Skizofrenia (Ko Dw)

  • Published on
    24-Apr-2015

  • View
    53

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

skizofrenia

Transcript

<p>David Wyanto 10 2007 159 Blok 22 Neurology and Behaviour Science</p> <p>SkizofreniaSkizofrenia adalah gangguan jiwa yang termasuk dalam kelompok gangguan neurokognitif di mana terjadi gangguan dalam proses pikir dan persepsi. Pada tahun 1911, oleh Alfred Bleuler, memperkenalkan istilah skizofrenia yang ditandai dengan empat gejala A yang menonjol (Asosiasi yang abnormal, gangguan Afek, Autisme, dan Ambivalensi). Seseorang dikatakan menderita skizofrenia jika gejalagejala skizofrenia sudah dialami sekitar sekurangnya 1 bulan dan gejala menetap sekurangnya selama 6 bulan. Jika kurang dari itu maka orang tersebut dikatakan menderita psikotik akut atau lir-skizofrenia. Jumlah penderita skizofrenia adalah sekitar 1% dari total populasi dunia. Jumlah pasti penderitanya di Indonesia, belum diketahui hingga sekarang. Skizofrenia dimulai antara masa remaja menengah sampai dewasa muda. Pada pria, onset gangguan ini umumnya bermula pada usia awal dua puluhan (15-25) sedangkan pada wanita bermula pada akhir tiga puluhan (25-35). Bila pria menderita skizofrenia maka lebih parah daripada perempuan. Sedangkan jumlah penderitanya sendiri seimbang pada kelompok pria dan wanita. Juga tidak ditemukan perbedaan dalam kelompok ras yang berbeda-beda. Skizofrenia berupa sindrom yang heterogen, di mana diagnosisnya belum dapat ditegakkan memakai suatu uji laboratorium tertentu. Diagnosisnya ditegakkan berdasarkan sekumpulan gejala yang dinyatakan karakteristik untuk skizofrenia. Gangguan skizofrenik umumnya ditandai oleh distorsi pikiran dan persepsi yang mendasar dan khas, dan oleh afek yang tidak wajar atau tumpul. Kesadaran yang jernih dan kemampuan intelektual biasanya tetap dipertahankan, walaupun defisit kognitif tertentu dapat berkembang kemudian. Karena permulaan serangan pada usia muda maka individu dengan skizofrenia menjadi beban keluarga dan memerlukan</p> <p>penanggulangan yang berlangsung lama.</p> <p>Riwayat PsikiatrikAnamnesis adalah wawancara seksama yang dilakukan pasien yang berguna untuk menunjang diagnosis penyakit seorang pasien. Seringkali, diagnosis yang baik sudah dapat menentukan penyakit seseorang. Anamnesis merupakan gabungan dari keahlian mewawancarai dan pegetahuan yang mendalam tentang gejala dan tanda suatu penyakit sehingga dapat melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang yang sesuai untuk penyakit tersebut. Anamnesis dibedakan menjadi 2 yaitu Auto anamnesis sendiri Allo anamnesis atau pengantarnya (tuliskan tanggal wawancara, nama (inisial) orang yang diwawancara, hubungannya dengan pasien, tempat wawancara) = Anamnesis yang dilakukan terhadap keluarga = Anamnesis yang dilakukan kepada pasien</p> <p>A. Keluhan utamaKeluhan utama adalah keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien pergi ke dokter atau mencari pertolongan. Dalam menuliskan keluhan utama harus disertai indicator waktu, berapa lama mengalami hal itu.</p> <p>B. Riwayat Penyakit SekarangRiwayat penyakit sekarang adalah cerita yang kronologis, terinci dan jelas mengenai kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat. Uraikan secara kronologis onset gangguan kejiwaannya, perkembangan gejala, faktor-faktor yang mempengaruhi (stresor organobiologik, psikososial), dampak gangguan pada fungsi pekerjaan, fungsi sosial dan kegiatan sehari-hari, pernah diobati/dirawat di mana sebelum dibawa ke RS, diberikan obat apa, bagaimana reaksinya; upayakan sedapat mungkin sampai didapat kesan diagnosis sementara gangguan jiwanya.</p> <p>C. Riwayat Penyakit DahuluGangguan psikiatrik Uraikan secara kronologis onset penyakit yang pertama kali, usia awitan, perkembangan gejala, faktor-faktor yang mempengaruhi (faktor organobiologik, psikososial). Dampak gangguan pada fungsi pekerjaan, fungsi sosial dan kegiatan sehari-hari. Pernah diobati/ dirawat di mana, diberikan obat apa (warna obatnya), bagaimana reaksinya; efek samping obat, kepatuhan pengobatan, upayakan sedapat mungkin sampai didapat kesan diagnosis gangguan jiwanya pada saat itu, hasil pengobatannya (efek terapeutiknya), gejala sisa, remisi parsial / remisi total, kegiatan setelah terapi) Gangguan medik Penyakit / gangguan fisik yang pernah dialami, diagnosis, terapi,kondisi setelah terapi. Penggunaan zat psikoaktif Uraikan jenis zat psikoaktif yang pertama kali digunakan, kapan, dosis, frekuensi, cara pemakaian, dampak penggunaannya, gejala putus zat, terapi, sembuh / masih menggunakan zat itu atau menambah/ mengganti dengan zat lain, pemakaian terakhir.</p> <p>D. Riwayat Kehidupan PribadiRiwayat perkembangan fisik Dari dalam kandungan sampai dengan saat ini, kondisi ibu saat kehamilan, keadaan pada saat partus, cacat bawaan, perkembangan fisik, motorik, pernah sakit yang bermakna, kecelakaan yang bermakna, kejang, operasi, dirawat, gejala sisa dll. Riwayat perkembangan kepribadian Mulai dari masa kanak, remaja, dewasa, lansia Pola perkembangan psikomotor, psikososial, kognitif, dan moral</p> <p>Kualitas komunikasi orang tua anak (pola asuh) Sifat, temperamen, karakter, kebiasaan Gangguan perkembangan atau perilaku Pola pergaulan, hubungan sosial, hubungan interpersonal, persepsi diri Identitas diri, citra diri, tokoh idola, hobi Problem emosional Terdapat ciri-ciri/gangguan kepribadian tertentu</p> <p>Riwayat pendidikan Mulai dari masuk sekolah. Prestasi pelajaran, kegagalan, keberhasilan, berhenti, pindah sekolah, kegiatan di luar sekolah, kegiatan setelah berhenti sekolah. Riwayat pekerjaan Mulai dari pertama kali bekerja, di mana, jenis pekerjaan, lama bekerja, alasan berhenti/pindah, gaji, hubungan dengan atasan/bawahan/teman sejawat, dll. Kehidupan beragama Latar belakang pendidikan agama; sikap terhadap agama; ketaatan beribadah; pandangan agama tentang kehidupan sekarang, bunuh diri, AIDS, dan gangguan jiwa; pengaruh agama dalam kegiatan/kehidupan sehari-hari. Riwayat kehidupan psikoseksual dan perkawinan Masa pacaran,dijodohkan/pilihan sendiri, harapan terhadap pasangan hidup, kehidupan seksual, keharmonisan perkawinan, kehamilan yang diharapkan, kelahiran anak, siapa pencari nafkah utama, alasan perceraian, alasan rujuk, alasan kawin lagi; kehidupan seksual sebelum menikah, dsb. Bila belum menikah bagaimana kehidupan psikoseksualnya, pernah berpacaran, melakukan hubungan seksual, dsb. Riwayat keluarga Gambar pohon keluarga (segiempat untuk laki-laki, lingkaran untuk</p> <p>perempuan, yang sakit jiwa diarsir, pasien diberi tanda panah, bila sudah meninggal dunia diberi garis silang diagonal) Tuliskan identitas masing2 anggota keluarga yg bermakna (umur, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, tempat tinggal, beri tanda bila mengalami gangguan jiwa (yang diarsir), jenis gangguan jiwanya, sebab kematian dll)</p> <p>E. Situasi kehidupan sosial sekarang Sebaiknya dengan kunjungan rumah (dengan surat pengantar dari RS) Kondisi fisik tempat tinggal dan lingkungan Jumlah penghuni dalam rumah, hubungannya dengan pasien Interaksi keluarga dengan pasien, sikap keluarga terhadap kondisi psikososial pasien Kesan kondisi sosial dan ekonomi keluarga</p> <p>Status MentalA. Deskripsi UmumPenampilan Deskripsikan apa yang tampak: sikap, cara berpakaian, dandanan . make up, postur tubuh, rambut, jenggot, kumis, kebersihan diri, tampak lebih tua / muda / sesuai usia, dll. Kesadaran Kesadaran neurologik/sensorium : compos mentis, apatis, somnolen, sopor, sporokoma, koma, delirium Kesadaran psikiatrik (kualitas kesadaran) Tampak terganggu (sikap, perilaku, gerak-gerik, ekspresi wajah yg tidak wajar, sehingga didapat kesan sebagai orang yang sedang terganggu jiwanya)</p> <p>Tampak tidak terganggu (sikap, perilaku, gerak-gerik, ekspresi wajah tampak wajar, sehingga didapat kesan sebagai orang yang tidak tampak terganggu jiwanya)</p> <p>Perilaku dan aktivitas psikomotor Perilaku dan aktivitas psikomotor seperti tenang, gelisah, cemas, katatonia, stereotipi, hiperaktivitas, kompulsi, menarik diri, dll, pada saat : sebelum wawancara selama wawancara sesudah wawancara</p> <p>Sikap terhadap pemeriksa Kooperatif, indeferen, apatis, curiga, antisosial, bermusuhan, pasif, aktif, ambivalen, tegang, seduktif dan lain-lain. Kualitas berbicara Cara berbicara : spontan/tidak, cepat/lambat, keras/lemah, lancar, tersendat, gagap, dramatik, monoton, sambil menggerutu/bergumam dan lain-lain Gangguan berbicara : afasia, disartria/pelo, latah (ekolalia), dll</p> <p>B. Alam Perasaan (Emosi)Suasana perasaan (mood) Emosi yang bersifat menetap (musimnya emosi), berlangsung lama, internal, yang dapat dikemukakan pasien, dan mempengaruhi pesepsi/perilaku seseorang tentang dunia sekitarnya, secara obyektif dapat dilihat dari cara berbicaranya, ekspresi wajahnya, gerak-gerik tubuhnya, nada suaranya, kecepatan berbicaranya, banyak/sedikit pembicaraannya Eutim: suasana perasaan yang biasa, wajar, normal (normothyn) Hipertim: suasana perasaan yang meningkat (bahagia, senang, gembira, puas,</p> <p>terhibur, ekstasi / kenikmatan indrawi, hipoman sampai mania) Distim: suasana perasaan yang iritabel (marah, beringas, benci, jengkel, berang, tersinggung, bermusuhan, mengamuk, kebencian patologik sampai mengarah ke tindak kekerasan, agresif) Hipotim: suasana perasaan yang menurun (murung, pedih, muram, sedih, melankolis, berkabung, putus asa, malu, ditolak sampai disforik, depresi) Ketakutan: suasana perasaan yang berupa cemas, takut, khawatir, waswas, waspada, ngeri sampai anxietas, fobia, panik, atau waham Kosong: suasana perasaan yang inadekuat untuk dimasukkan ke salah satu bentuk mood diatas Siklotim: suasana perasaan yang bergelombang</p> <p>Afek/ekspresi afektif Respons emosional secara eksternal, yang tampak pada saat wawancara (hidup emosi, cuacanya emosi), emosi yang sesaat/jangka pendek; tampak dari reaksi yang timbul setelah membicarakan sesuatu hal yang dapat memicu emosi, yang dinilai adalah: Arus : reaksi emosinya :cepat / lambat Stabilitas : stabil (tak banyak berubah) / labil (cepat berubah) Kedalaman : emosi yang dalam / dangkal Skala diferensiasi : luas / sempit (reaksi emosi terhadap hal-hal yang tidak langsung(luas) atau yang langsung/jelas (sempit)) Keserasian : serasi (reaksi emosi yang sesuai dengan rangsangan emosi), atau tidak serasi (dirangsang yang sedih, reaksinya senang) Pengendalian : kuat / lemah (pengedalian respons emosi) Ekspresi : wajar / terbatas / tumpul / datar</p> <p>Dramatisasi : ada / tidak ada (echt / unecht) acting emosional Empati : dapat / tidak dapat diraba-rasakan (kemampuan pemeriksa menempatkan dirinya sebagai pasien dan sebaliknya)</p> <p>C. Gangguan Persepsi (Persepsi panca indera) Halusinasi (ada / tidak ada, jenisnya, isinya) Ilusi (ada / tidak ada, jenisnya, isinya) Deprsonalisasi (ada / tidak ada, jenisnya, isinya) Derealisasi (ada / tidak ada, jenisnya, isinya)</p> <p>D. Sensorium dan Kognisi (Fungsi Intelektual) Faktor organik spesifik yang mempengaruhi fungsi mental susunan saraf pusat Sensorium (Kesadaran neurologik) =&gt; lihat pada deskripsi umum Merupakan fungsi luhur yang paling rendah; sedangkan fungsi kognitif merupakan fungsi luhur yang lebih tinggi seperti: o Taraf pendidikan : sesuai dengan tingkat pendidikan / akademik o Pengetahuan umum : luas, sempit, kurang o Kecerdasan : diatas rata-rata, rata-rata, dibawah rata-rata (bila perlu IQ test) o Konsentrasi o Perhatian o Orientasi (waktu, tempat, perorangan) o Daya ingat : jenis / tingkat (jangka panjang, jangka pendek, segera). Gangguan : amnesia, paramnesia, blackout Pikiran abstrak (kemampuan berpikir konseptual, mengetahui arti peribahasa;</p> <p>mengetahui persamaan beberapa benda) Visuospasial (kemampuan menirukan gambar yang bertumpang tindih seperti pentagon, segitiga, lingkaran; kemampuan menggambar jam) Bakat kreatif (kreatifitas berdasarkan bakat pasien) Kemampuan menolong diri sendiri (mandi, makan, mengganti pakaian dll)</p> <p>E. Proses PikirArus pikiran Produktifitas (miskin / kaya ide, terbatas, loncat gagasan, logorrhea) Kontinuitas (Asosiasi longgar : sirkusmstansialitas, tangensialitas, inkoherensi dll) Hendaya berbahasa (neologisme, word salad, asosiasi bunyi, dll)</p> <p>Isi Pikiran Waham, obsesi, fobia (ada / tidak ada, jenisnya, isinya) Ideas of reference (gagasan rujukan : ada / tidak ada, jenisnya, isinya) Ideas of influence (gagasan pengaruh : ada / tidak ada, jenisnya, isinya)</p> <p>Preokupasi dalam pikiran (kecendrungan pikiran, pola sentral dalam pikiran)</p> <p>F. Pengendalian impulsKemampuan mengendalikan impuls agresivitas, seksual, dorongan kehendak, dan perilaku psikososial yang bisa membahayakan diri atau orang lain.</p> <p>G. Daya Nilai Daya nilai sosial (norma sosial): Persepsi pasien tentang perilakunya yang dapat membahayakan dirinya atau lingkungannya, yang pernah dilakukannya (pasien yang pernah memukul ibunya, ditanyakan apakah memukul ibu itu boleh atau tidak, kalau boleh mengapa, kalau tidak juga mengapia?)</p> <p>Uji daya nilai:</p> <p>Persepsi pasien tentang suatu peristiwa yang dikemukan</p> <p>pemeriksa; seperti apa yang akan dilakukan pasien bila menemui sebuah amplop tertutup yang ada alamatnya dan ada perangkonya Daya nilai realitas: kalau terganggu, dalam hal apa?</p> <p>H. Tilikan1. Menyangkal bahwa dirinya sakit 2. Mengakui dan menyangkal bahwa dirinya sakit pada saat yang bersamaan 3. Menyalahkan orang lain / faktor eksternal sebagai penyebab sakitnya 4. Sadar bahwa sakitnya disebabkan oleh sesuatu yang tak diketahui dalam dirinya 5. Sadar bahwa dirinya sakit tetapi tidak bisa menerapkan pengetahuannya dalam mengatasi penyakitnya 6. Sadar bahwa dirinya sakit dan sudah bisa menerapkannya sampai kesembuhannya (tilikan emosional sejati).</p> <p>Pemeriksaan FisikPemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui apakah ada kelainan lain selain kelainan jiwanya (komorbiditas).</p> <p>Status InternistikKeadaan umum Kesadaran Tensi Nadi Suhu badan Frekuensi pernapasan Tinggi badan dan berat badan Bentuk badan Sistem Kardiovaskular Sistem Respiratorius Sistem Gastrointestinal Sistem Muskuloskeletal Sistem Urogenital Sistem Dermatologi Kelainan Khusus lainnya</p> <p>Status NeurologikGejala rangsang meningeal dan tekanan intracranial Mata (gerakan : kelumpuhan, nistagmus, dll) Pupil (bentuk, rangsang cahaya, konvergensi, reaksi kornea) Pemeriksaan oftalmoskopik (fundus, retina, papil oedem,dll) Motorik dan sensibilitas Fungsi luhur</p> <p>Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan LaboratoriumPada scenario perlu dilakukan pemeriksaan urin untuk mengetahui penderita menggunakan obat psikotropika atau tidak. Sedangkan pada pemeriksaan lainnya dilakukan atas indikasi penyakit organobiologiknya (komorbid).</p> <p>Pemeriksaan RadiologiPemeriksaan radiologi pada penderita Skizofrenia bukan ditujukan untuk</p> <p>mendiagnosis. Tetapi ditujukan untuk bidang penelitian serta untuk melihat kelainan struktur dan fungsi yang dihubungkan dengan gejala yang timbul pada pasien. Kelainan struktur otak yang bisa ditemukan pada pasien skizofrenia dengan pemeriksaan MRI : Regio otak Serebrum Serebelum Ventrikel Lobus temporal Kelainan yang ditemukan Pengurangan volume korteks kelainan waktu relaksasi Inkonklusif Lebih kecil terutama sisi kiri Kelainan waktu relaksasi dan pengurangan volume gray...</p>