STUDI ANALISA PASAR PARIWISATA UNTUK MENGETAHUI Pariwisata adalah industri yang memiliki dampak besar

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of STUDI ANALISA PASAR PARIWISATA UNTUK MENGETAHUI Pariwisata adalah industri yang memiliki dampak...

  • STUDI ANALISA PASAR PARIWISATA UNTUK MENGETAHUI

    MOTIVASI DAN KARAKTERISTIK WISATAWAN DI MUSEUM

    KERETA API AMBARAWA

    Disusu Oleh

    Nama : Ery Sutrianto

    NIM : 732014010

    Disusun sebagai Laporan Tugas AkhirProgram Studi Destinasi Pariwisata

    PROGRAM STUDI DESTINASI PARIWISATA

    FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

    UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

    SALATIGA

    2018

  • I. PENDAHULUAN

    Pariwisata adalah industri yang memiliki dampak besar terhadap ekonomi, sosial dan

    budaya suatu daerah. Oleh karena itu, sekarang ini Indonesia sedang gencar-gencarnya

    menggali potensi-potensi pariwisata yang ada di daerah. Peran berbagai pihak dalam

    membuat sebuah destinasi wisata sangat dibutuhkan agar tercipta standar yang baik bagi

    wisatawan lokal maupun internasional. Wilayah Indonesia sangatlah luas, potensi

    wisatanya pun sangat lengkap, negara dengan kekayaan alam dan budaya yang banyak

    ini menjadikan Indonesia sebagai kunjungan wisatawan dari berbagai kalangan, tak hanya

    alam dan budaya bangunan-bangunan bersejarah dan situs-situs kuno menjadi daya tarik

    yang membuat wisatawan tinggal lebih lama di Indonesia (BPS, 2016).

    Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang

    dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki

    kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap

    dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan MaschinenfabrikEsslingen, serta B

    5112 buatan Hannoversche Maschinenbau AG, sampai sekarang masih dapat

    menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata.

    Museum ini melayani kereta wisata Ambarawa-Bedono pp, Ambarawa-Tuntang pp

    dan lori wisata Ambarawa-Tuntang pp. Kereta wisata Ambarawa-Bedono pp atau lebih

    dikenal sebagai Ambarawa Railway Mountain Tour ini beroperasi dari museum ini

    menuju Stasiun Bedono yang jaraknya 35 km dan ditempuh 1 jam untuk sampai stasiun

    itu. Kereta ini melewati rel bergerigi yang hanya ada di sini dan di Sawahlunto. Panorama

    keindahan alam seperti lembah yang hijau antara Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu

    dapat disaksikan sepanjang perjalanan.

    Pada umumnya pemasaran pariwisata merupakan aktivitas yang dilakukan oleh

    kelompok/individu untuk memberikan informasi, mengkomunikasikan dan

    memperkenalkan produk/atraksi kepada khalayak umum. Dalam hal ini PT KAI bekerja

    sama dengan Pemkab dan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang mempromosikan

    Museum Kereta Api Ambarawa melalui media sosial dan majalah pariwisata. Pada

    kenyataannya, keberadaan Museum Kereta Api Ambarawa sebagai rancangan museum

    internasional belum mendapatkan tempat di benak calon pengunjung, banyak orang yang

    bahkan belum mengetahui keberadaan museum atau mereka kurang mengetahui tentang

    keterangan apa itu museum Ambarawa. Museum kereta api Ambarawa hingga sekarang

    melalui perubahan yang besar, sempat ditutup dan dibuka kembali pada bulan Oktober

    2014. Hingga saat ini museum telah dibuka kembali dan masih mengalami proses

    https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=B_2502&action=edit&redlink=1 https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=B_2503&action=edit&redlink=1

  • renovasi. Akibat sudah lama tidak dibuka seperti ini, untuk menggalakan peningkatan

    atau pengunjung dibutuhkan analisa pasar untuk mendukung pemasaran dan promosi.

    Penelitian ini belum pernah dilkukan sebelumnya sehingga penulis tertarik untuk

    meneliti di destinasi ini untuk mengetahui determinan dan motivasi wisatawan dalam

    mendukung pemasaran destinasi. Analisis ini penting dilakukan untuk keberlanjutan

    pariwisata di Museum ini karena peneliti mengetahui bahwa sumber daya manusia yang

    ada belum mampu untuk mengembangkan destinasi ini menjadi sebuah destinasi ikonik

    kota Ambarawa. Untuk itu, analisisi akan dibuat sesuai fakta dilapangan sehingga

    diharapkan para pengelola mendapatkan gambaran tentang bagaimana cara

    mempromosikan destinasi ini berdasarkan analisa pasar pariwisata.

    II. Tinjauan Pustaka

    2.1 Penelitian terdahulu

    Sebelum penelitian ini dilakukan, sudah ada beberapa peneliti lain yang mengambil

    topik penelitian yang menyerupai topik penelitian ini, misalnya penelitian yang dilakukan

    oleh (Purwanto et. al, 2016) yang berjudul Analisis Perilaku Wisatawan Tiongkok Di

    Luar Negeri: Sebuah Studi Literatur. Penelitian ini membahas tentang motivasi wisata

    outbound merupakan faktor permintaan, pasokan, dan sumber daya yang semakin baik.

    Dapat dilihat terutama dalam pemenuhan permintaan pariwisata secara nasional,

    pengembangan pariwisata inbound yang lebih baik, mempromosikan pertukaran

    wisatawan antara negara, mengurangi friksi perdagangan, memperlambat tekanan

    apresiasi Yuan Tiongkok dan faktor lainnya yang diharapkan dapat membantu

    menstabilkan masyarakat secara psikologis, ekonomi dan meletakkan dasar untuk pasar

    wisata outbound. Dalam penelitian ini juga dijelaskan mengenai perilaku dan dinamika

    pasar wisata di Tiongkok. Dalam dinamikanya wisatawan Tiongkok lebih suka

    melakukan perjalanan wisata secara berkelompok dengan alasan untuk kenyamanan dan

    harga yang wajar serta perilaku konsumtif mereka yang di pengaruhi melalu pengemasan

    barang yang menarik dan barang yang mereka anggap akan mengangkat status sosial

    mereka. Jadi, semakin mewah barang yang ditawarkan akan mempengaruhi tingkat

    konsumtif mereka.

    Penelitian yang berjudul Analisis Segmentasi Pasar Wisatawan Mancanegara Yang

    Berkunjung Ke Bali Dari Aspek Sosio-Ekonomi Demografi, Psikografi, dan Perilaku

    membahas mengenai pengelompokan wisatawan yang berdasarkan pada usia, gender dan

    pendidikan. Penelitian ini membandingkan antara wisatawan yang berasal dari China dan

  • Eropa yang nantinya akan mempengaruhi aspek perilaku sosial budaya dan ekonomi.

    Perbandingan dari faktor individu adalah wisatawan dari Cina senang berkunjung dengan

    berkelompok karena mereka lebih nyaman dan aman sedangkan wisatawan Eropa lebih

    senang berwisata sendiri. Perbandingan dari faktor gender wisatawan Cina lebih banyak

    perempuan dibandingkan dengan wisatawan Eropa. Perbandingan dari fator usia

    wisatawan Cina pada umumnya lebih banyak yang berusia antara 30-60th sedangkan

    wisatawan Eropa rata-rata berusia 20-50 tahun. Dalam hal ini peneliti ingin

    menggarisbawahi bahwa dalam perbandingan tersebut akan mempengaruhi perilaku dan

    kebutuhan wisatawan yang berkunjung misalnya, wisatawan Cina lebih suka

    mengunjungin tempat-tempat yang menghibur dan berbelanja barang-barang mewah

    sedangkan wisatawan Eropa lebih suka mempelajari dan mengamati budaya dan

    mengikuti adat yang ada di Bali. (Ginting et. al, 2015)

    Penelitian lain yang berjudul Analisis Motivasi Berkunjung Wisatawan dan Tingkat

    Pengetahuan Wisatawan Tentang Produk Industri Kreatif Sektor Kerajinan (Studi pada

    Wisatawan Domestik di Kota Batu, Jawa Timur) membahas menganai faktor dominan

    motivasi wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu adalah istirahat dan relaksasi.

    Sedangkan, faktor dominan motivasi wisatawan berdasarkan faktor penarik untuk datang

    ke Kota Batu adalah fasilitas wisata yang meliputi wahana di wisata buatan, hotel,

    transportasi. Motivasi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Batu terutama mengunjungi

    objek wisata alam dan buatan (man-made) tidak terlepas dari informasi yang didapatkan

    mengenai destinasi (Kota Batu) dan produk-produk unggulan wisata yang ada di Kota

    Batu. Dalam penelitian ini juga menjelaskan tingkat pengetahuan wisatawan tentang

    produk industri kreatif sektor kerajinan di Kota Batu terbukti masih rendah. Hal ini

    membuktikan produk industri kreatif sektor kerajinan masih minim promosi, sehingga

    pelaku usaha di Kota Batu hanya memasarkan produk kerajinan ke pelanggan tetap.

    Rendahnya tingkat pengetahuan wisatawan tentang produk industri kreatif sektor

    kerajinan selaras dengan minimnya informasi tentang produk industri industri kreatif

    sektor kerajinan di Kota Batu yang didapatkan oleh wisatawan. Peran pemerintah dan

    pelaku usaha disektor kerajinan sendiri yang masih minim. Pemerintah masih terfokus

    pada promosi objek wisata buatan (man-made), sedangkan pelaku usaha hanya menjual

    produk kerajinan ke pelanggan tetap seperti kios kerajinan dan distributor, belum ada

    upaya untuk menarik wisatawan untuk datang. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk

    melihat bagaimana pengelolaan pengunjung dapat meningkatkan kualitas pengalaman

    pengunjung dengan melihat apa yang diinginkan masing-masing jenis wisatawan.

  • Sehingga penelitian yang dilakukan dapat melengkapi penelitian sebelumnya. (Sahara, et.

    Al, 2016)

    2.2 Landasan Teori

    A. Analisa Pasar Pariwisata

    Analisa pasar pariwisata dapat diartikan sebagai gambaran tentang adanya

    permintaan dari konsumen (wisatawan) dan adanya penawaran dari produsen (penyedia

    jasa) dengan memperhatikan beberapa hal seperti demografi, psikologi dan geografis.

    • Permintaan