STRUKTUR FONOLOGI DAN MORFOLOGI BAHASA INDONESIA Pengertian Fonologi Sebelum diuraikan mengenai fonologi,

  • View
    44

  • Download
    11

Embed Size (px)

Text of STRUKTUR FONOLOGI DAN MORFOLOGI BAHASA INDONESIA Pengertian Fonologi Sebelum diuraikan mengenai...

  • Kajian Bahasa Indonesia di SD 4- 1

    STRUKTUR FONOLOGI DAN MORFOLOGI

    BAHASA INDONESIA

    Muh. Faisal

    ada unit IV dalam bahan ajar cetak mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia SD ini dibahas mengenai Struktur Fonologi dan Morfologi Bahasa

    Indonesia. Unit ini terdiri atas 2 subunit yaitu: (1) Struktur Fonologi Bahasa Indonesia, dan (2) Struktur Morfologi Bahasa Indonesia.

    Saudara, mungkin ada yang bertanya, untuk apa mempelajari struktur fonologi dan morfologi bahasa Indonesia. Pemahaman struktur fonologi dan morfologi bahasa Indonesia bagi guru, selain dapat menjadi bekal dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari juga dapat bermanfaat dalam pembinaan kemampuan berbahasa siswa.

    Dalam kaitannya dengan materi Kajian Bahasa Indonesia SD yang lain, pemahaman mengenai struktur fonologis dan morfologis akan bermanfaat untuk mempelajari materi sintaksis, semantik dan apresiasi bahasa dan sastra.

    Untuk itu, maka setelah mempelajari uni ini, Anda diharapkan mampu: 1. menjelaskan pengertian fonologi; 2. membedakan ilmu-ilmu bahasa yang tercakup dalam fonologi; 3. mengidentifikasi fonem-fonem bahasa Indonesia; 4. menjelaskan pengertian morfologi bahasa Indonesia; 5. mengidentifikasi morfem bahasa Indonesia. 6. mengidentifikasi jenis kata ulang bahasa Indonesia 7. menjelaskan makna kata ulang. Untuk mencapai kemampuan yang diharapkan di atas, maka pelajarilah

    dengan baik materi yang disajikan pada setiap subunit. Setiap subunit disertai dengan latihan/tugas. Kerjakanlah latihan/tugas itu dengan cermat, sehingga

    P

    Unit 4

  • 4 - 2 Unit 4

    Anda dapat mengukur sejauh mana pemahaman Anda terhadap materi yang baru Anda pelajari.

    Selanjutnya, ada rangkuman yang dapat membantu Anda memahami garis besar dari uraian yang telah Anda pelajari. Pada akhir unit, juga disediakan tes formatif. Silakan kerjakan. Periksa jawaban Anda dan cocokkan dengan kunci jawaban. Selamat belajar, semoga sukses.

  • Kajian Bahasa Indonesia di SD 4- 3

    Subunit 1

    Struktur Fonologi Bahasa Indonesia

    alau kita perhatikan dengan baik, dalam kehidupan sehari-hari masih banyak masyarakat kita yang memakai bahasa Indonesia tetapi

    tuturan/ucapan daerahnya terbawa ke dalam tuturan bahasa Indonesia. Tidak sedikit seseorang yang berbicara dalam bahasa Indonesia, tetapi dengan lafal atau intonasi Jawa, Batak, Bugis, Sunda dan lain sebagainya. Hal ini dimungkinkan karena sebagian besar bangsa Indonesia memposisikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Sedangkan bahasa pertamanya adalah bahasa daerah masing-masing. Bahasa Indonesia hanya digunakan dalam komunikasi tertentu, seperti dalam kegiatan-kegiatan resmi.

    Selain itu, dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya di Sekolah Dasar, istilah yang dikenal dan lazim digunakan guru adalah istilah “huruf” walaupun yang dimaksud adalah “fonem”. Mengingat keduanya merupakan istilah yang berbeda, untuk efektifnya pembelajaran, tentu perlu diadakan penyesuaian dalam segi penerapannya.

    Oleh karena itu, untuk mencapai suatu ukuran lafal/fonem baku dalam bahasa Indonesia, sudah seharusnya lafal-lafal atau intonasi khas daerah itu dikurangi jika mungkin diusahakan dihilangkan; begitu pula pemakaian istilah “huruf dan fonem” perlu dibedakan, lebih-lebih bagi Anda karena akan memberikan pengaruh kepada siswa. Ingat, Anda adalah model dalam berbahasa bagi siswa. Pengertian Fonologi

    Sebelum diuraikan mengenai fonologi, terlebih dahulu apa yang dimasud dengan struktur. Yang dimaksud dengan struktur di sini adalah penyusunan atau penggabungan unsur-unsur bahasa menjadi suatu bahasa yang berpola. Apakah yang dimaksud dengan fonologi? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) dinyatakan bahwa fonologi adalah bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya. Dengan demikian, fonologi adalah merupakan sistem bunyi dalam bahasa Indonesia atau dapat juga dikatan bahwa fonologi adalah ilmu tentang bunyi bahasa.

    K

  • 4 - 4 Unit 4

    Fonologi dalam tataran ilmu bahasa dibagi dua bagian yakni (a) fonetik dan (b) fonemik. Fonetik yaitu ilmu bahasa yang membahas tentang bunyi-bunyi ujaran

    yang dipakai dalam tutur dan bagaimana bunyi itu dihasilkan oleh alat ucap manusia. Sedangkan menurut Samsuri (1994), fonetik adalah studi tentang bunyi-bunyi ujar. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), fonetik diartikan: bidang linguistik tentang pengucapan (penghasilan) bunyi ujar atau fonetik adalah sistem bunyi suatu bahasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fonetik adalah ilmu bahasa yang membahas bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan alat ucap manusia, serta bagaimana bunyi itu dihasilkan.

    Selanjutnya, fonemik adalah ilmu bahasa yang membahas bunyi-bunyi bahasa yang berfungsi sebagai pembeda makna. Terkait dengan pengertian tersebut, fonemik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) diartikan: (1) bidang linguistik tentang sistem fonem; (2) sistem fonem suatu bahasa; (3) prosedur untuk menentukan fonem suatu bahasa.

    Selain pengertian fonetik dan fonemik, Anda perlu pula memahami apa yang dikasud dengan fonem. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penggunaan istilah “fonem” dan “huruf”. Supriyadi (1992) berpendapat bahwa yang dimaksud fonem adalah satuan kebahasaan yang terkecil. Pendapat tersebut dibuktikan dengan dengan cara menganalisis struktur fonologis kata dasar baca dengan menggunakan diagram pohon seperti berikut.

    buku

    bu ku

    b a c a atau

    kata dasar

    suku suku fonem fonem fonem fonem

  • Kajian Bahasa Indonesia di SD 4- 5

    Selain pendapat di atas, Santoso (2004) menyatakan bahwa setiap bunyi ujaran dalam satu bahasa mempunyai fungsi membedakan arti. Bunyi ujaran yang membedakan arti ini disebut fonem. Fonem tidak dapat berdiri sendiri karena belum mengandung arti. Tidak berbeda dengan pendapat tadi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) tertulis bahwa yang dimaksud fonem: satuan bunyi terkecil yang mampu menunjukkan kontras makna, misalnya /b/ dan /p/ adalah dua fonem yang berbeda karena bara dan para beda maknanya. Terjadinya perbedaan makna hanya karena pemakaian fonem /b/ dan /p/ pada kata tersebut. Contoh lain: mari, lari, dari, tari, sari jika satu unsur diganti dengan unsur lain, maka akan membawa akibat yang besar yakni perubahan arti. Hal ini dapat pula terjadi jika diucapkan dengan salah, maka akan mengakibatkan perubahan arti juga.

    Lalu, apa yang dimaksud dengan huruf? Dalam bidang linguistik, huruf sering diistilahkan dengan grafem. Untuk membantu Anda dalam memahami struktur fonem, dan perbedaan antara fonem dan huruf (grafem) perhatikan contoh yang tertera dalam tabel berikut.

    Susunan Fonem

    Jumlah Fonem Susunan Huruf Jumlah Huruf Kata yang Terbentuk

    /adik/ 4 Adik 4 Adik /iηat/ 4 Ingat 5 Ingat /N an i/ 4 Nyanyi 6 Nyanyi

    /pantay/ 5 Pantai 6 Pantai

    (Santoso, 2004)

    Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa antara fonem dan huruf (grafen) berbeda. Sudah dikemukakan bahwa fonem adalah satuan bunyi bahasa yang terkecil yang dapat membedakan arti. Sedangkan huruf (grafem) adalah gambaran dari bunyi (fonem), dengan kata lain, huruf adalah lambang fonem. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) bahwa huruf adalah tanda aksara dalam tata tulis yang merupakan anggota abjaad yang melambangkan bunyi bahasa.

  • 4 - 6 Unit 4

    Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda mengenai perbedaan fonem dengan huruf, perhatikan kata-kata yang tercetak miring pada kalimat berikut (Supriyadi, dkk, 1992).

    (1) Andi sedang belajar menyanyi. (2) Anak itu menganga di depan dokter gigi. (3) Dia sangat bersyukur atas prestasi yang diraihnya. (4) Orang itu sedang berkhotbah. Kata-kata yang dicetak miring pada kalimat di atas berkata dasar nyanyi,

    nganga, syukur, dan khotbah. Struktur fonologis keempat kata dasar itu sebagai berikut.

    (1) nyanyi

    nya nyi

    ny a ny i

    (2) nganga

    nga nga ng a ng a

    (1) syukur

    syu kur

    sy u k u r

    (2) khotbah

    khot bah

    kh o t b a h

  • Kajian Bahasa Indonesia di SD 4- 7

    Dari tabel di atas jelas bahwa a, i, u, k, r, o, t, b, h tidak dapat diuraikan lagi atas unsur-unsurnya yang lebih kecil. Karena itu, masing-masing adalah fonem. Bagaimana halnya dengan ny, ng, sy, dan kho? Dapatkah masing-masing diuraikan lagi atas unsur-unsurnya? Anda pasti tahu jawabannya, bukan? Kalau perlu