHontrolled study. 8lin 3Ip &llergy "++00:0+=".

    "#. 8iabatti PG, &sanio C. 2ntranasal 8apsium spray in idiopathi rhinitis: arandomi?ed prospetie appliation regimen trial. &ta ore 8, 5ayak &, Ro%e 7, 1atrous 7, 7&lary 7, >o%lerH

    6aylor &, Raine &, Gupta 5, et al. 3ffet of omali?umab on symptoms of seasonal allergi

    rhinitis: a randomi?ed ontrolled trial. !&7& "=:+-=+=0."+. &delroth 3, Rak ', uahtela 6, &asand G, Rosenhall C, Ketterstrom C, ;yrne &,

    8hampain 4, 6hirl%ell !, 8ioppa G, et al. Reombinant humani?ed m&bH3-, an anti 2g3

    m&b, in birh pollenHindued seasonal allergi rhinitis. ! &llergy 8lin 2mmunol

    "=:-*-+.

    "". 8herinsky P, 8asale 6, 6o%nley R, 6ripathy 2, edgeok ', >o%lerH6aylor &, 'hen ,

    >oI . , Romagnoli 7, 'ambataro G, Gaini R7. 5asal rinsing %ith

    hypertoni solution: an adjuntie treatment for pediatri seasonal allergi

    rhinoonjuntiitis. 2nt &rh &llergy 2mmunol -"*0:*"*"#.""-. Garaello 1, 'omigliana 3, &aia ;, Gaini C, Pignataro C, Gaini R7. 5asal laage in

    pregnant %omen %ith seasonal allergi rhinitis: a randomi?ed study. 2nt &rh &llergy

    2mmunol ""-:"*0"#".

    ""=. 6omooka C6, 7urphy 8, aidson 67. 8linial study and literature reie% of nasal

    irrigation. Caryngosope "":""+""+*.

    ""0. 7oQ ller 8, reborg ', >erdousi &, alken ', ost &, !aobsen C, 4oiikko &, 4oller

    D, 5iggemann ;, 5orberg C&, et al. Pollen immunotherapy redues the deelopment of

    asthma in hildren %ith seasonal rhinoonjuntiitis. ! &llergy 8lin 2mmunol "+:

    -"-=.

    "". !aobsen C, 5iggemann ;, reborg ', >erdousi &, alken ', Ust &, 4oiikko &,

    5orberg C&, Aaloirta 3, 1ahn 9, et al. 'peifi immunotherapy has longHterm preentieeffet of seasonal and perennial asthma: "Hyear follo%Hup on the P&6 study. &llergy 0

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    25/39

    =:+#*+#.

    ""+. !ames C4, urham 'R. 9pdate on mehanisms of allergen injetion immunotherapy.

    8lin 3Ip &llergy *:"0#".

    ". 1indom , Cokey R>. &n update on the safety of speifi immunotherapy. 8urr

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    26/39

    R2N2T2! A5ERG2

    Peter !all) 1arold 6i

    Ashtma & Clinical Immunology 2011, 7(Suppl 1):53

    A-strak

    Rinitis alergi adalah suatu keadaan yang sering terjadi dan erat hubungannya dengan asma

    serta konjungtiitis. ;iasanya rinitis alergi merupakan kondisi yang terjadi dalam %aktu lama

    dan seringkali tidak terdeteksi pada pelayanan kesehatan tingkat primer.Gejala klasik dari

    gangguan ini adalah kongesti nasal, rasa gatal pada hidung, rinore, dan bersin

    bersin.&namnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan alergen pada kulit merupakan hal

    yang penting untuk menegakan diagnosis dari rinitis alergi. 2munoterapi alergen merupakanterapi yang efektif sebagai imunomodulator yang sebaiknya digunakan jika terapi

    farmakologi tidak efektif. &rtikel ini menyediakan tinjauan patofisiologi, diagnosis, dan

    penanganan yang tepat terhadap masalah ini.

    Pendahuluan

    Rinitis seara luas didefinisikan sebagi adanya inflamasi pada mukosa hidung.

    Penyakit ini sering terjadi, menjangkiti sekitar # $ populasi. Rinitis alergi merupakan tipe

    rinitis kronik tersering, mengenai " $ populasi, dan terdapat bukti bah%a angka

    kejadian penyakit ini meningkat. Rinitis alergi parah seringkali dihubungkan dengan

    perubahan signifikan dari kualitas hidup, tidur, dan pekerjaan seseorang.

    i masa lampau, rinitis alergi dianggap sebagai gangguan yang terlokalisir pada

    hidung serta jalan nafas. 6api bukti yang ada sekarang ini menunjukan bah%a terdapat

    gangguan sistemik jalan nafas yang meliputi semua jalur respirasi. 6erdapat beberapa

    hubungan fisiologis, fungsional, dan imunologis antara saluran nafas atas (hidung, rongga

    hidung, sinus paranasalis, faring, dan laring) serta ba%ah (trakea, bronkus, bronkiolus, dan

    paru). 'ebagai ontoh, saluran nafas bagian atas dan ba%ah memiliki epitel bersilia yang

    mengandung sel goblet yang akan menghasilkan mukus, yang berfungsi untuk menyaring

    udara yang masuk dan melindungi struktur dalam jalan nafas. Cebih lanjut, mukosa pada

    saluran nafas bagian atas maupun ba%ah sama sama memiliki kelenjar mukus, rangkaian

    pembuluh darah, sel pendukung, saraf, serta sel sel radang. ;ukti yang ada menunjukan

    bah%a rangsangan alergen pada saluran nafas bagian atas tidak hanya merangsang inflamasi

    seara lokal, tapi juga merangsang inflamasi pada saluran nafas bagian ba%ah. al ini

    mendukung fakta bah%a rinitis seringkali bersamaan dengan asma.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    27/39

    Pedoman komprehensif dan dapat diterima sebagai patokan dignosis dan terapi rinitis

    alergi dipublikasikan pada tahun 0. &rtikel ini menyediakan tinjauan mengenai

    rekomendasi yang tersedia pada pedoman dan literatur literatur yang berhubungan dengan

    patofisiologi, diagnosis, dan terapi yang tepat untuk rinitis alergi.

    Patofisiologi

    Pada rinitis alergi, beberapa sel inflamasi, seperti sel mast, sel 6 positif 8 #,

    makrofag, dan eosinofil, melakukan infiltrasi ke lapisan nasal saat terjadi paparan terhadap

    alergan (paling sering partikel yang berterbangan le%at udara seperti debu, residu keoak,

    jamur, binatang, dan serbuk sari). 'el 6 melakukan infiltrasi pada mukosa hidung dengan

    dominan sel 6 akan melepaskan sitokin (misal interleukin *, #, -, "*) dan meningkatkan

    imunoglobulin 3. Produksi 2g3 memiu terlepasnya mediator seperti histamin dan leukotrien.

    7ediator ini berfungsi mendilatasikan arteri, meningkatkan permeabilitas askular, gatal

    gatal, rinore, sekresi mukus, dan kontraksi otot polos. 7ediator dan sitokin yang dilepaskan

    dalam fase a%al respon imun karena rangsangan alergen, akan merangsang respon inflamasi

    seluler dalam # sampai jam (respon inflamasi fase lambat) sehingga menghasilkan gejala

    yang berkurang.

    6lasifikasi

    Rinitis diklasifikasikan berdasarkan dari etiologi : di mediasi 2g3 (alergi), otonomik,

    infeksi, dan idiopatik. 1alaupun fokus pada artikel ini adalah rinitis alergi, deskripsi bentuk

    rinitis lain terdapat pada tabel ".

    'eara tradisional, rinitis alergi dikategorikan sebagai musiman (hanya terjadi pada

    musim tertentu) atau tahunan (terjadi sepanjang tahun). 5amun tidak semua pasien yang

    mengalami kasus rinitis alergi dapat di klasifikasikan menggunakan skema ini. 7isalkan,

    beberapa penetus alergi, misalkan serbuk sari, dapat menimbulkan rinitis alergi pada iklim

    yang dingin. 6api pasien dengan rinitis alergi tahunan saat iklim hangat, dan pasien dengan

    alergi musiman yang alergi dengan banyak alergen mungkin mengalami gejala sepanjang

    tahun.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    28/39

    gangguan yang dialami terhadap kualitas hidup mereka, sehingga jarang memeriksakan diri.

    'elain itu, dokter seringkali tidak menanyakan pertanyaan reguler ke pasien tentang penyakit

    rinitis alergi.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    29/39

    - 7usiman

    - Penetus

    4eluarga

    - &lergi

    - &smaCingkungan

    - 'erbuk

    - e%an

    - Perabot rumah

    - !amur

    - 4elembaban

    - Paparan rokok

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    30/39

    3aluasi lingkungan pasien baik di rumah maupun di sekolah / di tempat kerja

    direkomendasikan untuk melihat apakah ada hal hal yang memiu terjadinya rinitis alergi.

    Ri%ayat mengenai lingkungan harus berfokus pada hal hal yang sering dan berpotensi

    misalkan bulu he%an, serbuk sari, pelapis tekstil, asap rokok, tingkat kelembapan rumah, dan

    ?at ?at lain yang berpotensi dan pasien memiliki kemungkinan untuk terpapar ?at itu dirumah atau di tempat kerja. Penggunaan obat obatan (misal penghambat beta, asam asetil

    salisilat, anti inflamasi non steroid, penghambat en?im pengubah angiotensin, dan terapi

    hormonal) seperti halnya penggunaan kokain dapat membuat timbulnya gejala rinitis.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    31/39

    hidung tapi hidung dan mulut dalam keadaan ditutup) dapat juga dilakukan untuk menilai

    adanya airan di daerah belakang gendang telinga.

    Pemeriksaan sinus yaitu melakukan palpasi sinus untuk menari apakah ada nyeri

    tekan atau melakukan penekanan pada gigi di maksila dengan spatula lidah untuk mengeek

    adakah sensitiitas.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    32/39

    (enghindaran alergen

    Antihistamin oral

    2ortikosteroid intranasal

    Antagonis reseptor leukotrien

    Imunoterapi alergen

    tidur atau keluar rumah mungkin dapat digunakan untuk menurunkan jumlah alergen.

    7engurangi alergen berupa jamur dapat dilakukan dengan ara menggunakan fungisida,

    menurunkan kelembapan hingga diba%ah - $, dan menggunakan penyaring udara. 'trategi

    strategi penghindaran ini efektif mengurangi gejala rinitis alergi dan pasien

    direkomendasikan untuk melakukan kombinasi dari ara ara di atas agar hasil nya optimal.

    Ga-ar &. 6ahap pengobatan rhinitis alergi. 8atatan: pengobatan dapat digunakan seara

    indiidual atau kombinasi.

    Anti histain

    6erapi farmakologi lini pertama yang direkomendasikan pada orang rinitis alergi

    adalah anti histamin oral generasi kedua yang tidak menimbulkan efek sedatif (lihat tabel *

    untuk melihat daftar anti histamin generasi kedua dan rekomendasi dosisnya).

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    33/39

    leukotrien dalam mengkontrol gejala rinitis alergi, termasuk kongesti nasal dan rinore.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    34/39

    mikrogram/semprot) per

    lubang hidung sekali sehari

    atau " semprot dua kali

    sehari

    mikrogram/semprot) per lubang

    hidung sekali sehari atau "

    semprot dua kali sehari (jangan

    melebihi -= mikrogram)

    8ilesonid semprot (-

    mikrogram/semprot) per

    lubang hidung dua kali sehari

    6idak diindikasikan pada pasien

    di ba%ah " tahun

    >lutiason furoat semprot (0-

    mikrogram/semprot) per

    lubang hidung sekali sehari

    " semprot (0-

    mikrogram/semprot) per lubang

    hidung sekali sehari

    >lutiason propionat semprot (-

    mikrogram/semprot) per

    lubang hidung sekali sehari,

    atau setiap " jam

    "H semprot (-

    mikrogram/semprot) per lubang

    hidung sekali sehari

    7ometason furoat semprot (-mikrogram/semprot) per

    lubang hidung sekali sehari

    " semprot (-mikrogram/semprot) per lubang

    hidung sekali sehari

    6riaminolon aetonid semprot (--

    mikrogram/semprot) per

    lubang hidung sekali sehari

    " semprot (--

    mikrogram/semprot) per lubang

    hidung sekali sehari

    Antagonis reseptor

    leukotrien

    7ontelukast " tablet (" mg) sekali sehari 6idak digunakan pada pasien di

    ba%ah "- tahun

    Antagonis Reseptor 5eukotrien

    &ntagonis reseptor leukotrien, misal montelukast dan ?afirlukast, juga efektif sebagai

    terapi pada rinitis alergi, namun tidak se efektif dari kortikosteroid intranasal. 1alau studi

    jangka pendek menemukan bah%a kombinasi obat ini dengan antihistamin sama efektifnya

    dengan kortikosteroid intranasal, studi jangka panjang menunjukan bah%a kortikosteroid

    intranasal lebih unggul dibandingkan kombinasi kedua obat dalam menurunkan gejala nasal

    dan keluhan pada malam hari. Penting untuk dipahami bah%a di 4anada, hanya montelukast

    yang diindikasikan pada pasien de%asa dengan rinitis alergi.

    &ntagonis reseptor leukotrien direkomendasikan jika anti histamin oral dan/atau

    kortikosteroid intranasal tidak efektif dalam mengkontrol gejala dari rinitis alergi. !ika

    kombinasi ketiga obat ini masih tidak efektif, maka dianjurkan menggunakan terapi

    imunoterapi alergen.

    2unoterapi alergen

    2munoterapi alergen diberikan dengan ara subkutan lalu dosis ditingkatkan perlahan

    sesuai alergen pada pasien sampai dosis yang diperlukan terapai sehingga merangsang

    toleransi imunologis terhadap alergen. 2munoterapi ini terlihat efektif pada terapi rinitis alergi

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    35/39

    karena serbuk sari dan tungau, tapi kurang berguna jika alergen nya berupa jamur dan

    binatang.

    2munoterapi alergen diberikan tiap minggu dengan dosis yang terus meningkat dalam

    = bulan lalu dilanjutkan dengan injeksi dosis toleransi maksimum pasien untuk dosis

    rumatan tiap * # minggu selama * - tahun. 'etelah diberi terapi, banyak pasien merasakan

    efek proteksi, sehingga terapi dapat dihentikan. Preparat musiman juga tersedia. Preparat

    sublingual juga diharapkan akan disetujui penggunaannya di 4anada di masa depan. al ini

    akan memberikan pasien pilihan terapi yang efektif. 1alau pasien akan bisa menggunakan

    obat seara mandiri jika terdapat preparat sublingual, tapi tetap perlu dilakukan penga%asan

    ketat oleh dokter.

    2munoterapi diberikan kepada pasien yang gejalanya tidak terkontrol %alau sudah

    menghindari alergen seara optimal dan mendapatkan terapi farmakologi. 'ebaiknya hanya

    dokter yang terlatih memberikan terapi pada kasus alergi dan dapat mengatasi kemungkinan

    kega%atdaruratan akibat syok anafilaktik yang memberikan terapi imunoterapi, karena efek

    samping syok anafilaktik yang dapat membahayakan nya%a.

    &lgoritma yang dipermudah dan sudah dipertimbangkan dengan baik untuk terapi

    pada rinitis alergi terdapat pada gambar . Perlu diperhatikan bah%a rinitis alergi intermiten

    atau dengan gejala ringan dapat ditangani dengan efektif menggunakan anti histamin oral dan

    menghindari alergen. 5amun, seperti sudah dibahas sebelumnya, kebanyakan pasien dengan

    rinitis alergi memiliki gejala sedang sampai berat sehingga membutuhkan perobaan terapi

    menggunakan kortikosteroid intranasal.

    Pilihan terapi "ang lain

    ekongestan oral atau intra nasal (misal pseudoefedrin, fenilefrin) berguna untuk

    mengatasi kongesti nasal pada pasien rinitis alergi. 5amun efek samping akibat konsumsi

    dekongenstan oral (misal agitasi, insomnia, palpitasi, sakit kepala) mungkin menghambat

    penggunaan dalam jangka panjang.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    36/39

    Penting untuk dipahami bah%a rinitis alergi dapat memburuk pada ibu hamil,

    sehingga diperlukan terapi medikamentosa. Perbandingan antara untung dan rugi dari obat

    obatan untuk rinitis alergi perlu diperhitungkan sebelum diberikan pada ibu hamil. 'odium

    kromoglikat intranasal dapat digunakan sebagai terapi lini pertama untuk pasien rinitis alergi

    pada ibu hamil karena tidak ditemukan adanya efek teratogenik baik pada he%an maupunmanusia. &nti histamin generasi " juga dapat digunakan pada ibu hamil dengan rinitis alergi,

    dan jika diperlukan, klorfeniramin maleat dan difenhidramin dapat diberikan karena

    keamanaan dalam penggunaan jangka panjang. 5amun perlu dipahami efek sedatif dari obat

    ini. !ika perlu kortikosteroid intranasal diperlukan, terapi menggunakan beklometason atau

    budesonid karena efek keamanannya. Penggunaan imunoterapi alergen pada ibu hamil tidak

    direkomendasikan karena resiko anafilaksis pada janin. 5amun dosis rumatan aman dan

    efektif pada ibu hamil.

    6esipulan

    Rinitis alergi merupakan keadaan yang sering terjadi dan dapat mempengaruhi

    kualitas hidup pasien seara signifikan. iagnosis dibuat berdasarkan anamnesis yang

    komprehensif dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan tes ukit kulit

    atau tes 2g3 spesifik alergen biasanya digunakan untuk mengkonfirmasi alergen penyebab

    dari rinitis alergi. 6erdapat beberapa pilihan terapi untuk rinitis alergi yang efektif, aman, dan

    dapat ditoleransi dengan baik. &nti histamin generasi kedua oral dan kortikosteroid intranasal

    merupakan terapi utama dari penyakit ini. 2munoterapi alergen, seperti halnya penggunaan

    dekongestan dan kortikosteroid oral dapat berguna pada kasus kasus tertentu.

    Pesan kunci

    Rinitis alergi berhubungan erat dengan asma dan konjungtiitis.

    6es kulit untuk ek alergen merupakan ara diagnosis terbaik untuk mengkonfirmasi

    rinitis alergi.

    4ortikosteroid intranasal merupakan terapi utama untuk hampir kebanytakan pasien

    yang datang ke dokter dengan keluhan rinitis alergi.

    2munoterapi alergen merupakan terapi modulator imun yang efektif jika terapi

    farmakologis untuk rinitis alergi tidak efektif atau tidak dapat ditoleransi.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    37/39

    RE7EREN!2

    ". 'mall P, >renkiel ', ;eker &, ;oisert P, ;ouhard ! 7, 8arr ', 8okroft , enburg

    !, esrosiers 7, Gall R, amid N, Vbert !, !aer &, 4eith P, 4im , Caigne >, CemiWr 8,

    7assoud 3, Payton 4, 'hellenberg ;, 'ussman G, 6annenbaum , 1atson 1, 1itterik 2,

    1right 3, 6he 8anadian Rhinitis 1orking Group: Rhinitis: & pratial and omprehensie

    approah to assessment and therapy. ! ous

    , "H#.

    0. Guerra ', 'herrill , 7artine? >, ;arbee R&: Rhinitis as an independent risk fator for

    adultHonset asthma. ! &llergy 8lin 2mmunol , "+:#"+H#-.

    . oro%it? 3, iemer >;, Poyser !, Rie A, !ean CG, ;ritt A: &sthma and rhinosinusitis

    prealene in a ;altimore ity publi housing ompleI LabstratM. ! &llergy 8lin 2mmunol

    ", "0:'.

    +. 4apsali 6, oro%it? 3, 6ogias &: Rhinitis is ubiJuitous in allergi asthmatis LabstratM. !

    &llergy 8lin 2mmunol "++0, ++:'"*.

    ". Ceynaert ;, ;ousJuet !, 5eukirh 8, Ciard R, 5eukirh >: Perennial rhinitis: an

    independent risk fator for asthma in nonatopi subjets: results from the 3uropean8ommunity Respiratory ealth 'urey. ! &llergy 8lin 2mmunol "+++, "#( Pt "):*"H*#.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    38/39

    "". Dane? &, Rodrigo G!: 2ntranasal ortiosteroids ersus topial " reeptor antagonists for

    the treatment of allergi rhinitis: a systemati reie% %ith metaHanalysis. &nn &llergy &sthma

    2mmunol , +:#0+H##.

    ". Pullerits 6, Praks C, Ristioja A, CYtall !: 8omparison of a nasal gluoortioid,

    antileukotriene, and a ombination of antileukotriene and antihistamine in the treatment of

    seasonal allergi rhinitis. ! &llergy 8lin 2mmunol , "+:+#+H+--."*. 1ilson &7, aris 7&,

    Rikard 4&: >lutiasone propionate aJueous nasal spray proided signifiantly greater

    improement in daytime and nighttime nasal symptoms of seasonal allergi rhinitis ompared

    %ith montelukast. &nn &llergy &sthma 2mmunol *, +:-*=H-#.

    -. 1ilson &7, empsey

    ortiosteroid or ombined oral histamine and leukotriene reeptor antagonists in seasonal

    allergi rhinitis. 8lin 3Ip &llergy ", *":="H=.

  • 7/24/2019 Terjemahan rinitis alergi

    39/39

    0. i Coren?o G, Paor 7C, Pellitteri 73, 7orii G, i Gregoli &, Co ;iano 8, itta A,

    7artinelli 5, 8andore G, 7ansueto P, Rini G;, 8orroher R, 8aruso 8: Randomi?ed

    plaeboHontrolled trial omparing flutiasone aJueous nasal spray in monoHtherapy,

    flutiasone plus etiri?ine, flutiasone plus montelukast and etiri?ine plus montelukast for

    seasonal allergi rhinitis. 8lin 3Ip &llergy #, *#:-+H=0.