Strategi Percepatan Pembangunan Konektivitas dalam pengelolaan dan penyelenggaraan infrastruktur ... Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) 3. ... pada setiap tahapan penyelenggaraan

  • View
    299

  • Download
    30

Embed Size (px)

Text of Strategi Percepatan Pembangunan Konektivitas dalam pengelolaan dan penyelenggaraan infrastruktur ......

  • KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

    Strategi Percepatan Pembangunan Konektivitas dalam

    Rangka Mengatasi Keterisolasian di Wilayah Kalimantan

    BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

    Oleh:

    Ir. Bobby Prabowo, CES

    Kepala Pusat Perencanaan Infrastruktur PUPR, BPIW

    Dalam Rangka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD

    Pulau Kalimantan

    Jakarta, 18 April 2017

  • OUTLINE

    TANTANGAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PUPR

    1 3

    PENCAPAIAN RENSTRA 2015-2017DAN TARGET 2018-2019

    2

    ARAHAN PENYUSUNAN PROGRAM/RKP 2018

    2

    5

    KETERPADUAAN PERENCANAAN DAN KESINKRONAN PROGRAM & PEMBIAYAAN DI KAWASAN PERBATASAN

    4

    KEBIJAKAN PERCEPATAN INFRASTRUKTUR

  • 1 TANTANGAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PUPR

    Bendungan Jatigede

  • VISI MISI

    JOKO WIDODO JUSUF KALLA

    AGENDA NASIONAL

    Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat,

    Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan

    Gotong Royong

    Mewujudkan Bangsa yang

    Berdaya Saing (M5)

    Membangun Indonesia dari PINGGIRAN dengan

    MEMPERKUAT DAERAH-DAERAH DAN DESA

    DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN

    (NC3), Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia

    Indonesia (NC5) dan Meningkatkan produktivitas

    rakyat dan daya saing di pasar internasional

    (NC6), Mewujudkan kemandirian ekonomi

    dengan menggerakan sektor-sektor strategis

    ekonomi domestik (NC7).

    Penguatan Konektivitas Nasional untuk

    Mencapai Keseimbangan Pembangunan

    Visi JW-JK

    Misi JW-JK

    Nawa Cita

    Isu Prioritas RPJMN

    .

    NAWACITA & VISI MISI PRESIDEN

  • 5

    Fokus perhatian kita sekarang ini harusbanyak kita curahkan dalam rangka untukmengatasi ketimpangan antar daerah dengancara mempercepat pembangunaninfrastruktur, memperlancar konektivitasantar daerah, serta memperbesar transfer dana ke daerah dan transfer dana ke desa. Kita ingin pergerakan ekonomi nasional tidakhanya berpusat di Jawa, melainkan bisamenyebar secara merata dan berkeadilansampai ke seluruh pelosok tanah air, termasukdi wilayah-wilayah pinggiran Indonesia.

    - disampaikan dalam Rapat Terbatas Mengenai KebijakanPemerataan di Kantor Presiden, 7 Februari 2017

  • Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang PUPR (Renstra PUPR 2015-2019)

    Meningkatkan ketahanan air, kedaulatan pangan dan energi gunamenggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dalam rangkakemandirian ekonomi (Pengelolaan SDA; Pendayagunaan SDA; dan Pengendalian

    daya rusak air)

    Dukungan terhadap konektivitas nasional guna meningkatkanproduktivitas, efisiensi, dan pelayanan sislognas bagi penguatan daya

    saing bangsa di lingkup global yang berfokus pada konektivitas daratandan maritime (Penyelenggaraan jalan)

    Dukungan terhadap peningkatan kualitas dan cakupan pelayananinfrastruktur dasar permukiman di perkotaan dan perdesaan (Pembinaan

    dan pengembangan infrastruktur permukiman; Penyediaan perumahan; danPembiayaan Perumahan)

    Untuk meningkatkan keseimbangan pembangunan antardaerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan perbatasan, dan kawasan

    perdesaan (keterpaduan infrastruktur wilayah; serta Pembinaan konstruksi nasional dan fasilitasi pengusahaan infrastruktur)

  • 7

    Disparitas antar wilayah dan kws

    masih tinggi (KBI dan KTI)

    Urbanisasi yang tinggi

    (53% penduduk tinggal pada kaw.

    Perkotaan)

    Daya Saing

    NasionalMasih belum kuat

    karena keterbatasan

    dukungan infrastruktur (termasuk

    konektivitas)

    Pemanfaatan Sumberdaya

    belum optimal dalam mendukung kedaulatan

    pangan & energiGambaran Daya Saing Global Indonesia(sumber: Global Competitiveness Index, WEF, 2016)

    TANTANGAN

    Tahun Ranking

    2011 2012 46

    2012 - 2013 50

    2013 - 2014 38

    2014 - 2015 34

    2015 - 2016 37

    2016 41

    Indeks Daya Saing Global Indonesia (GCI)

    Indeks Daya SaingInfrastruktur Indonesia (GCI)

    Tahun Ranking

    2011 2012 82

    2012 - 2013 92

    2013 - 2014 82

    2014 - 2015 72

    2015 - 2016 64

    Penyelesaian Pekerjaan/Program pembangunan infrastruktur yang terhenti pelaksanaannya & tidak diteruskan (mangkrak) s.d. 2014

    Pelaksanaan Pekerjaan

    Baru memenuhi amanat

    NAWACITA

    TANTANGAN

    TANTANGAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PUPR 2015-2019

  • SULAWESI: 3,4% thd PDB

    Pertanian, konstruksi, perdagangan

    10,5%

    6.2%

    4,3% 4,9%

    26,6% 6,7%

    12,2% 13,1%

    14,06%

    4,8% 5,3 % 9,3%

    Pertanian, pariwisata, perdagangan

    Tingkat Kemiskinan Daerah, per September 2016 Source: BPS

    Pertumbuhan PDRB, rata-rata 2006-2015, YoY Source: BPS

    BALI & NUSRA: 1,8% thd PDB

    JAWA: 57,0% thd PDB Industri pengolahan, perdagangan,

    konstruksi

    PAPUA: 1,5% thd PDB Pertambangan, pertanian, dan

    administrasi pemerintahan

    SUMATERA: 19,4% thd PDB Pertanian, Industri pengolahan,

    pertambangan

    KALIMANTAN: 5,7% thd PDB Pertambangan, Industri, Pertanian

    Ekonomi Tumbuh TinggiDISPARITAS ANTAR DAERAH MASIH LEBAR

    NASIONAL

    Pertumbuhan Ekonomi (2016) 5,26 % (triwulan IV)

    Tingkat Kemiskinan (Maret 2015) 11,22 %

    Tingkat Kemiskinan (Septmber 2016) 10.70 %

    Tingkat Pengangguran (Feb 2015) 5,81 %

    Tingkat Pengangguran (Agustus 2016) 5,61%

    6.54%

    5.91%

    Maluku dan Malut: 0,52% thd PDB

    6.4%

    19.3%

  • DUKUNGAN INFRASTRUKTUR

    INDUSTRI PENGOLA-

    HAN

    JASA-JASA (PARIWISATA)

    PENCIPTAAN LAPANGAN

    KERJA

    PERTUMBU-HAN

    EKONOMI

    TARGET PERTUMBUHAN EKONOMI 2018:

    6,1%

    PERTANIAN

    Sumber: Prakiraan Bappenas

    DUKUNGAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

  • 3 Pilar/ Orientasi/dimensi Pembangunan Berkelanjutan

    Ekonomi (Growth)

    Sosial (stabil, harmonis dan sejahtera)

    Ekologi (aman & lestari)

    (Munashinge, 1993)

    Pembangunan harus tetap memperhatikanekosistem yang ada, sesuai dengan kemampuandaya dukungnya, sehingga tetap terjaga dankualitas lingkungan tidak mengalami penurunan(lestari).Setiap kagiatan pembangunan harus selalumewujudkan kepentingan kelompok atau

    masyarakat lain dimanapun berada,serta mengindahkan keberadaankehidupan sekarang maupun kehidupanmasa datang.

    Pembangunan harus memenuhikebutuhan pertumbuhanEkonomi masa kini tanpamengorbankan hak pemenuhankebutuhan generasi yang akandatang.

  • Pengembangan wilayah yang agresif, eksploratif, dan ekspansif akan berakibat pada menurunnya

    kemampuan daya dukung dan daya tampung sehingga dampak positif pembangunan

    hanya bersifat temporer

    Perlu pengelolaan dan penyelenggaraan infrastruktur yang memperhatikan antara lain:

    1. Kemampuan daya dukung dan daya tampunglingkungan hidup (DDDTLH)

    2. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)3. Terintegrasi dalam Rencana Aksi Nasional

    Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim serta Pengurangan Risiko Bencana (RAN MAPI & PRB)

    Tantangan Pembangunan yang Berkelanjutan

    Kawasan Timur Indonesia merupakan kawasan dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi.

  • Peta Infrastruktur PUPR dan Non PUPR Overlay DDDTLH Pulau Kalimantan

  • INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN

    Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 05/PRT/M/2015 tentang PedomanUmum Implementasi Konstruksi Berkelanjutan Pada Penyelenggaraan Infrastruktur Bidang PekerjaanUmum dan Perumahan;

    Disebutkan di pasal 3 bahwa pendekatan Konstruksi Berkelanjutan, prinsip berkelanjutan, yang mencakup aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, wajib diterapkan dalam penggunaan sumber daya yang digunakan pada setiap tahapan penyelenggaraan infrastruktur.

    Prinsip berkelanjutan meliputi:

    kesamaan tujuan, pemahaman serta

    rencana tindak

    pengurangan penggunaan sumber daya, baik berupa

    lahan, material, air, sumber daya alam

    maupun sumber daya manusia (reduce)

    pengurangan timbulan limbah, baik fisik maupun nonfisik;

    penggunaan kembali sumber daya yang telah digunakan sebelumnya

    (reuse)

    penggunaan sumber daya hasil siklus ulang

    (recycle)

    perlindungan dan pengelolaan terhadap

    lingkungan hidup melalui upaya

    pelestarian

    mitigasi risiko keselamatan, kesehatan,

    perubahan iklim dan bencana

    orientasi kepada siklushidup

    orientasi kepadapencapaian mutu yang

    diinginkan

    inovasi teknologi untukperbaikan yang berlanjut

    dukungan kelembagaan, kepemimpinan danmanajemen dalam

    implementasi

  • Meets One of More Criteria

    Integrity and Authenticity

    Protection and Management

    OUTSTANDING

    UNIVERSAL VALUE

    (OUV)

    PROSES IDENTIFIKASI

    Define (Identify)

    DocumentsCondition

    AssessmentConservation

    Action

    Pembangunan Infrastruktur mendukung Isu Warisan Dunia

    Identifikasi

    Taman Nasional Lorentz

  • Pembangunan infrastruktur adalah investasi pada sektor publik yang bersifat massive, dan secara fisik akan menjadi pemandangan visual yang terlihat oleh masyarakat dalam jangka waktu yang sangat lama, selama minimal 50 tahun atau 100 tahun ke depan

    Sehingga menjadi sangat penting untuk mulai memberikan peran bagi estetika infrastruktur sehingga infrastruktur PUPR yang dibangun ;

    - menjadi bagian dari keindahan kawasan, kota atau wilayah yang dapat dirasakan sebagai kenyamanan pandang (visual) bagi masyarakat penggunanya

    - memiliki daya tarik bagi kawasan, kota atau wilayah, sehingga ruang-ruang publik yang dihasilkan dari penyediaan infrastruktu