Sosialisasi dan Pembentukan Ke SMA Kelas 10...آ  Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian Tujuan Pembelajaran:

  • View
    7

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Sosialisasi dan Pembentukan Ke SMA Kelas 10...آ  Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian Tujuan...

  • VBAB Sosialisasi dan Pembentukan

    Kepribadian

    Tujuan Pembelajaran:

    Di masyarakat kita belajar mengenai nilai, norma, adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan, dan berbagai hal yang terjadi di dalamnya.Hal itu sebagai bekal dalam pergaulan kita di masyarakat agar apa yang kita lakukan sesuai dengan harapan masyarakat. Proses belajar bergaul itu dalam sosiologi disebut dengan sosialisasi. Sosialisasi yang kita lakukan sepanjang hidup mulai lahir hingga meninggal dunia berpengaruh pada pembentukan kepribadian kita sebagai anggota masyarakat.

    Sumber: Bunda, Edisi 195 November 2004

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • Peta Konsep

    – sosialisasi – nilai dan norma – kepribadian – sikap dan perilaku

    Kata Kunci

    Sosialisasi Pengertian sosialisasi Tujuan sosialisasi

    Pola sosialisasi Represif Partisipatif

    Faktor Memengaruhi Ekstrinsik Intrinsik

    Bentuk sosialisasi Primer Sekunder

    Tipe sosialisasi Formal Informal

    Kepribadian Pengertian kepribadian

    Tahapan sosialisasi Preparatory stage Play stage Game stage Generalizing stage

    Agen sosialisasi Keluarga Teman sepermainan Sekolah Lingkungan kerja Media massa

    Unsur-unsur kepribadian

    Pengetahuan Perasaan Dorongan naluri

    M em

    be nt

    uk

    Faktor memengaruhi kepribadian

    Warisan biologis Lingkungan alam Warisan sosial Pengalaman kelom-

    pok manusia Pengalaman unik

    Tahap-tahap perkem- bangan kepribadian

    Fase pertama Fase kedua Fase ketiga

    Teori perkembangan kepribadian

    T. Tabula Rasa T. Cermin Diri T. Diri Antisosial T. Ralph Conton T. Subkultural Soer-

    jono Soekanto

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101

    Setiap kali memasuki lingkungan yang baru, kamu harus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan itu. Apabila kamu tidak mau mempelajarinya, apa yang akan terjadi? Mampukah kamu bergaul dengan lingkungan itu? Nah, mari kita simak bagaimana mempelajari lingkungan yang akan kita masuki tersebut.

    A. Sosialisasi

    Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, kamu mendengar bahkan mengucapkan kata ‘sosialisasi’. Sebenarnya apakah maksud dari sosialisasi itu?

    1. Pengertian Sosialisasi Secara sederhana, sosialisasi dapat disamakan dengan

    bergaul. Dalam pergaulan tersebut dipelajari berbagai nilai, norma, dan pola-pola perilaku individu ataupun kelompok. Lambat laun nilai dan norma yang ada dapat diserap menjadi bagian dari kepribadian individu serta kelompok.

    Seperti telah diulas dalam bab-bab terdahulu, manusia tercipta sebagai makhluk pribadi sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk pribadi, manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya untuk bertahan hidup. Dalam memenuhi kebutuhannya tersebut manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia memerlukan orang lain untuk mencapai tujuannya. Itulah sebabnya, manusia berinteraksi dengan manusia lainnya sebagai makhluk sosial. Dalam bab ini, kamu akan dikenalkan dengan sosialisasi yang berfungsi sebagai sarana pembentukan kepribadian.

    Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa itu sosialisasi, mari kita simak beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli berikut ini.

    a. Charlotte Buhler Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.

    b. Koentjaraningrat Sosialisasi adalah seluruh proses di mana seorang individu sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain yang hidup dalam masyarakat sekitarnya.

    c. Irvin L. Child Sosialisasi adalah segenap proses yang menuntut individu mengembangkan potensi tingkah laku aktualnya yang di- yakini kebenarannya dan telah menjadi kebiasaan serta sesuai dengan standar dari kelompoknya.

    Tahukah Kamu?

    Sejak bayi hingga dewasa ma- nusia senantiasa mempelajari tindakan-tindakan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Kamupun juga demikian. Mulai dari bayi, anak-anak, kemudian tumbuh menjadi remaja seperti saat sekarang ini, bahkan sampai kelak dewasa, kamu belajar mengenai nilai, norma, dan kebiasaan-kebiasaan yang ada pada masyarakat di mana kamu menjadi anggo- tanya. Misalnya di keluarga, sekolah, masyarakat, dan orga- nisasi lainnya. Dengan sosia- lisasi kamu mengetahui peran- peran yang harus dilakukan dalam berbagai lingkungan tersebut. Tahukah kamu apa peranmu di keluarga, sekolah, dan masyarakat?

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • 102 Sosiologi SMA dan MA Kelas X

    d. Peter L. Berger Sosialisasi adalah proses di mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Dari pengertian yang dikemukakan para ahli tersebut dapat

    disimpulkan bahwa sosialisasi merupakan suatu proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai masyarakat tempat ia menjadi anggota, sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku masyarakatnya. Jadi, proses sosialisasi membuat seseorang menjadi tahu dan memahami bagaimana harus bersikap dan bertingkah laku di lingkungan masyarakatnya. Melalui proses ini juga, seseorang akan mengetahui dan dapat menjalankan hak-hak serta kewajibannya berdasarkan peranan-peranan yang dimilikinya.

    2. Tujuan Sosialisasi Setiap proses sosial pasti memiliki tujuan. Demikian juga

    sosialisasi. Berikut ini akan diuraikan beberapa tujuan sosialisasi. a. Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan

    seseorang untuk melangsungkan kehidupannya kelak di tengah-tengah masyarakat di mana dia akan menjadi salah satu anggotanya.

    b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk ber- komunikasi secara efektif dan efisien, serta mengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis, dan bercerita. Dengan melakukan komunikasi, berbagai informasi mengenai masyarakat akan diperoleh untuk kelangsungan hidup seseorang sebagai anggota masyarakat.

    Gambar 5.1 Dengan komunikasi, sosialisasi menjadi lebih efektif dan efisien. Sumber: Tempo, 10 Juli 2005

    Tugas Individu

    Dari beberapa definisi di atas, coba kamu definisikan kembali sosialisasi menurut pemahamanmu!

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103

    c. Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. Artinya, dengan sosialisasi seseorang akan dapat memahami hal-hal yang baik dan dianjurkan dalam masya- rakat untuk dilakukan. Selain itu juga dapat mengetahui dan memahami hal-hal buruk yang sebaiknya dihindari dan tidak dilakukan.

    d. Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.

    3. Tahapan-Tahapan Sosialisasi Penyesuaian diri terjadi secara berangsur-angsur, seiring

    dengan perluasan dan pertumbuhan pengetahuan serta penerimaan individu terhadap nilai dan norma yang terdapat dalam lingkungan masyarakat. Dengan melandaskan pemikirannya pada Teori Peran Sosial, George Herbert Mead dalam bukunya yang berjudul Mind, Self, and Society from The Standpoint of Social Behaviorist (1972) berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat diklasifikasikan melalui tahap-tahap berikut ini.

    a. Tahap Persiapan (Preparatory Stage) Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya. Pada tahap ini juga anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Dalam tahap ini, individu sebagai calon anggota masyarakat dipersiapkan dengan dibekali nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pedoman bergaul dalam masyarakat oleh lingkungan yang terdekat, yaitu keluarga. Lingkungan yang memengaruhi termasuk individu yang berperan dalam tahapan ini relatif sangat terbatas, sehingga proses penerimaan nilai dan norma juga masih dalam tataran yang paling sederhana.

    b. Tahap Meniru (Play Stage) Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan oleh seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari dirinya. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya banyak telah juga mulai terbentuk.

    c. Tahap Siap Bertindak (Game Stage) Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat, sehingga memung- kinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama.

    Tahukah Kamu? Meskipun dalam tahap per- siapan ini begitu sederhana, namun memiliki pengaruh yang paling besar dalam tahap selanjutnya. Kesalahan pada tahap selanjutnya paling awal ini, akan menumbuhkan benih- benih perilaku yang tidak wajar dalam kehidupan bermasya- rakat, yang lazim disebut dengan perilaku menyimpang. Maka dari itu, tahap persiapan dalam sosialisasi ini, perlu mendapat- kan perhatian yang sungguh- sungguh.

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • 104 Sosiologi SMA dan MA Kelas X

    Pada tahap ini individu mulai berhubungan dengan teman- teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di