skripsi akuntasi

  • View
    65

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

konsep biaya dan harga pokok

Text of skripsi akuntasi

62

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakangBerusaha untuk mendapatkan dan senantiasa meningkatkan keuntungan atau laba merupakan tujuan utama setiap perusahaan. Hal ini pasti terjadi di setiap perusahaan yang pada awal didirikannya merupakan lembaga yang bertujuan untuk mencari laba (bukan lembaga nirlaba) baik perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan maupun perusahaan jasa. Dalam era kompetisi yang semakin tajam, perusahaan-perusahaan berlomba untuk menghasilkan produk atau jasa yang bermutu dengan harga yang rendah dengan berpedoman bahwa konsumen hanya dibebani dengan biaya-biaya untuk aktivitas penambah nilai (Value-added activities). Hal ini terjadi karena persaingan di dunia usaha semakin ketat sehingga untuk memenangkan persaingan tersebut perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif. Sehingga setiap perusahaan harus berhati-hati dalam menentukan harga pokok produksi atau jasanya.

Menurut Stanton, et.al (2006:240) Price is value in terms of dollars and cents, or any other monetary medium of exchanged. Untuk menentukan harga jual yang kompetitif tidaklah mudah. Umumnya harga jual produk atau jasa ditentukan oleh perimbangan penawaran dan permintaan di pasar, sehingga biaya bukan merupakan penentu harga jual, Mulyadi (2007:347). Permintaan konsumen atas suatu produk tidaklah mudah ditentukan oleh manajer. Karena itu, manajer menghadapi banyak ketidakpastian dalam menentukan harga jual produk. Selera konsumen, jumlah pesaing yang memasuki pasar, harga jual yang ditetapkan pesaingnya semuanya merupakan faktor yang mempengaruhi terbentuknya harga jual yang sangat sulit untuk diramalkan.

Berikut adalah berbagai faktor yang mempengaruhi harga jual yang menurut Ronal W. Hilton (2007:430) terdiri dari : Customers Demand, Action of Competitors, Costs, and Political, Legal and Image Related Issues Satu-satunya faktor yang memiliki kepastian relatif tinggi yang dapat digunakan oleh manajemen sebagai dasar untuk menentukan harga jual adalah biaya yang merupakan satu-satunya faktor yang dapat dikendalikan manajemen dalam hal menentukan harga jual. Menurut Buchari Alma (2003:125) Biaya ialah setiap pengorbanan untuk membuat suatu barang atau memperoleh suatu barang, yang bersifat ekonomis rasional. Jadi dalam pengorbanan ini tidak boleh mengandung unsur pemborosan, sebab segala pemborosan termasuk unsur kerugian tidak dibebankan ke harga pokok, berikut merupakan kriteria biaya :

1. Dapat dihitung

2. Dapat diduga sebelumnya

3. Inheren (melekat) pada produksi

4. Tidak dapat dihindarkan.

Biaya memberikan informasi batas bawah (Nilai bersih yang dapat direalisasikan margin laba normal) suatu harga jual dapat ditentukan. Biaya tidak sepenuhnya menentukan harga jual, dan bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi penentuan harga jual, apalagi pada saat ini harga jual tidak jarang terbentuk karena hal-hal selain biaya seperti trend, gaya hidup, jangka waktu pembelian, pesaing, dan sebagainya. Banyak produk yang dihasilkan dengan biaya yang sangat rendah, tetapi karena produk tersebut digemari dan menjadi trend di masyarakat, sehingga harga produk tersebut menjadi mahal, atau terjadi keadaan sebaliknya. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa manajemen perusahaan menggunakan informasi biaya sebagai dasar yang lebih pasti bagi mereka untuk membuat kebijakan mengenai harga jual dengan tetap memperhitungkan laba yang diharapkan perusahaan serta faktor-faktor lainnya yang tidak bisa diramalkan dan dikendalikan sepenuhnya oleh perusahaan.

Penetapan harga pokok produk pada perusahaan manufaktur sangat ditentukan oleh proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan. Berdasarkan proses produksi yang dilaksanakan oleh perusahaan, akuntansi biaya mengenai dua macam proses produksi yang dapat dilakukan oleh perusahaan, yaitu metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses. Pengertian metode harga pokok pesanan menurut Carter dan Usry (2006:128) yang dialih bahasakan oleh Krista adalah sebagai berikut : Sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job order costing) merupakan biaya produksi diakumulasikan untuk setiap pesanan terpisah, agar rincian dari perhitungan biaya berdasarkan pesanan sesuai dengan usaha yang diperlukan. Sedangkan metode harga pokok proses adalah: dimana sejumlah besar unit produk diolah secara berkesinambungan, dari satu periode ke periode berikutnya. Dalam mengolah jenis produk ini, semua produk melalui serangkai tahap atau proses pabrikasi yang seragam.

Dalam akuntansi biaya, perhitungan harga pokok dilakukan dengan menjumlahkan seluruh unsur biaya produksi, sedangkan harga pokok produksi per unit ditentukan dengan membagi seluruh total biaya produksi dengan volume produksi yang dihasilkan atau yang diharapkan akan dihasilkan. Bagi manajemen, punya kebebasan untuk tidak mengikuti prinsip akuntansi dalam hal tertentu, cara yang disebut Full Costing tersebut seringkali tidak banyak membantu. Oleh karena itu untuk perencanaan dan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan biaya produksi dikenal dengan pendekatan Variable costing.

Variable costing adalah suatu metode penentuan harga pokok dimana hanya biaya produksi variabel saja dibebankan sebagai bagian dari harga pokok produksi. Metode ini disebut Variable costing dengan alasan bahwa biaya yang dibebankan kepada produk hanya biaya yang berhubungan langsung dengan produk saja. Dengan pengertian tersebut, maka yang disebut harga pokok produksi adalah penjumlahan dari biaya bahan variabel, biaya upah variabel dan biaya overhead variabel tampak sebagai berikut:

Biaya bahan variabelRpxxx

Biaya upah variabelRp.xxx

Biaya overhead variabelRp.xxx

---------- (+)

Harga pokok produksiRpxxx

Dengan cara seperti tersebut, maka dalam metode Variable costing biaya overhead tetap bukan merupakan bagian dari produksi dan hal ini akan berpengaruh pada penyajian laporan rugi laba.

Perencanaan Laba atau perencanaan operasi adalah rencana dari manajemen yang meliputi seluruh tahap dari operasi dimasa yang akan datang untuk mencapai tujuan perusahaan yang dibagi dalam dua jenis rencana, yaitu rencana jangka pendek dan jangka panjang. Variable costing bermanfaat dalam pembuatan rencana jangka pendek dengan memisahkan biaya variabel dan tetap dalam laporan rugi laba, sehingga akan diketahui Contribution Margin. Dengan kedua hal itu maka manajemen bisa merencanakan berapa laba yang akan diperoleh.

Informasi Contribution Margin dari Variable costing sangat membantu dalam menentukan harga jual yang kompetitif, karena Contribution Margin menunjukkan berapa kelebihan hasil penjualan dari biaya variabel, bisa diperhitungkan dengan mengalikan contribution margin/unit dengan jumlah penjualan, sedangkan biaya tetap akan tetap jumlahnya, oleh karena itu tertutup atau tidaknya tergantung jumlah CM yang didapat. Selisih antara Contribution Margin dengan biaya tetap merupakan laba.

Manajemen sering dihadapkan pada masalah pemilihan alternatif dimana alternatif-alternatif tersebut mempunyai pengaruh terhadap besar kecilnya laba perusahaan. seperti masalah memasuki pasar-pasar baru, perluasan usaha, memenuhi atau tidak pesanan khusus, membuat sendiri atau memesan bahan pembantu atau suku cadang tertentu.

Berdasarkan uraian permasalahan tersebut diatas maka diperlukan solusi untuk mendapatkan penyelesaian dimana sebuah masalah dapat teratasi ketika ada penelitian dan pengkajian yang lebih mendalam terhadap persoalan-persoalan yang timbul. Oleh karena pada penelitian penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Harga Pokok Produksi Penjualan Terhadap Laba PT Condang Putra Utama di Gowa.B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas maka dirumuskan masalah penelitian adalah:Berdasarkan latar belakang di atas maka dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

a. Bagaimana pengaruh harga pokok produksi terhadap laba di PT Condang Putra Utama ?.

b. Seberapa besar pengaruh penentuan harga pokok produski terhadap laba di PT Condang Putra Utama

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh harga pokok produski terhadap laba di PT Condang Putra Utama Gowa

2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh penentuan harga pokok produksi terhadap laba di PT Condang Putra Utama

D. Manfaat penelitian1. Bagi institusi Pendidikan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi institusi pendidikan untuk menambah pengetahuan tentang pengaruh penentuan harga pokok produksi terhadap laba bagi suatu perusahaan.

2. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan memberi masukan kepada perusahaan dalam penentuan harga pokok produksi untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya.

3. Bagi peneliti

Bagi peneliti merupakan pengalaman berharga yang merupakan pemula dalam melakukan penelitian, terutama mengenai penentuan harga pokok produksi untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKAA. Landasan Teori1. Pengertian HargaMenurut Sastradipoera (2003:141) bahwa harga adalah hasil pertemuan dari transaksi barang atau jasa yang dilakukan oleh permintaan dan penawaran di pasar. Agar mempunyai makna yang lebih umum, harga pun didefinisikan sebagai jumlah sesuatu yang dipertukarkan dalam barter atau penjualan, untuk memperoleh sesuatu yang lainnya.Harga dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran barang dipasar, dalam hal ini situasi pasar sangat berperan penting dalam penetapan harga. Menurut Samuelson (2010:81), harga faktor ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran faktor produksi. Dari pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa harga merupakan suatu nilai yang dicapai oleh penjual dan pembeli mengenai suatu barang. Ada 2 hal penting yang menyebabkan sebuah barang memiliki harga yaitu barang yang diperlukan karena memilik