7
SOAL UJIAN INTEGUMEN (NC) 1. Herpes zoster merupakan reaktivikasi dari virus a. Variolla c. smallpox e. Morbili b. Varicella d. campak 2. Penyakit herpes zoster mempunyai vesikel yang khas a. Unilateral c. trigeminal e. semuanya b. Bilateral d. quadrinal 3. Pada Herpes Zoster yang mempunyai kemampuan melakukan infeksi primer pada sel epitel kulit a.Alfa d. Delta b.Beta e. Semuanya c.Gamma 4. Erikut ini adalah tempat dimana virus herpes zoster menetap dalam bentuk laten, kecuali : a. Akar dorsalis neuron c. nervus motorik e. nervus cranialis b. Nervus spinalis d. ganglion autonom 5. Berikut ini adalah usia risiko tinggi untuk terkena herpes zoster a. Balita c. anak-anak e. lansia b. Batita d. remaja 6. Berikut ini adalah faktor pencetusnya herpes zoster a. Kelelahan c. tinggal di pegunungan e. stress b. Demam d. haid 7. Gejala prodormal pada penyakit herpes terjadi pada hari ke a. 1-4 c. 2-5 e. 4-7 b. 1-5 d. 3-6 8. Berikut ini adalah gejala prodormal sistemik kecuali a. Demam c. Malaise e. Nausea b. Pusing d. Rash 9. Berikut ini adalah gejala pada herpes yang mengenai bagian mata kecuali a. Hipersensitif cahaya d. banyak mengeluarkan air mata b. Bengkak kelopak mata e. penurunan penglihatan

Soal Ujian Nc Integument

Embed Size (px)

DESCRIPTION

soal

Citation preview

SOAL UJIAN INTEGUMEN (NC)1. Herpes zoster merupakan reaktivikasi dari virusa. Variolla

c. smallpox

e. Morbilib. Varicella

d. campak2. Penyakit herpes zoster mempunyai vesikel yang khasa. Unilateral

c. trigeminal

e. semuanyab. Bilateral

d. quadrinal3. Pada Herpes Zoster yang mempunyai kemampuan melakukan infeksi primer pada sel epitel kulit

a. Alfa

d. Delta

b. Beta

e. Semuanya

c. Gamma

4. Erikut ini adalah tempat dimana virus herpes zoster menetap dalam bentuk laten, kecuali :a. Akar dorsalis neuron

c. nervus motorik

e. nervus cranialisb. Nervus spinalis

d. ganglion autonom5. Berikut ini adalah usia risiko tinggi untuk terkena herpes zoster a. Balita

c. anak-anak

e. lansiab. Batita

d. remaja 6. Berikut ini adalah faktor pencetusnya herpes zostera. Kelelahan

c. tinggal di pegunungan

e. stressb. Demam

d. haid7. Gejala prodormal pada penyakit herpes terjadi pada hari kea. 1-4

c. 2-5

e. 4-7b. 1-5

d. 3-68. Berikut ini adalah gejala prodormal sistemik kecualia. Demam

c. Malaise

e. Nauseab. Pusing

d. Rash9. Berikut ini adalah gejala pada herpes yang mengenai bagian mata kecualia. Hipersensitif cahaya

d. banyak mengeluarkan air mata b. Bengkak kelopak mata e. penurunan penglihatanc. kekeringan mata 10. berikut ini adalah syaraf yang sering terkena pada herpes zoster kecualia. C3

c. L1

e. L5b. T5

d. T611. Fase erupsi akut pada Herpes Zoster berlangsung pada

a. 5 10 hari

d. 12 18 hari

b. 8 10 hari

e. 20 hari

c. 10 15 hari

12. Berikut ini yang terjadi pada fase postherpetic neuralgia, kecualia. Nyeri setelah infeksi akut

d. Nyeri bisa berlangsung lebih dr 12 blnb. Berlangsung lebih dari 30 harie. Menurun pada lansiac. Nyeri terbakar, parestesia13. Herpes fasialis menyerang pada daerah wajah yang disyarafi oleha. N. V

c. N. VII

e. N. IXb. N. VI

d. N. VIII14. Berikut ini adalah cara penularan herpes zoster kecualia. Batuk

c. Pakaian yang tercemare. Tinggal serumah dg penderitab. Bersin

d. Sentuhan pada bula15. Berikut ini adalah komplikasi Herpes Zoster pada daerah opthalmic

a. Keratitis

d. Rinitis

b. Episclentis

e. Papilitis

c. Iritis

16. Syndrome Ramsay Hunt adalah komplikasiyg menyababkan paralisis pada otot muka yg melibatkana. N. I & N. VI

c. N. II & N. VIII

e. N. II & N. VIb. N.I & N. VII

d. N. II & N. VII17. Berikut ini pemeriksaan diagnostic herpes zoster yg memiliki sensitifitas paling tinggi adla. Tzanck Smear

d. Biopsi Kulit

b. Direct Flurescent Assay(DFA)

e. Immunoflourescentc. Polimerasi Chain Reaction (PRC)18. Pemeriksaan diagnosa menggunakan fluorescent dan dapat membedakan antara Herpes Zoster dengan Herpes Simplek

a. Tzank Smear

d. Biopsi kulitb. Direct Fluorescent Asay (DFA)

e. Immunofluorescentc. Polimerase Chain Reaction (PCR)

19. Berikut ini yangbukan termasuk penatalaksanaan herpes zoster secara umum adla. Tidak keluar rumah

d. Menjaga personal hygineb. Usahakan vesikel tdk pecah

e. Memberikan ramuan herbalc. Jaga jangan sampai infeksi sekunder20. Berikut ini adl penatalaksanaan medis herpes zoster kecualia. Obat anti virus

c. Kortikosteroid

e. Relaksasib. Analgesic

d. AntibiotikKasus soal 21-25Nn. Y (19th) datang ke poliklinik kulit mengeluh badannya terasa meriang, otot-otot terasa sakit, tidak selera makan dan badannya terasa lemas setelah seminggu yang lalu ujian akhir semester 1 minggu berturut-turut. Nn. Y mengeluh 4 hari yang lalu muncul vesikel di punggung sebelah kanan dengan diameter 3-5 mm berisi cairan bening bergerombol dari punggung atas sampai bawah dan beberapa bagian sudah pecah. Nn. Y mengeluh vesikel dan bulanya terasa nyeri dan panas. Dokter memberikan obat Aciclovir salep dan asam mefenamat 3x500 mg.

21. Pengkajian tambahan apa yang perlu dilakukan pada kasus Nn. Y di atas1. Adakah riwayat herpes zozter

2. Apakah pasien mengalami tekanan emosional

3. Area mana saja yang terkena herpes zoster

4. Bula yang pecah sudah diberikan apa

22. Diagnosa keperawatan apa saja yang muncul dari masalah diatas1. Nyeri akut

2. Kerusakan integritas kulit

3. Resiko infeksi

4. Gangguan pola nafas

23. Intervensi apa yang harus dilakukan pada diagnose utama diatas1. Monitor karakteristik luka2. Hindarkan penggunaan pakaian kasar3. Berikan salep yang tepat untuk vesikel yang sudah pecah4. Gunakan sarung tangan bila menyentuh bula24. Evaluasi yang harus dilakukan sesuai diagnosa utamaa. Nyeri akut

b. Luka berupa vesikel dan bula yang masih basah

c. Demam menurun

d. Frekuensi nafas menurun

e. Pandangan mata kabur

25. Pendidikan kesehatan apa saja yg harus dilakukan pada pasien diatas1. Sementara waktu tidak keluar rumah2. Banyak makan makanan bergizi3. Istirahat yang cukup4. Menjaga personal hygine26. Tanda klinis yang dapat diamati pada luka bakar derajat IIIa. Hiperemis, Hiperestesia

d. Bulla, pucat, hipoestesiab. Bulla, merah, hiperestesia

e. Hitam, kering, anestesiac. Bulla, merah, hipoestesia27. Penyebab gangguan pola nafas pada pasien trauma inhalasi a. Eskar pada dinding dada

b. Epitel yang nekrosis dan sekret

c. Penumpukan fibrin pada mukosa

d. Terbentuknya hialin pada membran alveoli

e. Volume inspirasi berkurang

28. Penyebab gangguan pertukaran gas pada alveoli pasien trauma inhalasia. Eskar pada dinding dada

b. Epitel yang nekrosis dan sekret

c. Penumpukan fibrin pada mukosa

d. Terbentuknya hialin pada membran alveoli

e. Volume inspirasi berkurang

29. Tanda gejala SIRS pada 48-72 jam pos luka bakara. Disorientasi, gelisah

b. Hiperalbuminemia

c. Sehu tubuh menurun

d. Peningkatan produksi urin

e. Bradipnea

30. Respon renal pada SIRSa. Peningkatan produksi urin

b. Peningkatan fungsi filtrasi

c. Nekrosis tubular akut

d. Pembentukan kantung gromenulare. Peningkatan laju filtrasi

31. Gejala SIRS pada umumnya tampak pada fase luka bakara. Pre hospital

c. Subakutb. Akut

d. Rehabilitasi32. Sesuai dengan criteria luka berat ringan luka bakar dari ABA, luka bakar ringan adla. Luka bakar derajat II 15-25%

d. Luka bakar derajat II