3
BAB I PENDAHULUAN Radikulopati adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan gangguan fu struktur radiks akibat proses patologik yang dapat mengenai satu atau lebih radiks pola gangguan bersifat dermatomal. Cervical umunya dikenal dengan “pinched nerve” atau saraf terjepit. Radikulopati servikal merupakan penyakit yang prosesnya ditandai denga nervus dari materi herniasi diskus atau spur tulang arthritis. Paling sering mengen N. cervical 6 dan cervical 7. Pada populasi muda, radikulopati servikalis disebabkan herniasi diskus atau c yang menyebabkan tubrukan foramen tempat keluarnya saraf. Herniasi diskus menyebabk 25% kasus radikulopati servikal. Pada pasien tua, radikulopati servikal se penyempitan foramen oleh formasi osteofit, berkurangnya tinggi diskus, atau perubahan degeneatif dari sendi uncovertebral anterior dan sendi facet di posterior. Faktor yang meningkatkan resiko terjadinya radikulopati servikal terma mengangkat berat lebih dari 25 pon, merokok, dan mengemudi atau mengoperasikan pera yang bergetar. Lainnya, yang jarang menyebabkan seperti tumor tulang belakang, perl synovial servikal, kondromatosis synovial pada sendi facet servikal, giant pembuluh darah servikal, dan infeksi tulang belakang.

Status Pasien Neuro

Embed Size (px)

Citation preview

BAB I PENDAHULUAN

Radikulopati adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan gangguan fungsi dan struktur radiks akibat proses patologik yang dapat mengenai satu atau lebih radiks saraf dengan pola gangguan bersifat dermatomal. Cervical umunya dikenal dengan pinched nerve atau saraf terjepit. Radikulopati servikal merupakan penyakit yang prosesnya ditandai dengan kompresi nervus dari materi herniasi diskus atau spur tulang arthritis. Paling sering mengenai cabang saraf N. cervical 6 dan cervical 7. Pada populasi muda, radikulopati servikalis disebabkan herniasi diskus atau cedera akut yang menyebabkan tubrukan foramen tempat keluarnya saraf. Herniasi diskus menyebabkan 2025% kasus radikulopati servikal. Pada pasien tua, radikulopati servikal sering terjadi karena penyempitan foramen oleh formasi osteofit, berkurangnya tinggi diskus, atau perubahan degeneatif dari sendi uncovertebral anterior dan sendi facet di posterior. Faktor yang meningkatkan resiko terjadinya radikulopati servikal termasuk pekerjaan mengangkat berat lebih dari 25 pon, merokok, dan mengemudi atau mengoperasikan peralatan yang bergetar. Lainnya, yang jarang menyebabkan seperti tumor tulang belakang, perluasan kista synovial servikal, kondromatosis synovial pada sendi facet servikal, giant cell arteritis pada pembuluh darah servikal, dan infeksi tulang belakang.

BAB II PEMBAHASAN

II.1

Definisi Radikulopati servikalis adalah penyakit yang prosesnya ditandai dengan kompresi nervus dari materi diskus yang mengalami herniasi dan pertumbuhan spur pada tulang belakang1. Radikulopati servikal merupakan kondisi neurologi yang digambarkan dengan disfungsi nervus vertebra servikal, cabang-cabang nervus, atau keduanya. Dan biasanya disertai keluhan seperti nyeri pada leher dan salah satu lengan, dan dikombinasi dengan hilangnya rasa sensorik, hilangnya fungsi motor, atau perubahan refleks pada area distribusi nervus yang terkena2. Radikulopati servikal juga sering disebabkan proses inflamasi cabang saraf servikal atau cabang di daerah keluarnya saraf dan berulang kali disebabkan oleh herniasi diskus servikalis dan spondilosis servikalis3. Selain itu, ada pula radikulopati servikal karena proses degenerative dapat didefinisikan sebagai nyeri radikular pada salah satu atau kedua ekstremitas atas berhubungan dengan kompresi dan/ atau iritasi satu atau lebih cabang saraf servikal. Gejala dan tanda yang timbul, seperti berbagai derajat perubahan sensorik, motorik, dan refleks seperti disestesi dan parestesi berhubungan dengan percabangan saraf tanpa adanya bukti disfungsi korda spinalis (mielopati)4.

II.2

Epidemiologi Melalui survey epidemiologic menunjukkan insiden radikulopati setiap tahunnya mencapai 83 per 100.000 orang dimana jumlahnya lebih sedikit dibanding radikulopati lumbalis.. Individu dengan radikulopati berusia antara 13 sampai 91 tahun, dimana pria lebih sering terkena dibanding wanita. 14,8 % pasien radikulopati melaporkan pengerahan tenaga fisik bagian atas atau trauma, dan hanya 21,9 % yang mempunyai gambaran protusi pada diskus. Spondilisis, protrusi diskus, atau keduanya menyebabkan 70% kasus5. Berdasarkan data dari Minnesota, angka kejadian per tahun pasien radikulopati servikal adalah 107,3 per 100.000 untuk pria dan 63,5 per 100.000 untuk perempuan, dengan puncak usia 50-54 tahun. Sementara studi dari Sisilia melaporkan angka prevalensi radikulopati servikal yaitu 3,5 kasus per 1000 populasi6.

II.3

Etiologi Penyebab utama radikulopati servikal (pada 70 samapi 75% kasus) pelebaran foramen tulang belakang karena kombinasi beberapa faktor, termasuk berkurangnya ketinggian diskus, perubahan degeneratif dari sendi uncovertebral anterior dan sendi zygapopiseal posterior. Berbanding terbalik dengan kelainan pada vertebra lumbal, hernia nucleus polposus hnaya menyebabkan 20-25% kasus. Penyebab lainya, seperti tumor dan infeksi tulang belakang sangat jarang7.

II.4

Patofisiologi Berbagai kondisi dapat menyebabkan kompresi cabang saraf di vertebra servikal. Setiap segmen pergerakan di subaksial vertebra (C3-C7) terdapat 5 artikulasi, termasuk diskus intervertebral, 2 sendi facet, dan 2 sendi neurosentral (uncovertebral). Karena dibatasi elemen tersebut, maka percabangan saraf keluar secara lateral. Tidak seperti vertebra lumablis, vertebra servikalis memliki percabangan saraf servikal yang keluar diatas tingkat pedicle yang sesuai.sebagai contoh, tempat keluar saraf C5 pada sela diskus C4-C5 dan herniasi diskus C4-C5 menyebabkan radikulopati C5. Terdapat tujuh vertebra servikal dan delapan cabang saraf servikal.