Sistem Saraf Otonom Bergantung Pada Sistem Saraf Pusat

  • Published on
    02-Jul-2015

  • View
    137

  • Download
    11

Transcript

Sistem saraf otonom bergantung pada sistem saraf pusat, dan antara keduanya dihubungkan oleh urat-urat saraf eferen dan eferen. Juga memiliki sifat-sifat seolah-olah sebagai bagian sistem saraf pusat, yang telah berimigrasi dari saraf pusat guna mencapai kelenjar, pembuluh darah, jantung, paruparu dan usus. Oleh karena sistem saraf otonom itu terutama berkenaan dengan pengendalian dalam secara tidak sadar. a. Sistem simpatis Yang terletak didepan kolumna vertebra dan berhubungan serta bersambung drengan sums um tulang belakang melalui serabut-serabut saraf. b. Sistem parasimpatis Yang terbagi dalam 2 bagian yang terdiri dari saraf otonom kranial dan saraf otonom sakral Sistem simpatis terdiri dari serangkaian urat kembar yang bermuatan ganglion-ganglion. Urat-urat itu bergerak dari dasar tengkorak yang terletak didepan kolumna vertebra, lantas berakhir dalam pelvis didepan koksigis, sebagai ganglion koksigeus. Ganglion-ganglion itu tersusun berpasangan dan disebarkan dari daerah-daerah berikut : Daerah leher Daerah dada Daerah pinggang Daerah pelvis Didepan koksigis : tiga pasang ganglion servikal. : sebelas pasang ganglion torakal. : empat pasang ganglion lumbal. : empat pasang ganglion sakral. : ganglion koksigis.

Ganglion-ganglion ini bersambung erat dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang belakang, dengan mempergunakan cabang-cabang penghubung, yang bergerak keluar dari sumsum tulang belakang menuju ganglion, dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang belakang. Ganglion simpatis lainnya berhubungan dengan dua rangkaian besar ganglia ini, dan bersama serabutserabutnya memberntuk plexus-plexus simpatis. 1. Plexus kardiak terletak dekat dasar jantung serta mengarahkan cabang-cabangnya kesitu dan paru-paru. 2. Plexus seliaka terletak sebelah belakang lambung, dan melayani organ-organ dalam rongga abdomen. 3. Plexus mesenterikus terletak didepan sakrum dan melayani organ-organ pelvis. Serabut-serabut saraf simpatis mensarafi otot jantung, otot-otot tak sadar semua pembuluh darah, serta semua alat-alat dalam seperti lambung, pankreas, dan usus. Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat, serabut-serabut motorik pada otot tak sadar dalam kulit. Saraf parasimpatis Saraf kranial otonom adalah saraf kranial ketiga, ketujuh, kesembilan dan sepuluh. Saraf-saraf ini merupakan penghubung, melalui mana serabut-serabut parasimpatik lewat, dalam perjalanannya keluar dari otak menuju organ-organ yang sebagian dikendalikan olehnya. Serabut-serabut yang

mencapai serabut-serabut otot sirkuler pada iris, dan dengan demikian merangsang gerakan-gerakan yang menentukan ukuran pupil mata, menggunakan saraf kranial ketiga, yaitu saraf okulo -motorik. Serabut-serabut otot motorik sekretorik mencapai kelenjar ludah melalui saraf ketujuh, fasial serta kesembilan, glosofaringeus. Saraf vagus atau saraf kranial kesepuluh adalah saraf otonom terbesar. Daerah layanannya luas, serta serabut-serabutnya disebarkan kepada sejumlah besar layanannya luas, serta serabut serabutnya disebarkan kepada sejumlah besar kelenjar dan organ, penyebarannya ini sejalan dengan penyebaran serabut simpatis. Saraf parasimpatis keluar dari sumsum tulang belakang melalui daerah sakral, sarafsaraf ini membentuk urat-urat saraf pada alat-alat dalam pelvis, dan bersama saraf simpatis membentuk plexus yang melayani kolon, rektum dan kandung kencing.