SKL Senam Level 4 Berbasis KKNI

  • Published on
    31-Dec-2016

  • View
    225

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>Direktorat Pembinaan Kursus Dan PelatihanDirektorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal Dan Informal</p><p>Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan2014</p><p>STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)KURSUS DAN PELATIHAN</p><p>SENAM LEVEL IVberbasis1</p></li><li><p>2</p><p>DAFTAR ISI</p><p>Daftar IsiI. Penyusunan SKL</p><p>A. Latar BelakangB. TujuanC. Uraian Program</p><p>II. PengertianA. Capaian PembelajaranB. Deskripsi umum KKNIC. Deskripsi kualifikasi sesuai dengan jenjang pada KKNID. Deskripsi capaian pembelajaran khususE. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI</p><p>1. Unit Kompetensi2. Elemen Kompetensi3. Indikator Kelulusan</p><p>F. KurikulumG. RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau)</p><p>III. Profil Lulusan dan jabatan kerja</p><p>IV. Capaian Pembelajaran (Learning Outcomes)A. Deskripsi umum KKNIB. Deskripsi kualifikasi sesuai dengan jenjang pada KKNIC. Deskripsi capaian pembelajaran khusus</p><p>V. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNIA. Standar KompetensiB. Unit KompetensiC. Indikator Kelulusan</p><p>VI. Rekognisi Pembelajaran Lampau</p><p>VII. Arah Pengembangan</p></li><li><p>3</p><p>I. PENYUSUNAN SKL</p><p>A. Latar Belakang</p><p>Indonesia memiliki berbagai keunggulan untuk mampu berkembang menjadi negaramaju. Keanekaragaman sumber daya alam, flora dan fauna, kultur, penduduk sertaletak geografis yang unik merupakan modal dasar yang kuat untuk melakukanpengembangan di berbagai sektor kehidupan yang pada saatnya dapat menciptakandaya saing yang unggul di dunia internasional. Dalam berbagai hal, kemampuanbersaing dalam sektor sumber daya manusia tidak hanya membutuhkan keunggulandalam hal mutu akan tetapi juga memerlukan upaya-upaya pengenalan, pengakuan,serta penyetaraan kualifikasi pada bidang-bidang keilmuan dan keahlian yang relevanbaik secara bilateral, regional maupun internasional.</p><p>Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) secara khusus dikembangkan untukmenjadi suatu rujukan nasional bagi upaya-upaya meningkatkan mutu dan daya saingbangsa Indonesia di sektor sumber daya manusia. Pencapaian setiap tingkat kualifikasisumber daya manusia Indonesia berhubungan langsung dengan tingkat capaianpembelajaran baik yang dihasilkan melalui sistem pendidikan maupun sistem pelatihankerja yang dikembangkan dan diberlakukan secara nasional. Oleh karena itu upayapeningkatan mutu dan daya saing bangsa akan sekaligus pula memperkuat jati diribangsa Indonesia.</p><p>Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan salah satu langkah untukmewujudkan mutu dan jati diri bangsa Indonesia dalam sektor sumber daya manusiayang dikaitkan dengan program pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan secaranasional. Setiap tingkat kualifikasi yang dicakup dalam KKNI memiliki makna dankesetaraan dengan capaian pembelajaran yang dimiliki setiap insan pekerja Indonesiadalam menciptakan hasil karya dan kontribusi yang bermutu di bidang pekerjaannyamasing-masing.</p><p>Kebutuhan Indonesia untuk segera memiliki KKNI sudah sangat mendesak mengingattantangan dan persaingan global pasar tenaga kerja nasional maupun internasionalyang semakin terbuka. Pergerakan tenaga kerja dari dan ke Indonesia tidak lagi dapatdibendung dengan peraturan atau regulasi yang bersifat protektif. Ratifikasi yang telahdilakukan Indonesia untuk berbagai konvensi regional maupun internasional, secaranyata menempatkan Indonesia sebagai sebuah negara yang semakin terbuka danmudah tersusupi oleh kekuatan asing melalui berbagai sektor termasuk sektorperekonomian, pendidikan, sektor ketenagakerjaan dan lain-lain. Oleh karena itu,persaingan global tidak lagi terjadi pada ranah internasional akan tetapi sudah nyataberada pada ranah nasional.</p><p>Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi tantangan globalisasi pada sektorketenagakerjaan adalah meningkatkan ketahanan sistem pendidikan dan pelatihansecara nasional dengan berbagai cara antara lain.</p></li><li><p>4</p><p>1. Meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan2. Mengembangkan sistem kesetaraan kualifikasi antara capaian pembelajaran yang</p><p>diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, pengalaman kerja maupun pengalamanmandiri dengan kriteria kompetensi yang dipersyaratkan oleh suatu jenis bidang dantingkat pekerjaan</p><p>3. Meningkatkan kerjasama dan pengakuan timbal balik yang saling menguntungkanantara institusi penghasil dengan pengguna tenaga kerja</p><p>4. Meningkatkan pengakuan dan kesetaraan kualifikasi ketenagakerjaan Indonesiadengan negara-negara lain di dunia baik terhadap capaian pembelajaran yangditetapkan oleh institusi pendidikan dan pelatihan maupun terhadap kriteriakompetensi yang dipersyaratkan untuk suatu bidang dan tingkat pekerjaan tertentu</p><p>Secara mendasar langkah-langkah pengembangan tersebut mencakup permasalahanyang bersifat multi aspek dan keberhasilannya sangat tergantung dari sinergi dan peranproaktif dari berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan mutu sumber dayamanusia nasional termasuk Kemdikbud, Kemnakertrans, asosiasi profesi, asosiasiindustri, institusi pendidikan dan pelatihan serta masyarakat luas.</p><p>Secara umum, kondisi awal yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan suatu programpenyetaraan kualifikasi ketenagakerjaan tersebut nampak belum cukup kondusif dalambeberapa hal seperti misalnya belum meratanya kesadaran mutu di kalangan institusipenghasil tenaga kerja, belum tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya kesetaraankualifikasi antara capaian pembelajaran yang dihasilkan oleh penghasil tenaga kerjadengan deskripsi keilmuan, keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan di bidang kerjaatau profesi termasuk terbatasnya pemahaman mengenai dinamika tantangan sektortenaga kerja di tingkat dunia. Oleh karena itu upaya-upaya untuk mencapai keselarasanmutu dan penjenjangan kualifikasi lulusan dari institusi pendidikan formal dan nonformal, dengan deskripsi kompetensi kerja yang diharapkan oleh pengguna lulusanperlu diwujudkan dengan segera.</p><p>Di jalur pendidikan non formal, pada tahun 2012 tercatat sekitar 17.000 lembaga kursusdan pelatihan yang menyelenggarakan pendidikan non formal dalam bentuk beragamjenis kursus dan pelatihan (sumber: nilek.online) di bawah pembinaan KementerianPendidikan dan Kebudayaan. Maka, salah satu infrastruktur yang penting dalammencapai keselarasan mutu dan penjenjangan kualifikasi antara lulusan dari institusipenyelenggara kursus dan pelatihan dengan deskripsi kompetensi kerja yangdiharapkan oleh pengguna lulusan adalah dokumen Standar Kompetensi Lulusandisingkat SKL, sebagaimana dinyatakan pada PP Nomor 19 tahun 2005 tentang StandarNasional Pendidikan dalam hal penyusunan suatu SKL dan Permendiknas Nomor 47tahun 2010 tentang SKL Kursus dan pelatihan.</p><p>Terkait dengan kepentingan yang strategis dan telah kuat aspek hukumnya, SKL disusunsebagai pelaksanaan amanah PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan dalam hal penyusunan suatu Standar Kompetensi Lulusan danPermendiknas Nomor 47 tahun 2010 tentang SKL Kursus dan pelatihan. Pada tahun2009, dokumen SKL untuk 16 bidang telah selesai disusun dan ditetapkan olehMendiknas tahun 2010. Selanjutnya SKL 10 bidang kursus dan pelatihan telah berhasil</p></li><li><p>5</p><p>disusun tahun 2010 dan ditetapkan tahun 2011. Dengan terbitnya Peraturan PresidenNomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, maka SKL yangtelah disusun tersebut perlu dikaji keselarasannya dengan kualifikasi pada KKNI. RevisiSKL ini juga sekaligus dimaksudkan untuk mengakomodasi perubahan kebutuhankompetensi kerja dari pengguna lulusan di dunia kerja dan dunia industri.</p><p>B. Tujuan Penyusunan SKL</p><p>SKL disusun untuk digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusanpeserta didik pada lembaga kursus dan pelatihan dan pelatihan serta bagi yang belajarmandiri dan sebagai acuan dalam menyusun, merevisi, atau memutakhirkan kurikulum,baik pada aspek perencanaan maupun implementasinya.</p><p>C. Uraian Program</p><p>Program dari level ini adalah suatu jabatan dimana seseorang instruktur kebugaranharus mengikuti latihan yang diberikan kepada orang tersebut menambah wawasandan kemampuan. Tujuan dari level ini peserta harus mampu menguasai penguasaandalam ilmu-ilmu yang harus dimiliki oleh setiap para instruktur yang kemudian dapatditerapkan dan dapat menganalisa suatu gerakan dalam kegiatan senam denganmenggunakan ilmu-ilmu keolahragaan dan dapat bekerja sama dengan instansi terkaitdalam melaksanakan suatu even tertentu di mana instruktur tersebut menjadikreatornya. Para peserta wajib mengikuti kursus dan pelatihan selama minimal satutahun di manapun lembaga kursus dan pelatihannya, kemudian peserta dapatmengikuti uji kompetesi ke level dalam level ini. Dan mendapatkan sertifikat instrukturtingkat mahir.</p></li><li><p>6</p><p>II. PENGERTIAN</p><p>A. Capaian pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasipengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja.1. Pengetahuan adalah penguasaan teori oleh seseorang pada suatu bidang keilmuan</p><p>dan keahlian tertentu atau pemahaman tentang konsep, fakta, informasi, danmetodologi pada bidang pekerjaan tertentu</p><p>2. Sikap adalah penghayatan seseorang terhadap nilai, norma, dan aspek di sekitarkehidupannya yang tumbuh dari proses pendidikan, pengalaman kerja, lingkungankehidupan keluarga, atau masyarakat secara luas</p><p>3. Keterampilan adalah kemampuan psikomotorik dan kemampuan menggunakanmetode, bahan, dan instrumen, yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, danpengalaman kerja</p><p>4. Kompetensi adalah akumulasi kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatudeskripsi kerja secara terukur melalui asesmen yang terstruktur, secara mandiri danbertanggung jawab di dalam lingkungan kerja</p><p>5. Pengalaman kerja adalah internalisasi kemampuan dalam melakukan pekerjaan dibidang tertentu dan jangka waktu tertentu</p><p>B. Deskripsi umum KKNI adalah deskripsi menyatakan karakter, kepribadian, sikap dalamberkarya, etika, moral dari setiap manusia Indonesia pada setiap jenjang kualifikasisebagaimana dinyatakan pada lampiran Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012.</p><p>C. Deskripsi kualifikasi KKNI adalah deskripsi yang menyatakan ilmu pengetahuan,pengetahuan praktis, pengetahuan, afeksi dan kompetensi yang dicapai seseorangsesuai dengan jenjang kualifikasi 1 sampai 9 sebagaimana dinyatakan pada lampiranPeraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012.</p><p>D. Deskripsi capaian pembelajaran khusus adalah deskripsi capaian minimum dari setiapprogram kursus dan pelatihan yang mencakup deskripsi umum dan selaras denganDeskripsi Kualifikasi KKNI.</p><p>E. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI adalah kemampuan yang dibutuhkan untukmelaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikapkerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan unjuk kerja yangdipersyaratkan dan diturunkan dari capaian pembelajaran khusus pada level KKNI yangsesuai. Standar Kompetensi Lulusan berbasis KKNI dinyatakan oleh tiga parameteryaitu.1. Unit Kompetensi : (lihat pengertian di atas)2. Elemen Kompetensi : pernyataan kompetensi yang lebih rinci3. Indikator kelulusan : unsur yang menjadi tolok ukur keberhasilan yang</p><p>menyatakan seseorang kompeten atau tidak</p><p>F. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, danbahan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya sebagai pedomanpenyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk menghasilkan lulusan dengan capaianpembelajaran khusus.</p></li><li><p>7</p><p>G. Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) adalah pengakuan atas capaian pembelajaranseseorang yang diperoleh dari pengalaman kerja, pendidikan non formal, atau pendidikaninformal ke dalam sektor pendidikan formal.</p></li><li><p>8</p><p>III. PROFIL LULUSAN DAN JABATAN KERJA</p><p>Peserta diharapkan mampu melaksanakan metode mengajar level 2 dengan mengelolakegiatan senam baik indoor maupun outdoor. Dan mampu memodifikasi koreografi denganmenerapkan program latihan senam sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan. Mampumengidentifikasi kondisi dehidrasi peserta senam, mampu mengidentifikasi aspek kelainangerak, mampu merancang program latihan dan mampu membuat proposal kerjasamadengan instansi/lembaga lain.</p></li><li><p>9</p><p>IV. CAPAIAN PEMBELAJARAN (LEARNING OUTCOMES)</p><p>A. Deskripsi umum KKNI</p><p>Deskripsi umum KKNI sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 yangminimum wajib dimiliki dan dihayati oleh setiap lulusan kursus dan pelatihan adalah:Sesuai dengan ideologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia, maka implementasi sistempendidikan nasional dan sistem pelatihan kerja yang dilakukan di Indonesia pada setiapjenjang kualifikasi pada KKNI mencakup proses yang membangun karakter dankepribadian manusia Indonesia sebagai berikut.1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa2. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya3. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung</p><p>perdamaian dunia4. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap</p><p>masyarakat dan lingkungannya5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta</p><p>pendapat/temuan original orang lain6. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan</p><p>kepentingan bangsa serta masyarakat luas7. Menjaga nama baik sanggar senam dimana peserta melakukan latihan8. Berperan aktif dalam membangun kemajuan senam9. Menjaga kode etik sebagi seorang pesenam (menjaga keperibadian, sopan-santun)</p><p>B. Deskripsi kualifikasi sesuai dengan jenjang pada KKNI</p><p>LEVEL 41. Menyelesaikan tugas berlingkup luas dan kasus spesifik dengan menganalisis</p><p>informasi secara terbatas, memilih metode yang sesuai dari beberapa pilihan yangbaku, serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur</p><p>2. Menguasai beberapa prinsip dasar bidang keahlian tertentu dan mampumenyelaraskan dengan permasalahan faktual di bidang kerjanya</p><p>3. Bekerja sama dan melakukan komunikasi, menyusun laporan tertulis dalam lingkupterbatas, dan memiliki inisiatif</p><p>4. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atashasil kerja orang lain</p><p>C. Deskripsi capaian pembelajaran khusus</p></li><li><p>10</p><p>PARAMETER DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN KHUSUSBIDANG SENAM SESUAI KKNI LEVEL IV</p><p>SIKAP DAN TATA NILAI Membangun dan membentuk karakter dan kepribadianmanusia Indonesia yang.</p><p>1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa2. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik</p><p>di dalam menyelesaikan tugasnya3. Berperan sebagai warga negara yang bangga</p><p>dan cinta tanah air serta mendukungperdamaian dunia</p><p>4. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dankepedulian yang tinggi terhadap masyarakatdan lingkungannya</p><p>5. Menghargai keanekaragaman budaya,pandangan, kepercayaan, dan agama sertapendapat/temuan original orang lain</p><p>6. Menjunjung tinggi penegakan hukum sertamemiliki semangat untuk mendahulukankepentingan bangsa serta masyarakat luas</p><p>7. Menjaga nama baik sanggar senam8. Berperan aktif dalam membangun kemajuan</p><p>senam9. Menjaga kode etik sebagi seorang pesenam</p><p>(menjaga keperibadian, sopan-santun</p><p>KEMAMPUAN DI BIDANGKERJA</p><p>Melaksanakan tugas berlingkup luas dan spesifik sesuaidengan standar operasional prosedur senam tingkatmahir antara lain.1. Melaksanakan metode mengajar tingkat mahir2. Mengelola kegiatan senam baik indoor maupun out</p><p>door3. Membuat modifikasi koreografi senam tingkat</p><p>lanjut4. Menerapkan program latihan senam tingkat l...</p></li></ul>