STUDI KASUS

  • View
    62

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

STUDI KASUS

Text of STUDI KASUS

STUDI KASUS

1. 2. 3.

Kronologi Kejadian dan Pelayanan Satuan Layanan Konseling Individual Rekaman Konseling Ke 2

STUDI KASUS

1. Subyek yang mengalami masalah : PRG.IX0126 2. Gambaran Ringkas masalah : Nilai prestasi akademis menurun drastis, aktivis ekstrakurikuler Pramuka dan menjadi Dewan Penggalang, absensi kurang baik, pengendalian diri dan emosi kurang baik, motivasi belajar kurang, tidak patuh pada orangtua, sering datang terlambat, kadang meningkalkan jam pelejaran, berasal dari keluarga relative mampu namun dalam kondisi terancam "bubar".

3. Proses Kegiatan : 1. Kegiatan Analisis 1. Hasil analisis raport menunjukkan di kelas IX peserta didik : PRG.IX0126 nilai semester genap menurun drastis dan tergolong dibawah rata-rata; naik kelas dengan hasil yang paspasan dengan standar ketuntasan minimal dan tiga mata pelajaran di bawah standar ketuntatasan minimal, yaitu ; matematika, bahaha Inggris, dan IPA

2. Berdasarkan hasil catatan anekdot : 1. Sering terlambat, datang ke sekolah 2. Sering tidak masuk sekolah alasan sakit 3. Sering meninggalkan jam-jam pelajaran tertentu 4. Lebih memilih kegiatan ektrakurikuler 5. Perhatian terhadap pelajaran kurang 6. Pakaian serangam sering tidak rapi

3. Berdasarkan informasi wali kelas/guru : 1. Sering menunjukkan sikap cemas / takut 2. Akhir akhir ini cenderung emosional 3. Pernah bertengkar dengan teman 4. Tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik

4. Berdasarkan informasi teman sebangku, sering melamun dan mengeluh mengenai keluarganya

5. Hasil wawancara : 1. Adanya keluhan dengan keluarga 2. Ada gejala bingung, orientasi hidup menurun 3. Kurang motivasi 4. Sering sulit mengendalikan emosi

6. Hasil angket: masalah-masalah yang dirasakan ; 1. Usia PRG.IX0126 : 14 tahun 2. Ayah dan ibu adalah pekerja yang sibuk 3. Waktu kerja ayah dan ibu "oglangan" ( tidak sama waktunya ) 4. Anak pertama

7. Hasil sosiometri, tidak termasuk peserta didik yang terisolir

( hubungan sosial cukup baik)

8. Hasil kunjungan rumah : 1. Ayah dan ibu sedang dalam kondisi mis-komunikasi 2. Ibu kandung meninggalkan rumah, kembali ke orang tua 3. Keaktivan ke sekolah setiap hari berangkat

1. Hasil daftar pengungkapan masalah : 1. 2. 3. 4. 5. Merasa lelah dan tidak bersemangat Keinginan rekreasi keluarga sering gagal terlaksana Sukar menerima kekalahan Pernah melanggar ketentuan Khawatir tak dapat berdiri sendiri

6. Sering datang terlambat 7. Cenderung temperamental

2. Langkah sintesis Dari hasil analisis masalah yang dirasakan peserta didik ; 1. 2. 3. 4. 5. 6. Keadaan keluarga sedang kurang harmonis Waktu bersama keluarga ( orang tua ) semakin hilang Emosi yang belum stabil Cenderung bersikap temperamental Motivasi belajar kurang Khawatir dengan masa depan

3. Langkah diagnosis Secara umum bahwa peserta didik / klien mengalalami gangguan emosianal berupa turunya motivasi belajar

4. Langkah prognosis Alternatif tindakan yang dilakukan : Melaksanakan konseling dengan pendekatan rasional emotif

5. Langkah pemberian bantuan 1. Konseling pertama: 1. Konselor menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi klien berkaitan dengan kondisi keluarganya yang tidak rasional. 2. Konselor mencoba menunjukkan bagaimana klien membentuk sikap dan nilai-nilai yang tidak logis menjadi rasional. 3. Konselor mencoba berusaha mendorong, membujuk, menyakinkan dan mengendalikan klien agar menerima gagasan yang rasional

2. Konseling kedua:

1. Konselor berupaya menyadarkan klien dari gangguan emosional 2. Konselor mengajak klien mengubah cara berfikir yang tidak rasional 3. Konselor membantu klien untuk memahami gagasan dan pemikiran yang mengarah kepada proses pencerahan pengembangan diri klien

3. Konseling ketiga: 1. Konselor mengajak klien untuk mengembangkan pandangan realistik, sehingga klien terhindar dari pikiran, sikap dan perilaku yang tidak rasional.

4. Rencana penilaian dan Tindak lanjut : 1. Mengamati antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan di sekolah dan di kelas 2. Bekerjasama dengan wali kelas dan guru-guru mata pelajaran dalam mengamati perkembangan emosi peserta didik di luar kelas

Catatan Khusus : Ayah dan ibu terancam bercerai

Mengetahui Kepala Sekolah,

Parung, Konselor / Guru Pembimbing

SATUAN LAYANAN PELAYANAN KONSELING

A. Topik permasalahan / bahasan : Prestasi Belajar Menurun

B. Bidang bimbingan : Pribadi

C. Jenis Layanan : Layanan Konseling Individual

D. Fungsi Layanan : Pengentasan dan Pengembangan

E. Tujuan Layanan/ hasil yang : Siswa memahami pentingnya belajar Ingin dicapai : - siswa bisa menjalankan belajar yang efektif : - siswa mampu mengatasi hambatan belajar

F. Sasaran Layanan : Siswa kelas IX

G. Uraian kegiatan dan materi layanan : Pemberian Layanan Konseling ( terlampir )

H. Metode : Konseling Individual

I. Tempat penyelenggaraan : Ruang BK

J. Waktu / tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2009 . K. Penyelenggara layanan : Guru Pembimbing

L. Pihak-pihak yang disertakan dalam penyelenggaraan layanan dan peranannya masing-masing : 1. Wali kelas : Sumber data dan observer tindak lanjut 2. Teman sekelas : sumber data 3. Orang Tua / Wali : sumber data

M. Alat-alat perlengkapan yang digunakan : himpunan data

N. Rencana penilaian dan tindak lanjut layanan : Penilaian : Laiseg, Laijapen, Laijapang Tindak lanjut : Monitoring perubahan sikap / perilaku dan prestasi klien

O. Keterkaitan layanan ini dengan layanan / kegiatan pendukung Aplikasi instrumentasi, home visit dan penyelenggaraan himpunan data

P. Catatan : masalah telah terentasakan, laporan layanan telah diadministrasikan sebagai dokumen.

Lampiran : Rekaman Konseling

Rekaman Konseling 2Identitas Klien : Sembadra (PRG.IX0126 ) Pendekatan : Client Centered Pelaksanaan : Senin, 26 Oktober 2009 Tempat : Ruang BK

Proses KonselingTAHAP Tahap pembukaan NO PERNYATAAN KONSELOR / KLIEN Klien: ...Siang pak ! TEKNIK Acceptance

Konselor: Siang silahkan...duduk.. Sembadrayang tadi malam sms ke bapak ya .? 1. Klien : Iya Pak......

Konselor : Oke ....senang sekali akhirnya bisa bertemu denganmu... Klien : Makasih pak...... 2. Konselor : Gimana..hari ini...sudah dihadapi dengan senyuman...? 3. Klien : Wah saya dimana-mana selalu tersenyum Acceptance Rapport

pak.....kan saya Smiler Girl...! (berlagak PD) Rapport Konselor : Huaduh.... ternyata hari ni saya bertemu calon presenter....tapi syukurlah..indah dunia ni kalo semua gadis kayak Sembadra.. Klien : tapi siang ni ada yang mau saya sampaikan sama bapak.... 4. Konselor : Wah....jadi agak nervous ni bapak..da seorang smiler girl mau nyampaikan sesuatu ...emang apa yang mau disampaikan...? terus kenapa mesti saya...? Klien : karena saya yakin Bapak bisa menerima apa yang saya sampaikan,dan yang utama bapakkan guru sepuh disini... jadi kalau saya mengutarakan hal pribadi pasti tidak akan terbocorkan di sekolah ini. 5 Konselor : Baik ... terima kasih...telah memberi kepercayaan buat bapak.... Oke sekarang kita mulai........?, silahkan..! Rapport Eksplorasi perasaan

Identifikasi masalah

Attending Open question

Analisa

6

Klien : Sekang saya sedang dapat neraka dunia pak Reflection of feeling. Konselor : Waowww....neraka dunia...? banyak orang tidak menginginkan hal itu..bagaimana bentuk nerakanya...?

Eksplorasi pengalaman

7

Klien : Saya di rumah tidak pernah seperti dulu lagi, dulu saya sangat bahagia ada di rumah...sementara di sekolah juga tidak nyaman dan sulit untuk melupakan berbagai kejadian di rumah... Reflection of feeling. Konselor : Oh....gitu...berarti ada yang berubah di dalam kehidupan Sembadra...?dan itu dari sisi keluarga ?

Klien : Iya pak....tapi....saya bingung mencari solusi pemecahan masalahnya.

Konselor:: Oke searang coba ceritakan apa yang melatar belakangi hadirnya neraka dunia itu.. Open question

8

Klien : Orang tua saya mau bercerai pak....(sontak menangis..dan tidak bisa melanjutan pembicaraan)

Konselor : (Diam lama..menanti..ketenangan emosional klien...)

....Bapak Ibu mau bercerai...bagaimana Sembadra tau dan yakin hal itu...

Leading 9 Klien : Mereka sudah berulang kali. Mengutarakan hal itu sama saya pak... saya sudah diminta..untuk memilih mau ikut siapa....

Konselor : terus...?!

Klien : saya tidak memilih siapapun...saya ingin Leading hidup sendiri saja...kalo sama bapak, jelas saya akan punya ibu tiri, kalo sama ibu...ibu aja kayak gitu Open ( menangis)... question

Konselor : Oh...gitu...resah ya...soal masa depan nanti...? dan bingung sekarang apa yang mesti diperbuat...? kok tau jelas bakalan punya ibu tiri..

10

Klien : Iya pak....awalnya dulu kami bahagia pak...sejak adil lahir...kemudian mencari mbak buat ngasuh adik..karena bapak dan ibu kerja..mbak itu kayaknya yang ngganggu bapak....kan sering bapak masuk kerja sif malam, saya sekolah dan ibu kerja...jadi Cuma dirumah sama mbak itu....kayaknya lama-kelamaan mereka tidak benar....akhirnya suatu hari ibu mergoki mereka....dan sejak saat itu dikit demi sedikit....bapak ibu makin tidak rukun..

Reflection of feeling.

Paraphrasing

Konselor : ( Menarik napas panjang ...sikap empati...) Aduh ... sedih dan menyakitkan buatmu ya..? terus kondisi selanjutnya... Klien : Ibu pergi dari rumah sejak dua bulan yang lalu...karena sudah kesal dengan kelakuan bapak...setiap saya main ketempat ibu..selalu diambil paksa oleh bapak.... 11 Konselor : Jadi selama ini Sembadra sering mondar mandir dan semua dengan keadaan terpaksa..? 12 Klien : Iya pakpernah simbah dari ibu datang kerumah dan bicara baik-baik sama bapakdan memang kesepakatannya akan bercerai..dan sekarang saja mbak itu sudah tidak