Studi Etnografi Kualitatif Tentang Suku Dayak

  • Published on
    12-Oct-2015

  • View
    271

  • Download
    23

Embed Size (px)

DESCRIPTION

antropologi

Transcript

  • 5/22/2018 Studi Etnografi Kualitatif Tentang Suku Dayak

    1/24

    STUDI ETNOGRAFI KUALITATIF

    SUKU DAYAK

    DISUSUN OLEH : SABRINA NUR KHALIZA

    KELAS : XI-BAHASA

  • 5/22/2018 Studi Etnografi Kualitatif Tentang Suku Dayak

    2/24

    2

    DAFTAR ISI

    DAFTAR ISI 2

    BAB I 3

    - LATAR BELAKANG . 4

    BAB II . 5

    A. KEADAAN ALAM, LINGKUNGAN,DEMOGRAFI 6B. ASAL-USUL SEJARAH .. 7C. BAHASA .. 9D. PENGETAHUAN .. 9E. KESENIAN . 10F. SISTEM KEPERCAYAAN . 12G. SISTEM KEKERABATAN . 13H. SISTEM EKONOMI 17I. SISTEM TEKNOLOGI .. 18

    BAB III

    - KESIMPULAN, SARAN . 20

    - DAFTAR PUSTAKA 21

  • 5/22/2018 Studi Etnografi Kualitatif Tentang Suku Dayak

    3/24

    3

  • 5/22/2018 Studi Etnografi Kualitatif Tentang Suku Dayak

    4/24

    4

    LATAR BELAKANG

    Studi etnografi ini bertujuan untuk memahami berbagai etnografi tentang masyarakat

    dan kebudayaan pada suku Dayak. Hasil studi etnografi kualitatif ini diharapkan dapat menjadi

    salah satu sumber inspirasi untuk mengembangkan pengetahuan tentang salah satu suku di

    Indonesia. Metode yang digunakan untuk studi etnografi ini adalah studi pustaka. Mencariinformasi dari buku-buku dan web yang menyangkut tentang suku Dayak.

    Alasan saya memilih suku Dayak sebagai bahan dari studi etnografi yaitu untuk

    memperdalam pengetahuan tentang suku tersebut. Suku Dayak memiliki banyak kekayaan

    alam, ritual, kebudayaan dan kesenian. Suku Dayak juga masih sangat percaya dengan roh

    nenek moyang. Mayoritas masyarakat Dayak masih menyembah atau masih percaya dengan

    roh nenek moyang daripada agama-agama yang tersebar di Indonesia.

  • 5/22/2018 Studi Etnografi Kualitatif Tentang Suku Dayak

    5/24

    5

  • 5/22/2018 Studi Etnografi Kualitatif Tentang Suku Dayak

    6/24

    6

    BAB II

    A. KEADAAN ALAM- Bagian Utara terdiri Pegunungan Muller Swachner dan perbukitan, bagian

    Selatan dataran rendah, rawa dan paya-paya. Berbatasan dengan tiga Provinsi

    Indonesia, yaitu Kalimantan Timur, Selatan dan Barat serta Laut Jawa. Wilayahini beriklim tropis lembap yang dilintasi oleh garis equator.

    - Keanekaragaman HayatiBanyak yang belum diketahui, dengan ragam wilayah pantai, gunung/bukit,dataran rendah dan paya, segala macam vegetasi tropis mendominasi alamdaerah ini. Orangutan merupakan hewan endemik yang masih banyak diKalimantan Tengah, khususnya di wilayahTaman Nasional Tanjung Puting yangmemiliki areal mencapai 300.000 ha di Kabupaten Kotawaringin Barat danSeruyan. Terdapat beruang, landak, owa-owa, beruk, kera, bekantan,trenggiling, buaya, kukang, paus air tawar (tampahas), arwana, manjuhan, biotalaut, penyu, bulus, burung rangkong, betet/beo dan hewan lain yang bervariasitinggi.

    LINGKUNGAN- Sumber Daya Alam

    Hutan mendominasi wilayah 80%. Hutan primer tersisa sekitar 25% dari luaswilayah. Lahan yang luas saat ini mulai didominasi kebun Kelapa Sawit yangmencapai 700.000 ha (2007). Perkebunan karet dan rotan rakyat masihtersebar hampir diseluruh daerah, terutama di Kabupaten Kapuas, Katingan,Pulang Pisau, Gunung Mas dan Kotawaringin Timur. Banyak ragam potensi

    sumber alam, antara lain yang sudah diusahakan berupa tambang batubara,emas, zirkon, besi. Terdapat pula tembaga, kaolin, batu permata dan lain-lain.

    DEMOGRAFI- Ada yang membagi orang Dayak dalam enam rumpun yaknirumpun

    Klemantan alias Kalimantan,rumpun Iban,rumpun Apokayan yaitu Dayak

    Kayan, Kenyah dan Bahau,rumpun Murut,rumpun Ot Danum-Ngaju dan

    rumpun Punan.Namun secara ilmiah, para linguis melihat 5 kelompok

    bahasa yang dituturkan di pulau Kalimantan dan masing-masing memiliki

    kerabat di luar pulau Kalimantan.

    Nomor Suku Bangsa Jumlah Konsentrasi

    1 Suku Dayak 742.729 41,24%

    2 Suku Banjar 435.758 24,20%

    3 Suku Jawa 325.160 18,06%

    http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Tanjung_Putinghttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Klemantanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Klemantanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Ibanhttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumpun_Apokayan&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Muruthttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Ot_Danum-Ngajuhttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Punanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayakhttp://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Banjarhttp://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawahttp://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawahttp://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Banjarhttp://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayakhttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Punanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Ot_Danum-Ngajuhttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Muruthttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumpun_Apokayan&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Ibanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Klemantanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Rumpun_Klemantanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Tanjung_Puting
  • 5/22/2018 Studi Etnografi Kualitatif Tentang Suku Dayak

    7/24

    7

    Nomor Suku Bangsa Jumlah Konsentrasi

    4 Suku Madura 62.228 3,46%

    5 Suku Sunda 24.479 1,36%

    6 Suku-suku lainnya 210.359 11,69%

    Total 1.800.713 100,00%

    B. ASAL-USUL SEJARAHKata Dayakberasal dari kata "Daya" yang artinya hulu, untuk menyebutkan

    masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan umumnya danKalimantan Barat.Dayak atau Daya(ejaan lama: Dajak atau Dyak) adalah nama yangoleh penduduk pesisir pulau Borneo diberi kepada penghuni pedalaman yang mendiamiPulauKalimantan (Brunei,Malaysia yang terdiri dariSabah danSarawak,sertaIndonesia yang terdiri dariKalimantan Barat,Kalimantan Timur,Kalimantan Tengah,danKalimantan Selatan).

    Suku Dayakadalah suku asli Kalimantan yang hidup berkelompok yang tinggaldi pedalaman, di gunung, dan sebagainya. Kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikanoleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan. Orang-orang Dayak sendirisebenarnya keberatan memakai nama Dayak, sebab lebih diartikan agak negatif.Padahal, semboyan orang Dayak adalah "Menteng Ueh Mamut", yang berarti seseorangyang memiliki kekuatan gagah berani, serta tidak kenal menyerah atau pantangmundur.

    Pada tahun (1977-1978) saat itu, benua Asia dan pulau Kalimantan yang

    merupakan bagian nusantara yang masih menyatu, yang memungkinkan ras mongoloiddari asia mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan dengan melintasipegunungan yang sekarang disebut pegunungan "Muller-Schwaner". Suku Dayakmerupakan penduduk Kalimantan yang sejati. Namun setelah orang-orang Melayu dariSumatra dan Semenanjung Malaka datang, mereka makin lama makin mundur kedalam.

    Belum lagi kedatangan orang-orang Bugis, Makasar, dan Jawa pada masakejayaan Kerajaan Majapahit. Suku Dayak hidup terpencar-pencar di seluruh wilayahKalimantan dalam rentang waktu yang lama, mereka harus menyebar menelusurisungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan. Suku ini

    terdiri atas beberapa suku yang masing-masing memiliki sifat dan perilaku berbeda.

    Suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan. Dalam tradisi lisan Dayak,sering disebut "Nansarunai Usak Jawa", yakni sebuah kerajaan Dayak Nansarunaiyang hancur oleh Majapahit, yang diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1389 (FridolinUkur,1971). Kejadian tersebut mengakibatkan suku Dayak terdesak dan terpencar,sebagian masuk daerah pedalaman. Arus besar berikutnya terjadi pada saat pengaruh

    http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Madurahttp://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sundahttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Bruneihttp://id.wikipedia.org/wiki/Malaysiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Sabahhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sarawakhttp://id.wikipedia.org/wiki/Indonesiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Barathttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timurhttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Tengahhttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Selatanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Selatanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Tengahhttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timurhttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Barathttp://id.wikipedia.org/wiki/Indonesiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Sarawakhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sabahhttp://id.wikipedia.org/wiki/Malaysiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Bruneihttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sundahttp://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Madura
  • 5/22/2018 Studi Etnografi Kualitatif Tentang Suku Dayak

    8/24

    8

    Islam yang berasala dari kerajaan Demak bersama masuknya para pedagang Melayu(sekitar tahun 1608).

    Sebagian besar suku Dayak memeluk Islam dan tidak lagi mengakui dirinyasebagai orang Dayak, tapi menyebut dirinya sebagai orang Melayu atau orang Banjar.Sedangkan orang Dayak yang menolak agama Islam kembali menyusuri sungai, masukke pedalaman di Kalimantan Tengah, bermukim di daerah-daerah Kayu Tangi, Amuntai,Margasari, Watang Amandit, Labuan Lawas dan Watang Balangan. Sebagain lagi terusterdesak masuk rimba. Orang Dayak pemeluk Islam kebanyakan berada di KalimantanSelatan dan sebagian Kotawaringin, salah seorang Sultan Kesultanan Banjar yangterkenal adalah Lambung Mangkurat sebenarnya adalah seorang Dayak (Maanyan atauOt Danum)

    Tidak hanya dari nusantara, bangsa-bangsa lain juga berdatangan keKalimantan. Bangsa Tionghoa diperkirakan mulai datang ke Kalimantan pada masa

    Dinasti Ming tahun 1368-1643. Dari manuskrip berhuruf kanji disebutkan bahwa kotayang pertama di kunjungi adalah Banjarmasin. Tetapi masih belum jelas apakah bangsaTionghoa datang pada era Bajarmasin (dibawah hegemoni Majapahit) atau di era Islam.

    Kedatangan bangsa Tionghoa tidak mengakibatkan perpindahan pendudukDayak dan tidak memiliki pengaruh langsung karena langsung karena mereka hanyaberdagang, terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Mereka tidak langsungb