SKL Teknik Akuntansi Level 2 Berbasis KKNI

  • View
    230

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of SKL Teknik Akuntansi Level 2 Berbasis KKNI

  • Page 1

    Direktorat Pembinaan Kursus Dan PelatihanDirektorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal Dan Informal

    Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan2014

    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)KURSUS DAN PELATIHAN

    TEKNISI AKUNTANSI LEVEL II

  • Page 2

    DAFTAR ISI

    Daftar IsiI. Penyusunan SKL

    A. Latar BelakangB. TujuanC. Uraian Program

    II. PengertianA. Capaian PembelajaranB. Deskripsi umum KKNIC. Deskripsi kualifikasi sesuai dengan jenjang pada KKNID. Deskripsi capaian pembelajaran khususE. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI

    1. Unit Kompetensi2. Elemen Kompetensi3. Indikator Kelulusan

    F. KurikulumG. RPL

    III. Profil Lulusan dan jabatan kerja

    IV. Capaian Pembelajaran (Learning Outcomes)1. Deskripsi umum KKNI2. Deskripsi kualifikasi sesuai dengan jenjang pada KKNI3. Deskripsi capaian pembelajaran khusus

    V. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNIA. Standar KompetensiB. Unit KompetensiC. Indikator Kelulusan

    VI. Rekognisi Pembelajaran Lampau

    VII. Arah Pengembangan

  • Page 3

    I. PENYUSUNAN SKL

    A. Latar Belakang

    Indonesia memiliki berbagai keunggulan untuk mampu berkembang menjadi negaramaju. Keanekaragaman sumber daya alam, flora dan fauna, kultur, penduduk serta letakgeografis yang unik merupakan modal dasar yang kuat untuk melakukan pengembangandi berbagai sektor kehidupan yang pada saatnya dapat menciptakan daya saing yangunggul di dunia internasional. Dalam berbagai hal, kemampuan bersaing dalam sektorsumber daya manusia tidak hanya membutuhkan keunggulan dalam hal mutu akantetapi juga memerlukan upaya-upaya pengenalan, pengakuan, serta penyetaraankualifikasi pada bidang-bidang keilmuan dan keahlian yang relevan baik secara bilateral,regional maupun internasional.

    Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) secara khusus dikembangkan untukmenjadi suatu rujukan nasional bagi upaya-upaya meningkatkan mutu dan daya saingbangsa Indonesia di sektor sumber daya manusia. Pencapaian setiap tingkat kualifikasisumber daya manusia Indonesia berhubungan langsung dengan tingkat capaianpembelajaran (learning outcomes) baik yang dihasilkan melalui sistem pendidikanmaupun sistem pelatihan kerja yang dikembangkan dan diberlakukan secara nasional.Oleh karena itu upaya peningkatan mutu dan daya saing bangsa akan sekaligus pulamemperkuat jati diri bangsa Indonesia.

    Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan salah satu langkah untukmewujudkan mutu dan jati diri bangsa Indonesia dalam sektor sumber daya manusiayang dikaitkan dengan program pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan secaranasional. Setiap tingkat kualifikasi yang dicakup dalam KKNI memiliki makna dankesetaraan dengan capaian pembelajaran yang dimiliki setiap insan pekerja Indonesiadalam menciptakan hasil karya dan kontribusi yang bermutu di bidang kerjaannyamasing-masing.

    Kebutuhan Indonesia untuk segera memiliki KKNI sudah sangat mendesak mengingattantangan dan persaingan global pasar tenaga kerja nasional maupun internasional yangsemakin terbuka. Pergerakan tenaga kerja dari dan ke Indonesia tidak lagi dapatdibendung dengan peraturan atau regulasi yang bersifat protektif. Ratifikasi yang telahdilakukan Indonesia untuk berbagai konvensi regional maupun internasional, secaranyata menempatkan Indonesia sebagai sebuah negara yang semakin terbuka dan mudahtersusupi oleh kekuatan asing melalui berbagai sektor termasuk sektorperekoNomormian, pendidikan, sektor ketenagakerjaan dan lain-lain. Oleh karena itu,persaingan global tidak lagi terjadi pada ranah internasional akan tetapi sudah nyataberada pada ranah nasional.

  • Page 4

    Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi tantangan globalisasi pada sektorketenagakerjaan adalah meningkatkan ketahanan sistem pendidikan dan pelatihansecara nasional dengan berbagai cara antara lain.1. Meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan2. Mengembangkan sistem keseteraan kualifikasi antara capaian pembelajaran yang

    diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, pengalaman kerja maupun pengalamanmandiri dengan kriteria kompetensi yang dipersyaratkan oleh suatu jenis bidang dantingkat pekerjaan

    3. Meningkatkan kerjasama dan pengakuan timbal balik yang saling menguntungkanantara institusi penghasil dengan pengguna tenaga kerja

    4. Meningkatkan pengakuan dan kesetaraan kualifikasi ketenagakerjaan Indonesiadengan negara-negara lain di dunia baik terhadap capaian pembelajaran yangditetapkan oleh institusi pendidikan dan pelatihan maupun terhadap kriteriakompetensi yang dipersyaratkan untuk suatu bidang dan tingkat pekerjaan tertentu.

    Secara mendasar langkah-langkah pengembangan tersebut mencakup permasalahanyang bersifat multi aspek dan keberhasilannya sangat tergantung dari sinergi dan peranproaktif dari berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan mutu sumber dayamanusia nasional termasuk KemdiKkbud, Kemnakertrans, asosiasi profesi, asosiasiindustri, institusi pendidikan dan pelatihan serta masyarakat luas.

    Secara umum, kondisi awal yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan suatu programpenyetaraan kualifikasi ketenagakerjaan tersebut nampak belum cukup kondusif dalambeberapa hal seperti misalnya belum meratanya kesadaran mutu di kalangan institusipenghasil tenaga kerja, belum tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya kesetaraankualifikasi antara capaian pembelajaran (learning ourcomes) yang dihasilkan olehpenghasil tenaga kerja dengan deskripsi keilmuan, keahlian dan keterampilan yangdibutuhkan di bidang kerja atau profesi termasuk terbatasnya pemahaman mengenaidinamika tantangan sektor tenaga kerja di tingkat dunia. Oleh karena itu upaya-upayauntuk mencapai keselarasan mutu dan penjenjangan kualifikasi antara lulusan dariinstitusi pendidikan formal dan Non formal atas dengan deskripsi kompetensi kerja yangdiharapkan oleh pengguna lulusan perlu diwujudkan dengan segera.

    Di jalur pendidikan non formal, pada tahun 2012 tercatat sekitar 17.000 lembaga kursusdan pelatihan yang menyelenggarakan pendidikan non formal dalam bentuk beragamjenis kursus dan pelatihan (sumber: nilek.online) di bawah pembinaan KementrianPendidikan dan Kebudayaan. Maka, salah satu infrastruktur yang penting dalammencapai keselarasan mutu dan penjenjangan kualifikasi antara lulusan dari institusipenyelenggara kursus dan pelatihan dengan deskripsi kompetensi kerja yang diharapkanoleh pengguna lulusan adalah dokumen Standar Kompetensi Lulusan, sebagaimanadinyatakan pada PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dalamhal penyusunan suatu Standar Kompetensi Lulusan dan Permendiknas Nomor 47 tahun2010 tentang SKL Kursus dan pelatihan.

    Terkait dengan kepentingan yang strategis dan telah kuat aspek hukumnya, SKL disusunsebagai pelaksanaan amanah PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional

  • Page 5

    Pendidikan dalam hal penyusunan suatu Standar Kompetensi Lulusan dan PermendiknasNomor 47 tahun 2010 tentang SKL Kursus dan pelatihan.Pada tahun 2009, dokumen SKL untuk 16 bidang telah selesai disusun dan ditetapkanoleh Mendiknas tahun 2010. Selanjutnya SKL 10 bidang kursus dan pelatihan telahberhasil disusun tahun 2010 dan ditetapkan tahun 2011. Dengan terbitnya PeraturanPresiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, makaSKL yang telah disusun tersebut perlu dikaji keselarasannya dengan kualifikasi padaKKNI. Revisi SKL ini juga sekaligus dimaksudkan untuk mengakomodasi perubahankebutuhan kompetensi kerja dari pengguna lulusan di dunia kerja dan dunia industri.

    B. Tujuan Penyusunan SKL

    SKL disusun untuk digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusanpeserta didik pada lembaga kursus dan pelatihan serta bagi yang belajar mandiri dansebagai acuan dalam menyusun, merevisi, atau memutakhirkan kurikulum, baik padaaspek perencanaan maupun implementasinya.

    C. Uraian Program

    Pada bagian ini akan diuraikan dengan rinci halhal yang berkaitan dengan NamaProgram, Tujuan, Manfaat, Kualifikasi Peserta, Durasi kursus dan pelatihan, MetodeKursus dan pelatihan, Uji Kompetensi dan Setifikat Kelulusan.

    1. Nama ProgramNama dari program kursus dan pelatihan ini adalah Kursus dan pelatihan Yunior

    Teknisi Akuntansi.

    2. TujuanMenyiapkan tenaga yang kompeten, berdaya saing tinggi dan sesuai dengankebutuhan DUDI dalam bidang pekerjaan Teknisi Akuntansi.

    3. ManfaatKursus dan pelatihan Teknisi Akuntansi yang diselenggarakan pada jalur pendidikannonformal ini dapat bermanfaat sebagai penambah, pelengkap dan penggantipendidikan formal. Selain itu kursus dan pelatihan ini juga bermanfaat dalammenyiapkan tenaga- tenaga yang kompeten dalam waktu singkat dengan sisitimpembelajaran yang fleksibel.

    4. Kualifikasi PesertaUntuk mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas dan mencapai sasaranyang yang diharapkan maka peserta harus memiliki kualifikasi pendidikan minimalSMP atau sederajat.

    5. Durasi Kursus dan pelatihanJumlah Jam pelajaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses pembelajaransesuai yang tertuang dalam kurikulum dan silabus dapat dilihat dalam tabel di bawahini.

  • Page 6

    Kursus dan pelatihan Asisten Yunior Teknisi Akuntansi

    NO. Unit Kompetensi Waktu

    1. Mengelola Jurnal 14 jam

    2. Mengelola Buku Besar 10 jam

    3. Menyelesaikan Siklus Akuntansi 16 jam

    4. Mengoperasikan paket pengolahan angka ( Spread Sheet ) 20 jam

    5. Mengoperasikan Aplikasi Komputer akuntansi 20 Jam

    Jumlah 80 jam

    6. Metode Kursus dan pelatihanUntuk dapat mencapai sasaran yang diharapkan maka pelaksanaan kursus danpelatihan Teknisi akuntansi harus mengacu pada Kurikulum, Silabus dan RancanganProgram Pembelajaran yang sudah ditetapkan. Kurikulum yang digunakan mengacupada SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dan SKL mengacu pada SKKNI ( StandarKompetensi Kerja Nasional Indonesia) sehingga dengan demikian me