Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

Embed Size (px)

Citation preview

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    1/123

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1Latar Belakang MasalahKehidupan dan peradaban manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam

    merespon fenomena itu, manusia berpacu untuk mengembangkan kualitas diri, salah

    satunya dengan pendidikan yang tinggi. Kualitas pendidikan yang tinggi diperlukan

    untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu

    bersaing. Pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan

    manusia karena kunci utama dalam pembangunan. Berhasil tidaknya pembangunan

    nasional ditentukan oleh kualitas manusia itu sendiri. Sumber daya manusia yang

    berkualitas merupakan modal dasar dalam persaingan di era globalisasi sekarang ini.

    Untuk meningkatkan daya saing dengan bangsa lain di dunia, maka tidaklah

    mengherankan masalah pendidikan dijadikan tolak ukur untuk terciptanya

    pembangunan dewasa ini. Oleh karena itu, dunia pendidikan dituntut mampu

    mencetak, menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berperestasi dan

    berakhlakul karimah.

    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

    belajar dan proses pembelajaran agara peserta didik secara aktif dapat

    mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

    pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan yang dibutuhkan

    dirinya, masyrakat, bangsa dan Negara ( UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Th

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    2/123

    2

    2003 ).1

    Sistem pendidikan nasional merupakan masalah atau bagian atau sistem dari

    pembangunan nasional, yang ada bersama-sama dengan system kehidupan lainnya

    seperti: ekonomi, politik, agama, dan sebagainya. Pendidikan mempunyai peranan

    sentral dalam pencapaian tujuan pembangunan. Sistem pendidikan mempunyai

    peranan sentral karena pendidikan berurusan dengan pembangunan manusia yang

    akan membangun masyrakat pancasila. Manusia merupakan kekuatan sentral dalam

    proses pembangunan.

    Sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan mampu menerapkan metode

    atau strategi pembelajaran yang baik bagi siswanya dalam rangka menciptakan

    sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan penerapan strategi yang baik

    diharapkan sekolah akan meningkatkan prestasi belajar siswa.

    Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal, sekolah tempat kegiatan

    menunutut ilmu, tempat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sekolah lembaga

    pendidikan yang harus memiliki sarana dan prasarana sebagai penunjang proses

    pembelajaran. Salah satu indikator yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan suatu

    lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan yang berkualitas adalah tercermin

    dari prestasi belajarnya yang dicapai atau nilai yang diperoleh pada lembaga

    pendidikan tersebut termasuk dalam mata pelajaran ekonomi.

    1 Depdiknas. 2004. Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pedoman khusus

    Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah pertama (SMP) Mata pelajaran

    pengetahuan Sosial. Jakarta: Dirjen Pend. Dasar dan menengah Dirpend Lanjutan Pertama

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    3/123

    3

    Salah satu paremeter yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan

    pendidikan adalah prestasi belajar siswa. Menurut Dalyono ( 2001: 239 ) prestasi

    belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor

    intern adalah faktor yang berasal dari dalam diri manusia yang terdiri dari : faktor

    fisiologis yaitu karena sakit, karena kurang sehat, karena cacat tubuh, dan faktor

    fsikologis yaitu faktor intelegensi, bakat, minat, motivasi dan faktor kesehatan

    mental. Faktor eksteren dalah faktor yang berasal dari luar diri manusia yang terdiri

    dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyrakat dan mass

    media.2

    Menurut Salameto ( 2003:54 ) prestasi belajar dipengaruhi oleh dua macam

    yaitu faktor intern ( faktor yang bersumber dari dalam diri siswa ) dan faktor ekstern (

    faktor yang bersumber dari luar siswa ). Faktor intern meliputi faktor jasmaniah /

    kondisi fisiologis, faktor psikologis dan faktor kelelahan, sedangkan faktor ekstern

    meliputi faktor lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan

    masyrakat.3

    Prestasi belajar adalah hasil suatu penilaian dibidang pengetahuan

    keterampilan dan sikap sebagai hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai (

    Winikel, 1989:102 ).4

    Pada bidang ekonomi prestasi belajar peserta didik diharapkan

    dapat mencapai hasil yang optimal. Ekonomi perlu difungsikan sebagai wahana untuk

    menumbuh kembangkan kecerdasan, kemampuan dan keterampilan siswa.

    2Dalyono,M.2001.Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

    3 Salameto.2003.Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta. Rineka Cipta4Winikel, 1989.Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    4/123

    4

    Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis membatasi faktor-faktor atau

    hambatan-hambatan yang mempengaruhi prestasi belajar siswa hanya pada faktor

    ekstern yaitu faktor yang bersumber dari luar siswa, faktor tersebut adalah dukungan

    orang tua. Dukungan orang tua meliputi dukungan moral yang berupa perhatian.

    Perhatian dari orang tua merupakan harapan semua anak dimasa pertumbuhan dan

    perkembangannya. Dimasa itu seorang anak lebih terpengaruh dengan faktor

    lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan pergaulan

    masyrakat, sehingga anak harus diperhatikan dan diarahkan oleh orang tuanya

    khususnya dalam bidang pendidikannya agar perencanaan untuk masa depan lebih

    jelas dan terarahkan. Sedangkan dukungan orang tua yang berupa material

    menyangkut keadaan ekonomi orang tua yang adapat digunakan untuk biaya

    pendidikan serta untuk melengkapi peralatan maupun perlengkapan belajar. keadaan

    suatu keluarga yang kelas ekonominya menengah kebawah akan merasa kesulitan

    dalam memenuhi kebutuhan anakanya yang tentunya berkaitan dengan fasilitas

    belajar. Dengan demikian keadaan tersebut akan sangat mempengaruhi kegiatan

    belajar anak dan berdampak pada prestasi belajar yang diraih anak tersebut.

    Berbicara tentang pendidikan khususnya dalam hal prestasi belajar, sosok guru

    sering dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan.

    Padahal bukan guru saja yang menjadi faktor penentu prestasi belajar melainkan

    orang tua juga ikut menentukan, karena pada dasarnya pendidikan anak yang pertama

    (sejak dini) dan utama adalah dari orang tua.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    5/123

    5

    MTs Nurul Islam Cirinten merupakan sekolah swasta pertama yang berada

    dibawah Naungan atau kepemimpinan Departemen Agama. Lembaga ini berdiri sejak

    tahun 1983 sampai sekarang masih menjalankan fungsinya sebagai lembaga

    pendidikan yang mengacu pada system pendidikan nasional. Mata pelajaran yang

    dipelajari oleh peserta didiknya lebih banyak jika dibandingkan dengan Sekolah

    Menengah Pertama ( SMP ), ini merupakan nilai lebih karena unsur agama sangat

    melekat sebagai penyeimbang ilmu-ilmu umum. Tambahan mata pelajaran agama

    yang diberikan diantaranya Bahasa Arab, Al-quran hadits, Fiqih, Aqidah dan

    Aqhlak, Sejarah Kebudayaan Islam dan Baca Tulis Al-Quran. MTs Nurul Islam

    Cirinten juga selalu berkomitmen untuk selalu meningkatkan prestasi belajar peserta

    didiknya, menciptakan putra-putri bangsa yang berkualitas, agar kelak mampu

    mengimbangi jaman yang semakin maju.

    Selama ini masih banyak siswa yang beranggapan bahwa mata pelajaran

    ekonomi itu sulit, karena materinya hafalan dan juga hitungan (akuntansi) sehingga

    memerlukan konsentrasi dan latihan. Tidak terlepas dari bakat/intelegensi siswa,

    bahwa ada siswa yang pandai dalam hitungan lemah dalam hafalan ada juga

    hafalannya kuat tetapi lemah dalam hitung-menghitung ada juga yang memang

    kedua-duanya kuat dan kedua-duanya lemah. Itu semua dikembalikan kefaktor intern

    maupun kstern dari individu siswa itu sendiri.

    Mengingat begitu pentingnya dukungan orang tua terhadap prestasi belajar

    siswa maka diperlukan pemahaman secara tuntas dan mendalam tentang aspek-aspek

    atau faktor-faktor secara ekstern yang dilihat dari faktor dukungan orang tua tersebut,

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    6/123

    6

    agar pengelolaan pendidikan di MTs Nurul Islam Cirinten khususnya mata pelajaran

    ekonomi dapat berjalan dengan baik. Sehingga berhasil mencetak putra-putri yang

    berkualitas yang akan bersaing dimasa yang akan datang.

    Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan

    judul PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI

    BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI DI KELAS IX MTs NURUL

    ISLAM CIRINTEN TAHUN AJARAN 2009 / 2010.

    1.2Identifikasi MasalahDari latar belakang di atas timbul beberapa masaalah yang dapat diidentifikasi

    diantaranya sebagai berikut:

    1.2.1 Bagaimana pengaruh dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa?1.2.2 Adakah pengaruh dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa mata

    pelajaran ekonomi di MTs. Nurul Islam Cirinten?

    1.3Batasan MasalahMelihat identifikasi masalah yang telah dipaparkan diatas, tampak bahwa

    permasalahan faktor faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa sangat

    kompleks. Namun, karena keterbatasan dan pertimbangan tertentu, penelitian ini

    dibatasi pada masalah faktor eksteren ( faktor dari luar siswa ), yaitu pengaruh

    dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di

    kelas IX MTs Nurul Islam Cirinten.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    7/123

    7

    1.4Rumusan MasalahPermasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pengaruh

    dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran ekonomi di kelas

    IX MTs. Nurul Islam Cirinten tahun ajaran 2009 / 2010.

    1.5Tujuan Penelitian1.5.1 Tujuan penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui sejauh mana

    pengaruh dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata

    pelajaran ekonomi di MTs Nurul Islam Cirinten kabupaten Lebak tahun

    ajaran 2009 / 2010.

    1.5.2 Penulus ingin menambah wawasan keilmuan dalam dunia pendidikan.Ingin memberikan kontribusi yang positif kepada sekolah tempat penulis

    melakukan kegiatan penelitian.

    1.6Manfaat penelitianManfaat penelitian ini penulis membagi menjadi empat bagian, antara lain:

    1.6.1 Bagi Penulisharapan penulis dengan penyusunan karya ilmiah ini dapat bermanfaat untuk

    mengaktualisasikan teori-teori keilmuan yang telah dipelajari sebagai sarana

    kreatifitas berpikir. Merelevansikan teori-teori keilmuan yang telah dipelajari

    dengan kenyataan yang telah ada dan terjadi dilapangan, wujud kepedulian

    terhadap pemecahan masalah yang ada pada dunia pendidikan. Penelitian ini dapat

    digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu dan menambah wawasan

    keilmuan tentang penulisan karya tulis.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    8/123

    8

    1.6.2 Bagi Siswapenelitian ini dapat dijadikan acuan motivasi secara sadar untuk dapat

    mencapai hasil belajar yang optimal sehingga dapat mencapai hasil belajar yang

    tinggi.

    1.6.3 Bagi Lembaga PendidikanPenelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas

    proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

    Selain itu sebagai bahan masukan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi

    prestasi belajar siswa.

    1.6.4 Bagi STKIP Albana CiputatSebagai lembaga pendidikan yang mendorong penulis melakukan penelitian

    ini, berguna sebagai masukan dan bahan kajian dalam pengembangan atau inovasi

    keilmuan.

    1.7 Sistematika SkripsiSistematika skripsi dibagi menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut:

    1.7.1 Bagian Pendahuluan Berisi: halaman judul, persetujuan pembimbing,pengesahan kelulusan, pernyataan, moto dan persembahan, kata

    pengantar, abstrak, daftar isi, daftar table, daftar gambar dan lampiran.

    1.7.2 Bagian Isi SkripsiBab I Pendahuluan

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    9/123

    9

    Meliputi: latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah,

    rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika

    penelitian.

    Bab II Landasan Teori

    Berisikan teori-teori yang melatar belakangi penelitian ini yaitu:

    pengaruh dukungan orang tua terhadap prestasi belajar siswa meliputi:

    Teori Dukunagn orang tua, prestasi belajar, kerangka berpikir dan

    hipotesis.

    Bab III Metode Penelitian

    Berisikan metode-metode dalam penelitian yang meliputi: Tujuan

    penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, variable

    penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, validitas dan

    reliabilitas.

    Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

    Berisi hasil penelitian yang berupa penyajian data, pengolahan data

    dan pembahasannya.

    Bab V Penutup

    Berisikan kesimpulan dan saran.

    1.7.3 Daftar pustaka, lampiran-lampiran

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    10/123

    10

    BAB II

    LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR

    DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

    2.1. LANDASAN TEORI

    2.1.1. Dukungan Orang TuaOrang tua adalah orang yang pertama dan utama yang bertanggung jawab

    terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan anaknya ( Hasbullah, 2001: 39).5

    Oleh karena itu, sebagai orang tua harus dapat membantu dan mendukung

    terhadap segala usaha yang dilakukan oleh anaknya serta dapat memberikan

    pendidikan informal guna membantu pertumbuhan dan perkembangan anak

    tersebut serta untuk mengikuti atau melanjutkan pendidikan pada program

    pendidikan formal di sekolah.

    Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan dalam keluarga akan selalu

    mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan watak, budi pekerti dan

    kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah

    yang akan dicontoh oleh anak sebagai dasar yang digunakan untuk mengikuti

    pendidikan selanjutnya di sekolah.

    Mengingat pendidikan anak ditanggung jawab oleh keluarga dalam

    pendidikan informalnya dan pendidikan formal ditanggung oleh sekolah, maka

    orang tua harus berperan dalam menanamkan sikap dan nilai hidup,

    5Hasbullah,2001.Dsar-dasatr Ilmu Pendidikan.Jakarta:Raja Grafindi Persada.h.39

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    11/123

    11

    mengembangkan bakat dan minat serta pembinaan bakat dan kepribadian. Selain

    itu, orang tua juga harus memikirkan dan memperhatikan sekolah anaknya, yaitu

    dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai segala

    usahanya serta harus dapat menunjukan kerjasamanya dalam mengarahkan cara

    anak belajar di rumah, membuat pekerjaan rumahnya, tidak menyita anak dengan

    melakukan pekerjaan rumah tangga, orang tua harus berusaha memotivasi dan

    membimbing anak dalam belajar.

    Pada dasarnya dukungan orang tua terhadap pendidikan anaknya

    menyangkut dua hal pokok yaitu dukungan moral dan dukungan material.

    2.1.1.1.Dukungan Moral

    Dukungan moral dari orang tua terhadap pendidikan anaknya dapat

    berupa perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan piskis yang meliputi kasih

    sayang, keteladanan, bimbingan dan pengarahan, dorongan, menanamkan rasa

    percaya diri. Dengan perhatian orang tua yang berupa pemenuhan kebutuhan

    piskis tersebut diharapkan dapat memberikan semangat belajar anak guna meraih

    suatu cita-cita atau prestasi.

    Perhatian belajar dalam keluarga dapat dilakukan dengan berbagai cara

    misalnya:

    a) Selalu mengingatkan anaknya barangkali mendapat tugas yang harusdiselesaikan dirumah.

    b) Membantu menyelesaikan kesulitan-kesulitan atau keluhan-keluhan anakdalam belajar

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    12/123

    12

    c) Selalu memeriksa hasil belajar seperti nilai ualngan harian, ulangan semesterdan nilai raport anak

    d) Memantau aktivitas anak selama dirumah baik mengenai aktivitas belajarmaupun pergaulannya.

    e) Memperhatikan buku-buku bacaan yang dimiliki oleh anaknya.Dengan adanya perhatian terhadap pemenuhan kebutuan piskis tersebut di

    atas, akan sangat mempermudah bagi orang tua dalam mengawasai atau

    memantau aktivitas belajar anaknya selama dirumah baik mengenai aktivitas

    belajar anaknya selama dirumah sebagai penunjang aktivitas belajar disekolah.

    Dengan demikian berarti bahwa orang tua tersebut telah melakasanakan

    kewajiban dan tanggung jawabnya dengan baik adalam mengasuh anak-anaknya

    ditengah-tengah keluarga yang dibinanya dalam rangka mempersiapkan masa

    depan anak-anaknya di kehidupan yang lebih cemerlang.

    Namun, berdasarkan fenomena yang terjadi di masyrakat tidak semua

    orang tua atau keluarga dapat memenuhi kebutuhan piskis tersebut karena adanya

    berbagai macam susunan keluarga tersebut, Probbins membagikan menjadi tiga

    macam yaitu:

    a) Keluarga yang bersifat otoriterDisini perkembangan anak itu semata-mata ditentukan oleh orang tuanya.

    Sifat pribadi anak yang otoriter suka menyendiri, mengalami kemunduran

    kematangannya, ragu-ragu didalam semua tindakan serta lambat berinisiatif.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    13/123

    13

    b) Keluarga DemokrasiDisini sikap pribadi anak lebih dapat menyesuaikan diri, sifatnya, fleksibel,

    dapat menguasai diri, mau menghargai pekerjaan orang lain, emosi lebih stabil,

    serta mempunyai rasa tanggung jawab.

    c) Keluarga liberalDisini anak-anak bebas bertindak dan berbuat. Sifat-sifat dari keluarga ini

    biasanya bersifat agresif, tidak dapat bekerjasama dengan orang lain, sukar

    menyesuaikan diri, emosi kurang stabil serta mempunyai sifat selalu curiga (

    Ahmadi 1991:112).

    Perbedaan pola asuh dari setiap keluarga akan berdampak pada sifat atau

    tingkah laku di masing-masing keluarga. Hal ini merupakan hasil poa asuh dari

    perhatian yang telah ditunjukan kepada anak, sebagai contoh dalam belajar di

    sekolah.

    Jadi terdapat keanekaragaman bentuk atau susunan keluarga yang ada

    dimasyrakat, namun kesadaran akan tanggung jawab mendidik dan membina

    anak secara terus menerus perlu dikembangkan pada setiap orang tua tentunya

    dengan bekal teori-teori pendidikan modern sesuai dengan perkembangan zaman.

    Bila hal ini dapat dilakukan oleh setiap orang itu maka generasi mendatang telah

    mempunyai kekuatan mental menghadapi perubahan dalam masyrakat.

    Adapun tanggung jawab pendidikan yang perlu disadarkan dan dibina

    oleh kedua orang tua terhadap anak antara lain sebagai berikut:

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    14/123

    14

    1. Memelihara dan membesarkannyaTanggung merupakan dorongan alami untuk dilaksanakan agar anak

    dapat hidup secara berkelanjutan.

    2. Melindungi dan menjamin kesehatannya baik secara jasmaniah maupunrohaniah dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang

    membahayakan dirinya.

    3. Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yangberguna bagi hidupnya.

    Membahagiakan anak untuk tetap hidup di dunia dan akhirat dengan

    memberinya pendidikan agama sesuai dengan ketentuan Allah SWT sebagai

    tujuan akhir hidup muslim.( Ikhsan, 1966 : 64 ).

    Setelah tanggung jawab orang tua terhadap anaknya terwujud, tentunya

    mempunyai fungsi atau kegunaan tersendiri yang kiranya dapat bermanfaat bagi

    anaknya tersebut dalam kehidupannya di masyrakat. Menurut Hasbullah

    (2001:33) fungsi pendidikan yang ada dalam suatu keluarga tersebut meliputi:

    1. Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak2. Menjamin kehidupan emosional anak3. Menanamkan dasar pendidikan moral4. Memberikan dasar pendidikan sosial5. Meletakan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak.

    Dengan demikian, setelah orang tua berhasil memberikan bimbingan dan

    pengawasan terhadap anaknya dalam pendidikan informalnya maka tugas orang

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    15/123

    15

    tua yang harus diemban selanjutnya adalah memberikan dukungan yang berupa

    material kepada anaknya sebagai penunjang dalam memenuhi kebutuhan belajar

    serta mendorong aktivitas belajar anaknya disekolah dalam rangka mencapai

    suatu prestasi belajar.

    2.1.1.2.Dukungan Material

    Selain dukungan moral dari orang tua terhadap kelangsungan pendidikan

    anaknya, ada juga dukungan dari orang tua yang berupa dukungan material.

    Diamana dukungan ini berupa pemenuhan kebutuhan fisik yaitu biaya

    pendidikan, fasilitas belajar, alat dan buku keperluan belajar. Untuk memenuhi

    kebutuhan fisik tersebut tentunya berkaitan dengan status social ekonomi

    keluarga atau pendapat didalam keluarga itu sendiri.

    Sebagaimana dikemukakan oleh Soekirno (2002:37) yang menyatakan

    bahwa pendapat masyrakat yang kedudukannya sebagai tenaga kerja akan

    menerima gaji atau upah, pemilik alat-alat modal akan menerima bunga, pemilik

    tanah dan harta tetap lain menerima sewa, dan pemilik keahlian usahawan akan

    menerima keuntungan.

    Jadi yang mencakup pendapat disini adalah segala penghasilan baik yang

    berupa uang atau barang yang diterima sebagai balas jasa atau kontra prestasi.

    Keluarga yang memiliki pendapat tinggi akan dengan mudah memenuhi

    kebutuhan anak yang meliputi: Sumbangan SPP, peralatan sekolah, transportasi,

    sarana belajar di rumah, baju seragam, biaya ekstra kulikuler, dan tidak

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    16/123

    16

    terkecuali uang saku anak. Dan sebaliknya, keluarga yang memiliki pendapatan

    rendah akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan anak.

    Dengan demikian, siswa yang orang tuanya memiliki pendapatan tinggi,

    semua kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas belajar akan segera terpenuhi,

    sehingga dengan pemenuhan kebutuhan belajar tersebut dapat menunjang

    tercapainya prestasi belajar yang baik yang merupakan harapan dan cita-cita

    akhir dari aktivitas belajar. Dan sebaliknya jika dalam suatu keluarga yang satus

    ekonominya rendah akan merasa keberatan dalam memenuhi kebutuhan belajar

    anaknya secara penuh, sehingga kondisi yang seperti ini akan berdampak pada

    perolehan prestasi belajar yang rendah.

    Berdasarkan uraian tersebut diatas mengenai dukungan moral maupun

    material yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya, dapat disimpulkan

    bahwa potensi seorang anak itu akan dapat berkembang dengan baik apabila

    mendapat bimbingan dan dukungan serta pengawasan dari orang tuanya dalam

    pendidikan informalnya dan selalu terpenuhinya semua kebutuhan belajar akan

    lebih mudah dan meraih prestasi dibandingkan dengan siswa yang tidak pernah

    mendapat perhatian, bimbingan dan dukungan orang tua.

    2.1.2. Prestasi BelajarSesungguhnya apa yang dimaksud dengan prestasi belajar itu? untuk

    membahas hal ini terlebih dahulu harus dibahas mengenai pengertian dari

    prestasi dan belajar itu sendiri.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    17/123

    17

    2.1.2.1.Pengertian Prestasi

    Misalnya menurut Muhibbin Syah menjelaskan bahwa: prestasi (

    kecakapan nyata ) merupakan hasil usaha atau belajar yang bersangkutan dengan

    cara bahan dan dalam hal tertentu yang telah dijalaninya.6 Menurut Masud

    Khasan abdul Qahar, prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil

    pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan

    kerja .7

    Berdasarkan uraian di atas, selanjutnya akan dibahas arti dari prestasi

    tersebut. Dalam pengertian biasa prestasi dianggap sebagai suatu hasil yang

    dicapai dari proses belajar mengajar. Sedangkan dalam arti luas dari prestasi

    merupakan suatu proses, karena kenyataannya hasil yang dicapai dari suatu

    kegiatan belajar selalu memberikan kontribusi tertentu pada usaha dan kegiatan

    belajar selanjutnya.

    Muhammad Surya mengemukakan bahwa : Prestasi adalah hasil yang

    dicapai dari serangkaian kegiatan belajar yang dilakukan secara sadar oleh

    seseorang. Keberhasilan dari suatu perbuatan belajar terebut dapat dilihat ada

    atau tidaknya perubahan tingkah laku, yang diharapkan 8

    Prestasi merupakan kemampuan yang dimiliki individu setelah proses

    belajar-mengajar berlangsung. Bidang kemampuan yang merupakan prestasi ini

    6Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru , (Bandung : Remaja Rosda

    Karya, 1995), p.427 Syaiful Bahri djamarah,Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, (Surabaya: Usaha Nasional,

    1994), h.208Muhammad Surya,Psikologi Pendidikan, (Bandung:Pembangunan Jaya. 1992).p.39

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    18/123

    18

    dapat ditinjau dari teori Bunyamin S. Bloom, yang berkenaan dengan taksonomi

    tujuan pendidikan.

    2.1.2.2.Jenis dan Fungsi Prestasi

    Prestasi peserta didik sangat berguna, terutama untuk mengetahui

    kesesuaian antara program yang diajarkan dengan apa yang dicapai oleh sasaran

    peserta didik. Dalam hal ini untuk mengetahui prestasi peserta didik dengan

    mengadakan evaluasi.

    Evaluasi Menurut Azis Wahab berguna untuk: (a) tolak ukur untuk

    mengetahui kekurangan atau keberhasilan siswa, guru atau program pengajaran

    yang telah disampaikan dengan melalui kegiatan proses belajar mengajar. (b)

    sebagai media klasifikasi, identifikasi serta penalaran diri, nilai moral dan / 1001

    masalah. (c) sebagai media edukasi ( reeducasi ), nilai moral .9

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dengan melalui evaluasi akan

    diketahui kemampuan siswa dalam prestasinya, juga dapat diketahui apakah

    tugas guru dalam menyampaikan program berguna bagi siswa dalam mencapai

    tujuan pengajaran.

    Dari uaraian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan evaluasi akan

    berguna dan berfungsi bagi siswa maupun guru yaitu:

    1. Mengetahui kesanggupan peserta didik sehingga akan dapat dibantusesuai dengan kemampuannya demi kepentingan belajar dan kegiatan

    selanjutnya.

    9 Azis Wahab,Fungsi Prestasi, ( Bandung : IKIP, 1985 ).p.3.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    19/123

    19

    2. Mengetahui samapai dimana peserta didik mencapai tujuanpembelajaran.

    3. Mengetahui kekurangan dan kelemahan peserta didik sehingga dapatdiberi bantuan yang khusus dalam mengatasi kekurangannya.

    4. Member petunjuk yang lebih jelas tentang tujuan pelajaran yang hendakdicapai.

    5. Member dorongan kepada peserta didik untuk belajar lebih baik dan giatlagi

    Alat penilaian dalam prestasi siswa menurut M. Surya adalah sebagai

    berikut: (a) tes diagnostik, yaitu tes yang digunakan untuk mengetahui

    kelemahan siswa. Berfungsi untuk menentukan apakah bahan telah dikuasai,

    menentukan tingkat penguasaan, pengelompokkan siswa, dan menentukan

    kesulitan belajar siswa. (b) tes formatif, yaitu untuk mengetahui sejauh mana

    kemajuan belajar siswa dalam proses belajar-mengajar. (c) tes sumatif, yaitu tes

    yang dilaksanakan setelah berakhirnya pemberian program pada setiap akhir

    semester.10

    1. Tes Sub SumatifTujuannya untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mengikuti suatu

    program tertentu, dilaksanakan pada akhir program tertentu, dilaksanakan pada

    akhir program yang berfungsi sebagai umpan balik bagi siswa, guru, maupun

    10M. Surya,Alat Penilaian Dalam Prestasi Siswa, (Bandung : IKIP, 1985).p.26

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    20/123

    20

    program untuk menilai pelaksanaan program, hal tersebut telah dijelaskan oleh

    Dr. Suharsimi Arikunto sebagai berikut:

    Tes sub sumatif penilaian yang dilakukan selama proses belajar

    mengajar sedang berlangsung untuk keperluan memperbaiki program

    pengajaran. Sedangkan alat penilaiannya tergantung dari tujuan intruksional

    yang dicapai antara lain tes tertulis, tes lisan dan tes perbuatan11

    Dari kutipan tersebut, semakin jelaslah bahwa tes sub sumatif dapat

    mengetahui perubahan pada diri siswa dan keberhasilan guru dalam proses

    belajar mengajar.

    2. Tes SumatifTes sumatif adalah tes yang dilaksanakan setelah peserta didik mengikuti

    program setiap akhir semester, dan berfungsi untuk memberikan tanda kepada

    peserta didik setelah mengikuti satu program. Tes sumatif disebut juga evaluasi

    terhadap hasil, hal ini sesuai dengan apa yang telah dijelaskan oleh Oemar

    Hamalik, sebagai berikut: Tes sumatif adalah suatu tes yang bertujuan untuk

    mengetahui sejauh mana perubahan pengetahuan, setiap siswa dan tingkah

    lakunya, setelah ia menempuh suatu program pendidikan, tes ini dilakukan

    setiap akhir catur wulan, untuk menetapkan kemajuan siswa baik untuk mengisi

    raport maupun menentukan kenaikan kelas atau kenaikan tingkat.12

    11Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktek, (Jakarta: PT. Rineka

    Cipta), 193.p.39.12 Oemar Hamalik, Dalam Majalah Suara Aliyah, Model Evaluasi di Sekolah, (Jakarta :

    Dirbinbaga Islam, 1997.p.30.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    21/123

    21

    Dari penjelasan di atas, bahwa tujuan tes sumatif memiliki dua unsur

    yang sangat penting; pertama, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam

    bidang kognitif, afektif dan psikomotor; kedua, untuk mengetahui laporan

    pendidikan guna menjadi laopran kepada orang tua wali murid pada setiap

    sasaran didik tentunya tidak akan sama.

    3. Nilai TugasNilai tugas sangat erat kaitannya dengan metode pemberian tugas, dalam

    metode ini guru memberikan bahan pengajaran atau pengetahuan dengan

    member tugas kepada siswa baik dalam jam pelajaran maupun diluar jam

    pelajaran. Berdasarkan hal tersebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (

    KBBI ) prestasi diartikan sebagai : apa yang telah diciptakan, hasil suatu

    pekerjaan, hasil yag menyenangkan yang diperoleh dengan keuletan belajar.13

    Sedangkan menurut Muhamad Surya: prestasi adalah hasil belajar yang

    diwujudkan dengan adanya perubahan tingkah laku sebagai akibat dari proses

    belajar yang dilakukan.14

    2.1.3. Pengertian BelajarBelajar adalah suatu kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang

    sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan.

    Ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian pendidikan itu sangat

    bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik disekolah maupun

    13Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta. Gramedia, 1993) Halaman 105

    14 M. Surya. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran (Bandung. Pembangunan Jaya, 1996)

    Hal. 54.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    22/123

    22

    dilingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Beberapa definisi belajar

    menurut para ahli yaitu:

    Menurut Hilgard dan Bower dalam Theoris of Learning ( 1975:84 )

    belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap

    sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang

    ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat

    dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau

    keadaan keadaan sesaat seseorang ( misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan

    sebagainya ).15

    Menurut Gane, dalam The Conditions of Learning ( 1977: 84 ) belajar

    terjadi apabila suatu situasai stimulus bersama dengan isi ingatan

    mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya ( performance-

    nya ) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu kewaktu sesudah ia

    mengalami situasi tadi.16

    Menurut Sudjana ( 2000:5 ) menyatakan bahwa belajar adalah suatu

    proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan

    sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukan dalam berbagai bentuk seperti

    perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan,

    15 Ngalim Purwanto.1975.Psikologi Pendidikan. (Bandung : PT. Remaja Rodakarya).h.84.16 Ibid

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    23/123

    23

    kecakapan, kebiasaan serta perubahan-perubahan aspek lain yang ada pada

    individu belajar.

    17

    Menurut Salameto (2003:3) belajar adalah suatu proses usaha yang

    dilakukan seseorang untuk memperoleh sesuatu perubahan tingkah laku yang

    baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi

    dengan lingkungannya.18

    Menurut Anni (2004:2) belajar merupakan proses penting bagi

    perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang difikirkan

    dan dikerjakan.19

    Dari definisi-definisi yang dikemukakan diatas, dapat

    dikemukakanadanya beberapa elemen yang penting tentang pengertian belajar.

    1. Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahantu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik.

    2. Belajar merupakan suatu perubahan-perubahan yang terjadi melalui latihanatau pengalaman; dalam arti perubahan-perrubahan yang disebabkan oleh

    pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar; seperti

    perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi.

    3. Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus relatif mantap; harusmerupakan akhir dari suatu periode yang cukup panjang. Berapa lama

    17 Sudjana. 2000.Manajemen Program pendidikan. Bandung : Falah Production.h.518

    Salameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka

    Cipta.h.319 Anni, Catharina Tri. 2004.Psikologi Belajar. Semarang: IKIP Semarang Press

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    24/123

    24

    periode waktu itu berlangsung sulit ditentukan dengan pasti, tetapi

    perubahan itu hendaknya merupakan akhir dari suatu periode yang mungkin

    berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan atau pun bertahun-tahun. Ini

    berarti kita harus mengenyampingkan perubahan-perubahan tingkah laku

    yang disebabkan oleh motivasi, kelelahan, adaptasi, ketajaman perhatian,

    atau kepekaan seseorang, yang biasanya hanya berlangsung sementara.

    4. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkutberbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun piskis, seperti: perubahan

    dalam pengertian, pemecahan suatu masalah/berpikir, keterampilan,

    kecakapan, kebiasaan, dan sikap.

    Dengan demikian bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah

    laku pada diri seseorang yang ditunjukan dengan adanya perubahan-

    perubahan seperti: pengetahuan, pengalaman, tingkah laku, dan perubahan

    pada aspek-aspek lainnya yang terdaat pada individu belajar tersebut.

    2.1.4. Prinsip-prinsip BelajarProses belajar adalah suatu yang kompleks, tetapi dapat juga dianalisa dan

    diperinci dalam bentuk prinsip-prinsip atau asas-asas belajar. Hal ini perlu kita

    ketahui agar kita memiliki pedoman dan teknik belajar yang baik. Prinsi-prinsip

    itu dalah.

    1. Belajar harus bertujuan adan terarah. Tujuan akan menuntutnya dalambelajar untuk mencapai harapan-harapan.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    25/123

    25

    2. Belajar memerlukan bimbingan, baik dari bimbingan guru, maupun bukupelajaran itu sendiri.

    3. Belajar memerlukan pemahaman atas ahal-hal yang dipelajari sehinggadiperoleh pengertian-pengertian.

    4. Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa-apa yang telah dipelajaridapat dikuasainya.

    5. Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi saling pengaruh secaradinamis antara murid dengan lingkungannya.

    6. Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapaitujuan.

    7. Belajar dikatakan berhasil apabila telah bisa menerapkan kedalam bidangpraktek sehari-hari.

    ( Zainal Aqib 2002: 44-45 )20

    Sedangkan Menurut Salameto ( 2003:27 ), prinsip-prinsip belajar adalah

    sebagai berikut:

    a. Berdasarkan prasyarat yang diperlukan untuk belajar1. Dalam belajar setiap siswa harus diusahakan berpartisifasi aktif,

    meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan

    intruksional.

    2. Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuatpada siswa untuk mencapai tujaun intruksional.

    20Zainal Aqib. 2000. Guru dan profesionalisme. Jakarta: Pustaka Pelajar

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    26/123

    26

    3. Belajar perlu lingkungan yang menantang dimana anak dapatmengembangkan kemampuan bereksplorasi dan belajar dengan efektif.

    4. Belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkungannya.b. Sesuai hakekat belajar

    1. Belajar itu proses kontinyu, maka harus tahap demi tahap menurutperkembangannya,

    2. Belajar adalh proses organisasi, adaptasi, eksplorasi dan discovery.3. Belajar adalah proses kontinguitas ( hubungan antara pengertian yang satu

    dengan pengertian yang lain ) sehingga mendapatkan pengertian yang

    diharapkan.

    c. Sesuai materi atau bahan yang harus dipelajari1. Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur,

    penyajian yang sederhana sehingga siswa mudah menangkap

    pengertiannya.

    2. Belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengantujuan intruksional yang harus dicapainya.

    d. Syarat keberhasilan belajar1. Belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga siswa dapat belajar

    dengan tenang.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    27/123

    27

    2. Prestasi dalam proses belajar perlu pengulangan berkali-berkali agarpengertian/keterampilan sikap itu mendalam pada diri siswa.

    21

    2.1.5. Ciri-ciri belajarMenurut Djamarah ( 2002:15 ) ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam

    pengertian belajar meliputi:

    1. Perubahan yang terjadi secara sadarSeseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau

    sekurang-kurangnya ia merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan

    dalam dirinya.

    2. Perubahan dalam belajar bersifat fungsionalPerubahan yang terjadi dalam diri seseorang berlangsung secara terus-

    menerus dan tidak statis. Suatu perubahan yang terjadi akan menyebabkan

    perubahan berikutnya dan akan berguna bagi proses belajar berikutnya.

    3. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktifPerubahan-perubahan itu senan tiasa bertambah dan tertuju untuk

    memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.

    4. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementaraPerubahan yang terjadi dari proses belajar bersifat menetap atau permanen.

    Misalnya kecakapan yang dimiliki seseorang akan terus berkembang kalu

    terus dipergunakan atau dilatih.

    5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah21

    Salameto. 2003.Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    28/123

    28

    Perubahan tingkah laku ini terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai.

    Perubahan belajar terarah pada perubahan tingkah laku yang benar-benar

    dsadari.

    6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah lakuPerubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar

    meliputi perubahan keseluruha tingkah laku secara menyeluruh dalam

    sikap, keterampilan dan pengetahuan.22

    2.1.6. Teori-teori belajarTeori-teori menurut ilmu psikologi yang sangat terkenal dibagi menjadi 3

    yaitu:

    1. Teori ConditioningDalam teori conditioning belajar merupakan proses perubahan yang

    terjadi karena adanya syarat-syarat yang kemudian menimbulkan respond an

    reaksi. Yang paling penting dalam teori ini adalah latihan-latihan yang

    kontinyu.

    2. Teori Connectionism ( Thorndike )Dalam belajar menurut Throndike melalui dua proses yaitu:

    a. Trial and error( mencoba-coba dan mengalami kegagalan )b. Law of effect yaitu berarti bahawa segala tingkah laku yang

    berakibatkan suatu keadaan yang memuaskan ( cocok dengan tuntunan

    situasi ) akan diangkat dan dipelajari sebaik-baiknya.

    22 Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.h.15

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    29/123

    29

    3. Teori menurutPsikologi GestaltDalam teori ini mempunyi pandangan bahwa dalam belajar faktor

    pemahaman atau pengertian ( insight) merupakan faktor yang penting. Dengan

    belajar dapat memahami/mengerti hubungan antara pengetahuan dan

    pengalaman. Selain itu dalam belajar pribadi atau organisme memegang

    peranan yang paling sentral. Belajar tidak hanya dilakukan secara reaktif-

    mekanis belaka; tetapi dilakukan dengan sadar, bermotif dan bertujuan (

    Mudzakir dan Sutrisno 1997: 153-154 ).23

    Dengan demikian melihat penjelasan-penjelasan yang telah diuraikan

    diatas pengertian prestasi belajar adalah:

    Menurut Winkel (1983:102) prestasi belajar adalah hasil suatu penilaian

    dibidang pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai hasil belajar yang

    dinyatakan dalam bentuk nilai.24

    Menurut Sudjana ( 1989:46 ) prestasi

    bealajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah menerima

    pengalaman belajar.25

    Jadi prestasi belajar diartikan sebagai suatu hasil atas kecakapan atau

    kemampuan seseorang pada bidang tertentu dalam mencapai tingkat

    kedewasaan yang langsung dapat diukur dengan tes.

    Untuk mengetahui tinggi rendahnya tingkat prestasi siswa, seorang guru

    harus menetapkan batas minimal keberhasilan belajar siswa. Menurut Syah (

    23Mudzakir Sutrisno.1997.Psikologi Pendidikan. Jakarta. PT. Rineka Cipta.

    24 Winkel.1983.Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.h.10225 Sudjana. 1989.Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.h.46

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    30/123

    30

    2004:219 ) ada beberapa alternatif norma pengukuran tingkat keberhasian

    peserta didik setelah mengikuti proses belajar. Diantara norma-norma

    pengukuran tersebut adalah.

    1. Norma skala angka dari 0 sampai 102. Norma skala angka dari 10 sampai 100

    Angka terendah yang menyatakan kelulusan/keberhasilan belajar (

    passing grade ) skala 0 sampai 10 adalah 5,5 atau 6, sedangkan untuk skala 0

    sampai 100 adalah 55 sampai 60. Pada prinsipnya jika peserta didik dapat

    menyelesaikan lebih dari setengah instrument evaluasi dengan benar, itu

    dianggap telah memenuhi target minimal keberhasilan belajar. Namun

    demikian, kiranya perlu dipertimbangkan oleh guru terhadap penetapan passing

    grade yang lebih tinggi ( 65 atau 70 ) untuk pelajaran berikutnya.26

    Penilaian prestasi belajar ini meliputi aspek kognitif, psikomotor dan

    afektif. Evaluasi prestasi kognitif dapat dilakukan dengan berbagai cara baik

    dengan tes tertulis, tes lisan dan perbuatan. Sedangkan evaluasi prestasi

    apektif dapat dilakukan dengan menggunakan skala likert dan atau direferensial

    semantic yang tujuannya untuk mengidentifikasi kecenderungan / sikap siswa

    melalui sangat setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju terhadap

    sesuatu yang harus direspon. Evaluasi prestasi psikomotor dapat dilakukan

    dengan mengobservasi prilaku jasmaniah siswa dicatat dalam format observasi

    keterampilan melakukan pekerjaan tertentu.

    26Muhibbin Syah. 2004.Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Prsada.h.219

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    31/123

    31

    Prestasi belajar dalam penelitian ini adalah nilai yang telah dicapai oleh

    peserta didik baik secara kognitif, psikomotor maupun apektif kelas IX dalam

    mnguasai pelajaran ekonomi yang tercermin dalam nilai murni dan raport

    semester ganjil MTs Nurul Islam Cirinten tahun pelajaran 2009/2010.

    2.1.7. Faktor-kator yang mempengaruhi prestasi belajarTelah dijelaskan bahwa belajar adalah suatu proses yang menimbulkan

    terjadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku atau

    kecakapan. Sampai dimanakah perubahan itu dapat dicapai atau dengan kata

    lain, berhasil baik atau tidaknya belajar itu tergantung kepada bermacam-

    macam faktor. Adapun faktor-faktor itu, dapat dibedakan menjadi dua golongan

    yaitu faktor internal ( faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri atau

    orang yang belajar ) dan faktor eksternal ( faktor yang berasala dari luar

    individu itu sendiri atau orang yang belajar ).

    Menurut Dalyono ( 1997:55 ) faktor-faktor yang mempengaruhi

    pencapaian hasil belajar adalah sebagai berikut:

    1. Faktor internal ( faktor yang berasal dari dalam diri ) faktor-faktor tersebutadalah:

    a. Faktor kesehatanb. Faktor intelegensi dan bakatc. Faktor minat dan motivasid. Cara belajar

    2. Faktor eksternal ( faktor yang berasal dari luar diri )

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    32/123

    32

    a. Faktor keluargab.

    Faktor sekolah

    c. Faktor masyrakatd. Faktor lingkungan sekitar27

    Menurut Merson U. Sangalang dalam Tuu ( 2004:78 ) faktor-faktor yang

    mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai hasil belajar yang baik

    terdiri dari:

    1. Faktor internal meliputi:a. Faktor kecerdasanb. Faktor bakatc. Faktor minat dan perhatiand. Faktor kesehatane. Faktor cara belajar

    2. Faktor eksternal meliputi:a. Faktor lingkungan keluargab. Faktor pergaulanc. Faktor sekolahd. Faktor sarana pendukung belajar28

    Dari teori-teori prestasi belajar dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar

    dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal dari diri peserta didik. Faktor

    27Dalyono.1997.Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.h.55

    28Tulus Tuu. 2004.Peran Disiplin pada perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: PT Gramedia

    widiasarana Indonesia.h.78

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    33/123

    33

    internal adalah faktor yang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik yang

    berasal dari diri peserta didik itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal adalah

    faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik yang berasal

    dari luar diri peserta didik itu sendiri. Faktor internal dan eksternal tersebut

    dapat diuraikan sebagai berikut.

    2.1.7.1.Faktor internal ( faktor dalam diri )

    a. Faktor kesehatanSehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta organ-organnya

    atau terhindar dari penyakit. Kesehatan seseorang dapat mempengaruhi

    terhadap belajarnya. Proses belajar seseorang dapat terganggu jika kesehatan

    seseorang terganggu, peserta didik yang kurang sehat atau tidak sehat akan

    mengalami kesulitan belajar sesab ia akan mudah lelah, ngantuk, pusing, daya

    konsentrasinya hilang, kurang semangat dan pikirannya terganggu. Karena hal-

    hal tersebut penerimaan dan respon terhadap pelajaran kurang. Saraf otak tidak

    mampu bekerja secara optimal dalam meproses, mengelola, menginterpretasi

    dan mengorganisasi materi pelajaran melalui inderanya sehingga ia tidak dapat

    memahami makna materi yang dipelajarinya.

    b. Faktor intelegensi dan bakat1) Faktor intelegensi

    Tingkat kecerdasan merupakan wadah bagi kemungkinan tercapainya

    hasil belajar yang duharapkan. Juka tingkat kecerdasan rendah, maka hasil

    belajar yang dicapai akan rendah pula. Clark mengemukakan bahwa hasil

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    34/123

    34

    belajar siswa disekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30%

    dipengaruhi oleh lingkungan.

    29

    Sehungga tidak diragukan lagi bahwa tingkat

    kecerdasan siswa sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.

    2) Faktor bakatpotensi atau kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu

    mempinyai bakat yang berbeda-beda. Seseorang akan lebih mudah mempelajari

    sesuatu yang sesuai dengan bakatnya. Apabila seseorang harus mempelajari

    sesuatu yang tidak sesuai dengan bakatnya, ia akan cepat bosan, mudah putus

    asa dan tidak senang. Hal-hal tersebut akan tampak pada anak yang suka

    mengganggu kelas, berbuat gaduh, tidak mau belajar sehingga nilainya rendah.

    c. Faktor minat dan motivasi1)Minat

    Minat seseorang dalam sesuatu sangat mempengaruhi tingkat

    keberhasilan yang dicapai. Begitupun bagi peserta didik tidak adanya minat

    akan mempengaruhi dalam belajar dan akan timbul kesulitan belajar. Belajar

    yang tidak ada minatnya itu artinya tidak sesuai dengan bakatnya, tidak sesuai

    dengan kebutuhannya, tidak sesuai dengan kecakpan dan akan menimbulkan

    masalah pada peserta didik. Ada tidaknya minat pada suatu pelajaran dapat

    dilihat dari cara peserta didik mengikuti pelajaran, lengkap tidaknya pelajaran

    dan aktif tidaknya adalam proses pembelajaran.

    2) Motivasi29 Heln,Bimbingan dan Konseling, (Jakarta:Ciputat Pers, 2002), cet.Ke-1,h.130

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    35/123

    35

    Motivasi sebagai faktor dalam diri ( batin ) berfungsi menimbulkan,

    mendasari dan mengarahkan perbuatan belajar. Motivasi dapat menentukan

    baik tidaknya dalam mencapai tujuan, sehingga semakin besar motivasinya

    akan semakin besar kesuksesan belajarnya. Seseorang yang besar motivasinya

    akan semakin besar kesuksesan belajarnya. Seorang yang besar motivasinya

    akan giat berusaha, tampak gigih, tidak mau menyerah dan giat belajar

    meningkatkan prestasinya.

    Sebaliknya bagi mereka yang motivasinya rendah, tampak acuh, mudah

    putus asa, perhatiannya tidak tertuju pada pelajaran bahkan mereka cenderung

    mengganggu kelas dan sering meninggalkan pelajaran. Akobatnya mereka

    banyak mengalami kesulitan belajar.Peserta didik yang memiliki motivasi yang

    tinggi akan tercermin dalam: keinginan menguasai materi, prhatian terhadap

    materi, ketelitian mengerjakan soal, minat untuk membaca buku, keaktifan

    bertanya dan selalu berusaha untuk memahami materi.

    d. Cara belajarKeberhasilan studi peserta didik dipengaruhi oleh cara belajarnya. Cara

    belajar yang efesien memungkinkan mencapai prestasi lebih tinggi

    dibandingkan dengan cara belajar yang tidak efesien. Cara belajar yang efesien

    sebagai berikut:

    a) Berkonsentrasi sebelum dan pada saat belajarb) Sgera mempelajari kembali bahan yang telah diterima

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    36/123

    36

    c) Membaca dengan teliti dan baik bahan yang sedang dipelajari, dan selaluberusaha

    d) Mencoba menyelesaikan dan melatih mengerjakan soal-soal2.1.7.2.Faktor eksternal ( faktor dari luar )

    a. Lingkungan keluargaKeluarga adalah suatu lingkungan yang terdiri dari orang-orang terdekat

    bagi seorang anak dan merupakan pusat pendidikan utama dan pertama. Banyak

    sekali waktu dan kesempatan bagi seorang anak untuk berjumpa dan

    berinteraksi dengan keluarganya. Semua itu akan banyak mempengaruhi

    terhadap prilaku dan prestasi seseorang. Kondisi yang harmonis dalam keluarga

    dapat member stimulus dan respon yang baik dari anak sehungga perilaku dan

    prestasinya menjadi baik. Sebaliknya jika keluarga tidak harmonis atau broken

    home akan berdampak negatif bagi perkembangan siswa, prilaku dan prestasi

    cenderung terhambat, dan akan muncul masalah-masalah dalam prilaku dan

    prestasinya ( Tuu, 2004:80 ).30

    1) Perhatian/dukungan orang tuaDalam lingkungan keluarga setiap induvidu atau peserta didik

    memerlukan perhatian/dukungan orang tua dalam mencapai prestasi belajarnya.

    Karena perhatian orang tua akan mendorong peserta didik dapat mencapai

    prestasi belajar yang maksimal. Perhatian orang tua diwujudkan dalam hal

    30Tuu.2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: PT Gramedia Widia

    Sarana Indonesia.h.80

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    37/123

    37

    kasih saying, memberikan nasihat yang positif mengarahkan anak dalam belajar

    di rumah.

    2) Keadaan ekonomi orang tuaKeadaan ekonomi keluarga juga mempengaruhi prestasi belajar peserta

    didik, kadang kala siswa merasa kurang percaya diri dengan keadaan keluarga

    keluarga. Akan tetapi ada juga siswa yang keadaan ekonominya baik, tetapi

    prestasi belajarnya rendah atau sebaliknya siswa yang keadaan ekonominya

    rendah malah mendapat prestasi belajar yang tinggi.

    Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. yang

    sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya yaitu, makan,

    pakaian, tempat tinggal dan kesehatan, juga membutuhkan fasilitas belajar

    seperti ruang belajar, meja, kursi, penerangan, alat tulis-menulis, buku dan lain-

    lain. Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai

    banyak uang. Dengan begitu anak akan merasa tenang dan nyaman karena

    merasa kebutuhannya dapat terpenuhi, sehingga siswa dapat berkonsentrasi

    penuh dalam belajarnya ( Slameto, 2003:63 ).31

    3) Hubungan antara anggota keluargaDalam keluarga harus terjadi hubungan yang harmonis antar personil

    yang ada. Dengan hubungan yang harmonis antara anggota keluarga akan

    mendapat kedamaian, ketenangan dan ketentraman. Hal ini dapat menciptkan

    31 Slameto.2003. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. (Jakarta: Rineka

    Cipta).h.63

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    38/123

    38

    kondisi belajar yang baik, sehingga prestasi belajar siswa dapat tercapai dengan

    baik pula.

    b. Lingkungan SekolahSekolah adalah wahana kegiatan dan proses pendidikan berlangsung. Di

    sekolah diadakan kegiatan pendidikan, pembelajaran dan latihan. Disekolah

    nilai-nilai etik, moral, mental, spiritual, perilaku, ilmu pengetahuan dan

    keterampilan ditanamkan dan dikembangkan. Oleh karena itu sekolah menjadi

    wahana yang sangat dominan bagi pengaruh pembentukan sikap, prilaku dan

    prestasi seorang siswa. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan yang

    terstruktur, memiliki system dan organisasi yang baik. Apabila sekolah dapat

    menciptakan hubungan dan komunikasi yang baik, menggunakan metode

    pembelajaran yang aktif-interaktif, mencukupi sarana penunjang pembelajaran,

    menciptakan suasana tertib dan disiplin, akan dapat mendorong siswa saling

    berkompetensi dalam pembelajaran, yang diharapkan dapat meningkatkan

    prestasi belajar siswa ( Tuu, 2004:81 ).32

    1) GuruSebagai suatu profesi guru di sekolah memegang peranan yang sangat

    penting, artinya guru juga menentukan keberhasilan proses belajar mengajar.

    Selain itu guru harus menjadi suri tauladan dan tokoh bagi peserta didik baik

    dilingkungan sekolah maupun masyrakat.

    32 T.Tu,u. 2004. Peran disiplin pada Perilaku dan Disiplin Siswa. (Jakarta: PT. Gramedia

    wiudia Sarana Indonesia).h.81

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    39/123

    39

    Dari pengertian tersebut, hendaknya guru mempunyai perilaku yang baik

    agar apa yang dilakukan dan diperbuat oleh guru akan dijadikan contoh oleh

    peserta didik. Selain itu kualitas guru faktor yang penting dalam menentukan

    dalam menentukan kualitas pembelajaran disekolah. Dengan keilmuan yang

    dimiliki, guru dapat menjadikan peserta didiknya menjadi orang yang sukses.

    Setiap guru memiliki kepribadian masing-masing dan kepribadian tersebut

    diakui sebagai aspek yang tidak dapat dikesampingkan dari kerangka

    keberhasilan belajar mengajar. Dari kepribadian tersebut mempengaruhi pola

    kepemimpinan guru ketika melaksanakan tugas di kelas. hal ini tercermin

    dalam:

    a) Cara mengajar gurub) Frekuensi pemberian tugasc) Kehdiran gurud) Metode penyampaian gurue) Sumber belajar/literatur2) Sumber belajar/literature

    Literature merupakan sumber materi pembelajaran yang digunakan untuk

    membantu keberhasilan belajar. kurangnya literatur atau sumber bacaan dalam

    jumlah kuantitas dan kualitas membuat penyajian pembelajaran yang tidak

    baik. Seperti:

    a) Jumlah buku wajibb) Ketersediaan/kelengkapan buku literature

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    40/123

    40

    c) Kepemilikan LKS/buku penunjang3)

    Keadaan (ruang) kelas

    a) Suasan kelasKelas merupakan tempat siswa belajar. jika tempat belajarnya kondusif

    dan tenang maka akan memudahkan siswa untuk berkonsentrasi dalam setiap

    Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) berlangsung.

    b) Sarana dan prasarana kelasSarana dan prasarana yang lengkap akan memudahkan peserta didik

    dalam belajar. untuk menghasilkan pembelajaran yang maksimal terutama pada

    pelajaran yang menuntut untuk praktek sarana harus menunjang/lengkap.

    Sarana dan prasarana yang kurang lengkap akan menghasilkan penyajian

    pembelajaran yang tidak baik pula.

    c) KurikulumKurikulum diartikan sebagai suatu rencana untuk keberhasilan

    pembelajaran yang didalamnya mencakup rencana yang berhubungan dengan

    tujuan, dengan apa yang harus dipelajari, dan dengan hasil dari pembelajaran.

    Kurikulum yang baik, jelas sesuai dengan system pendidikan yang ada

    memungkinkan para siswa untuk mendapat pelajaran guna mencapai prestasi

    belajar yang baik. Kurikulum yang kurang baik akan berpengaruh kurang baik

    terhadap belajar.

    d) Disiplin sekolah

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    41/123

    41

    Disiplin bagi peserta didik adalah hal yang rumit dipelajari sebab suatu

    hal yang kompleks dan banyak kaitannya, yaitu terkait dengan pengetahuan,

    sikap dan perilaku. Tingkat keberhasilan siswa dalam belajar adalah salah

    satunya harus memiliki dan menerapkan disiplin yang baik. Misalnya,

    ketepatan dalam masuk sekolah, menyelesaikan tugas-tugas dari guru dan patuh

    terhadap peraturan-peraturan sekolah. Dengan disiplin yang baik akan

    membentuk kepribadian dan kecakapan mengenai cara belajar yang baik.

    c. Lingkungan masyrakat dan pergaulanLingkungan masyrakat di sekitar peserta didik sangat berpengaruh

    terhadap belajar siswa. Masyrakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak

    terpelajar dan mempunyai kebiasaan yang tidak baik akan berpengaruh pada

    peserta didik. Peserta akan tertarik untuk berbuat seperti yang dilakukan orang-

    orang disekitarnya. Akibatnya pelajaran terganggu dan bahkan peserta didik

    akan kehilangan semangat untuk belajar karena perhatiannya terpusat kepada ke

    perbuatan-perbuatan yang selalu dilakukan orang-orang disekitarnya. Dalam

    lingkungan masyrakat faktor penunjang prestasi belajar seperti: keadaan

    lingkungan, bangunan rumah, suasan sekitar dan sebagainya.

    Selain itu kondisi tempat tinggal juga sangat berpengaruh, bila di sekitar

    tempat tinggal keadaan masyrakatnya terdiri dari orang-orang yang

    berpendidikan, semua itu akan mendorong peserta didik untuk lebih giat

    belajar. Pergaulan peserta didik dengan orang-orang yang berpendidikan akan

    memotivasi dirinya untuk selalu belajar dan aka ada kecenderungan terbawa

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    42/123

    42

    suasana belajar. Bergaul dengan orang-orang yang tidak berpendidikan dan

    berperilaku tidak baik, juga akan terbawa arus dan sangat mempengaruhi

    prestasi belajar.

    2.2.Mata pelajaran EkonomiEkonomi merupakan ilmu yang mempelajari cara manusia untuk

    memenuhi kebutuhan hidupnya, meningkatkan kesejahteraan hidupnya baik

    secara individu maupun kelompok.

    Menurut Wiryohandoyo dkk ( 1998 : 51 ) ekonomi merupakan ilmu yang

    mempelajari manusia mencukupi kebutuhan hidupnya, meningkatkan

    kesejahteraan hidupnya baik secara individu maupun kelompok. Konsep

    konsepnya yang bermanfaat antara lain : kelangkaan, pendapatan, dan saling

    ketergantungan.33

    Kontribusi yang berupa generalisasi ilmu ekonomi adalah:

    3. Sebagian besar masyrakat modern melihat kesejahteraan ekonomi sebagaitujuan yang diinginkan oleh anggota masyrakat dan secara universal

    kemiskinan dinilai sebagai hal yang merendahkan martabat manusia.

    4. Dalam dunia yang modern, saling ketergantungan antara bangsa menimbilkanterjadinya pertukaran dan perdagangan berbagai kebutuhan barang, jasa, dan

    informasi.

    Oleh karena itu, mata pelajaran ekonomi sudah selayaknya mendapatkan

    perhatian yang ideal. Dengan kualitas dan penguasaan materi yang baik, maka

    siswa akan dapat mengamalkan ilmu ekonomi sesuai dengan tujuan pembelajaran

    33 Wirhandoyo. 1988.Pendidikan Ilmu Sosial. Semarang: IKIP press

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    43/123

    43

    yang telah ditentukan. Pelajaran ekonomi akan menjadi modal dasar peserta didik

    dalam menembus dunia ekonomi yang sangat kompleks dimasa yang akan

    dating.

    2.2.KERANGKA BERPIKIR

    Prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor (internal) yaitu faktor yang berasal

    dari dalam individu/peserta didik itu sendiri yang meliputi: faktor kesehatan,

    faktor intelegensi, faktor bakat, faktor minat, faktor motivasi dan faktor cara

    belajar. faktor (eksternal) yaitu faktor yang berasal dari luar individu/pesrta didik

    itu sendiri yang meliputi: faktor keluarga, faktor sekolah, faktor masyrakat,

    pergaulan dan faktor sarana pendukung belajar.

    Faktor internal dan eksternal apabila dioptimalkan dapat memotivasi

    peserta didik dalam belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi

    belajar peserta didik seperti yang dikehendaki oleh berbagai pihak, baik peserta

    didik itu sendiri, orang tua, guru dan masyrakat. Potensi berprestasi dalam belajar

    pada peserta didik berbeda-beda. Ada siswa yang prestasi belajarnya tinggi dan

    ada pula yang rendah. Hal tersebut banyak disebabkan oleh berbagai faktor baik

    faktor internal maupun faktor eksternal.

    Seorang siswa yang dalam pendidikannya mendapatkan dukungan moral

    maupun material dari orang tuanya, akan selalu menjalankan semua kegiatan

    belajarnya serta selalu mentaati semua amanat yang diberikan oleh orang tuanya.

    Selain itu, keadaan materi atau kondisi ekonomi orang tua yang cukup memadai

    didalam memenuhi kebutuhan sekolahanaknya akan sangat membantu

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    44/123

    44

    kelancaran proses belajar mengajar. Untuk itu, setiap siswa yang mendapatkan

    dukungan dari orang tuanya baik secara moral maupun material akan memiliki

    prestasi belajar yang tinggi.

    Berdasarkan hal tersebut diatas, peneliti ingin mencari dan mengetahui

    adakah hubungan dukungan orang tua terhadap restasi belajar siswa pada mata

    pelajaran ekonomi, siswa kelas IX MTs Nurul Islam Cirinten. Secara garis besar

    kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

    Gambar 1. Kerangka berpikir

    2.3.HIPOTESIS

    Untuk kelancaran dan memudahkan penelitian ini, penulis mengajukan

    hipotesis. Hipotesis dapat diartiakan sebagai suatu jawaban yang bersifat

    sementara terhadap suatu permasalahan penelitian, sampai terbukti data yang

    terkumpul (Arikunto, 1998:67).

    Berdasarkan kerangka berfikir (analisa penulis) dan teoritik diatas, maka

    hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

    DUKUNGAN ORANG TUA

    (X)

    INDIKATOR:

    1. Dukungan Moral2. Dukungan Material

    PRESTASI BELAJAR SISWA (Y)

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    45/123

    45

    2.3.1. Hipotesis alternatif (Ha): Ada hubungan pengaruh dukungan orang tuaterhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas

    IX MTs. Nurul Islam Cirinten Kabupaten Lebak.

    2.3.2. Hipotesis nihil (H0): Tidak ada hubungan antara dukungan orang tuaterhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas

    IX MTs.Nurul Islam Cirinten.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    46/123

    46

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    3.1.Tujuan Penelitian

    Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiric

    mengenai faktor dukungan/perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa di

    kelas IX MTs. Nurul Islam Cirinten Kab. Lebak.

    3.2.Tempat dan Waktu Penelitian

    Tempat penelitian Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Cirinten Desa

    Cirinten Kabupaten Lebak.

    Waktu Penelitian Dilakukan pada bulan Desember sampai Januari 2010.

    3.3.Populasi dan Sampel

    3.3.1. PopulasiYang dimaksud dengan populasi adalah Keseluruhan objek penelitian

    yang terdiri dari manusia, benda, hewan, peristiwa sebagai sumber data yang

    menilai karakteristik tertentu dalam sebuah penelitian.34

    Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas IX

    Madarasah Tsanawiyah Nurul Islam Cirinten Desa Cirinten kecamatan Cirinten

    kabuapaten Lebak provinsi Banten tahuan ajaran 2009/2010 yang berjumlah 80

    orang, yang terbagi kedalam dua kelas dengan perinciam sebagai berikut:

    34Herman Wasito, Pengantar Metodelogi Penelitian, (Jakarta, PT.Gramedia Pustaka Utama,

    1992,h.49

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    47/123

    47

    Tabel 2. Populasi penelitian

    Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

    IX-A 22 20 42

    IX-B 20 18 38

    Jumlah 42 38 80

    Sumber : Tata Usaha MTs. Nurul Islam Cirinten

    3.3.2. SampelSampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti

    yang dianggap mewakili keseluruhan populasi dan diambil dengan cara tertentu:

    Suharsimi Arikunto (1996:117) berpendapat bahwa: sampel adalah

    sebagaian atau wakil populasi yang diteliti35

    .

    Untuk menyerdehanakan proses pengumpulan data dan pengolahan data

    penulis menggunakan teknikRandom Samplingyaitu bahwa semua elemen atau

    setiap unit atau individu dalam populasi memperoleh kesemapatan yang sama

    untuk menjadi sampel. Dalam penelitian ini untuk menentukan sampel yang akan

    diteliti menggunakan cara Simpel Random Sampling(Tehnik Random Sampling

    Sederhana) yaitu dengan cara lotere ( fishbowl). Jumlah populasi yang penulis

    teliti 80 orang siswa kelas IX MTs. Nurul Islam Cirinten. Dengan alasan jumlah

    populasinya homogen maka penulis mengambil sampel 50% atau 40 sampel dari

    keseluruhan populasi. Untuk menentukan siapa 40 siswa tersebut yang akan

    35Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian suatu Pendekatan praktek, (Jakarta Rineka Cipta),h.117

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    48/123

    48

    dijadikan sampel dari 80 populasi yang akan dipilih, akan digunakan system

    lotere, yaitu dengan dibuat nama-nama dari keseluruhan populasi kemudian

    dikocok seperti halnya orang arisan, maka siapapun yang namanya keluar dalam

    undian tersebut sebanayak 40 akan diambil dan ditetapkan menjadi sampel

    penelitian.

    Tabel 3. Jumlah Sampel Penelitian

    No Kelas Jumlah siswa Jumlah Sampel

    1 IX - A 42 22

    2 IX - B 38 18

    Jumlah 40

    3.4.Variabel Penelitian

    Variable adalah gejala yang bervariasi, yang menjadi objek penelitian (

    Arikunto 2002 :104).36

    Variabel dalam penelitian ini adalah:

    3.2.1. Variable bebas (X)Variable bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat.

    Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas yaitu faktor dukungan orang tua.

    3.2.2. Variabel Terikat (Y)Variabel terikat adalah variable akibat (Arikunto 2002:97).

    37Variabl terikat

    pada penelitian ini adalah prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi

    36 Suharsimi Arikunto, 2002. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka

    Cipta

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    49/123

    49

    MTs. Nurul Islam Cirinten yang dilihat dari nilai raport semester ganjil tahun

    ajaran 2009/2010.

    3.5.Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang

    dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan

    dalam bentuk hipotesis merupakan bentuk jawaban sementara terhadap pertanyaan

    penelitian ini. Jawaban tersebut masih perlu diuji secara empiris, untuk itu

    dibutuhkan pengumpulan data, semua itu dilakukan untuk memperoleh informasi

    yang tepat. Selanjutnya penulis menyusun instrument atau alat pembantu. Dalam

    penelitian ini penulis menggunakan empat metode pengumpulan data yaitu

    observasi, angket/kuesioner, dokumentasi dan wawancara.

    3.5.1. Metode ObservasiMenurut Sutrisno 1991 Oservasi adalah pengamatan dan pencatatan secara

    langsung ke objek penelitian dengan sistematika fenomena-fenomena yang diteliti,

    dalam arti luas observasi sebenarnya merupakan pengamatan yang dilakukan baik

    secra langsung maupun tidak.38

    Teknik ini dilakukan untuk memperoleh data

    tentang kondisi objektif sebagai berikut:

    3.5.1.1.Siswa (sebagai objek) meliputi jenis kelamin dan jumlah siswa.

    3.5.1.2.Guru (sebagai pendidik sekaligus motivator) meliputi jenis kelamin dan

    jabatan serta guru bidang studi.

    37Op.cit.h.97

    38 Sutrisno Hadi,Metodologi Research, (Andi Offit, Yogyakarta, 1991).Cet.X.h.136

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    50/123

    50

    3.5.1.3.Sarana dan prasarana yang meliputi jumlah dan kondisi.

    3.5.1.4.Struktur organisasi.

    3.5.2. Metode Angket atau kuesionerAngket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk

    memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau

    hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 2002:128).39

    Angket yang digunakan dalam penelitian ini angket langsung atau angket

    tertutup, artinya, angket tersebut berisi pertanyaan yang sudah disediakan dengan

    cara memilih salah satu alternatif jawaban yang sudah ada. Angket ini ditujukan

    kepada siswa-siswi kelas IX MTs. Nurul Islam Cirinten sebagai responden.

    Pertanyaan tersebut mencakup variabel dukungan orang tua dengan jumlah butir

    25 butir soal. ( 5 butir soal tidak valid dan tidak digunakan ).

    Alasan penggunaan metode angket dalam penelitian ini adalah:

    1. Responden mengetahui akan diri sendiri sehingga akan memperoleh data yanglengkap.

    2. Responden mendapatkan kebebasan dalam mengungkapkan informasi yangdiperlukan.

    3. Hemat waktu, tenaga dan biaya.Angket yang digunakan dalam penelitian ini dalah model pilihan ganda dimana

    setiap soal alternatif jawaban dengan ketentuan skor masing-masing adalah:

    1. Untuk jawaban a diberi skor 439 Op.cit.h.128

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    51/123

    51

    2. Untuk jawaban b diberi skor 33.

    Untuk jawaban c diberi skor 2

    4. Untuk jawaban d diberi skor 1Adapun kisi-kisi angket instrument ini dapat dilihat pada table berikut:

    Tabel 4. Kisi-kisi angket

    Variabel Dukungan Orang Tua dan

    Indikator

    Nomor Butir Soal

    1. Dukungan Moral1.1.Perhatian dari orang tua 1, 2,

    1.2.Bimbingan/arahan dari orang tua 3,4,5

    1.3.Dorongan orang tua 6,7, 8,9,10

    1.4.Penanaman rasa percaya diri 11,

    2. Dukungan Material2.1.Keadaan ekonomi orang tua 12,13,14

    2.2.Penyediaan fasilitas belajar dirumah 15,16,17,18

    2.3.Pemenuhan kebutuhan belajar 19,20

    3.3.2. Metode Dokumentasi

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    52/123

    52

    Menurut Ari Kunto (1996:148) metode dokumentasi yaitu mencari data

    mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar,

    majalah, prasasti, notulen rapat, leger agenda dan sebagainya.40

    Metode dokumentasi ini digunakan oleh penulis untuk mengetahui dan

    memperoleh prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada masing-masing peserta

    didik. Penulis menggunakan alat bantu daftar legger ( nilai akhir raport ) mata

    pelajaran ekonomi peserta didik kelas IX semester I tahun ajaran 2009/2010 pada

    guru bidang studi ekonomi.

    3.3.3. Metode WawancaraMetode wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan

    dengan cara dialog dengan responden dan sumber-sumber yang terkait guna

    melengkapi data. Penulis dalam metode ini wawancara atau dialog langsung

    dengan Kepala Madraah dan guru bidang studi ekonomi Tsanawiyah Nurul Islam

    Cirinten. Untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar

    mengajar pelajaran ekonomi yang dihadapi.

    3.6.Tehnik Analisis Data

    Tehnik analisis data merupakan cara yang digunakan untuk menguraikan

    keterangan-keterangan atau data yang diperoleh agar data tersebut dapat dipahami

    bukan oleh orang yang mengumpulkan data saja, tetapi juga oleh orang lain.

    Adapun langkah-langkah yang ditempuh oleh penulis adalah sebagai berikut:

    40 Suharsimi Arikunto.1996.Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek.Jakarta: Rineka

    Cipta.h.148

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    53/123

    53

    3.4.1. EditingDalam pengolahan data yang pertama kali harus dilakukan adalah editing.

    Ini berarti semua angket harus diteliti untuk memastikan bahwa seluruh angket

    sudah terisi dan terjawab dengan lengkap dan benar.

    3.4.2. ScodingDalam penelitian ini dilakukan pengklasifikasian jawaban-jawaban para

    responden menurut criteria atau macam jawaban yang telah ditetapkan.

    3.4.3. TallyingSetelah scoding selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah melakukan

    distribusi data dalam frekuensi-frekuensi tertentu dan dipersentasekan dengan

    menggunakan rumus prsentase sebagai berikut:

    = x 100%

    Keterangan:

    P = Presentase

    F = Frekuensi Jawaban Responden

    N = Jumlah responden

    3.4.4. TabulasiTabulasi adalah proses penyusunan data ke dalam bentuk tabel. Sampai pada

    tahap ini proses pengolahan data sudah selesai dan data siap untuk dianalisis

    secara kuantitatif dengan menerapkan rumus-rumus tertentu, untuk memudahkan

    dalam pengolahan data penulis menggunakan bantuan excel.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    54/123

    54

    3.7.Validitas dan Reliabilitas

    3.7.1.

    Validitas

    Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan

    atau kesahihan suatu instrument. Suatu instrument yang valid atau sahih

    mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrument yang kurang valid berarti

    memiliki validitas rendah (Arikunto,2002: 144)41

    Uji validitas instrument digunakan tekhnik uji validitas dengan Korelasi

    Produc Moment dari Person:

    = NXY (X)(Y){ ()}{ ()}

    Keterangan:

    = Koefisien Korelasi

    X = Skor butir

    Y = Skor total yang diperoleh

    N = Jumlah responden

    2 = Jumlah Kuadrat NilaiY = Jumlah Kuadrat Nilai

    ( Arikunto, 2002: 146)42

    41 Suharsimi Arikunto.2002.Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek.Jakarta: Rineka

    Cipta.h.144

    42 Op .cit.h 146

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    55/123

    55

    Sebelum angket tersebut digunakan untuk mengambil data, dalam penelitian

    ini terlebih dahulu dilakukan uji coba terhadap angket pada 40 responden/siswa

    tujuannya untuk memperoleh kevalidan butir soal. Apabila terdapat Hasil

    penghitungan rxy dikonsultasikan dengan harga r kritik product moment dengan

    taraf signifikan 5% jika harga hitung lebih besar dari rtabel maka dikatakan item

    soal itu valid. Atau dengan melihat masing-masing indikator terhadap total skor

    konstruk menunjukan hasil yang signifikan. Berdasarkan hasil uji coba angket

    kepada 40 siswa terdiri dari 25 butir item soal, diperoleh 20 yang valid, sedangkan

    5 butir item soal yang tidak valid artinya tidak digunakan dalam penelitian ini.

    3.7.2. ReliabilitasReliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup

    dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena

    instrument tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan

    sesuatu. Reliable artinya, dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan ( Arikunto,

    2002:154).43

    Untuk menguji coba instrument dalam penelitian ini, peneliti menggunakan

    reliabilitas internal yaitu dengan cara menganalisa data dari satu kali hasil

    pengetesan. Rumus yang digunakan dalam hal ini adalah rumus Spearman Brown (

    tehnik belah dua ):

    43 Op.cit.h.154

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    56/123

    56

    11 =

    1122

    2

    1 + 1122 Keterangan:

    11= Reliabilitas instrument

    1122 =

    yang disebut sebagai indeks korelasi antara 2 belah instrumen

    Berdasarkan hasil uji reliabilitas angket memperoleh harga 11=0,678 = 0,361 pada 5% untuk N = 40 hal ini menunjukan bahwa instrumenttersebut reliabel sehingga dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian.

    Dari hasil pengujian validitas dan reliabilitas diketahui bahwa terdapat 5 butir soal

    yang tidak valid, sehingga butir soal tersebut tidak digunakan dalam penelitian ini.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    57/123

    57

    BAB IV

    HASIL TEMUAN, PEMBAHASAN DAN ANALISIS

    4.1.Gambaran Umum Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam

    Madarasah Tsanawiyah Nurul Islam Cirinten kabupaten Lebak merupakan

    sebuah lembaga pendidikan swasta pertama kali berdiri di kecamatan Cirinten

    yang bernaung dibawah sebuah yayasan Nurul Islam Cirinten Departemen

    Agama, Ketua tyayasan K.H.Aspuri.

    Sekolah ini didirikan pada tahun 1983, mulai menjalankan KBM pada tahun

    yang sama 1983. Pada awal berdiri kepala sekolah saat itu A.Suhari, A.Ma,

    tenaga pengajar pada saat itu baru ada dua orang ketua yayasan dan Madrais,

    A.Ma

    Jumlah murid pada saat itu 21 orang, pada saat itu belum memiliki tempat

    kegiatan belajar mengajar masih menumpang di gedung sekolah Diniyah yang

    kebetulan ketua yayasannya adalah K.H.Aspuri.

    Perkembangan mulai terjadi pada tahun 1985, setelah banyak dewan guru

    yang sudah professional mengajar di sekolah tersebut seperti bapak Harun AS dan

    lain-lain. Pada saat itu sudah berprestasi di dibidang olahraga untuk tingkat

    kabupaten. Lulusan pada saat itu 15 orang dengan tingkat kelulusan yang sangat

    memuaskan.

    Pada tahun 1990 sekolah mengalami pergantian ketua yayasan yang

    dilimpahkan pada bapak suherman, S.Pdi. Kemudian pada tahun 1995/1996 MTs

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    58/123

    58

    telah memiliki gedung sendiri tepatnya di kampong Pasir Bingglu kecamatan

    Cirinten kabupaten Lebak dengan jumlah ruang kelas sebanyak 6 ruang dan 6

    rombel. Dari saat itulah MTs Nurul Islam mulai mengalami perkembangan yang

    sangat pesat. Semua itu diperoleh berkat dukungan dan kepercayaan dari

    masyrakat yang sangat antusias membantu perkembangan sekolah tersebut.

    dengan kepercayaan terhadap sekolah swasta yang mencerminkan pendidikan

    agama sehingga Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam Cirinten tetap berdiri sampai

    dengan sekarang tahun ajaran 2009/2010.

    4.1.1. Tabel 5. Denah MTs. Nurul Islam Cirinten

    STADION CIRINTEN

    KLS VII A

    KLS VII B

    KLS VIII

    C

    RUANG

    GURUIX A IX B VIII B

    LAPANGAN UPACARA

    J

    A

    L

    A

    N

    R

    A

    YA

    u

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    59/123

    59

    4.1.2. Visi dan Misi MTs. Nurul Islam CirintenVisi Madrasah

    Menjadikan sekolah yang memiliki manajemen partisipatif, budaya inovatif,

    dan prestatif dalam lingkungan asri dengan berpijak kepada iman dan taqwa,

    dengan indicator:

    1. Unggul dalam disiplin dan budaya inovatif2. Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik3. Memiliki lingkungan sekolah yang nyaman asri dan kondusif untuk KBM4. Mendapat kepercayaan dari masyrakat5. Membudayakan warga sekolah yang berakhlakul karimah.M isi Madrasah

    1. Mensosialisasikan dan menumbuhkan semangat keunggulan secara intensifkepada seluruh warga sekolah

    2. Menerapkan dan mengembangkan ajas demokrasi3. Meningkatkan budaya inovatif tenaga pengajar dalam penggunaan berbagai

    variasi mengajar

    4. Membina siswa melalui jalur-jalur pembinaan kesiswaan dan kegiatan olahragadalam aspirasi seni

    5. Menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, asri dan kondusif untuk belajar-mengajar

    6. Meningkatkan partisipasi masyrakat dalam proses pengembangan pendidikan.

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    60/123

    60

    4.1.3. Keadaan Guru dan SiswaMadrasah Tsanawiyah Nurul islam Cirinten memiliki guru yang bervariatif

    dilihat dari jenis kelamin, jabatan maupun pendidikan seperti pada table berikut

    ini:

    Tabel 6.

    Guru dan Tenaga Kependidikan Dilihat Dari Jenjang Pendidikan,

    Jabatan dan Bidang Studi Tahun Ajaran 2009/2010

    No Nama Guru

    Jenjang

    Pendiduikan Jabatan Bidang Studi

    1 Suherman, S.Pdi SI KEPSEK -

    2 Anwar, S.Pdi SI WAKESEK SKI dan PJOK

    3 Hj. Subadrah, S.Pdi SI GURU Aqidah ahlaq

    4 M. Harun. AS SMEA GURU Seni budaya

    5 M.Amin, S.Pdi SI GURU Ekonomi

    6 Sutisna, S.Pdi SI GURU Bahasa Arab

    7 Umriadi, A.Ma DII GURU PKn dan Piqih

    8 Ade Nunung, A.Ma DII GURU Bahasa Inggris

    9 Bahri PGA GURU BTA

    10 Abd.M.Sarian, A.Ma DII GURU Geografi

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    61/123

    61

    11 IIs Suhartini, A.Ma DII GURU SNU

    12 M.Rusman, ST SI GURU TIK

    13 Juned, A.Ma DII GURU Bahasa Indonesia

    14 Risna Nurafni, A.Ma DII GURU Bahasa Sunda

    15 Surnata SLTA GURU IPA

    16 Suhendi, A.Ma DII GURU MATEMATIKA

    Tabel 7

    Keadaan Siswa Siswi MTs. Nurul Islam Cirinten

    No

    Kelas dan Jumlah

    Jumlah

    VII A VII B VIII A VIII B IX A IX B

    1 L P L P L P L P L P L P

    1482 20 20 20 22 18 22 18 10 20 22 18 20

    3 40 42 40 38 42 38

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    62/123

    62

    STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH

    MTs. NURUL ISLAM CIRINTEN

    KECAMATAN CIRINTEN KABUPATEN LEBAK

    KETERANGAN:

    Garis Koordinasi

    Garis Komando

    DEPARTEMEN AGAMA

    KET. YAYASAN

    K.H ASPURI

    BAHRI

    ANWAR, S.Pd.I

    ADE.N.N, A.Ma

    RUSMAN, ST

    KEPALA MADRASAH

    SUHERMAN, S.Pd.I

    KOMITE

    JUHRI

    TATA USAHA

    AMINUDIN

    DEWAN GURU

    Hj.Subadrah,s.P

    d.IM.AMIN,S.Pd.I M.HARUN. AS

    JUNED, A.Ma

    ABD.M.SARIA

    N

    SUTISNA,

    S.Pd.I

    IIS .

    Suhartini, A.Ma SUHENDI SURNATA

    SISWA PENJAGA

    UMRIADI,

    A.Ma

    MASYRAKAT SEKITAR

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    63/123

    63

    4.2.Hasil Penelitian

    Sebagaimana telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, bahwa

    penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu pengaruh dukungan orang tua (X) dan

    variabel prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Y). Sebelum

    menjawab permasalahan pokok penelitian yaitu apakah ada hubungan antara

    pengaruh dukungan orang tua terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran

    ekonomi kelas IX siswa MTs Nurul Islam Cirinten, terlebih dahulu dideskripsikan

    data kedua pariabel tersebut.

    4.2.1. Deskrifsi Variabel PenelitianDeskripsi variabel penelitian digunakan untuk menggambarkan atau

    mendeskripsikan variabel-variabel yang ada dalam penelitian ini yang meliputi

    dukungan orang tua terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa

    kelas IX MTs. Nurul Islam Cirinten tahun pelajaran 2009/2010.

    Dalam deskripsi ini, terdapat empat kriteria penilaian jawaban responden

    terhadap item pertanyaan dalam instrument. Dimana jawaban terhadap item

    pertanyaan tersebut terdapat kriteria penilaian terhadap poin-poin jawaban yang

    ada. Adapun poin-poin jawaban tersebut adalah: Untuk poin jawaban A dengan

    kriteria sangat baik, untuk jawaban poin B dengan kriteria baik, untuk jawaban

    poin C dengan kriteria cukup baik, dan poin D dengan kategori kurang baik.

    Untuk lebih jelasnya berikut akan diuraikan satu persatu bariabel tersebut dalam

    masing-masing tabel:

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    64/123

    64

    4.2.1.1.Variabel Dukungan Orang Tua

    Table 9. Distribusi jawaban responden pada variabel perhatian aktivitas belajar

    No Keterangan

    Jawaban responden

    Frekuensi Persentase

    1 Selalu memperhatikn 25 62,5

    2 Sering 13 32.5

    3 Kadang- kadang 2 5

    4 Tidak Pernah 0 0.00

    Jumlah 40 100

    Sumber: Data penelitian yang diolah

    Berdasarkan table diatas terlihat bahwa sebagian besar perhatian orang tua

    terhadap aktivitas belajar sangat baik sebanyak 25 siswa atau sebesar 62,5%

    menjawab selalu memperhatikan, selebihnya yaitu 13 siswa atau sebesar 32,5%

    menjawab sering dengan criteria baik, 2 siswa atau sebesar 5% menjawab kadang-

    kadang dengan kriteria cukup baik. Jadi dukungan orang tua secara moral yaitu

    perhatian aktivitas belajar siswa sangat baik.

    Tabel 10. Distribusi jawaban responden pada perhatian mengingatkan segera

    menyelesaikan Tugas rumah ( PR ).

    No Keterangan

    Jawaban responden

    Frekuensi Persentase

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    65/123

    65

    1 Selalu mengingatkan 15 37,5

    2 Sering mengingatkan 21 52,5

    3 Kadang-kadang mengingatkan 1 2,5

    4 Tidak Pernah pengingatkan 1 2,5

    Jumlah 40 100

    Sumber: Data penelitian yang diolah

    Berdasarkan table di atas bahwa sebagian besar perhatian orang tua dalam

    perhatian mengingatkan segera menyelesaikan tugas rumah termasuk baik 21

    siswa atau 52,5% menjawab sering mengingatkan, 15 siswa atau 37,5%

    termasuk kategori sangat baik dengan jawaban selalu mengingatkan, 1 siswa

    dengan persentase 2,5% termasuk cukup baik, dan 1 atau 2,5% siswa menjawab

    tidak pernah mengingatkan mengingatkan. Jadi dukungan orang tua dalam

    mengingatkan anaknya agar segera menyelesaikan tugas /(PR) di kelas IX MTs.

    Nurul Islam Cirinten kabupaten lebak cukup baik.

    Tabel 11. Distribusin jawaban responden bantuan orang tua terhadap kesulitan

    belajar

    No Keterangan

    Jawaban responden

    Frekuensi Persentase

    1 Selalu mengingatkan 17 42,5

    2 Sering mengingatkan 17 42,5

    3 Kadang-kadang mengingatkan 6 15

  • 7/22/2019 Skripsi Jun BAB I - BAB v,,,

    66/123

    66

    4 Tidak Pernah pengingatkan 0 0.00

    Jumlah 40 100

    Sumber: Data penelitian yang diolah

    Berdasarkan tabel di atas, bahwa bantuan orang tua terhadap kesulitan

    belajar termasuk sangat baik dengan jawaban selalu mengingatkan sebanyak 17

    siswa atau sebesar 42,5 % siswa menjawab selalu mengingatkan. 17 siswa atau

    40% menjawab sering mengingatkan dengan kategori baik, 6 siswa atau 15%

    menjawab kadang-kadang mengingatkan dengan kategori cukup baik, dan tidak

    ada siswa yang menjawab tidak pernah.

    Jadi dukungan atau perhatian bantuan orang tua terhadap kesulitan belajar

    siswa di kelas IX MTs. Nurul Islam Cirinten kabupaten Lebak termasuk kedalam

    kategori sangat baik.

    Tabel 12. Distribusi jawaban responden perhatian memeriksa hasil belajar nilai

    ulangan harian, raport dll.

    No Keterangan

    Jawaban responden

    Frekuensi Persentase

    1 Selalu memeriksa 13 32,5

    2 Sering memeriksa 19 47,5

    3 Kadang-kadang memeriksa 8 20

    4 Tidak Pernah memeriksa 0 0

    Jumlah 40 100

  • 7/22/2019 Skrips