of 6 /6
Teori PENATALAKSANAAN MEDIS Penatalaksanaan Diabetes mellitus ditujukan untuk : a. Jangka panjang : mencegah komplikasi b. Jangka pendek : Menghilangkan keluhan/gejala DM Penatalaksanaan DM a. Diet Perhimpunan Diabetes Amerika dan Persatuan Dietetik Amerika Merekomendasikan = 50 – 60% kalori yang berasal dari : Karbohidrat 60 – 70% Protein 12 – 20 % Lemak 20 – 30 % b. Latihan Latihan dengan cara melawan tahanan dapat menambah laju metabolisme istirahat, dapat menurunkan BB, stres dan menyegarkan tubuh. Latihan menghindari kemungkinan trauma pada ekstremitas bawah, dan hindari latihan dalam udara yang sangat panas/dingin, serta pada saat pengendalian metabolik buruk. Gunakan alas kaki yang tepat dan periksa kaki setiap hari sesudah melakukan latihan. Perhatian : Jangan lakukan latihan jika glukosa darah > 250 mg/dl ika glukosa darah < 100 mg/dl sebelum latihan makan camilan dulu Rekomendasi latihan bagi penderita yang mengalami komplikasi disesuaikan dengan kondisinya Lakukan latihan 2 jam setelah makan c. Terapi obat – obatan

Teori Kaki Dibetik

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kaki diabet

Citation preview

Teori PENATALAKSANAAN MEDISPenatalaksanaan Diabetes mellitus ditujukan untuk :a. Jangka panjang : mencegah komplikasi b. Jangka pendek : Menghilangkan keluhan/gejala DMPenatalaksanaan DM a. Diet Perhimpunan Diabetes Amerika dan Persatuan Dietetik Amerika Merekomendasikan = 50 60% kalori yang berasal dari : Karbohidrat 60 70% Protein 12 20 % Lemak 20 30 %b. Latihan Latihan dengan cara melawan tahanan dapat menambah laju metabolisme istirahat, dapat menurunkan BB, stres dan menyegarkan tubuh. Latihan menghindari kemungkinan trauma pada ekstremitas bawah, dan hindari latihan dalam udara yang sangat panas/dingin, serta pada saat pengendalian metabolik buruk. Gunakan alas kaki yang tepat dan periksa kaki setiap hari sesudah melakukan latihan.Perhatian : Jangan lakukan latihan jika glukosa darah > 250 mg/dl ika glukosa darah < 100 mg/dl sebelum latihan makan camilan dulu Rekomendasi latihan bagi penderita yang mengalami komplikasi disesuaikan dengan kondisinya Lakukan latihan 2 jam setelah makan c. Terapi obat obatan OHO ( Obat Hipoglikemi Oral ) OAD ( Oral Anti Diabetes )1. Sulfonylureas Efek utama sekresi insulin oleh sel beta Pilihan utama untuk klien BB normal/kurang Efek samping utama BB naik dan hipoglikemia2. Biguanides (Metformin) Membantu sel dalam tubuh merespon lebih efektif terhadap insulin Dianjurkan untuk klien gemuk Kontra indikasi peny ginjal & hati 3. Inhibitor glucosidase (Acarbose) Efek utama puncak glikemik sesudah makan Memperlambat absorpsi glukosa di intestined. Terapi insulin Indikasi penggunaan insulin pada NIDDM adalah : DM dengan berat badan menurun cepat/kurus. Ketoasidosis, asidosis laktat, dan koma hiperosmolar DM yang mengalami Stres berat (infeksi sistemik, operasi berat) Kehamilan/DM gestasional yang tidak terkendali dg perencanaan makan Tidak berhasil dikelola dengan OAD dosis maksimal atau ada kontra indikasi dengan OADe. Pendidikan f. Pemantauan Pemantauan kadar Glukosa darah secara mandiri. (Brunner & Suddarth, 2002)g. Perawatan kaki diabetik Gunakan sepatu yang pas dan kaos kaki yang bersih setiap saat berjalan, dan jangan bertelanjang kaki saat berjalan Cucilah kaki setiap hari, dan keringkan dengan baik, dengan memberikan perhatian khusus pada sela jari Suhu air yang digunakan antara 29,5 - 30C Jangan menggunakan alas pemanas dan botol berisi air panas Periksa kaki setiap hari Jika kaki kering, gunakan pelembab dan jika lembab pakai bedak h. Langkah langkah membantu meningkatkan sirkulasi pada ekstremitas bawah yang harus dilakukan : Hindari bertumpang kaki ketika duduk Lindungi kaki dari kedinginan Hindari merendam kaki dalam air dingin Gunakan kaos kaki atau stocking yang tidak terlalu ketat (Long, 1996)

DAFTAR PUSTAKADoengoes, M.E. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta : EGC.Engram, B. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta : EGC.Brunner & Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Vol. 2. Jakarta : EGC.Price. S.A. (1995). Patofisiologi, Edisi Kedua, Jakarta : EGC.Jan Tambayong, dr. (2000). Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta : EGC.Kumala, Poppy et all. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 25. Jakarta : EGC. 1998.Diunduh dari : http://ainicahayamata.wordpress.com/nursing-only/keperawatan-medikal-bedah-kmb/askep-diabetes-melitus/

Soal 1. Bagaimana perawatan luka ?Pertama kali yang harus dilakukan untuk merawat pasien Diabetic Foot adalah melihat kondisi luka pasien, apakah luka yang dialami pasien dalam keadaan kotor atau tidak, ada apus atau ada jaringan nekrotik (mati) atau tidak. Setelah dikaji, barulah dilakukan perawatan luka. Untuk perawatan luka biasanya menggunakan antiseptik (NaCl) dan kassa steril.Jika ada jaringan nekrotik, sebaiknya dibuang dengan cara digunting sedikit demi sedikit sampai kondisi luka mengalami granulasi (jaringan baru yang mulai tumbuh). Lihat kedalaman luka, pada pasien diabetes dilihat apakah terdapat sinus (luka dalam yang sampai berlubang) atau tidak. Bila terdapat sinus, ada baiknya disemprot (irigasi) dengan NaCl sampai pada kedalaman luka, sebab pada sinus terdapat banyak kuman. Lakukan pembersihan luka sehari minimal dua kali (pagi dan sore), setelah dilakukan perawatan lakukan pengkajian apakah sudah tumbuh granulasi, (pembersihan dilakukan dengan kassa steril yang dibasahi larutan NaCl).Setelah luka dibersihkan, lalu ditutup dengan kassa basah yang diberi larutan NaCl lalu dibalut disekitar luas luka, dalam penutupan dengan kassa, jaga agar jaringan luar luka tidak tertutup. Sebab jika jaringan luar luka ikut tertutup akan menimbulkan masrasi (pembengkakan).Setelah luka ditutup dengan kassa basah bercampur NaCl, lalu ditutup kembali dengan kassa steril yang kering untuk selanjutnya dibalut.Jika luka sudah mengalami penumbuhan granulasi (pertumbuhan jaringan kulit yang baik/ bagus yang membuat luka rata), selanjutnya akan ada penutupan luka tahap kedua (skin draw), biasanya diambil dari kulit paha. Penanganan luka diabet, harus ekstra agresif sebab pada luka diabet kuman akan terus menyebar dan memperparah luka.Selain itu, untuk merawat Diabetik Foot diperlukan tindakan antara lain mengendalikan beban pada kaki, misalnya dengan aktivitas memakai tongkat, kursi roda, dan mengganjal kaki waktu berbaring. Begitu pula dengan perawatan luka, serta mengendalikan kuman penyebab infeksi.Sangat penting juga untuk melakukan perawatan kuku kaki dan mencegah timbulnya luka pada saat memotong kuku akibat penggunaan benda tajam, atau memotong kuku terlalu pendek. Kaki diabetes perlu dirawat dengan teratur mencuci kaki setiap hari, mengeringkan, dan tidak menggunakan air hangat atau air panas untuk merendam kaki.Pada pasien dengan DF dianjurkan untuk dihangatkan dengan kaus kaki jika kaki kedinginan, bukan dengan mengompres atau merendam kaki dengan air panas. Penderita juga dianjurkan selalu menggunakan alas kaki karena dikhawatirkan tidak terasa menginjak benda yang bisa menimbulkan luka. Sementara itu, sepatu yang digunakan tidak boleh terlalu sempit. Hindari dan cermati juga kaki yang berjamur. Di samping itu, upaya yang sangat menolong penderita diabetes adalah melakukan jalan kaki, termasuk melakukan senam kaki secara teratur. (Ariyanto, SKM)

http://www.kespelsemarang.com/kkp/bacaberita.php?milihndi=67

2. Faktor Yang Memperlambat Penyembuhan Luka Derajat luka. Perawatan luka. Pengendalian kadar gula darah.

3. BAGAIMANA PENCEGAHANNYA? Pertama, mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Konsumsi makanan sehat dan seimbang sangat penting dilakukan. Berikutnya, olahraga teratur. Latihan jasmani dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas terhadap insulin sehingga memperbaiki kendali glukosa dalam darah.Jangan lupa melakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk mengetahui kondisi gula dalam darah. Tak perlu menunggu gejala untuk keluhan datang. Umumnya orang memeriksakan diri saat diabetes sudah diidap, sehingga terlanjur tinggi kadar gulanya.Jaga berat badan ideal. Karena pemilik tubuh gemuk memiliki risiko 10 30 kali lebih besar terkena diabetes ketimbang pemilik tubuh ideal.