24
Strategi Pembelajaran TK MODUL 1 HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. Dalam arti sempit, pendidikan identik dengan persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terprogram dan terencana secara formal. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen- komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan, 2) peserta didik, 3) pendidik, 4) kurikulum, 5) fasilitas pendidikan, dan 6) interaksi edukatif. Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan Belajar 2 Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Pada hakikatnya anak itu unik, mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan, bersifat aktif dan energik, egosentris, memiliki rasa ingin tahu yang kuat, antusias terhadap banyak hal, bersifat eksploratif dan berjiwa petualang, kaya dengan fantasi, mudah

Strategi Pembelajaran Tk

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Strategi Pembelajaran Tk

Strategi Pembelajaran TK

MODUL 1

HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK

Kegiatan Belajar 1

Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan

Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam

lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal

mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. Dalam arti sempit, pendidikan identik dengan

persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang

terprogram dan terencana secara formal. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari

komponen-komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu

sama lain. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan, 2) peserta didik, 3)

pendidik, 4) kurikulum, 5) fasilitas pendidikan, dan 6) interaksi edukatif.

Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat

membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak

secara wajar. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk

menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan

menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Pendidikan anak usia dini pada

hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kegiatan Belajar 2

Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak

Pada hakikatnya anak itu unik, mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan, bersifat aktif

dan energik, egosentris, memiliki rasa ingin tahu yang kuat, antusias terhadap banyak hal, bersifat

eksploratif dan berjiwa petualang, kaya dengan fantasi, mudah frustrasi, dan memiliki daya

perhatian yang pendek. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial.

Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan

tahap perkembangan dan harus dirancang untuk membuat anak mengembangkan potensi secara

utuh. Baik Kurikulum TK 1994 maupun Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-

aspek perkembangan yang dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup

bidang pengembangan perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar.

Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain

(belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar), pembelajaran yang berorientasi

perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan

cara-cara yang tepat. Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak

Page 2: Strategi Pembelajaran Tk

MODUL 2

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA TK

Kegiatan Belajar 1

Hakikat Perkembangan

Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang

berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. Perkembangan juga

diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat

kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan

berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. Sistematis, berarti perubahan

dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-

bagian organisme. Progresif, berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan

mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). Berkesinambungan,

berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan

berurutan.

Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. 1) Perkembangan merupakan proses yang

tidak pernah berhenti. 2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. 3) Perkembangan

mengikuti pola atau arah tertentu. 4) Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan. 5) Setiap

fase perkembangan mempunyai ciri khas. 6) Setiap individu yang normal akan mengalami

tahapan/fase perkembangan.

Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan

kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. Para ahli

mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini.

Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu berdasarkan

analisis biologis, didaktis, dan psikologis.

Kegiatan Belajar 2

Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak

Perkembangan anak usia TK yang terentang antara usia empat sampai dengan enam tahun

merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Perkembangan pada usia ini

mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, sosial emosional, serta bahasa.

Ketika anak mencapai tahapan usia TK (3 sampai 6 tahun), terdapat ciri yang sangat berbeda

dengan usia bayi. Perbedaannya terletak pada penampilan, proporsi tubuh, berat dan panjang

badan, serta keterampilan yang mereka miliki.

Dilihat dari tahapan menurut Piaget, anak usia TK berada pada tahapan praoperasional, yaitu

tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. Periode ini ditandai dengan

berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan

menggunakan simbol-simbol. Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau

berfantasi tentang berbagai hal.

Page 3: Strategi Pembelajaran Tk

Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. Pada tahap ini

emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi, anak cenderung mengekspresikan

emosi dengan bebas dan terbuka. Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut

perhatian guru.

Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan

aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. Perkembangan sosial anak merupakan hasil

belajar, bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui

kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya. Bagi anak

prasekolah, kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang.

Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan

yang dapat memikat orang lain. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti

bertanya, berdialog, dan menyanyi. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut

nama benda. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah perbendaharaan kata.

MODUL 3

PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN

Kegiatan Belajar 1

Prinsip-prinsip Perkembangan Anak

Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang memiliki kemampuan

profesional, sosial dan pribadi yang baik. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik

atau guru Taman Kanak-kanak adalah memahami perkembangan anak. Pemahaman tentang

karakteristik perkembangan anak memberikan kontribusi terhadap pendidik untuk merancang

kegiatan, menata lingkungan belajar, mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi

perkembangan dan belajar anak.

Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik, (2)

perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur, (3) perkembangan anak berlangsung pada

tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak, (4) perkembangan baru didasarkan pada

perkembangan sebelumnya, (5) perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif.

Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut memberikan implikasi bagi pendidik dalam

menentukan tujuan, memilih bahan ajar, menentukan strategi, memilih dan menggunakan media,

serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung belajar anak secara optimal.

Kegiatan Belajar 2

Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan

Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi

perkembangan, antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-

lembaga pendidikan anak usia dini, kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat

Page 4: Strategi Pembelajaran Tk

terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik, kesalahpahaman masyarakat tentang konsep

pendidikan anak usia dini.

Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting, yaitu (1)

berorientasi pada usia, (2) berorientasi pada anak secara individual, dan (3) berorientasi pada

konteks sosial budaya anak.

Praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut:

(1) anak secara holistik, (2) program pendidikan yang bersifat individual, (3) pentingnya kegiatan

yang diprakarsai anak, (4) fleksibel, lingkungan kelas menstimulasi anak, (5) pentingnya bermain

sebagai wahana belajar, (6) kurikulum terpadu, (7) belajar melalui bekerja, (8) memberikan pilihan

kepada anak tentang apa dan bagaimana caranya belajar, (9) penilaian bersifat kontinu, dan (10)

bermitra dengan orang tua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak.

Kegiatan Belajar 3

Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak

Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasi dari beberapa

dimensi, sebagai berikut.

1. Menciptakan iklim yang positif dan kondusif untuk belajar.

2. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu.

3. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi

aktif, mengambil inisiatif, melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya.

4. Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan

kepada anak untuk memilih kegiatannya sendiri.

5. Mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa

secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara, mendengarkan, membaca dan

menulis dini.

6. Strategi pembelajaran dirancang agar anak dapat berinteraksi dengan anak lainnya secara

individual dan dalam kelompok kecil.

7. Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya, mengembangkan

keterampilan sosial, pengendalian dan disiplin diri.

8. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek

perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik, sosial emosi, kognitif, bahasa, dan

seni.

9. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu, melalui observasi.

10. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melakukan

kegiatan tersebut.

Page 5: Strategi Pembelajaran Tk

MODUL 4

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Belajar 1

Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan

kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai.

Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis

dimana komponen-komponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama

lain.

Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi:

1. Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan

proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar.

2. Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai.

3. Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar

tujuan tercapai.

4. Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan

terhadap proses belajar.

5. Evaluasi merupakan suatu proses memilih, mengumpulkan informasi untuk membuat

keputusan. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan.

Kegiatan Belajar 2

Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran

Salah satu tugas guru adalah membuat perencanaan pembelajaran.

Jenis-jenis perencanaan di TK meliputi Perencanaan Tahunan, Perencanaan Semester,

Perencanaan Mingguan (SKM), Perencanaan Harian (SKH). Perencanaan Tahunan, memuat

keterampilan, kemampuan, pembiasaan-pembiasaan dan tema-tema yang sesuai dengan minat

anak dan dekat dengan lingkungan anak.

Perencanaan semester merupakan penjabaran dari perencanaan tahunan yang dibagi ke dalam

dua semester.

Perencanaan Mingguan berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah

direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan tema pada minggu itu.

Perencanaan Harian (SKH) merupakan perencanaan operasional yang disusun oleh guru dan

merupakan acuan dalam melaksanakan pembelajaran. SKH dijabarkan dari SKM.

Page 6: Strategi Pembelajaran Tk

MODUL 5

HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN

Kegiatan Belajar 1

Konsep Belajar dan Prinsip-prinsip Belajar Anak

1. Belajar adalah proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan. Prinsip-

prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak ketika ia belajar.

2. Anak adalah pebelajar aktif. Ketika bergerak anak mencari stimulasi yang dapat

meningkatkan kesempatan untuk belajar. Anak menggunakan seluruh tubuhnya sebagai

alat untuk belajar. Anak secara energik mencari cara untuk menghasilkan potensi

maksimum.

3. Belajar anak dipengaruhi kematangan. Guru harus memahami bagaimana kematangan

anak dapat dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memfasilitasi matangan tersebut.

4. Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan. Tidak hanya lingkungan fisik tetapi juga

lingkungan belajar.

5. Anak belajar melalui kombinasi lingkungan fisik, sosial dan refleksi. Dengan pengalaman

tersebut anak memperoleh pengetahuannya. Tugas guru bagaimana menyediakan

lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik, sosial dan mampu

merefleksikannya.

6. Anak belajar dengan gaya yang berbeda. Ada yang tipe visual, tipe auditif dan tipe

kinestetik.

7. Anak belajar melalui bermain. Melalui bermain anak dapat memahami menciptakan

memanipulasi simbol-simbol dan mentransformasi objek-objek tersebut

Kegiatan Belajar 2

Variabel Strategi Pembelajaran

1. Tujuan. Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan

strategi pembelajran, apakah berkaitan dengan, pengembangan kognitif, bahasa, sosial

emosi, fisik, moral agama , motorik.

2. Tema, tema pembelajaran di TK, meliputi 20 tema, masing-masing tema memiliki

karakteristik tersendiri. Dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran

karakteristik tema merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan.

3. Kegiatan. Kegiatan perlu pula dipertimbangakan karena belajar di TK tidak hanya

dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga ada kegiatan belajar di luar kelas.

4. Anak. Anak perlu dipertimbangkan, karena anak memilki karakteristik dalam

perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar.

Page 7: Strategi Pembelajaran Tk

5. Media dan Sumber belajar. Media dan sumber belajar yang dipilih harus dapat mendukung

terlaksananya proses belajar yang efektif dan relevan dengan strategi pembelajaran yang

dipilih guru.

6. Guru-guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan belajar anak. Kepiawaian guru

dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan faktor yang sangat

berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak.

MODUL 6

PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Kegiatan Belajar 1

Pengertian dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan

belajar mengajar. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai

metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan demikian strategi

pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar.

Terdapat beberapa kriteria yang harus menjadi pertimbangan guru dalam memilih strategi

pembelajaran, yaitu (1) karakteristik tujuan pembelajaran apakah untuk pengembangan aspek

kognitif, aspek afektif atau psikomotor. Atau apakah pembelajaran itu bertujuan untuk

mengembangkan domain fisik-motorik, kognitif, sosial emosi, bahasa, dan estetika; (2)

karakteristik anak sebagai peserta didik baik usianya maupun kemampuannya; (3) karakteristik

tempat yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran apakah di luar atau di dalam ruangan;

(4) karakteristik tema atau bahan ajar yang akan disajikan kepada anak; dan (5) karakteristik pola

kegiatan yang akan digunakan apakah melalui pengarahan langsung, semi kreatif atau kreatif.

Semua kriteria ini memberikan implikasi bagi guru untuk memilih stratgei pembelajaran yang

paling tepat digunakan di Taman Kanak-kanak

Kegiatan Belajar 2

Karakteristik Cara Belajar Anak

Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. Beberapa karakteristik cara belajar

anak itu antara lain (1) anak belajar melalui bermain; (2) anak belajar dengan cara membangun

pengetahuannya; (3) anak belajar secara alamiah, dan (4) anak belajar paling baik jika yang

dipelajarinya menyeluruh, bermakna, menarik, dan fungsional.

Bermain sebagai salah satu cara belajar anak memiliki ciri-ciri simbolik, bermakna, aktif,

menyenangkan, suka rela, ditentukan oleh aturan, dan episodik.

Para ahli teori konstruktivisme mempunyai pandangan tentang cara belajar anak yaitu bahwa anak

belajar dengan cara membangun pengetahuannya melalui kegiatan mengeksplorasi objek-objek

Page 8: Strategi Pembelajaran Tk

dan peristiwa yang ada di lingkungannya dan melalui interaksi sosial dan pembelajaran dengan

orang dewasa.

Lingkungan yang diciptakan secara kondusif akan mengundang anak untuk belajar secara alamiah

tanpa paksaan sehingga apa yang dipelajari anak dari lingkungannya adalah hal-hal yang benar-

benar bermakna, fungsional, menarik dan bersifat menyeluruh.

MODUL 7

JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK

Kegiatan Belajar 1

Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Umum di Taman Kanak-kanak

Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak.

Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam

belajar, namun, tidak berarti peranan guru pasif. Guru harus berperan sebagai fasilitator yang

dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar.

Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah: (1) meningkatkan keterlibatan indra, (2)

mempersiapkan isyarat lingkungan, (3) analisis tugas, (4) scaffolding, (5) praktik terbimbing, (6)

undangan/ajakan, (7) refleksi tingkah laku/tindakan, (8) refleksi kata-kata, (9) contoh atau

modelling, (10) penghargaan efektif), (11) menceritakan/menjelaskan/menginformasikan, (12) do-

it-signal, (13) tantangan, (14) pertanyaan, dan (15) kesenyapan.

Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan

proses pembelajaran, sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi.

Kegiatan Belajar 2

Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak

Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-

kanak. Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan

strategi pembelajaran umum, yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan, karakteristik

anak dan cara belajarnya, karakteristik tempat yang akan digunakan, dan pola kegiatan.

Jenis-jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah (1) kegiatan eeksploratori, (2) Penemuan

Terbimbing, (3) Pemecahan Masalah, (4) Diskusi, (5) Belajar Kooperatif, (6) Demonstrasi, dan (7)

Pengajaran Langsung.

Di samping strategi pembelajaran di atas, guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat

menggunakan strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik.

MODUL 8

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK

Page 9: Strategi Pembelajaran Tk

Kegiatan Belajar 1

Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak

Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. Pembelajaran yang berpusat

pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky.

Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. Mereka membangun pengetahuannya

ketika berinteraksi dengan objek, benda, lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan

sosial.

Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan

pendekatan belajar aktif.

Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui

mengamati, meneliti, menyimak, menggerakkan badan mereka menyentuh, mencium, meraba

dan membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka.

Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) prakarsa kegiatan

tumbuh dari minat dan keinginan anak, 2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang

ingin ia kerjakan, 3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya, 4)

Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung, 5) Anak mentransformasikan dan

menggabungkan bahan-bahan, 6) Anak menggunakan otot kasarnya, 7) Anak menceritakan

pengalamannya.

Kegiatan Belajar 2

Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak

Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang.

Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang

dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Untuk itu perlu

disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya.

Area- area tersebut meliputi:

1. Area Pasir dan Air.

2. Area Balok.

3. Area Rumah dan Bermain Drama.

4. Area Seni.

5. Area Manipulatif.

6. Area Membaca dan menulis.

7. Area pertukangan atau kerja Kayu.

8. Area musik dan gerak.

9. Area komputer.

10. Area bermain di luar ruangan.

Page 10: Strategi Pembelajaran Tk

Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan, tahap bekerja

dan tahap melaporkan kembali.

Kegiatan Belajar 3

Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak

Plan Do Review, merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Dalam

pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya,

mulai dari membuat perencanaan, (Plan), mengerjakan (Do), dan melaporkan kembali (Review).

Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

1. Tahap merencanakan (Planning Time).

2. Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan

mereka lakukan selanjutnya.

3. Tahap Bekerja (Work Time).

4. Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Anak

mentransformasikan rencana ke dalam tindakan.

5. Tahap Review (Recall).

6. Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap

bekerja.

MODUL 9

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERMAIN

Kegiatan Belajar 1

Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bermain

Bermain merupakan suatu kegiatan yang melekat pada dunia anak. Bermain adalah kodrat anak.

Bermain dapat dipandang sebagai suatu kegiatan yang bersifat voluntir, spontan, terfokus pada

proses, memberi ganjaran secara intrinsik, meyenangkan dan fleksibel.

Kriteria dalam kegiatan bermain adalah memotivasi intrinsik, memiliki pengaruh positif, bukan

dikerjakan sambil lalu. Cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya, serta bermain memiliki

kelenturan.

Fungsi bermain bagai anak TK adalah: Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Untuk

melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. Untuk melakukan berbagai peran

yang ada di dalam kehidupan nyata.

Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. Untuk

menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. Untuk melepaskan dorongan-

dorongan yang tidak dapat diterima seperti berperan sebagai pencuri. Untuk kilas balik peran-

peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan

Page 11: Strategi Pembelajaran Tk

seperti gosok gigi, serta untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian

masalah.

Ditinjau dari dimensi perkembangan sosial, bermain digolongkan sebagai berikut: bermain soliter,

bermain secara paralel, bermain asosiatif, dan bermain secara kooperatif.

Kegiatan Belajar 2

Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain Anak

Rancangan kegiatan bermain meliputi penentuan tujuan dan tema kegiatan bermain; macam

kegiatan bermain; tempat dan ruang bermain; bahan dan peralatan bermain; dan urutan langkah

bermain.

Tujuan kegiatan bermain bagi anak usia TK adalah untuk meningkatkan pengembangan seluruh

aspek perkembangan anak usia TK, baik perkembangan motorik, kognitif, bahasa, kreativitas,

emosi atau sosial. Kegiatan bermain akan memberikan hasil yang optimal apabila kegiatan itu

dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. Tema yang akan dipilih dapat mengacu

pada 20 tema yang terdapat dalam PKB TK 1994.

Menentukan jenis kegiatan bermain yang akan dipilih sangat tergantung kepada tujuan dan tema

yang telah ditetapkan sebelumnya. Penentuan jenis kegiatan bermain diikuti dengan jumlah

peserta kegiatan bermain. Selanjutnya ditentukan tempat dan ruang bermain yang akan

digunakan, apakah di dalam atau di luar ruangan kelas, hal itu sepenuhnya tergantung pada jenis

permainan yang dipilih.

Sebelum melakukan kegiatan bermain, bermacam bahan dan peralatan yang sesuai dengan tujuan

yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. Langkah berikutnya adalah

menentukan urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan kegiatan yang harus

dilaksanakan oleh setiap peserta permainan.

Kegiatan Belajar 3

Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain

Pelaksanaan kegiatan bermain terdiri dari tiga kegiatan yaitu:

1. Kegiatan prabermain

2. Kegiatan bermain

3. Kegiatan penutup

Pada kegiatan prabermain, terdapat dua macam kegiatan persiapan, yaitu:

1. Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain

2. Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam kegiatan

bermain

Page 12: Strategi Pembelajaran Tk

Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan yang berurutan dari awal sampai dengan akhir

kegiatan bermain. Banyaknya kegiatan pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis

permainan yang dipilih, serta jumlah anak yang mengikuti permainan.

Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari seluruh langkah kegiatan bermain. Pada kegiatan

ini, guru memberikan penekanan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki

oleh anak seperti, menunggu giliran, kemampuan bekerja sama, kemampuan memecahkan

masalah dan sebagainya.

Evaluasi atau penilaian perlu dilaksanakan agar guru mendapatkan umpan balik tentang

keberhasilan kegiatan bermain. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan

bermain yang telah ditetapkan sebelumnya

.

MODUL 10PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERCERITA

Kegiatan Belajar 1

Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bercerita

Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak dipergunakan di Taman Kanak-

kanak. Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat memberikan

pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Cerita

yang dibawakan guru harus menarik, dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan

pendidikan bagi anak TK.

Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah

memperhatikan hal-hal berikut:

1. Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK.

2. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira, lucu, dan

mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita

3. Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik

dan menarik.

Beberapa macam teknik bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membaca

langsung dari buku, menggunakan ilustrasi dari buku gambar, menggunakan papan flannel,

menggunakan boneka, bermain peran dalam suatu cerita, atau bercerita dengan menggunakan

jari-jari tangan.

Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol

kegiatan yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. Selain itu tempat duduk pun harus

diatur sedemikian rupa, misalnya berbentuk lingkaran sehingga akan terjalin komunikasi yang

lebih efektif.

Page 13: Strategi Pembelajaran Tk

Kegiatan Belajar 2

Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita

Kegiatan bercerita merupakan kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak

serta pencapaian tujuan pendidikan. Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita guru terlebih

dahulu harus merancang kegiatan bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara

sistematis.

Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut:

1. Menetapkan tujuan dan tema cerita.

2. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih.

3. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita.

4. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita.

a. mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita;

b. mengatur tempat duduk;

c. melaksanakan kegiatan pembukaan;

d. mengembangkan cerita;

e. menetapkan teknik bertutur;

f. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita.

5. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita.

Kegiatan Belajar 3

Penerapan Strategi Pembelajaran melalui Bercerita

Penerapan strategi pembelajaran melalui bercerita mengacu pada prosedur pembelajaran yang

telah dikembangkan sebelumnya, yaitu:

1. Menetapkan tujuan dan tema cerita.

2. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih.

3. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita.

4. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita:

a. mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita;

b. mengatur tempat duduk;

c. melaksanakan kegiatan pembukaan;

d. mengembangkan cerita;

e. menetapkan teknik bertutur;

f. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita.

5. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita.

Page 14: Strategi Pembelajaran Tk

Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi

acuan dalam melaksanakan kegiatan lainnya. Guru memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk

cerita yang dipilih, sepanjang bisa menggambarkan isi cerita dengan baik. Bahan dan alat yang

dipergunakan dalam kegiatan bercerita sangat bergantung kepada bentuk cerita yang dipilih

sebelumnya.

Pengaturan tempat duduk, merupakan hal yang patut mendapat perhatian karena pengaturan

yang baik membuat anak merasa nyaman dan dapat mengikuti cerita di samping teknik bercerita,

dan teknik penilaian.

Untuk mengetahui ketercapaian tujuan dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan

pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk menumbuhkan pemahaman

anak aka nisi cerita yang telah disampaikan.

MODUL 11

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERNYANYI

Kegiatan Belajar 1

Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bernyanyi

1. Bernyanyi

Bernyanyi pada dasarnya merupakan bakat alamiah yang dimiliki oleh seorang individu.

Sejak lahir bayi telah mulai mengenal suara, ritme atau melodi melalui lagu yang

dilantunkan oleh ibunya. Di Taman Kanak-kanak, kegiatan bernyanyi merupakan sebuah

kegiatan yang dapat diintegarasikan ke dalam pembelajaran

2. Manfaat Bernyanyi

Kegiatan bernyanyi itu sendiri memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak.

Diantaranya dapat mengurangi rasa cemas, menimbulkan rasa percaya diri, menumbuhkan

kreativitas anak serta sebagai salah satu alat untuk mengungkapkan emosi dan perasaan

Kegiatan Belajar 2

Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bernyanyi

Pengalaman dalam bermusik dapat membantu mengembangkan kemampuan daya pikir dan

bahasa anak serta dapat dijadikan sebagai pusat lingkungan belajar anak secara lebih menyeluruh.

Dalam mengembnagkan prosedur penerapan strategi pembelajaran melalui bernyanyi guru harus

mempertimbangkan karakteristik anak sehingga pembelajaran dapat berlangsung lebih bermakna.

Terdapat tiga tahap dalam prosedur penerapan strategi pembelajaran melalui bernyanyi, yaitu :

a. Tahap perncanaan

b. Tahap pelaksanaan

c. Tahap penilaian

Page 15: Strategi Pembelajaran Tk

Kegiatan Belajar 3

Penerapan Pembelajaran melalui Bernyanyi

Penerapan Strategi pembelajaran melalui bernyanyi mengacu pada prosedur pembelajaran yang

telah dikembangkan sebelumnya, yaitu melalui tiga tahap sebagai berikut:

1. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini Anda mulai menentukan tujuan yang ingin dicapai, berupa tingkat

pemahaman dan ketrampilan yang diharapkan dimiliki oleh anak ketika pembelajaran

selesai. Selanjutnya Anda menentukan pokok bahasan dan sub pokok bahasan. Dilanjutkan

dnegan menetapkan tahapan kegiatan yang akan dilalui oleh anak dlaam pembelajaran

tersebut. Langkah terakhir adalah menetapkan alat penilaian untuk melihat ketercapaian

tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya

2. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini Anda harus menetapkan tahapan kegiatan yang akan dilalui anak selama

proses pembelajaran berlangsung. Tahapan kegiatan tersebut meliputi:

a. Kegiatan awal

b. Kegiatan tambahan

c. Kegiatan pengembangan

3. Tahap Penilaian

Pada tahap ini Anda menetapkan alat penilaian yang sesuai untuk mengukur ketercapaian

tujuan. Penilaian mengacu pada daftar pertanyaan yang dilakukan melalui pengamatan

dengan mengacu pada daftra pertanyaan yang telah disusun

MODUL 12

STRATEGI PEMBELAJARAN TERPADU

Kegiatan Belajar 1

Rasional Strategi Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu adalah pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran dengan

mengintegrasikan kegiatan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan

yang meliputi pengembangan aspek kognitif, bahasa, fisik-motorik, social-emosi, estetika, social,

moral, dan agama. Yang menjadi focus dalam pembelajaran terpadu adalah tema.

Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut: dilakukan melalui kegiatan

pengalaman langsung, sesuai dengan kebutuhan dan minat anak, memberikan kesempatan

kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya, menggunakan bermain sebagai wahana

belajar, menghargai perbedaan individu, melibatkan orang tua atau keluarga anak untuk

mengoptimalkan pembelajaran.

Prinsp pembelajaran terpadu adalah: berorientasi pada perkembangan anak, kegiatannya

dikaitkan dnegan pengalaman nyata anak, bahan ajarnya dapat dieksplorasi oleh anak,

Page 16: Strategi Pembelajaran Tk

mengintegrasikan isi dan proses belajar, melibatkan penemuan aktif, memadukan berbagai bidang

pengembangan, kegiatan belajar bervariasi, memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek

oleh anak, waktu fleksibel, melibatkan anggota keluarga anak, tema dapat diperluas, dan direvisi

seusia dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak

Pembelajaran terpadumemiliki manfaat: (1) meningkatkan perkembangan konsep anak (2)

memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan, (3)

membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya, (4)

dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda, untuk semua tingkat usia, dan untuk

anak-anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan Belajar 2

Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu menuntut guru untuk bekerja secara professional mulai tahap

perencanaan, pelaksanaan hingga tahap penilaian. Agar pembelajaran terpadu dapat mencapai

tujuan yang diharapkan guru harus menempuh prosedur-prosedur sebagai berikut.

1. Memilih tema

Memilih tema terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak, (b) peristiwa khusus (c)

kejadian yang tidak diduga (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga, (e) orang tua dan

guru. Kriteria pemilihan tema adalah; (a) relevansi topic dengan anak, (b) pengalaman

langsung, (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum, (d) ketersediaan alat-

alat, (e) potensi proyek

2. Penjabaran tema

Tema yang sudah dipilih harus dijabarkan ke dalam sub tema dan konsep-konsep yang di

dalamnya terkandung istilah, fakta dan prinsip, kemudian jabarkan kedalam, bidang-bidang

pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional.

3. Perencanaan

Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui

langkah-langkah apa yang harus ditempuh. Tentukan tujuan pembelajaran, kegiatan

belajar, waktu, pengorganisasian anak, sumber rujukan, alat-alat permainan yang

diperlukan, dan penilaian yang akan dilakukan

4. Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan lakukan dan kembangkanlah kegiatan belajar sesuai dengan

rencana yang telah disusun. Lakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran dan

kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan anak

5. Penilaian

Penilaian dilakukan pada pelaksanaan dan akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan

untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran

terpadu

Page 17: Strategi Pembelajaran Tk

Kegiatan Belajar 3

Penerapan Stratgei Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu sebagai salah satu pendekatan pembelajaran dapat diterapkan di lembaga

pendidikan anak usia dini pada umumnya dan Taman Kanak-kanak pada khususnya. Penerapan

strategi pembelajaran tersebut terutama harus didasarkan pada pertimbangan karakteristik-

karakteristik anak dan tujuan pembelajaran.

Agar penerapan strategi pembelajaran terpadu berlangsung secara efektif maka harus

memperhatikan prinsip-prinsip sebagaimana telah dikemukakan dalam pembahasan konsep dasar

strategi pembelajarn terpadu. Stratgei pembelajaran terpadu ditempuh melalui langkah-langkah :

(1) memilih tema, (2) mengembangkan tema ke dalam sub tema dan konsep, (3) mengembagkan

tema ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang operasional, (4) membuat

perencanaan pembelajaran, (5) melaksanakan pembelajaran, (6) melaksanakan evaluasi.

Pemilihan tema dalam pembelajaran terpadu didasarkan pada minat anak tentang objek yang

mereka lihat dalam pengalaman nyata sehari-hari. Tema seperti itu akan lebih menarik perhatian

anak daripada tema-tema yang didasarkan atas kebutuhan guru atau lembaga yang belum tentu

relevan dengan minat dan perhatian anak. Pengembangan tema ke dalam sub tema serta

pengemabangan tema ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan yang lebih

operasional dapat dilakukan oleh guru dengan teman sejawat atau dengan cara melakukan

percakapan informal dengan anak-anak yang akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Tema yang dipetakan dalam jaringan temaharus dituangkan dalam bentuk perencanaan

pembelajaran secara tertulis agar guru dapat mengetahui langkah-langkah kegiatan yang akan

dilaksankaan secara sitematis. Perencanaan pembelajaran harus menggambarkan tujuan yang

diharapakan diapai oleh anak, kegiatan belajar, pengorganisasian kelas, media dan sumber serta

pengembangan alat evaluas. Pada tahap perencanaan juga harus dilakukan pengelompokkan anak

berdasarkan minat mereka terhadap kegiatan belejar yang telah direncanakan.

Tahap pelaksanaan dikembangkan sesuai dengan rencana yan telah dirumuskan namun harus

fleksibel. Pada tahap evaluasi pihak lembaga dapat melibatkan pihak orang tua untuk melihat hasil

karya yang telah dibuat oleh anak. Evaluasi tidak hanya dilakukan pada akhir pembelajaran tetapi

juga pada saat proses pembelajaran berlangsung untuk mengetahui sejauh mana perkembangan

yang telah dicapai oleh anak.