4
1. Apa itu kuretase ? Kuret atau kuretase merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan atau sisa jaringan dari dalam rahim dengan fungsi diagnostik atau terapetik. Jaringan bisa berupa janin yang mengalami abortus, endometriosis, atau sisa plasenta yang tertinggal seusai persalinan. Kuret perlu dilakukan supaya rahim bersih dari jaringan yang tidak semestinya berada bahkan tumbuh di dalamnya. Jika tidak dibersihkan, akan memunculkan gangguan seperti nyeri dan perdarahan. arti lain dari Kuretase adalah tindakan untuk melepaskan jaringan yang melekat pada dinding rahim (kavum uteri), dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrumen berupa sendok kuret ke dalam dinding rahim. Sendok kuret akan melepaskan jaringan tersebut dengan teknik pengerokan secara sistematik 2. Apakah USG diperlukan setelah abortus ? Jika tidak memiliki tanda-tanda komplikasi, USG tidak diperlukan paska abortus. Dengan USG anda dapat menentukan apakah kehamilan telah berakhir dalam beberapa setelah abortus, terutama jika anda ragu tentang hasil abortus. Anda juga dapat menggunakan tes urin dirumah, 3-4 minggu setelah menggunakan obat-obatan. Jika anda melakukan tes urin sebelum 3 minggu, ada kemungkinan hasil tes masih positif karena masih ada hormon kehamilan dalam tubuh anda. Abortus seperti halnya keguguran, adalah proses yang memakan waktu. Tubuh mungkin memerlukan waktu hingga beberapa minggu untuk mengeluarkan seluruh jaringan dan produk kehamilan dari rahim.

soal abortus

Embed Size (px)

DESCRIPTION

soal

Citation preview

1. Apa itu kuretase ? Kuret atau kuretase merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan atau sisa jaringan dari dalam rahim dengan fungsi diagnostik atau terapetik. Jaringan bisa berupa janin yang mengalami abortus, endometriosis, atau sisa plasenta yang tertinggal seusai persalinan. Kuret perlu dilakukan supaya rahim bersih dari jaringan yang tidak semestinya berada bahkan tumbuh di dalamnya. Jika tidak dibersihkan, akan memunculkan gangguan seperti nyeri dan perdarahan. arti lain dari Kuretase adalah tindakan untuk melepaskan jaringan yang melekat pada dinding rahim (kavum uteri), dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrumen berupa sendok kuret ke dalam dinding rahim. Sendok kuret akan melepaskan jaringan tersebut dengan teknik pengerokan secara sistematik

2. Apakah USG diperlukan setelah abortus ? Jika tidak memiliki tanda-tanda komplikasi, USG tidak diperlukan paska abortus. Dengan USG anda dapat menentukan apakah kehamilan telah berakhir dalam beberapa setelah abortus, terutama jika anda ragu tentang hasil abortus. Anda juga dapat menggunakan tes urin dirumah, 3-4 minggu setelah menggunakan obat-obatan. Jika anda melakukan tes urin sebelum 3 minggu, ada kemungkinan hasil tes masih positif karena masih ada hormon kehamilan dalam tubuh anda. Abortus seperti halnya keguguran, adalah proses yang memakan waktu. Tubuh mungkin memerlukan waktu hingga beberapa minggu untuk mengeluarkan seluruh jaringan dan produk kehamilan dari rahim.

3. Apakah setelah abortus harus selalu dilakukan kuretase ? Pada keguguran kehamilan yang tidak lengkap ( artinya hasil dari proses kehamilan tidak bisa keluar sempurna ) maka tindakan kuret sangat diperlukan. Tindakan kuret dilakukan oleh dokter kandungan dengan memasukkan alat kuret ke dalam rahim untuk membersihkan rahim ibu hamil agar terhindar dari perdarahan dan infeksi pada organ reproduksi ( alat kandungan ).

4. Kondisi seperti apa yang tidak perlu dilakukan kuret setelah abortus ? Kuret atau dilatasi dan kuret (D&C) merupakan intervensi bedah untuk mengeluarkan isi rahim. Kadang perawatan ini diperlukan jika ada komplikasi paska abortus atau keguguran. Namun, di beberapa negara dokter terbiasa melakukan kuret meskipun tidak diperlukan secara medis. Anda tidak memerlukan kuret jika hasil USG menunjukkan masih ada sedikit sisa-sisa dalam rahim atau mengalami perdarahan lebih dari 3 minggu namun tidak ada nyeri, demam, atau perdarahan berat. Sedikit sisa-sisa dalam rahim dapat ditangani menggunakan dosis ekstra Misoprostol atau anda dapat menunggu hingga periode menstruasi selanjutnya. Kemungkinan besar rahim akan bersih dengan sendirinya. Menstruasi reguler akan kembali dalam 4-6 minggu paska abortus. Setelah menstruasi kembali normal, tidak akan ada sisa jaringan yang tertinggal dalam rahim anda. Namun, jika anda mengalami keluhan seperti demam, nyeri berkepanjangan dan perdarahan berat, intervensi seperti vakum aspirasi diperlukan. Tanyakan pada dokter prosedur jenis apakah yang ia gunakan karena lebih baik menggunakan vakum aspirasi dibandingkan bedah kuret atau D&C (vakum aspirasi memiliki sedikit resiko dan tidak terlalu menyakitkan). Semua prosedur harus dilakukan dibawah anestesi lokal atau umum.

5. Sampai berapa lama boleh menunda keputusan tindakan kuretase ? Sebaiknya sesegera mungkin untuk dapat memutuskan atau menyetujui tindakan kuret bila dokter atau bidan telah memberi penjelasan bahwa kehamilan sudah tidak bisa dipertahankan. Terlebih pada kasus kehamilan dimana sudah keluar sebagian dari proses kehamilan baik berupa perdarahan maupun gumpalan darah dan nyeri perut yang sangat hebat.

6. Bagaimana mengetahui mengalami infeksi setelah abortus ? Infeksi yang berhubungan dengan aborsi medis sangatlah jarang. Apabila anda merasa lemah, mual, muntah, diare, demam yang berlangsung lebih dari 24 jam atau lebih dari 38 derajat celcius, nyeri dibagian perut, jika perut terasa sakit atau lunak, jika anda perdarahan berat atau lama, jika keputihan berbau tidak enak, anda mungkin mengalami infeksi dan harus segera ke dokter.

7. Apakah setelah kuretase masih bisa hamil ? Selama sel sperma dan sel telur ibu dalam keadaan sehat dan juga di dukung rahim yang sehat maka kehamilan masih dapat terjadi lagi. Justru dengan kuret maka rahim dan alat reproduki ibu tetap terjaga kesehatannya, terhindar dari infeksi. Namun demikian ada beberapa kasus dimana perencanaan kehamilan perlu konsultasi lebih lanjut pada dokter kandungan. Penyebab sulit hamil, mungkin ada masalah dengan organ reproduksi atau masalah kesuburan. Setelah menjalani kuret,tetap bisa hamil dan memiliki anak lagi. Asal kondisi organ reproduksinya baik, ditambah dengan masa subur yang tidak bermasalah.Namun, seusai kuret dianjurkan untuk mengistirahatkan rahim sampai benar-benar sehat dan siap hamil. Khususnya bila kuret dilakukan pada saatkondisi hamil tuakarena kondisi uterus sudah membesar sehingga perlu istirahat. Namun bila kuret dilakukan pada saat kehamilan masih muda (batasannya hingga 20 minggu) kehamilan bisa dilakukan lebih cepat jika sudah merasa siap

http://www.duniabunda.com/keguguran-dan-tindakan-kuret http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2011/03/28/tanya-jawab-seputar-kuret-pada-keguguran-kehamilan-350268.html https://www.womenonweb.org/id/page/523/questions-and-answers-overview