Click here to load reader

Strategi Percepatan Penurunan AKB & AKABA Dan Dukungan Linta

  • View
    2.591

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Strategi Percepatan Penurunan AKB & AKABA Dan Dukungan Linta

STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA KEMATIAN BAYI & BALITA DAN DUKUNGAN LINTAS PROGRAMDr Hj Fatni Sulani, DTM&H, MSi Direktur Bina Kesehatan Anak Departemen Kesehatan RIBandung, 8 Juli 2008

UUD 1945Pasal 28B ayat 2: Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh & berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan & diskriminasi. Pasal 28 H ayat 1:Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir & batin, bertempat tingga & mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan

UU No 23 / 2002: Perlindungan Anak Pasal 1: ANAK adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Pasal 4: Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pasal 8: Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.

Sasaran RPJMN 2009 (Perpres 7 / 2005)Meningkatnya UHH dari 66.2 thn menjadi 70,6 thn Menurunnya AKB dari 35 menjadi 26 per 1000 KH Menurunnya AKI dari 307 menjadi 226 per 100.000 kh Menurunnya prevalensi gizi-kurang pada anak balita dari 25,8% menjadi 20%.

TARGET MDGs 20151. Menanggulangi kemiskinan & kelaparan 2. Memenuhi pendidikan dasar untuk semua 3. Mendorong kesetaraan jender & pemberdayaan perempuan 4. Menurunkan Angka kematian Balita 2/3nya antara 1990-2015 5. Meningkatkan kualitas kesehatan ibu 6. Memerangi HIV/ AIDS, malaria & penyakit menular lain 7. Menjamin kelestarian lingkungan hidup 8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Risiko kematian ibu & anak terjadi paling banyak pada periode kelahiran

LAHIR MATI KEMATIAN BBL

KEMATIAN IBU KEMATIAN ANAK

Perkembangan AKB & AKBAL dan target MDG 2015120 100 80 60 40 20 097 81 68 57 58 46 46 35 AKBAL AKB AKN

SDKI 200244 34 26

SDKI 2007 Target MDG ?

20

20

2317

1992

1993

1994

1995

1996

1997

1998

2000

2001

2003

2004

2006

2007

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Indonesia, salah satu dari 68 negara dimana terjadi 97% kematian ibu &

RPJMN 2009

2015

1991

1999

2002

2005

2008

100

120

20

40

60

80

NAD Sumut Sumbar Riau Jambi Sumsel Bengkulu Lampung Babel Jakarta Jabar Jateng Yogyakarta Jatim Banten Bali NTB NTT Kalbar Kalteng

0

SDKI 2002 - 2003A KNKalsel Kaltim Sulut

A KB

Sulteng Sulsel Sultra Gorontalo Maluku Papua Nasional

Angka Kematian Neonatal, Bayi dan Balita di IndonesiaA KBA LITA

Angka Kematian Bayi di Indonesia90 80 70 60 5048 53 43 55 47 43 36 38 40 45 74 67 59 52 43 35 30 25 20 14 25 NAD 46 Sumut 47 Sumbar 37 Riau 39 Jambi 42 Sumsel 46 Bengkulu 43 Lampung 39 Babel 43 Kepri 28 Jakarta 39 Jabar 26 Jateng 19 Yogyakarta 35 Jatim 46 Banten 34 Bali 72 NTB 57 NTT 46 Kalbar 30 Kalteng 58 Kalsel 26 Kaltim 35 Sulut 60 Sulteng 41 Sulsel 41 Sultra 52 Gorontalo 59 Maluku 51 Malut 41 Papua 36 Papua Brt 34 Nasional 44 47 42 35

2002

77

2007

40 30 20 10 0

42

41

SDKI 2002 2003 & 2007

100

120

20

40

60

80

NAD

Sumbar

Jambi

SDKI 2002 - 2003Bengkulu Babel Jabar Yogyakarta Banten NTB Kalbar Kalsel Sulut

2002-2003

Sulsel

Gorontalo

2007

Maluku

Angka Kematian Balita 2002-2003 dan 2007

Nasional

0

25

DI Aceh 45 46 47 North Sumatera 67 West Sumatera 62 Riau Jambi South Sumatera Bengkulu Lampung Bangka Belitung Riau Islands DKI Jakarta West Java Central Java DI Yogyakarta East Java Banten Bali West Nusa Tenggara 57 East Nusa Tenggara 46 West Kalimantan 34 30 Central Kalimantan South Kalimantan 26 East Kalimantan North Sulawesi Central Sulawesi South Sulawesi Southeast Sulawesi Gorontalo West Sulawesi 59 Maluku 51 North Maluku 36 West Papua Papua 34 Indonesia 41 53 41 41 43 38 35 38 34 72 92 80 59 58 75

65 58 49

55 52 47 47 46 46 43 43 42 39 37 39 36 39 32 28 26 22 19 35 45 46 58

F ig u r e 2 In f a n t a n d Un d e r - 5 M o r t a lit y b y P r o v in c e

In f a n t M o r t a lit y d e r - 5 M o r t a lit y Un

60 62 52 44

69 69 74 74 62 64 96 93

1-4 tahun 24%

1-7 hari 35%

0 28 hari 44%

1-11 bln 32%

7-28 hari 9%

Masalah : Penurunan kematian berlangsung stagnan Kematian balita, 44% terjadi pada masa neonatal Kematian lebih besar pada masyarakat pedesaan, sosial ekonomi rendah & pendidikan

Menurunkan kejadian gizi kurang, berarti menurunkan kematian bayi dan balitaMalaria 5%

ISPA 19%

Diare 19% Campak 7%Sumber: WHO, 2002

Gizi kurang 54% Lainnya 32%

Perinatal 18%

54% penyebab kematian bayi dan balita dipengaruhi oleh faktor gizi

BESARAN MASALAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI & BALITA SKRT, 2001 & SDKI 2002-2003Indikator Pertahun Kematian neonatal (0-28 hari) 20/1000 KH Kematian Bayi (0-12 bulan) 35/1000 KH Kematian Balita (0-60 bulan) 46/1000 KH Penyebab kematian NEONATAL BBLR Asfiksia Tetanus Masalah gangguan pemberian ASI Masalah hematologi Infeksi Lain-lain 30,3 27,0 9,5 9,5 88.770 157.080 206.580 Penyebab kematian BAYI Gangguan perinatal Infeksi saluran Napas Diare Kelainan saluran cerna Tetanus Kelainan saraf Lain-lain 34,7 27,6 9,4 4,3 Jumlah Kematian Perhari 246 430 569 Perjam 10 18 24 Penyebab kematian BALITA Infeksi Saluran Nafas Diare Penyakit Syaraf Tifus 22,8 13,2 11,8 11,0

5,6 5,4 12,7

3,4 3,2 17,4

Kelainan saluran cerna Lain-lain

5,9 35,3

Sekitar 80-90% kematian dapat dicegah dengan teknologi sederhana yang tersedia tingkat puskesmas dan jaringannya. Sekitar 10-20% kasus rujukan memerlukan biaya mahal & teknologi tinggi.

Table 8W. Prevalence of acute respiratory infection, fever, and diarrhea (WORKING TABLE ONLY Percentage of children under five years who were sick with a cough accompanied by short, rapid breathing (symptoms of acute respiratory infection - ARI), fever, or diarrhea in the two weeks preceding the survey, Indonesia 2007

IllnessARI symptoms Fever Diarrhea Number of children

Percentage11.2 31.6 13.7 15,925

Pendekatan SIKLUS HIDUPIntervensi pada masa kehamilan, persalinan, kelahiran bayi dan setelah lahir Intervensi Perawatan bayi baru lahir

Kesehatan bayi dan anak & Perkembangan

Kesehatan Reproduksi Yankes remaja Dukungan nutrisi Strategi mengurangi kemiskinan Kesehatan lingkungan Dukungan sosial

KESINAMBUNGAN PELAYANAN DAN ALUR RUJUKAN

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan

Pelayanan rawat jalan dalam dan luar gedung

Perawatan keluarga dan masyarakat

ALUR KESINAMBUNGAN PELAYANAN

Strategi promosi

Intervensi pencegahan

Rehabilitasi

Intervensi pengobatan

Indikator dalam newborn & child survival:GIZI: 1. ASI ekskluasif 6 bulan 2. Pemberian ASI dan MP ASI pada usia 6 9 bulan 3. Menyusui hingga 24 bulan IMUNISASI: 4. Cakupan imunisasi campak. 5. Cakupan imunisasi DPT 3 UPAYA PREVENTIF: 6. Cakupan suplementasi vitamin A pada balita. 7. Penggunaan sumber air bersih & sanitasi. 8. Penggunaan kelambu yang berinsektisida

BAYI BARU LAHIR: 9. Persalinan oleh tenaga kesehatan 10. Perlindungan terhadap TN 11. Inisiasi Menyusui Dini 12. Perawatan post partum 13. PMTCT TATA LAKSANA 14. Pengobatan dengan antibiotik yang tepat pada Pneumonia 15. Pemberian oralit pada diare 16. Pengobatan malaria 17. Balita dengan gizi buruk

Mengapa fokus pada indikator cakupan?1) Menunjukkan pencapain cakupan program terhadap populasi sasaran. 2) Cakupan yang rendah atau kemajuan yang tidak menggembirakan menunjukkan perlunya tindakan segera. 3) Membantu pengelola program membuat koreksi

Kesenjangan dalam memperoleh pelayanan kesehatan continuum of care100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 09293,3 73 60 61 66 61,8

Kesenjangan & tantangan76,9 75,1 76,8 72

56,8 39,5 32,4

35,5 34,6

KB

ANC

Persalinan 2 hr pasca tenaga salin kesehatan

ASI EKS

ISPA & demam ke fasilitas

oralit pd diare

Vit A

Imunisasi Campak

prepregnan cy

SDKI 2002-2003 &

pregnanc y

birth

postnatal

childhood

prelimenary report SDKI 2007

KETERSEDIAAN TENAGA KESEHATAN DI DESA MENURUT PROPINSI DI INDONESIA TAHUN 2007NO PROPINSI DESA BIDAN DI DESA PUSTU KETERSEDIAAN NAKES DI DESA

1NAD 2Sumut 3Sumbar* 4Riau 5Jambi 6Sumsel 7Bengkulu 8Lampung 9Babel 10Kepri 11Kalbar * *

6374 5616 2604 tad 1186

3256 3819 1515 806 636

2027 4533 832 792 152

5283 8352 2347 1598 788

1250 2195 tad

996 851 243

240 712 169

1236 1563 412

KETERSEDIAAN TENAGA KESEHATAN DI DESA MENURUT PROPINSI DI INDONESIA TAHUN 2007NO PROPINSI DESA BIDAN DI DESA533 1156 1690 465 272 462 391 252

PUSTU

KETERSEDIAAN NAKES DI DESA48 581 1156 2152 856 524

12Sulut 13Sulteng 14Sulsel 15Sultra 16Gorontalo 17Sulbar 18Maluku 19Malut 20Papua 21Papua Barat 22Kaltim * * * * tad

1546 1619 3185 1694

642 1179 2848 168 1724

267 68 746

909 236 2470

1403

266

505

771

KETERSEDIAAN TENAGA KESEHATAN DI DESA MENURUT PROPINSI DI INDONESIA TAHUN 2007NO PROPINSI DESA BIDAN DI DESA PUSTU KETERSEDIAAN NAKES DI DESA

23DKI Jakarta 24Jabar 25J

Search related