Spesifikasi Teknis Kerja Proyek ( CONTOH PENAWARAN/BIDDING)

Embed Size (px)

DESCRIPTION

contoh spesifikasi teknis metode pelaksanaan pembuatan jalan

Text of Spesifikasi Teknis Kerja Proyek ( CONTOH PENAWARAN/BIDDING)

  • 5/23/2018 Spesifikasi Teknis Kerja Proyek ( CONTOH PENAWARAN/BIDDING)

    SPESIFIKASI TEKNIS

    LANJUTAN PEMELIHARAAN PERIODIK DENGAN HOTMIX

    PEMELIHARAAN PERIODIK

    1) Uraiana) Yang dimaksud dengan Pekerjaan Pemeliharaan Periodik adalah rekonstruksi atau pengembalian kondisi jalan beraspal yang sesuai dengan

    mutu bahan dan perkerasan, garis, formasi, kelandaian dan yang ditujukkan dalan gambar rencana.

    b) Rekonstruksi pada pengembalian kondisi dibatasi hanya pada rekonstruksi persegmen segmenc) Pekerjaan yang diatur dalam Seksi ini harus mencakup pengembalian kondisi jalan yang telah rusak berat yang tidak termasuk pekerjaan

    pemeliharaan rutin, antara lain lubang lubang dengan ukuran minimal 40 cm x 40 cm, kerusakan tepi perkerasan, keriting (corrugation)

    pada permukaan jalan beraspal dengan kedalaman lebih dari 3 cm, retak dengan lebar lebih besar dari pada 3 mm, deformasi (sungkur atau

    deformasi plastis) dan retak struktural (retak susut), retak gelincir (sliding), retak runtuh) dengan kedalaman alur lebih dari 20 mm,

    perataan setempat minor dan perbaikan kemiringan melintang perkerasan.

    d) Tujuan pengembalian kondisi ini adalah untuk mengembalikan kekuatan struktur yang rusak sehingga relatif sama dengan kekuatanstruktur pada segmen tersebut. Untuk lokasi yang telah dikembalikan kondisinya, sebelum pelapisan ulang dilaksanakan harus dilakukan

    pemeliharaan rutin.

    2) Penjadwalan Pekerjaan Pengembalian KondisiPekerjaan pengembalian kondisi harus dijadwalkan sedini mungkin dalam program pelaksanaan untuk memaksimumkan kemudahan akses bagi

    pemakai jalan. Lokasi yang akan dioverlay harus dikembalikan kondisinya sampai lengkap sesuai dengan yang disyaratkan dalam Seksi dari

    Spesifikasi ini sebelum pekerjaan overlay dilaksanakan.

    Pekerjaan pengembalian kondisi harus segera dilaksanakan paling lambat 20 hari setelah penyerahan lapangan, dan pelaksanaan harus selesai

    selambat-lambatnya 120 hari setelah penyerahan lapangan atau sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan.

    SELOKAN DAN SALURAN AIR

    2.1.1 UMUM

    1) Uraian

    a) Pekerjaan ini mencakup pembuatan selokan baru yang dilapisi (lined) maupun tidak dilapisi (unlined) dan perataan kembali selokan lama yangtidak dilapisi, sesuai dengan Spesifikasi ini serta memenuhi garis, ketinggian dan detail yang ditunjukkan pada Gambar. Selokan yang dilapisi

    dibuat dari pasangan batu dengan mortar atau yang seperti ditunjukkan dalam Gambar.

    b) Pekerjaan ini juga mencakup relokasi atau perlindungan terhadap sungai yang ada, kanal irigasi atau saluran air lainnya yang tidak terganggubaik yang bersipat sementara maupun tetap, dan dalam penyelesaian pekerjaan ini harus memenuhi ketentuan dalam kontrak ini.

    2) Penerbitan Detail Pelaksanaan

    Detail pelaksanaan selokan, baik yang dilapisi maupun tidak, yang tidak termasuk dalam Dokumen Kontrak pada saat pelelangan akan

    diterbitkan oleh Direksi Pekerjaan setelah Penyedia Jasa menyerahkan hasil Pemerikasaan Lapangan sesuai dengan Seksi 1.2 dari Spesifikasi ini.

    2.1.2 PERSYARATAN

    1) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini

    a) Persiapan : Seksi 1.2

    b) Pasangan batu dengan Mortar untuk Selokan dan Saluran Air : Seksi 2.2

    c) Gorong-gorong : Seksi 2.3

    d) Galian : Seksi 3.1

    e) Timbunan : Seksi 3.2

    f) Pemeliharaan Rutin Perkerasan, Bahu Jalan, Drainase,

    Perlengkapan Jalan dan Jembatan : Seksi 10.1

    2) Toleransi Dimensi Saluran

    a) Perbedaan elevasi galian dasar selokan yang telah selesai dikerjakan tidak boleh lebih dari 1 cm dari yang ditentukan atau disetujui pada tiap

    titik, dan harus mempunyai permukaan yang cukup halus dan rata dan menjamin aliran yang bebas serta tanpa genangan bilamana a lirannya

    kecil.

    b) Alinyemen selokan dan profil penampang melintang yang talah selesai dikerjakan tidak boleh bergeser lebih dari 5 cm dari yang ditentukan

    atau telah disetujui pada setiap titik.

    3) Persyaratan Kerja

    a) Pengajuan Kesiapan Kerja

    (1) Contoh bahan yang akan digunakan untuk saluran yang dilapisi harus diserahkan sebagaimana yang disyaratkan dalam butir 2.2.2.4) dari

    Spesifikasi ini.

    (2) Apabila pekerjaan pembentukan penampang selokan telah selesai, penyedia Jasa harus meminta persetujuan Direksi Pekerjaan sebelum

    bahan pelapis selokan dipasang.

    b) Kondisi Tempat Kerja

    Pengeringan temapt kerja dan pemeliharaan sanitasi di lapangan sesuai dengan ketentuan yang diberikan dalam butir 3.1.2.5) dari Spesifikasi

    ini.

    c) Utilitas Bawah TanahKetentuan yang disyaratkan untuk Galian dalam Butir 3.1.2.5) dari Spesifikasi ini harus berlaku juga pada pekerjaan yang dilaksanakan

    menurut Seksi ini.

    d) Penggunaan dan Pembuangan Bahan GalianKetentuan yang disyaratkan untuk Galian dalam Butir 3.1.2.4) dari Spesifikasi ini berlaku.

    e) Pengembalian Bentuk dan Pembuangan Pekerjaan SementaraKetentuan yang disyaratkan untuk Galian dalam Butir 3.1.2.4) dari Spesifikasi ini berlaku.

    f) TimbunanBahan timbunan yang digunakan harus memenuhi ketentuan sifat-sifat bahan penghamparan, pemadatan dan jaminan mutu yang ditentukan

    dalam seksi 3.2 dari Spesifikasi ini.

  • 5/23/2018 Spesifikasi Teknis Kerja Proyek ( CONTOH PENAWARAN/BIDDING)

    PASANGAN BATU DENGAN MORTAR UNTUK SELOKAN DAN SALURAN AIR

    2.2.1 UMUM

    1) Uraian

    a) Yang dimaksud dengan Pasangan Batu dengan Mortar untuk Selokan dan Saluran Air adalah suatu bangunan yang berfungsi mengalirkan air

    permukaan ke saluran yang terbuat dari pasangan batu dengan campuran mortar.

    b) Pekerjaan yang diatur dalam Seksi ini harus mencakup pelapisan sisi atau dasar selokan dan saluran air, dan pembuatan apron (lantai golak),

    lubang masuk (catch pits) dan struktur saluran kecil lainnya dengan menggunakan pasangan batu dengan mortar yang dibangun di atas suatu

    dasar yang telah disiapkan memenuhi garis, ketinggian dan dimensi yang ditunjukkan pada Gambar atau sebagaimana diperintahkan oleh

    Direksi Teknik.

    c) Pekerjaan ini juga mencakup pembutan lubang sulingan (weep holes), termasuk penyediaan dan pemasangan cetakan lubang sulingan atau

    pipa.

    d) Dalam beberapa hal, bilamana mutu batu dan bentuknya cocok serta mutu kerjanya tinggi, Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan

    penggunaan pasangan batu untuk struktur dengan daya dukung yang lebih besar seperti gorong-gorong pelat, tembok kepala gorong-gorong

    dan tembok penahan tanah.

    e) Pekerjaan yang diatur dalam Seksi ini mencakup pembuatan selokan yang harus dilapis (linning), sesuai dengan Spesifikasi serta memenuhi

    alinyemen, ketinggian dan detail yang ditunjukkan dalam Gambar.

    2) Penerbitan Detail Pelaksanaan

    Detail pelaksanaan selokan, baik yang dilapisi maupun tidak, yang tidak dimasukkan dalam Dokumen Kontrak pada saat pelelangan

    2.2.2 PERSYARATAN

    1) Standar Rujukan

    Standar Nasional Indonesia (SNI):

    SNI 03-6882-2002 : Spesifikasi Mortar Untuk Pekerjaan Pasangan

    SNI 15-2049-1994 : Semen Portland

    SNI 15-3759-1995 : Semen Aduk Pasangan

    AASHTO :

    AASHTO M45-04 : Aggregate for Masonry Mortar

    2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini :

    a) Persiapan : Seksi 1.2

    b) Selokan dan Saluran Air : Seksi 2.1

    c) Gorong-gorong : Seksi 2.3

    d) Drainase Porous : Seksi 2.4

    e) Beton : Seksi 7.1

    f) Adukan Semen : Seksi 7.8

    g) Pasangan Batu : Seksi 7.9

    h) Pasangan Batu Kosong/Bronjong : Seksi 7.10

    i) Pemeliharaan Rutin Perkerasan, Bahu Jalan, Drainase,

    Perlengkapan Jalan dan Jembatan : Seksi 10.1

    3)Toleransi Dimensi

    a) Sisi muka masing-masing batu dari permukaan pasangan batu dengan mortar tidak boleh melebihi 1 cm dari profil permukaan rata-rata

    pasangan batu dengan mortar di sekitarnya.

    b) Untuk pelapisan selokan dan saluran air, profil permukaan rata-rata selokan dan saluran air yang dibentuk dari pasangan batu dengan mortar

    tidak boleh berbeda lebih dari 2 cm dari profil permukaan lantai saluran yang ditentukan atau disetujui, juga tidak bergeser lebih dari 5 cm

    dari profil penampang melintang yang ditentukan atau disetujui.

    c) Tebal minimum setiap pekerjaan pasangan batu dengan mortar 10 cm.

    d) Profil akhiruntuk struktur kecil yang tidak memikul beban seperti lubang penangkap dan lantai golak tidak boleh bergeser lebih dari 2 cm dari

    profil yang ditentukan atau disetujui.

    4) Persyaratan Bahan

    a) Batu

    Batu harus terdiri atas batu alam atau batu dari sumber bahan yang tidak terbelah, yang utuh (sound), keras, awet, padat, tahan terhadap udara dan

    air, dan cocok dalam segala hal untuk fungsi yang dimaksud.

    (1) Mutu dan ukuran batu harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum digunakan. Batu untuk pelapisan selokan dan saluran air sedapatmungkin harus berbentuk persegi.

    (2) Mutu batu harus sesuai dengan Butir 7.10.2.4).b) dari Spesifikasi ini.(3) Kecuali ditentukan lain oleh Gambar atau Spesifikasi, maka semua batu yang digunakan untuk pasangan batu dengan mortar harus

    mempunyai dimensi lebih besar dari 10 cm.

    b) Mortar

    Mortar harus merupakan adukan semen yang memenuhi ketentuan Seksi 7.8 dari Spesifikasi ini

    c) Drainase Porous

    Bahan yang digunakan untuk membentuk landasan, lubang sulingan atau kantung saringan untuk pekerjaan pasangan batu dengan mortar harus

    memenuhi ketentuan Seksi 2.4 Spesifikasi ini.

    5) Persyaratan Kerja

    a) Pengajuan Kesiapan Kerja

    (1) Sebelum mulai menggunakan setiap bahan batu yang diusulkan untuk pekerjaan pasangan batu dengan mortar, Penyedia Jasa harus

    mengajukan kepada Direksi Pekerjaan dua contoh batu yang mewakili, masing-masing seberat 50 kg. Satu dari conto