Click here to load reader

Terjemahan New Age Movement

  • View
    124

  • Download
    15

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Terjemahan topik mengenai New Age Movement

Text of Terjemahan New Age Movement

NEW AGE MOVEMENT

Dr Fouz Al Kurdi

Makna Esoterism dan GnotisisimSudah menjadi kesepakatan bersama, bahwa untuk memahami sebuah istilah, kita harus memperhatikan konteks istilah tersebut. Termasuk juga istilah-istilah dalam maslah akidah dan agama. Terkadang sebuah istilah muncul dalam konteks metodologi syareat dan bahasa yang shahih, tapi bisa juga istilah yang sama muncul dalam konteks kekafiran yang nyata atau agama yang bathil. Begitu juga kadang muncul dalam konteks yang samar, di mana penganut kebatilan ingin menipu dan menyamarkan istilah itu untuk mengelabui penganut kebenaran. Di bawah ini adalah penjelasan tentang makna kata esoterism dan gnotism, menurut berbagai macam konteks, agar kita bisa memahami maknanya dengan jelas dan memahami basis metodologinya.

Makna bathiniyah /esoteric

Menurut bahasa, kata bathiniyah berasal dari bathantul amr, yaitu aku ketahui dalamnya, dan kata bathini ditujukan bagi orang yang menyembunyikan keyakinannya, dan keyakinan itu tidak dijelaskan kecuali pada orang yang dipercaya. Ada juga makna lain, yaitu orang yang mengetahui rahasia-rahasia dan inti dari segala sesuatu, ada juga makna lain yaitu orang yang eprcaya bahaw segala sesuatu memiliki lahir dan batin, setiap ayat memiliki makna lain.

Batin artinya tersembunyi, dan ilmu batin, menurut penganutnya, adalah ilmu tentang rahasia-rahasia dan hal-hal tersembunyi, seperti ilmu jafr atau ilmu huruf, yang mana menurut praktisinya adalah ilmu untuk mengetahui peristiwa-peristiwa masa depan sampai waktu berakhirnya alam semesta, atau kabbalah, yaitu tafsir rahasia taurat dengan nomor-nomor dan huruf-huruf, juga ilmu sihir dan rajah, berikut ilmu nujum dan ramalan, dan lain-lain.

Dan tawil batin adalah mengeluarkan sebuah teks dari maknanya yang jelas ke makna yang tersembunyi, yang menurut mereka- hanya diketahui oleh orang-orang tertentu, yang mewarisi rahasia-rahasia itu dan melatih diri mereka untuk menyelami makna-makna tersembunyi dari teks dari ciri-ciri rohani bagi huruf dan angka. Menakwilkan teks secara batin masih menjadi sarana utama bagi gerakan esoterik untuk menipu kaum muslim yang awam, bahwa akidah-akidah bathiniyah dan falsafah-falsafahnya, serta praktek-prakteknya adalah shahih dan bermanfaat, dan sesuai dengan teks-teks Al Quran, sunnah dan sejarah umat Islam

Al Ghazali (wafat tahun 505 H) berkata: mereka disebut dengan bathiniyah karena mereka mengklaim bahwa di balik teks-teks Al Quran dan cerita-cerita ada makna batin yang seolah menjadi sebagai biji dan kulit, dan makna-makna batin itu nampak bagi orang-orang bodoh dan awam dengan jelas, dan bagi orang-orang cerdas dan berakal, teks-teks itu adalah tanda dan isyarat untuk hakekat-hakekat tertentu.

Makna gnositism

Kata gnosis berasal dari bahasa Yunani, maknanya adalah marifah atau irfan, dalam bidang falsafah dan agama. Secara istilah berarti mengetahui segala sesuatu, sampai pada pengetahuan yang tinggi pengetahuan tentang ketuhanan terj- secara langsung, tanpa berpikir, gnosisme adalah mengetahui hakekat rohani secara langsung.Istilah gnosisme berarti tarekat rahasia yang tersembunyi, yang berusaha mengetahui hakekat, dan mengklaim bahwa mengetahui hakekat adalah tujuan hidup, dan merupakan jalan keselamatan.

Menurut penganut gnosism, ajaran mereka adalah ajaran paling tua di alam ini, diajarkan secara langsung pada manusia oleh yang mutlak. Mereka meyakini bahwa ajaran ini berbeda dengan ajaran agama lainnya, karena selalu berubah, bersifat nisbi, selalu mengalir dan tidak berhenti.

Nampak jelas bahwa esoterism dan gnosism adalah dua kata untuk satu makna yang sama, penganut esoterism yang ada di seluruh agama meyakini bahwa pengetahuan esoterism (bathiniyah) adalah tujuan utama, yang mereka sebut sampai pada gnosis secara isyraq, yaitu kndisi terbebas dari materi dan saat itulah hal-hal yang ghaib menjadi nampak, dan nampak pula hakekat mutlak. Semua bisa mencapai tingkatan ini, tidak seperti wahyu yang khusus bagi para nabi, siapa saja bisa mendapatkan irfan ini, dengan melakukan mujahadah-mujahadah tertentu, dan menelusuri rahasia-rahasia yang ada dalam kitab suci, dan mencari hikmah-hikmah rahasia yang tersembunyi yang ada. Begitu juga rahasia-rahasia yang ada pada ajaran-ajaran khusus, yang diwariskan oleh para ahli hikmah kuno. Begitu juga ddengan menelaah kitab-kitab hikmah kuno yang menjadi sumber rahasia bagi pengetahuan esoteris. Yang paling terkenal adalah kitab veda bagi pemeluk hindu, kitab kabbalah dan zohar, milik esoteris yahudi, dan kitab jafr pada syiah.

Seluruh mazhab esoterism yang ada di semua agama memiliki ciri khas, yaitu menganut dualisme tuhan, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, atua mengakui adalah tuhan tertinggi, yang menyebar dalam bentuk faidh dan oknum. Salah satu sumber ajaran gnosism adalah : makna dari huruf abjad, pembagian sejarah alam ini menjadi : daurat tathabuq al hulul al jadid, keselamatan, ruh-ruh, reinkarnasi, menafsirkan teks dengan menjadikan teks sebagai tanda-tanda

Kata gnostisisim telah diterjemahkan secara keliru dalam konteks esoterism islam, dan disamakan dengan wahyu atau ilham. Mazhab tasawuf, syiah ekstrem, Qaramithah, Ismailiyah, Bohrah, Nushairiyah, Druz dan kaum zindiq yang terpengaruh dengan ajaran Mani dan Shabiah serta mandaiyah menyebut esoteris dengan esoterism islam. Yang sebenarnya, perbedaan antara wahyu dan ilham di satu sisi, dan gnositism dan isyraq di sisi yang lain, sungguh besar, para ulama mengetahui perbedaan ini dan mengetahui bahaya besar di balik penterjemahan yang keliru ini, dan peranannya utnuk mencampurkan yang haq dan bathil. Dalam ensiklopedi filsafat gnositism dijelaskan sebagai filsafat tasawuf, dan mazhab bathihiyah, yang bertujuan mengenal Allah dengan firasat dan ilham, bukan dengan akal, dengan wajd, bukan dengan penalaran. Dengan definisi ini, maka akan menjadi sebuah kebenaran, padahal yang menjadi tujuan dari gnositism adalah mengetahui apa yang mereka sebut sebagai hakekat atau yang mutlak, dan bukan Allah. penyebutan hakekat dan yang mutlak dengan Allah dalam definisi gnositim adalah upaya pencampuradukan antara filsafat dan agama. Yang menjadi jalan mengenal Allah dan nama-namanya dalam pandangan agama adalah wahyu, bukannya akal dan intuisi. Agama mengenalkan pada manusia bahwa ada satu pencipta alam in, yang menciptakan alam ini dengan keinginan dan kebijaksanaan serta kekuasaanNya, dialah Allah, yang memiliki Nama-Nama yang Indah, dan Sifat-Sifat yang tinggi, bukan sekedar mutlak dan keseluruhan, yang keberadaannya mendahului keberadaan seluruh yang ada, seperti diyakini oleh kebanyakan penganut filsfat.

Khazanah sufi menamai gnosisitism dan batiniyah dengan beberapa nama, dan dibuat definisi dalam konteks campuraduk untuk menarik kalangan muslimin, salah satunya marifah isyraqiyah yang dibuat sebagai definisi untuk munculhnya cahaya-cahaya akal yang meluber ke jiwa yang sempurna, terpisah dari materi, yaitu menerima langsung dari alam ghaib, dan dari makrifat ilahyiah, bagi mereka yang melakukan riyadhah rohani, dan mujahadah fisik, yang membuat jiwa mereka bersih dari kotoran-kotoran kemanusiaan, dan menjadi layak untuk menelima ilmu dan pengetahuan yang terpahat di alam tinggi, menurut mereka.

Juga disebut ilmu asrar ilmu rahasia, dan makrifat sirriyyah pengetahuan rahasia. Ibnu Arabi (wafat 638 H) berkata: Ilmu Asrar, siapa yang mengetahui, maka dia mengetahui dan menyelami seluruh ilmu yang ada, tidak demikian dengan pemilik ilmu-ilmu lainnya, tidak ada yang lebih mulia dari ilmu yang mencakup ini, yang mencakup seluruh yang diketahui.Ilmu ini jauh di atas kemampuan akal, ilmu ini ditiupkan oleh roh kudus ke hati nabi dan wali, didapatkan dari jalan ilham.

Juga disebut ilmu laduni, merujuk pada ayat tentang Khidir: wa allamnaahu min ladunna ilma (Al Kahfi 65), ilmu ini bagaikan cahaya dari lampu ghaib, menyinari hati yang bersih.

Kalangan sufi ekstrim menyebutnya ilmu hakekat, mereka membagi ilmu menjadi ilmu hakekat dan ilmu syareat, mereka menganggap syareat adalah mengamalkan kewajiban ibadah ritual, dan hakekat adalah musyahadat rububiyah. Menurut mreka, siapa yang mencapai tingkatan hakekat, maka tidak lagi harus mengikuti aturan syareat yang datang dari Rasul, tapi mengikuti yang didapat dari kasyaf, dzauq dan wajadnya, dan yang mirip dengan itu.

Pengetahuan esoterik dan gnosisitism , dengan berbagai namanya, -menurut keyakinan pemeluknya- adalah metode untuk mencapai hakekat ghaib yang pasti, yang nilainya, juga luasnya, melebihi metode lainnya yang ada, mencakup hakekat yang tidak bisa dicapai oleh akal dan dalil. Mereka meyakini bahwa seluruh manusia bisa menempuh metode ini dengan syarat mereka memiliki kemampuan unutk membebaskan diri dari pengaruh indera dan akal, yang menghalangi manusia untuk mencapai tingkatan hakekat. Kemampuan ini didapatkan dengan riyadhah, lapar, begadang, pensucian diri, maqamat dan ahwal, maka saat itulah ruh akan miraj, dan nampaklah cahaya-cahaya yang mereka dakwakan, ini menurut keyakinan mereka yang keliru bahwa jika jiwa sudah bersih, maka bisa terhubung dengan yang mutlak. Dalam New Age Movement, riyadhah yang bertujuan untuk mensucikan jiwa dan membebaskan diri dari pengaruh akal dan indera memiliki banyak bentuk baru, seperti hypnoterapy, meditasi, pernapasan mendalam, dsbPerlu diketahui bahwa memberikan contoh esoterik dan gnositism dengan Ismailiyah dan Qaramithah adalah untuk menjelaskan dasar falsafah dan metodologi yang mereka tempuh, dan bukan untuk membatasi geraken esoterik dan gnositism hanya dengan kelompok-kelompok itu saja, karena pemikiran esoterik dan gnosisitism selalu melakukan pembaruan pada setiap masa, dan muncullah kelompok-kelompok, mazhab dan gerakan baru yang memiliki akar dan pemahaman yang sama.Perkembangan dan akar sejarah NAM

Akar falsafah NAMAkar falsafah NAM merujuk pada sumber-sumber pengeta

Search related