Status Keanekaragaman Hayati Indonesia 2011_LIPI

  • View
    328

  • Download
    16

Embed Size (px)

Text of Status Keanekaragaman Hayati Indonesia 2011_LIPI

  • iSTATUSKEANEKARAGAMANHAYATI INDONESIA

    PUSAT PENELITIAN BIOLOGI-LIPI

  • ii

    2011 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Biologi

    Katalog dalam Terbitan

    Status Keanekaragaman Hayati Indonesia/Elizabeth A. Widjaja, IbnuMaryanto, Daisy Wowor, Siti Nuramaliati Prijono (Ed.). Jakarta:LIPI Press, 2011.

    xi + 48 hlm.; 14,8 x 21 cm

    ISBN 978-979-799-635-21. Keanekaragaman

    2. Hayati333.95

    Pengumpul Data: Elizabeth A. Widjaja, Ibnu Maryanto, DaisyWowor, Ristiyanti M. Marwoto, Renny K. Hadiati,Awal Riyanto, Mumpuni, Muhamad Irham, SriHartini, Dhian Dwibadra, Endang Purwaningsih,Kartika Dewi, Hari Sutrisno, dan M. Rofik

    Desain Isi : Ibnu Maryanto, Elizabeth A. WidjajaDesain Sampul : Deden Sumirat Hidayat

    Diterbitkan Oleh:LIPI Press, anggota IkapiJln. Gondangdia Lama 39, Menteng, Jakarta 10350Telp. (021) 314 0228, 314 6942. Faks. (021) 314 4591E-mail: bmrlipi@centrin.net.id lipipress@centrin.net.id

  • iii

    Editor:Elizabeth A.WidjajaIbnu MaryantoDaisy WoworSiti Nuramaliati Prijono

    Pengumpul data

    Elizabeth A.WidjajaIbnu MaryantoDaisy WoworRistiyanti M. MarwotoRenny K. HadiatiAwal RiyantoMumpuniMuhamad IrhamSri HartiniDhian DwibadraEndang PurwaningsihKarika DewiHari SutrisnoM. Rofik

  • iv

  • vKATA PENGANTAR

    Informasi mengenai status keanekaragaman hayati di Indonesiasangatlah diperlukan untuk mendukung upaya konservasi agarusaha penyeimbangan antara pelestarian dan pemanfaatannkeanekaragaman hayati dapat berlangsung secaraberkelanjutan. Masih banyak jenis-jenis flora, fauna dan mikrobadi Indonesia yang belum dideskripsi nama speciesnya.Permasalahan yang dihadapi adalah jumlah peneliti bidang biologi,khususnya yang mendalami bidang biosistematika sangatlah tidakmemadai dibandingkan jumlah kekayaan keanekaragaman hayatiyang ada di Indonesia.

    Menyadari pentingnya memiliki informasi tentangkeanekaragaman jenis hayati yang ada di Indonesia maka sejakawal didirikannya, Pusat Penelitian Biologi-Lembaga IlmuPengetahuan Indonesia (LIPI) yang dahulu dikenal dengan namaLembaga Biologi Nasional (LBN)-LIPI, tetap konsistenmelakukan aktivitasnya menggali khasanah ilmu pengetahuandi bidang keanekaragaman hayati. Spesimen yang telah dikoleksidan dideskripsi sebagai species baru, disimpan di Pusat PenelitianBiologi-LIPI yaitu di Bidang Zoologi/Museum ZoologicumBogoriense (untuk specimen fauna), Bidang Botani/HerbariumBogoriense (untuk specimen flora) dan di Bidang Mikrobiologi/LIPI Microbial Culture Collection (untuk specimen mikroba).Informasi yang terkandung di dalam spesimen tersebut sangatbernilai dan merupakan dasar untuk kebijakan bidang konservasidan pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia, sertasumber informasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dibidang keanekaragaman hayati.

    Sehubungan dengan terbitnya buku Status KeanekaragamanHayati di Indonesia, maka kami ucapkan selamat danpenghargaan yang sangat tinggi kepada para peneliti di Pusat

  • vi

    Penelitian Biologi-LIPI yang telah banyak menemukan speciesbaru sehingga dapat berkontribusi banyak dalam pengembangandunia ilmu pengetahuan di bidang keanekaragaman hayati. Kamiucapkan terimakasih pula kepada semua pihak yang telah bekerjakeras dan berpartisipasi dalam penyusunan buku ini dan jugakepada berbagai pihak yang telah membantu kelancaran dalampenerbitannya. Semoga buku ini dapat menambah pengetahuantentang kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesian sertabermanfaat sebagai salah satu sumber informasi dalam upayakonservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.

    Cibinong, Juli 2011Kepala Pusat penelitian Biologi-LIPI

    Dr. Siti Nuramaliati Prijono

  • vii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vii DAFTAR GAMBAR ix DAFTAR TABEL xi I. PENDAHULUAN 1 II. FLORA FAUNA YANG DI LINDUNGI PERUNDANG-

    UNDANGAN REPUBLIK INDONESIA 2

    III. FLORA FAUNA DALAM IUCN RED DATA LIST 3 IV. FLORA, FAUNA, DAN MIKROBA INVASIVE 5 V. FLORA 6

    Tumbuhan tinggi 6 VI. KRIPTOGAM 8

    1. Lichens 8 2. Algae 9 3. Musci 9 4. Hepaticae 10 5. Jamur 11

    VII. FAUNA 13 1. VERTEBRATA 13

    1.1. Mamalia 13 1.2. Burung 15 1.3. Amphibia dan Reptilia 16 1.4. Ikan 17

    2. AVERTEBRATA 18 2.1 Krustasea 18 2.2. Moluska 19 2.3. Cacing Nematoda 19 2.4. Tungau Macrochelidae 20 2.5. Serangga 21

    VIII. MIKROBA 23 IX. KOLEKSI ACUAN HERBARIUM, ZOOLOGI DAN

    MIKROBA 24

    LAMPIRAN 1 JENIS-JENIS FLORA DAN FAUNA DIDESKRIPSI OLEH PENELITI PUSAT PENELITIAN BIOLOGI LIPI 2005-2010

    27

  • viii

  • ix

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Flora Fauna yang dilindungi oleh undang-undang RI 3 Gambar 2. Flora fauna berdasarkan kriteria IUCN 4 Gambar 3. Kategori kriteria IUCN pada fauna 4 Gambar 4. Kategori kriteria IUCN pada flora 5 Gambar 5. Jumlah jenis flora, fauna dan microba invasive 6 Gambar 6. Jumlah jenis flora di Indonesia berdasarkan pulau 7 Gambar 7. Koleksi kriptogamae di Indonesia 8 Gambar 8. Jumlah jenis lumut kerak berdasarkan pulau 9 Gambar 9. Jumlah jenis algae berdasarkan pulau 10 Gambar 10. Jumlah lumut daun berdasarkan pulau di Indonesia 10 Gambar 11. Jumlah lumut hati berdasarkan pulau 11 Gambar 12. Jumlah jenis jamur berdasarkan pulau 12 Gambar 13. Sebaran jumlah jenis Maramius berdasarkan pulau. 12 Gambar 14. Jumlah jenis Boletus berdasarkan pulau 12 Gambar 15. Suku Agaricaceae berdasarkan pulau 13 Gambar 16. Jumlah jenis mamalia berdasarkan pulau 14 Gambar 17. Jumlah jenis mamalia endemik berdasarkan pulau 14 Gambar 18. Jumlah jenis burung berdasarkan pulau 15 Gambar 19. Jumlah jenis burung endemik berdasarkan pulau 15 Gambar 20. Jumlah jenis Amphibia dan Reptilia berdasarkan

    pulau 16

    Gambar 21. Jumlah jenis endemik Amphibia dan Reptilia berdasarkan pulau

    16

    Gambar 22. Jumlah jenis ikan air tawar berdasarkan pulau 17 Gambar 23. Jumlah jenis Krustasea air tawar berdasarkan pulau 18 Gambar 24. Jumlah jenis Nematoda berdasarkan pulau 21 Gambar 25. Jumlah jenis tungau berdasarkan pulau 22 Gambar 26. Jumlah-jenis mikroba tersimpan di Indonesia 23 Gambar 27. Mikroba yang disimpan di LIPIMC 25 Gambar 28. Asal mikroba berdasarkan pulau 25

  • x

  • xi

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1. Jumlah moluska di Indonesia 20 Tabel 2. Jumlah serangga di Indonesia 22 Tabel 3. Jumlah Koleksi herbarium -LIPI (belum termasuk

    spesimen backlog dan spesimen di pinjam instansi lain) 26

    Tabel 4. Koleksi fauna di Museum Zoologicum Bogoriense-LIPI 26

  • Status Keanekargaman Hayati Indonesia

    1

    I. PENDAHULUAN

    Sejak Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention onBiological Diversity/CBD) disahkan pada pertemuaninternasional mengenai lingkungan di Rio de jainero, Brazil, padatahun 1992, banyak pikiran yang berkembang dan semakinmenyadari bahwa keanekaragaman hayati adalah pusat darisemua sektor yang penting bagi kehidupan manusia. Karenamenganggap keanekaragaman hayati juga sangat penting bagibangsa Indonesia, maka Pemerintah Indonesia meratifikasiKonvensi Keanekaragaman Hayati pada tahun 1994 melaluiUndang-undang Nomor 5 tahun 1994.

    CBD dimaksudkan untuk tiga hal yang saling terkait, yaitupelestarian, pemanfaatan secara berkelanjutan dan pembagiankeuntungan secara adil dan merata bagi pemiliknya maupunpenggunanya. Pada pasal 7 dalam CBD dijelaskan bahwa perludilakukan identifikasi dan pemantauan terhadap komponenkeanekaragaman hayati yang penting bagi pelestarian danpemanfaatannya secara lestari, pemantauan terhadappelaksanaannya, identifikasi proses yang menimbulkan dampakmerugikan, serta organisasi pelaksanaannya. Dengandisahkannya Konvensi Keanekaragaman Hayati olehPemerintah Indonesia tersebut, maka komitmen untuk memantaukeanekaragaman hayati menjadi kewajiban seluruh instansi diberbagai sektor pembangunan, baik pemerintah maupun swasta.

    Sampai saat ini pengetahuan mengenai besarnya kekayaansumberdaya alam hayati belum memadai untuk mendasaripemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari.Pengetahuan kita tentang kekayaan sumberdaya alam hayatimasih sedikit sekali. Perkiraan keanekaragaman jenis globalsekitar 5 30 juta species, dan baru sekitar 1,78 juta speciesflora, fauna dan mikroba yang diberi nama. Di Indonesia,diperkirakan kurang dari 300.000 spesies flora, fauna dan

  • Status Keanekargaman Hayati Indonesia

    2

    mikroba yang sudah diberi nama. Permasalahannya di Indonesiaadalah jumlah pakar biosistematik yang melakukan identifikasispesies tidak memadai dengan jumlah spesies yang ada diIndonesia dan dengan wilayah Indonesia yang terdiri lebih dari17.000 pulau. Olehkarena itu, data yang disajikan di bawah inisebagian merupakan data yang lengkap seperti pada FaunaVertebrata, namun pada Fauna Invertebrata, Flora dan Mikrobadata maksimal yang disuguhkan merupakan data yang belumlengkap sehingga perlu penelusuran lebih mendalam untukmelengkapinya. Data kekayaan hayati Indonesia terutamadiambil dari koleksi flora, fauna dan mikroba yang tersimpanpada Pusat penelitian Biologi, ditambah dengan data koleksi darilembaga lain, dan berbagai data dari publikasi untuk daerahterkait di Indonesia.

    II. FLORA FAUNA YANG DI LINDUNGIPERUNDANG-UNDANGAN REPUBLIK INDONESIA

    Perlindungan terhadap kekayaan jenis hayati sudah lamadiberlakukan sejak Pemerintah Hindia Belanda dan dilanjutkanpada masa kemerdekaan. Peraturan pertama kali terhadapperlindungan hayati Indonesia mengacu pada peraturan SuratKeputusan Ordonantie Peraturan Perlindungan Binatang Liar1931, Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1999 tertanggal 27Januari 1999 dan terakhir tentang penetapan Trachypithecusauratus sebagai satwa dilindungi menurut SK Menteri Kehutanandan Perkebunan No. 733/Kpts-II/1999 Tanggal 22 September1999. Dari keseluruhan jumlah jenis yang dilindungi palingbanyak jenis yang dilindungi adalah dari kelompok tumbuhanka