of 87 /87
STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN HAJI DI KOPERASI TANI SYARI’AH BINA USAHA DI DESA PENDEM KECAMATAN JANAPRIA LOMBOK TENGAH SKRIPSI Oleh : MUHAMAD JUAINI HARIRI NIM. 152135157 JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM 2019

STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN HAJI DI KOPERASI …etheses.uinmataram.ac.id/2020/1/Muhamad Juaini Hariri... · 2019-07-04 · i strategi pemasaran produk tabungan haji di koperasi

  • Author
    others

  • View
    14

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN HAJI DI KOPERASI …etheses.uinmataram.ac.id/2020/1/Muhamad...

  • i

    STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN HAJI DI

    KOPERASI TANI SYARI’AH BINA USAHA DI DESA

    PENDEM KECAMATAN JANAPRIA LOMBOK TENGAH

    SKRIPSI

    Oleh :

    MUHAMAD JUAINI HARIRI

    NIM. 152135157

    JURUSAN EKONOMI SYARIAH

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

    MATARAM

    2019

  • ii

    STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN HAJI DI

    KOPERASI TANI SYARI’AH BINA USAHA DI DESA

    PENDEM KECAMATAN JANAPRIA LOMBOK TENGAH

    SKRIPSI

    diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram

    untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar Sarjana Ekonomi

    Oleh :

    MUHAMAD JUAINI HARIRI

    NIM. 152135157

    JURUSAN EKONOMI SYARIAH

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

    MATARAM

    2019

    ii

  • iii

    PERSETUJUAN PEMBIMBING

    Skripsi oleh MUHAMAD JUAINI HARIRI NIM: 152.135.157 yang

    berjudul “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji di Koperasi Tani Syari’ah

    Bina Usaha Di Desa Pendem Kecamatan Janapria Lombok Tengah” telah

    memenuhi syarat dan disetujui untuk dimunaqasyahkan.

    Disetujui pada tanggal 24 Desember 2018.

    Pembimbing I

    Drs. Maru’f. SH, M.Ag NIP. 196505141997031003

    Pembimbing II

    Dahlia Bonang, M.SI NIP . 198505172011012010

    iii

  • iv

    NOTA DINAS

    Hal: Munaqasyah

    Mataram, 24 Desember

    2018

    Kepada

    Yth. Rektor UIN Mataram

    di_

    Mataram

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Setelah diperiksa dan diadakan perbaikan sesuai masukan pembimbing

    dan pedoman penulisan skripsi, kami berpendapat bahwa skripsi MUHAMAD

    JUAINI HARIRI, NIM. 152135157 yang berjudul “Strategi Pemasaran Produk

    Tabungan Haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha Di Desa Pendem

    Kecamatan Janapria Lombok Tengah” telah memenuhi syarat untuk diajukan

    dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN

    Mataram.

    Demikian, atas perhatian Bapak Rektor disampaikan terima kasih.

    Wassalamu’alaikum, Wr.Wb.

    Pembimbing I

    Drs. Maru’f. SH, M.Ag NIP. 196505141997031003

    Pembimbing II

    Dahlia Bonang, M.SI NIP. 198505172011012010

    iv

  • vi

    PENGESAHAN

    Skripsi dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji di

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha Di Desa Pendem Kecamatan Janapria

    Lombok Tengah” yang diajukan oleh MUHAMAD JUAINI HARIRI, NIM.

    152135157, jurusan Ekonomi Syari’ah, fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN

    Mataram telah dimunaqasyahkan pada hari Tanggal Desember 2018 dan

    dinyatakan telah memenuhi syarat untuk mencapai gelar sarjana Ekonomi

    Syari’ah.

    Dewan Munaqasyah

    1. Ketua Sidang/ : Drs. Mar’ruf. SH.,M.Ag

    Pembimbing I NIP. 196505141997031003 (........................)

    2. Sekretaris Sidang/ : Dahlia Bonang, M.SI

    Pembimbing II` NIP. 198505172011012010 (........................)

    3. Penguji I : Dr. Muh Saleh Ending, MA NIP. 1972091219980311001 (........................)

    4. Penguji II : Dewi Sartika Nasution NIP. 197912022011012007 (.......................)

    Mengetahui

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

    Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

    Dr. Ahmad Amir Aziz, M.Ag

    NIP. 197111041997031001

    vi

  • vii

    MOTTO

    لتَّق ٱبِرِّ وَ ل ٱَوتََعاَونُوْا َعلَي ِ ٱَوََل تََعاَونُوْا َعلَي َوى نِ َو ُعد ل ٱِم وَ ث ل

    ARTINYA:

    “Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan

    dan ketakwaan, dan jangan tolong menolong dalam berbuat

    dosa dan pelanggaran (QS. Al-Maidah : 2)”

    vii

  • viii

    PERSEMBAHAN

    Skripsi ini saya persembahkan untuk:

    Kedua orang tuaku, yang telah memberikan

    Yang terbaik agar aku menjadi insaan yang berilmu dan beramal.

    Doa, airmata, keringat dan nasehat kalian menjadikan aku ada

    Dari awal kehidupanku untuk melihat dunia ini sampai pada

    Masanya dunialah yang akan melihat siapa aku.

    Untuk keluargaku, almamaterku dan rekan – rekan seperjuanganku.

    viii

  • ix

    KATA PENGANTAR

    Assalmu’alaikum Wr.Wb.

    Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan

    nikmat kesehatan dan kesempatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan

    penulisan skripsi ini. Shalawat serta salam tidak lupa penulis khaturkan kepada

    baginda Nabi Muhammad SAW yang telah memperjuangkan islam, sehingga kita

    bisa merasakannya sampai saat ini.

    Skripsi ini penulis susun merupakan syarat akhir studi untuk mendapatkan

    gelar Sarjana Ekonomi (S.E) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan

    Ekonomi Syari’ah.

    Penulis menyadari bahwa selesainya penyususnan skripsi ini tidak lepas

    dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan

    ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada

    yang terhormat:

    1. Bapak Dr. Mutawalli, M.Ag selaku rektor UIN Mataram.

    2. Bapak Dr. Ahmad Amir Aziz, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan

    Bisnis Islam UIN Mataram yang telah memberikan izin penelitian.

    3. Bapak H. Bahrur Rosyid, MM selaku ketua jurusan Fakultas Ekonomi dan

    Bisnis Islam UIN Mataram yang telah memberikan arahan dan bimbingan

    dalam penempuhan studi.

    4. Bapak Dr. Ma’ruf, SH, M.Ag selaku pembimbing I yang telah memberikan

    arahan serta bimbingan dalam penulisan skripsi ini.

    ix

  • x

    5. Ibuk Dahlia Bonang, M,S,Iselaku pembimbing II yang dengan sabar

    membimbing peneliti sehingga skripsi ini bisa terselesaikan.

    6. Seluruh dosen program studi Ekonomi Syari’ah yang telah memberikan

    bimbingan dan ilmu yang bermanfaat.

    7. Zul Karnaen, selaku pimpinan Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha Desa

    Pendem Kec.Janapria Kabupaten Lombok Tengah.

    8. Kedua orang tua yang selalu memberikan dorongan baik secara materil

    maupun moril hingga terselesaikannya penyusunan skripsi ini.

    9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

    mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan atas amal baik

    mereka yang telah membantu dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. Penulis

    berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan

    penulis pada khususnya.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Mataram, 24 Desember 2018

    MUHAMAD JUAINI

    HARIRI

    NIM. 152135157

    x

  • xi

    DAFTAR ISI

    HALAMAN SAMPUL ............................................................................................ i

    HALAMAN JUDUL ............................................................................................... ii

    HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................................ iii

    HALAMAN NOTA DINAS ..................................................................................... iv

    HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI .......................................... v

    HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. vi

    HALAMAN MOTTO .............................................................................................. vii

    HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................................................. viii

    KATA PENGANTAR ............................................................................................. ix

    DAFTAR ISI ............................................................................................................ xi

    ABSTRAK ............................................................................................................... xv

    BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

    A. Konteks Penelitian ........................................................................................ 1

    B. Fokus Penelitian ............................................................................................ 4

    C. Tujuan dan Manfaat ...................................................................................... 4

    D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian .......................................................... 5

    E. Telaah Pustaka .............................................................................................. 6

    F. Kerangka Teoritik ......................................................................................... 8

    1. Strategi Pemasaran ................................................................................... 8

    2. Fungsi Manajemen ................................................................................... 9

    3. Produk dan Tabungan .............................................................................. 11

    4. Koperasi ................................................................................................... 13

    G. Metode Penelitian........................................................................................... 20

    1. Jenis Peneliti ........................................................................................... 21

    2. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 22

    3. Sumber dan Jenis Data ............................................................................ 25

    4. Analisis Data ........................................................................................... 26

    5. Sistematika Penulisan ............................................................................. 28

    xi

  • xii

    BAB II PAPARAN DAN TEMUAN DATA ......................................................... 29

    A. Gambaran Umum Koperasi Syari’ah Tani Bina Usaha ................................ 29

    1. Sejarah Pendirian Koperasi Syari’ah Tani Bina Usaha ........................... 29

    2. Letak Geografis Koperasi Syari’ah Bina Usaha ...................................... 31

    3. Visi dan Misi Koperasi Syari’ah Bina Usaha ......................................... 32

    4. Keadaan Fisik dan Prasarana Koperasi Syari’ah Bina Usaha .................. 33

    5. Struktur Organisasi ................................................................................. 34

    6. Nama-Nama Pengurus ............................................................................. 36

    7. Nama-Nama Pengawas ............................................................................ 37

    8. Keanggotaan ............................................................................................ 37

    9. Prestasi Yang Sudah Diraih .................................................................... 38

    10. Modal Koperasi Syari’ah Bina Usaha ...................................................... 39

    11. Produk-Produk Koperasi Syari’ah Bina Usaha ........................................ 40

    B. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji Di Koperasi Tani Syari’ah Bina

    Usaha ............................................................................................................. 42

    1. Keunggulan Tabungan Haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha ...... 44

    2. Kekurangan produk tabungan haji di Koperasi Tani Syari’ah

    Bina Usaha .............................................................................................. 44

    3. Tujuan dikeluarkan produk tabungan haji .............................................. 45

    4. Mekanisme operasional produk tabungan haji ........................................ 46

    5. Pemahaman karyawan terhadap produk tabungan haji ............................ 48

    6. Pengetahuan karyawan tentang landasan hukum, akad dan

    ketentuan-ketentuan yang ada pada produk tabungan haji ...................... 49

    7. Pemahaman nasabah tentang produk tabungan haji

    di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha ..................................................... 50

    8. Pemahaman Nasabah tentang Landasan Hukum, Akad dan

    Ketentuan-ketentuan yang ada pada Produk Tabungan Haji

    di Koperasi Syari’ah Bina Usaha ............................................................. ̀51

    9. Pendapat nasabah tentang prosedur yang diebrikan oleh

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha ......................................................... 52

    10. Pendapat nasabah tentang pelayanan (terkait dengan fasilitas,

    xii

  • xiii

    administrasi, ramah, kebersihan gedung) ................................................. 52

    BAB III PEMBAHASAN ....................................................................................... 54

    A. Analisis kendala yang dihadapi oleh Koperasi Tani Syari’ah

    Bina Usaha dalam memasarkan produk Tabungan Haji .............................. 54

    B. Analisis Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji di Koperasi

    Tani Syariah Bina Usaha ............................................................................... 55

    C. Pandangan Ekonomi Islam tentang Produk Tabungan Haji

    di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha ........................................................... 59

    BAB IV PENUTUP ................................................................................................. 63

    A. Kesimpulan .................................................................................................... 63

    B. Saran .............................................................................................................. 64

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

    xiii

  • xiv

    STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN HAJI DI KOPERASI

    TANI SYARI’AH BINA USAHA DI DESA PENDEM KECAMATAN

    JANAPRIA LOMBOK TENGAH

    Oleh :

    MUHAMAD JUAINI HARIRI

    NIM. 152135157

    ABSTRAK

    Skripsi ini berjudul tentang “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji di

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha di Desa Pendem Kecamatan Janapria

    Kabupaten Lombok Tengah”. Strategi pemasaran sebagai alat fundemental yang

    direncanakan untuk mencapai tujuan koperasi dengan mengembangkan

    keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang di masuki dan

    perogram pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.

    Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mngetahui strategi pemasaran

    produk yang dilakukan oleh Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha Kecamatan

    Janapria Kabupaten Lombok Tengah.

    Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif,

    data primer adalah data yang diproleh dari menejer, sekretaris, dan anggota

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha di Desa Pendem Kecamatan Janapria

    Kabupaten Lombok Tengah. Data skunder adalah buku-buku refrensi yang akan

    melengkapi data yang telah ada. Metode pengumpulan data yang digunakan

    peneliti adalah metode pngumpulan data dengan melakukan wawancara, telaah

    dokumen, dan observasi. Dalam menganalis data, peneliti menggunakan teknis

    analisis data kualitatif.

    Berdasarkan penelitian strategi yang dilakukan oleh Koperasi Tani

    Syari’ah Bina Usaha di Desa Pendem Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok

    Tengah khususnya di produk tabungan haji yaitu dengan menggunakan pasar yang

    akan dituju yaitu dengan menggunakan marketing mix atau bauran pemasaran

    yang terdiri dari tujuh elemen, yang bertujuan untuk menarik dan

    mempertahankan loyalitas para anggota koperasi, yang jadi paktor pendukung

    terhadap produk tabungan haji ini adalah mayoritas masyarakat yang ada di skitar

    koperasi hampir 100% orang muslim, dan semua orang muslim pasti ingin

    menunaikan ibadah haji maka dari itulah Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha di

    Desa Pendem Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah mengadakan

    produk tabungan haji ini, adapun kendalanya disini adalah dalam segi pemasaran

    yang masih kurang epektip sehingga masyarakat setempat tidak begitu tau bahwa

    di koperasi ini ada produk tabungan haji nya.

    Kata kunci : Strategi Pemasaran Produk, Tabungan Haji, Bina Usaha

    xiv

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Konteks Penelitian

    Perkembangan lembaga keuangan saat ini telah mengalami banyak

    perubahan setiap lembaga keuangan dihadapkan dengan masalah mengenai

    pemasaran, maka dari itu dapat merumuskan strategi pemasaran kompetitip dan

    efektif, perusahaan perlu mendapatkan sejauh mungkin segala sesuatu

    mengenai pesaingya. Perusahaan harus terus menerus membandingkan produk,

    harga, saluran dan promosi miliknya dengan milik pesaingnya. Dengan cara ini

    perusahaan akan dapat menemukan kekurangan atau keunggulan kompetitif

    yang ada, dan dapat melakukan kampanye yang kuat terhadap aksi pesaing.1

    Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang seseorang atau

    sekolompok lakukan untuk memperoleh yang mereka butuhkan dan inginkan

    melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai. Adapun The American

    Marketing Association mendefinisikan sebagai proses perencanaan,

    perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi konsepsi, penetapan harga promosi

    barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan

    individu dan organisasi.2

    Produk dan pasar mempunyai siklus hidup yang menuntut perubahan

    strategi pemasaran sepanjang waktu. Setiap kebutuhan baru mengikuti siklus

    1 https // id.Wikipedia/ Tabungan Haji di akses tanggall 11 oktoper 2017, pukul 20;46

    2 M. Suyanto, 2007. Marketing Strategy Top Brand Indonesia, Yogyakarta, ANDI

    Yogyakarta, hal. 7

    1

  • 2

    hidup permintaan yang menjalani tahap-tahap kebangkitan, pertumbuhan yang

    cepat, pertumbahan yang lambat, kedewasaan dan penurunan.3

    Pada prinsipnya, dalam sistem keuangan Islam, lembaga-lembaga

    keuangan non- bank yang diperlukan memiliki peran yang hampir sama.

    Perbedaan terletak pada prinsip dan mekanisme operasionalnya. Dengan

    penghapusan prinsip bunga, baik dalam mekanisme investasi langsung ataupun

    tak langsung dan pasar uang antar bank, praktek sistem bebas bunga (bagi

    hasil) akan lebih mudah untuk diterapkan secara integral. Oleh karena itu,

    untuk mewadahi masyarakat masyarakat yang belum tersalurkan oleh jasa

    perbankan islam, maka telah dibentuk beberapa institusi keuangan non-bank

    dengan prinsip yang dibenarkan oleh syari’ah islam4

    Kata haji ditinjau dari makna aslinya mengunjungi ke-baitullah untuk

    menjalankan ibadah, Secara istilah adalah sengaja mengunjungi mekkah

    (ka’bah) untuk mengerjakan ibadah yang terdiri dari tawaf, sa’i, wukuf dan

    ibadah lainnya guna memenuhi perintah Allah dan mengharapkan ridho-nya.5

    Desa Pendem merupakan desa yang mempunyai salah satu lembaga

    koperasai yang bernama “Tani Syari’ah Bina Usaha” koperasi ini mempunyai

    produk tabungan haji yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat

    setempat, karena permasalahan mengenai strategi pemasaranya masih belum

    optimal, karena pemasarannya masih melalui cerita warga setempat dan bisa

    3M.Suyanto, Marketing Strategi,(C.V ANDI OFFSET : 2007 ). h. 50

    4Heri Sudarso, Bank & Lembaga Keuangan Syari’ah Deskripsi dan Ilustrasi,

    (Yogyakarta : Ekosnia, Juni 2004), h. 8 5Muhammad Nazdif “ Strategi Pemasaran Produk Tabungan IB Mu’amalat Haji Dan

    Umrah Di Bang Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Semarang” (Skripsi, Universitas Islan

    Negri Walisongo Semarang, 2016). H. 22.

  • 3

    dikatakan dari mulut ke mulut, Dalam koperasi tersebut karyawan disana masih

    belum melakukan atau menerapkan sistem promosi yang epektif dalam

    melakukan promosi khususnya di produk Tabungan Haji tidak seperti lembaga

    lembaga keuangan lainnya seperti bankyang telah menggunakan pamflet,

    brosur, iklan dan sosialisasi dan lain sebagainya.6

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha sebagai lembaga keuangan yang

    memberikan jasa produk tabungan haji, untuk pihak Koperasi Tani syari’ah

    Bina Usaha harus memiliki strategi dalam upaya pengembangan produk

    tabungan haji, karena produk ini merupakan wahana untuk mensejahterakan

    umat masyarakat. Atas dasar inilah penulis tertarik untuk mengkaji lebih detail

    tentang. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji di Koperasi Tani Syari’ah

    Bina Usaha di Desa Pendem Kecamatan Janaperia Lombok Tengah.

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha sebagai lembaga keuangan yang

    memberikan jasa produk tabungan haji, untuk pihak Koperasi Tani syari’ah

    Bina Usaha harus memiliki strategi dalam upaya pengembangan produk

    tabungan haji, karena produk ini merupakan wahana untuk mensejahterakan

    umat masyarakat.

    Berdasarkan penomena di atas peneliti tertrik untuk mengkaji tentang

    “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji Di Koperasi Tani Syari’ah Bina

    Usaha di Desa Pendem Kecamatan Janapria Lombok Tengah”

    6 Hasil Observasi Peneliti di Desa Pendem, tahun 2017.

  • 4

    B. Fokus Penelitian

    Berdasarkan konteks penelitian yang telah dipaparkan diatas maka

    fokus penelitian yang di teliti adalah :

    1. Apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh koperasi Tani Syari’ah Bina

    Usaha dalam memasarkan Produk Tabungan Haji ?

    2. Bagaimana Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji di Koperasi Tani

    Syari’ah Bina Usaha di Desa Pendem Kecamatan Janapria ?

    C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

    1. Tujuan Penelitian

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan

    jawaban terkait dengan :

    a. Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam startegi

    pemasaran produk tabungan haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha

    di Janapria Lombok Tengah

    b. Untuk mengetahui strategi pemasaran pada produk tabungan haji di

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha di Janapria Lombok Tengah

    2. Manfaat Penelitian

    Adapun manfaat penelitian sebagaiberikut :

    a. Manfaat Teoritis

    Dengan diadakanya penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi

    pengembangan wawasan dan pengetahuan dalam bidang ekonomi Islam

    khususnya yang ada kaitanya dengan strategi pemasaran produk.

  • 5

    b. Manfaat Praktis

    1. Dari hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi yang

    berguna dan berpengaruh positif pada pengelola dan anggota Koperasi

    Tani Syari’ah Bina Usaha Desa Pendem Kecamatan Janapria, serta

    dapat dijadikan pedoman bagi pihak terkait dan peneliti berikutnya

    dalam melakukan penelitian pada masa mendatang terutama

    permasalahan yang sama.

    2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk tabungan haji,

    sebagai bahan informasi bagi masyarakat islam pada umumnya dan

    calon jamaah haji pada khususnya.

    D. Ruang Lingkup Dan Lokasi Penelitian

    1. Ruang Lingkup Penelitian

    Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk memfokuskan dalam

    penelitiannya terkait dengan bagaimana strategi pemasaran produk

    tabungan haji di koperasi tani syari’ah bina usaha di Desa Pendem

    Kecamatan Janapria Lombok Tengah. Serta apa saja kendala yang di

    hadapi oleh koperasi tani syari’ah bina usaha di Desa Pendem Kecamatan

    Janapria Kabupaten Lombok Tengah.

    2. Lokasi Penelitian

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha memiliki letak geografis yang

    sangat strategis, selain berlokasi di pinggir jalan raya, koperasi Tani

    Syari’ah Bina Usaha ini jga berdekatan dengan pasar Beson serta

  • 6

    pemukiman masyarakat, sehingga bias memudahkan masyrakat untuk

    bergabung menjadi anggota di koperasi tani syari’ah bina usaha hususnya di

    produk tabungan haji.

    E. Telaah Pustaka

    Telaah pustaka adalah penelusuran terhadap studi atau karya-karya

    terdahulu, sebagai pedoman penelitian lebih lanjut serta untuk mendapatkan

    data yang valid untuk menghindari adanya duplikasi, plagiasi, replokasi serta

    menjamin keaslian dan legalitas penelitian ini. Tetapi dalam sebuah penelitian

    tidak dapat dipungkiri adanya kemiripan dengan skripsi terdahulu, baik dari

    segi masalah yang akan diteliti maupun lokasi penelitian. Akan tetapi dalam

    penelitian memiliki perbedaan dalam menguraikan sebuah masalah sehingga

    skripsi yang terdahulu dengan yang sekarang berbeda.

    Dalam telaah pustaka ini penulis mencoba mengulas dan menelaah

    karya-karya terdahulu antara lain sebagai berikut:

    1. Skripsi yang ditulis oleh Ramnah dengan judul skripsi “Strategi Pemasaran

    Produk Tabungan Muamalat ( Studi di Bank Muamalat Indonesia Cabang

    Mataram )”.

    Adapun hasil dari penelitian ini adalah terdapat strategi pemasaran

    produk tabungan muamalat. Perbedaan dalam penelitian ini adalah lokasi

    penelitian, dimana Ramnah melakukan penelitian di Cabang Mataram,

    sedangkan dalam penelitian ini dilakukan di Desa Pendem Kecamatan

    Janapria Kabupaten Lombok Tengah. Sedangkan Persamaan dalam

  • 7

    penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang strategi pemasaran

    tabungan.

    2. Skripsi yang ditulis oleh Husnawati dengan judul skripsi “strategi

    pengembangan produk pembiayaan murabahah di koperasi wal wa tamwil

    al-muntad rembiga mataram”.

    Adapun hasil dari penelitian ini adalah terdapat adanya

    pengembangan produk pembiayaan murabahah di koperasi. Perbedaan ini

    adalah lokasi penelitian, dimana Husnawati melakukan penelitian di

    koperasi wal wa tamwil al-muntad rembiga mataram, sedangkan dalam

    penelitian ini dilakukan di Desa Pendem Kec. Janapria Kab. Loteng.

    Sedangkan persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama meneliti

    tentang koperasi.

    3. Skripsi yang ditulis oleh Sumiati Usman tentang: “Analisis Strategi

    Pemasaran Pembiayaan Mudharabah pada Baitul Maal Wattamwil (BMT)

    Al-Iqtishady”

    Adapun hasil dari penelitian ini adalah terdapat analisis strategi

    pemasaran pembiayaan mudharabah. Perbedaan dalam penelitian ini adalah

    lokasi penelitian, dimana Sumiati melakukan penelitian di Pegesangan

    Mataram, sedangkan dalam penelitian ini dilakukan di Desa Pendem

    Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah.

  • 8

    F. Kerangka Teoritik

    1. Strategi Pemasaran

    Pada prinsipnya ada lima macam strategi pemasaran yang dapat

    dilakukan oleh perbankan, yaitu :7

    1) Strategi Penetrasi Pasar

    Penetrasi pasar atau penerobosan pasar merupakan usaha

    perusahaan (bank) meningkatkan jumlah nasabah bank baik secara

    kualitas maupun kuantitas pada pasar saat ini melalui promosi dan

    distribusi secara aktif. Strategi ini cocok untu pasar yang tumbuh dengan

    lamban. Bank berusaha melakukan strategi pemasaran yang mampu

    menjangkau atau menggairahkan pasar yang sedang tumbuh secara

    lamban agar mampu tumbuh secara cepat.

    2) Strategi Pengembangan Produk

    Strategi pengembangan produk perbankan merupakan usaha

    meningkatkan jumlah nasabah dengan cara mengembangkan atau

    meperkenalkan produk-produk baru perbankan. Inovasi dan kreativitas

    dalam menciptakan produk menjadi salah satu kunci utama dalam

    strategi ini.

    3) Strategi pengembangan pasar

    Strategi pengembangan pasar merupakan salah satu usaha untuk

    membawa produk kearah pasar baru dengan membuka atau mendirikan

    anak-anak cabang baru yang dianggap cukup strategis atau menjalin

    7Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syari’ah (Bandung : Alfabeta,

    2012), h. 78-71

  • 9

    kerjasama dengan pihak lain dalam rangka untuk menyerap nasabah

    baru.

    4) Strategi integrasi

    Strategi integrasi merupakan strategi pilihan akhir yang biasanya

    ditempuh pihak bank yang mengalami kesulitan liquiditas sangat parah.

    Biasanya strategi yang akan dilakukan adalah strategi diversivikasi

    horizontal, yaitu penggabungan bank-bank.

    5) Strategi diversifikasi

    Strategi diversifikasi yakni diversifikasi konsentrasi maupun

    diversivikasi konglomerat. Diversifikasi konsentrasi yaitu bank

    memfokuskan pada suatu segmen pasar tertentu dengan menawarkan

    berbagai varian produk perbankan yang dimiliki. Sedangkan diversifikasi

    konglomerat adalah perbankan memfokuskan dirinya dalam memberikan

    berbagai varian produk perbankan kepada kelompok konglomerat.

    2. Bentuk Strategi Pemasaran

    Keberhasilan suatu perusahaan berdasarkan keahlianya dalam

    mengendalikan strategi pemasaran yang dimiliki. Khusus pemasaran produk

    dan jasa perbankan mempunyai tujuh elemen marketing mix antara lain :

    1) Product

    Seperti halnya perbankan konvensional, produk yang dihasilkan

    perbankan syari’ah bukaqn berbentuk barang, melainkan jasa. Cirri khas

    jasa yang dihasilkan haruslah mengacu pada nilai-nilai syari’ah atau yang

    diperbolehkan dalam al-Qur’an. Namun agar lebih bisa menarik minat

  • 10

    konsumen, produk tersebut harus tetap melakukan strategi diferensiasi

    atau diversifikasi agar para konsumen mau beralih dan mulai

    menggunakan jasa perbankan syari’ah.8

    2) Price

    Harga merupakan salah satu elemen yang membedakan bank

    syari’ah dan bank konvensional. Penentuan harga jual produk berupa jasa

    yang ditawarkan dalam perbankan syari’ah merupakan salah satu factor

    terpenting untuk menarik munat nasabah. Menerjemahkan harga dalam

    perbankan syari’ah bisa dianalogikan dengan melihat seberapa besar

    pengorbanan yang dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan

    manfaat dalam bentuk jasa yang setimpal atas pengorbanan yang telah

    dikeluarkan oleh konsumen tersebut.9

    3) Promotion

    Promosi merupakan salah satu factor pendukung perbankan

    syari’ah dalam pemasaran efektifitas sebuah iklan seringkali digunakan

    untuk menanamkan “citra merek” atau lebih dikenal keberadaanya.

    Ketika konsep citra merek sudah tertanam dibenak masyarakat umum

    maka penjual produk, baik berupa barang maupun jasa akan jauh lebih

    mudah. Kegiatan yang termasuk aktifitas promosi adalah periklanan,

    personal selling, promosi penjualan dan publisitas.10

    8 Basu Swastha dan Irawan, Manajemen..., h. 79.

    9Suryana, Kewirausahaan Pedoman Praktis..., h. 146-147.

    10

    Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syari’ah(Bandung : Alfabeta, 2012), h.

    15

  • 11

    4) Place

    Diartikan sebagai saluran distribusi. Elemen ini cukup penting

    dalam menyesuaikan kegiatan pemasaran dalam melakukan penetrasi

    pasar, perbankan syari’ah yang baik tidak akan berhasil jika tidak

    didukung oleh tempat atau saluran distribusi yang baik dalam menjual

    jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Menyebarkan unit perbankan

    syari’ah hingga ke pelosok daerah adalah sebuah keharusan jika ingin

    melakukan penetrasi pasar dengan baik.

    Dalam menentukan lokasi pembukaan kantor cabang atau kantor

    kas termasuk peletakan mesin ATM, bank harus mampu mengidentifikasi

    sasaran pasar yanag dituju berikut yang sesuai dengan core business dari

    perusahaan.

    5) People

    Sumber daya manusia (people)akan berkorelasi erat dengan

    tingkat kepuasan para pelanggan perbankan syari’ah. Menampilkan SDM

    pada tempat yang sesuai dengan kapasitasnya (the right man on the right

    place), memang memerlukan sebuah strategi manajemen SDM yang

    baik. Sebab, jika strategi SDM yang di implementasikan keliru maka

    akan berakibat fatal terhadap tingkat kepuasan jangka panjang

    pelanggan.11

    11

    Buchari Alma, Manajemen Pemasaran..., h. 49.

  • 12

    6) Process

    Proses merupakan salah satu unsure tambahan bauran pemasaran

    untuk usaha jasa yang cukup mendapat perhatian serius dalam

    perkembangan ilmu pemasaran. Dalam perbankan syari’ah, bagaimana

    proses atau mekanisme mulai dari penawaran produk hingga proses

    mengenai keluhan pelanggan secara efektif dan efisien perlu

    dikembangkan dan ditingkatkan. Proses ini bagian yang sangat penting

    bagi perkembangan perbankan syari’ah agar menghasilkan produk

    berupa jasa yang prosesnya bisa berjalan secara efektif dan efisien.

    7) Physical evidence

    Physical evidence (bukti fisik) adalah lingkungan fisik dimana

    jasa disampaikan dan dimana aperusahaan dan konsumenya berinteraksi.

    Bukti fisik jasa mencakup semua hal yang tangible (berwujud) berkenan

    dengan semua jasa seperti brosur, kartu bisnis, format laporan dan

    peralatan. Dalam sejumlah kasus bukti fisik ini mencakup fasilitas fisik

    dimana jasa ditawarkan seperti fasilitas kantor cabang sebuah bank.

    Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa, keahlian dalam

    mengendalikan strategi pemasaran akan menentukan keberhasilan suatu

    perusahaan. Dalam pemasaran produk dan jasa perbankan mempunyai

    tujuh elemen marketing mix yaitu: produk, harga, promosi, distribusi,

    sumber daya manusia dan bukti fisik.

  • 13

    3. Produk dan Tabungan

    1. Pengertian Produk

    Produk adalah segala sesuatu baik yang bersifat fisik maupunnon

    fisik yang dapat ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi

    kebutuhan dan keinginannya. Pengertian produk menurut Philip kotler

    adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar guna mendapatkan

    perhatian untuk dibeli, digunakan, atau dikonsumsi sehingga dapat

    memenuhi keinginan dan kebutuhan. Dari pengertian ini dapat dijabarkan

    bahwa produk merupakan sesuatu, baik berupa barang ataupun jasa, yang

    ditawarkan ke konsumen agar diperhatikan, dan dibeli oleh konsumen.12

    Sesuai dengan definisi di atas, produk dapat dikelompokkan

    menjadi dua jenis, berikut:

    a. Produk yang berupa benda fisik atau benda berwujud, seperti buku,

    meja, kursi, rumah, mobil, dan lain-lain.

    b. Produk yang tidak berwujud, biasanya disebut jasa. Jasa dapat

    disediakan dalam berbagai wahana, seperti pribadi, tempat kegiatan,

    organisasi, dan ide-ide. 13

    Sebenarnya secara umum terdapat banyak produk yang secara

    teknis finansial dapat dikembangkan Bank untuk dapat menjalankan

    usahanya.

    12

    Kasmir, Kewirausahaan, Jakarta: PT Raja Grafindo. 2006, h.174. 13

    Makhalul Ilmi, Teori dan Praktek Lembaga Mikro Keuangan Syari’ah, Yogyakarta:

    UII Press, 2002, h. 30.

  • 14

    2. Pengertian Tabungan

    Tabungan merupakan jenis simpanan yang sangat populer di

    lapisan masyarakat umum, mulai dari masyarakat kota sampai pedesaan.

    Pada awalnya menabung masih secara sederhana, menyimpan di dalam

    celengan dan disimpan di rumah, namun factor resiko menyimpan uang

    di rumah begitu besar seperti resiko kehilangan dan kerusakan. Dalam

    perkembangan zaman, masyarakat saat ini membutuhkan bank,

    disebabkan karena faktor keamanan uangnya.

    Pengertian Tabungan Menurut Undang-Undang Perbankan No.

    10 Tahun 1998 adalah simpanan masyarakat yang penarikannya dapat

    dilakukan oleh penabung sewaktu-waktu pada saat dikehendaki dan

    menurut syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh bank

    penyelenggara. Tetapi penarikannya tidak dapat ditarik dengan cek,

    bilyet giro atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.14

    Syarat-syarat yang dimaksud antara lain ialah:

    a. Penarikan hanya dapat dilakukan dengan mendatangi kantor bank atau

    alat yang disediakan untuk keperluan tersebut dantidak dapat

    dilakukan dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah

    pembayaran lainnya yang sejenis.

    b. Penarikan tidak boleh melebihi jumlah tertentu sehingga

    menyebabkan saldo tabungan lebih kecil dari saldo minimum, kecuali

    penabung tidak akan melanjutkan tabungannya.

    14

    Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,

    2003, Edisi Revisi, Cet. 7, h. 74.

  • 15

    Pengertian penarikan hanya dapat dilakukan menurut syarat-

    syarat tertentu yang disepakati, menarik uang yang disimpan di rekening

    tabungan antara satu bank dengan bank lainnya berbeda, tergantung dari

    bank yang mengeluarkannya. Hal ini pula dengan perjanjian yang telah

    dibuat antara bank dengan si penabung.15

    4. Koperasi

    1. Konsepsi Umum Tentang Koperasi

    a. Koperasi dalam Perspektif Konvensional

    1) Pengertian Koperasi

    Secara umum yang dimaksud dengan koperasi adalah suatu

    badan usaha bersama yang bergerak dalam bidang perekonomian,

    beranggotakan mereka yang umumnya berekonomi lemah yang

    bergabung secara sukarela dan atas dasar persamaan hak,

    berkewajiban melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk

    memenuhi kebutuhan-kebutuhan para anggotanya.16

    Koperasi berasal dari perkataan co dan operation, yang

    mengandung arti bekerja sama untuk mencapai tujuan. Oleh karena

    itu, koperasi adalah “suatu perkumpulan yang beranggotakan

    orang-orang atau badan-badan yang memberikan kebebasan masuk

    dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara

    15

    Kasmir, Dasar-dasar Perbankan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003, Edisi

    Revisi, Cet.-3, h. 84. 16

    Kartasapoetra, KOPERASI INDONESIA (Jakarta: Bina Adiaksara, 2003), h. 1.

  • 16

    kekeluargaan menjalankan usaha, untuk mempertinggi

    kesejahteraan jasmaniah para anggotanya”.17

    Koperasi adalah perkumpulan etonom dari orang-orang

    yang bersatyu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan-

    kebutuhan dan aspirasi-aspirasi ekonomi, sosial, dan budaya

    bersama melalui perusahaan yang mereka miliki bersama dan

    mereka kendalikan secara demokrasi.18

    2) Prinsip Koperasi

    Dalam pelaksanaannya, sebuah koperasi harus

    melaksanakan prinsip koperasi. Berikut ini prinsip-prinsip koperasi

    adalah:

    a) Keanggotaan sukarela bersifat terbuka

    b) Pengendalian oleh Anggota secara Demokrasi

    c) Partisipasi ekonomi anggota

    d) Otonomi dan kebebasan

    e) Pendidikan, pelatihan, dan informasi

    f) Kerjasama diantara koperasi, dan

    g) Kepedulian terhadap masyarakat.19

    3) Azas dan Sendi Dasar Koperasi

    Azas koperasi Indonesia adalah kekeluargaan dan

    kegotoyongroyongan.

    17

    Pandji Anoraga, Ninik Widiyanti, Dinamika Koperasi (Jakarta: Bina Adiaksara, 2003),

    h.2. 18

    Abdul Bashit, Isalam dan Manajemen Koperasi(Yogyakarta: Sukses Offset, 2008) h.

    80 19

    Ibid.,..h.81.

  • 17

    Azas kekeluargaan dan kegotongroyongan itu merupakan

    faham yang dinamis, artinya timbul dari semangat yang tinggi

    untuk secara bekerjasama dan tanggungjawab bersama berjuang

    menyukseskan tercapainya segala sesuatu yang menjadi cita-cita

    dan tujuan bersama dan berjuang secara manunggal untuk

    mengatasi/menanggulangi resiko yang diderita koperasinya sebagai

    akibat usahanya untuk kepentingan bersama.20

    Adapun kegotogongroyongan yang menjadi azas koperasi

    merupakan kegotongroyongan yang teratur dan terorganisasi, yang

    artinya kegotongroyongan ini dilakukan oleh semua anggota demi

    kepentingan mereka masing-masing, tidak akan bubar/dibubarkan

    walau tujuan koperasi telah tercapai, melainkan akan terus

    berlangsung selama koperasi tidak dibubarkan. Sendi-sendi dasar

    kperasi Indonesia merupakan esensi dari dasar-dasar bekerja

    sebagai organisasi ekonomi yang berwatak sosial. Dan dasar-dasar

    bekerja ini merupakan ciri khas dari koperasi dan justru karenanya

    dapat dibedakan antara koperasi dengan badan-badan ekonomi

    lainnya. Untuk lengkapnya sendi-sendi dasar koperasi Indonesia

    yang telah ditentukan dalam pasal 6, Bagian 4 UU no. 12 Tahun

    1967, adalah sebagai berikut:

    a) Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap warga

    Negara Indonesia.

    20

    Kartasapoetra, Koperasi Indonesia (Jakarta: Bina Adiaksara dan Rineka Cipta, 2003),

    h.18.

  • 18

    b) Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai

    pencerminan demokrasi dalam koperasi.

    c) Pembagian sisa hasil usaha diatur menurut jasa masing-masing

    anggota, sisa hasil usaha yang dibagikan kepada para anggota

    dilakukan bukan berdasarkan modal yang dimiliki seseorang

    dalam koperasi, melainkan berdasar perimbangan jasa/usaha

    serta kegiatan-kegiatan para anggota-anggotanya dalam

    mencapai keberhasilan usaha koperasi.

    d) Adanya pembatasan bunga atas modal.

    e) Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan

    masyarakat pada umumnya.

    f) Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka.21

    4) Usaha-Usaha Koperasi

    Koperasi sebagai perkumpulan untuk kesejahteraan

    bersama, melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan

    kebutuhan bersama dari para anggotanya. Usaha ini disebut juga

    usaha atau kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi ini meliputi usaha

    di bidang:

    a) Produksi

    b) Konsumsi

    c) Distribusi barang-barang, dan

    21

    Ibid, h. 19-20.

  • 19

    d) Usaha pemberian jasa antara lain usaha simpan pinjam,

    angkutan, asuransi, dan perumahan.22

    5) Pengembangan Usaha Koperasi

    Pengembangan usaha koperasi merupakan langkah yang

    strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan

    perekonomian dari sebagian terbesar rakyat Indonesia, khususnya

    melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan

    dan tingkat kemiskinan. Dengan demikian upaya untuk

    memberdayakan koperasi harus terencana, sistematis dan

    menyeluruh baik pada tataran makro, dan mikro yang meliputi:

    a) Penciptaan iklim usaha dalam rangka membuka kesempatan

    berusaha seluas-luasnya, serta menjamin kepastian usaha

    disertai adanya efisiensi ekonomi.

    b) Pengembangan sistem pendukung usaha bagi koperasi untuk

    meningkatkan akses kepada sumber daya produktif sehingga

    dapat memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi

    sumber daya, terutama sumber daya lokal yang tersedia.

    c) Pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha

    kecil dan menengah (UKM).

    d) Pengembangan usaha skala mikro untuk meningkatkan

    pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha

    ekonomi di sektor informal yang berskala usaha mikro, terutama

    22

    Pandji Anoraga, Ninik Widiyanti, Dinamika Koperasi (Jakarta: Bina Adiaksara dan

    Rineka Cipta, 2003), h. 6.

  • 20

    yang masih berstatus keluarga miskin. Selain itu, peningkatan

    kualitas, koperasi untuk berkembang secara sehat sesuai dengan

    jati dirinya dan membangun efisiensi kolektif terutama bagi

    pengusaha mikro dan kecil.

    Perkembangan koperasi yang meningkat dari segi kuantitas

    tersebut belum diimbangi oleh meratanya peningkatan kualitas

    koperasi. Permasalahan klasik yang dihadapi yaitu rendahnya

    produktivitas. Keadaan ini disebabkan oleh masalah internal yang

    dihadapi koperasi yaitu: rendahnya kualitas SDM dalam

    manajemen, organisasi, penguasaan teknologi, dan pemasaran,

    lemahnya kewirausahaan dari para pelaku koperasi, dan terbatasnya

    akses UMKM terhadap permodalan, teknologi dan pasar, serta

    faktor produksi lainnya. Sedangkan masalah eksternal yang

    dihadapi oleh koperasi diantaranya adalah besarnya biaya transaksi

    akibat iklim usaha yang kurang mendukung dan kelangkaan bahan

    baku. Juga yang menyangkut perolehan legalitas formal yang

    hingga saat ini masih merupakan persoalan mendasar bagi koperasi

    di Indonesia, menyusul tingginya biaya yang harus dikeluarkan

    dalam pengurusan perizinan. Sementara itu, kurangnya pemahaman

    tentang koperasi sebagai badan usaha yang memiliki struktur

    kelembagaan (struktur organisasi, struktur kekuasaan, dan struktur

    insentif ) yang unik/khas dibandingkan badan usaha lainnya, serta

    kurang memasyarakatnya informasi tentang praktek-praktek

  • 21

    berkoperasi yang benar (best practices) telah menyebabkan

    rendahnya kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi.

    Bersamaan dengan masalah tersebut, koperasi juga menghadapi

    tantangan terutama yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan

    globalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan bersamaan

    dengan cepatnya tingkat kemajuan teknologi.23

    Koperasi dalam mengembangkan fungsi usaha yang

    dilakukannya, pengurus perlu melihat terus menerus keterkaitan usaha

    koperasi dengan usaha ekonomi anggotanya. Hubungan kuat yang

    ditujukan dengan pola usaha yang saling menunjang diharapkan

    mampu memperbaiki peran ganda anggota, yaitu sebagai pemilik

    sekaligus pengguna.

    b. Koperasi dalam presfektif syariah

    Koperasi syariah lebih dikenal dengan nama KJKS (Koperasi

    Jasa Keuangan Syariah). Koperasi Jasa Keuangan Syariah adalah

    koperasi yang kegiatan usahanya bergerak dibidang pembiayaan,

    investasi, dan simpanan sesuai dengan pola bagi hasil syariah.24

    Unit

    jasa keuangan syariah adalah kegiatan usahanya bergerak dibidang

    investasi sesuai bagi hasil syariah. Koperasi syariah badan usaha yang

    beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan

    melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip syariah sekaligus

    23

    Hendar dan Kusnadi, Ekonomi Koperasi (Jakarta: PE-UI, 2002), h. 185. 24

    Triana Sofiani, “Kontruksi Norma Hukum koperasi Syariah Dalam Kerangka Sistem

    Hukum Koperasi Nasional”, Jurnal, vol 12, Nomer 9, 2014, h. 136.

  • 22

    sebagai kegiatan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan.

    Koperasi bertujuan untuk.

    G. Metode Penelitian

    Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode yang bersifat

    deskriptif. Deskriptif adalah sebagai prosedur pemecahan masalah yang

    bersifat menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek/objek penelitian

    yaitu berupa kata-kata bukan berupa angka-angka yang di dapat dari

    wawancara dan data lapangan. 25

    Sebuah pendekatan terhadap suatu prilaku,

    fenomena, peristiwa, masalah atau keadaan tertentu yang menjadi object

    penelitian.26

    Deskriptif yaitu suatu sistem penelitian yang dilakukan dengan cara

    mengumpulkan data berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Oleh

    karena itu, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data sebagai

    gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut bisa berasal dari naskah,

    wawancara, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan

    dokumen resmi lainnya.

    1. Jenis Penelitian

    Dalam jenis penelitian ini, peneliti menggunakan jenis kualitatif.

    Kualitatif adalah penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme,

    digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Bondan dan

    25

    Husaini Usman, Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial (Jakarta: Bumi

    Aksara, Cet.ke-4, 2011), h. 129. 26

    Sonnny Leksono, Penelitian Kualitatif Ilmu Ekonomi dari Metodologi ke Metode

    (Jakarta: Raja Grafindo, 2013), h.181.

  • 23

    Taylor sebagaimana dikutip dalam buku Meleong mendefinisikan jenis

    kualitatif sebagai prosedur penelitian berupa kata-kata tertulis atau lisan dari

    orang-orang dan prilaku yang diamati.

    Dengan demikian, jenis penelitian kualitatif dapat dikatakan sebagai

    prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau

    melukiskan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak

    sebagaimana adanya, sehingga peneliti mengumpulkan data secara langsung

    sebagaimana keadaan objek penelitian. Data yang peneliti dapatkan dalam

    penelitian ini adalah yang berkaitan dengan Analisis Strategi Pemasaran

    peroduk Tabungan haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha di Desa

    Pendem Kecamatan Janaperia, dalam meningkatkan pendapatan Koperasi

    Tani Syari’ah Bina Usaha di Desa Pendem Kecamatan Janaperia.

    Sehingga peneliti fokus membahas tentang strategi pemasaran

    produk tabungan haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha desa Pendem

    Kecmatan Janapria, dalam meningkatkan pendapatan koperasi Tani

    Syari’ah Bina Usaha desa Pendem Kecmatan Janapria.

    2. Teknik Pengumpulan Data

    Data adalah segala informasi yang dijadikan untuk suatu kegiatan

    penelitian dalam pengambilan keputusan atau informasi yang berupa fakta

    yang ada kaitannya dengan subjek penelitian. Sedangkan pengumpulan data

    merupakan metode atau teknik yang sangat diperlukan untuk memperoleh

    data yang diperlukan. Dalam setiap penelitian selalu ada hubungan antara

  • 24

    metode prosedur pengumpulan data dengan masalah penelitian yang ingin

    dipecahkan.27

    Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

    diantaranya:

    a. Observasi

    Observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia

    dengan menggunakan pancaindra mata sebagai alat bantu utamanya.

    Karena itu, observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan

    pengamatannya melalui hasil kerja panca indra mata serta dibantu dengan

    panca indra lainnya seperti telinga, penciuman, mulut, dan kulit.

    Sehingga metode observasi adalah metode pengumpulan data yang

    digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan

    pengindraan.28

    Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa observasi adalah

    suatu tekhnik atau cara pengumpulan data yang dilakukan peneliti secara

    langsung terhadap objek yang diteliti.

    Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tekhnik penggalian

    data observasi partisipatif, yaitu peneliti mengamati apa yang dikerjakan

    orang, mendengarkan apa yang diucapkan, dan berpartisipasi dalam

    aktifitas mereka.29

    Sehingga data yang diperoleh akan lebih lengkap,

    27

    Moh.Nazir, Metode Penelitian, (Bogor Selatan: Ghalia Indonesia, Cet. Ke-7, 2011), h.

    174. 28

    Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif Komunikas, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu

    Lainnya, (Jakarta: Kencana, Cet. Ke-2, 2008), h.115. 29

    Djam’an Satori, Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta,

    2010), h. 117.

  • 25

    tajam, dan mengetahui strategi apa saja yang digunakan dalam

    memeasarkan produk tabungan haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina

    Usaha Di Desa Pendem Kecamatan Janapria, serta peneliti bisa

    mengetahui bagaimana respon masyarakat, calon nasabah atau anggota di

    Koperasi Tani Syari’ah Bima Usaha Di Desa Pendem Kecamatan

    Janapria.

    b. Interview (wawancara)

    Teknik pengumpulan data dengan wawancara adalah tekhnik

    untuk mengumpulkan data dengan cara tanya jawab langsung dan

    bertatap muka dengan informan baik secara lisan maupun tulisan.30

    Wawancara dilakukan dengan cara tanya jawab secara langsung

    dengan kepala Koperasi Tani syari’ah Bina Usaha Desa Pendem

    Kecamatan Janapria. Terkait dengan hal-hal yang lebih spesipik dengan

    produk tabungan haji peneliti mewawancarai anggota karyawan

    Koperasi Bina Usaha.

    Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara tidak

    terstruktur atau wawancara bebas. Dalam hal ini peneliti bebas

    menanyakan apa saja yang berkaitan dengan penelitian. Sehingga

    wawancara adalah proses memperoleh keterangan dengan cara tanya

    jawab langsung dengan anggota koperasi dengan masyarakat untuk

    memberikan keterangan mengenai data tentang upaya yang dilakukan

    oleh koperasi, kendala yang dihadapinya, pendapatan atau

    30

    Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi..., h. 151.

  • 26

    penghasilannya, strategi pemasaran yang diterapkannya, dan respon

    masyarakat terhadap Analisis strategi pemasaran produk Tabungan Haji

    di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha Desa Pendem Kecamatan janapria.

    Informan dalam penelitian ini adalah pimpinan (1), karyawan/staf

    (5), penagih /kolektor (5) yang bertugas di Koperasi Bina Usaha Desa

    Pendem Kecamatan Janapria.

    c. Dokumentasi

    Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-

    barang tertulis. Sejumlah besar fakta dan data yang tersimpan dalam

    bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia,

    yaitu bentuk surat, catatan harian, cendera mata, laporan, artefak dan

    foto. Sifat dan data tak terbatas pada ruang dan waktu, sehingga

    memberikan ruang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah

    terjadi di waktu silam.31

    Peneliti berusaha untuk menambah kejelasan

    informasi yang diperoleh dengan menggunakan teknik dokumentasi

    berupa sejarah berdirinya tempat penelitian, letak geografis, struktur

    organisasi, visi, misi dan tujuan.

    3. Sumber dan Jenis Data

    Adapun sumber data, peneliti menggunakan observasi, wawancara,

    dokumentasi dan studi pustaka dalam pengumpulan data dan sumber

    datanya disebut informan yaitu orang yang merespon atau menjawab

    pertanyaan peneliti baik pertanyaan tertulis maupun lisan. Diantaranya

    31

    Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi & Karya Ilmiah

    (Jakarta: Kencana, 2008), h. 141.

  • 27

    anggota koperasi dan masyarakat (nasabah) yang menjadi sumber data

    dalam penelitian ini.

    Adapun jenis data yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini

    adalah:

    1. Sumber Data

    a. Data Primer

    Merupakan sumber-sumber yang memberikan data yang

    langsung diperoleh dari lapangan berupa hasil wawancara dan

    observasi dengan masyarakat yang ada di Desa Pendem Kecamatan

    Janapria Kabupaten Lombok Tengah.

    b. Data Skunder

    Merupakan data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi,

    sudah dikumpulkan oleh pihak lain, dan sudah dalam bentuk

    publikasi.32

    Seperti literatur, skripsi, dan artikel atau buku. Sumber

    data penelitian yang diperoleh diantaranya dari buku, catatan dan lain-

    lain yang mempunyai keterkaitan dengan Analisis Strategi Pemasaran

    Produk Tabungan Haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha di Desa

    Pendem Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah.

    2. Jenis Data

    a. Data Kualitatif

    Merupakan penelitian yang digunakan untuk meneliti pada

    kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen)

    32

    Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, (Jakarta: RajaGrafindo Persada,

    2008)

  • 28

    dimana peneliti adalah instrumen kunci dan sebagai tekhnik

    pengumpulan data dilakukan secara gabungan (triangulasi).

    4. Analisis Data

    Metode analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode

    induktif. Metode induktif merupakan metode yang digunakan untuk

    mengemukakan fakta-fakta atau kenyataan dari khusus ke umum yaitu

    dengan cara menjelaskan hasil penelitian analisis strategi pemasaran produk

    tabungan haji menggunakan pendapatan koperasi, dan respon masyarakat

    terhadap strategi pemasaran produk tabungan haji di Koperasi Tani Syari’ah

    Bina Usaha, dalam meningkatkan pendapatan pendapatan Koperasi Tani

    Syari’ah Bina Usaha di Desa pendem kecamatan Janapria Kabupaten

    Lombok Tengah.33

    Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis

    data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan

    dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam katagori,

    menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam

    pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat

    kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri dan orang lain.

    Setelah data terkumpul dari hasil penelitian yang dilakukan oleh

    peneliti lapangan, maka data-data tersebut akan diklasifikasi dan dianalisa.

    Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan

    keadaan dan fenomena-fenomena di lapangan dengan sebenarnya.

    33

    Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis Disertai dan Karya Ilmiah

    ( Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), h. 17.

  • 29

    Sedangkan analisis data menurut Patton dalam Moleong adalah proses

    mengatur urusan data, mengorganisasikannya, kedalam suatu pola, katagori

    dan satuan uraian besar.

    Adapun dalam menganalisa data-data tersebut dipergunakan analisa

    yang bersifat induktif, yaitu bertolak dari data-data yang bersifat khusus,

    kemudian ditarik kesimpulan yang berlaku umum. Dan didalam

    penyusunannya berbentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta

    naturalistik.

    Penggunaan metode tersebut dalam penelitian bertujuan untuk

    mengolah data empiris dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi

    dengan landasan yang jelas. Dalam analisa datanya terdapat upaya-upaya

    yang dilakukan untuk membaca dan menafsirkan data yang telah terkumpul

    sehingga menjadi informasi bagi peneliti dalam menarik kesimpulan.

    5. Sistematika Penulisan

    Sistematika dalama penulisan laporan ini mengacu pada pedomana

    penulisan skripsi UIN MATARAM, Adapun sistematika penulisan skripsi

    sebagai beerikut:

    1. Bagian awal

    Pada bagian ini berisi halaman sampul, halaman judul dan

    persetujuan pembimbing.

    2. Bagian isi

    Adapun menyangkut bagian isi, sistematika proposal skripsi

    secara umum berbeda antara penelitian kualitatif dengan kuantitatif. Pada

  • 30

    bagian ini berisi tentang pendahuluan yaitu berisi udul penelitian, latar

    belakang masalah yang mengungkap fakta-fakta yang ada, rumusan

    masaalah, tujuan dan mamfaat, telaah pustaka, kerangka teori, metode

    penelitian, sistematika, pembahasan dan rencana jadwal kegiatan

    penelitian.

    3. Bagian akhir

    Pada bagian akhir dari proposal penelitian ini yaitu hanya daftar

    pustaka yang merupakan sumber-sumber teori maupun data yang

    didapatkan untuk penelitian ini.

  • 31

    BAB II

    PAPARAN DAN TEMUAN DATA

    A. Gambaran Umum Koperasi Syari’ah Tani Bina Usaha

    1. Sejarah Pendirian Koperasi Syari’ah Tani Bina Usaha

    Keadaan masyarakat Kec. Janapria khususnya Dusun Montong Bila

    Desa Pendem berada di bawah garis kemiskinan, berbagai usaha yang

    dilakukan selalu terkendala dengan modal. Melihat kondisi seperti itu,

    beberapa tokoh masyarakat berinisiatif untuk membuat wadah atau lembaga

    keuangan masyarakat yang diharapkan bisa membantu perekonomian

    masyarakat, sehingga pada tahun 1997 Kepala Dusun Montong Bila

    bersama masyarakat membentuk Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha

    dengan iuran wajib Rp. 1000 perminggu, kemudian dana yang terkumpul

    digulirkan kepada anggota dalam bentuk pinjaman dengan bagi hasil

    sebanyak 2%.34

    Pada tahun 1999, Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha mendapat

    perhatian dari pemerintah untuk dijadikan sebagai lembaga yang berbadan

    hukum, sehingga pada tanggal 12 April 1999 pengurus Koperasi Tani

    Syari’ah Bina Usaha mengusulkan untuk pengesahan akta pendirian

    koperasi dengan nomor surat 02/koptan.BU/1999. Dan pada tanggal 14 april

    1999 ditetapkan sebagai lembaga yang berbadan hukum dengan nomor

    badan hukum 52/BH/KDK.23.2/IV/1999. Namun, pada akhir tahun 1999,

    34

    Profil Koperasi Syari’ah Bina Usaha.

    31

  • 32

    masyarakat Dusun Montong Bila terbentur dengan kebutuhan pembangunan

    masjid sehingga pada rapat anggota tahunan diputuskan bahwa semua

    modal koperasi yang ada digunakan untuk pembangunan masjid dan sejak

    itu tidak ada kegiatan apapun di lembaga Koperasi Tani Syari’ah Bina

    Usaha.

    Pada tahun 2008 tepatnya tanggal 02 Nopember 2008, koperasi tani

    “Bina Usaha” bangkit kembali dengan nama yang baru yaitu Koperasi Bina

    Usaha yang berbasis ekonomi syari’ah dan melakukan pembenahan secara

    perlahan untuk melayani masyarakat, dan dengan berkat rahmat Allah yang

    maha kuasa, koperasi Bina Usaha masih exis sampe sekarang dan

    perkembangannya sangat pesat Hal ini tampak dari Sisa Hasil Usaha (SHU)

    yang dicapai dalam setiap tahunnya terus mengalami peningkatan dimana

    pada tahun 2012 sampai tahun 2015 meningkat (40%) dan di tahun 2016

    jumlah sisa hasil usaha bersih yang di peroleh dari 1 Januari s/d Desember

    2016 sebesar 316,467,386 dengan pembagian sisa hasil usaha, dana anggota

    126,586,954 (40%) cadangan 126,586,954 (40%) dana pengurus 15,823,369

    (5%) dana kariawan 15,823,369 (5%) dana pendidikan 15,823,369 (5%)

    dana sosial 7,911,685 (2,5%) dengan total 316,467,386.35

    Kemajuan dan peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Bina

    Usaha Desa Pendem tersebut dikarenakan berkat do’a dan usaha kerja keras

    serta kerjasama yang baik semua pihak terutama Ketua Koperasi Bina

    Usaha Desa Pendem Abdusysyukur,S.PdI, yang terus bersuaha keras tiada

    35

    Sumber Data, laporan Tahunan Koperasi Syari’ah Bina Usaha Desa Pendem Kecamatan

    Janapria Kabupaten Lombok Tengah Bulan Januari s/d Desember 2016.

  • 33

    henti dalam mengembangkan dan memajukan koperasi ini. Begitu pula

    dengan para pengurus Koperasi Bina Usaha Desa Pendem lainnya dan para

    pegawai Koperasi Bina Usaha desa pendem serta para anggota Koperasi

    Bina Usaha desa pendem yang terus aktif dan berpartisifasi dalam setiap

    usaha, kegiatan atau program yang dilakukan oleh Koperasi Bina Usaha

    Desa Pendem. Begitu pula dengan masyarakat di sekitar desa pendem yang

    selalu mendukung dan memberikan fasilitas dalam mengembangkan setiap

    program atau kegiatan yang dilakukan oleh koperasi bina usaha desa

    pendem.

    Perkembangan Koperasi Bina UsahaDesa Pendem yang begitu pesat

    ini juga tidak lepas dari hasil kerjasama yang baik dengan pihak eksternal,

    baik kerjasama dengan pemerintah maupun dengan pihak perbankan

    terutama dalam memberikan pinjaman kredit atau modal usaha koperasi

    seperti Dinas Diskoperindag Kota Mataram, Dekopin Kota mataram, Bank

    Syari’ah Mandiri (BSM) Cabang Mataram, dan pihak-pihak terkait lainnya

    yang telah membantu kemajuan koperasi bina usaha desa pendem.36

    2. Letak Geografis Koperasi Syari’ah Bina Usaha

    Koperasi Syari’ah Bina Usaha merupakan salah satu koperasi

    syari’ah di Lombok Tengah yang terletak di Desa Pendem, Kec. Janapria.

    Secara geografis atau wilayah, Koperasi Syari’ah Bina Usaha mempunyai

    batasan-batasan yakni:37

    36

    Sumber Data, Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Tanggal 03september

    2016. 37

    Observasi, Tanggal 27 Novembar 2017.

  • 34

    Sebelah utara : Pemukiman Maliklo

    Sebelah selatan : Pasar Beson

    Sebelah barat : Pemukiman Giring

    Sebelah timur : Jln. Raya dan Pemukiman Beson.

    Dilihat dari batasan-batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa letak

    geografis Koperasi Syari’ah Bina Usaha strategis dan mudah dijangkau oleh

    masyarakat karena dekat dengan jalan raya dan tempat beraktifitasnya

    masyarakat yaitu pasar.

    3. Visi dan Misi Koperasi Syari’ah Bina Usaha

    Untuk mendirikan sebuah lembaga baik yang bergerak dibidang jasa

    maupun usaha, tentu mempunyai visi, misi serta tujuan yang jelas agar tidak

    ngambang dalam melangkah serta masyarakat juga bisa menerima. Oleh

    karena itu, visi, misi, tujuan, motto dan semboyan Koperasi Syari’ah Bina

    Usaha adalah sebagai berikut:

    a. Visi:

    1) Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat

    pada umumnya.

    2) Ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka

    mewujudkan masyarakat yang maju adil dan makmur berlandaskan

    pancasila dan undang-undang dasar 1945.

  • 35

    b. Misi:

    Mampu menyelenggarakan usaha pokok seperti:

    1) Pengadaan barang dan jasa khususnya pertanian, perternakan,

    wirausaha dan kebutuhan bahan pokok.

    2) Penyaluran sarana produksi.

    3) Pengadaan alsintan.

    4) Pengadaan ternak ayam dan pakan ternak.

    Dan usaha penunjang, seperti:

    1) Simpan pinjam.

    2) Pengadaan bahan-bahan bangunan.

    3) Konveksi dan sablon percetakan.

    4) Pengadaan bahan-bahan elektronik.

    4. Keadaan Fisik dan Prasarana Koperasi Syari’ah Bina Usaha

    Koperasi Syari’ah Bina Usaha memiliki sarana dan prasarana yang

    cukup memadai dan cukup canggih, karena semua transaksi dilakukan

    dengan alat elektronik, tidak memakai sistem manual lagi. Alat yang

    digunakan adalah seperti komputer, internet,dan lain-lain, agar bisa

    menunjang performannya dalam bekerja dan tidak menghambat dalam

    melakukan sesuatu.38

    Keadaan fisik Kopersai Syrai’ah Bina Usaha dalah memiliki gedung

    berlantai dua yaitu sebagai berikut:

    38

    Zulkarnaen, Wawancara, Koperasi Syari’ah Bina Usaha, 27 November 2017.

  • 36

    a. Lantai satu terdiri dari tempat accounting, brankas tempat penyimpanan

    berkas, tempat Analisis, tempat rapat/meeting, tempat pegawai lapangan,

    serta ruang serba guna, dan toilet.

    b. Lantai dua terdiri dari tempat coustumer service (CS) Kasir, tempat

    fotocopy, ruang manager, satpam, tempat tunggu nasabah/anggota,

    brangkas tempat penyimpanan uang, dan tempat arsip.

    5. Struktur Organisasi

    Struktur organisasi sangat penting artinya bagi sebuah lembaga,

    begitu pula dengan Koperasi Bina Usaha Desa Pendem sebagai suatu

    lembaga badan usaha atau badan hukum, sudah barang tentu harus memiliki

    struktur organisasi. Adanya struktur lembaga atau organisasi tersebut

    menjadi pedoman dan gambaran dari koordinasi dan terorganisasinya

    pembagian tugas dan tangggungjawab serta wewenang dalam melaksanakan

    tugas dan fungsinya pada lembaga yang dikelola khususnya dalam hal ini

    Koperasi Bina Usaha Desa Pedem.

    Selain itu struktur organisasi Koperasi Bina Usaha Desa

    Pedem.dapat memberikan gambaran tentang arah kebijakan masing-masing

    komponen atau unsur yang ada sehingga tujuan Koperasi Bina Usaha Desa

    Pedem.dapat dicapai semaksimal mungkin. Adapun struktur organisasi

    Koperasi Bina Usaha Desa Pedem tersebut dapat dilihat pada gambar di

    bawah ini sebagai berikut.

  • 37

    BAGAN SRUKTUR KEPENGURUSAN KOPERASI TANI SYARI’AH BINA

    USAHA

    Dasar penetapan pengurusan : Surat Keputusan

    Periode : 015/K-BU/Kep/II/2017

    BID. KLINIK

    N. ANGKARI

    BID. KONVEKSI

    IHSAN

    BID.

    PETERNAKAN

    ABD. SYUKUR

    BID. MAAL

    MULHAKIM

    DEWAN PENGAWAS SYARI’AH

    KETUA: H. SADARUDIN

    ANGGOTA: ABDUL HANNAN

    BADAN PENGAWAS

    KETUA : H. JAMILUDIN

    ANGGOTA: H. SAHLAN

    ANGGOTA: IKIRIADI

    PENGURUS KOPERASI

    KETUA: ABDUS SYUKUR

    SEKRETARIS:HILMAN HUMAIDI

    BENDAHARA: ZULKARNAEN

    RAPAT ANGGOTA

    BBID. DISRTIBUTOR

    AIR MINUM

    TGH. GEDE SAKTI

    BID. KBIH

    H. SADARUDIN

    BID. ELEKTRONIK

    SUARDI

    BID. BANK SAMPAH

    HILMAN H

    BID. PROPERTY

    BQ. RUBAIYAH

    BID. INVESTASI

    ZULKARNANEN

    BID. RUMAH

    MAKAN

    BID. SAPROTAN

    MARLIM

    ANGGOTA

  • 38

    6. Nama-Nama Pengurus

    Tabel. 1

    Pengurus Koperasi Bina Usaha Desa Pendem

    NO NAMA JABATAN PERIODE KET

    AWAL AKHIR

    1 ABDUSY SYUKUR KETUA 02-11-2008 02-11-2018

    2 HILMAN HUMAIDI SEKRETARIS 02-11-2008 02-11-2018

    3 ZULKARNAIN BENDAHARA 02-11-2008 02-11-2018

    Sumber : Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, dikutip tanggal

    10 november 2016.39

    Adapun tugas dari badan pengurus ini antara lain :

    1. Memimpin koperasi dan usahanya

    2. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran

    pendapatan dan belanja koperasi

    3. Menyelenggarakan Rapat Anggota Koperasi

    4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan

    tugas

    5. Pengurus harus memelihara kerukunan diantara anggota dan mencegah

    hal-hal yang menyebabkan timbulnya perselisihan paham.

    39

    Sumber:Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip Tanggal 10

    September 2016.

  • 39

    7. Nama-Nama Pengawas

    Adapun nama-nama pengawas Koperasi Bina Usaha desa pendem

    dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

    Tabel. 2

    Nama-Nama Pengawas Koperasi Bina Usaha Desa Pendem

    NO NAMA JABATAN

    PERIODE

    KET

    AWAL AKHIR

    1 H. Sahlan Pengawas 1 25-01-2009 25-01-2018

    2 Ikriadi Pengawas 2 25-01-2009 25-01-2018

    3 H. Jamiludin Pengawas 3 25-01-2009 25-01-2018

    Sumber: Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa pendem, dikutip tanggal

    10 November 2016.40

    8. Keanggotaan

    Adapun jumlah amggotaKoperasi Bina Usaha desa pendem dapat

    dilihat pada tabel di bawah ini.

    Tabel. 3

    Keadaan Anggota Koperasi Bina Usaha Desa Pendem

    No Tahun Status Jumlah Keterangan

    Inti Non Inti

    1 2012 153 12 165

    2 2013 183 12 196

    40

    Sumber: Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal 10

    November 2016.

  • 40

    3 2014 853 42 895

    4 2015 1405 222 1627

    5 2016 1827 407 2234

    Sumber: Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal

    10 November 2016.41

    9. Prestasi Yang Sudah Diraih

    Adapun jumlah Prestasi Yang Sudah Diraih Koperasi Bina Usaha

    Desa Pendem dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

    Tabel. 4

    Jumlah Prestasi Yang Sudah Diraih Koperasi Bina Usaha Desa Pendem

    41

    Sumber:Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal 10

    November 2017.

    NO NOMINASI KRITERIA INSTANSI TAHUN KET

    1 Juara 1 (satu)

    tingkat kecamatan

    Kelembagaan

    ekonomi petani

    UPT BKP3 2013

    2 Juara 1 (satu)

    tingkat kabupaten

    Kelembagaan

    ekonomi petani

    Bupati

    Lombok

    Tengah

    2013

    Sertifikat

    terlampir

    3 Juara 1 (satu)

    tingkat provinsi

    Kelembagaan

    ekonomi petani

    Gubernur

    NTB

    2013

    4 Peserta teladan

    tingkat nasional

    Kelembagaan

    ekonomi petani

    berprestasi

    Kementrian

    Pertanian

    2013

  • 41

    Sumber: Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal

    10 November 2016.42

    10. Modal Koperasi Syari’ah Bina Usaha

    Sumber utama permodalan Koperasi Syari’ah Bina Usaha sebagai

    berikut:43

    a. Modal sendiri

    1. Simpanan pokok

    2. Simpanan wajib

    3. Cadangan

    4. Dana Hibah BHCHT

    5. Bansos Simpan Pinjam

    6. Hibah Bansos Ternak Sapi

    Rp

    Rp

    Rp

    Rp

    Rp

    Rp

    86,790,000,-

    102,090,000,-

    101,734,160,-

    25,000,000,-

    50,000,000,-

    250,000,000,-

    b. Modal luar

    1. Simpanan sukarela

    2. Deposito + tabungan beasiswa

    3. Tabungan Sekolah

    Rp

    Rp

    Rp

    934,007,437,-

    3,214,942,000,-

    1,172,128,700,-

    42

    Sumber Data:Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal 10

    November 2016. 43

    Sumber Data, Laporan TahunanKoperasi Syari’ah Bina Usaha Desa Pendem Kecamatan

    Janapria Kabupaten Lombok Tengah Bulan Januari S/D Desember 2016

    5 Juara III koperasi

    berprestasi

    Tingkat Provinsi Kementrian

    Koperasi

    2016

  • 42

    11. Produk-Produk Koperasi Syari’ah Bina Usaha

    a. Unit Zakat, Infaq, dan Sadakah

    Unit ini diadakan dalam rangka untuk menyalurkan niat baik para

    anggota dan masyarakat umum dalam membantu saudara-saudaranya

    yang membutuhkan (fuqoro’, masakin dan dhu’afa’). Penyaluran akan

    diadakan pada saat (RAT) koperasi syari’ah bina usaha. Kegiatan ini

    disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu (jombo) dan

    pembangunan masjid.

    b. Simpan Pinjam

    Ada beberapa macam tabungan yang disediakan oleh Koperasi

    Syari’ah Bina Usaha sebagai berikut:

    1) Tabungan Biasa

    Pada Koperasi Syari’ah Bina Usaha produk tabungan biasa

    dapat dilakukan jika seseorang siap menjadi anggota Koperasi

    Syari’ah Bina Usaha dengan syarat mengeluarkan kewajiban pokok

    sebesar Rp. 110.000, yang Rp. 100.000, jadi tabungan anggota dan

    yang Rp.10.000, untuk administrasi untuk pembuatan buku tabungan

    dan setelah itu anggota bisa menambah tabungannya dengan tabungan

    suka rela dan jika tabungannya sudah mencapai Rp. 1.000.000, maka

    anggota akan menjadi anggota inti pada Koperasi Syri’ah Bina Usaha.

    Dalam pembagian sisa hasil usaha (SHU) seperti yang telah

    disepakati, anggota mendapatkan 1% per tahun dari jumlah

    tabungannya, dan akan diberikan pada rapat anggota tahunan (RAT).

  • 43

    2) Tabungan Berjangka

    Tabungan adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon

    anggota, koperasi lain dan atau anggotanya kepada koperasi dalam

    bentuk simpanan/tabungan dan simpanan berjangka. Sedangkan

    tabungan mudharabah Berjangka adalah tabungan anggota pada

    koperasi dengan akad Mudharabah Al-Mutlaqah yang penyetorannya

    dilakukan sekali dan penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu

    tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan koperasi yang

    bersangkutan.44

    Pada tabungan berjangka di Koperasi Syari’ah Bina Usaha

    adalah tabungan anggota yang penyetorannya dilakukan sekali dan

    penarikannya dilakukan pada jangka waktu tertentu 3, 6, dan 12 bulan.

    Dengan nisbah bagi hasil 1% per bulan untuk anggota.

    3) Tabungan Haji

    Tabungan haji pada Koperasi Syari’ah Bina Usaha

    dilaksanakan dengan prosedur yakni: anggota melakukan penyetoran

    awal sebanyak 25,000,000 dan pihak koperasi akan mengurus semua

    persyaratan untuk mendapat no porsi. Sisa uang angsuran anggota bisa

    dicicil setiap hari dengan menabung sampai jumlah atau biaya yang

    sudah ditentukan oleh pihak koperasi diselesaiakan oleh anggota.

    44

    Standar Operasional Prosedur Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah Dan Unit Jasa

    Keuangan Syari’ah Koperasi

  • 44

    Sedangkan dalam pinjaman atau pembiayan koperasi

    menyediakan modal kepada anggota yang membutuhkan tambahan

    modal pada usahanya dengan persyaratan:

    1. Terdafatar menjadi anggota koperasi

    2. Photo copy buku tabungan

    3. Photo copy ktp suami/istri(2 lembar)

    4. Photo copy kartu keluarga(KK)

    5. Photo copy BPKB/sertifikat

    6. BPKB/sertifikat asli

    c. Unit Usaha

    Koperasi Syari’ah Bina Usaha memiliki beberapa kegiatan usaha

    yakni: usaha peternakan untuk penggemukan sapi, usaha peternakan itik,

    usaha konveksi, usaha penjualan elektronik, usaha rumah makan, usaha

    barang bekas (panci robek), dan usaha penyediaan pakan untuk itik.

    B. Strategi Pemasaran Produk Tabungan Haji Di Koperasi Tani Syari’ah

    Bina Usaha

    Startegi pemasaran diperlukan pada sebuah lembaga keuangan seperti

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha, dimana lembaga ini selain berorientasi

    pada fungsi profit, lembaga ini juga mempunyai kapasitas sebagai lembaga

    yang berorientasi pada fungsi sosial. Pada lembaga keuangan seperti Koperasi

    Tani Syari’ah Bina Usaha, disadari perlunya bersaing pada pemasaran produk-

    produk serta jasa layanan, sehingga diperlukan strategi pemasaran pada produk

  • 45

    dan jasa keuangan. Salah satu produk yang diperkenalkan Koperasi Tani

    Syari’ah Bina Usaha adalah Produk Tabungan Haji. Produk ini merupakan

    salah satu jenis produk simpanan lainnya di antaranya, simpan pinjam dan

    tabungan berjangka.

    Produk tabungan haji ini sama seperti tabungan yang lainnya dimana

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha mengelola tabungan dari jama’ah yang

    menitipkan uangnya sebagai langkah awal untuk beribadah ke baitullah.

    Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha mengelola keungan secara

    profesional dengan menerapkan perpaduan manejmen perbankan syari’ah dan

    perkoperasian. Tabungan ini dilakukan seperti tabungan biasa dengan setoran

    minimal Rp. 500.000 dan setoran berikutnya disesuaikan dengan kemampuan

    nasabah.45

    Berdasarkan menurut abdusy sukur selaku ketua dari koperasi Tani

    Syariah Bina Usaha adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam membuka

    produk tabungan haji adalah:

    a) Mengisi formulir tabungan haji

    b) Menyerahkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP/SIM) sebanyak 3

    (tiga) lembar

    c) Menyerahkan foto copy Kartu Keluarga (KK) sebnyak 3 (tiga ) lembar

    d) Tanda tangan pada lembar specimen

    e) Dan biaya materai46

    45

    Dokumen, Buku Pedoman Kerja Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha, Tanggal 10

    September 2018 46

    Abdusy Syukur, Ketua Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha, wawancara Tanggal 1O desember

    2018

  • 46

    1. Keunggulan Tabungan Haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha

    Dalam produk ini terdapat beberapa keunggulan yaitu:

    a) Setoran awal Rp. 500.000 dan setoran selanjutnya tergantung

    kemampuan nasabah

    b) Mendapat bagi hasil yang optimal

    c) Setoran dapat dilakukan setiap saat pada jam kerja yang sudah di

    tentukan.

    d) Setoran juga bisa dilayani dengan fasilitas antar jemput atau door to door

    oleh PL/ Petugas Lapangan

    2. Kekurangan produk tabungan haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina

    Usaha

    Disetiap kelebihan pasti terdapat kekurangan, adapun kekurangan

    dari produk Tabungan Haji di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha yaitu:

    a) Kekurangannya sosialisasi

    Dalam produk ini terdapat kekurangan yaitu kurangan tertariknya

    nasabah dengan produk tabungan Haji ini sehingga nasabahnya pun

    sangat sedikit yaitu 15 (lima belas orang).47

    Menurut pemaparan Abdus Syukur selaku kepala Koperasi Tani

    Syari’ah Bina Usaha, ia menjelaskan bahwa kemungkinan faktor ketidak

    ketertarikan nasabah terhadap produk ini adalah kurangannya sosialisasi

    dari pihak koperasi sehingga pengetahuan nasabah juga terbatas pada

    produk pada tabungan haji. Kepala Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha

    47 Zulkarnaen,Wawancara, Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha, 27 November 2017/

  • 47

    lebih menekankan kepada para pengurus atau karyawan untuk

    mensosialisasikan produk seperti produk simpan pinjam dan produk

    tabungan berjangka, sedangkan produk tabungan haji tidak terlalu

    ditekankan.48

    b) Belum ada buku khusus dari Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha

    Dari semua produk tabungan yang ada di Koperasi Tani Syari’ah

    Bina Usaha, hanya produk tabungan haji yang tidak memiliki buku

    khusus untuk tabungan haji. Jadi buku tabungan yang dibawa nasabah itu

    dari Bank yang bersangkutan, yaitu Bank Muamalat selaku Bank

    kerjasama dalam tabungan haji ini.49

    Kemungkinan hal yang terjadi salah satu penyebab para nasabah

    tidak begitu tertari dengan produk ini karena tentu para nasabah akan

    bingung karena mereka akan berpikir kalau akad ini tidak dilakukan

    dengan Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha akan tetapi dengan Bank

    Muamalat.50

    3. Tujuan dikeluarkan produk tabungan haji

    Setiap lembaga keuangan pasti mempunyai tujuan tersendiri dalam

    menciptakan produk seperti Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha yang

    bekerjasama dengan Bank Muamalat cabang Praya untuk mengeluarkan

    48

    Abdusy Syukur, Ketua Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha. Wawancara Pada Tanggal

    10 September 2018. 49

    Abdusy Syukur, Ketua Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha. Wawancara Pada Tanggal

    10 September 2018 50

    Zul Karnaen, Skretaris Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha. Wawancara Pada Tanggal

    10 September 2018.

  • 48

    produk tabungan haji ini. Adapaun tujuan dari Koperasi Tani Syari’ah Bina

    Usaha sebagai berikut:

    a) Untuk menarik nasabah

    Dikeluarkannya produk tabungan haji ini adalah untuk menarik

    nasabah dan memotivasi anggota untuk belajar menyisihkan

    pendapatannya untuk kebutuhan rohaniah sebagai ongkos naik haji dan

    nmenjalankan rukun islam yang kelima.

    b) Memberikan tambahan pilihan pada masyarakat untuk memilih produk

    tabungan haji yang di inginkan.

    Dikeluarkan produk tabungan haji ini diharapkan opsi pilihan

    yang lebih banyak bagi anggota untuk memilih produk apa yang

    dibutuhkan dan diharapkan bisa lebih memuaskan nasabah mengenai

    kinerja Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha.

    4. Mekanisme operasional produk tabungan haji

    Melalui produk tabungan haji, setelah anggota mempunyai rekening

    tabungan haji, maka nasabah akan mendapatkan fasilitas nomer (daftar

    anterian haji) melalui system SISKOHAT, yaitu sistem komputer haji

    terpadu secara online, nasabah akan dibantu oleh kerjasama Koperasi Tani

    Syari’ah Bina Usaha yaitu Bank Syari’ah Mandiri dan bank Mu’amalat.

    Setelah nasabah mencapai tabungan sebesar Rp. 25.000.000, nasabah akan

    didampingi oleh petugas Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha untuk

    mendaftar di Bank Penerima Setoran maupun ke Departemen Agama untuk

    mendapatkan seat (nomer porsi) melalui online Siskohat.

  • 49

    Akibat dari proses penyimpanan yang berdampak kepada

    bertambahnya koperasi sebagai modal untuk diberikan kepada anggota yang

    membutuhkan dana melalui produk pinjaman, maka koperasi memberikan

    bagi hasil sebesar 9% perbulan, terhadap uang tabungannya.

    Produk tabungan haji ini sudah tidak lagi menggunakan dana

    talangan, dari penjelasan yang dipaparkan oleh pak Abdus Syukur selaku

    kepala. Dana Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha. Karena dana talangan itu

    adalah sudah tidak diperbolehkan lagi beroprasi dilembaga seperti koperasi

    dengan ketentuan dari Mahkamah Konsitusi. Menurut Abdus Syukur,

    keputusan Mahkamah Konsitusi itu sudah benarkarena alasan yang menjadi

    dasar keputusannya adalah koperasi bukanlah lembaga yang bersifat bisnis,

    akan tetapi yang bersifat kekeluargaan.51

    Disamping itu juga sebuah tabungan yang diberikan nasabah semata-

    mata membebani nasabah dalam pengambilan nada yang sudah digunakan

    untuk berangkat haji, sudah tentu keberkahan dalam dana itu juga akan

    berkurang atau tidak ada berkah sama sekali walaupun ibadah yang

    dijalankan adalah mulia. Ketika peneliti bertanya dari mana datangnya bagi

    hasil yang diperoleh dalam produk tabungan haji di koperasi, maka Abdus

    Syukur menambahkan pernyataannya kalau bagi hasil yang diperoleh dalam

    produk tersebut adalah dari perputaran dana tabungan termasuk tabungan

    51

    Abdusy syukur, Ketua Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha. Wawancara Pada Tanggal

    10 September 2018.

  • 50

    haji yang dipakai untuk memberikan dana pinjaman bagi nasabah pinjaman

    di Koperasi Tani Syari’ah Bina Usaha.52

    5. Pemahaman karyawan terhadap produk tabungan haji

    Dalam pandangan karyawan koperasi Koperasi Tani Syari’ah Bina

    Usaha, berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Mulhakim merupakan

    staf simpan pinjam, menurutnya produk tabungan haji adalah produk

    tabungan yang paling sedikit nasabahnyan mungkin karna kurang

    diperkenalkan kepada nasabah, produk ini memamng beda dengan produk

    yang lainnya. Dia mengatakan berbeda karena produk ini tidak terlalu

    ditekankan seperti produk simpan pinjam dan tabungan berjangka.53

    Namun berbeda lagi yang dika