Click here to load reader

Syarifudin, pembelajaran kaligrafi

  • View
    176

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Syarifudin, pembelajaran kaligrafi

  • 1. 1. Dengan ILMU hidup menjadi enak, Dengan SENIhidup menjadi indah dan Dengan AGAMA hidupmenjadi terarah.2. Praktikum khat Al-Quran merupakan modal kuncimeraih kesuksesan, sebagai modal untukberkompetisi di masyarakat, sekaligus pembedabagi mahasiswa IAIN dan masyarakat awam.3. Modal Keterampilan menulis khat Al-Quran dapatmenjadikan mahasiswa memperbaiki hidupmenjadi lebih bermakna dan menyenangkan.

2. 1. Persiapan media penulisan seperti pena kaligrafi, dapat dibuat dari aneka bahanseperti rotan, bambu, kayu, kuas, pena hero (yang sudah dibentuk ujungnya),batang pakis hutan, dan lain-lain. Semuanya tetap sama, ujung dari pena harusdibentuk seperti pena hero.2. Tinta yang gunakan: Hero, Tinta China, dan lain sebagainya.3. Kertas yang gunakan bisa bermacam-macam seperti kertas Manila, karton, dlsb.4. Meja Tulis: Untuk pemula, lebih baik Anda gunakan meja kaca, yang dibawahnyasudah Anda letakkan lampu TL. usahakan cahaya tidak keluar kecuali dari kacayang ada di atasnya. Kemudian, letakkan media kaligrafi yang sudah jadi danstandart di atas meja tersebut, kemudian letakkan kembali media yang masihkosong yang Anda ingin tulis. Jiplaklah. Ulangi hingga beberapa kali.5. Setelah lancar, usahakan untuk tidak menjiplak lagi. Berikut ini adalah tutorialkaligrafi khat Naskh yang kami sajikan dalam bentuk Gambar. Mudah-mudahanbermanfa'at untuk Anda dan selamat belajar. 3. Definisi kaligrafi Arti seutuhnya kata'kaligrafi' adalah kepandain menulisindah. bahasa Arab sendiri menyebutnyakhat yang berarti garis atau tulisanindah. Garis lintang, equator ataukhatulistiwa terambil dari kata Arab,khattul istiwa, melintang elok membelahbumi jadi dua bagian yang indah. 4. 1. Kufi:Gaya penulisan kaligrafi ini banyak digunakanuntuk penyalinan Alquran periode awal. Karena itu,gaya Kufi ini adalah model penulisan paling tua diantara semua gaya kaligrafi. Gaya ini pertama kaliberkembang di Kota Kufah, Irak, yang merupakansalah satu kota terpenting dalam sejarah peradabanIslam sejak abad ke-7 M. Gaya penulisan kaligrafiyang diperkenalkan oleh Bapak Kaligrafi Arab, IbnuMuqlah, memiliki karakter huruf yang sangat kaku,patah-patah, dan sangat formal. Gaya ini kemudianberkembang menjadi lebih ornamental dan seringdipadu dengan ornamen floral. 5. 2. Riq'ahKaligrafi gaya Riq'ah merupakan hasil pengembangan kaligrafi gayaNaskhi dan Tsuluts. Sebagaimana halnya dengan tulisan gaya Naskhiyang dipakai dalam tulisan sehari-hari. Riq'ah dikembangkan olehkaligrafer Daulah Usmaniyah, lazim pula digunakan untuk tulisan tanganbiasa atau untuk kepentingan praktis lainnya. Karakter hurufnya sangatsederhana, tanpa harakat, sehingga memungkinkan untuk ditulis cepat.3. Ijazah (Raihani)Tulisan kaligrafi gaya Ijazah (Raihani) merupakan perpaduan antaragaya Tsuluts dan Naskhi, yang dikembangkan oleh para kaligraferDaulah Usmani. Gaya ini lazim digunakan untuk penulisan ijazah dariseorang guru kaligrafi kepada muridnya. Karakter hurufnya sepertiTsuluts, tetapi lebih sederhana, sedikit hiasan tambahan, dan tidaklazim ditulis secara bertumpuk (murakkab). 6. 6. Diwani: Gaya kaligrafi Diwani dikembangkan oleh kaligrafer Ibrahim Munif. Kemudian,disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15dan awal abad ke-16. Gaya ini digunakan untuk menulis kepala surat resmi kerajaan. Karaktergaya ini bulat dan tidak berharakat. Keindahan tulisannya bergantung pada permainan garisnyayang kadang-kadang pada huruf tertentu neninggi atau menurun, jauh melebihi patokan garishorizontalnya. Model kaligrafi Diwani banyak digunakan untuk ornamen arsitektur dan sampulbuku.7. Diwani Jali: Kaligrafi gaya Diwani Jali merupakan pengembangan gaya Diwani. Gaya penulisankaligrafi ini diperkenalkan oleh Hafiz Usman, seorang kaligrafer terkemuka Daulah Usmani diTurki. Anatomi huruf Diwani Jali pada dasarnya mirip Diwani, namun jauh lebih ornamental, padat,dan terkadang bertumpuk-tumpuk. Berbeda dengan Diwani yang tidak berharakat, Diwani Jalisebaliknya sangat melimpah. Harakat yang melimpah ini lebih ditujukan untuk keperluan dekoratifdan tidak seluruhnya berfungsi sebagai tanda baca. Karenanya, gaya ini sulit dibaca secaraselintas. Biasanya, model ini digunakan untuk aplikasi yang tidak fungsional, seperti dekorasiinterior masjid atau benda hias.8. Farisi: Seperti tampak dari namanya, kaligrafi gaya Farisi dikembangkan oleh orang Persia danmenjadi huruf resmi bangsa ini sejak masa Dinasti Safawi sampai sekarang. Kaligrafi Farisi sangatmengutamakan unsur garis, ditulis tanpa harakat, dan kepiawaian penulisnya ditentukan olehkelincahannya mempermainkan tebal-tipis huruf dalam 'takaran' yang tepat. Gaya ini banyakdigunakan sebagai dekorasi eksterior masjid di Iran, yang biasanya dipadu dengan warna-warniarabes. 7. 9. Tsuluts : Seperti halnya gaya Kufi, kaligrafi gaya Tsulutsdiperkenalkan oleh Ibnu Muqlah yang merupakan seorang menteri(wazii) di masa Kekhalifahan Abbasiyah. Tulisan kaligrafi gaya Tsulutssangat ornamental, dengan banyak hiasan tambahan dan mudahdibentuk dalam komposisi tertentu untuk memenuhi ruang tulisan yangtersedia. Karya kaligrafi yang menggunakan gaya Tsuluts bisa ditulisdalam bentuk kurva, dengan kepala meruncing dan terkadang ditulisdengan gaya sambung dan interseksi yang kuat. Karena keindahandan keluwesannya ini, gaya Tsuluts banyak digunakan sebagaiornamen arsitektur masjid, sampul buku, dan dekorasi interior.10. NaskhiKaligrafi gaya Naskhi paling sering dipakai umat Islam, baik untuk menulisnaskah keagamaan maupun tulisan sehari-hari. Gaya Naskhi termasukgaya penulisan kaligrafi tertua. Sejak kaidah penulisannya dirumuskansecara sistematis oleh Ibnu Muqlah pada abad ke-10, gaya kaligrafi inisangat populer digunakan untuk menulis mushaf Alquran sampaisekarang. Karakter hurufnya sederhana, nyaris tanpa hiasantambahan, sehingga mudah ditulis dan dibaca.

Search related