13
SOP MENGUKUR SUHU No . Tindakan Nilai 1. Persiapan Alat a. Thermometer b. 3 buah botol berisi larutan sabun, desinfektan dan air c. Tisu d. Sarung tangan bersih e. Bengkok f. Buku catatan g. Sketsel 2. Persiapan pasien 1) 5S 2) Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang) 3) Jelaskan tujuan 4) Jelaskan prosedur Membuka baju Ketiak saya bersihkan dengan tisu Meletakkan term selama 5-10 menit 5) Inform concent 6) Atur posisi 7) Dekatkan alat 8) Tutup sketsel 3. Pelaksanaan 1. Cuci tangan 2. Pakai sarung tangan 3. Periksa thermometer apakah air raksa tepat di bawah 35 o 4. Buka lengan baju dan keringkan ketiak dengan tisu 5. Jepitkan thermometer pada ketiak dengan reservoir tepat di tengah dan lengan dilipatkan ke dada 6. Ambil thermometer setelah 5-10 menit dan langsung baca kemudian dicatat (bisa langsung disampaikan ke pasien jika pasien bertanya) 7. Bersihkan thermometer dengan cara : (bias dengan alcohol swap) Celupkan pada air sabun dilap Celupkan pada savlon dilap Celupkan pada air bersih dilap 8. Air raksa diturunkan kembali 9. Pasien dirapikan 10. Alat-alat dibereskan 11. Lepas sarung tangan dan cuci tangan

Sop Skill

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sop

Citation preview

SOP MENGUKUR SUHUNo.TindakanNilai

1.Persiapan Alata. Thermometerb. 3 buah botol berisi larutan sabun, desinfektan dan airc. Tisu d. Sarung tangan bersihe. Bengkok f. Buku catatang. Sketsel

2. Persiapan pasien 1) 5S2) Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang)3) Jelaskan tujuan 4) Jelaskan prosedur Membuka baju Ketiak saya bersihkan dengan tisu Meletakkan term selama 5-10 menit5) Inform concent6) Atur posisi7) Dekatkan alat8) Tutup sketsel

3. Pelaksanaan 1. Cuci tangan 2. Pakai sarung tangan 3. Periksa thermometer apakah air raksa tepat di bawah 35o4. Buka lengan baju dan keringkan ketiak dengan tisu5. Jepitkan thermometer pada ketiak dengan reservoir tepat di tengah dan lengan dilipatkan ke dada 6. Ambil thermometer setelah 5-10 menit dan langsung baca kemudian dicatat (bisa langsung disampaikan ke pasien jika pasien bertanya)7. Bersihkan thermometer dengan cara : (bias dengan alcohol swap) Celupkan pada air sabun dilap Celupkan pada savlon dilap Celupkan pada air bersih dilap8. Air raksa diturunkan kembali 9. Pasien dirapikan10. Alat-alat dibereskan 11. Lepas sarung tangan dan cuci tangan12. Dokumentasi

SOP MENGUKUR TEKANAN DARAHNo.TindakanNilai

1.Persiapan Alata) Tensimeterb) Stetoskop c) Buku catatan d) Sketsel

2. Persiapan pasien 1. 5S2. Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang)3. Jelaskan tujuan (untuk mengukur TD , supaya jika ada perubahan bias kolaborasi dengan dokter untuk terapi selanjutnya)4. Jelaskan prosedur (memasang alat di tangan dan mungkin sedikit kurang nyaman)5. Inform concent6.

3. Pelaksanaan 1. Dekatkan alat2. Tutup sketsel3. Cuci tangan 4. Atur posisi (apakah sudah nyaman? Mau tangan kanan/kiri?)5. Membuka lengan baju dan digulung6. Letakkan tensimeter sejajar dengan jantung 7. Memasang manset tensimeter pd lengan atas 2-3 cm di atas vena cubiti, tdk terlalu longgar dan kencang8. Meraba denyut arteri brachialis lalu stetoskop ditempatkan pada area tersebuut9. Menutup skrup balon karet, pengunci raksa dibuka. Selanjutnya balon dipompa sampai denyut nadi tidak terdengar lagi ditambah 20-30 mmHg dan air raksa naik10. Membuka skrup balon perlahan sehingga air raksa turun perlahan dan dengarkan bunyi denyutan pertama dan terakhir (hasil disampaikan ke pasien)11. Pasien dirapikan12. Alat-alat dibereskan 13. Buka sketsel14. Lepas sarung tangan dan cuci tangan15. Dokumentasi (nama, TD, ucapan terimakasih)

SOP INJEKSI IMNo.TindakanNilai

1.Persiapan Alat1. Bak instrumen2. Dispossible Spuit 23. Obat 4. Sarung tangan bersih5. Alkohol swap6. Alas menyuntik7. Buku catatan 8. Sketsel 9. Aquabides (bila perlu)

2. Persiapan pasien 1. 5S2. Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang)3. Jelaskan tujuan 4. Jelaskan prosedur (posisi simp : miring dan kaki ditekuk , celana dibuka sedikit dan sedikit sakit)5. Inform concent

3. Pelaksanaan 1. Dekatkan alat2. Tutup sketsel3. Cuci tangan dan pakai sarung tangan 4. Buka spuit (seperti memegang bolpoin)5. Tusuk bagian tengah vial (bersihkan dengan alcohol swap dulu jika kemasan sudah terbuka). Balik vial dan hisap obat sesuai volume yg diinginkan. Taruh di tempat datar dan lepaskan jarum. 6. Ganti jarum baru7. Keluarkan udara8. Taruh spuit di bak instrumen9. Atur posisi (posisi simp : miring dan kaki ditekuk)10. Pilih area yang akan ditusuk (gluteus maksimus : 1/3 proksimal antara sias & os.oxikis)11. Lakukan disinfeksi sirkuler (dalamluar)12. Siapkan kapas di tangan kiri13. Regangkan kulit dan suntikkan tegak lurus 14. Aspirasi ada tisaknya darah (jika tidak ada langsung suntikkan pelan)15. Pasien dirapikan16. Alat-alat dibereskan 17. Buka sketsel18. Lepas sarung tangan dan cuci tangan16. Dokumentasi (5 benar): Nama pasien dan tgl lahir Nama obat Dosis Rute Lokasi dan ttd perawat

SOP INJEKSI IVNo.TindakanNilai

1.Persiapan Alat1. Bak instrumen2. Dispossible Spuit 23. Obat 4. Sarung tangan bersih5. Tourniquet 6. Alkohol swap7. Alas menyuntik (perlak)8. Buku catatan 9. Sketsel 10. Aquabides (bila perlu)

2. Persiapan pasien 1. 5S2. Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang)3. Jelaskan tujuan 4. Jelaskan prosedur 5. Inform concent

3. Pelaksanaan 1. Dekatkan alat2. Tutup sketsel3. Cuci tangan dan pakai sarung tangan 4. Tentukan area injeksi dan lakukan disinfeksi 5. Pasang perlak dan pengalas 6. Pasang tourniquet 7. Siapkan kapas di tangan kiri8. Regangkan kulit dan suntikkan 15o 9. Aspirasi ada tidaknya darah (jika ada lepas tourniquet dan langsung suntikkan pelan/bolus) sambil observasi respon pasien dan denyut nadi10. Letakkan kapas alcohol di area suntikan dan tekan 11. Pasien dirapikan dan alat-alat dibereskan 12. Buka sketsel13. Lepas sarung tangan dan cuci tangan14. Dokumentasi (respon pasien dan 5 benar): Nama pasien dan tgl lahir Nama obat Dosis Rute Lokasi dan ttd perawat

SOP PEMASANGAN INFUSNo.TindakanNilai

1.Persiapan Alat1. Standar infus2. Cairan yang akan diberikan 3. Infuse set 4. IV Cateter5. Tourniquet 6. Sarung tangan steril 7. Kapas steril (spray) atau alcohol swap8. Kasa steril9. Korentang 10. Gunting 11. Plester 12. Pengalas 13. Bengkok 14. Sketsel 15. Alat pencukur (bila perlu)

2. Persiapan pasien 1. 5S2. Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang)3. Jelaskan tujuan 4. Jelaskan prosedur5. Inform concent

3. Pelaksanaan 1. Dekatkan alat2. Tutup sketsel3. Cuci tangan4. Pilih area yang akan ditusuk 5. Periksa ulang cairan (5b), siapkan cairan dan keluarkan gelembung udara6. Pasang alas 7. Pasang tourniquet (jangan dikencangi dulu)8. Pakai sarung tangan steril (jika ditaruh bak steril ambil dengan korentang)9. Disinfeksi sirkuler 6-8 cm sampai bersih10. Kencangi tourniquet 11. Tusukkan IV cateter (tangan kiri merenggangkan) dan segera lepas tourniquet jika sudah keluar darah)12. Masukkan kateter pelan dan fiksasi ujung cateter 13. Sambungkan ke IV line dan fiksasi dengan plester (di plester tulis jam, tgl pemasangan)14. Evaluasi respon pasien dan Pasien dirapikan15. Alat-alat dibereskan 16. Buka sketsel17. Lepas sarung tangan dan cuci tangan18. Dokumentasi (5 benar): Nama pasien dan tgl lahir Jam tgl pemasangan Nama cairan infus Lokasi dan ttd perawat

SOP VULVA HYGIENENo.TindakanNilai

1.Persiapan Alat1. Kom berisi kapas DTT2. Bak instrument 3. Sarung tangan bersih 4. Pinset anatomis 5. Pispot 6. Ceret berisi air bersih 7. Pembalut 8. Celana dalam 9. Perlak10. Bengkok 11. Sketsel

2. Persiapan pasien 1. 5S2. Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang)3. Jelaskan tujuan 4. Jelaskan prosedur (melepas celana dalam, kaki ditekuk, pasang pispot dan diguyur)5. Inform concent

3. Pelaksanaan 1. Dekatkan alat2. Tutup sketsel3. Cuci tangan dan pakai sarung tangan 4. Pasang perlak 5. Lepas celana dalam 6. Pasang pispot 7. Guyur dengan air bersih 8. Bersihkan dengan kapas DTT memakai pinset : Labiya mayora minora kiri Labiya mayora minora kanan Dari atas ke bawah Dari dalam ke luar (klitoris ke perineum) Kalau anus kotor dibersihkan dengan membalik kapas 9. Melepas pispot 10. Ambil waslap untuk membersihkan paha dan bokong 11. Pakaikan celana dalam12. Lepas sarung tangan dan cuci tangan13. Evaluasi (bagaimana perasaan ibu) dan Dokumentasi

SOP BALUT BIDAI No.TindakanNilai

1.Persiapan Alat1. Bidai sesuai kebtuhan 2. Tensocrape 3. Kasa steril dan pinset steril (untuk fraktur terbuka)4. Plester dan gunting 5. Sarung tangan 6. Bengkok 7. Bantal8. Sketsel

2. Persiapan pasien 1. 5S2. Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang)3. Jelaskan tujuan (imobilisasi, mengurangi nyeri, mengurangi keparahan fraktur)4. Jelaskan prosedur5. Inform concent

3. Pelaksanaan 1. Dekatkan alat2. Tutup sketsel3. Cuci tangan dan pakai sarung tangan 4. Buka baju pada area yang fraktur 5. Cek PMS (Pulse, Motorik, Sensorik)6. Pasang bidai dan gulung dengan tansocrape7. Cek PMS (Pulse, Motorik, Sensorik)8. Evaluasi (apakah nyeri berkurang, menetap atau bertambah?)9. Lepas sarung tangan dan cuci tangan10. Dokumentasi

Prinsip : Lengan boleh 1 atau 2 bidai Kaki harus 3 bidai Harus melewati 2 sendi Jika fraktur terbuka tutup dengan kasa steril dan bagian tersebut tidak boleh tertutup tensocrape

SOP PEMASANGAN KATETERNo.TindakanNilai

1.Persiapan Alat1. Bak instrument 2. Sarung tangan steril 2 buah3. Kateter steril dan urobag 4. Pelumas / jelly 5. Kapas savlon (cewek) dan betadine (cowok)6. Pinset anatomis 7. Duk steril 8. Spuit berisi aquabides untuk mengunci 9. Plester dan gunting plester10. Perlak11. Bengkok 12. Sketsel

2. Persiapan pasien 1. 5S2. Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang)3. Jelaskan tujuan 4. Jelaskan prosedur5. Inform concent

3. Pelaksanaan 1. Dekatkan alat2. Tutup sketsel3. Cuci tangan dan pakai sarung tangan bersih4. Siapkan jelly di tutup bak instrument 5. Pasang perlak di bawah bokong 6. Atur posisi dorsal recumbent7. Membersihkan vulva dengan savlon dan membersihkan penis dengan betadine 8. Lepas sarung tangan dan ganti sarung tangan steril9. Masukkan kateter yang sudah diberi jelly perlahan sampai batas (jika pasien cowok penis posisi ditegakkan)10. Urin yang keluar ditampung di bengkok 11. Mengunci balon dengan spuit yang berisi aquabides 12. Lepas duk steril 13. Sambung dengan urobag 14. Fiksasi di inguinal (supaya urin lancer dan tidak terjadi dekubitus pada bwah penis)15. Rapikan pasien dan bereskan alat16. Lepas sarung tangan dan cuci tangan 17. Dokumentasi

SOP PEMASANGAN NGTNo.TindakanNilai

1.Persiapan Alat1. Bak instrument 2. Sarung tangan bersih 3. Selang NGT 4. Pelumas / jelly 5. Pinset anatomis 6. Penjepit selang NGT 7. Kantong penampung dan pipa penyambung (bila perlu) 8. Spuit 10 cc tanpa jarum 9. Stetoskop 10. Waskom berisi air masak 11. Perlak12. Handuk 13. Tisu 14. Bengkok 15. Sketsel

2. Persiapan pasien 1. 5S2. Perkenalkan diri dan identifikasi pasien (validasi dengan gelang)3. Jelaskan tujuan 4. Jelaskan prosedur5. Inform concent

3. Pelaksanaan 1. Dekatkan alat2. Tutup sketsel3. Cuci tangan dan pakai sarung tangan bersih4. Pasang perlak dan handuk serta siapkan tisu 5. Bersihkan lubang hidung dan ukur panjang selang dari ujung bawah hidung melewati telinga bawah sampai prosesus xipoideus dan beri tanda 6. Beri pelumas / jelly 7-10 cm 7. Atur posisi supine atau menengadah 8. Masukkan selang perlahan sampai ada tahanan kemudian pasien disuruh menunduk dan memasukkan selang lagi sampai batas pengukuran 9. Cek apakah selang sudah masuk lambung Memasukkan 10 cc udara dan mendengarkan dengan stetoskop Mengaspirasi cairan dengan spuit Memasukkan selang ke dalam waskom berisi air (jika keluar gelembung udara berarti selang salah masuk ke paru paru)10. Fiksasi dengan plester 11. Jepit selang NGT supaya tidak kemasukan udara 12. Rapikan pasien dan bereskan alat13. Lepas sarung tangan dan cuci tangan 14. Dokumentasi

SOP RAWAT LUKANoTindakanNilai

a.Persiapan Alat1. Peralatan steril (cara mengambil pakai korentang)1. Pinset anatomis 2 buah1. Pinset sirugis 1 buah1. Gunting lurus (jaringan)1. Cucing 1 buah (kalau pakai kom tidak perlu masuk bak steril) dan jika tidak disediakan tulle maka cucing disiapkan 2 untuk tempat kapas dengan povidone iodine1. Kapas steril (boleh langsung dimasukkan dalam cucing)1. Kasa steril (3)1. Sarung tangan steril 1. Peralatan tidak steril1. Gunting plester1. Plester1. NS1. Alkohol swap (kapas dengan alkohol spray)1. Tulle atau betadine 1. Korentang 1. Bengkok 1. Waskom berisi larutan chlorine 0,5%1. Perlak 1. Sarung tangan bersih1. Sketsel

b.Persiapan pasien 1. 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun)1. Perkenalan diri dan identifikasi pasien (tanyakan nama dan tgl lahir, validasi dengan gelang di tangan pasien)1. Jelaskan tujuan 1. Jelaskan prosedur tindakan1. Inform concent (tanyakan kesediaan secara lisan)1. Pasang sketsel1. Atur posisi pasien

c.Pelasksanaan1. Cuci tangan 1. Alat didekatkan ke pasien1. Pakai sarung tangan bersih1. Pasang perlak dan atur posisi pasien1. Siapkan alkohol swap dan ambil pinset anatomis dengan korentang1. Buka balutan lama (dengan cara menggulung)1. Buang balutan ke bengkok dan pinset anatomis ke waskon berisi chlorine 0,5%1. Siapakan kapas dengan menuangkan NS ke dalam cucing, gunting diberdirikan, dan siapkan tulle di bak steril 1. Lepas sarung tangan dan ganti dengan sarung tangan steril1. Ambil pinset anatomis ambil tulle lama dan buang ke bengkok1. Ambil kapas dengan pinset sirugis dan bersihkan luka dengan pinset anatomis (1 kapas sekali usap)1. Observasi luka 1. Panjang1. Jahitan 1. Tepi luka (maserasi, bengkak, kemerahan)1. Drainase (jenis, warna dan volume)1. Pus (jika ada pus lakukan penekanan luka dari atas bawah atau dari luar dalam kemudian dibersihkan lagi) 1. Kembalikan pinset sirugis ke bak steril 1. Ambil kasa untuk mengeringkan1. Pasang tulle1. Ambil kasa untuk menutup luka 1. Masukkan pinset anatomis dan sirugis ke waskom berisi chlorine1. Rapikan pasien dan evaluasi respon klien 1. Alat alat dibersihkan1. Lepas sarung tangan dan cuci tangan 1. Dokumentasi (keadaan luka)