18
Tenggelam (Drowning) Preceptor : dr. Naomy Yosiati, Sp.F ri Fitri sari 010730107 SMF FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG

Tenggelam (Drowning)

Embed Size (px)

DESCRIPTION

forensik

Citation preview

Page 1: Tenggelam (Drowning)

Tenggelam (Drowning)

Preceptor : dr. Naomy Yosiati, Sp.F

Tri Fitri sari2010730107

SMF FORENSIK DAN MEDIKOLEGALRUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG

Page 2: Tenggelam (Drowning)

Definisi

Tenggelam adalah kematian akibat mati lemas (asfiksia) disebabkan masuknya cairan ke dalam saluran pernapasan.

Dimana asfiksia tersebut dapat disebabkan karena korban terbenam seluruhnya atau sebagian terbenam di dalam benda cair.

Page 3: Tenggelam (Drowning)

▪ Pada peristiwa tenggelam (drowning), seluruh tubuh tidak harus tenggelam di dalam air. Asalkan lubang hidung dan mulut berada di bawah permukaan air maka hal itu sudah cukup memenuhi kriteria sebagai peristiwa tenggelam

▪ Jumlah air yang dapat mematikan jika dihirup oleh paru-paru adalah sebanyak 2 L untuk orang dewasa dan 30-40 ml untuk bayi.

Page 4: Tenggelam (Drowning)

Mekanisme Drowning

Refleks Vagal Kematian terjadi sangat cepat dan pada pemeriksaan post mortem tidak ditemukan adanya tanda-tanda asfiksia

Spasme Laring karena rangsangan air yang masuk ke laring

Pengaruh air yang masuk paru-paru

Page 5: Tenggelam (Drowning)

Beberapa Istilah Drowning

▪ Wet drowning Cairan masuk ke dalam saluran pernapasan setelah korban tenggelam.

▪ Dry drowning Cairan tidak masuk ke dalam saluran pernapasan, akibat spasme laring.

▪ Secondary drowning Terjadi gejala beberapa hari setelah korban tenggelam dan korban meninggal akibat komplikasi.

▪ Immersion syndrome Korban tiba-tiba meninggal setelah tenggelam dalam air dingin akibat reflex vagal. Alcohol dan makan terlalu banyak merupakan faktor pencetus.

Page 6: Tenggelam (Drowning)

Klasifikasi Drowning

▪ Tipe kering (dry drowning)

▪ Tipe basah (wet drowning)

▪ Air tawar

▪ Air asin

Page 7: Tenggelam (Drowning)

Cara Kematian pada Korban Drowning

▪ Kecelakaan

▪ Bunuh diri

▪ Pembunuhan

Page 8: Tenggelam (Drowning)

DIAGNOSIS KEMATIAN

▪ Pemeriksaan luar

▪ Pemeriksaan dalam

▪ Pemeriksaan laboratorium berupa histologi jaringan, destruksi jaringan, dan berat jenis serta kadar elektrolit darah.

Page 9: Tenggelam (Drowning)

PEMERIKSAAN LUAR

Menentukan identitas korban. Identitas korban dapat ditentukan dengan memeriksa antara lain:

▪ Pakaian dan benda-benda milik korban.

▪ Warna, distribusi rambut, dan identitas lain.

▪ Kelainan atau deformitas dan jaringan parut.

▪ Sidik jari.

▪ Pemeriksaan gigi.

▪ Teknik identifikasi lain.

Page 10: Tenggelam (Drowning)

Apakah korban masih hidup sebelum tenggelam .

▪ Dapat dibandingkan kadar elektrolit magnesium darah dari bilik jantung kiri dan kanan.

▪ Benda asing dalam paru dan saluran pernafasan mempunyai nilai yang menentukan pada mayat yang terbenam selam beberapa waktu dan mulai membusuk.

▪ Pada mayat yang segar, adanya air dalam lambung dan alveoli yang secara fisik dan kimia sama dengan air tempat korban tenggelam mempunyai nilai yang bermakna.

▪ Pada beberapa kasus, ditemukan kadar alkohol tinggi dapat menjelaskan bahwa korban sedang dalam keracunan alkohol pada saat masuk ke dalam air.

Page 11: Tenggelam (Drowning)

Penyebab kematian yang sebenarnya dan jenis drowning

Pada mayat yang segar, gambaran pasca-mati dapat menunjukkan tipe drowning dan juga penyebab kematian lain seperti penyakit, keracunan atau kekerasan lain.

Pada kecelakaan di kolam renang benturan ante-mortem (antemortem impact) pada tubuh bagian atas, misalnya memar pada muka, perlukaan pada vertebra servikalis dan medula spinalis dapat ditemukan.

Page 12: Tenggelam (Drowning)

Faktor- faktor yang berperan dalam proses kematian

o Kekerasan

o Alkohol

o Obat-obatan

Page 13: Tenggelam (Drowning)

Tempat korban pertama kali tenggelam

Pemeriksaan diatom dari air tempat korban ditemukan dapat membantu menentukan apakah korban tenggelam di tempat itu atau di tempat lain.

Page 14: Tenggelam (Drowning)

Apakah ada penyulit alamiah lain yang mempercepat kematian.

▪ Bila sudah ditentukan bahwa korban masih hidup pada masuk ke dalam air. Maka perlu ditentukan apakah kematian disebabkan karena air masuk ke dalam saluran pernafasan (tenggelam).

▪ Bila tidak ditemukan air dalam paru- paru dan lambung, berarti kematian terjadi seketika akibat spasme glotis yang menyebabkan cairan tidak dapat masuk.

Page 15: Tenggelam (Drowning)

Pemeriksaan Luar Jenazah

▪ Mayat dalam keadaan basah

▪ Schaumfilz froth merupakan busa halus pada hidung dan mulut.

▪ Mata setengah terbuka atau tertutup

▪ Kutis anserina atau goose flesh merupakan reaksi intravital

▪ Washer woman’s hand.

▪ Cadaveric spasm

▪ Luka lecet akibat gesekan benda-benda dalam air

▪ Tanda-tanda asfiksia

▪ Penurunan suhu mayat

Page 16: Tenggelam (Drowning)

Cutis AnserinaSchaumfilz froth

Page 17: Tenggelam (Drowning)

Pemeriksaan Dalam Jenasah

▪ Dapat ditemukan busa halus dan benda asing dalam saluran pernapasan

▪ Pada korban tenggelam di air tawar biasanya ditemukan dalam keadaan besar atau menggelembung tetapi ringan, dan pinggir depan biasanya overlap di depan hati

▪ Paru berwarna merah jambu pucat dan dapat mengalami emfisema

▪ paru tetap kering pada kasus tenggelam di air tawar

▪ Pada kasus tenggelam di air laut, paru-paru dapat ditemukan membesar seperti balon, lebih berat, sampai menutupi jantung

▪ Paru berwarna keunguan atau kebiruan dengan permukaan mengkilap

▪ paru mengalami lembab dan basah

Page 18: Tenggelam (Drowning)

Pemeriksaan Laboratorium

▪ Pemeriksaan Diatom

▪ Pemeriksaan Elektrolit