of 83 /83
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user i STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN METODESTUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2010/2011 SKRIPSI Oleh: DWI ANJANI DYAH. S . NIM: K7407063 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE

  • Author
    buikiet

  • View
    231

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    i

    STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN

    METODESTUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

    DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

    SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KARTASURA

    TAHUN PELAJARAN 2010/2011

    SKRIPSI

    Oleh:

    DWI ANJANI DYAH. S .

    NIM: K7407063

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2011

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ii

    STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN

    METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

    DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

    SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KARTASURA

    TAHUN PELAJARAN 2010/2011

    Oleh:

    DWI ANJANI DYAH. S .

    NIM: K7407063

    Skripsi

    Ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan

    gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi

    Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

    Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2011

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    iii

    PERSETUJUAN

    Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    Surakarta, Juni 2011

    Pembimbing I

    Prof. Dr. Sigit Santosa, M.Pd.

    NIP: 19500930 197603 1 001

    Pembimbing II

    Sri Sumaryati S.Pd, M.Pd.

    NIP: 19691229 200501 2 001

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    iv

    REVISI

    Skripsi ini telah direvisi sesuai arahan dan anjuran Tim Penguji Skripsi

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan

    diterima untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

    Tim Penguji skripsi

    Nama Terang Tanda Tangan

    Ketua : Drs. Wahyu Adi, M.Pd ..

    Sekretaris : Drs. Sukirman, M.M ............

    Anggota I : Prof. Dr. Sigit Santosa, M.Pd ..........

    Anggota II : Sri Sumaryati S.Pd, M.Pd. ...........

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    v

    PENGESAHAN

    Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima

    untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan:

    Pada hari : Selasa

    Tanggal : 05 Juli 2011

    Tim Penguji skripsi

    Nama terang

    Ketua : Drs. Wahyu Adi, M.Pd ..

    Sekretaris : Drs. Sukirman, M.M ............

    Anggota I : Prof. Dr. Sigit Santosa, M.Pd ..........

    Anggota II : Sri Sumaryati S.Pd, M.Pd. ...........

    Disahkan Oleh

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Universitas Sebelas Maret

    Dekan,

    Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M. Pd

    NIP. 19600727 198702 1 001

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vi

    ABSTRAK

    Dwi Anjani Dyah. S. STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN METODE

    STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DITINJAU DARI

    PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1

    KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2010/2011, Skripsi. Surakarta: Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2011.

    Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui adanya perbedaan dalam pencapaian prestasi belajar siswa antara pembelajaran yang menggunakan metode Number Heads Together (NHT) dengan pembelajaran yang menggunakan metode

    Student Teams Achievement Division (STAD). (2) Untuk mengetahui prestasi belajar siswa yang lebih baik antara pembelajaran yang menggunakan metode Numbered

    Heads Together (NHT) dengan metode Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian

    Randomized Subjects Postest - Only Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kartasura Tahun Pelajaran 2010/2011, sebanyak 4 kelas.

    Sampel terdiri dari 3 kelas, kelas XI IPS II sebagai kelompok eksperimen I, kelas XI IPS 1 sebagai kelompok eksperimen II dan kelas XI IPS 4 sebagai kelompok kontrol yang dipilih secara random sampling, sedangkan kelas XI IPS 3 digunakan untuk uji

    instrumen penelitian. Data penelitian ini berupa prestasi belajar akuntansi siswa yang diperoleh dari

    tes obyektif yang berbentuk pilihan ganda. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas metode Liliefors yang digunakan untuk menguji keadaan distribusi sampel, uji homogenitas dengan metode Bartlett. Uji hipotesis

    menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Terdapat perbedaan dalam pencapaian

    prestasi belajar siswa antara pembelajaran yang menggunakan metode Number Heads Together (NHT) dengan pembelajaran yang menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD). Hasil ini diperoleh berdasarkan perolehan

    rata-rata nilai kelompok eksperimen I yang menggunakan metode Number Heads Together (NHT) sebesar 82,7442, sedangkan kelompok eksperimen II yang

    menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD) diperoleh rata-rata nilai sebesar 77,5455, jadi ada perbedaan dalam pencapaian prestasi belajar siswa yang menggunakan metode NHT dengan yang menggunakan metode STAD,

    sehingga H1 dalam penelitian ini telah terbukti. (2) Prestasi belajar siswa kelompok ekperimen I yang menggunakan metode Numbered Heads Together (NHT) lebih

    baik daripada kelompok eksperimen II yang menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD) dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji t diperoleh harga (thitung > ttabel = 2,2100 > 1,67) dan (thitung > ttabel = 4,1155 > 1,67) dengan = 5%, dan pencapaian prestasi belajar siswa kelompok ekperimen II yang menggunakan metode Student Teams Achievement Division

    (STAD) lebih tinggi daripada kelompok kontrol, diperoleh harga (thitung > ttabel =

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vii

    1,7368 > 1,67) dengan = 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa pencapaian prestasi belajar siswa yang menggunakan metode Numbered Heads Together (NHT) lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar siswa yang menggunakan metode

    Student Teams Achievement Division (STAD), sehingga H2 dalam penelitian ini telah terbukti.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    viii

    ABSTRACT

    Dwi Anjani Dyah. S. A COMPARATIVE STUDY OF NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) METHOD AND STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT

    DIVISION (STAD) METHOD OF COOPERATIVE LEARNING VIEWED

    FROM THE ACCOUNTING LEARNING ACHIEVEMENT OF XI

    GRADERS OF SMA NEGERI 1 KARTASURA IN THE SCHOOL YEAR OF

    2010/2011. Thesis. Surakarta. Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University, Surakarta, July 2011.

    The objectives of research are (1) to find out whether or not there is

    difference of accounting learning achievement between the students taught using Number Heads Together (NHT) method and those taught using Student Teams

    Achievement Division (STAD) method, and (2) to find out which one is the better student learning achievement between learning with Number Heads Together (NHT) method or that with Student Teams Achievement Division (STAD) method.

    This study employed an experimental method with randomized subjects posttest-only design. The population of research was the XI graders of SMA Negeri

    1 Kartasura in the school year of 2010/2011, consisting of 4 classes. The sample consisted of 3 classes: class XI IPS II as the experiment group I, class XI IPS 1 as the experiment group II and XI IPS 4 as the control group selected using random

    sampling technique, while class IPS 3 was used as the research instrument test. The data of research contains the student accounting learning achievement

    obtained from the multiple choice objective test. The data analysis in this research was done using normality test with Liliefors method used to examine the condition of sample distribution, homogeneity with Bartlett method. The hypothesis test was

    done using t-test to find out the difference of learning achievement. The result of research shows that (1) there is a difference of accounting

    learning achievement between the students taught using Number Heads Together (NHT) method and those taught using Student Teams Achievement Division (STAD) method. The result is obtained based on the mean value obtained by the experiment

    group I using Number Heads Together (NHT) method of 82.7442, while the experiment group II using Student Teams Achievement Division (STAD) method

    obtains the mean value of 77.5455, so there is a difference of learning achievement between the students taught using Number Heads Together (NHT) method and those taught using Student Teams Achievement Division (STAD) method, thus H1 in this

    research is supported. (2) The student learning achievement of experiment group I using Number Heads Together (NHT) method is better than that of experiment group

    II using Student Teams Achievement Division (STAD) method and control group. Based on the result of data analysis using t-test, the values (tstatistic > ttable = 2.2100 > 1.67) and (tstatistic > ttable = 4.1155> 1.67) are obtained with = 5%, and the student

    learning achievement of experiment group II using Student Teams Achievement Division (STAD) method is higher than that of control group, the value (tstatistic > ttable

    = 1.7368 > 1.67) is obtained with = 5%, so that it can be concluded that the student learning achievement using Numbered Heads Together (NHT) is better than that using Student Teams Achievement Division (STAD), so that H2 in this research is

    supported.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ix

    MOTTO

    Sesungguhnya setiap kesulitan itu ada kemudahan

    ( Q.S Al Insyiroh: 6)

    Perjuangan ini mengajarkanku pada makna sebuah usaha, kesabaran dan keikhlasan

    untuk merealisasikan mimpi menjadi keberhasilan yang nyata.

    (Penulis)

    Berawal dari mimpi sebuah cita-cita terangkai, berbekal semangat, usaha dan doa

    kesuksesan akan tercapai

    (Penulis)

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    x

    PERSEMBAHAN

    Skripsi ini kupersembahkan kepada:

    Ibu dan Bapakku

    Doa dan kasih sayangnya senantiasa bisa membangkitkan semangatku untuk

    menggapai angan dan cita-citaku.

    Mas Jun dan dek Difa

    Bersamamu bisa memotivasiku untuk terus melanjutkan perjuangan ini.

    Pak Sigit dan Bu Mar

    Bimbingan dan motivasinya memacuku untuk menyelesaikan skripsi ini.

    Nero (Dian, Dyah, Dessy, Erlin), Nurul, Arni, Atta, Lita, Sapto, Edi,

    Derin, Agnes, Devina, Rohmad, Trahari, Eri, Samsul, Ilmi.

    Keberadaanmu selalu membuat hari-hariku menjadi tak biasa serta

    menjadi penyemangat dalam keputusasaanku.

    Sahabat-sahabat CAKA07

    Canda tawa dan dukungan kalian selalu hadir di saat aku jenuh dan hampir

    menyerah dengan keadaan.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xi

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang memberi

    kenikmatan dan karunia-Nya, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik

    oleh peneliti untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan gelar Sarjana

    Pendidikan. Selama pembuatan skripsi ini, tidak terlepas dari bantuan dan dukungan

    dari berbagai pihak. Untuk itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada:

    1. Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan

    Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    2. Drs. Saiful Bachri, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan

    Sosial yang telah memberikan ijin penulisan skripsi ini.

    3. Drs. Wahyu Adi, M.Pd., selaku Ketua Bidang Keahlian Khusus Pendidikan

    Akuntansi yang telah memberikan bimbingan, pengarahan dengan bijaksana.

    4. Prof. Dr. Sigit Santosa, M.Pd., selaku Pembimbing I yang telah memberikan

    arahan, bimbingan dan motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan

    baik.

    5. Sri Sumaryati, S.Pd. M.Pd. selaku Pembimbing II yang telah memberikan

    dukungan, semangat, dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.

    6. Bapak dan Ibu dosen Bidang Keahlian Khusus Akuntansi yang dengan tulus

    memberikan ilmu dan masukan-masukan dalam penyusunan skipsi ini.

    7. Drs. H. Widodo, MM, selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kartasura dan Dra.

    Sri Padmiyati selaku guru pamong, beserta seluruh keluarga besar SMA Negeri 1

    Kartasura yang telah banyak memberikan bantuan bagi peneliti dalam

    penyusunan skripsi ini.

    8. Ibu dan Bapak tercinta, yang selalu memberikan semangat, kasih sayang serta

    doa dan dukungan yang tak henti-hentinya mengiringi peneliti hingga dapat

    menyelesaikan skripsi ini.

    9. Teman-teman dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu

    yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xii

    Peneliti menyadari dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna.

    Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sanagat peneliti harapkan.

    Akhirnya peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah

    wawasan bagi para pembaca.

    Surakarta, Juni 2011

    Peneliti

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xiii

    DAFTAR ISI

    JUDUL ............................................................................................................. i

    PENGAJUAN SKRIPSI ................................................................................ ii

    PERSETUJUAN ............................................................................................ iii

    REVISI ........................................................................................................... iv

    PENGESAHAN ............................................................................................. v

    ABSTRAK ...................................................................................................... vi

    ABSTRACT ................................................................................................... viii

    MOTTO .......................................................................................................... ix

    PERSEMBAHAN .......................................................................................... x

    KATA PENGANTAR ................................................................................... xi

    DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii

    DAFTAR TABEL .......................................................................................... xvii

    DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xviii

    DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xix

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1

    B. Identifikasi Masalah ................................................................... 5

    C. Pembatasan Masalah .................................................................... 5

    D. Perumusan Masalah ..................................................................... 6

    E. Tujuan Penelitian ........................................................................ 6

    F. Manfaat Penelitian ...................................................................... 7

    BAB II LANDASAN TEORI

    A. Tinjauan Pustaka

    1. Belajar dan Pembelajaran ..................................................... 9

    a. Pengertian Belajar dan Pembelajaran ............................. 9

    b. Tujuan Belajar dan Pembelajaran ................................... 10

    c. Komponen dan Unsur-Unsur Dinamis dalam Belajar

    dan Pembelajaran ............................................................... 11

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xiv

    d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siswa Untuk Belajar.. 11

    2. Pembelajaran Kooperatif........................................................ 13

    a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif ............................... 13

    b. Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif ........................... 14

    c. Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif .................................. 15

    d. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif ................... 16

    e. Macam-Macam Metode dalam Pembelajarn Kooperatif . 16

    3. Metode Numbered Heads Together (NHT) ........................... 17

    a. Pengertian Metode Numbered Heads Together (NHT) .. 17

    b. Kelebihan dan Kelemahan Metode Numbered Heads

    Together (NHT) ............................................................. 18

    c. Langkah-Langkah Metode Numbered Heads Together

    (NHT) ............................................................................... 19

    4. Metode Student Teams Achievement Division (STAD)......... 20

    a. Pengertian Metode Student Teams Achievement Division

    (STAD) ............................................................................ 20

    b. Kelebihan dan Kelemahan Metode Student Teams

    Achievement Division (STAD) ........................................ 21

    c. Langkah-Langkah Metode Student Teams Achievement

    Division (STAD) ............................................................. 21

    5. Prestasi Belajar Akuntansi ................................................... 24

    a. Pengertian Prestasi Belajar .............................................. 24

    b. Fungsi Prestasi Belajar .................................................... 24

    c. Prestasi Mata Pelajaran Akuntansi .................................. 25

    B. Hasil Penelitian yang Relevan ...................................................... 28

    C. Kerangka Berpikir ....................................................................... 29

    D. Hipotesis ...................................................................................... 31

    BAB III METODE PENELITIAN

    A. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................... 32

    1. Tempat Penelitian ................................................................... 32

    2. Waktu Penelitian .................................................................... 32

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xv

    B. Populasi dan Sampel .................................................................... 33

    1. Populasi Penelitian ................................................................. 33

    2. Sampel Penelitian ................................................................... 33

    3. Teknik Pengambilan Sampel ................................................. 33

    C. Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 33

    1. Sumber Data .......................................................................... 33

    2. Variabel Penelitian ................................................................. 34

    3. Instrumen Penelitian ............................................................... 34

    D. Rancangan Penelitian.................................................................... 39

    E. Teknik Analisis Data .................................................................... 40

    1. Uji Prasyarat Analisis ............................................................. 40

    2. Uji Hipotesis ........................................................................... 42

    BAB IV HASIL PENELITIAAN

    A. Deskripsi Data .............................................................................. 44

    1. Deskripsi Data Umum ............................................................ 44

    a. Sejarah Berdirinya SMA Negeri 1 Kartasura ................... 44

    b. Visi, Misi dan Tujuan ...................................................... 45

    c. Struktur Organisasi .......................................................... 45

    d. Kurikulum ........................................................................ 47

    e. Sarana dan Prasarana ....................................................... 47

    f. Data Siswa ........................................................................ 47

    2. Deskripsi Data Khusus .......................................................... 48

    a. Kelompok Eksperimen I .................................................. 49

    b. Kelompok Eksperimen II ................................................. 50

    c. Kelompok Kontrol ........................................................... 51

    B. Pengujian Prasyarat Analisis......................................................... 52

    1. Uji Normalitas ....................................................................... 52

    2. Uji Homogenitas .................................................................... 53

    C. Hasil Pengujian Hipotesis............................................................. 53

    1. Hasil Uji t ............................................................................... 53

    2. Pembahasan ............................................................................ 54

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xvi

    BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

    A. Simpulan ............................................................................................. 58

    B. Implikasi ............................................................................................. 58

    C. Saran ................................................................................................... 59

    DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 61

    LAMPIRAN .................................................................................................... 63

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xvii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1. Fase-Fase Pembelajaran Kooperatif ... 16

    Tabel 2. Perhitungan Skor Perkembangan 22

    Tabel 3. Tingkat Penghargaan Kelompok 22

    Tabel 4. Fase-Fase Pembelajaran dengan Metode STAD 23

    Tabel 5. Jadwal Pelaksanaan Penyusunan Skripsi 32

    Tabel 6. Rangkuman Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian 36

    Tabel 7. Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian 37

    Tabel 8. Rangkuman Hasil Uji Taraf Kesukaran Suatu Item .. 37

    Tabel 9. Rangkuman Hasil Uji Taraf Pembeda Suatu Item . 38

    Tabel 10. Rancangan Penelitian Randomized Subject PosttestOnly Design 40

    Tabel 11. Data Jumlah Siswa SMA Negeri 1 Kartasura Beserta Wali Kelasnya ..48

    Tabel 12. Distribusi Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Akuntansi Kelompok

    Eksperimen I 49

    Tabel 13. Distribusi Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Akuntansi Kelompok

    Eksperimen II . 50

    Tabel 14. Distribusi Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Akuntansi Kelompok

    Kontrol 51

    Tabel 15. Rata-Rata Nilai Prestasi Belajar Akuntansi .. 52

    Tabel 16. Data Hasil Uji Normalitas Prestasi Belajar Siswa 53

    Tabel 17. Data Hasil Uji Honogenitas Nilai Posttest Prestasi Belajar Akuntansi.. 53

    Tabel 18. Data Hasil Uji t Prestasi Belajar Akuntansi .. 54

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xviii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Siklus Akuntansi .. 26

    Gambar 2. Skema Kerangka Berpikir Tentang Penerapan Metode NHT dan

    Metode STAD . 31

    Gambar 3. Struktur Organisasi Sekolah . 46

    Gambar 4. Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Akuntansi

    Siswa Kelompok Eksperimen I .... 50

    Gambar 5. Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Akuntansi

    Siswa Kelompok Eksperimen II ... 51

    Gambar 6. Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Prestasi Belajar Akuntansi

    Siswa Kelompok Kontrol .......... 52

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xix

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1. Daftar Siswa Kelompok Eksperimen I . 63

    Lampiran 2. Daftar Siswa Kelompok Eksperimen II 64

    Lampiran 3. Daftar Siswa Kelompok Kontrol .. 65

    Lampiran 4. Daftar Siswa Try Out (Uji Soal) .... 66

    Lampiran 5. Daftar Kelompok Diskusi Kelompok Eksperimen I . 67

    Lampiran 6. Daftar Kelompok Diskusi Kelompok Eksperimen II 68

    Lampiran 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Eksperimen I . 69

    Lampiran 8. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Eksperimen II 73

    Lampiran 9. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelompok Kontrol . 77

    Lampiran 10. Materi Pembelajaran Akuntansi 81

    Lampiran 11. Soal Latihan .. 86

    Lampiran 12. Jawaban Latihan Soal .. 87

    Lampiran 13. Soal-Soal Posttest 88

    Lampiran 14. Kunci Jawaban Soal Posttest .. 95

    Lampiran 15. Uji Validitas, Reliabilitas, Taraf Kesukaran dan Taraf Pembeda

    Soal . 96

    Lampiran 16. Contoh Perhitungan Uji Validitas Instrumen . 99

    Lampiran 17. Contoh Perhitungan Uji Reliabilitas Instrumen . 100

    Lampiran 18. Contoh Perhitungan Taraf Kesukaran Suatu Item . 101

    Lampiran 19. Contoh Perhitungan Taraf Pembeda Suatu Item 102

    Lampiran 20. Data Kemampuan Awal Siswa .. 103

    Lampiran 21. Daftar Nilai Posstest Siswa 104

    Lampiran 22. Uji Normalitas Kelompok Eksperimen I 105

    Lampiran 23. Uji Normalitas Kelompok Eksperimen II .. 107

    Lampiran 24. Uji Normalitas Kelompok Kontrol 109

    Lampiran 25. Uji Homogenitas 111

    Lampiran 26. Uji t Prestasi Belajar Antara Kelompok Eksperimen I dengan

    Kelompok Eksperimen II . 112

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xx

    Lampiran 27. Uji t Prestasi Belajar Antara Kelompok Eksperimen I dengan

    Kelompok Kontrol . 113

    Lampiran 28. Uji t Prestasi Belajar Antara Kelompok Eksperimen II dengan

    Kelompok Kontrol .. 114

    Lampiran 29. Skor Perkembangan Nilai STAD .. 115

    Lampiran 30. Daftar Tabel F ... 118

    Lampiran 31. Harga Kritik Chi Kuadrat . 119

    Lampiran 32. Nilai Kritik Uji Lilliefors . 120

    Lampiran 33. Foto Kegiatan Penelitian .. 121

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xxi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam menghadapi era

    globalisasi yang semakin pesat dan bagi kelangsungan hidup suatu bangsa, karena

    pendidikan merupakan pondasi untuk terciptanya generasi muda yang berkualitas.

    Dengan adanya sumberdaya manusia yang berkualitas dapat menunjang

    perkembangan dan kemajuan kehidupan suatu bangsa. Dalam Undang-Undang No.

    20 Tahun 2003 (Sisdiknas, Pasal 3) yang memuat tentang fungsi dan tujuan

    pendidikan nasional adalah sebagai berikut:

    Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk

    watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

    berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, dalam tatanan mikro pendidikan

    harus mampu menghasilkan SDM berkualitas dan professional sesuai dengan tujuan

    pendidikan yang tercantum dalam Sisdiknas Pasal 3 di atas, termasuk di dalamnya

    kebutuhan dunia kerja dan respons terhadap terhadap perubahan masyarakat

    setempat. Dengan demikian, pendidikan harus mampu menciptakan lulusan yang

    mampu berpikir global serta dilandasi oleh akhlak yang mulia. (Mulyasa, 2007: 4).

    Pembaharuan pendidikan harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas

    pendidikan nasional. Dalam hal ini, kualitas pendidikan dipengaruhi oleh seluruh

    komponen pendidikan seperti peningkatan kualitas tenaga pendidik (guru),

    kurikulum yang disempurnakan, sumber belajar, sarana dan prasarana yang

    memadai, suasana belajar yang kondusif, serta didukung oleh kebijakan pemerintah

    pusat dan daerah. Namun demikian, guru merupakan komponen yang paling

    menentukan dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan karena guru yang

    berinteraksi langsung dengan peserta didiknya sehingga guru yang lebih mengetahui

    perubahannya.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    2

    Proses pembelajaran juga harus diperhatikan kualitasnya, yang mana

    merupakan kegiatan utama yang dilakukan di sekolah sebagai penentu keberhasilan

    untuk tercapainya tujuan pendidikan. Siswa yang mengikuti pembelajaran

    diharapkan mengalami perubahan baik dalam ilmu pengetahuan maupun

    perilakunya. Dengan perubahan yang lebih baik dapat mempengaruhi prestasi belajar

    siswa di sekolah, yang mana prestasi belajar merupakan alat ukur untuk mengukur

    sejauh mana siswa dapat memahami materi yang disampaikan guru dalam proses

    pembelajaran.

    Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya

    adalah guru. Dalam hal ini guru dipandang sebagai faktor kunci dalam keberhasilan

    pembelajaran, karena guru setiap hari berinteraksi secara langsung dengan peserta

    didiknya dalam proses belajar mengajar. Guru memiliki kemampuan dalam proses

    pembelajaran yang berkaitan erat dengan kemampuannya dalam memilih model

    pembelajaran yang dapat memberi keefektivitasan pembelajaran kepada siswa.

    Sehingga siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, minat terhadap pembelajaran

    guru, dan berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal.

    Strategi guru dalam memilih model pembelajaran yang akan diterapkan

    sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran tersebut.

    Seorang guru harus mampu menggunakan model-model pembelajaran dalam

    mengajar. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan efisiensi

    dan efektifitas dalam proses belajar mengajar, karena dengan banyaknya model

    pembelajaran yang ada, seorang guru dituntut dapat memilih model yang tepat dan

    sesuai dengan kemampuan guru serta siswanya, karena sebenarnya tidak ada model

    pembelajaran yang paling baik, setiap model memiliki spesifikasi masing-masing.

    Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti sebelum melakukan

    penelitian, SMA Negeri 1 Kartasura merupakan salah satu sekolah negeri yang

    mempunyai input atau masukan siswa-siswa yang memiliki kemampuan dan daya

    tangkap terhadap materi yang disampaikan sangat bervariasi, sehingga prestasi

    belajar yang mampu dicapai masing-masing siswa juga beranekaragam. Salah satu

    mata pelajaran yang diberikan kepada siswa kelas XI program IPS (Ilmu

    Pengetahuan Sosial) adalah mata pelajaran Akuntansi. Siswa wajib mengikuti setiap

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    3

    pembelajaran akuntansi dan diharapkan dapat memahami dan menguasai setiap

    materi yang disampaikan oleh guru. Mata pelajaran akuntansi sangat berkaitan erat

    dengan kemampuan berpikir logika dan nalar seseorang. Namun, masih banyak

    siswa yang kurang paham terhadap pembelajaran akuntansi karena siswa cenderung

    pasif dalam setiap proses pembelajaran yang dilakukan dan hanya semata-mata

    mendengarkan apa yang dikatakan gurunya tanpa adanya timbal balik dari siswa.

    Tingkat penguasaan materi yang rendah akan mempersulit siswa dalam

    mencapai prestasi belajar yang maksimal, karena akuntansi selain harus menguasai

    teori-teorinya juga harus sering melakukan praktik-praktik mengerjakan soal, jadi

    siswa juga harus ikut berperan aktif demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah

    direncanakan. Kurang maksimalnya prestasi belajar yang dicapai siswa tidak hanya

    disebabkan oleh perbedaan kemampuan dan daya tangkap yang di miliki masing-

    masing siswa, tetapi juga karena minimya minat belajar dari siswa itu sendiri. Hal ini

    dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik yang muncul dari dalam diri siswa

    maupun lingkungan eksternalnya. Misalnya siswa cenderung bosan mengikuti

    kegiatan pembelajaran karena keadaan kelas yang kurang kondusif ataupun siswa

    bosan terhadap pola pembelajaran yang selama ini diterapkan oleh guru.

    Guru dalam melaksanakan pembelajaran akuntansi masih menggunakan

    model pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah, tanya jawab dan

    pemberian tugas. Meskipun model pembelajaran konvensional saat ini masih bisa

    diterapkan dalam pembelajaran akuntansi, tapi sebaiknya guru memberikan variasi-

    variasi dengan berbagai metode pembelajaran yang baru untuk mengurangi tingkat

    kejenuhan siswa dalam mengikuti pembelajaran akuntansi sehingga diharapkan dapat

    memotivasi siswa untuk lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran akuntansi

    dan akhirnya prestasi belajar akuntansi pun juga akan meningkat.

    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti ingin mencoba memberikan

    variasi model pembelajaran baru yang belum pernah diterapkan oleh guru dalam

    pembelajaran akuntansi. Model pembelajaran yang akan diterapkan pada siswa XI

    IPS khususnya mata pelajaran akuntansi adalah dengan model pembelajaran

    kooperatif. Pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) merupakan sistem

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    4

    pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan

    sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Pembelajaran kooperatif lebih

    dikenal dengan pembelajaran secara berkelompok. Pada pembelajaran kooperatif

    siswa dituntut dapat bekerjasama dengan teman-teman kelompoknya untuk

    menyelesaikan permasalahan-permasalahan atau kasus yang diberikan oleh guru.

    Jadi, siswa mampu berfikir sendiri dalam memecahkan setiap masalah dan tidak

    hanya terpusat pada guru.

    Pembelajaran kooperatif memiliki bermacam-macam metode, diantaranya

    adalah Numbered Heads Together (NHT) dan Student Teams Achievement Division

    (STAD). Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran

    kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk

    mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan

    penguasaan akademik. Metode NHT ini dikembangkan oleh Spencer Kagan dengan

    melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran

    dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Sedangkan pada

    pembelajaran kooperatif dengan metode STAD (Student Teams Achievement

    Divisions) merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling

    sederhana untuk diterapkan pada kegiatan belajar mengajar bagi guru yang baru akan

    menggunakan pendekatan kooperatif.

    Dalam STAD para siswa dibagi dalam tim belajar yang terdiri dari atas empat orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar

    belakang etniknya. Guru menyampaikan pelajaran, lalu siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan mereka bahwa semua anggota tim telah

    menguasai pelajaran. Selanjutnya, semua siswa mengerjakan kuis mengenai materi secara sendiri-sendiri, dimana saat itu mereka tidak diperbolehkan untuk saling membantu. (Slavin, 2010: 11)

    Dalam pelaksanaannya, metode NHT dan STAD menuntut siswa untuk

    berperan aktif dalam pembelajaran akuntansi yaitu dengan ikut aktif berdiskusi,

    menyampaikan pendapatnya, bertanya, menghargai perbedaan pendapat dan

    mengajarkan kepada siswa untuk bisa bekerjasama dalam kelompok. Jadi, siswa

    yang paling berperan aktif dalam pembelajaran akuntansi dan guru hanya sebagai

    fasilitator. Dengan penerapan metode ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh

    kesiapan masing-masing siswa dalam menyampaikan hasil diskusi kelompoknya.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    5

    Namun, pada pembelajaran dengan metode NHT siswa yang bertugas

    menyampaikan hasil diskusi dari kelompoknya akan dipilih secara acak oleh guru

    berdasarkan nomor yang dimilikinya. Semua anggota kelompok mempunyai peluang

    yang sama untuk menjadi wakil dari kelompoknya dalam menyampaikan hasil

    diskusinya, jadi setiap anggota kelompok harus benar-benar paham hasil diskusi

    kelompoknya.

    Berdasarkan pemaparan masalah diatas, peneliti bermaksud untuk

    mengadakan penelitian untuk menguji pencapaian prestasi belajar siswa yang lebih

    baik antara menggunakan metode NHT dibandingkan dengan metode STAD yang

    akan diterapkan oleh guru dalam pembelajaran akuntansi sebagai alternatif

    penggunaan metode pembelajaran. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri

    1 Kartasura tahun pelajaran 2010/2011 dengan judul: Studi Komparasi Pembelajaran

    Kooperatif Metode Numbered Heads Together (NHT) dengan Metode Student

    Teams Achievement Division (STAD) Ditinjau Dari Prestasi Belajar Akuntansi

    Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kartasura Tahun Pelajaran 2010/2011.

    B. Identifikasi Masalah

    Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, dapat

    diidentifkasi permasalahan sebagai berikut:

    1. Mengapa prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Kartasura kurang

    maksimal?

    2. Mengapa dalam pembelajaran akuntansi siswa cenderung pasif?

    3. Apakah diperlukan suatu pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan

    prestasi belajar siswa?

    4. Apakah terdapat perbedaan dalam pencapaian prestasi belajar siswa antara

    pembelajaran yang menggunakan metode Number Heads Together (NHT)

    dengan pembelajaran yang menggunakan metode Student Teams

    Achievement Division (STAD)?

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    6

    C. Pembatasan Masalah

    Berdasarkan identifikasi masalah diatas, diperlukan pembatasan masalah

    supaya penelitian ini lebih terfokus dan terarah. Masalah dalam penelitian ini dibatasi

    pada:

    1. Subyek Penelitian

    Subyek penelitian ini dibatasi pada siswa kelas XI IPS semester 2 SMA

    Negeri 1 Kartasura Tahun Pelajaran 2010/2011.

    2. Obyek Penelitian

    a. Metode Pembelajaran

    1) Metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) pada kelas

    eksperimen I.

    2) Metode pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD)

    pada kelas eksperimen II.

    b. Prestasi Belajar

    Prestasi belajar siswa dibatasi pada nilai kognitif yang diperoleh siswa

    dari hasil post test.

    c. Materi Pokok

    Materi pokok dalam penelitian ini adalah Jurnal Penyesuaian.

    D. Perumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan

    masalah tersebut dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

    1. Apakah terdapat perbedaan dalam pencapaian prestasi belajar siswa antara

    pembelajaran yang menggunakan metode Number Heads Together (NHT)

    dengan pembelajaran yang menggunakan metode Student Teams

    Achievement Division (STAD)?

    2. Apakah prestasi belajar siswa yang menggunakan metode Numbered Heads

    Together (NHT) lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar siswa yang

    menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD)?

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    7

    E. Tujuan Penelitian

    Berdasarkan perumusan masalah yang telah di kemukakan di atas, maka

    tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

    1. Untuk mengetahui adanya perbedaan dalam pencapaian prestasi belajar siswa

    antara pembelajaran yang menggunakan metode Number Heads Together

    (NHT) dengan pembelajaran yang menggunakan metode Student Teams

    Achievement Division (STAD).

    2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa yang lebih baik antara pembelajaran

    yang menggunakan metode Numbered Heads Together (NHT ) dengan metode

    Student Teams Achievement Division (STAD).

    F. Manfaat Penelitian

    Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk memberikan:

    1. Manfaat Teoretis

    Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi

    mengenai metode pembelajaran yang tepat untuk pencapaian prestasi belajar

    siswa yang lebih baik antara pembelajaran yang menggunakan metode

    Numbered Heads Together (NHT ) dengan metode Student Teams

    Achievement Division (STAD).

    2. Manfaat Praktis

    a. Bagi Siswa

    Memberikan variasi belajar kepada siswa untuk menghindari

    kejenuhan dan memberikan kemudahan kepada siswa dalam mengikuti

    pembelajaran akuntansi serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk

    lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa lebih

    mandiri dan tidak hanya berpusat pada guru.

    b. Bagi Guru

    Memberikan masukan bagi guru yang berupa alternatif pilihan metode

    pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa

    dalam kegiatan belajar mengajar.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    8

    c. Bagi Peneliti

    Untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dari

    proses perkuliahan khususnya yang berkaitan dengan akuntansi, serta untuk

    membekali peneliti sebagai calon guru yang nantinya akan menentukan

    model pembelajaran yang tepat bagi siswanya.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    9

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Tinjauan Pustaka

    1. Belajar dan Pembelajaran

    a. Pengertian Belajar dan Pembelajaran

    Menurut Slameto (1995: 2) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan

    seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara

    keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan

    lingkungannya. Skinner dalam Dimyati dan Mudjiono (1999: 9), menyatakan bahwa

    belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responnya menjadi

    lebih baik. Sebaliknya, bila ia tidak belajar maka responnya menurun. Menurut Gino,

    Suwarni, Suripto, Maryanto dan Sutijan (1999: 6), belajar merupakan suatu

    kegiatan yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku, baik potensial maupun

    aktual. Jadi, dengan belajar akan membawa perubahan yang positif bagi pebelajar.

    Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar

    merupakan suatu proses atau kegiatan yang dapat mengubah pola perilaku peserta

    didik kearah yang lebih baik, yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku, baik

    potensial maupun aktual.

    Untuk mendukung peserta didik dalam belajar, maka perlu diadakan kegiatan

    belajar yang sudah terencana atau lebih dikenal dengan pembelajaran. Menurut Gino

    et al, (1999: 32), pembelajaran merupakan usaha sadar dan disengaja oleh guru untuk

    membuat siswa belajar dengan jalan mengaktifkan faktor intern dan dan faktor

    ekstern dalam kegiatan belajar mengajar.. Proses pembelajaran pada hakikatnya

    untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik melalui berbagai

    interaksi dan pengalaman belajar.

    Berdasarkan pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar dan

    pembelajaran sangat erat hubungannya dalam mengusahakan perubahan yang positif

    bagi peserta didik baik dalam lingkup akademik maupun perubahan tingkah laku

    yang prosesnya melibatkan berbagai komponen yaitu tujuan, materi, metode atau

    strategi, media, serta evaluasi.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    10

    b. Tujuan Belajar dan Pembelajaran

    Kegiatan belajar dan pembelajaran dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah

    ditetapkan. Tujuan belajar merupakan komponen sistem pembelajaran yang sangat

    penting, karena semua komponen dalam sistem pembelajaran dilaksanakan atas dasar

    pencapaian tujuan belajar, sehingga program-program belajar dapat berjalan secara

    terprogram dan terarah.

    Tujuan belajar menurut Bloom dalam Gino et al (1999: 19) dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kognitif, psikomotor dan afektif.

    1) Ranah kognitif, meliputi enam tingkatan yaitu: a) Pengetahuan (Knowledge) b) Pemahaman (Comprehension)

    c) Penerapan (Aplication) d) Analisis (Analysis)

    e) Sintesis (Synthesis) f) Evaluasi (Evaluation)

    2) Ranah afektif/sikap

    a) Kemampuan menerima (Receiving) b) Kemampuan menanggapi (Responding)

    c) Berkeyakinan (Valuing) d) Penerapan kerja (Organization) e) Ketelitian (Correcterzation by value)

    3) Ranah psikomotor a) Gerak tubuh (Body movement)

    b) Koordinasi gerak (Finaly coordinated movement) c) Komunikasi non verbal (Non verbal communication) d) Perilaku bicara (Speech behaviours)

    Tujuan pembelajaran merupakan apa yang ingin dicapai oleh guru dan

    siswanya pada akhir suatu pembelajaran. Jadi, tujuan pembelajaran merupakan hasil

    akhir dari proses pembelajaran. Menurut Djiwandono dalam Gino et al (1999: 40),

    ada dua tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran, yaitu Tujuan Instruksional

    Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). TIU menggariskan hasil-hasil

    di bidang studi yang seharusnya dicapai oleh siswa, sedangkan TIK merupakan

    penjabaran yang lebih konkrit dari suatu TIU menyangkut satu pokok bahasan atau

    topik pelajaran tertentu.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    11

    c. Komponen dan Unsur-Unsur Dinamis dalam Belajar dan Pembelajaran

    Untuk mencapai tujuan dari pembelajaran, kegiatan pembelajaran melibatkan

    beberapa komponen yang mendukung, antara lain sebagai berikut:

    1) Siswa, merupakan seseorang yang bertindak sebagai pencari, penerima dan

    penyimpan setiap isi pelajaran yang disampaikan untuk mencapai tujuan dari

    pembelajaran.

    2) Guru, merupakan seseorang yang bertindak sebagai pendidik yang

    memberikan pengajaran kepada anak didiknya serta sebagai pengelola dalam

    pembelajaran agar dapat terlaksana dengan efektif.

    3) Tujuan, pernyataan tentang sesuatu yang diinginkan setelah terjadinya

    pembelajaran yang bisa menjadikan pedoman dalam proses pembelajaran.

    4) Bahan Ajar, adalah informasi atau materi yang berupa konsep-konsep yang

    diperlukan untuk mencapai tujuan.

    5) Metode, cara atau strategi yang digunakan dalam penyampaian materi kepada

    siswa.

    6) Media, alat, perlengkapan atau perantara yang digunakan untuk menyajikan

    informasi kepada siswa.

    Unsur-unsur dinamis dalam belajar merupakan unsur-unsur yang dapat

    berubah dalam proses belajar. Unsur-unsur dinamis yang terkait dalam belajar

    diantaranya sebagai berikut:

    1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa dalam belajar.

    2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya.

    3) Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya.

    4) Suasana belajar dan upaya penyediaannya.

    5) Kondisi subyek yang belajar dan upaya penyiapan peneguhannya.

    d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siswa Untuk Belajar

    Tercapainya tujuan belajar dan pembelajaran yang sudah dijelaskan diatas,

    tidak hanya dipengaruhi oleh komponen-komponen yang ada, tetapi juga dipengaruhi

    oleh faktor-faktor yang senantiasa mempengaruhi siswa untuk belajar. Menurut

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    12

    Dimyati dan Mudjiono (1999: 239-253), faktor-faktor yang mempengaruhi siswa

    untuk belajar adalah sebagai berikut:

    1) Faktor Intern, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi siswa untuk belajar

    yang timbul dari dalam diri siswa itu sendiri.

    a) Sikap terhadap belajar: penilaian atau persepsi siswa terhadap belajar

    sangat mempengaruhi keinginannya untuk belajar.

    b) Motivasi belajar: merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya

    proses belajar.

    c) Konsentrasi belajar: merupakan kemampuan memusatkan perhatian

    pada pelajaran. Pemusatan perhatian tertuju pada isi bahan belajar

    maupun aktivitas belajar.

    d) Mengolah bahan belajar: merupakan kemampuan siswa untuk menerima

    isi dan cara pemerolehan ajaran sehingga menjadi bermakna bagi

    siswa.

    e) Menyimpan perolehan hasil belajar: merupakan kemampuan

    menyimpan isi pesan dan cara perolehan pesan.

    f) Menggali hasil belajar yang tersimpan: merupakan proses mengaktifkan

    pesan yang telah diterima.

    g) Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar: merupakan suatu

    puncak proses belajar. Pada tahap ini siswa membuktikan keberhasilan

    belajar.

    h) Rasa percaya diri siswa: merupakan keinginan mewujudkan diri

    bertindak dan berhasil. Dari segi perkembangan, rasa percaya diri dapat

    timbul berkat adanya pengakuan dari lingkungan.

    i) Intelegensi dan keberhasilan siswa: merupakan suatu kecakapan global

    atau rangkuman kecakapan untuk dapat bertindak secara terarah,

    berpikir secara baik dan bergaul dengan lingkungan secara efisien.

    j) Kebiasaan belajar: merupakan penguat dalam keberhasilan belajar dapat

    mengurangi kebiasaan kurang baik.

    k) Cita-cita siswa: merupakan wujud eksplorasi dan emansipasi diri siswa

    yang ingin diwujudkannya dengan berbagai cara.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    13

    2) Faktor Ekstern, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi siswa untuk belajar

    yang timbul dari luar.

    (a) Guru sebagai Pembina siswa belajar: guru harus bisa memusatkan

    perhatian pada kepribadian siswa, khususnya berkenaan dengan

    semangat belajar yang merupakan wujud emansipasi siswa.

    (b) Prasarana dan sarana pembelajaran: kelengkapan dan pengelolaan

    prasarana dan sarana pembelajaran yang baiklah yang dapat mendukung

    proses pembelajaran berhasil dengan baik.

    (c) Kebijakan penilaian: sekolah dan guru diharapkan berlaku arif dan bijak

    dalam menyampaikan keputusan hasil belajar siswa.

    (d) Lingkungan sosial siswa di sekolah: suasana lingkungan sosial siswa

    berpengaruh pada semangat dan proses belajar siswa.

    (e) Kurikulum sekolah: kurikulum yang diberlakukan di sekolah adalah

    kurikulum nasional yang disyahkan oleh pemerintah atau suatu

    kurikulum yang disahkan oleh yayasan pendidikan.

    2. Pembelajaran Kooperatif

    a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

    Menurut Slavin dalam Isjoni (2010: 15), pembelajaran kooperatif adalah

    suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-

    kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat

    merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar. Pembelajaran kooperatif menurut

    Eggen dan Kauchak dalam Trianto (2007: 42), merupakan sebuah kelompok strategi

    pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai

    tujuan bersama.

    Pembelajaran dengan model kooperatif, siswa dituntut agar dapat

    bekerjasama dalam kelompoknya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh

    guru, semua anggota kelompok harus memahami dan menguasai hasil dari diskusi

    kelompok tersebut. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk

    memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk berperan aktif dalam proses

    berpikir dan kegiatan belajar.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    14

    Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa

    pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang berpusat kepada siswa.

    Siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang

    siswa yang heterogen, dan satu sama lain saling bekerjasama untuk menyelesaikan

    tugas atau permasalahan yang diberikan oleh guru.

    b. Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif

    Menurut Roger dan David Johnson dalam Anita Lie (2005: 31-36), unsur-

    unsur dalam model pembelajaran kooperatif yang harus diterapkan adalah sebagai

    berikut: 1) Saling Ketergantungan Positif, 2) tanggung jawab perseorangan, 3) tatap

    muka, 4) komunikasi antar anggota, 5) evaluasi proses kelompok

    Unsur saling ketergantungan positif, menunjukkan bahwa dalam

    pembelajaran kooperatif ada dua pertanggungjawaban kelompok. Pertama,

    mempelajari bahan yang ditugaskan kepada kelompok. Kedua, menjamin semua

    anggota kelompok secara individu mempelajari bahan yang ditugaskan tersebut. Jadi,

    semua siswa dalam satu kelompok saling bekerjasama dan saling membantu untuk

    menyelesaikan tugas atau kasus yang diberikan oleh guru.

    Tanggung jawab perseorangan merupakan kunci untuk menjamin anggota

    yang diperkuat oleh kegiatan belajar bersama. Artinya, setelah mengikuti kelompok

    belajar bersama, anggota kelompok harus dapat menyelesaikan tugas yang sama

    secara individu.

    Setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan

    berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan dampak positif bagi anggota

    kelompok. Hasil pemikiran dari beberapa siswa akan lebih baik dibandingkan

    dengan pemikiran individual.

    Siswa sebaiknya dibekali berbagai keterampilan berkomunikasi dalam

    kelompok. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, guru sebaiknya

    memberikan cara-cara berkomunikasi yang baik. Hal ini akan bermanfaat untuk

    siswa yang nantinya akan mewakili kelompoknya untuk memaparkan hasil diskusi

    kelompoknya.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    15

    Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus untuk mengevaluasi proses kerja

    kelompok dan hasil kerjasama mereka agar selanjutnya bisa bekerjasama dengan

    lebih efektif.

    c. Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif

    Pembelajaran kooperatif tentunya mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan

    model pembelajaran yang lainnya. Menurut Isjoni (2010: 20), ciri-ciri pembelajaran

    kooperatif adalah sebagai berikut: 1) Setiap anggota memiliki peran, 2) terjadi

    interaksi langsung di antara siswa, 3) setiap anggota kelompok bertanggung jawab

    atas belajarnya dan juga teman kelompoknya, 4) guru membantu mengembangkan

    keterampilan interpersonal kelompok, 5) guru hanya berinteraksi dengan siswa saat

    diperlukan.

    Setiap anggota dalam kelompok belajar kooperatif memiliki peran sendiri-

    sendiri dalam kelompoknya, tetapi tetap bekerjasama dalam menyelesaikan masalah

    atau tugas yang diberikan oleh guru. Semua anggota memiliki peran yang sama

    dalam untuk keberhasilan kelompoknya.

    Hubungan interaksi secara langsung terjadi diantara siswa dalam kelompok.

    Interaksi ini terjadi akibat adanya saling ketergantungan positif antar siswa dalam

    kelompok untuk saling membantu, menyampaikan pendapatnya, dan memberikan

    motivasi dalam kegiatan diskusi kelompok.

    Pembelajaran kooperatif menuntut siswa untuk bisa bertanggung jawab atas

    belajarnya sendiri dan juga teman kelompoknya. Siswa yang sudah menguasai topik

    yang diberikan guru berkewajiban untuk menjelaskan kepada teman kelompoknya

    yang belum mengerti.

    Guru sangat berperan dalam membangun dan mengembangkan ketrampilan

    interpersonal kelompok dalam berkomunikasi dengan teman kelompoknya baik

    dalam menyampaikan pendapatnya maupun menyampaikan hasil kelompoknya

    kepada kelompok lain.

    Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    Guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang hanya akan berinteraksi bila siswa

    membutuhkannya, tetapi tetap memantau dan membimbing jalannya diskusi.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    16

    d. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif

    Pembelajaran kooperatif mempunyai langkah-langkah pembelajaran yang

    berbeda dengan model pembelajaran yang lainnya, yang sesuai dengan ciri-ciri yang

    telah dijelaskan pada uraian sebelumnya. Menurut Agus Suprijono (2010: 65-66),

    langkah-langkah pembelajaran kooperatif terdiri dari enam fase. Fase-fase itu

    ditunjukkan pada Tabel 1.

    Tabel 1. Fase-Fase Pembelajaran Kooperatif

    FASE-FASE PERILAKU GURU

    Fase 1: Present goals and set Menyampaikan tujuan dan

    mempersiapkan peserta didik.

    Menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik siap

    belajar.

    Fase 2: Present information Menyajikan informasi

    Mempresentasikan informasi kepada peserta didik secara verbal.

    Fase 3: Organize student into learning

    teams Mengorganisir peserta didik kedalam tim-tim belajar

    Memberikan penjelasan kepada peserta

    didik tentang tata cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efisien.

    Fase 4: Assist team work and study Membantu kerja tim dan belajar

    Membantu tim-tim belajar selama peserta didik mengerjakan tugasnya.

    Fase 5: Test on the materials mengevaluasi

    Menguji pengetahuan peserta didik mengenai berbagai materi pembelajaran

    atau kelompok-kelompok mempresen-tasikan hasil kerjanya.

    Fase 6: Provide recognition Memberikan pengakuan atau penghargaan

    Mempersiapkan cara untuk mengakui

    usaha dan presentasi individu maupun kelompok.

    e . Macam-Macam Metode dalam Pembelajaran Kooperatif

    Pembelajaran kooperatif selain mempunyai unsur-unsur, ciri-ciri dan tahapan

    pembelajaran yang berbeda dengan model pembelajaran yang lain juga mempunyai

    beberapa macam metode. Menurut Trianto (2010: 67-87), macam-macam metode

    dalam pembelajaran kooperatif yaitu: 1) Student Teams Achievement Division

    (STAD), 2) Jigsaw, 3) Investigasi Kelompok, 4) Think Pair Share (TPS), 5)

    Numbered Heads Together (NHT), 6) Teams Games Tournaments (TGT).

    Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode

    dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil

    dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Metode ini

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    17

    diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan

    kelompok, kuis dan penghargaan kelompok.

    Jigsaw atau yang dikenal dengan Tim Ahli merupakan metode

    pembelajaran dimana siswa dibagi dalam kelompok secara heterogen. Masing-

    masing anggota kelompok ditugaskan secara acak untuk menjadi ahli untuk tiap

    topik yang berbeda. Untuk ahli yang mempunyai topik yang sama bergabung

    menjadi satu untuk menyelesaikan tugasnya, kemudian kembali ke kelompok semula

    untuk mengajarkan topik yang sudah mereka kuasai kepada teman sekelompoknya.

    Terakhir diberikan tes pada semua topik yang diberikan secara individu.

    Investigasi Kelompok merupakan bagian dari model pembelajaran kooperatif

    yang paling kompleks dan sulit untuk diterapkan. Guru membagi kelas menjadi

    kelompok-kelompok dengan anggota 5-6 siswa yang heterogen. Selanjutnya siswa

    memilih topik untuk diselidiki dan melakukan penyelidikan yang mendalam atas

    topik yang sudah dipilihnya, kemudian mempresentasikan laporannya kepada

    seluruh kelas.

    Think Pair Share (TPS) atau berpikir berpasangan berbagi merupakan jenis

    pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa.

    TPS memberikan kesempatan kepada siswa untuk banyak berpikir, merespons dan

    saling membantu pasangan diskusinya dalam menyelesaikan tugas dari guru.

    Numbered Heads Together (NHT) merupkan pembelajaran kooperatif yang

    terdiri dari empat fase yaitu penomoran, mengajukan pertanyaan, berpikir bersama

    dan menjawab. Dalam pembelajaran ini siswa juga dibagi menjadi kelompok-

    kelompok yang tiap anggota kelompok mempunyai nomor sendiri-sendiri.

    Teams Games Tournaments (TGT) atau Pertandingan Permainan Tim. Pada

    model ini siswa akan memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain agar

    memperoleh tambahan poin untuk skor tim mereka.

    3. Metode Numbered Heads Together (NHT)

    a. Pengertian Metode Numbered Heads Together (NHT)

    Metode Number Heads Together (NHT) merupakan salah satu bagian dari

    model pembelajaran kooperatif. Menurut Trianto (2007: 62), metode Number Heads

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    18

    Together (NHT) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang rancang

    untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur

    kelas tradisional. Menurut Spenser Kagan dalam Anita Lie (2005: 59-60), metode ini

    memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan

    mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu, metode ini juga

    mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka.

    Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Number

    Heads Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang

    memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan

    dirinya dalam kelompok belajar serta mendorong siswa untuk meningkatkan

    semangat kerjasama mereka.

    b. Kelebihan dan Kelemahan Metode Numbered Heads Together (NHT)

    Setiap metode pembelajaran mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-

    masing, karena pada dasarnya tidak ada metode pembelajaran yang paling baik untuk

    diterapkan pada semua topik pembelajaran. Menurut Spencer Kagan dalam Herta

    Delima Sitorus et al (2010: 2), kelebihan dan kelemahan metode NHT diantaranya

    sebagai berikut:

    Kelebihan metode NHT:

    1) Kelas menjadi hidup dan dinamis

    2) Setiap siswa mendapat kesempatan untuk berekspresi dan mengeluarkan

    pendapatnya.

    3) Munculnya jiwa kompetensi yang sehat.

    4) Waktu untuk mengoreksi hasil kerja siswa, lebih efektif dan efisien.

    Kelemahan metode NHT:

    1) Adanya alokasi waktu yang panjang.

    2) Ketidakbiasaan siswa melakukan pembelajaran kooperatif, sehingga siswa

    terkadang merasa kaget dan merasa bosan.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    19

    c. Langkah-Langkah Metode Numbered Heads Together (NHT)

    Menurut Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana (2009: 42), langkah-langkah

    pembelajaran metode Number Heads Together (NHT) adalah sebagai berikut:

    1) Siswa dibagi dalam kelompok. Setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat

    nomor. 2) Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.

    3) Kelompok mendiskusikan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mngerjakannya atau mengetahui jawabannya.

    4) Guru memanggil salah satu nomor. Siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.

    5) Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 6) Kesimpulan

    Menurut Trianto (2007: 62-63), dalam mengajukan pertanyaan kepada

    seluruh kelas, guru menggunakan struktur empat fase sebagai langkah-langkah

    pembelajaran yang menggunakan metode Number Heads Together (NHT) adalah

    sebagai berikut:

    1) Fase 1 : Penomoran

    Dalam fase ini guru membagi siswa kedalam kelompok 3-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1-5.

    2) Fase 2 : Mengajukan Pertanyaan

    Guru mengajukan sebuah pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat sangat spesifik dan dalam bentuk kalimat tanya.

    3) Fase 3 : Berfikir Bersama Siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban tim.

    4) Fase 4 : Menjawab Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai

    mengacungkan tangannya dan mencoba menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas. Berdasarkan uraian diatas, dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan

    metode Number Heads Together (NHT) dalam kegiatan pembelajaran dengan

    langkah-langkah sebagai berikut:

    1) Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5-6

    siswa dan setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1-6.

    2) Guru memberikan tugas yang sesuai dengan materi yang telah dibahas

    sebelumya.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    20

    3) Setiap kelompok mendiskusikan tugas yang diberikan oleh guru, dan

    memastikan bahwa semua anggota dalam kelompok tersebut mengetahui

    jawaban yang benar dan dapat mengerjakannya.

    4) Guru memanggil salah satu nomor. Siswa yang nomornya dipanggil akan

    menyampaikan hasil diskusi dari kelompok mereka.

    5) Tanggapan siswa dari kelompok lain, kemudian guru memanggil nomor yang

    lain.

    6) Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil diskusi.

    3. Metode Student Teams Achievement Division (STAD)

    a. Pengertian Metode Student Teams Achievement Division (STAD)

    Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode

    pembelajaran kooperatif yang paling sederhana untuk diterapkan pada kegiatan

    belajar mengajar bagi guru yang baru akan menggunakan pendekatan kooperatif

    yang dikembangkan oleh Robert Slavin. Slavin (2010: 11) mengatakan bahwa:

    Dalam STAD para siswa dabagi dalam tim belajar yang terdiri dari atas empat orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Guru menyampaikan pelajaran, lalu siswa bekerja dalam tim mereka untuk

    memastikan mereka bahwa semua anggota tim telah menguasai pelajaran. Selanjutnya, semua siswa mengerjakan kuis mengenai materi secara sendiri-sendiri,

    dimana saat itu mereka tidak diperbolehkan untuk saling membantu. Menurut Trianto (2010: 68), STAD merupakan model pembelajaran kooperatif

    dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan anggota tiap kelompok 4-5

    orang siswa secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran,

    penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis dan penghargaan kelompok.

    Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa STAD merupakan metode

    pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil yang

    terdiri dari 4-5 orang dalam setiap kegiatan pembelajaran, yang dilaksanakan dalam

    beberapa tahapan yaitu: penyampaian materi, diskusi, presentasi, kuis dan

    penghargaan kelompok.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    21

    b. Kelebihan dan Kelemahan Metode Student Teams Achievement Division

    (STAD)

    Metode Student Teams Achievement Division (STAD) juga mempunyai

    kelebihan dan kelemahan, seperti halnya dengan metode kooperatif yang lainnya.

    Menurut Sunarto (2009: 3), kelebihan dan kelemahan dari metode STAD diantaranya

    sebagai berikut:

    Kelebihan metode STAD:

    1) Siswa lebih mampu mendengar, menerima, dan menghormati orang lain. 2) Siswa mampu mengidentifikasi akan perasaannya, juga perasaan orang lain.

    3) Siswa dapat menerima pengalaman dan dimengerti orang lain. 4) Siswa mampu menyakinkan dirinya untuk orang lain dengan membantu

    orang lain dan menyakinkan dirinya untuk saling memahami dan mengerti.

    5) Mampu mengembangkan potensi yang berhasil guna, berdaya guna, kreatif dan bertanggungjawab.

    Kelemahan metode STAD:

    1) Membutuhkan alokasi waktu yang lama.

    2) Anggota kelompok yang malas hanya mengandalkan pada teman mereka yang rajin, sehingga menjadikannya tidak berpikir mandiri.

    3) Penilaian terhadap individu dan kelompok dan pemberian hadiah

    menyulitkan bagi guru untuk melaksanakannya.

    b. Langkah-Langkah Metode Student Teams Achievement Division (STAD)

    Menurut Slavin dalam Agus Suprijono (2010: 51-53), dalam proses

    pembelajarannya, STAD melalui lima tahapan yang meliputi:

    1) Tahap penyajian materi

    Guru memulai dengan menyampaikan indikator yang harus dicapai dan

    memotivasi rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Selanjutnya,

    guru menyampaikan materinya.

    2) Tahap kegiatan kelompok

    Pada tahap ini setiap siswa diberi lembar tugas sebagai bahan yang akan

    dipelajari. Dalam kerja kelompok siswa saling berbagi tugas, saling membantu

    memberikan penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memahami materi

    yang dibahas, dan satu lembar dikumpulkan sebagai hasil kerja kelompok.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    22

    3) Tahap tes individual

    Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar telah dicapai, diadakan

    tes secara individual mengenai materi yang telah dibahas.

    4) Tahap penghitungan skor perkembangan individu

    Dihitung berdasarkan skor awal, hal ini dimaksudkan agar siswa terpacu

    untuk memperoleh prestasi yang terbaik sesuai dengan kemampuaannya.

    5) Tahap pemberian penghargaan kelompok.

    Diberikan berdasarkan perolehan skor rata-rata yang dikategorikan menjadi

    kelompok baik, kelompok hebat dan kelompok super. Tahap pemberian kelompok

    dilakukan dengan menjumlahkan skor perkembangan individu dari masing-masing

    kelompok. Menurut Slavin dalam Trianto (2007: 55), kriteria perkembangan skor

    dapat dilihat pada tabel berikut:

    Tabel 2. Perhitungan Skor Perkembangan

    Nilai Tes Skor

    Perkembangan

    - Lebih dari 10 poin di bawah skor awal - 10 poin di bawah sampai 1 pon di bawah skor awal

    - Skor awal sampai 10 poin di atas skor awal - Lebih dari 10 poin di atas skor awal - Nilai sempurna (tanpa memperhatikan skor awal)

    0 poin 10 poin

    20 poin 30 poin 30 poin

    Perhitungan skor perkembangan individu dilakukan dengan menghitung selisih

    antara nilai awal dan nilai posstest, selanjutnya skor kelompok dihitung dengan

    menjumlah semua skor perkembangan yang diperoleh anggota kelompok dibagi

    dengan jumlah anggota kelompok. Menurut Trianto (2007: 56), sesuai dengan rata-

    rata skor perkembangan kelompok, diperoleh kategori kelompok sebagai berikut:

    Tabel 3. Tingkat Penghargaan Kelompok

    Rata-rata tim Predikat

    0 5

    5 15 15 25 25 30

    -

    Tim baik Tim hebat Tim super

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    23

    Menurut Trianto (2010: 70-71), langkah-langkah pembelajaran STAD

    didasarkan pada langkah-langkah kooperatif yang terdiri atas enam langkah atau

    fase. Fase-fase dalam pembelajaran ini dijelaskan dalam tabel 4.

    Tabel 4. Fase-Fase Pembelajaran dengan Metode STAD

    Fase Kegiatan Guru

    Fase 1

    Menyampaikan tujuan dan memotivasi

    Menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

    Fase 2

    Menyajikan/menyampaikan informasi

    Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan.

    Fase 3

    Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

    Menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara

    efisien.

    Fase 4 Membimbing kelompok

    bekerja dan belajar

    Membimbing kelompok-kelompok belajar pada

    saat mereka mengerjakan tugas mereka.

    Fase 5 Evaluasi

    Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang

    telah diajarakan atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

    Fase 6 Memberikan penghargaan

    Mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

    Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penelitian ini peneliti akan

    menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD) dengan

    langkah-langkah sebagai berikut:

    1) Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5

    orang.

    2) Guru menyajikan materi yang akan dipelajari.

    3) Siswa mendiskusikan tugas yang diberikan oleh guru dengan kelompoknya.

    4) Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan

    kelompok lain menanggapinya.

    5) Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil diskusi.

    6) Memberikan penghargaan pada kelompok terbaik.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    24

    4. Prestasi Belajar Akuntansi

    a. Pengertian Prestasi Belajar

    Prestasi belajar merupakan hal yang sangat penting dalam proses belajar

    mengajar, karena dengan prestasi belajar dapat menjadi pedoman untuk mengetahui

    sejauh mana keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah

    dilaksanakan.

    Menurut Sutratinah Tirtonegoro (1988: 43), prestasi belajar adalah penilaian

    hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf

    maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak

    dalam periode tertentu. Prestasi belajar siswa merupakan suatu bukti keberhasilan

    dari usaha belajar siswa, yang dapat diketahui siswa yang bersangkutan ketika telah

    menyelesaikan suatu aktivitas belajar tertentu. Dengan mengetahui prestasi belajar

    siswa, guru dapat mengetahui kemampuan dan kedudukan anak didiknya di dalam

    kelas.

    Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa, prestasi

    belajar adalah hasil yang telah dicapai pebelajar setelah melakukan kegiatan belajar

    yang dinyatakan dalam bentuk symbol, angka, huruf maupun kalimat.

    b. Fungsi Prestasi Belajar

    Prestasi belajar merupakan masalah yang sangat penting, karena sepanjang

    hidupnya manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuannya

    masing-masing. Menurut Zainal Arifin (2010: 12-13), fungsi utama dari prestasi

    belajar antara lain:

    1) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang

    telah dikuasai peserta didik. 2) Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu.

    3) Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan. Asumsinya adalah prestasi belajar dapat dijadikan pendorong bagi peserta didik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berperan

    sebagai umpan balik (Feedback) dalam meningkatkan mutu pendidikan. 4) Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern suatu institusi

    pendidikan. Indikator intern berarti bahwa prestasi belajar dijadikan indikator tingkat pendidikan atau produktivitas suatu institusi pendidikan. Indikator ekstern bahwa rendahnya prestasi belajar dapat dijadikan indikator

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    25

    kesuksesan anak didik dalam masyarakat. Asumsinya adalah kurikulum yang digunakan relevan pula dengan kebutuhan masyarakat.

    5) Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan)

    anak didik. Dalam proses pembelajaran, peserta didik menjadi fokus utama yang harus diperhatikan, karena peserta didiklah yang diharapkan dapat

    menyerapkan seluruh materi pelajaran.

    c. Prestasi Mata Pelajaran Akuntansi

    Menurut Komite Terminologi AICPA (The Committee on Terminology of the

    American Institute of Certified Public Accountants) dalam Ahmed Riahi-Belkaoui

    (2000: 37), mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan dan

    peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya

    guna dan dalam bentuk satuan uang, dan penginterpretasian hasil proses tersebut.

    Menurut American accounting Association (AAA) dalam Agus Suranto, Maksum

    Habibi, Kardiman dan Sudibyo (2005: 2), mendefinisikan akuntansi sebagai proses

    pengidentifikasian, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi yang

    memungkinkan dilakukannya penilaian dan keputusan yang tepat bagi para pemakai

    informasi tersebut.

    Berdasarkan uraian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa akuntansi

    merupakan suatu proses identifikasi, pencatatan, penggolongan dan peringkasan

    yang berkaitan dengan informasi keuangan yang bermanfaat sebagai pertimbangan

    dalam pengambilan keputusan bagi para pemakainya.

    Menurut Yoga Firdaus et al (2005:7-8), manfaat akuntansi sebagai berikut:

    1) Untuk mendapatkan informasi ekonomi (informasi keuangan perusahaan)

    yang akurat sehingga pemakai dapat mengambil keputusan dengan tepat.

    2) Untuk memberikan pertanggungjawaban manajemen kepada para pemilik

    perusahaan.

    3) Untuk mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun.

    4) Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva,

    kewajiban, serta modal suatu perusahaan.

    5) Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam

    aktiva netto suatu perusahaan.

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    26

    6) Memberikan informasi keangan yang membantu para pemakai laporan

    keuangan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

    7) Memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva

    dan kewajiban suatu perusahaan.

    8) Mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan

    laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan.

    Menurut Yoga Firdaus et al (2005: 82-83), pencatatan akuntansi terdiri dari

    beberapa kegiatan yaitu: 1) pembuatan atau penerimaan bukti untuk transaksi-

    transaksi yang terjadi, 2) pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal, 3) pemindahan

    dari buku jurnal ke buku besar, 4) menyusun kertas kerja, 5) menyusun laporan

    keuangan dengan berpedoman pada kertas kerja, 6) berpedoman pada kertas kerja;

    mencatat ayat jurnal penyesuaian dan jurnal penutup ke dalam jurnal umum, 7)

    membukukan ayat jurnal penyesuaian dan penutup kedalam buku besar, 8)

    menyusun neraca saldo setelah penutupan. Kegiatan-kegiatan dalam akuntansi dapat

    diperjelas dengan gambar siklus akuntansi dibawah ini:

    Gambar 1: Siklus Akuntansi. (Yoga Firdaus et al, 2005: 82)

    Neraca Saldo

    Jurnal

    Kertas Kerja

    Buku Besar

    - Laporan Laba-Rugi

    - Laporan Perubahan ekuitas

    - Neraca

    - Laporan Arus Kas

    Jurnal Penutup

    Buku Besar

    Bukti

    Transaksi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    27

    Hasil akhir dari kegiatan akuntansi adalah laporan keuangan. Laporan

    keuangan menurut Yoga Firdaus et al (2005: 62-68) adalah laporan yang menyajikan

    informasi keuangan yang dipercaya kepada pihak yang berkepentingan. Menurut

    Umi Muawanah et al (2008: 22-25), laporan keuangan terdiri dari empat macam

    yaitu: 1) laporan laba-rugi, 2) laporan perubahan ekuitas, 3) neraca, dan 4) laporan

    arus kas.

    Laporan laba-rugi (income statement) adalah suatu laporan keuangan yang

    menyajikan informasi mengenai seluruh hasil operasi (pendapatan) dan beban yang

    dikeluarkan (beban usaha) dalam kegiatan selama suatu periode tertentu. laporan laba

    rugi juga melaporkan kelebihan pendapatan terhadap beban-beban yang terjadi, yang

    disebut laba bersih (net income), dan sebaliknya jika beban melebihi pendapatan

    disebut rugi bersih (net losses). Dampak dari pendapatan yang dihasilkan dari beban

    yang terjadi selama sebulan beroperasi ditunjukkan dalam persamaan dasar akuntansi

    sebagai kenaikan dan penurunan ekuitas pemilik. Pengaruh adanya laba bersih suatu

    periode akan meningkatkan ekuitas pada periode tersebut, sebaliknya, jika terjadi

    rugi bersih akan menurunkan ekuitas pemilik dalam periode yang bersangkutan.

    Laporan ekuitas melaporkan perubahan ekuitas pemilik selama jangka waktu

    tertentu. Laporan ini merupakan penghubung antara laporan laba rugi dengan neraca.

    Laporan ini dipersiapkan setelah laporan laba rugi, karena laba bersih atau rugi

    bersih periode berjalan harus dilaporkan dalam laporan ini.

    Neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan aset, kewajiban, dan

    ekuitas pemilik per tanggal tertentu. Bentuk neraca ada 2 (dua), yaitu bentuk akun

    (account form) dan bentuk laporan (report form). Pada neraca bentuk akun, aset

    ditempatkan di sebelah kiri, sedangkan kewajiban dan ekuitas ada di sebelah kanan.

    Laporan arus kas terdiri dari tiga bagian, yaitu: (1) arus kas dari aktivitas

    operasi, (2) aktivitas investasi, (3) aktivitas pendanaan. Arus kas dari aktivitas

    operasi. Bagian ini melaporkan ikhtisar penerimaan dan pembayaran kas yang

    menyangkut operasi perusahaan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi biasanya

    berbeda dari jumlah laba bersih periode berjalan. Perbedaan ini terjadi karena

    pendapatan dan beban tidak selalu diterima atau dibayar secara tunai. Arus kas dari

    aktivitas investasi. Bagian ini melaporkan transaksi kas untuk pembelian atau

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    28

    penjualan aset tetap atau aset permanen. Arus kas dari aktivitas pendanaan. Bagian

    ini melaporkan transaksi kas yang berhubungan dengan investasi pemilik,

    peminjaman dana, dan pengambilan uang oleh pemilik.

    Mata pelajaran akuntansi merupakan mata pelajaran yang wajib diikuti oleh

    semua siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kartasura pada jurusan Ilmu Pengetahuan

    Sosial (IPS). Fungsi mata pelajaran ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan

    dasar mengenai akuntansi.

    Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar

    akuntansi merupakan hasil yang dapat dicapai siswa setelah mengikuti pembelajaran

    akuntansi yang merupakan cerminan kemampuan siswa dalam menerima materi

    akuntansi yang telah diberikan oleh guru serta dapat menyelesaikan tugas-tugas

    maupun tes.

    B. Hasil Penelitian yang Relevan

    1. Felisia Denta Cahyani. 2010. Penerapan Metode Pengajaran Numbered

    Heads Togethet (NHT) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Akuntansi

    Siswa Kelas X SMK Bhineka Karya 1 Boyolali Tahun Ajaran 2009/2010.

    Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa penggunaan

    metode Numbered Heads Togethet (NHT) dapat meningkatkan keaktifan

    siswa dalam pembelajaran dan ketuntasan belajar siswa kelas X AK 1 SMK

    Bhineka Karya 1 Boyolali sehingga prestasi belajar siswa juga akan

    meningkat. Hal tersebut terefleksi dari beberapa indikator sebagai berikut: (1)

    siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran

    akuntansi, (2) siswa sudah mampu mengatasi kesulitan belajar dengan

    berdiskusi dengan teman kelompoknya dan belajar bertanya sehingga mampu

    memahami materi akuntansi dengan baik, (3) guru telah mampu

    melaksanakan metode pembelajaran akuntansi dengan nuansa baru, (4)

    kemampuan siswa dalam memahami akuntansi pun meningkat dilihat dari

    nilai akhir dan nilai rata-rata kelas yang mengalami peningkatan.

    2. Endang Purwaningsih (2008) dalam penelitiannya yang berjudul Studi

    Komparasi Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dan Konvensional

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    29

    terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X di MAN

    Karangannyar Tahun Pelajaran 2007/2008, menyimpulkan bahwa model

    pembelajaran kooperatif lebih efektif daripada model pembelajaran

    konvensional, karena terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk

    berpikir kritis, belajar saling bertukar ide/gagasan baik dalam satu kelompok

    maupun dengan anggota kelompok yang lain, meningkatkan semangat

    kebersamaan dan kegotong-royongan dalam memecahkan permasalahan

    terkait dengan model pembelajaran.

    C. Kerangka Berpikir

    Berdasarkan latar belakang dan kajian pustaka dapat dirumuskan kerangka

    pemikiran sebagai berikut:

    1. Perbedaan dalam pencapaian prestasi belajar siswa antara pembelajaran yang

    menggunakan metode Numbered Heads Together (NHT) dengan

    pembelajaran yang menggunakan Student Teams Achievement Division

    (STAD).

    Rendahnya prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Kartasura

    khususnya pada mata pelajaran akuntansi disebabkan oleh beberapa faktor

    yaitu materi yang sulit dan tidak mudah dipahami oleh siswa, cara mengajar

    guru yang kurang bervariasi, siswa yang kurang aktif dan cenderung diam

    jika belum paham tentang materi yang disampaikan oleh guru. Sehingga,

    ketidakpahaman siswa terhadap materi yang disampaikan akan menghambat

    siswa dalam mengikuti materi selanjutnya karena akuntansi merupakan siklus

    yang saling berkelanjutan. Upaya untuk mengatasi hal tersebut dapat

    dilakukan dengan cara membuat variasi baru pada pembelajaran akuntansi

    yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif untuk menarik

    minat siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan mau menanyakan

    kesulitannya memahami materi kepada guru maupun kepada teman-teman

    yang lain. Pembelajaran kooperatif