26
STEM CELL RESEARCH Tutorial A4

Stem Cell Research

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Stem Cell Research

STEM CELL RESEARCHTutorial A4

Page 2: Stem Cell Research

Sel Punca (Stem Cells)?

Page 3: Stem Cell Research

Stem Cells:

Suatu sel prekursor yang berpotensi untuk berkembang menjadi berbagai macam sel yang berbeda (sel beta pancreas, kondrosit, sel neuron, dll).

◦ Stem cells dapat membelah tanpa batas untuk menggantikan sel lain sehingga berperan seperti suatu sistem perbaikan sel dalam tubuh.

◦ Setiap stem cell dapat membelah menjadi sel lain yang terspesialisasi maupun menjadi stem cell yang baru.

Definisi

Page 4: Stem Cell Research

1. Supernumerary embryo◦ Embrio hasil In Vitro Fertilisation (IVF)

yang tidak digunakan. Embrio ini dapat digunakan untuk keperluan penelitian dengan ijin dari pasangan yang bersangkutan.

2. Embrio yang sengaja diciptakan menggunakan teknik IVF untuk tujuan penelitian

Sumber stem cells dalam penelitian

Page 5: Stem Cell Research

3. Embrio yang diciptakan dengan teknik transfer inti sel somatik

◦ transfer nucleus sel somatik ke oosit yang tidak berinti kemudian mengkondisikan telur tersebut sehingga terjadi perkembangan lebih lanjut (tanpa fertilisasi). Ketika sel mencapai blastosit maka stem cell yang bersifat pluripoten dapat diperoleh.

4. Parthenogenesis

5. Menginjeksikan sitoplasma sel telur ke sel yang sudah terdiferensiasi sehingga mengakibatkan perubahan sel-sel ini menjadi stem cells yang bersifat pluripoten.

Sumber stem cells dalam penelitian

Page 6: Stem Cell Research

Sifat Stem Cell

potensi

Unipoten Pluripoten

multipoten totipoten

asal

Embrionik Fetal dewasa

Bongso A & Lee EH. 2005. Stem Cells: From Bench to Bedside.Singapore: World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd.

Page 7: Stem Cell Research

Pembuatan sel dan jaringan untuk terapi medis.

Contoh penyakit yang berpeluang untuk diterapi menggunakan stem cells adalah Parkinson, Alzheimer, kerusakan pusat system saraf, stroke, diabetes, rheumatoid arthritis, luka bakar, infark jantung, penyakit paru, dll.

Kegunaan Stem Cells

Page 8: Stem Cell Research

Stem Cell Institute Stem Cell and Cancer Institute (SCI)

merupakan pusat riset sel punca dan kanker, yang dirintis untuk menjadi dasar terapi masa mendatang untuk menggantikan obat dan terapi konvensional saat ini.

Pada tahun 2010, SCI melakukan uji klinis dalam terapi pengobatan penyakit kardiovaskuler, kanker payudara, uji protein produk kosmetik untuk rejuvenasi kulit dan rambut.

Selanjutnya, SCI memfokuskan penelitian pada matriks tali pusat sebagai sumber baru sel punca mesenkimal. Di dalam penelitian bidang kanker,  SCI lebih memfokuskan diri pada studi  terhadap penyakit kanker paru dan kanker payudara.

http://id.kalbe.co.id/RisetdanPengembangan/StemCellandCancerInstitute.aspx

Page 9: Stem Cell Research

Pandangan Stem Cell Research Menurut Hukum dan Etika Kedokteran

Dari teori dan penilitian yang ditemukan menurut kode etik kedokteran sesuai dengan pasal pada pasal 2 yang berbuyi ”seorang dokter harus senantiasia berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi”.

Maksud bahwa ukuran yang tertinggi dalam melakukan protesi kedokteran mutakhir, yaitu sesuai dengan perkembangan IPTEK kedokteran, etika umum, etika kedokteran, hukum dan agama, sesuai tingkat /jenjang pelayanan kesehatan, serta kondisi dan situasi setempat.

Kode Etik Kedokteran Indonesia

Page 10: Stem Cell Research

Begitu juga pasal 17 yang jelas mengatakan bahwa “setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/ kesehatan”.

Jadi berdasarkan KODEKI kedua pasal tersebut, penelitian tentang sel punca tidak dilarang selama untuk mengembangkan IPTEK kedokteran.Kode Etik Kedokteran

Indonesia

Page 11: Stem Cell Research

KESEPAKATAN (OKTOBER 2000)

DEKLARASI HELSINKI MERUPAKAN PETUNJUK BAGI DOKTER DAN PENELITI LAIN DALAM RISET MEDIK YANG MENGGUNAKAN SUBJEK MANUSIA SEBAGAI OBJEK RISET, TERMASUK BAHAN DAN DATA DARI MANUSIA

RISET HARUS MENINGKATKAN DAN MENJAMIN KEAMANAN DAN KESEHATAN SUBJEK DAN HAK SUBJEK

KESEJAHTERAAN SUBJEK HARUS DIUTAMAKAN DARIPADA MINAT TERHADAP ILMU DAN MASYARAKAT

HASIL PENELITIAN MEMBERIKAN KEUNTUNGAN BAGI MASYARAKAT

PERMINTAAN IZIN DAPAT DIWAKILI OLEH WAKIL YANG LEGAL

PENGGUNAAN PLACEBO ATAU TIDAK ADA PENGOBATAN YANG DIBERIKAN HANYA BILA TIDAK ADA CARA YANG SUDAH BAKU

Page 12: Stem Cell Research

Pasal 44 UU Kesehatan No. 36 tahun 2009

(1) Dalam mengembangkan teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dapat dilakukan uji coba teknologi atau produk teknologi terhadap manusia atau hewan.

(2) Uji coba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan jaminan tidak merugikan manusia yang dijadikan uji coba.

(3) Uji coba sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh orang yang berwenang dan dengan persetujuan orang yang dijadikan uji coba.

(4) Penelitian terhadap hewan harus dijamin untuk melindungi kelestarian hewan tersebut serta mencegah dampak buruk yang tidak langsung bagi kesehatan manusia.

Page 13: Stem Cell Research

SANKSI THD PENYIMPANGAN UU

BARANGSIAPA DENGAN SENGAJA MENYELENGGARAKAN PENELITIAN DAN ATAU PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KESEHATAN PADA MANUSIA TANPA MEMPERHATIKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN YBS SERTA NORMA YANG BERLAKU DL MASYARAKAT SBGM DIMAKSUD DL PASAL YANG TERSEBUT DIATAS: DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA PLG LAMA 7 TH DAN ATAU PIDANA DENDA PLG BANYAK 140 JT

Page 14: Stem Cell Research

Pandangan Stem Cell Research Menurut Masyarakat Umum KALANGAN KONTRA, berpendapat:

Bahwa membunuh “calon” manusia untuk kepentingan stem cell research tersebut tidak dibenarkan secara moral. Bagi kelompok yang kontra, embrio buatan melalui SCNT maupun sisa embrio dari klinik bayi tabung tetap merupakan “calon manusia” yang tidak boleh dibunuh atau dirusak. Namun umumnya mereka tidak tahu apa sebaiknya yang dilakukan terhadap sisa embrio dari klinik bayi tabung yang sudah harus dibuang karena sudah terlalu lama atau tak ada tempat penyimpanannya lagi.

Page 15: Stem Cell Research

KALANGAN PRO terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu:

1.      Kelompok yang mendukung stemcell research secara total dan menilai bahwa embryonic stemcells tidak mempunyai nilai moral. Kelompok ini mendukung semua bentuk stemc ell research dan cara mendapatkan stem cells tersebut.

Page 16: Stem Cell Research

2.      Kelompok yang memberikan nilai moral kepada embryonic stem cells namun menganggap bahwa manfaat yang didapatkan dari stem cell research tersebut jauh lebih besar dari “pengorbanan” yang dilakukan. Dengan demikian penggunaaan sisa embrio sebagai bahan stem cell research dianggap lebih baik daripada dibuang sia-sia.

Page 17: Stem Cell Research

Pandangan Stem Cell Research Menurut Budaya Perdebatan tentang status moral embrio

berkisar tentang apakah embrio harus diperlakukan sebagai manusia atau sesuatu yang berpotensi sebagai manusia, atau sebagai jaringan hidup.

Pandangan yang moderat menganggap suatu embrio berhak mendapat penghormatan sesuai dengan tingkat perkembangannya. Semakin tua usia embrio, kian tinggi tingkat penghormatan yang diberikan.

Tadjudin, M.K. Tanpa Tahun. Aspek Bioetika Penelitian Stem Cell   (http://www.kalbe.co.id)

Page 18: Stem Cell Research

Pandangan liberal menganggap embrio pada stadium blastosis hanya sebagai gumpalan sel dan belum merupakan manusia sehingga dapat dipakai untuk penelitian.

Namun, pandangan konservatif menganggap blastosis sebagai makhluk hidup

Tadjudin, M.K. Tanpa Tahun. Aspek Bioetika Penelitian Stem Cell   (http://www.kalbe.co.id

Page 19: Stem Cell Research

Beberapa kategori untuk menentukan status moral dari embrio manusia yaitu:

◦ adanya genom manusia secara lengkap◦ adanya potensi untuk berkembang menjadi

manusia◦ adanya kemampuan kognitif seperti kesadaran,

kemampuan nalar

• Kategori pertama dan kedua yang menyebabkan embrio memiliki status sama dengan anak maupun manusia dewasa.

Embrio = Manusia?

Page 20: Stem Cell Research

Pada masa pemerintahan Presiden George W. Bush, penelitian mengenai stem cells di Amerika sangat dibatasi.

Namun Presiden AS saat ini, Barrack Obama telah berjanji untuk mencabut larangan riset dan pemerintahannya mendukung penelitian sel punca.

Penelitian stem cells di Amerika Serikat

Page 21: Stem Cell Research

Singapura melalui Bioethics Advisory Committee (BAC) menetapkan status moral embrio sebagai berikut: Embrio sebelum 14 hari setelah gamet

terfusi dapat digunakan untuk penelitian. Embrio tersebut tidak memiliki status yang sama dengan manusia. Setelah masa 14 hari status embrio dapat disamakan dengan manusia dan tidak dapat digunakan untuk penelitian. (http://www.stemcell.edu.sg/docs/17/BAC2-Lim_and_Ho6.pdf)

Penelitian stem cells di Singapura

Page 22: Stem Cell Research

DILARANG!

Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) menyatakan tidak setuju atas penggunaan terapi menggunakan ES cells akan tetapi pihaknya menyetujui penggunaan sel embrio sisa hasil proses bayi tabung.

Islam (NU dan Muhamaddiyah) melarang terapi menggunakan ES cells kecuali itu adalah satu-satunya solusi untuk menyelamatkan manusia. Sementara itu, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpendapat lain, dalam hal ini pihaknya berpendapat terapi sel punca embrionik (ES cells) bisa dilakukan, terutama dalam keadaan kedaruratan keselamatan jiwa seseorang.

Pandangan Stem Cell Research Menurut Agama di Indonesia

Page 23: Stem Cell Research

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) melarang secara tegas pengambilan sel embrio manusia untuk keperluan apapun, termasuk di dalamnya tidak mentoleransi penggunaan sel embrio sisa proses bayi tabung karena apa pun bentuknya mereka adalah cikal bakal manusia yang mempunya hak untuk hidup.

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PDHI) dan Konferensi Sangha Agung Indonesia (KASI) menyatakan tidak setuju penggunaan ES cells akan tetapi sesuai "atmanastuti", hukum terendah dalam ajaran Hindu yang memungkinkan sesuatu bisa dilakukan apabila menurut perhitungan mendesak dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa.

Agama Buddha melarang penggunaan ES cell.

Page 24: Stem Cell Research

Sedangkan untuk penggunaan adult stem cells untuk terapi disetujui oleh para pemuka agama Islam, Katolik dan Kristen.

Dengan catatan untuk agama Islam, perlu diperhatikan sumber stem cells tersebut. Stem cells yang digunakan tidak boleh berasal dari babi karena hewan tersebut diharamkan.

Untuk agama Hindu, ajaran agama Hindu melarang penggunaan stem cells dari hewan.

Page 25: Stem Cell Research

Setuju akan penggunaan stem cell sebagai alternatif pengobatan selama yang digunakan adalah adult stem cell. Juga setuju akan adanya penelitian mengenai stem cell menggunakan embryonic stem cells dengan catatan embrio yang digunakan adalah embrio sisa IVF yang memang tidak digunakan lagi.

Selain itu, perlu ada undang-undang yang jelas mengenai penelitian dan penggunaan stem cells di Indonesia sehingga penelitian yang dilakukan memang benar untuk kebaikan umat manusia dan bukan untuk disalahgunakan untuk keperluan lain. Kami mengecam pembuatan embrio secara sengaja untuk diambil stem cells nya.

Kesimpulan

Page 26: Stem Cell Research