Click here to load reader

studi perencanaan sistem penyediaan air bersih di desa balerejo

  • View
    226

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of studi perencanaan sistem penyediaan air bersih di desa balerejo

  • STUDI PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH

    DI DESA BALEREJO KECAMATAN PANGGUNGREJO

    KABUPATEN BLITAR

    JURNAL

    Diajukan Sebagai Salah Satu Persyaratan Akhir

    Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik (ST.)

    Disusun oleh :

    AMILYA AYUNING TYAS

    NIM. 115060401111024-64

    KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    FAKULTAS TEKNIK

    JURUSAN TEKNIK PENGAIRAN

    MALANG

    2015

  • STUDI PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH

    DI DESA BALEREJO KECAMATAN PANGGUNGREJO

    KABUPATEN BLITAR

    Amilya Ayuning Tyas1, Ery Suhartanto

    2, Very Dermawan

    2

    1Mahasiswa Program Sarjana Teknik Jurusan Pengairan Universitas Brawijaya

    2Dosen Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

    Teknik Pengairan Universitas Brawijaya-Malang, Jawa Timur, Indonesia

    Jl. MT. Haryono 167 Malang 65145 Indonesia [email protected]

    ABSTRAK Kabupaten Blitar khususnya Kecamatan Panggungrejo pada saat musim kemarau sering mengalami

    kekeringan. Kecamatan Panggungrejo memiliki desa rawan air paling banyak sekitar 43% dari total desa yang

    ada. Tingkat pelayanan air minum yang dikelola swakelola masyarakat (PAMDES) masih sangat rendah yaitu

    37%, dengan kualitas pelayanan yang belum memadai baik kuantitas maupun kontinuitasnya.

    Kajian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air sumber sampai dengan tahun 2029 dan kondisi

    hidrolis yang ada. Simulasi jaringan pipa dilakukan dengan bantuan program WaterCAD V8 XM Edition.

    Besarnya kebutuhan air disesuaikan dengan permintaan daerah yang dilayani.

    Diketahui total debit yang tersedia di RD Balerejo II sebesar 4,0 liter/detik. Berdasarkan analisa hasil

    perhitungan diketahui bahwa besar total debit untuk bisa melayani 100% kebutuhan air rata-rata sebesar 2,74

    liter/detik untuk daerah pelayanan RD Balerejo II. Perhitungan dilakuakan dengan simulasi kondisi tidak

    permanen dengan kebutuhann air berubah sesuai dengan kebutuhan tiap jamnya.

    Berdasarkan hasil akhir simulasi, dengan menggunakan program WaterCAD V8 XM Edition, bahwa

    sistem jaringan pipa dapat berjalan dengan baik. Hal ini berdasarkan kondisi tekanan, kecepatan dan Headloss

    yang sudah sesuai dengan syarat perencanaan dan volume tandon yang mampu untuk memenuhi kebutuhan air

    bersih di daerah studi.

    Kata kunci: air bersih, jaringan pipa, jaringan perpipaan, simulasi program

    ABSTRACT Blitar regency especially in district Panggungrejo often experienced drought. in the dry season.

    Panggungrejo district has the highest number of water-prone villages which are about 43% of the total villages.

    The service of water supply managed by community or PAMDES is still very low, which is 37%, with an

    inadequate both of quality and continuity.

    This study aimed to determine the availability of water supply until 2029 and the hydraulic condition.

    Of it pipeline simulation carried out with the program WaterCAD V8 XM Edition. The amount of water

    demands was appropriate to the demand of the service area.

    It was given that the total discharge available in RD Balerejo II was 4,0 liters/sec. Based on the

    analysis of the calculation result, it is known that the total discharge required to fulfill 100% of water demands

    is 2,74 liter/sec for RD Balerejo II service area. The calculation was done by simulating an Extended Period

    Simulation (EPS) where it provided acceptable levels of service over a period hours based on the demands.

    Based on the result of the final simulation using the program WaterCAD V8 XM Edition, the pipeline

    operated well. The pressure conditions, velocity and Headloss were agree with the requirements of planning

    and reservoir volume was able to fulfill the water demands in the study area.

    Keywords: clean water, pipelines, piping, simulation program

  • 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

    Penyediaan air bersih untuk masyarakat

    mempunyai peranan yang sangat penting

    dalam meningkatkan kesehatan lingkungan

    atau masyarakat, yakni mempunyai peranan

    dalam menurunkan angka penderita penyakit,

    khususnya yang berhubungan dengan air, dan

    berperan dalam meningkatkan standar atau

    kualitas hidup masyarakat.

    Sampai saat ini penyediaan air bersih

    untuk masyarakatdi Indonesia masih di-

    hadapkan pada beberapa permasalahan yang

    cukup kompleks dan sampai saat ini masih

    belum dapat diatasi sepenuhnya. Salah satu

    masalah yang masih dihadapi sampai saat ini

    yakni masih rendahnya tingkat pelayanan air

    bersih untuk masyarakat.

    Dalam Studi Perencanaan Sistem Pe-

    nyediaan Air Bersih Untuk Desa Balerejo,

    Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Bli-

    tar, Kajiannya secara teknis merupakan

    suatu sistem jaringan yang melayani Desa

    Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kab-

    upaten Blitar.

    1.2. Identifikasi Masalah Secara geografis Kecamatan Panggung-

    rejo, Kabupaten Blitar terletak pada posisi

    111o 40 112

    o 10 Bujur Timur dan 7

    o 58 -

    8o 9 51 Lintang Selatan. Penduduk Desa

    Balerejo mengandalkan sumur dangkal yang

    pada saat musim kemarau selalu mengalami

    kekeringan, tetapi pada saat musim hujan,

    air didaerah ini masih dapat dikatakan cukup

    untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Namun, pendistribusiannya masih belum

    merata khususnya pada musim kemarau

    maka pengadaan penyediaan air minum di

    daerah ini sangat mendesak.

    Salah satu usaha untuk memenuhi

    kebutuhan air bersih di wilayah ini adalah

    dengan memanfaatakan kapasitas debit

    Sumber Air Balerejo II, yang menghasilkan

    debit air 4 liter/detik, yang secara posisi

    Sumber Air Balerejo II,terletak pada 8o

    1734,6S 112o 17 54,1E dan elevasi dari

    hasil Google Earth +277 m. Desa Balerejo

    yang berpenduduk sejumlah 1.218 Kepala

    Keluarga (KK), sedangkan jumlah penduduk

    di daerah yang mengalami kekeringan

    terparah, berada di Desa Balerejo II RT.04

    RW.02 berjumlah 47 Kepala Keluarga (KK).

    Sistem distribusi yang kurang memadai

    disebabkan oleh adanya perencanaan yang

    kurang memperhatikan peningkatan pola

    kebutuhan konsumen.

    Secara umum permasalahan pemenuhan

    kebutuhan baku untuk air minum di Desa

    Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kab-

    upaten Blitar adalah sebagai berikut:

    Penyebaran sumber air yang tidak merata dan sebagian sumber air berada

    pada elevasi di bawah daerah layanan

    dengan topografi daerah yang berbukit-

    bukit.

    Pemukiman penduduk umumnya ber-pecar-pencar dan terbatasnya sarana

    dan prasarana penyediaan air baku.

    Perencanaan sistem jaringan pipa pada

    studi ini dengan memanfaatkan salah

    satu reservoir distribusi (RD) dari salah

    satu sistem jaringan air baku Sumber

    Air Balerejo II.

    Analisa hidraulika yang dilakukan pada

    sistem jaringan pipa adalah pengaruh tinggi

    tekan hidraulik dan diameter pipa yang harus

    cukup untuk mengalirkan debit sesuai dengan

    yang dibutuhkan. Oleh karena elevasi sumber

    air pada perencanaan ini berada dibawah

    daerah layanan, maka diperlukan pompa

    untuk mengalirkan debit menuju daerah

    layanan.

    1.3. Tujuan Adapun tujuan dari pelaksanaan studi ini

    adalah untuk:

    1. Mengetahui debit kebutuhan air bersih di Desa Balerejo, Kecamatan

    Panggungrejo, Kabupaten Blitar.

    2. Memperoleh perencanaan jaringan distribiusi air bersih sampai tahun

    2029 dengan menerapkan model

    simulasi dengan bantuan program

    WaterCAD V8 XM Edition.

  • 3. Memperoleh kondisi hidrolis sistem jaringan distribusi air bersih untuk

    memenuhi kebutuhan di Desa Bale-

    rejo, Kecamatan Panggungrejo, Kab-

    upaten Blitar.

    2. KAJIAN PUSTAKA 2.1. Proyeksi Pertumbuhan Jumlah

    Penduduk

    Agar dapat menentukan kebutuhan air

    bersih pada masa mendatang perlu terlebih

    dahulu diperhatikan keadaan yang ada pada

    saat ini dan proyeksi jumlah penduduk di

    masa mendatang Metode yang digunakan

    untuk memproyeksikan jumlah penduduk di

    masa mendatang yaitu: (Muliakusumah,

    2000:115).

    1. Metode Eksponensial 2. Metode Geometrik 3. Metode Aritmatik

    2.2. Kebutuhan Air Bersih Kebutuhan air adalah jumlah air yang

    dipergunakan secara wajar untuk keperluan

    pokok mausia (domestik) dan kegiatan-

    kegiatan lainnya yang memerlukan air. Pada

    umumnya banyak diperlukan oleh masya-

    rakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Pemakaian air oleh masyarakat tidak

    terbatas pada keperluan domestik, namun

    untuk keperluan industri dan keperluan

    perkotaan. Besarnya pemakaian oleh masya-

    rakat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti

    tingkat hidup, pendidikan, tingkat ekonomi

    dan kondisi sosial. Dengan demikian, dalam

    perencanaan suatu sistem penyediaan air,

    kemungkinan penggunaan air dan variasinya

    haruslah diperhitungkan secermat mungkin

    (Linsley, 1996:91).

    Macam kebutuhan air bersih umumnya

    dibagi atas dua kelompok yaitu:

    1. Kebutuhan Domestik 2. Kebutuhan Non Domestik

    2.3. Analisis Hidrolika Pada Sistem Jaringan Pipa Air Bersih

    Air di dalam pipa selalu mengalir dari

    tempat yang memiliki tinggi energi lebih

    besar menuju tempat yang memiliki tinggi

    energi lebih kecil. Aliran tersebut memiliki

    tiga macam energi yang bekerja di d

Search related