Study Kelayakan Apotek VG Belega Edit

  • Published on
    10-Apr-2016

  • View
    52

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

studi kelayakan

Transcript

<p>PROPOSAL</p> <p>STUDY KELAYAKAN APOTEK VIVA GENERIK BATUBULANJl. Raya Belega Kanginan, Kec. Blahbatuh, Kab.Gianyar.</p> <p>Disusun Oleh:Andri Normansyah, S.Farm.,Apt.Luh Putu Verryani Ayu Savitri, S.Farm.,Apt.A.A. Agustia Sinta Dewi, S. Farm., Apt.</p> <p>1. PENDAHULUANKesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Upaya kesehatanmenurut Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan adalah setiapkegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu,terintegrasi, dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajatkesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. Salah satu tempat dilakukannya upaya kesehatan adalah apotek.Apotek menurut Peraturan Pemerintah No. 51 tentang Pekerjaan Kefarmasian adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktekkefarmasian oleh apoteker. Pelayanan kefarmasian sebagai bagian integral daripelayanan kesehatan mempunyai peran penting dalam mewujudkan pelayanankesehatan yang bermutu dimana apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatanmempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas (Mashuda, 2011).Apoteker Pengelola Apotik (APA) disamping memiliki ilmu kefarmasian, juga diperlukan ilmu lainnya seperti ilmu pemasaran (marketing) dan ilmu akuntansi (accounting). Apotek bukanlah suatu badan usaha yang semata-mata hanya mengejar keuntungan saja tetapi apotek mempunyai fungsi sosial yang menyediakan, menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang berkualitas baik dan terjamin keabsahannya.Pada saat ini orientasi paradigma pelayanan kefarmasian telah bergeser dari pelayanan obat (drug oriented) menjadi pelayanan pasien (patient oriented) dengan mengacu kepada Pharmaceutical Care. Kegiatan pelayanan yang tadinya hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi berubah menjadi pelayanan yang komprehensif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, oleh karena itu apoteker dituntut untuk mulai fokus dan bekerja lebih baik dalam memberikan pelayanan bagi pasien (Kepmenkes No.1027/MENKES/SK/IX/2004).Kami (Viva Generik) adalah jaringan apotek baru yang berfokus pada penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau kepada masyarakat menengah dan menengah kebawah di Indonesia. Dimana kita memiliki tiga semboyan antara lain: obat yang berkualitas, harga terjangkau dan apoteker yang handal.Apotek Viva Generik memberikan pelayanan dengan diantaranya Apoteker yang handal dan komunikatif. Apoteker Viva Generik diwajibkan untuk memberikan edukasi dan informasi yang lengkap yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat menerima manfaat dan mennyejahterakan dirinya dengan memperoleh kesehatan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Apoteker dalam menjalankan profesi tidak hanya handal sebagai penanggung jawab teknis kefarmasian saja, dapat mengelola apotik sesuai dengan prinsip-prinsip bisnis, tidak hanya memberikan keuntungan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan (stake holder) semata melainkan juga memiliki fungsi sosial di masyarakat dengan menjadi Apoteker yang komunikatif dan edukatif.Dalam usaha untuk memajukan kesejahteraan umum dalam mewujudkan suatu tingkat kesehatan secara optimal, maka dibuatlah pendirian Apotek Viva Generik di daerah Batubulan Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar yang diharapkan dapat menyebarkan obat generik secara merata sehingga akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan obat generik yang bermutu dengan harga yang terjangkau.</p> <p>1. TUJUANTujuan pendirian Apotek Viva Generik antara lain :0. Tempat pengabdian profesi Apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.0. Sarana farmasi yang melakukan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan penyerahan obat dan bahan obat.0. Meningkatkan kesehatan masyarakat setempat khususnya dan masyarakat pada umumnya.0. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional dalam praktek pengobatan sendiri dirumah dengan kualitas apoteker yang handal dan komunikatif0. Memberikan keringanan biaya bagi rakyat kurang mampu di daerah Batubulan dalam bentuk penggunaan obat paten yang direkomendasikan ke obat generik berkualitas.</p> <p>1. VISI DAN MISI</p> <p>Visi Apotek Viva Generik yang mana adalah menjadi jaringan apotek baru yang bertujuan memberikan pelayanan kepada pelanggan yang unggul dan obat berkualitas bagi masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia, dalam pengembangan jaringan apotek sudah kami awali dariJawa Tengah, Jawa Timur yang saat ini sudah terdapat 120 Apotek Viva Generik dan kami ingin menambah jaringan di beberapa daerah dimana dalam hal ini kami menunjuk Bali tepatnya di Kabupaten Gianyar.Misi dari Apotek Viva Generik adalah untuk menjadi penyedia obat-obat generik terbesar di seluruh penjuru nusantara dengan membangun dan mengoperasikan apotek-apotek yang akan melayani semua lapisan masyarakat.</p> <p>1. NAMA DAN LOKASI APOTEKNama dan lokasi apotek yang akan didirikan: Nama Apotek: Apotek VIVA GENERIK BelegaAlamat : Jl. Raya Belega Kanginan, Kec. Blahbatuh, Kab.Gianyar.</p> <p>1. PROFIL PENGELOLA DAN PEMILIK APOTEK1. Apoteker Pengelola ApotekNama : Andri Normansyah, S.Farm., Apt.Alamat: Banjar Canggu Permai Temp. III, Blok C1/27, Desa Tibubeneng. Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bali1. Apoteker Pendamping0. Nama : Luh Putu Verryani Ayu Savitri, S.Farm., AptAlamat : Br. Mawang Kelod, Desa Lodtunduh, Kec. Ubud, Kab. Gianyar, Bali.0. Nama: A. A. Agustia Sinta Dewi, S. Farm., Apt.Alamat: Br. Padangtegal Mekarsari, Desa Ubud, Kec. Ubud, Kab. Gianyar, Bali.1. Pemilik Sarana ApotekNama : Harry SutantoAlamat : Aprt. The Bellezza LVR, RT 04/02 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.</p> <p>1. JUMLAH TENAGA KERJA DAN JAM KERJAJumlah tenaga kerja di apotek:Apoteker Pengelola Apotek (APA) : 1 OrangApoteker Pendamping (APING): 2 OrangStatus bangunan Apotek adalah bentuk sewa. Apotek buka senin minggu, pukul 08.00 21.30 WIB dengan pembagian shift yaitu pukul 08.00 14.00 WIB dan 14.00 21.30 WIB.</p> <p>1. PELUANG DAN PROSPEK PEMASARANBerdasarkan data-data yang didapat berdasarkan posisi strategis daerah dan keberadaan competitor dapat dijelaskan pada analisis SWOT berikut ini:1. Kekuatan (Strength)1. Konsep layanan patient oriented berbasis layanan kefarmasian pharmaceutical care.1. Petugas apotek yang handal, loyal,berkompeten dalam pengelolaan apotek dan tenaga-tenaga muda yang penuh semangat dan kreatif.1. Apoteker yang standby dan siap memberikan pelayanan dan konsultasi obat. 1. Merupakan apotek swasta dan apotek jaringan</p> <p>1. Kelemahan (Weakness)Merupakan apotek baru, sehingga belum dikenal masyarakat.</p> <p>1. Peluang (Opportunity)1. Jumlah penduduk sekitar yang cukup padat, sehingga menjadi sumber pelanggan yang potensial.1. Apotek yang ditata secara elegan dan nyaman sehingga meningkatkan daya beli pelanggan.1. Merupakan apotek yang akan menyediaakan obat generik terbesar di Indonesia.</p> <p>1. Ancaman (Threats) Ancaman datang dari para kompetitor seperti dokter yang dispensing obat sendiri dan apotek sekitarnya. Sehingga harapan kedepannya dapat bekerja sama dengan baik. </p> <p>1. TINJAUAN BISNISApotek Viva Generik adalah jaringan apotek baru yang bertujuan memberikan pelayanan kepada pelanggan yang unggul dan obat berkualitas bagi masyarakat kelas menengah di Indonesia. Perlu diketahui bahwa saat ini kesadaran masyarakat terhadap apa yang disebut obat generik dirasa masih sangat kurang, Hal ini berkaitan dengan paradigmaatau pola bepikir masyarakat bahwa obat generik adalah obat kualitas dua yang tidak berkhasiat. Oleh karena itu dengan adanya jaringan Apotek Viva generik, kami ingin mensosialisaikan serta mengedukasi masyarakat berkaitan apa itu obat generik dan fungsi obat generik (yang sebenarnya sama dengan obat lainnya) serta lebih jauh lagi untuk mensukseskan program pemerintah berkaitan dengan penggunaan obat generik. Kenapa pemerintah mengeluarkan (dan nantinya diwajibkan) aturan mengenai penggunaan obat generik?Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat khususnya masyarakat kalangan menegah (mengingat sebagian besar masyarakat kita berada di kelas ini) yang banyak terkendala dengan mahalnya biaya kesehatan (dokter khususnya biaya obat). Dengan adanya obat generik diharapkan masyarakat tidak takut lagi untuk menebus obat dokter yang saat ini masih dikuasai oleh obat paten yang tentu harganya bisa berkali- kali lipat jauh lebih mahal (meskipun khasiat dengan obat generik sama).Di tinjau dari sisi bisnis, kenapa Apotek Viva Generik bergerak pada obat generik, karena menurut survey yang ada bahwa pengguanaan obat generik di Indonesia masih berkisar di 40% dari total penggunaan obat yang ada. Kita bisa membayangkan seperti di luar negeri khususnya di negara maju, penggunaan obat generik sudah mencapai 90 %.Hal ini berarti potensi obat generik di Indonesia masih sangat besar, dan seperti yang sudah disebutkan diatas, bahwa hal ini terjadi dikarenakan masalah kesadaran dan edukasi yang kurang terhadap masyarakat.Dengan kehadiran Apotek Viva Generik diharapkan dapat merubah paradigma dan pemikiran masyarakat khususnya warga Desa Batubulan untuk tidak beranggapanlagi bahwa untuk sehat tidak perlu takut mahal dan bagi masyarakat yang sakit tidak perlu menunggu lagi untuk membeli obat karena mahal, termasuk para penderita penyakit berat seperti diabetes, kolesterol, maupun stroke.</p> <p>1. PELAYANAN APOTEK VIVA GENERIK0. Obat BerkualitasSemua produk di Apotek Viva Generik harus disertai dokumen pendukung yang menyatakan kualitas produk yang telah diverifikasi oleh pabrik, laboratorium, dan kementrian kesehatan, sebelum produk dijual diapotek kami.0. Apoteker HandalPara pelanggan hanya akan dilayani oleh Apoteker dan Asisten Apoteker yang berlisensi, dan teregistrasi di Kementrian Kesehatan dan disertifikasi oleh IAI (Ikatan Apoteker Indonesia).</p> <p>0. Harga TerjangkauFokus kami terhadap obat-obatan generik berarti pengobatan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.</p> <p>Pelayanan Maksimal Apotek Viva Generik :</p> <p>1. Konsultasi dan cek kesehatan gratis di 3 bulan pertama sejak apotek berdiriSetiap outlet diwajibkan mengadakan event minimal 4 kali dalam sebulan selama 3 bulan pertama. Dalam event ini, pasien dapat mendapatkan konsultasi dengan dokter-dokter yang sudah bekerja sama dengan Apotek Viva Generik dan juga cek kesehatan seperti cek kolesterol, gula darah dan tensi gratis.</p> <p>1. Home Care VisitPelayanan farmasi modern yang tidak hanya di apotek namun juga sampai pada saat pasien berada di rumah.</p> <p>1. No Pharmacist No ServiceApotek Viva Generik berkomitmen pada pelayanan TATAP yaitu Tanpa Apoteker Tidak Ada Pelayanan. Hal ini yang dijadikan pedoman bahwa setiap pelanggan yang datang ke Apotek Viva Generik pasti akan dilayani oleh Apoteker dibantu oleh Asisten Apoteker. Tenaga farmasi yang melayani tentunya seperti yang sudah disebutkan di atas yaitu pasti tenaga yang telah berlisensi dan teregistrasi di Kementerian Kesehatan serta disertifikasi oleh IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) untuk Apoteker dan PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) untuk Asisten Apoteker.</p> <p>1. SOP PELAYANAN DI APOTEK</p> <p>PROSEDUR TETAPPENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DAN PERBEKALANKESEHATAN</p> <p>1. Memeriksa kesesuaiaan nama dan jumlah sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang tertera pada faktur, kondisi fisik serta tanggal kadaluarsa.1. Memberi paraf dan stempel pada faktur penerimaan barang.1. Menulis tanggal kadaluarsa sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan pada kartu stok.1. Menyimpan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan pada rak yang sesuai, secara alfabetis menurut bentuk sediaan dan memperhatikan sistem FIFO (first in first out) maupun FEFO (first expired first out).1. Memasukkan bahan baku obat ke dalam wadah yang sesuai, memberi etiket yang memuat nama obat, nomor batch dan tanggal kadaluarsa.1. Menyimpan bahan obat pada kondisi yang sesuai, layak dan menjamin stabilitasnya pada rak secara alfabetis.1. Mengisi kartu stok setiap penambahan dan pengambilan.1. Menjumlahkan setiap penerimaan dan pengeluaran pada akhir bulan.1. Menyimpan secara terpisah dan mendokumentasikan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang rusak/kadaluarsa untuk ditindaklanjuti.</p> <p>PENGELOLAAN RESEP</p> <p>1. Resep asli dikumpulkan berdasarkan tanggal yang sama dan diurutkan sesuai nomor resep.2. Resep yang berisi narkotika dipisahkan atau digaris bawah dengan tinta merah.3. Resep yang berisi psikotropika digaris bawah dengan tinta biru.4. Resep dibendel sesuai dengan kelompoknya.5. Bendel resep ditulis tanggal, bulan dan tahun yang mudah dibaca dan disimpan di tempat yang telah ditentukan6. Penyimpanan bendel resep dilakukan secara berurutan dan teratur sehingga memudahkan untuk penelusuran resep7. Resep yang diambil dari bendel pada saat penelusuran harus dikembalikan pada bendel semula tanpa merubah urutan8. Resep yang telah disimpan selama dari tiga tahun dapat dimusnahkan sesuai tata cara pemusna</p> <p>PELAYANAN RESEP</p> <p>A. Skrining Resep1. Melakukan pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan resep yaitu nama dokter, nomor ijin praktek, alamat, tanggal penulisan resep, tanda tangan atau paraf dokter serta nama, alamat, umur, jenis kelamin dan berat badan pasien.1. Melakukan pemeriksaan kesesuaian farmasetik yaitu: bentuk sediaan, dosis, frekuensi, kekuatan, stabilitas, inkompatibilitas, cara dan lama pemberian obat.1. Mengkaji aspek klinis yaitu : adanya alergi, efek samping, interaksi, kesesuaian (dosis, durasi, jumlah obat dan kondisi khusus lainnya).1. Membuatkan kartu pengobatan pasien (medication record).1. Mengkonsultasikan ke dokter tentang masalah resep apabila diperlukan</p> <p>B. Penyiapan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan1. Menyiapkan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan sesuai dengan permintaan pada resep1. Menghitung kesesuaian dosis dan tidak melebihi dosis maksimum.1. Mengambil obat dengan menggunakan sarung tangan / alat / spatula / sendok1. Menutup kembali wadah obat setelah pengambilan dan mengembalikan ke tempat semula. Meracik obat (timbang, campur, kemas)1. Mengencerkan sirup kering sesuai takaran dengan air yang layak minum1. Menyiapkan etiket (warna putih untuk obat dalam, warna biru untuk obat luar, dan etiket lainnya seperti label kocok dahulu untuk sediaan cair)1. Menulis nama dan cara pemakaian obat pada etiket sesuai dengan permintaan dalam resep.</p> <p>C. Penyerahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan1. Melakukan pemeriksaan akhir sebelum dilakukan penyerahan (kesesuaian antara penulisan etiket dengan resep)1. Memanggil nama dan nomor tunggu pasien1. Memeriksa ulang identitas dan alamat pasien1. Menyerahkan obat yang disertai pemberian informasi obat 1. Membuat salinan resep sesuai dengan resep asli dan diparaf oleh apoteker1. Menyimpan resep pada tempatnya dan mendokumentasikan</p> <p>PELAYANAN RESEP NARKOTIK</p> <p>A. Skrining resep1. Melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan...</p>