of 19/19
SISTEM PAKAR DIAGNOSA DARAH HAID, ISTIHADOH DAN NIFAS MENURUT KAIDAH ISLAM MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 Naskah Publikasi diajukan oleh HASANUDIN 07.22.0850 JURUSAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2010

SISTEM PAKAR DIAGNOSA DARAH HAID, …repository.amikom.ac.id/files/Naskah Publikasi_07.22.0850.pdfdiagnosys expert system of haid blood, nifas and istihadoh according to method islam

  • View
    218

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of SISTEM PAKAR DIAGNOSA DARAH HAID, …repository.amikom.ac.id/files/Naskah...

  • SISTEM PAKAR DIAGNOSA DARAH HAID, ISTIHADOH DAN NIFAS

    MENURUT KAIDAH ISLAM MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0

    Naskah Publikasi

    diajukan oleh

    HASANUDIN

    07.22.0850

    JURUSAN SISTEM INFORMASI

    SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

    AMIKOM

    YOGYAKARTA

    2010

  • DIAGNOSYS EXPERT SYSTEM OF HAID BLOOD, NIFAS AND ISTIHADOH

    ACCORDING TO METHOD ISLAM USE VISUAL BASIC 6.0

    SISTEM PAKAR DIAGNOAS DARAH HAID, ISTIHADOH DAN NIFAS MENURUT

    KAIDAH ISLAM MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0

    Hasanudin

    Jurusan Sistem Informasi

    STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

    ABSTRACT

    The human is always effort to solve all problems, one of the way making to

    helping tools to solve it. The part of information technology which computer based in this

    time interesting is development helping tools professional which very to help a need to

    human better than are in a level technology, doctor, research, and the businessman

    expert.

    Looking at the consciousness of Muslim is low especially a woman the problem

    menstruation to make feel a far everything which has relationship with pray, and then the

    professional system blood diagnose menstruation and problem to help all the agent who

    include in understanding and solving the problem can give a better advice about how

    important Syariat Islam is. The purpose from make this application is for easy and

    simple a problem with give a solution from complex problem.

    The abstract from developed this system with to input period out blood and after

    processing a result output. And then the result output from this system is information to

    contain species a blood group and description to direction pre and re menstruation.

    KeyWords: A problem, the Expert System, and Description

  • 1. Pendahuluan

    Sistem pakar adalah sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis

    pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai

    seorang pakar dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi dan merupakan

    sebuah teknik inovatif baru dalam menangkap dan memadukan pengetahuan.

    Ditengah-tengah kehidupan bangsa yang makin komplek ini, dunia teknologi

    informasi dituntut harus mampu menyajikan solusi alternatif beragam bentuk

    permasalahan salah satunnya dunia islam. Tingkat kecenderungan kaum muslim

    khususnya para perempuan terhadap permasalahan fiqiyah mendapat porsi yang kian

    terbatas dengan bahasan yang cenderung global, begitu pula realita yang dialami

    hukum-hukum ilmu haid yang merupakan sub bahasan dari bidang fiqih. Padahal

    problem haid, istihadoh, dan nifas selamanya akan dihadapi oleh setiap wanita sejak

    dahulu sampai zaman modern sekarang ini dan yang akan datang.

    Untuk itu peranan teknologi informasi khususnya bidang kecerdasan buatan sub

    bidang sistem pakar dapat memberikan sebuah solusi yang spektakuler di dunia

    keislaman. Penerapan ini dirasa perlu mengingat akan tingkat pemahaman masyarakat

    yang kurang antusias terhadap ilmu haid.

    2. Landasan Teori

    Definisi Kecerdasan buatan itu sendiri merupakan suatu ilmu yang mempelajari

    cara membuat komputer melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh manusia

    (Minsky, 1989). Oleh H.A. Simon (1987), kecerdasan buatan (Artificial Intelegence)

    merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman

    komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia cerdas.

    Sedangakan sistem pakar menurut Profesor Edward Feigenbaum dari universitas

    Stanford adalah suatu program komputer yang cerdas yang menggunakan knowledge

    (pengetahuan) dan prosedur inferensi untuk menyelesaikan masalah yang cukup sulit

    sehingga membutuhkan seorang yang ahli untuk menyelesaikannya (Feigenbaum:1982).

    Sistem pakar menggabungkan pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan

    masalah yang secara normal memerlukan keahlian manusia. Pada dasarnya sistem

    pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas pemecahan masalah. Aktivitas yang

    dimaksud antara lain: pembuatan keputusan (decision making), pemaduan pengetahuan

    (knowledge fusing), pembuatan desain (designing), perencanaan (planning), perkiraan

    (forecasting), pengaturan (regulatin), pengendalian (controlling), diagnosis (diagnosing),

    perumusan (prescribing), penjelasan (explaining), pemberian nasehat (advising), dan

    pelatihan (tutoring).

  • 2.1 Konsep Dasar Sistem Pakar

    Salah satu fitur yang harus dimiliki sistem pakar adalah kemampuan untuk

    menalar (reasoning). Jika keahlian-keahlian sudah disimpan sebagai basis pengetahuan

    dan sudah tersedia program yang mampu mengakses basis data, maka komputer harus

    dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses ini dibuat dalam bentuk motor inferensi

    (inferensi engine).

    Mekanisme inferensi merupakan perangkat lunak yang melakukan penalaran

    dengan menggunakan pengetahuan yang ada untuk menghasilkan suatu kesimpulan

    atau hasil akhir. Dalam komponen ini dilakukan pemodelan proses berpikir manusia.

    Fasilitas penjelasan berguna dalam memberikan penjelasan kepada pengguna

    mengapa komputer meminta suatu informasi tertentu dari pengguna dan dasar apa yang

    digunakan komputer sehingga dapat menyimpulkan suatu kondisi.

    2.2 Pengertian Darah Dalam Islam

    1. Darah haid

    Haid menurut bahasa adalah mengalir. Sedang menurut istilah sara atau agama

    haid adalah darah yang keluar dari pangkal rahim seorang perempuan setelah

    berumur 9 tahun, dalam keadaan sehat (tidak karena sakit) dan tidak setelah

    melahirkan, akan tetapi ia merupakan kodrat seorang wanita

    2. Darah istihadoh

    Istihadoh ditinjau dari segi bahasa adalah mengalir, sedang menurut syara

    adalah darah yang keluar bukan pada masa/waktu haid dan nifas. Yaitu darah

    yang tidak memenuhi syarat-syarat darah haid dan nifas. Namun bukan berarti

    jika darah keluar melebihi 15 hari maka dianggap haidnya 15 hari dan selebihnya

    adalah darah istihadoh, akan tetapi masih campur, yaitu sebagian darah haid

    dan sebagian lagi darah istihadoh.

    3. Darah nifas

    Nifas menurut bahasa adalah wiladah atau melahirkan. Sedangkan menurut

    syara adalah darah yang keluar dari pangkal rahim wanita setelah melahirkan.

    Yaitu setelah kosongnya rahim (kandungan) meskipun masih berupa darah

    menggumpal (alaqoh) atau daging menggumpal (mudghoh) dan waktu

    keluarnya darah tadi sebelum melewati 15 hari dari melahirkan (wiladah).

  • Jenis Darah Syarat/gejalaHaid (mentruasi) Keluar darah lebih dari 24 jam

    Darah keluar tidak lebih dari 15 hariBertempat pada waktu boleh haidkeluar darah setelah umur 9 tahun

    Nifas (melahirkan) Keluar darah setelah melahirkanTelah kosongnya rahim/bayi Keluar darah tidak melebihi 60 haridarah diluar siklus haid

    Istihadoh (sakit) darah keluar kurang dari 24 jamkeluar darah lebih dari 15 harikeluar darah berada diluar siklus haidkeluar tidak sedang/setelah melahirkankeluar darah sebelum umur 9 tahundarah keluar karena sakit/terluka

    3. Proses Penelitian (Analisis)

    3.1 Tahap Studi Literatur

    Tahap ini merupakan metode pengumpulan data dan fakta yang didapat dari

    sumber-sumber terkait seperti buku, kitab-kitab karya ulama islam, berkas internet dan

    penunjang lain yang terkait. Sehingga didapat sebuah kumpulan ilmu haid itu sendiri

    guna diperluas atau dikembangkan menjadi disimplin ilmu lain yaitu sistem pakar.

    Sistem pakar diagnosa darah haid, istihadoh dan nifas ini menggunakan fakta-

    fakta yang dibutuhkan oleh sistem dari tahap studi literatu. Sedangkan mesin inferensi

    digunakan untuk menganalisa fakta-fakta yang telah dipilih oleh pengguna sehingga

    akhirnya dapat ditentukan suatu kesimpulan.

    Tabel Data Fakta

    Selain fakta-fakta tadi basis pengetahuan juga membutuhkan aturan yang

    merupakan informasi tentang cara bagaimana memproses dari fakta yang telah ada.

    Dalam sistem pakar ini basis pengetahuan yang dibutuhkan adalah aturan jenis darah,

    gajala darah, dan deskripsi tentang hukumnya ketika mengalami kondisi pada jenis darah

    tersebut.

  • USER

    Sistem pakar diagnosa darah haid, istihadoh dan

    nifasGejala Darah

    Diagnosa Darah

    PAKAR

    Data Darah, Data Gejala, Data Hukum,

    Data aturan gejala, data aturan hukum

    Data Darah, Data Gejala, Data Hukum,

    Data aturan gejala, data aturan hukum

    Tabel Data Aturan Gejala

    3.2 Perancangan Sistem

    Perancangan sistem merupakan gambaran, sketsa atau pengaturan dan

    pembuatan dari beberapa aturan yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh.

    Tujuan dari perancangan sistem adalah untuk memberikan gambaran kepada pengguna

    tentang sistem yang akan dibuat serta memberi ilustrasi atau rekayasa sistem yang

    lengkap untuk diimplementasikan kedalam program tersebut.

    Gambar Diagram alir data level 1

    Gambar diatas merupakan proses perancangan sistem dalam bentuk aliran data

    yang mengacu pada Edward Yourdon. Setelah melalui proses tersebut pada gambar

    diatas, aliran data yang telah di rancang kemudian melakukan proses selanjutnya.dimana

    rancangan ini memaparkan bagaimana kinerja dari sistem pakar haid yang akan

    dikembangkan. Berikut gambar selanjutnya.

    No Aturan Gejala

    1 IF darah keluar tidak kurang/lebih dari 24 jam OR darah keluar tidak lebih dari 15 hari OR bertempat pada waktu boleh haid OR keluar darah telah berumur 9 tahun THEN HAID

    2 IF darah keluar kurang dari 24 jam OR darah keluar lebih dari 15 hari OR keluar darah diluar kebiasaan haid OR darah keluar karena sakit/terluka OR keluar darah belum berumur 9 tahun OR tidak setelah melahirkan THEN ISTIHADOH

    3 IF darah keluar setelah melahirkan (wiladah) OR darah wiladah tidak melebihi 60 hari OR darah keluar setelah kosongnya rahim OR keluar darah diluar kebiasaan siklushaid THEN NIFAS

  • Gambar Diagram alir data level 2

    3.3 Perancangan Basis Data

    Rancangan ini merupakan implementasi dari system pakar yang berguna untuk

    menyimpan data baik basis pengetahuan maupun basis aturan. Perancangan basis data

    ini merupakan bagian yang sangat penting karena sangat mempengaruhi kinerja dalam

    sebuah aliran data sistem. Dalam pengembangan selanjutnya sistem ini membutuhkan

    data relasi atau entitas sebagai dasar dari proses yang akan dikembangkan. Dan relasi

    tersebut harus mewakili dari fakta data yang telah ada sebelumnya. Berikut adalah

    diagram data fakta relasi antar entitas.

  • Gambar Relasi antar Entitas

    3.4 Perancangan Antar Muka

    Rancangan ini disusun dan dibuat sedemikian rupa untuk merpresentasikan hasil

    dari proses penelitian sebelumnya, dimana rancangan ini dimaksudkan agar sang

    pemakai dapat berinteraksi dengan sistem. Nantinya aplikasi ini juga merupakan

    pengenalan awal dalam proses pemasukan data, pemrosesan data, dan kesimpulan data

    yang telah disepakati oleh pengguna. Maka rancangan antar muka sangat diperlukan

    agar lebih memudahkan dalam mengakses ataupun memproses data tersebut.

    4. Hasil Penelitian dan Pembahasan

    4.1 Uji Coba Kesalahan

    Program aplikasi yang telah diproses dan akan digunakan tentunya perlu di

    implementasikan serta diuji kelayakan dan kinerjanya. Maka disini perlu adanya

    pengujian dalam sistem.

    Sebelum pengujian diterapkan, maka sistem harus bebas dari kesalahn-

    kesalahan. Uji coba ini dimaksudkan apakah sistem yang saling terkait tersebut terdapat

    asinkronis dalam menentukan kode tautan. Selain uji coba sistem, diperlukan juga uji

    coba program. Uji coba program merupakan bentuk implementasi dari hasil sistem yang

    telah dibuat.

    Beberapa kesalahan sistem yang diklasifikasikan kedalam 3 kelompok yaitu:

    1. Kesalahan penulisan (syntax error)

    DARAH GEJALAMempunyai

    kd Darah

    Darah

    Deskripsi

    Dihukumi

    kd gejala

    gejala

    deskripsi

    HUKUM

    kd Hukum Hukumnya Deskripsi

  • adalah kesalahan dalam penulisan kode-kode program yang tidak sesuai dengan

    yang diisyaratkan. Sistem ini telah terbebas dari permasalahan tersebut

    sehingga program bisa berjalan sesuai kebutuhan. Seandainya tedapat

    kesalahan bisa dipastikan sistem tidak dapat berjalan.

    Contoh kesalahan penulisan:

    Private Sub CmdOK_Click()

    Unload Me

    End Sub

    Private Sub Form_unLoad()

    Me.Top = 50

    Me.Left = 50

    End Sub

    Pada kasus ini ketika perintah unload() diterapkan pada form yang seharusnya

    mengarah pada deklarasi membuka tampilan maka aplikasi akan terhenti langsung dan

    program tidak bisa berfungsi, sehingga ditampilkan pesan kesalahan dari penulisan kode

    program tersebut. Karena seharusnya perintah unload() digunakan untuk menutup

    tampilan bukan membuka tampilan suatu form.

    Gambar Tampilan hasil syntac error

    2. Kesalahan waktu proses (run time error)

    merupakan kesalahan yang terjadi sewaktu executable program dijalankan,

    kesalahan ini akan mengakibatkan program berhenti sebelum selesai pada

    waktunya, karena komputer menemukan kondisi kompiler yang belum terpenuhi.

    Contoh kesalahan waktu proses:

    Private Sub About_click()

    About.show

    Skin1.LoadSkin Lk + Nm

    Skin1.ApplySkin hWnd

    End Sub

    Pada kasus contoh ini ketika tombol klik about dieksekusi dan mengarah pada form

    about.show dimana form tersebut menggunakan skin atau kulit, maka program akan

    mendeteksi kesalahan objek yang tidak terdapat tujuan perintah kode tersebut. Karena

    65

  • perintah untuk memanggil skin tidak ditemukan. Untuk itu perintah call skinn harus

    disertakan agar tidak terjadi kesalahan ini.

    Gambar Tampilan pesan run-time error

    3. Kesalahan logika

    Adalah kesalahan dari logika program tersebut, kesalahan ini sulit ditemukan

    karena tidak ada pemberitahuan akan kesalahan tersebut, dan akan tetap

    memberikan hasil dari program yang telah dijalankan tersebut tapi hasilnya salah

    atau tidak diharapkan.

    Contoh kesalahan logika:

    Logika mayor = jika darah nifas

    Logika minor = darah berada pada siklus haid

    Konklusi = karena berada pada siklus haid maka nifas

    Pada bagian ini kesalahan logika terdeteksi ketika hasil dari seluruh proses yang

    telah berjalan menemui kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta yang sudah

    ada sebelumnya. Ketika kode gejala GJL0014 dipilih dan diproses selanjutnya

    maka hasil yang seharusnya haid ternyata nifas inilah yang disebut sebagai

    kesalahan logika.

    Gambar Tampilan gejala yang dipilih

    Gambar Tampilan hasil yang tidak sesuai

  • 4.2 Uji Coba Sistem

    Kode Pilihan Pengguna

    Sintak atau kode tersebut merupaka hasil dari penelitian yang telah diuji cobakan

    kedalam sistem. Dimana kode tersebut merupakan tampilan antar muka pertama yaitu

    pilihan akses yang akan digunakan.

    Private Sub Cmdbatal_Click()EndEnd SubPrivate Sub CmdOK_Click()If Opakar.Value = False And Opengguna.Value = False Then 'jika tidak memilih MsgBox "Pilih Dulu Sesuai Kepentingan Anda...!!!", vbCritical, "Pesan" Exit SubElseIf Opakar.Value = True Then Call Pakar_Login UTAMA.Show Unload MeElse Call Pengguna_Login UTAMA.Show Unload MeEnd IfEnd Sub

    Private Sub Form_Load()Opakar.Value = FalseOpengguna.Value = FalseEnd Sub

    Sub Pakar_Login()'sembunyikan akses penggunaUTAMA.CmdBantuan.Visible = FalseUTAMA.CmdAbout.Visible = False'tampilkan akses pakarUTAMA.Timer2.Enabled = TrueUTAMA.CMDLOGIN.Visible = TrueUTAMA.Shape1.Visible = TrueUTAMA.Shape2.Visible = TrueUTAMA.Shape3.Visible = TrueUTAMA.Label2.Visible = TrueUTAMA.Label6.Visible = TrueUTAMA.Label1.Visible = TrueUTAMA.Lbdarah.Visible = TrueUTAMA.gejala.Visible = TrueUTAMA.Hukum.Visible = TrueUTAMA.LbGjl.Visible = TrueUTAMA.Cmdkonsul.Top = 3375UTAMA.CmdKeluar.Top = 6720UTAMA.Mn_Utility.Visible = TrueUTAMA.Mn_Help.Visible = TrueEnd Sub

    Next>>>

    Sub Pengguna_Login()'sembunyikan akses pakarUTAMA.Mn_Utility.Visible = FalseUTAMA.Mn_Help.Visible = FalseUTAMA.CMDLOGIN.Visible = FalseUTAMA.Timer2.Enabled = FalseUTAMA.Shape1.Visible = TrueUTAMA.Shape2.Visible = FalseUTAMA.Shape3.Visible = FalseUTAMA.Label6.Visible = FalseUTAMA.Label1.Visible = FalseUTAMA.Lbdarah.Visible = FalseUTAMA.gejala.Visible = FalseUTAMA.Hukum.Visible = FalseUTAMA.LbGjl.Visible = FalseUTAMA.Cmdkonsul.Height = 500UTAMA.CmdKeluar.Height = 500UTAMA.CmdBantuan.Height = 500UTAMA.CmdAbout.Height = 500UTAMA.Cmdkonsul.Top = 120UTAMA.CmdBantuan.Top = 800UTAMA.CmdAbout.Top = 1500UTAMA.CmdKeluar.Top = 2200UTAMA.CmdKeluar.Caption = "&KELUAR"UTAMA.Cmdkonsul.Enabled = True

    'tampilkan akses penggunaUTAMA.CmdAbout.Visible = TrueUTAMA.CmdBantuan.Visible = TrueEnd Sub

  • Kode Hasil Konsultasi

    Kode tersebut merupakan hasil dari proses yang dilakukan sedemikian rupa

    sehingga menghasilkan info yang didapat dari si pengguna. Uji coba dalam sistem kali ini

    bekerja lebih efisien dan tepat guna. Karena untuk melihat semua proses dapat terlihat

    pada implementasi program berikutnya.

    Private Sub CmdDetail_Click()If AdoSKT.Recordset.RecordCount = 0 Then Exit SubElse FrmDetail.ShowEnd IfEnd Sub

    Private Sub CmdTutup_Click()Unload MeEnd Sub

    Private Sub DataGrid1_RowColChange(LastRow As Variant, ByVal LastCol As Integer)Call IsiDarahEnd Sub

    Private Sub Form_Activate()UTAMA.CMDLOGIN.Enabled = FalseEnd Sub

    Private Sub Form_Load()Me.Top = 50Me.Left = 50

    FrmDiagnosa.HslDiagnosaAdoSKT.ConnectionString = CnKonekAdoSKT.RecordSource = "SELECT * FROM Tdarah WHERE kd_darah IN ('" & HasilDarah & "')"AdoSKT.RefreshCall IsiDarahEnd Sub

    Private Sub Form_Unload(Cancel As Integer)UTAMA.CMDLOGIN.Enabled = TrueGejala_Terpilih = ""HasilDarah = ""End Sub

    Sub IsiDarah()With AdoSKT.Recordset If .RecordCount > 0 Then TxtKode.Text = !kd_darah TxtDeskripsi.Text = !deskripsi ElseIf .RecordCount = 0 Then Exit Sub End IfEnd WithEnd Sub

  • 4.3 Uji Coba Program

    Berkaitan dengan uji coba sistem diatas dimana ketika kode pilihan program

    dijalankan maka akan ditampilkan antar muka untuk memilih apakah pengguna sebagai

    pemakai awam atau pemakai pakar.

    Gambar Pilihan Akses

    Pada proses selanjutnya, jika kita memilih akses pengguna maka program hanya

    menampilkan beberapa hak akses sesuai dengan yang dibutuhkan. Disana hanya

    terdapat beberapa tombol seperti Konsultasi, Pertolongan, Tentang, dan Keluar.

    Gambar Tampilan Menu Pengguna Awam

    Sedangkan untuk pilihan pengguna pakar maka akan diberi akses yang lebih banyak.

    Seperti pemberian akses data aturan maupun data pengetahuan. Selain itu juga terdapat

    akses pengolahan data baru bagi pakar yang disertai password dan username.

  • Gambar Tampilan Menu Pengguna Pakar

    4.4 Pengujian Konsultasi

    Pada bagian ini baik sebagai pengguna awam maupun pakar dapat melakukan

    atau memproses data yang telah berinteraksi dengan program. Pada tamilan ini sang

    pengguna ditawarkan daftar gejala yang tersedia oleh sistem. Fasilitas ini nantinya ketika

    diproses akan menampilkan 3 langkah selanjutnya yaitu tampilan diagnosa, tampilan

    hasil diagnosa, tampilan detail kesimpulan

    Gambar Tampilan Daftar Gejala

  • Gambar Tampilan Diagnosa

    Gambar Tampilan Hasil Diagnosa

  • Gambar Tampilan Detail Kesimpulan

    Apabila sudah sesuai langkah-langkahnya dan ingin kembali ke tampilan

    sebelumnya maka program ini juga menyediakan tombol untuk mengakses ke tampilan

    awal pengguna ataupun tampilan pilihan akses diawal pembahasan uji program.

    Setelah proses semua dijalankan dengan sempurna dan sesuai harapan

    pengguna maka sistem ini telah dikatakan berhasil dan layak untuk digunakan

    selanjutnya. Untuk itu pengembangan selanjutnya adalah merawat dan memelihara

    program ini sebaik mungkin.

    4.5 Pemeliharaan Sistem

    Semua sistem informasi sewaktu-waktu akan berubah seiring dengan

    perkembangan jaman. Begitu pula halnya dengan program aplikasi system pakar yang

    terus kian berkembang pesat, untuk itu pemeliharaan sistem dilakukan guna menjaga

    dan mengembangkan sistem menjadi lebih baik lagi.

    Sistem perlu dipelihara karena beberapa hal, yaitu:

    a). Sistem memiliki kesalahan yang dulunya terdeteksi, sehingga kesalahan-

    kesalahan sistem perlu diperbaiki.

    b). Sistem mengalami perubahan-perubahan karena permintaan baru dari

    pemakai sistem.

    c). Sistem mengalami perubahan karena lingkungan luar.

    d). Sistem perlu ditingkatkan.

  • Pemeliharaan sistem memang perlu dilakukan karena untuk menjaga agar

    sistem pakar ini dapat berjalan tanpa adanya gangguan. Pemeliharaan sistem dapat

    dikelompokan menjadi 4 jenis:

    Pemeliharaan Korektif

    Pemeliharaan ini mengoreksi kesalahan-kesalahan pada saat sistem sedang

    berjalan. Untuk itu sebelum digunakan hasil akhir dari program tersebut lebih baik

    dibaca dengan teliti setiap detail kesimpulan dari hasil konsultasi pada aplikasi sistem

    pakar haid ini.

    Pemeliharaan Adaptif

    Pemeliharaan yang dilakukan untuk menyesuaikan perubahan dalam lingkungan

    data baru dan memenuhi persyaratan pemakai baru. Jika terdapat data baru dan

    sesuai dengan persyaratan baik itu dari pengembangan sistem pakar maupun ilmu

    haid itu sendiri.

    Pemeliharaan Prefektif

    Melakukan pemeliharaan dengan meningkatkan aplikasi program tersebut menjadi

    lebih sempurna. Dalam hal ini sistem pakar haid bisa direkayasa ulang atau

    restrukturisasi perangkat lunak, penulisan ulang dokumentasi dan pengembangan

    efisiensi pengoprasian program.

    Pemeliharaan Preventif

    Kontroling terhadap kesalahan yang bersifat periodik, karena terkadang seringkali

    menemukan cacat yang bukan kesalahan sebenarnya. Dalam hal ini aplikasi sistem

    pakar haid harus sesering mungkin dicoba pada perangkat yang lain atau komputer

    lain guna mencegah kesalahan tersebut.

    5. Kesimpulan

    Berdasarkan proses evaluasi dari program aplikasi yang telah diuraikan pada

    bab-bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulannya yaitu:

    1. Siklus bulanan yang selalu dihadapi kaum muslimah dan gejala-gejalanya dapat

    dibentuk menjadi basis pengetahuan dalam kaidah produksi (if then)

    2. Sebuah sistem dapat bekerja apabila telah terbebas dari kesalahan-kesalahan

    universal

    3. Program aplikasi ini merupakan alternative lain bagi pemakai sebagai panduan

    dalam mendiagnosa darah haid, istihadoh dan nifas

    4. Data-data pada aplikasi ini dapat ditambah ataupun diperbaharui jika ditemukan

    data yang baru

  • 5. Program aplikasi ini lebih cepat memberi informasi kepada pemakai yang

    membutuhkan informasi tentang darah haid, istihadoh dan nifas.

    6. Daftar Pustaka

    Kusrini. 2006. Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

    Tim Penerbit Andi. 2003. Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Visual Basic.

    Yogyakarta: Penerbit andi.

    Arhami, Muhammad. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta: Penerbit Andi.

    Ardani, Muhammad. 1998. Risalah Haidl, Nifas, dan Istihadoh Lengkap. Surabaya:

    Al-Miftah.

    Sunarto, Achmad. 1987. Haidl dan Masalahnya. Surabaya: Mutiara ilmu.

    Bilqisti, Aqis. 2005. Wanita Dalam Naungan Islam. Surabaya: Bintang Usaha Jaya.

    Tim Madcoms dan Penerbit Andi. 2005. Panduan Aplikasi Pemrograman database

    dengan menggunakan visual basic 6.0 dan crystal report. Yogyakarta: Penerbit

    Andi Dan Madcoms.

    JUDULPENGESAHANABSTRACT1. PENDAHULUAN2. LANDASAN TEORI2.1 KONSEP DASAR SISTEM PAKAR2.2 PENGERTIAN DARAH DALAM ISLAM

    3. PROSES PENELITIAN3.1 TAHAP STUDI LITERATUR3.2 PERANCANGAN SISTEM3.3 PERANCANGAN BASIS DATA3.4 PERANCANGAN ANTAR MUKA

    4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN4.1 UJI COBA KESALAHAN4.2 UJI COBA SISTEM4.3 UJI COBA PROGRAM4.4 PENGUJIAN KONSULTASI4.5 PEMELIHARAAN SISTEM

    5. KESIMPULAN6. DAFTAR PUSTAKA