Click here to load reader

Syntia Ambelina Stroke Infark

  • View
    17

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rersrd

Text of Syntia Ambelina Stroke Infark

Case Report Session

STROKE INFARK

Oleh:Syntia Ambelina0910312079Pembimbing:

Prof. dr. H. Basjiruddin Ahmad, Sp.S (K)DR. dr. Yuliarni Syafrita, Sp.SPERIODE KEPANITERAAN KLINIK

9 MARET 201 5 APRIL 2015BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

RSUP DR M DJAMIL

PADANG

2014BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar belakang

Stoke merupakan sindrom yang ditandai dengan gejala klinis yang berkembang dengan cepat berupa gangguan fungsional otak fokal maupun global yang terjadi secara mendadak dan berlangsung lebih dari 24 jam yang tidak disebabkan oleh sebab lain kecuali oleh gangguan vaskuler.1Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat. Berdasarkan penyebabnya stroke terbagi atas stroke infark dan stroke hemoragik.2,3 5-15% orang Amerika yang terkena beresiko terkena serangan stroke berulang dalam 1 tahun, dan 40% diantaranya akan terkena serangan stroke berulang serta 50% lainnya akan meninggal dalam 5 tahun.4,580-85% dari total kejadian stroke disebabkan oleh stroke infark yang terjadi akibat obstruksi satu atau lebih arteri pada sirkulasi serebrum. Obstruksi dapat disebabkan oleh trombus maupun emboli yang masuk ke otak melalui sistem arteri.2 Gejala yang ditimbulkan bergantung pada lokasi arteri yang mengalami infark. Penanganan pasien yang cepat dapat menentukan prognosis kepulihan dari pasien.1.2 Batasan Masalah

Makalah ini hanya akan dibatasi pada definisi, epidemiologi, klasifikasi, etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, penatalaksanaan, dan prognosis stroke infark.1.3 Tujuan Penulisan Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang definisi, epidemiologi, klasifikasi, etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, penatalaksanaan, dan prognosis stroke infark.1.4 Metode Penulisan Makalah ini disusun berdasarkan studi kepustakaan yang merujuk ke beberapa literatur.BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi

Stoke merupakan sindrom yang ditandai dengan gejala klinis yang berkembang dengan cepat berupa gangguan fungsional otak fokal maupun global yang terjadi secara mendadak dan berlangsung lebih dari 24 jam yang tidak disebabkan oleh sebab lain kecuali oleh gangguan vaskuler.1 Stroke dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama yaitu stoke infark-infark dan stroke hemoragik. Stroke infark merupakan stroke yang terjadi akibat obstruksi atau bekuan di satu atau lebih arteri besar serebrum, sedangkan stroke hemoragik dapat terjadi akibat rupture arteri. Stoke hemoragik bersifat lebih berat, berbahaya, serta memiliki angka mortalitas yang lebih besar daripada stroke infark.2,32.2. Epidemiologi

Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat. Kejadian stoke terus meningkat setiap tahunnya hampir diseluruh dunia. Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di Amerika Serikat setelah penyakit jantung dan kanker.4 5-15% dari 800.000 orang Amerika yang terkena stroke setiap tahunnya beresiko terkena serangan stroke berulang dalam 1 tahun, dan 40% diantaranya akan terkena serangan stroke berulang serta 50% lainnya akan meninggal dalam 5 tahun.5

2.3. Klasifikasi

1. Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya2,3:

a. Stroke Infarki. Transient Ischemic Attack (TIA)

ii. Trombosis serebri

iii. Emboli serebri

b. Stroke Hemoragik

i. Perdarahan intra serebral

ii. Perdarahan subarachnoid

2. Berdasarkan stadium atau onset serangan5:

a. TIA: gejala neurologi yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otak akan menghilang dalam waktu 24 jam

b. RIND (Reversible Ischemic Neurological Deficit): gejala neurologi yang timbul akan menghilang dalam waktu lebih dari 24 jam tetapi tidak lebih dari seminggu

c. Progressing stroke atau stroke in evolution: gejala neurologi yang muncul makin lama makin berat

d. Completed stroke: gejala klinis sudah menetap

2.4. Etiologi

Penyebab utama stroke infark2:1. Trombosis serebri

Sebagian besar kejadian stroke infark terjadi setelah trombosis dan oklusi pembuluh darah akibat terjadinya aterosklerotik. Trombosis dapat terjadi pada seseorang yang memiliki satu atau lebih faktor risiko yang mempercepat timbulnya aterosklerosis.

2. Emboli serebri

Pada umumnya emboli serebri terjadi pada arteri serebri media. Emboli yang berasal dari atau melewati jantung akibat fibrilasi atrium kemungkinan besar dapat masuk ke arteri karotis interna dan terus masuk ke arteri serebri media yang merupakan cabang paling besar dari arteri karotis interna.2.5. Patofisiologi

Stroke infark merupakan hasil dari oklusi pembuluh darah yang diakibatkan oleh tromboembolik. Iskemia mengakibatkan hipoksia sel dan deplesi ATP selular yang menyebabkan terjadinya kegagalan pertahanan gradient ionik membran sel dan depolarisasi sel. Influks ion natrium dan kalsium dan aliran masuk air ke sel secara pasif, menghasilkan edema sitotoksik. Depolarisasi sel menyebabkan terjadinya pelepasan glutamat dan radikal bebas, kerusakan mitokondria dan membrane, dan cascade yang membawa pada apoptosis.6Iskemia juga secara langsung menghasilkan disfungsi pembuluh darah cerebri, dengan kerusakan blood-brain barrier dalam 4-6 jam setelah infark. Setelah kerusakan blood-brain barrier, aliran protein dan air ke ruang ekstraselular menyebabkan edema vasogenik. Edema vasogenik menghasilkan pembengkakan otak yang lebih berat dan efek massa yang mencapai puncak pada 3-5 hari dan menghilang beberapa minggu kemudian dengan resorpsi air dan protein. Infark menghasilkan kematian astrosit dan juga sel penyokong oligodendroglia dan mikroglia. Jaringan yang mengalami infark secara bertahap mengalami nekrosis likuefaksi dan dihilangkan oleh makrofag dengan perkembangan hilangnya volume parenkimal.6

2.6. Manifestasi klinis

Defisit neurologik pada infark otak biasanya mencapai maksimum dalam 24 jam pertama. Usia lanjut, hipertensi, koma, komplikasi kardiorespirasi, hipoksia, hiperkapnia, dan hiperventilasi neurogenik merupakan faktor penentu prognosis yang tidak menggembirakan. Infark di wilayah arteri serebri media dapat menimbulkan edema masif dengan herniasi otak; hal demikian ini biasanya terjadi dalam waktu 72 jam pertama pasca-infark. 7

Gambaran klinis utama yang dikaitkan dengan insufisiensi aliran darah otak dapat dihubungkan dengan tanda serta gejala di bawah ini: 2, 7

1. Arteri karotis interna (sirkulasi anterior ; gejala-gejalanya biasanya unilateral). Lokasi lesi yang paling sering adalah pada bifurkasio arteria karotis komunis menjadi arteria karotis interna dan eksterna. Gejala-gejala yaitu:

a. Buta mutlak sisi ipsilateral

b. Hemiparese kontralateral

2. Arteria serebri media

a. Monoparesis atau hemiparesis kontralateral (biasanya mengenai tangan)b. Kadang-kadang hemianopsia kontralateral (kebutaan)c. Afasia global (kalau hemisfer dominan yang terkena); gangguan semua fungsi yang ada hubungannya dengan percakapan dan komunikasi

3. Arteria serebri anterior (gejala primer berupa perasaan kacau)

a. Kelemahan kontralateral lebih besar pada tungkai. Lengan bagian proksimal mungkin ikut terserang. Gerakan voluntar pada tungkai terganggub. Gangguan sensorik kontralateralc. Demensia, refleks mencengkeram dan refleks patologis

4. Arteria serebri posterior (dalam lobus mesencepalon atau talamus)

a. Komab. Hemiparesis kontralateralc. Afasia visual atau buta kata (aleksia)

d. Kelumpuhan saraf otak ketiga hemianopsia, koreoatetosis 5. DisfagiaArteri vertebralis

a. Hemiplegi alternan

b. Hemiplegi ataksik

6. Arteri Basilaris

a. Tetraplegi

b. Gangguan kesadaran

c. Gangguan pupil

d. Kebutaan

e. Vertigo2.7. Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan: 8 1. Anamnesis :

a. Terutama terjadinya keluhan / gejala defisit neurologi yang mendadak

b. Tanpa trauma kepala

c. Adanya faktor resiko GPDO2. Pemeriksaan Fisik

a. Adanya defisit neurologi fokal

b. Ditemukan faktor resiko (hipertensi, kelainan jantung, dll)

c. Bising pada auskultasi atau kelainan pembuluh darah lainnya

d. Pemeriksaan penunjang

3. Stroke dengan oklusi pembuluh darah dapat dilakukan pemeriksaan :

a. CT Scan dan MRI

Untuk menetapkan secara pasti lokasi penyebab stroke. CT scan menunjukkan gambaran hipodens pada lokasi infark.

b. Ekokardiografi

Pada dugaan adanya tromboemboli kardiak (transtorakal, atau transesofageal)c. Ultrasound scan arteri karotis

Bila diduga adanya ateroma pada arteri karotis. Disini dipakai prinsip doppler untuk menghasilkan continuous wave untuk mendeteksi derajat stenosis secara akurat, serta juga pulsed ultrasound device yang dikaitkan dengan scanner (duplex scan)

d. Intra arterial digital substraction angiografi

Bila pada ultrasound scan terdapat stenosis berat

e. Transcranial Doppler

Dapat untuk melihat sejauh mana anastomosis membantu daerah yang tersumbat

2.8. Penatalaksanaan

Pengobatan Secara Umum9 1. Pertahankan saluran pernafasan yang baik

2. Pertahankan tekanan darah yang cukup, untuk itu evaluasi fungsi jantung dan organ vital lain

3. Pertahankan milieu intern, yaitu kualitas darah cairan dan elektrolit, protein darah, dan keseimbangan asam basa yang baik

4. Pertahankan bladder dan rectum

5. Hindarkan berlangsungnya febris, dan pemakaian glukosa dalam nutrisi parenteral.

Pengobatan pada Stroke Infark1. Tahap akutSasaran terapi stroke akut adalah daerah inti dari infark yaitu daerah dimana neuron mengalami kekurangan oksigen. Terapi yang cepat dan efektif dapat mengembalikan sumbaan aliran darah dan meningkatkan aliran sel sebelum mengalami kerusakan yang ireve