of 27 /27
TANNAS SEBAGAI GEOSTRATEGI A. Latar Belakang Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Tetapi bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya. Indonesia yang mempunyai potensi SDA alam yang bagus seringkali dijadikan ajang persaingan kepentingan. Hal itu secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi ketahanan nasional. B. Pengertian tannas dan geostrategic Tannas (ketahanan nasional) adalah kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk mengejar tujuan perjuangan nasional. Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional; Jadi, Tannas sebagai geostrategi adalah suatu cara memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mencapat ketahanan nasional (Tannas) yang baik C. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal

TANNAS SEBAGAI GEOSTRATEGI

Embed Size (px)

Text of TANNAS SEBAGAI GEOSTRATEGI

TANNAS SEBAGAI GEOSTRATEGIA. Latar Belakang Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Tetapi bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya. Indonesia yang mempunyai potensi SDA alam yang bagus seringkali dijadikan ajang persaingan kepentingan. Hal itu secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi ketahanan nasional. B. Pengertian tannas dan geostrategic Tannas (ketahanan nasional) adalah kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk mengejar tujuan perjuangan nasional. Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional; Jadi, Tannas sebagai geostrategi adalah suatu cara memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mencapat ketahanan nasional (Tannas) yang baik C. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal Konsepsi ketahanan nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan metode keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan 1 . ASTRAGATRA Manusia sebagai salah satu jenis mahluk Tuhan pertama-tama berusaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya (survival). Dalam rangka tersebut ia memenui keperluan hidunya dari yang paling pokok sampai yang mutakhir,

baik bersifat materi maupun jiwaan, untuk keperluan tersebut manusia hidup berkelompok (homosocius) dan memperkaya diri dengan alat peralatan penolong (homo sapiens) serta menghuni suatu wilayah dan kekuasaan (zoon politicon).

Secara antropologi budaya maka manusia merupakan mahluk Tuhan yang sempurna karena pada manusia selain kehidupan ia mempunyai kemampuan berfikir serta ketrampilan dan karnanya lahirlah manusia budaya atau manusia berbudaya. Sebagai manusia budaya ia mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya di dalam usaha eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Kita mengenal hubungan tersebut sebagai berikut :

1)ManusiaTuhanAgamaataukepercayaan 2)Manusiacita-citaIdeologi 3)Manusiakekuatanataukekuasaanpolitik 4)Manusipemenuhan-kebutuhanEkonomi 5)ManusiaManusiaSosial 6)ManusiaRasakeindahankesenian(KebudayaanSempit) 7) ManusiaRasa amanHANKAM ManusiaPenguasaan atau Pemanfaatan Alam dan IPTEK

Kehidupan

Nasioanal

dapat

dibagi

dalam

beberapa

aspek

sebai

berikut

:

1)AspekAlamiah(TRIGATRA)yangmeliputi : a).Letak Kedudukan Geografi Negara. b). Keadaan dan Kekayaan Alam. c). Keadaan dan Kemampuan Penduduk. 2) Aspek Sosial (PANCAGATRA) yang meliputi : a). Ideologi b). Politik c). Ekonomi

d). Sosial-Budaya e). Militer atau HANKAM Antara TRIGATRA dan PANCAGATRA serta antar gatra itu sendiri terdapat hubungan timbale balik yang erat yang lazim dinamakan korelasi dan interdependensi. Oleh karena itu TRIGATRA dan PANCAGATRA merupakan suatu kesatuan yang bulat dan dinamakan ASTRAGATRA.

B. Penjelasan Tiap-Tiap Gatra di Dalam ASTRAGATRA 1) TRIGATRA a). Letak Geografi Negara Dari data tentang letak geografis suatu Negara dapat diketahui tempatnya diatas bumi yang memeberikan gambaran tentang bentuk kedalam dan bentuk keluarnya. Bentuk kedalam menampakkan corak wujud dan tata susunan kedalam dan dari bentuk keluar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan serta hubungan timbale balik antara Negara dan lingkungannya. Bentuk Negara menurut letaknya dapat dibagi dalam Negara yang berada di daratan, di lautan atau di dalam lingkungan daratan dan lautan. Pengaruh letak geografis, istilah archipelago atau kepulauan mengandung pengertian tentang bentuk geografis dan terbatas pada territoir (political boundaries) seperti telah disepakati di dalam hubungan antara Negara dewasa ini. Ke dalam sebagai kesatuan laut dengan berapa pulau di dalamnya dan bukan sebaliknya, yaitu berapa pulauyang dikelilingi oleh laut (air). Ke luar menunjukan keserba terhubungan dengan lingkungannya, seperti halnya posisi tiap subyek terhadap lingkungannya. Keserba terhubungan tersebut memepengarui kehidupan bangsa yang mendiami kepulauan itu baik kedalam maupun keluar. Keluar memberikan suasana kepada hubungan lingkungan, baik yang bersifat kawasan, mandala maupun global. Sesuai dengan kodrat maka wilayah lingkungan tersebut senantiasa mengarah pengintegrasian yang disesuikan dengan perkembangan integrasi kehidupan sosialnya. Geopolitik dan Geostrategi, pengaruh letak geografi terhadap politik melahirkan geopolitik serta geostrategi dan kita kenal beberapa Wawasan Nasional disebabkan

karena pengaruh tersebut. Kita kenal Wawasan benua, Wawasan samudra, Wawasan benua samudra (kombinasi) dan Wawasan dirgantara. Indonesia berpendapat bahwa pemganutan terhadap salah satu Wawasan saja tidak memadai dan bersifat rawan serta tidak kekal. Oleh karena itu maka pemanfaatan tanah, air dan ruang yang berintegrasikan dengan anasir social secara serentak di dalam kerangka dan tata susunan yang serasi dan seimbang dinamis dapat menunjang penyelenggaraan dan peningkatan Ketahanan Nasiomal. b).Keadan dan Kekayaan Alam Hidup berkembang biak dan mempertahankan diri denagan cara memanfaatkan alam dan kekayaan yang didapatkan di tanah airnya merupakan naluri dan fungsi utama semua mahluk Tuhan. Kekayaan alam adalah segala sumber dan potensi alam yang didapatkan diatas permukaan serta di dalam bumi dan laut yang berda di wilayah kekuasaan atau ridiksi suatu Negara. Pola Dasar, Berdasar azas maximal, lestari dan budaya saing maka setiap bangsa wajib menyusun kebijaksanaan dan peraturan tentang pengamanan penggunaan sumber alam seefisien mungkin agar memberikan kemanfaatan optimal bagi nusa dan bangsa. Menyusun pola penglolahan sumber alam yang didasarkan baik pada prinsip kesejahteraan maupun keamanan. Mengembangkan ilmu pemgetahuan dan teknologi pemanfaatan kekayaan alan seoptimal mungkin. Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan kekayaan alam, mengadakan program pembangunan serasi, mengadakan pembentujan modal cukup, menciptakan daya beli atau konsumsi cukup, baik di dalam maupun di luar negeri. c). Keadaan dan Kemampuan Penduduk Pengertian, penduduk adalah manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah yang termasuk di dalam masalah penduduk ialah :Soal Jumlah, Komposisi dan penyebaran penduduk. Faktor Penduduk yang Mempengaruhi Ketahanan Nasional, Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru dan orang yang meninggalkan wilayahnya sehingga terjadilah mortalitas, fertilitas dan migrasi. d). Faktor yang Mempengaruhi Penyebaran Penduduk

Penyebaran penduduk ideal adalah penyebaran yang sekaligus dapat memenuhi persyaratan kesejshteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata. 2). PANCAGATRA a). Ketahanan di bidang Ideologi Suatu bangsa memerlukan landasan falsafah bagi kelangsungan hidupnya yang sekaligus berfungsi sebagai dasar dan cita-cita atau tujuan nasional yang hendak dicapai. Falsafah tersebut dapat diberikan istilah lain misalnya ideologi, falsafah Negara, pandangan hidup dan pandangan dunia, rukun Negara, landasan ideal dan sebagainya. b). Ketahanan di bidang Politik Diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa, berisikankeuletan dan ketangguan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dam mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan baik dari dalam maupundari luar yang langsung maupun yang tidak langsung menbahayakan kelangsungan kehidupan politik bangsa dan Negara. c). Ketahanan di bidang Ekonomi Ekonomi adalah segala kegiatan pemerintah dan masyarakat di dalam pengolahan factor produksi yaitu bumi, sumber daya alam, tenaga kerja, modal, teknologi dan manajemen di dalam produksi serta distribusi barang dan jasa demi kesejahteraan rakyat baik fisik materiil maupun mental spiritual. Ketahanan dibidang Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa yang berisikan keuletan dan ketangguan yang mengandung kemempuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan baik dari dalam maupundari luar yang langsung maupun yang tidak langsung menbahayakan kelangsungan kehidupan Ekonomi bangsa dan Negara. d). Ketahanan di bidang Sosial-Budaya istilah social-budaya di dalam ilmu pengetahuan menunjuk kepada dua segi utama dari kehidupan bersama manusia yaitu segi kemasyarakatan dan segi kebudayaan. Ketahanan dibidang social-budaya diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa yang berisikan keuletan dan ketangguan yang mengandung kemempuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan baik dari dalam maupundari luar yang langsung maupun yang

tidak langsung menbahayakan kelangsungan kehidupan social-budaya bangsa dan Negara. e). Ketahanan di bidang Pertahanan Keamanan Pertahanan Keamanan adalah daya upaya rakyat semesta dengan Angkatan bersenjata sebagai inti dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah Negara di dalam rangka menegakkan Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan Negara serta keamanan perjuangan. Dilaksanakan dengan menyusun, mengarahkan dan menggerakan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasikan dan terkoordinasikan.

KONSEP DASAR TANAS Trigatra (Gatra Alamiah) - Geografi - SDA - Kependudukan ASTAGATRA Pancagatra (Gatra Sosial) - Ideologi - Politik - Ekonomi - Sosial Budaya - Hankam PERBANDINGAN KONSEP Hans Morgenthou (Politic Among Nation) Goegrafi SDA (Makanan & Material Kasar) Kapasitas Industri Kemampuan Militer (Teknologi, Kepemimpinan, Kua & kuan AP) Kependudukan (Distribusi & Trend) Karakter nas Moral nasional Kualitas Diplomasi

Kualitas Pemerintahan (9) TRI GATRA (tangible) bersifat kehidupan alamiah 1. Letak geografi Negara 2. Keadaan dan kekayaan alam (flora, fauna, dan mineral baik yg di atmosfer, muka maupun perut bumi) dikelola dg dasar 3 asas: asas maksimal, lestari, dan daya saing 3. Keadaan dan kemampuan penduduk (jumlah, komposisi, dan distribusi)

Asas Ketahanan Nasional Indonesia1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan Kesejahteraan dan keamanan merupakan kebutuhan manusia yang paling mendasar dalm sistem kehidupan nasional. Tingkat kesejahteraan dan keamanan yang dicapai merupakan tolak ukur tingkat ketahanan nasional 2. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu Artinya ketahanan nasional mencakup ketahanan seluruh aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh, dan terpadu. 3. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar a mawas ke dalam yaitu bertujuan menumbuhkan hakikat dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai kemandirian yang ulet dan tangguh b mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan bereperan serta menghadapi dampak lingkungan strategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional untuk memberikan dampak ke luar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.

4. Asas Kekeluargaan Menngandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab. Perbedaan yang terdapat dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembang menjadi konflik.

SIFAT KETAHANAN NASIONALTerbentuk dari nilai nilai yang terkandung dalam landasan dan asas asasnya yaitu 1. Mandiri Percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta keuletan yang mengandung prinsip tidak kenal menyerah dengan bertumpu pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian merupakan prasyarat untuk kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global.

2. Dinamis Ketahanan Nasional tidak tetap, dapat meningkat atau menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Karenananya tannas harus diarahkan pada kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

3. Wibawa Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional akan meningkatkan kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia.

4. Konsultasi Konsepsi ini tidak mengutamakan sikap konfontatif dan antagonis, tetapi lebih utamakan pada sikap konsultatif dan kerja sama.

PENGARUH ASPEK SOSIAL PADA KETAHANAN NASIONAL PADA IDEOLOGI1. Ideologi Dunia LIBERALISME adalah aliran pemikiran perseorangan atau individualisme yang mangajarkan bahwa negara adalah masyarakat hukum yang disusun atas kontrak semua individu pada masyarakat itu dengan menjunjung tinggi kepentingan individu. Libelarisme bertitik tolak pada hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun (HAM).

KOMUNISME adalah aliran pikiran golongan. Pada mulanya merupakan kritik atas kehidupan spsial ekonomi pada awal revolusi industri. Aliran ini beranggapan bahwa negara adalah susunan golongan untuk menindas golongan lain.

PAHAM AGAMA adalah ideologi yang bersumber pada falafah agama yang bersumber pada kitab suci. Negara bersifat spiritual religius dan melaksanakan hukum agama dalam kehidupan. Negara berdasar pada agama.

2. Ideologi Pancasila Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali dari budaya Indonesia. Kelima silanya merupakan suatu sistem sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya dalam suatu kesatuan yang utuh. *Ketuhanan yang Maha Esa mengandung nilai spiritual dan moral yang berkembang dan menjadi landasan etik dalam Ketahana Nasional, sehingga atheisme tidak berhak hidup di Indonesia. *Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengandung nilai kebersamaan derajat, hak, dan kewajiban, cinta mencintai, hormat menghormati, menjunjung tinggi HAM, toleransi, dan gotng royong. *Persatuan Indonesia mengandung nilai kebersamaan dengan mengutamakan kepentingan bersama, tetapi tetap menghargai kebinekaan.

*Kerakyatan yang Dpimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawratan Perwakilan mengandung nilai demokrasi Indonesia yang dilaksanakan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat berdasarkan kebenaran dan keadilan. *Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung nilai keseimbangan hak dan kewajiban, pengharagaan terhadap orang, gotong royong bagi kesejahteraan dan keadilan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Ketahanan Ideologi pancasila Perwujudan ketahanan ideologi memerlukan kondisi mental bangsa yang berdasarkan atas kebenaran pancasila sebagai ideologi negara, dasar negara, dasar hukum dan pandanagn hidup bangsa. Pencapaian ketahanan ideologi memerlukan penghayatan dan pengamalan secara murni dan konsekuen, baik pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari (subyektif) maupun diimplementasikan dalam hukum dan perundang-undangan di Indonesia (obyektif). Pancasila mengandung nilai mampu memberikan harapan hidup lebih baik (idealisme), dapat diterapkan dalam kehidupan nyata (realisme), dan terbuka terhadap perkembangan lingkungan global dengan tetap menjaga nilai yang dikandungnya (fleksibelitas).

4. Pembinaan Ketahanan Ideologi Untul memperkuat Ketahanan Ideologi diperlukan langkah sebagai berikut: -Pengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif terus ditingkatkan -Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlevensikan nilai instrumentalnya -Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan wawasan nusantara yang bersumber dari Pancasila harus terus dikembangkan - Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara RI harus terus dihayati dan dialmalkan secara nyata oleh para penyelenggara negara, setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, dan setiap warga negara Indonesia. -Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan keseimbangan fisik material dengan pembangunan moral spiritual -Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada anak-anak dengan cara mengintegrasikan pada mata pelajaran lain.

-Melaksanakan secara konsekuen ideologi Pancasila untuk menghadapi era globalisasi serta ideologi luar yang secara langsung maupun tidak langsung menerpa ideologi negara seperti liberalisme, kapitalisme, komunis, dll.

Pengaruh Ketahanan Nasional pada Aspek EkonomiPerekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat, meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa. Usahausaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun kelompok serta caracara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Sistem perekonomian yang dianut oleh suatu negara akan member corak dan warna terhadap kehidupan perekonomian dari negara itu. Sistem perekonomian liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh yang datang dari luar. Disisi lain, system perekonomian sosialis dengan sifat perencanaan dan pengendalian penuh oleh pemerintah, kurang peka terhadap pengaruh dari luar. Kini tidak ada lagi system perekonomian liberal murni dan system perekonomian sosialis murni karena keduanya sudah saling dilengkapi dengan beberapa modifikasi didalamnya. System perekonomian yang dianut oleh bangsa Indonesia mengacu kepada pasal 33 UUD 1945. Didalamnya menjelaskan bahwa system perekonomian adalah usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa. Dengan demikian, perekonomian tidak hanya dijalankan oleh pemerintah yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan badan-badan usaha negara, namun masyarakat dapat turut serta dalam kegiatan perekonomian dalam bentuk usaha-usaha swasta yang sangat luas bidang usahanya. Koperasi adalah salah satu bentuk usaha yang mungkin untuk dikembangkan yaitu suatu bentuk usaha yang dilaksanakan atas dasar kekeluargaan. Di dalam perekonomian Indonesia tidak dikenal adanya usaha monopoli dan monopsoni baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta.

Secara makro system perekonomian Indonesia dengan menggunakan terminology nasional dapat disebut sebagai system perekonomian kerakyatan. Merujuk pasal 33 UUD 1945 maka kemakmuran yang dituju adalah kemakmuran rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk mereka yang ada di pulau terpencil dan puncak-puncak gunung melalui pemanfaatana sumber kekayaan alam yang ada. Era globalisasi menuntut negara untuk senantiasa mewaspadai dan tidak mungkin menutup diri dari perkembangan dan perubahan system ekonomi yang mengglobal pula. Oleh karena itu, negara harus mampu mengintegrasi ekonomi nasional dengan ekonomi global secara adaptif dan dinamis sehingga diperoleh hasil optimal bagi kepentingan nasional dan tujuan nasional. Ketahanan Pada Aspek Ekonomi Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari luar mauoun dari dalam negeri baik yang langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup perekonomian bangsa dan negara Republik Indonesia berdasrkan Pancasila dan UUD 1945. Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa, yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. Dengan demikian, pembangunan ekonomi diarahkan kepada mantapnya ketahanan ekonomi melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, tersedianya barang dan jasa, terpeliharanya fungsi lingkungan hidup serta meningkatkan daya saing dalam lingkup persaingan global. Usaha untuk mencapai ketahanan ekonomi yang diinginkan perlu upaya pembinaan terhadap berbagai hal yang dapat menunjangnya antara lain : a]. Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi kerakyatan

untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional, kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. b]. Ekonomi kerakyatan harus menghindari :y

System free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat dan tidak memungkinkan ekonomi kerakyatan berkembang.

y

System etatisme dalam arti bahwa negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sector negara.

y

Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan social.

c]. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keselarasan dan keterpaduan antar sector pertanian dengan perindustrian dan jasa. d]. Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan dibawah pengawasan anggota masyarakat, serta memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif. Harus diusahakan keterkaitan dan kemitraan antara para pelaku dalam wadah kegiatan ekonomi yaitu Pemerintah, BUMN, Koperasi, Badan Usaha Swasta, dan sector informal untuk mewujudkan pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas ekonomi. e]. Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasilnya senantiasa dilaksanakan melalui keseimbangan dan keserasian pembangunan antar wilayah dan sector. f]. Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan dinamis dalam mempertahankan serta meningkatkan eksistensi kemandirian perekonomian nasional, dengan memanfaatkan sumber daya nasional secara optimal dengan sarana iptek tepat guna dalam menghadapi setiap permasalahan serta dengan tetap memperhatikan kesempatan kerja

Pengaruh Ketahanan Nasional Pada Aspek PolitikKetahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan, ketangguhan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang datang dari dalam maupun luar. Perwujudan ketahanan dalam aspek politik memerlukan kehodupan politik bangsa yang sehat, dinamis dan mampu memelihara stabilitas politik.1. Ketahanan Pada Aspek Politik Dalam Negeri

1)

Sistem pemerintahan berdasarkan hukum, tidak berdasarkan kekuasaan yang bersifat

absolut. 2) Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat, namun bukan

perbedaan mengenai nilai dasar. 3) Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam

masyarakat. 4) Terjalin komunikasi politik timbak balik antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka

mencapai tujuan nasional.1. Ketahanan Pada Aspek Politik Luar Negeri

1)

Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama internasional di berbagai

bidang dalam rangka memantapkan persatuan bangsa serta keutuhan NKRI. 2) Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan

persahabatan dan kerjasama antar negara berkembang serta antara negara berkembang dengan negara maju sesuai kemampuan demi kepentingan nasional. 3) Citra positif Indonesia perlu ditingkatkan dan diperluas melalui promosi, peningkatan

diplomasi, pertukaran pelajar dan lain sebagainya.

4)

Perkembangan dunia terus diikuti dan dikaji agar terjadinya dampak negatif yang dapat

mempengaruhi stabilitas nasional dapat diatasi sedari dini. 5) Langkah bersama negara berkembang dengan negara industri maju untuk memperkecil

ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan perlu ditingkatkan melalui perjanjian perdagangan internasional. 6) Peningkatan kualitas SDM perlu dilaksanakan dengan pembenahan sistem pendidikan,

pelatihan dan penyuluhan calon diplomat secara menyeluruh agar mereka dapat menjawab tantangan tugas yang mereka hadapi. 7) Perjuangan bangsa Indonesia yang menyangkut kepentingan nasional, seperti melindungi

hak warga negara Republijk Indonesia diluar negeri perlu ditingkatkan.

PENGARUH ASPEK SOSIAL BUDAYA A. PENGERTIAN SOSIAL BUDAYA Yang disebut social adalah pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasib, sepenanggungan dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Jadi manusia dipandang dari segi social adalah manusia harus mengadakan kerjasama demi kelangsungan hidupnya. Yang disebut budaya adalah system nilai yang merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama dan menjadi kekuatan pendukung dalam menggerakkan kehidupan. Jadi kebudayaan merupakan seluruh cara hidup suatu masyarakat yang mewujud dalam tingkah laku dan hasil dari tingkah laku yang dipelajari dari berbagai sumber.

B. Struktur social di Indonesia

Manusia hidup secara berkelompok sesuai fungsi, peran dan profesinya untuk memudahkannya menjalankan tugasnya sehingga akan terjalin sendiri kehidupan bermasyarakat yang tersistem dari fungsi, peran, dan profesinya tersebut. Pembangunan nasional di Indonesia selama ini telah menghasilkan struktur social yang beragam. Sejalan dengan modernisasi dan tuntutan perkembangan teknologi, fragmentasi di dalam masyarakat semakin berkembang sesuai dengan bidang pekerjaan serta keahlian mereka sehingga akan terjalin struktur social yang rapat di masyarakat. Akan tetapi, struktur social masyarakat yang semakin berkembang akan menimbulkan

keanekaragaman aspirasi yang semakin sulit untuk diakomodasikan bersama.

C. Kondisi budaya di Indonesia 1. Kebudayaan daerah Sudah diketahui bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan subetnis yang mendiami daerah-daerah tertentu. Kebudayaan daerah sebagai suatu system nilai yang menuntun sikap, perilaku, dan gaya hidup merupakan identitas dan menjadi kebanggaan dari suku bangsa yang bersangkutan. Dlam setiap kebudayaan daerah, terdapat nilai-nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing(Local Genius). Local Genius inilah pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negative budaya asing. Kebudayaan daerah merupakan kerangka dari kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia. 2. Kebudayaan nasional Kebudayaan nasional merupakan hasil dari interaksi budaya-budaya suku bangsa (budaya daerah) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa.. Kebudayaan nasional juga merupakan hasil interaksi dari nilai-nilai budaya yang telah ada dengan budaya luar (asing). Walaupun begitu, interkasi budaya tersebut harus berjalan secara wajar dan alaimah, tanpa unsur pemaksaan dan dominasi budaya satu daerah lainnya. Kebudayaan nasional merupakan salah satu identitas nasional Indonesia yang berdasarkan tuntutan Pancasila. 3. Integrasi Nasional

Adanya sejarah bahwa kita memiliki keanekaragaman budaya merupakan hikmah bagi bangsa Indonesia yang mampu menjadi sumber perekat persatuan atau integrasi bangsa 4. Kebudayaan dan alam lingkungan Demi kepentingan masa depan, bangsa Indonesia harus disadarkan bahwa mereka adalah bagian dari alam dan mereka tidak boleh memanfaatkan alam tanpa batas. D. Ketahanan pada aspek sosial budaya Ketahanan pada aspek sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya bangsa Indonesia yang berisi keuletan, ketangguhan, dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan Negara Republik Indonesia. Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kehidupan sosial budaya bangsa yang mampu membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyrakat Indonesia berdasarkan nilai Pancasila. E. Faktor-faktor ketahanan nasional sosial budaya *TRADISI : meliputi filterisasi budaya, ankronistis budaya, serta sinkronistis kebudayaan nasional *PENDIDIKAN: ketahanan dalam mencerdaskan serta mendewasakan masyarakat Indonesia *KEPEMIMPINAN NASIONAL: pemimpin nasional harus kuat dan berwibawa *TUJUAN NASIONAL: motivasi masyarakat Indonesia harus terinci dengan jelas sebagai identitas bangsa kita yang tercermin dalam Pancasila *PLURALISTIS BUDAYA: banyaknya budaya yang terdapat di Negara merupakan sumber serta kunci integritas bangsa Indonesia *PEMBANGUNAN NASIONAL *GLOBALISASI *PENGARUH NEGARA MAJU

PENGARUH ASPEK PERTAHANAN KEAMANAN

Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan Negara demi kelangsungan bangsa dan Negara. Ketahanan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan

menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dalam, yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela Negara oleh seluruh rakyat. Ketahanan pada aspek pertahanan dan keamanan 1. Pertahanan dan keamanan harus dapat mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela Negara, yang berisi ketangguhan, kemampuan dan kekuatan melalui penyelenggaraan Hankamrata untuk menjamin kesinambungan Pembangunan nasional dan

kelangsungan hidup bangsa dan Negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 2. Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan mengamankan kedaulatan Negara merupakan suatu kehormatan demi martabat bangsa dan Negara. 3. Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan dimanfaatkan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan demi kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara. 4. Potensi nasional dan hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan masyarakat Indonesia. 5. Perlengkapan dan peralatan untuk mendukung pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan sedapat mungkin dihasilkan oleh industry dalam negeri yang telah dimaksimalkan kemampuannya. 6. Pembangunan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan harus diselenggarakan oleh manusia yang berbudi luhur, arif, bijaksana, menghormati HAM, dan menghayati makna nilai dan hakikat perang dan damai.

7. Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional, TNI berpedoman pada sapta marga yang merupakan penjabaran Pancasila dalam wadah hankamrata yang strateginya adalah penangkalan. 8. Sebagai kekuatan inti Kamtibmas, Polri berpedoman kepada Tri Brata dan Catur Prasetia dan dikembangkan sebagai kekuatan yang mampu melaksanakan penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan penciptaan ketertiban masyarakat. 9. Kesadaran dan ketaatan masyarakat kepada hukum perlu terus menerus ditingkatkan.

Untuk mewujudkan ketahanan nasional, setiap warga Negara Indonesia perlu: 1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan nonfisik dalam menghadapi segala tantangan, ancaman, integritas, serta pencapaian tujuan nasional. 2. Sadar dan peduli terhadap pengaruh yang timbul pada aspek ideology, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan sehingga setiap warga Negara Indonesia dapat mengeliminir pengaruh tersebut.