Slide Kuliah Bisnis Pariwisata

  • View
    774

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of Slide Kuliah Bisnis Pariwisata

BISNIS PARIWISATA

1

Pariwisata Dunia

Industri pariwisata sebagai industri jasa masih merupakan andalan untuk meraih devisa, bahkan industri pariwisata dikatakan sebagai sektor penyelamat pada saat perolehan devisa sektor lainnya semakin menurun. Menurut The World Tourism Organization (WTO) / UNWTO bahwa pariwisata dunia akan tumbuh 4 persen pertahunnya. Tahun 2000, sebanyak 698 juta orang bepergian keluar negeri, mengeluarkan uang lebih dari US$ 478 milyar. Pariwisata sebagai penghasil ekspor nomor satu di dunia melebihi produk otomotif, kimia, minyak bumi dan produk makanan.

2

Pariwisata Indonesia

Pemerintah Indonesia juga memandang industri pariwisata sebagai sektor andalan di masa yang akan datang dalam mendapatkan devisa. Pada tahun 2003 sektor pariwisata mampu menyerap devisa 4,5 milyar dollar Amerika Serikat. Tahun 2005 target kunjungan wisman 6 juta orang dengan target pemasukan devisa 6 milyar dolar AS.,3

Pariwisata Indonesia

Dari sisi penawaran, Indonesia memiliki 26 kawasan wisata dimana delapan diantaranya termasuk Bali. Indonesia juga memiliki tiga warisan budaya dunia (world cultural heritage) yang dianugrahkan UNESCO yakni : Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Situs Purbakala Sangiran di Jatim. Disamping itu Indonesia juga memiliki warisan alam dunia (world nutural heritage) yakni Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Ujung Kulon di Banten dan Taman Nasional Lorentz di Papua.

4

Pariwisata Indonesia

Segmen pasar utama berasal dari negara-negara ASEAN dan negara Asia lainnya seperti Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. Segmen pasar pelengkap meliputi negara-negara Eropa seperti Jerman, Inggris, Prancis dan Belanda serta beberapa negara di Benua Amerika dan Afrika. Sedangkan negara-negara di kawasan Teluk masih merupakan segmen pasar potensial. Industri pariwisata merupakan salah satu dari lima andalan penghasil devisa Indonesia, selain Sektor Minyak dan Gas, Tekstil, Pakaian Jadi, dan Kayu Lapis, menyerap tenaga kerja 7,4 juta jiwa serta memberi multiplier effect pada sekitar 150 sektor lainnya,

5

LIMA ANDALAN SUMBER PENGHASIL DEVISA INDONESIA (2000-2003) Dalam Milyar Dollar AS) No Sektor 2000 14,37 5,37 3,63 4,70 1,99 2001 12,64 5,41 3,2 4,48 1,84 2002 12,11 5,03 3,08 3,89 1,75 2003 13,65 4,04 3,06 4,04 1,66

1 Minyak dan Gas 2 Pariwisata 3 Tekstil 4 Pakaian Jadi 5 Kayu Lapis

Sumber: BPS

6

Pariwisata Bali

Pariwisata Bali adalah Pariwisata yang diformat sebagai pariwisata Budaya, berlandasan adat istiadat dan agama Hindu, sangat mewarnai struktur perekonomian Provinsi Bali. Pariwisata Bali yang berbasis pada budaya mempunyai keunggulan dan karakteristik yang unik jika dibandingkan dengan pariwisata lainnya baik di Indonesia maupun di negara lainnya. Pariwisata Bali berkaitan erat dengan kehidupan sosial budaya orang Bali khususnya dalam kehidupan beragama dan adat istiadatnya. Budaya dan adat istiadatnya merupakan modal daya tarik bagi wisatawan terhadap pariwisata Bali.

7

Pariwisata Bali

Struktur perekonomian Bali dimana pariwisata sebagai leading sector, mempunyai karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Pada tahun 1999 kontribusi kelompok sektor tersier mencapai 61,90 persen dan meningkat di tahun 2003 menjadi 62,85 persen. Kontribusi sektor primer turun dari 22,80 persen pada tahun 1999 menjadi 21,30 persen pada tahun 2003.8

Pariwisata Bali

Pada tahun 1999, usaha yang bergerak di sektor perdagangan, hotel dan restoran menyumbang 31,26 persen terhadap PDRB Bali. Tahun 2000 sumbangan sektor perdagangan, hotel dan meningkat menjadi 33,19 persen, terhadap PDRB Bali. Tahun 2001 sampai 2003 sumbangan tersebut menurun yaitu tahun 2001 sebesar 31,83 persen, tahun 2002 sebesar 30,90 persen dan tahun 2003 sebesar 30,17 persen. Walaupun demikian sektor perdagangan, hotel dan restoran tetap sebagai penyumbang terbesar terhadap PDRB Bali. Secara tidak langsung, hal tersebut juga berarti adanya sumbangan yang signifikan industri pariwisata terhadap PDRB Bali secara keseluruhan.9

Pariwisata Bali

Selain agama Hindu dan adat istiadatnya, sektor pertanian juga merupakan spirit industri pariwisata Bali(Sudibya Bagus, 2004). Sektor pertanian yang dianggap sebagai spirit industri pariwisata Bali secara kuantitas sulit dikembangkan lagi karena semakin menyempitnya lahan pertanian. Hampir 1500 hektar lahan pertanian di Provinsi Bali bekurang setiap tahunnya karena keperluan industri, pemukiman dan untuk fasilitas lainnya. Sinergi yang saling menguntungkan antara sektor pertanian dan industri pariwisata Bali masih belum tampak jelas.

10

Pariwisata Bali

Dilihat dari keterlibatan penduduk lokal dalam dunia pariwisata sebagai pekerja pariwisata menunjukkankan peran yang cukup signifikan. Distribusi prosentase tenaga kerja sektoral Bali pada tahun 2000 menunjukkan bahwa : Sektor jasa menyerap tenaga kerja paling besar yaitu 44,3 persen, Sektor pertanian 43,3 persen Sektor industri 23,3 persen (Bendesa, K.G., 2005).

11

PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA LANGSUNG KE BALI DAN INDONESIA SERTA ANDIL BALI TERHADAP INDONESIA. PERIODE 1995 2004Tahun Bali (Orang) Pertumbuhan (%) Indonesia (Orang) Pertumbuhan Andil Bali (%) Thd. Indonesia (%) 7,6 23,5 16,8 22,7 3,0 23,7 -11,1 25,8 -0,1 29,5 10,1 27,9 1,8 26,3 -2,3 25,6 -11,3 22,2 54,5 21,1 Rata-rata= Rata-rata= 6,9 24,8

1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004

1.015.314 1.140.988 1.230.316 1.187.153 1.355.799 1.412.839 1.356.774 1.285.844 993.029 1.458.309

-1,7 12,6 7,8 -3,5 14,2 4,2 -4 -5,2 -22,8 46,9 Rata-rata= 4,9

4.310.504 5.034.472 5.184.486 4.606.416 4.600.000 5.064.217 5.153.620 5.033.620 4.467.021 6.900.000*

12

PERBANDINGANNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA DAN WISATAWAN NUSANTARA KE BALI PERIODE 1994 2003.Tahun Wisman (Orang) 1.032.476 1.015.314 1.140.988 1.230.316 1.187.153 1.355.799 1.412.839 1.356.774 1.285.844 993.029 Pertumbuhan (%) 16,6 -1,7 12,6 7,8 -3,5 14,2 4,2 -4 -5.2 -22,8 Rata-rata = 2,7 Wisnus (Orang) 2.435.565 2.889.966 2.907.767 2.747.786 3.319.318 3.332.465 3.521.841 2.834.653 2.486.899 2.170.102 Pertumbuhan (%) -1,9 18,66 0,62 -5,5 20,8 0,4 5,7 -19,5 -12,3 -12,7 Rata-rata = -0,57 13

1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003

Industri Pariwisata

Menurut Richard Sihte, (2000:52), untuk mendapatkan pengertian serta definisi tentang industri pariwisata, kita tidak akan dapat terlepas dari suatu rencana perjalanan wisata yang dilakukan oleh wisatawan. Produk Industri Pariwisata Dalam ilmu ekonomi yang dimaksud dengan produk adalah barang atau jasa yang dihasilkan melalui proses produksi. Produk wisata pada dasarnya merupakan rangkaian dari jasa-jasa atau produk-produk yang diperlukan oleh wisatawan dalam menikmati wisatanya.

14

Konsep Pariwisata

Konsep pemanfaatan waktu luang (leisure) menjadi semakin penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Waktu luang saat ini lebih dipandang sebagai antitesis pekerjaan, selain sebagai bagian dari kehidupan seharihari, seperti apa yang dipersepsikan sebelumnya dalam beberapa budaya masyarakat. Waktu luang tidak selalu diartikan dalam persepsi sempit sebagai waktu sisa, yang tidak dimanfaatkan sama sekali, akan tetapi dalam waktu luang dapat dilakukan aktivitasaktivitas seperti rekreasi atau kegiatan bermain lainnya.

15

Definisi Pariwisata

Berbagai definisi diberikan oleh para pakar tentang pariwisata (tourism) dengan perspektif yang berbeda. Holloway (1988), memberikan definisi tentang pariwisata (tourism), baik secara teknis maupun secara konseptual. Dikatakan, Firstly it is important to recognize that tourism is just one form of recreation, along with sports activities, hobbies and pastimes, and all of these are discretionary uses of our leisure time. Pariwisata juga didefinisikan : as the movement of people away from their normal place of residence.

16

Definisi Pariwisata

Institute of Tourism in Britain dalam Holloway (1988), memberikan difinisi: Tourism is the temporary shortterm movement of people to distinations outside the places where they normally live and work, and activities during their stay at these destinations; it includes movement for all purposes, as day visits or excursions.Dua pengertian tentang pariwisata di atas mengindikasikan bahwa pariwisata adalah suatu aktivitas kepergian manusia dalam mengisi waktu luang di luar tempat tinggal normal mereka.

17

Definisi Pariwisata

Menurut Mill (2000), pariwisata adalah aktivitas yang terjadi apabila seseorang wisatawan melakukan perjalanan, mencakup segala sesuatu mulai dari perencanaan perjalanan itu sendiri, perjalanan ke tempat tertentu, tinggal di tempat itu, kembali dan kenangan yang didapat sesudahnya. Aktivitas perjalanan meliputi pembelian-pembelian yang dilakukan serta interaksi yang terjadi antara fihak tuan rumah dan tamunya.18

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan,

Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata.19

Undang-Undang

Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata atau menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata , usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut. Obyek dan daya tarik wisata adalah segala sesuat