• 1. TA/Pagi/Unri Panam Hari: SabtuMK. Teori AkuntansiTanggal : 20 Oktober 2012LAPORAN LABA KOMPREHENSIF Oleh : Kelompok 12Ahmad Fauzan1002155563Benediktus Oksanda Noelin 1002155769Hengki Wijora 1002133222Muhario 1002155637 Dosen Pengajar Dr. Taufeni Topik,SE,M.si,AkUNIVERSITAS RIAUFAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI 2012
  • 2. LANDASAN TEORI/PEMBAHASAN1.1 Laba Komprehensif FASB dalam SFAC No. 3 dan 6 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan labakomprehensif adalah total perubahan aktiva bersih (ekuitas) perusahaan selama satu periode,yang berasal dari semua transaksi dan kegiatan lain dari sumber selain sumber yang berasaldari pemilik. Atau dengan kata lain, laba komprehensif terdiri atas seluruh perubahan aktiva bersihyang berasal dari transaksi operasi. FASB menjelaskan bahwa alasan utama digunakannyaistilah laba komprehensif adalah untuk membedakan laba komprehensif dengan laba periode.1.2 Laba 1.2.1 Teori Laba Dalam perusahaan koperasi laba disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Menurut teori laba,tingkat keuntungan pada setiap perusahaan biasanya berbeda pada setiap jenis industry.Terdapat beberapa teori yang menerangkan perbedaan ini sebagai berikut. Teori Laba Menanggung Resiko (Risk- Bearing Theory Of profit). Menurut Teori ini, keuntungan ekonomi diatas normall akan doperoleh perusahaan dengan resiko diatas rata-rata. Teori Laba Frisional (frictional Theory Of Profit). Teori ini menekankan bahwa keuntungan menigkat sebagai suatu hasil ari friksi keseimbangan jagka panjang (long run equilibrium). Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory Of Profits). Teori ini mengatakan bahwa beberapa perusahaan dengan kekuatan monopoli dap[at membatasi output dan menekankan harga ang lebih tinggi daripada bila perusahaan beroperasi dalam kondisi persaingan sempurna. Kekuatan monopoli ini dapat diperoleh melalui : oPenguasaan penuh atas supply bahan baku tertentu oSkala ekonomi oKepemilikan hak paten oPembatasan dari pemerintah
  • 3. 1.2.2 Definisi Laba Laba atau keuntungan dapat didefinisikan dengan dua cara. Laba dalam ilmu ekonomimurni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanammodalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modaltersebut (termasuk di dalamnya, biaya kesempatan). Sementara itu, laba dalam akuntansididefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi. Perbedaandiantara keduanya adalah dalam hal pendefinisian biaya. (Wikipedia) Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka labadiharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Akantetapi, teori akuntansi sampai saat ini belum mencapai kemantapan dalam pemaknaan danpengukuran laba. Makna laba secara umum adalah kenaikan kemakmuaran dalam suatu periode yangdapat dinikmati (didistribusi atau ditarik) asalkan kemakmuran awal masih tetapdipertahankan. Pengertian semacam ini didasarkan pada konsep pemertahanan kapital.Konsep ini membedakan antara laba dan kapital. Kapital bermakna sebagai sediaan (stock)potensi jasa atau kemakmuran sedangkan laba bermakna aliran (flow) kemakmuran. Dengankonsep pemertahanan kapital dapat dibedakan antara kembalian atas investasi danpengembalian investasi serta antara transaksi operasi dan transaksi pemilik. Lebih lanjut, labadapat dipandang sebagai perubahan aset bersih sehingga berbagai dasar penilaian kapitaldapat diterapkan. Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampinganatau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi ataukejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu periode, kecuali yang timbul daripendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan, 1992: 55). Pengertian laba secara umum adalah selisih dari pendapatan di atas biaya-biayanyadalam jangka waktu (perioda) tertentu. Laba sering digunakan sebagai suatu dasar untukpengenaan pajak, kebijakan deviden, pedoman investasi serta pengambilan keputusan danunsur prediksi (Harnanto, 2003: 444). Dalam teori ekonomi juga dikenal adanya istilah laba,akan tetapi pengertian laba di dalam teori ekonomi berbeda dengan pengertian laba menurutakuntansi.
  • 4. Dalam teori ekonomi, para ekonom mengartikan laba sebagai suatu kenaikan dalamkekayaan perusahaan, sedangkan dalam akuntansi, laba adalah perbedaan pendapatan yangdirealisasi dari transaksi yang terjadi pada waktu dibandingkan dengan biaya-biaya yangdikeluarkanpada periode tertentu. (Harahap, 1997).Menurut Suwardjono (2008 : 464) laba dimaknai sebagai imbalan atas upayaperusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan pendapatandiatas biaya (biaya total yang melekat kegiatan produksi dan penyerahan barang / jasa).1.2.3 Definisi Laba Menurut Pakar Dalam Bidang AkuntansiCommite On Terminology (Sofyan Syafri H.,2004) dalam Aliyal Azmi (2007:12)mendefinisikan laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi,biaya lain dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi.Menurut Stice, Stice, Skousen (2009:240) laba adalah pengambilan atas investasikepada pemilik. Hal ini mengukur nilai yang dapat diberikan oleh entitas kepada investor danentitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan posisi awalnya.Selanjutnya menurut Suwardjono (2008 : 464) laba dimaknai sebagai imbalan atasupaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihanpendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat dalam kegiatan produksi dan penyerahanbarang / jasa).Menurut Soemarso SR (2004 : 227) angka terakhir dalam laporan laba rugi adalahLaba Bersih (net income). Jumlah ini merupakan kenaikan bersih terhadap modal.Sebaliknya, apabila perusahaan menderita rugi, angka terakhir dalam laporan laba rugi adalahrugi bersih (net loss).Menurut Smith Skousen (1989:119) Laba Bersih merupakan perbedaan antara jumlahpendapatan yang diperoleh suatu satuan usahan selama periode tertentu dan jumlah biayayang dapat diaplikasikan kepada pendapat. Kemudian menurut Belkaoui (1993) Labamerupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang merniliki berbagaikegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagiperpajakan, determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman investasi, danpengambilan keputusan, dan unsur prediksi.
  • 5. Sedangkan menurut Rahmat (2006:9) Laba dipandang sebagai suatu peralatanprediktif yang membantu dalam peramalan laba mendatang dan peristiwa ekonomi yang akandatang. Laba terdiri dari hasil operasional, atau luar biasa, dan hasil-hasil non-operasional,atau keuntungan dan kerugian luar biasa, dimana jumlah keseluruhannya sama dengan lababersih. Laba biasa dianggap bersifat masa kini (current) dan berulang, sedangkan keuntungandan kerugian luar biasa tidak demikian. Namun berbeda dengan IAI yang memiliki pengertian sendiri mengenai income, IAIjustru tidak menerjemahkan income dengan istilah laba, tetapi dengan istilah penghasilan.Dalam Konsep Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, (IAI,1994) mengartikanincome (penghasilan) yakni Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selamasatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunankewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari konstribusi penanammodal. (paragrap. 70). Selanjutnya dalam paragrap 74 disebutkan bahwa, definisi penghasilanbaik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gains). 1.2.4 Karakteristik Laba Belkaoui (1993) menyebutkan bahwa laba akuntansi memiliki lima karakteristiksebagai berikut: 1. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual terutama yang berasal dari penjualan barang/jasa. 2. Laba akuntansi didasarkan pada postulat periodisasi dan mengacu pada kinerja perusahaan selama satu periode tertentu. 3. Laba akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi pengukutan dan pengakuan pendapatan. 4. Laba akuntansi memerlukan pengukuran tentang biaya (expenses) dalam bentuk cost historis. 5. Laba akuntansi menghendaki adanya penandingan (matching) antara pendapatan dengan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut.
  • 6. 1.2.5 Fungsi Laba Laba yang tinggi adalah pertanda bahwa konsumen menginginkan output yang lebihdari industry/perusahaan. Sebaiknya, laba ynag rendah atau rugi adalah pertanda bahwakonsumen menginginkan kurang dari produk/ komoditi yang ditangani dan metodeproduksinya tidak efisien. Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besarkecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasianggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota. 1.2.6 Keunggulan dan Kelemahan Laba Keunggulan laba akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut (Belkaoui, 1993): 1. Laba akuntansi teruji dalam sejarah dimana pemakai laporan keuangan masih mempercayai bahwa laba akuntansi masih bermanfaat untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi. 2. Laba akuntansi diukur dan dilaporkan secara obyektif dapat diuji kebenarannya, karena didasarkan pada transaksi/fakta aktual, yang didukung bukti obyektif. 3. Atas dasar prinsip realisasi dalam mengakui pendapatan, laba akuntansi memenuhi kriteria konservatisme. Artinya, akuntansi tidak mengakui perubahan nilai tetapi hanya mengakui untung yang direalisasi (realized gains). 4. Laba akuntansi dipandang bermanfaat untuk tujuan pengendalian terutama pertanggungjawaban manajemen. Untuk kelemahan laba akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut (Belkaoui, 1993): 1. Laba akuntansi gagal mengakui kenaikan nilai aktiva yang belum direalisasi dalam satu periode karena prinsip cost historis dan prinsip realisasi. 2. Laba akuntansi yang didasarkan pada cost historis mempersulit perbandingan laporan keuangan karena dengan adanya perbedaan metode perhitungan cost dan metode alokasi. 3. Laba akuntansi yang didasarkan prinsip realisasi, cost historis dan konservatisme dapat menghasilkan data yang menyesatkan dan tidak relevan.
  • 7. 1.2.7 Tujuan Pelaporan Laba Tujuan pelaporan laba adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagipihak yang berkepentingan dalam pelaporan keuangan. Adapun informasi tentang labaperusahaan dapat digunakan: 1. Sebagai indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam perusahaan yang diwujudkan dalam tingkat kembalian (rate of return on invested capital) 2. Sebagai pengukur prestasi manajemen 3. Sebagai dasar penentuan besarnya pengenaan pajak 4. Sebagai alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomi suatu negara 5. Sebagai dasar kompensasi dan pembagian bonus 6. Sebagai alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan 7. Sebagai dasar untuk kenaikan kemakmuran 8. Sebagai dasar pembagian deviden 1.2.8 Pengukuran dan Pengakuan Laba Pengukuran terhadap laba merupakan penentuan jumlah rupiah laba yang dicatat dandisajikan dalam laporan keuangan. Dalam Konsep Dasar Penyusunan dan PenyajianLaporan Keuangan, IAI (1994) menyebutkan bahwa, laba (income) akan diakui apabilakenaikan manfaat ekonomi di masa mendatang yang berkaitan dengan peningkatan aktivaatau penurunan kewajiban telah terjadi dan jumlahnya dapat diukur dengan andal. (paragrap92). Secara konseptual ada 3 (tiga) pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukurlaba. Pengukutan tersebut adalah pendekatan transaksi, pendekatan kegiatan dan pendekatanmempertahankan kapital/kemakmuran (capital maintenance). 1. Pendekatan Transaksi Pendekatan transaksi menganggap bahwa perubahan aktiva/hutang (laba) terjadihanya karena adanya transaksi, baik internal maupun eksternal. Transaksi eksternal timbulkarena adanya transaksi yang melibatkan perubahan aktiva/hutang dengan pihak luarperusahaan. Transaksi internal timbul dari pemakaian atau konversi aktiva dalam perusahaan.
  • 8. Pendekatan ini memiliki beberapa kebaikan yaitu: 1. Komponen laba dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Misalnya: atas dasar produk/konsumen 2. Laba operasi dapat dipisahkan dari laba non operasi 3. Dapat dijadikan dasar dalam penentuan tipe dan kuantitas aktiva dan hutang yang ada pada akhir periode 4. Efisiensi usaha memerlukan pencatatan transaksi eksternal untuk berbagai tujuan 5. Berbagai laporan dapat dibuat dan dikaitkan antara laporan yang satu dengan yang lainnya. 2. Pendekatan Kegiatan Laba dianggap timbul bila kegiatan tertentu telah dilaksanakan. Jadi laba bisa timbulpada tahap perencanaan, pembelian, produksi, penjualan dan pengumpulan kas. Dalampenerapannya, pendekatan ini merupakan dari pendekatan transaksi. Hal ini disebabkanpendekatan kegiatan dimulai dengan transaksi sebagai dasar pengukuran.Kebaikan pendekatan kegiatan adalah: 1. Laba yang berasal dari produksi dan penjualan barang memerlukan jenis evaluasi dan prediksi yang berbeda dibandingkan laba yang berasal dari pembelian dan penjualan surat berharga yang ditujukan pada usaha memperoleh capital gain. 2. Efisiensi manajemen dapat diukur dengan lebih baik bila laba diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menjadi tanggung jawab manajemen. 3. Memungkinkan prediksi yang lebih baik karena adanya perbedaan pola perilaku dari jenis kegiatan yang berbeda. 1.2.9 Manajemen Laba Schipper (1989) mendefinisikan manajemen laba sebagai suatu intervensi denganmaksud tertentu terhadap proses pelaporan keuangan eksternal dengan sengaja untukmemperoleh beberapa keuntungan pribadi.
  • 9. Fischer dan Rosenzweig (1995) mendefinisikan manajemen laba sebagai tindakanseorang manajer dengan menyajikan laporan yang menaikan (menurunkan) laba periodeberjalan dari unit usaha yang menjadi tanggungjawabnya, tanpa menimbulkan kenaikan(penurunan) profitabilitas ekonomi unit tersebut dalam jangka panjang. Sedangkan menurut Healy dan Wahlen (1999), manajemen laba terjadi ketika manajermenggunakan pertimbangan (judgment) dalam pelaporan keuangan dan penyusunan transaksiuntuk merubah laporan keuangan, dengan tujuan untuk memanipulasi besaran (magnitude)laba kepada beberapa stakeholders tentang kinerja ekonomi perusahaan atau untukmempengaruhi hasil perjanjian (kontrak) yang tergantung pada angka-angka akuntansi yangdilaporkan. Healy dan Wahlen (1999), menyatakan bahwa definisi manajemen laba mengandungbeberapa aspek. Pertama intervensi manajemen laba terhadap pelaporan keuangan dapatdilakukan dengan penggunaan judgment, misalnya judgment yang dibutuhkan dalammengestimasi sejumlah peristiwa ekonomi di masa depan untuk ditunjukan dalam laporankeuangan, seperti perkiraan umur ekonomis dan nilai residu aktiva tetap, tanggungjawabuntuk pensiun, pajak yang ditangguhkan, kerugian piutang dan penurunan nilai asset.Disamping itu manajer memiliki pilihan untuk metode akuntansi, seperti metode penyusutandan metode biaya. Kedua, tujuan manajemen laba untuk menyesatkan stakeholders mengenaikinerja ekonomi perusahaan. Hal ini muncul ketika manajemen memiliki akses terhadap informasi yang tidak dapatdiakses oleh pihak luar. Ada berbagai motivasi yang mendorong dilakukannya manajemenlaba. Teori akuntansi positif (Positif Accounting Theory) mengusulkan tiga hipotesismotivasi manajemen laba, yaitu: (1) hipotesis program bonus (the bonus plan hypotesis), (2)hipotesis perjanjian hutang (the debt covenant hypotesis), dan (3) hipotesis biaya politik (thepolitical cost hypotesis) (Watts dan Zimmerman, 1986). Motivasi kontrak muncul karena perjanjian antara manajer dan pemilik perusahaanberbasis pada kompensasi manajerial dan perjanjian hutang (debt covenant). Semakin tinggirasio hutang/ekuitas suatu perusahaan, yang ekuivalen dengan semakin dekatnya (yaitusemakin ketat) perusahaan terhadap kendala-kendala dalam perjanjian hutang dan semakinbesar probabilitas pelanggaran perjanjian, semakin mungkin manajer untuk menggunakanmetode-metode akuntansi yang meningkatkan income (Belkaoui, 2000).
  • 10. Motivasi bonus merupakan dorongan manajer perusahaan dalam melaporkan labayang diperolehnya untuk memperoleh bonus yang dihitung atas dasar laba tersebut. Manajerperusahaan dengan rencana bonus lebih mungkin menggunakan metode-metode akuntansiyang meningkatkan income yang dilaporkan pada periode berjalan. Alasanya adalah tindakanseperti itu mungkin akan meningkatkan persentase nilai bonus jika tidak ada penyesuaianuntuk metode yang dipilih (Belkaoui, 2000). Penelitian Healy (1985) menggunakanpendekatan program bonus manajemen, yaitu bahwa manajer akan memperoleh bonus secarapositif ketika laba berada di antara batas bawah (bogey) dan batas atas (cap). Ketika lababerada di bawah bogey manajer tidak mendapatkan bonus, dan ketika laba berada diatas capmanajer hanya mendapatkan bonus tetap. Motivasi regulasi politik merupakan motivasi manajemen dalam mensiasati berbagairegulasi pemerintah. Perusahaan yang terbukti menjalankan praktik pelanggaran terhadapregulasi anti trust dan anti monopoli, manajernya melakukan manipulasi laba denganmenurunkan laba yang dilaporkan (Cahan, 1992; Jogiyanto dan Ainun, 1998). Perusahaanjuga melakukan manajemen laba untuk menurunkan laba dengan tujuan untuk mempengaruhikeputusan pengadilan terhadap perusahaan yang mengalami damage award (Hall danStammerjohan, 1997). Selain itu Income taxation juga merupakan motivasi dalam manajemen laba (Lilis,2001). Pemilihan metode akuntansi dalam pelaporan laba akan memberikan hasil yangberbeda terhadap laba yang dipakai sebagai dasar perhitungan pajak.1.3 Pendapatan 1.3.1 Definisi Pendapatan Dalam pengertian umum pendapatan adalah hasil pencaharian usaha. Budiono (1992 :180) mengemukkan bahwa pendapatan adalah hasil dari penjualan faktor-faktor produksiyang dimilikinya kepada sektor produksi. Sedangkan menurut Winardi (1992 : 171)pendapatan adalah hasil berupa uang atau materi lainnya yang dapat dicapai dari padapenggunaan faktor-faktor produksi. Berdasarkan kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendapatanmerupakan nilai dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu badan usaha dalamsuatu periode tertentu. Dengan demikian maka yang dimaksud dengan pendapatan jasa adalahnilai dari seluruh jasa yang dihasilkan suatu badan usaha dalam suatu periode tertentu.
  • 11. Dalam akuntansi pendapatan dan beban dijelaskan bahwa pendapatan adalah arusmasuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal bank selama satuperiode yang mengakibatkan kenaikan ekuitas dan tidak secara langsung berasal darikontribusi penanaman modal. 1.3.2 Pembagian Jasa-Jasa Bank Jopie Yusuf (1992 : 39) mengemukakan bahwa jasa-jasa bank terdiri dari : kliring,inkaso, penyewaan save deposit box (kotak penyimpan), eksport-import (L/C), jual beli uangkertas asing, jual beli travellers cheque, spat transaction serta forward transaction. Lima jasayang disebutkan terakhir hanya dapat dilakukan oleh Bank Devisa karena berhubungandengan transaksi valuta asing. Oleh karena itu dalam penelitian ini hanya akan dijelaskan empat jenis jasa yangdisebutkan pertama, yaitu : 1. Kliring Simorangkir (1998 : 141) mengemukakan bahwa kliring adalah tata cara perhitunganutang piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga antara bank-bankpeserta kliring dengan maksud agar perhitungan utang piutang tersebut terselnggarakansecara mudah, cepat dan aman. Proses perhitungan tersebut diatur oleh suatu lembaga yang berada dibawah BankIndonesia yang disebut Lembaga Kliring dan diselenggarakan oleh bank Indonesia atau bankyang di tunjuk oleh Bank Indonesia bila pada wilayah tersebut tidak terdapat cabang BankIndonesia. 2. Inkaso Yopie Yusuf (1992 : 48) mengemukakan bahwa inkaso adalah penagihan warkat-warkat kliring yang terdapat diluar wilayah kliring bank yang bersangkutan. Misalnya si Aadalah nasabah bank X Bandung. Ia menerima warkat kliring (cek / BG) dari bank di luarBandung, maka nasabah tersebut menginkasokan warkatnya. Dengan menggunakan fasilitasinkaso ini nasabah tidak perlu menagih sendiri,pihak yang tertagih yang berada diluarwilayah kliring tempat ia berada, tetapi cukup dengan menyerahkan warkat yang akan ditagihtersebut ke bank X.
  • 12. 3. Transfer Yopie Yusuf (1992 : 54) mengemukakan bahwa transfer adalah jasa pelayanan bankkepada masyarakat untuk mengirimlkan sejumlah uang dalam bentuk rupiah atau valuta asingyang ditujukan kepada pihak lain (perusahaan, lembaga atau perorangan) disuatu tempat(dalam/luar negeri) sesuai dengan permintaan pengirim. 4. Safe Deposit Box Safe deposit box adalah kotak yang disewakan oleh bank kepada nasabah sebagaitempat penyimpanan barang atau surat-surat berharga. Kotak ini terbuat dari bahan tahan apidan ledakan (sampai kekuatan tertentu).1.4 Laba Komprensif dan Laba Periode 1.4.1 Laba Komprensif FASB dalam SFAC No. 3 dan 6 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan labakomprehensif adalah total perubahan aktiva bersih (ekuitas) perusahaan selama satu periode,yang berasal dari semua transaksi dan kegiatan lain dari sumber selain sumber yang berasaldari pemilik. Atau dengan kata lain, laba komprehensif terdiri atas seluruh perubahan aktivabersih yang berasal dari transaksi operasi. FASB menjelaskan bahwa alasan utamadigunakannya istilah laba komprehensif adalah untuk membedakan laba komprehensifdengan laba periode. 1.4.2 Laba Periode Konsep laba periode dimaksudkan untuk mengukur efisiensi suatu perusahaan.Efisiensi berhubungan dengan penggunaan sumber-sumber ekonomi perusahaan untukmemperoleh laba. Konsep laba periode memusatkan perhatiannya pada laba operasi periodeberjalan yang berasal dari kegiatan normal perusahaan. Oleh karena itu, yang termasukelemen laba adalah peristiwa atau perubahan nilai yang dapat dikendalikan manajemen danberasal dari keputusan-keputusan periode berjalan.
  • 13. 1.4.3 Perbandingan Laba Komprensif dan Laba PeriodePerbandingan Laba Periodik dengan Laba Komprehensif adalah : Net Income Earning Pendapatan200200 Biaya-Biaya 140140 Keuntungan dari sumber yang tidak normal (10) (10) Laba dari operasi normal70 70 Rugi penjualan aktiva tetap (10) (10) Laba sebelum pos luar biasa dan pengaruh 6060 kumulatif perubahan prinsip akuntansi (10) (10) Pos luar biasa Perubahan kumulatifperubahanprinsip (30) akuntansi Earning50 Laba bersih (net income) 20 Berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat bahwa antara laba periode dan labakomprehensif mempunyai komponen utama yang sama yaitu, pendapatan, biaya, untung danrugi. Akan tetapi keduanya tidak sama karena beberapa komponen tertentu yang menjadielemen laba komprehensif tidak dimasukkan dalam perhitungan laba periode. Komponentersebut adalah:a) Pengaruh penyesuaian akuntansi tertentu untuk periode lalu dialami dalam periodeberjalan diperlukan sebagai penentu besarnya laba bersih.b) Perubahan aktiva bersih tertentu lainnya (holding gains and losses) yang diakui dalamperiode berjalan seperti untung rugi perubahan harga pasar investasi saham sementara danuntung atau rugi penjabaran mata uang asing.
  • 14. 1.4.4 Hubungan Laba Periode dan Laba KomprensifHubungan antara laba periode dan laba komprehensif dapat digambarkan sebagai berikut:+ PendapatanBiayaKeuntungan 200 + EarningPenyesuaian pengaruh 50kumulatifPerubahan dalam ekuitas(-) Kerugian 140(-)20bukan dari pemilik+ Earning10 +10Comprehensive income(-)20 =40=501.5 Laba Kotor dan Laba Bersih1. Laba kotor, Laba kotor adalah selisih dari hasil penjualan dengan harga pokok penjualan2. Laba Operasional, Laba Operasional merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas yang termasuk rencana perusahaan kecuali ada perubahan-perubahan besar dala perekonomiannya, dapat diharapkan akan dicapai setiap tahun. Oleh karenanya, angka ini menyatakan kemampuan perusahaan untuk hidup dan mencapai laba yang pantas sebagai jasa pada pemilik modal.3. Laba sebelum dikurangi pajak atau EBIT (Earning Before Tax) , Laba sebelum dikurangi pajak merupakan laba operasi ditambah hasil dan biaya diluar operasi biasa. Bagi pihak-pihak tertentu terutama dalam hal pajak, angka ini adalah yang terpenting karena jumlah ini menyatkan laba yang pada akhirnya dicapai perusahaan.4. Laba Setelah Pajak Atau Laba Bersih, Laba Bersih adalah laba setelah dikurangi berbagai pajak. Laba dipindahkan kedalam perkiraan laba ditahan. Dari perkiraan laba ditahan ini akan diambil sejumlah tertentu untuk dibagikan sebagai Deviden kepada para pemegang saham.
  • 15. 1.6 BebanAlur keluar atau penurunan lainnya aktivas sebuah entitas atau penambahan kewajibannya(atau kombinasi dari keduanya) selama suatu periode, yang ditimbulkan oleh pengiriman danproduksi barang, penyediaan jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari operasiutama atau operasi sentral perusahaan.1.7 KeuntunganKenaikan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecualiyang dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.1.8 KerugianPenurunan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecualiyang berasal dari beban atau distribusi kepada pemilik.
  • 16. DAFTAR PUSTAKAhttp://contohskripsiku.com/pdf/pengertian+laba+komprehensifSuwardjono, 2010-2011. Teori akuntansi (perekayasaan pelaporan keungan edisi 3), BPFE.Yogyakartahttp://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/artikel-tentang-laba.htmlhttp://kelompoklaba.wordpress.com/2008/08/27/laba/Ghozali Imam dan Anis Chariri. 2007. Teori Akuntansi: Badan Penerbit UniversitasDiponegorohttp://nyariduitreceh.blogspot.com/2011/04/manajemen-laba.htmlKieso E. Donald, Weygart J. Jerry, Warfield D. Terry. 2002. Intermediate Accounting, Ed.10. Jakarta: ErlanggaStice K. Earl, Stice D. James, Skosusen Fred. K. 2004. Intermediate Accounting, Ed 15.Jakarta: Salemba Empathttp://nyariduitreceh.blogspot.com/2011/04/manajemen-laba.htmlhttp://nildatartilla.wordpress.com/2010/11/16/teori-fungsi-laba/
    Please download to view
  • All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
    ...

    Ta kelompok 12

    by nasta-listi

    on

    Report

    Category:

    Documents

    Download: 0

    Comment: 0

    987

    views

    Comments

    Description

    Download Ta kelompok 12

    Transcript

    • 1. TA/Pagi/Unri Panam Hari: SabtuMK. Teori AkuntansiTanggal : 20 Oktober 2012LAPORAN LABA KOMPREHENSIF Oleh : Kelompok 12Ahmad Fauzan1002155563Benediktus Oksanda Noelin 1002155769Hengki Wijora 1002133222Muhario 1002155637 Dosen Pengajar Dr. Taufeni Topik,SE,M.si,AkUNIVERSITAS RIAUFAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI 2012
  • 2. LANDASAN TEORI/PEMBAHASAN1.1 Laba Komprehensif FASB dalam SFAC No. 3 dan 6 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan labakomprehensif adalah total perubahan aktiva bersih (ekuitas) perusahaan selama satu periode,yang berasal dari semua transaksi dan kegiatan lain dari sumber selain sumber yang berasaldari pemilik. Atau dengan kata lain, laba komprehensif terdiri atas seluruh perubahan aktiva bersihyang berasal dari transaksi operasi. FASB menjelaskan bahwa alasan utama digunakannyaistilah laba komprehensif adalah untuk membedakan laba komprehensif dengan laba periode.1.2 Laba 1.2.1 Teori Laba Dalam perusahaan koperasi laba disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Menurut teori laba,tingkat keuntungan pada setiap perusahaan biasanya berbeda pada setiap jenis industry.Terdapat beberapa teori yang menerangkan perbedaan ini sebagai berikut. Teori Laba Menanggung Resiko (Risk- Bearing Theory Of profit). Menurut Teori ini, keuntungan ekonomi diatas normall akan doperoleh perusahaan dengan resiko diatas rata-rata. Teori Laba Frisional (frictional Theory Of Profit). Teori ini menekankan bahwa keuntungan menigkat sebagai suatu hasil ari friksi keseimbangan jagka panjang (long run equilibrium). Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory Of Profits). Teori ini mengatakan bahwa beberapa perusahaan dengan kekuatan monopoli dap[at membatasi output dan menekankan harga ang lebih tinggi daripada bila perusahaan beroperasi dalam kondisi persaingan sempurna. Kekuatan monopoli ini dapat diperoleh melalui : oPenguasaan penuh atas supply bahan baku tertentu oSkala ekonomi oKepemilikan hak paten oPembatasan dari pemerintah
  • 3. 1.2.2 Definisi Laba Laba atau keuntungan dapat didefinisikan dengan dua cara. Laba dalam ilmu ekonomimurni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanammodalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modaltersebut (termasuk di dalamnya, biaya kesempatan). Sementara itu, laba dalam akuntansididefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi. Perbedaandiantara keduanya adalah dalam hal pendefinisian biaya. (Wikipedia) Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka labadiharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Akantetapi, teori akuntansi sampai saat ini belum mencapai kemantapan dalam pemaknaan danpengukuran laba. Makna laba secara umum adalah kenaikan kemakmuaran dalam suatu periode yangdapat dinikmati (didistribusi atau ditarik) asalkan kemakmuran awal masih tetapdipertahankan. Pengertian semacam ini didasarkan pada konsep pemertahanan kapital.Konsep ini membedakan antara laba dan kapital. Kapital bermakna sebagai sediaan (stock)potensi jasa atau kemakmuran sedangkan laba bermakna aliran (flow) kemakmuran. Dengankonsep pemertahanan kapital dapat dibedakan antara kembalian atas investasi danpengembalian investasi serta antara transaksi operasi dan transaksi pemilik. Lebih lanjut, labadapat dipandang sebagai perubahan aset bersih sehingga berbagai dasar penilaian kapitaldapat diterapkan. Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampinganatau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi ataukejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu periode, kecuali yang timbul daripendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan, 1992: 55). Pengertian laba secara umum adalah selisih dari pendapatan di atas biaya-biayanyadalam jangka waktu (perioda) tertentu. Laba sering digunakan sebagai suatu dasar untukpengenaan pajak, kebijakan deviden, pedoman investasi serta pengambilan keputusan danunsur prediksi (Harnanto, 2003: 444). Dalam teori ekonomi juga dikenal adanya istilah laba,akan tetapi pengertian laba di dalam teori ekonomi berbeda dengan pengertian laba menurutakuntansi.
  • 4. Dalam teori ekonomi, para ekonom mengartikan laba sebagai suatu kenaikan dalamkekayaan perusahaan, sedangkan dalam akuntansi, laba adalah perbedaan pendapatan yangdirealisasi dari transaksi yang terjadi pada waktu dibandingkan dengan biaya-biaya yangdikeluarkanpada periode tertentu. (Harahap, 1997).Menurut Suwardjono (2008 : 464) laba dimaknai sebagai imbalan atas upayaperusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan pendapatandiatas biaya (biaya total yang melekat kegiatan produksi dan penyerahan barang / jasa).1.2.3 Definisi Laba Menurut Pakar Dalam Bidang AkuntansiCommite On Terminology (Sofyan Syafri H.,2004) dalam Aliyal Azmi (2007:12)mendefinisikan laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi,biaya lain dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi.Menurut Stice, Stice, Skousen (2009:240) laba adalah pengambilan atas investasikepada pemilik. Hal ini mengukur nilai yang dapat diberikan oleh entitas kepada investor danentitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan posisi awalnya.Selanjutnya menurut Suwardjono (2008 : 464) laba dimaknai sebagai imbalan atasupaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihanpendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat dalam kegiatan produksi dan penyerahanbarang / jasa).Menurut Soemarso SR (2004 : 227) angka terakhir dalam laporan laba rugi adalahLaba Bersih (net income). Jumlah ini merupakan kenaikan bersih terhadap modal.Sebaliknya, apabila perusahaan menderita rugi, angka terakhir dalam laporan laba rugi adalahrugi bersih (net loss).Menurut Smith Skousen (1989:119) Laba Bersih merupakan perbedaan antara jumlahpendapatan yang diperoleh suatu satuan usahan selama periode tertentu dan jumlah biayayang dapat diaplikasikan kepada pendapat. Kemudian menurut Belkaoui (1993) Labamerupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang merniliki berbagaikegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagiperpajakan, determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman investasi, danpengambilan keputusan, dan unsur prediksi.
  • 5. Sedangkan menurut Rahmat (2006:9) Laba dipandang sebagai suatu peralatanprediktif yang membantu dalam peramalan laba mendatang dan peristiwa ekonomi yang akandatang. Laba terdiri dari hasil operasional, atau luar biasa, dan hasil-hasil non-operasional,atau keuntungan dan kerugian luar biasa, dimana jumlah keseluruhannya sama dengan lababersih. Laba biasa dianggap bersifat masa kini (current) dan berulang, sedangkan keuntungandan kerugian luar biasa tidak demikian. Namun berbeda dengan IAI yang memiliki pengertian sendiri mengenai income, IAIjustru tidak menerjemahkan income dengan istilah laba, tetapi dengan istilah penghasilan.Dalam Konsep Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, (IAI,1994) mengartikanincome (penghasilan) yakni Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selamasatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunankewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari konstribusi penanammodal. (paragrap. 70). Selanjutnya dalam paragrap 74 disebutkan bahwa, definisi penghasilanbaik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gains). 1.2.4 Karakteristik Laba Belkaoui (1993) menyebutkan bahwa laba akuntansi memiliki lima karakteristiksebagai berikut: 1. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual terutama yang berasal dari penjualan barang/jasa. 2. Laba akuntansi didasarkan pada postulat periodisasi dan mengacu pada kinerja perusahaan selama satu periode tertentu. 3. Laba akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi pengukutan dan pengakuan pendapatan. 4. Laba akuntansi memerlukan pengukuran tentang biaya (expenses) dalam bentuk cost historis. 5. Laba akuntansi menghendaki adanya penandingan (matching) antara pendapatan dengan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut.
  • 6. 1.2.5 Fungsi Laba Laba yang tinggi adalah pertanda bahwa konsumen menginginkan output yang lebihdari industry/perusahaan. Sebaiknya, laba ynag rendah atau rugi adalah pertanda bahwakonsumen menginginkan kurang dari produk/ komoditi yang ditangani dan metodeproduksinya tidak efisien. Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besarkecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasianggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota. 1.2.6 Keunggulan dan Kelemahan Laba Keunggulan laba akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut (Belkaoui, 1993): 1. Laba akuntansi teruji dalam sejarah dimana pemakai laporan keuangan masih mempercayai bahwa laba akuntansi masih bermanfaat untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi. 2. Laba akuntansi diukur dan dilaporkan secara obyektif dapat diuji kebenarannya, karena didasarkan pada transaksi/fakta aktual, yang didukung bukti obyektif. 3. Atas dasar prinsip realisasi dalam mengakui pendapatan, laba akuntansi memenuhi kriteria konservatisme. Artinya, akuntansi tidak mengakui perubahan nilai tetapi hanya mengakui untung yang direalisasi (realized gains). 4. Laba akuntansi dipandang bermanfaat untuk tujuan pengendalian terutama pertanggungjawaban manajemen. Untuk kelemahan laba akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut (Belkaoui, 1993): 1. Laba akuntansi gagal mengakui kenaikan nilai aktiva yang belum direalisasi dalam satu periode karena prinsip cost historis dan prinsip realisasi. 2. Laba akuntansi yang didasarkan pada cost historis mempersulit perbandingan laporan keuangan karena dengan adanya perbedaan metode perhitungan cost dan metode alokasi. 3. Laba akuntansi yang didasarkan prinsip realisasi, cost historis dan konservatisme dapat menghasilkan data yang menyesatkan dan tidak relevan.
  • 7. 1.2.7 Tujuan Pelaporan Laba Tujuan pelaporan laba adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagipihak yang berkepentingan dalam pelaporan keuangan. Adapun informasi tentang labaperusahaan dapat digunakan: 1. Sebagai indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam perusahaan yang diwujudkan dalam tingkat kembalian (rate of return on invested capital) 2. Sebagai pengukur prestasi manajemen 3. Sebagai dasar penentuan besarnya pengenaan pajak 4. Sebagai alat pengendalian alokasi sumber daya ekonomi suatu negara 5. Sebagai dasar kompensasi dan pembagian bonus 6. Sebagai alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan 7. Sebagai dasar untuk kenaikan kemakmuran 8. Sebagai dasar pembagian deviden 1.2.8 Pengukuran dan Pengakuan Laba Pengukuran terhadap laba merupakan penentuan jumlah rupiah laba yang dicatat dandisajikan dalam laporan keuangan. Dalam Konsep Dasar Penyusunan dan PenyajianLaporan Keuangan, IAI (1994) menyebutkan bahwa, laba (income) akan diakui apabilakenaikan manfaat ekonomi di masa mendatang yang berkaitan dengan peningkatan aktivaatau penurunan kewajiban telah terjadi dan jumlahnya dapat diukur dengan andal. (paragrap92). Secara konseptual ada 3 (tiga) pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukurlaba. Pengukutan tersebut adalah pendekatan transaksi, pendekatan kegiatan dan pendekatanmempertahankan kapital/kemakmuran (capital maintenance). 1. Pendekatan Transaksi Pendekatan transaksi menganggap bahwa perubahan aktiva/hutang (laba) terjadihanya karena adanya transaksi, baik internal maupun eksternal. Transaksi eksternal timbulkarena adanya transaksi yang melibatkan perubahan aktiva/hutang dengan pihak luarperusahaan. Transaksi internal timbul dari pemakaian atau konversi aktiva dalam perusahaan.
  • 8. Pendekatan ini memiliki beberapa kebaikan yaitu: 1. Komponen laba dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Misalnya: atas dasar produk/konsumen 2. Laba operasi dapat dipisahkan dari laba non operasi 3. Dapat dijadikan dasar dalam penentuan tipe dan kuantitas aktiva dan hutang yang ada pada akhir periode 4. Efisiensi usaha memerlukan pencatatan transaksi eksternal untuk berbagai tujuan 5. Berbagai laporan dapat dibuat dan dikaitkan antara laporan yang satu dengan yang lainnya. 2. Pendekatan Kegiatan Laba dianggap timbul bila kegiatan tertentu telah dilaksanakan. Jadi laba bisa timbulpada tahap perencanaan, pembelian, produksi, penjualan dan pengumpulan kas. Dalampenerapannya, pendekatan ini merupakan dari pendekatan transaksi. Hal ini disebabkanpendekatan kegiatan dimulai dengan transaksi sebagai dasar pengukuran.Kebaikan pendekatan kegiatan adalah: 1. Laba yang berasal dari produksi dan penjualan barang memerlukan jenis evaluasi dan prediksi yang berbeda dibandingkan laba yang berasal dari pembelian dan penjualan surat berharga yang ditujukan pada usaha memperoleh capital gain. 2. Efisiensi manajemen dapat diukur dengan lebih baik bila laba diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menjadi tanggung jawab manajemen. 3. Memungkinkan prediksi yang lebih baik karena adanya perbedaan pola perilaku dari jenis kegiatan yang berbeda. 1.2.9 Manajemen Laba Schipper (1989) mendefinisikan manajemen laba sebagai suatu intervensi denganmaksud tertentu terhadap proses pelaporan keuangan eksternal dengan sengaja untukmemperoleh beberapa keuntungan pribadi.
  • 9. Fischer dan Rosenzweig (1995) mendefinisikan manajemen laba sebagai tindakanseorang manajer dengan menyajikan laporan yang menaikan (menurunkan) laba periodeberjalan dari unit usaha yang menjadi tanggungjawabnya, tanpa menimbulkan kenaikan(penurunan) profitabilitas ekonomi unit tersebut dalam jangka panjang. Sedangkan menurut Healy dan Wahlen (1999), manajemen laba terjadi ketika manajermenggunakan pertimbangan (judgment) dalam pelaporan keuangan dan penyusunan transaksiuntuk merubah laporan keuangan, dengan tujuan untuk memanipulasi besaran (magnitude)laba kepada beberapa stakeholders tentang kinerja ekonomi perusahaan atau untukmempengaruhi hasil perjanjian (kontrak) yang tergantung pada angka-angka akuntansi yangdilaporkan. Healy dan Wahlen (1999), menyatakan bahwa definisi manajemen laba mengandungbeberapa aspek. Pertama intervensi manajemen laba terhadap pelaporan keuangan dapatdilakukan dengan penggunaan judgment, misalnya judgment yang dibutuhkan dalammengestimasi sejumlah peristiwa ekonomi di masa depan untuk ditunjukan dalam laporankeuangan, seperti perkiraan umur ekonomis dan nilai residu aktiva tetap, tanggungjawabuntuk pensiun, pajak yang ditangguhkan, kerugian piutang dan penurunan nilai asset.Disamping itu manajer memiliki pilihan untuk metode akuntansi, seperti metode penyusutandan metode biaya. Kedua, tujuan manajemen laba untuk menyesatkan stakeholders mengenaikinerja ekonomi perusahaan. Hal ini muncul ketika manajemen memiliki akses terhadap informasi yang tidak dapatdiakses oleh pihak luar. Ada berbagai motivasi yang mendorong dilakukannya manajemenlaba. Teori akuntansi positif (Positif Accounting Theory) mengusulkan tiga hipotesismotivasi manajemen laba, yaitu: (1) hipotesis program bonus (the bonus plan hypotesis), (2)hipotesis perjanjian hutang (the debt covenant hypotesis), dan (3) hipotesis biaya politik (thepolitical cost hypotesis) (Watts dan Zimmerman, 1986). Motivasi kontrak muncul karena perjanjian antara manajer dan pemilik perusahaanberbasis pada kompensasi manajerial dan perjanjian hutang (debt covenant). Semakin tinggirasio hutang/ekuitas suatu perusahaan, yang ekuivalen dengan semakin dekatnya (yaitusemakin ketat) perusahaan terhadap kendala-kendala dalam perjanjian hutang dan semakinbesar probabilitas pelanggaran perjanjian, semakin mungkin manajer untuk menggunakanmetode-metode akuntansi yang meningkatkan income (Belkaoui, 2000).
  • 10. Motivasi bonus merupakan dorongan manajer perusahaan dalam melaporkan labayang diperolehnya untuk memperoleh bonus yang dihitung atas dasar laba tersebut. Manajerperusahaan dengan rencana bonus lebih mungkin menggunakan metode-metode akuntansiyang meningkatkan income yang dilaporkan pada periode berjalan. Alasanya adalah tindakanseperti itu mungkin akan meningkatkan persentase nilai bonus jika tidak ada penyesuaianuntuk metode yang dipilih (Belkaoui, 2000). Penelitian Healy (1985) menggunakanpendekatan program bonus manajemen, yaitu bahwa manajer akan memperoleh bonus secarapositif ketika laba berada di antara batas bawah (bogey) dan batas atas (cap). Ketika lababerada di bawah bogey manajer tidak mendapatkan bonus, dan ketika laba berada diatas capmanajer hanya mendapatkan bonus tetap. Motivasi regulasi politik merupakan motivasi manajemen dalam mensiasati berbagairegulasi pemerintah. Perusahaan yang terbukti menjalankan praktik pelanggaran terhadapregulasi anti trust dan anti monopoli, manajernya melakukan manipulasi laba denganmenurunkan laba yang dilaporkan (Cahan, 1992; Jogiyanto dan Ainun, 1998). Perusahaanjuga melakukan manajemen laba untuk menurunkan laba dengan tujuan untuk mempengaruhikeputusan pengadilan terhadap perusahaan yang mengalami damage award (Hall danStammerjohan, 1997). Selain itu Income taxation juga merupakan motivasi dalam manajemen laba (Lilis,2001). Pemilihan metode akuntansi dalam pelaporan laba akan memberikan hasil yangberbeda terhadap laba yang dipakai sebagai dasar perhitungan pajak.1.3 Pendapatan 1.3.1 Definisi Pendapatan Dalam pengertian umum pendapatan adalah hasil pencaharian usaha. Budiono (1992 :180) mengemukkan bahwa pendapatan adalah hasil dari penjualan faktor-faktor produksiyang dimilikinya kepada sektor produksi. Sedangkan menurut Winardi (1992 : 171)pendapatan adalah hasil berupa uang atau materi lainnya yang dapat dicapai dari padapenggunaan faktor-faktor produksi. Berdasarkan kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendapatanmerupakan nilai dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu badan usaha dalamsuatu periode tertentu. Dengan demikian maka yang dimaksud dengan pendapatan jasa adalahnilai dari seluruh jasa yang dihasilkan suatu badan usaha dalam suatu periode tertentu.
  • 11. Dalam akuntansi pendapatan dan beban dijelaskan bahwa pendapatan adalah arusmasuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal bank selama satuperiode yang mengakibatkan kenaikan ekuitas dan tidak secara langsung berasal darikontribusi penanaman modal. 1.3.2 Pembagian Jasa-Jasa Bank Jopie Yusuf (1992 : 39) mengemukakan bahwa jasa-jasa bank terdiri dari : kliring,inkaso, penyewaan save deposit box (kotak penyimpan), eksport-import (L/C), jual beli uangkertas asing, jual beli travellers cheque, spat transaction serta forward transaction. Lima jasayang disebutkan terakhir hanya dapat dilakukan oleh Bank Devisa karena berhubungandengan transaksi valuta asing. Oleh karena itu dalam penelitian ini hanya akan dijelaskan empat jenis jasa yangdisebutkan pertama, yaitu : 1. Kliring Simorangkir (1998 : 141) mengemukakan bahwa kliring adalah tata cara perhitunganutang piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga antara bank-bankpeserta kliring dengan maksud agar perhitungan utang piutang tersebut terselnggarakansecara mudah, cepat dan aman. Proses perhitungan tersebut diatur oleh suatu lembaga yang berada dibawah BankIndonesia yang disebut Lembaga Kliring dan diselenggarakan oleh bank Indonesia atau bankyang di tunjuk oleh Bank Indonesia bila pada wilayah tersebut tidak terdapat cabang BankIndonesia. 2. Inkaso Yopie Yusuf (1992 : 48) mengemukakan bahwa inkaso adalah penagihan warkat-warkat kliring yang terdapat diluar wilayah kliring bank yang bersangkutan. Misalnya si Aadalah nasabah bank X Bandung. Ia menerima warkat kliring (cek / BG) dari bank di luarBandung, maka nasabah tersebut menginkasokan warkatnya. Dengan menggunakan fasilitasinkaso ini nasabah tidak perlu menagih sendiri,pihak yang tertagih yang berada diluarwilayah kliring tempat ia berada, tetapi cukup dengan menyerahkan warkat yang akan ditagihtersebut ke bank X.
  • 12. 3. Transfer Yopie Yusuf (1992 : 54) mengemukakan bahwa transfer adalah jasa pelayanan bankkepada masyarakat untuk mengirimlkan sejumlah uang dalam bentuk rupiah atau valuta asingyang ditujukan kepada pihak lain (perusahaan, lembaga atau perorangan) disuatu tempat(dalam/luar negeri) sesuai dengan permintaan pengirim. 4. Safe Deposit Box Safe deposit box adalah kotak yang disewakan oleh bank kepada nasabah sebagaitempat penyimpanan barang atau surat-surat berharga. Kotak ini terbuat dari bahan tahan apidan ledakan (sampai kekuatan tertentu).1.4 Laba Komprensif dan Laba Periode 1.4.1 Laba Komprensif FASB dalam SFAC No. 3 dan 6 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan labakomprehensif adalah total perubahan aktiva bersih (ekuitas) perusahaan selama satu periode,yang berasal dari semua transaksi dan kegiatan lain dari sumber selain sumber yang berasaldari pemilik. Atau dengan kata lain, laba komprehensif terdiri atas seluruh perubahan aktivabersih yang berasal dari transaksi operasi. FASB menjelaskan bahwa alasan utamadigunakannya istilah laba komprehensif adalah untuk membedakan laba komprehensifdengan laba periode. 1.4.2 Laba Periode Konsep laba periode dimaksudkan untuk mengukur efisiensi suatu perusahaan.Efisiensi berhubungan dengan penggunaan sumber-sumber ekonomi perusahaan untukmemperoleh laba. Konsep laba periode memusatkan perhatiannya pada laba operasi periodeberjalan yang berasal dari kegiatan normal perusahaan. Oleh karena itu, yang termasukelemen laba adalah peristiwa atau perubahan nilai yang dapat dikendalikan manajemen danberasal dari keputusan-keputusan periode berjalan.
  • 13. 1.4.3 Perbandingan Laba Komprensif dan Laba PeriodePerbandingan Laba Periodik dengan Laba Komprehensif adalah : Net Income Earning Pendapatan200200 Biaya-Biaya 140140 Keuntungan dari sumber yang tidak normal (10) (10) Laba dari operasi normal70 70 Rugi penjualan aktiva tetap (10) (10) Laba sebelum pos luar biasa dan pengaruh 6060 kumulatif perubahan prinsip akuntansi (10) (10) Pos luar biasa Perubahan kumulatifperubahanprinsip (30) akuntansi Earning50 Laba bersih (net income) 20 Berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat bahwa antara laba periode dan labakomprehensif mempunyai komponen utama yang sama yaitu, pendapatan, biaya, untung danrugi. Akan tetapi keduanya tidak sama karena beberapa komponen tertentu yang menjadielemen laba komprehensif tidak dimasukkan dalam perhitungan laba periode. Komponentersebut adalah:a) Pengaruh penyesuaian akuntansi tertentu untuk periode lalu dialami dalam periodeberjalan diperlukan sebagai penentu besarnya laba bersih.b) Perubahan aktiva bersih tertentu lainnya (holding gains and losses) yang diakui dalamperiode berjalan seperti untung rugi perubahan harga pasar investasi saham sementara danuntung atau rugi penjabaran mata uang asing.
  • 14. 1.4.4 Hubungan Laba Periode dan Laba KomprensifHubungan antara laba periode dan laba komprehensif dapat digambarkan sebagai berikut:+ PendapatanBiayaKeuntungan 200 + EarningPenyesuaian pengaruh 50kumulatifPerubahan dalam ekuitas(-) Kerugian 140(-)20bukan dari pemilik+ Earning10 +10Comprehensive income(-)20 =40=501.5 Laba Kotor dan Laba Bersih1. Laba kotor, Laba kotor adalah selisih dari hasil penjualan dengan harga pokok penjualan2. Laba Operasional, Laba Operasional merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas yang termasuk rencana perusahaan kecuali ada perubahan-perubahan besar dala perekonomiannya, dapat diharapkan akan dicapai setiap tahun. Oleh karenanya, angka ini menyatakan kemampuan perusahaan untuk hidup dan mencapai laba yang pantas sebagai jasa pada pemilik modal.3. Laba sebelum dikurangi pajak atau EBIT (Earning Before Tax) , Laba sebelum dikurangi pajak merupakan laba operasi ditambah hasil dan biaya diluar operasi biasa. Bagi pihak-pihak tertentu terutama dalam hal pajak, angka ini adalah yang terpenting karena jumlah ini menyatkan laba yang pada akhirnya dicapai perusahaan.4. Laba Setelah Pajak Atau Laba Bersih, Laba Bersih adalah laba setelah dikurangi berbagai pajak. Laba dipindahkan kedalam perkiraan laba ditahan. Dari perkiraan laba ditahan ini akan diambil sejumlah tertentu untuk dibagikan sebagai Deviden kepada para pemegang saham.
  • 15. 1.6 BebanAlur keluar atau penurunan lainnya aktivas sebuah entitas atau penambahan kewajibannya(atau kombinasi dari keduanya) selama suatu periode, yang ditimbulkan oleh pengiriman danproduksi barang, penyediaan jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari operasiutama atau operasi sentral perusahaan.1.7 KeuntunganKenaikan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecualiyang dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.1.8 KerugianPenurunan ekuitas (aktiva bersih) perusahaan dari transaksi sampingan atau insidentil kecualiyang berasal dari beban atau distribusi kepada pemilik.
  • 16. DAFTAR PUSTAKAhttp://contohskripsiku.com/pdf/pengertian+laba+komprehensifSuwardjono, 2010-2011. Teori akuntansi (perekayasaan pelaporan keungan edisi 3), BPFE.Yogyakartahttp://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/09/artikel-tentang-laba.htmlhttp://kelompoklaba.wordpress.com/2008/08/27/laba/Ghozali Imam dan Anis Chariri. 2007. Teori Akuntansi: Badan Penerbit UniversitasDiponegorohttp://nyariduitreceh.blogspot.com/2011/04/manajemen-laba.htmlKieso E. Donald, Weygart J. Jerry, Warfield D. Terry. 2002. Intermediate Accounting, Ed.10. Jakarta: ErlanggaStice K. Earl, Stice D. James, Skosusen Fred. K. 2004. Intermediate Accounting, Ed 15.Jakarta: Salemba Empathttp://nyariduitreceh.blogspot.com/2011/04/manajemen-laba.htmlhttp://nildatartilla.wordpress.com/2010/11/16/teori-fungsi-laba/
  • Fly UP