sistem muskulo

  • Upload
    nini07

  • View
    112

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

muskulo

Citation preview

  • RADIOLOGI MUSCULOSKELETALDr.Muh. ILyas,Sp.Rad

  • PENDAHULUAN

    Pemeriksaan Rontgen "Tulang memberi informasi :1. Lesi tulang dan jaringan lunak sekitarnya2. Adanya fraktur dan ancaman fraktur phatologis3. Asal/sifat suatu lesi (jinak/ganas)4. Sebagai guide untuk biopsi5. Follow up perjalanan penyakit

  • Saat ini peralatan radiolodi semakin canggih, misalnya: X-ray CT scan MRI Skintigrafi USG Angiografi Pemeriksaan radiologi X-Ray konvensional masih memegang peranan utama.

  • Tulang terdiri dari bahan-bahan:25% air30% organik45% anorganik (densitas tulang radiopak)Ca phosphate 85%ca Carbonate 15%

  • Tulang mendapat suplai darah dari 3 sumber:1. Arteri nutrisi (lekukan a. nutricia pada foto tulang)2. Arteri metaphyse dan epiphyse (yang mensuplai langsung pada metaphyse dan epiphyse)3. Arteri periost berhubungan langsung dengan pembuluh darah merupakan percabangan a. nutricia yang menelusuri sistem Harvers dan Canalis Volkman

  • ANATOMI RADIOLOGIBuku Meschane I:Articular cartilageSubarticular of epiphyseEpiphysis Epiphyseal lineMetaphysisDiaphysis

  • KELAINAN TULANG DAN SENDI1. Anomali perkembanga/kongenital2. Infeksi3. Trauma dan fraktur4. Penyakit defesiensi tulang5. Penyakit displasia tulang6. Tumor tulang7. Osteochondritis dan osteoarthritis8. Penyakit degeneratif.

  • ANOMALI PERKEMBANGAN / KONGENITALArthrogriposis multiply congenital --> kegagalan pembetukan ototEktremitas atas:a. Absen tulang: hemipelia --> distalb. Phacomelia --> proksimalc. Sprengels shoulder:* Scapula letak tinggi* Hemivertebra* Spina bifida cevical

  • d. Synostosis radius dan ulnae. Tangan * Brachyphalangea (pendek) * Brachydactili (metacarpal pendek) * Tubular bone panjang (diaphysea) * Polydactyli

  • 3. Pelvis - Nargle dan robert pelvis: a. satu sayap sacrum absenb. Robert = nargle bilateral - Iliae Horns --> processus, menonjol kearah dorsal dari permukaan sayap ilium

  • 4. Ekstremitas BawahDislokasi kongenital dari coxae (panggul)Coxae vara congenital-femur bowing dan memendek bilateralPatella --> bipartite dan multipartitePseudoarthrosis congenital tibia dan fibula1/3 tengah / bawah Sering lesi pada fibulaKaki dan ankle Pes equino vara Ball and sochet ankle foot

  • Collumna VertebralisCoronal clefts vertebraHemivertebraSacralisasiLumbalisasiScoliosis

  • 2. Infeksi -->OsteomyelitisPyogenic/SuppurativeStaphylococcus StreptococcusPneumococcusSalmonellaPenyebaran Haematogen dari fokus infeksi (tenggorokan dan kulit)Kontuminasi luar (fraktur terbuka/operasi tulang) Spesifik / Non SuppurativeTBC, virus, dan jamurPerlangsungan lambat dibanding pyogenic

  • OSTEOMYELITISa. Akut- Biasanya pada anak-anak- Metaphysis tulang (femur distal, tibia proximal, proximal dan distal humerus, radius, ulna serta pada corpus vertebral)Radiologi- Osteolitik- Periosteal reaction- Soft tissue swelling (pembengkakan)

  • b.KronikTerapi tidak adekuatRadiologi :* Osteosclerosis (banyak)* Diameter tulang besar/bertambah* Kontur tulang tidak rata, cortex tebal* Bisa ada osteolitik* Kadang-kadang terlihat sekuester

  • TBC Tulang Belakang --> Spondilitis TBC Lesi pada corpus vertebra ada 3 tempat :A. Tipe Marginal - dekat discus intervertebralis atas/bawah- dekstruksi osteolytic bagian depan- corpus vertebra dan cepat merusak discus --> menyempit- dapat mengenai 2/lebih corpus vertebra yang berdekatan - bagian depan corpus banyak mengalami dektruksi --> bentuk - baji/wedgegibbus- abses paravertebral lebih banyak pada daerah thoracal oleh karena kontras paru- spider leg appereance- kronis --> bisa timbul kalsifikasi pada abses- tidak tampak osteosclerotik/osteoblastik

  • b. Tipe Sentral - abses timbul pada bagian tengah corpus vertebra - discus lambat terkena - bila lesi meluas ke tepi --> proses sama tipe marginalc. Tipe Anterior - berlangsung dibawah periosteum - meluas dibawah ligamentum longitudinal anterior - kerusakan discus intervertbrae lambat

  • TBC Tulang Panjang Rontgen : - terutama pada metafise tulang panjang - osteolitik lebih dominan - kadang-kadang tepi osteosklerotik ringan - periosteal reaction ringan --> tidak ada - soft tissue swelling ringanPRIMER dapat tulang.SEKUNDER --> hematogen

  • 3. TRAUMA DAN FRAKTUR TULANG a. Trauma dapat bersifat * Ringan : hematoma --> kadang pada foto tulang tidak terlihat * Berat : subluksasi, dislokasi disertai fraktur * Eksternal : tabrakan, jatuh * Internal : kontraksi otot yang kuat dan mendadak, misalnya epilepsi, tetanus, renjatan listrikb. Fraktur - adalah rusaknya kontinuitas tulang, kartilago, atau keduanya dan disertai kerusakan jaringan lunak. - fraktur dapat berupa terbuka atau tertutup

  • EVALUASI FOTO1.Diagnosis --> segera setelah terjadi trauma2.Post reposisi3.1-2 minggu --> apakah kedudukan berubah atau tidak4. 6-8 minggu --> callus forming5. Setiap perubahan/pergantian traksi6. Menjelang keluar RS

  • KOMPLIKASI FRAKTUR1.Osteomyelitis2.Non union (neoarthrosis)3.Bone arthropy4.Bone formation in muscle --> myositis ossificans5.Performitas berat

  • BEBERAPA TYPE FRAKTUR Fraktur transversal Fraktur oblique/spiral/screw Fraktur kominutif --> lebih dari 2 fragmen Fraktur avulsi Fraktur green stick (pada anak-anak) Fraktur kompresi --> vertebra Fraktur impressi --> tengkorak Fraktur linier

  • FRAKTUR RADIUS BAGIAN DISTAL Fraktur CollesFraktur radius bagian distal (sampai 1mm di bagian distal) dengan angulasi ke posterior, dislokasi ke posterior dan deviasi fragmen distal ke radialFraktur SmithFraktur radius bagian distal dengan angulasi atau dislokasi fragmen distal ke volar

  • Fraktur Radius & Ulnaa. Fraktur Monteggra farktur ulna bagian proximal dengan dislokasi caput radii.b. Fraktur Galeazzi fraktur radius bagian distal dengan dislokasi ulna bagian distal

  • FRAKTUR PATOLOGIS1. Fraktur trauma berat2. Fraktur spontan/patologis, misalnya : - Tumor tulang : (primer, sekunder) - Infeksi : (osteomyelitis)3. Fraktur stress : Oleh trauma ringan dan terus menerus, misal : - Fraktur march --> metacarpal - Fraktur tibia --> penari ballet - Fraktur fibula --> pelari jarak jauh

  • LAIN-LAIN- fraktur bentuk T, V, atau Y- fraktur impacred- fraktur longitudinal

  • 4. PENYAKIT DEFESIENSI TULANGA. Rickets (Hipovitaminosis D) 1. Kelainan tulang akibat defesiensi vit. D, kerusakan ginjal, kerusakan absorbsi mineral (usus) 2. Rontgen : 1. Pembesaran chondrocostal junction (rachitis rosary) 2. Cupping metaphyse (tarikan otot-otot dan ligamentum 3. Bowing tulang-tilang panjang 4. Kadang-kadang green stick fracture 5. Kalsifikasi subperiosteal 6. Tepi ala ossis ilii (irreguler) 7. Dens metaphyseal line yang normal menghilang (irreguler + frayed) 8. Kepala : fontanella + sutura (masih terbuka) 9. Osteoporosis (berwarna hitam pada rontgen)

  • B. Scurvy (Hipovitaminosis C)1. Akibat defesiensi vitamin C (terjadi kegagalan pembentukan jaringan intraseluler termasuk tulang, kartilago, dan endotel)2. Pembentukan tulang terhambat sedangkan reabsorbsi tetap terjadi --> osteoporosis3. Rontgen : 1. osteoporosis general 2. ground glass appearance 3. cortex tipis 4. metaphyse lebar (cupping) 5. Pelken's sign --> spurformation 6. Wimberger's sign --> marginal ring calcification pada pusat-pusat ossifikasi di epiphyse 7. subperiosteal hematoma --> mengalami kalsifikasi --> subperiosteal bone.

  • 5. DISPLASIA TULANG Yakni gangguan bentuk tulang atau "modelling" intrinsik tulang.A. Fibrous displasia Terdiri atas 2 bentu, yakni monostatik (femur, tibia, iga, dan muka) dan poliostatik (beberapa tulang --> unilateral) Rontgen: 1. Ground glass appearance 2. Cortex utuh dan tebal 3. Endosteal cortex tipis dan scalloping 4. Diaphyse lebar dan ekspansi

  • 5. Kadang-kadang sklerotik menonjol, 6. Kepala : tepi sklerotik, diploe lebar,tabula externa menonjol (interna jarang kena), sklerotik dibasis tengkorak dan crista sphenoid.

  • B. Osteogenesis Imperfecta Terdiri atas 2 bentuk, yaitu congenital (sejak lahir) dan tanda (gejala baru tampak waktu anak-anak) Rontgen : 1. tulang-tulang osteoporosis (ground glass appearance) 2. multiple fracture 3. bowing extremitas inferior 4. vertebra bikonkaf 5. deosifikasi tulang + diameter tulang lebar 6. kepala : tabula tipis + Warmion bone 7. protrusio acetabuli

  • C. Achondroplasia Semua tulang panjang (ekstremitas) memendek --> sedangkan corpus vertebral normal panjangnya Rontgen : 1. Tulang-tulang panjang pendek dan simetris (mikromelia) 2. Proximal lebih pendek daripada distal (rhizomelia) --> humerus lebih pendek dari tibia 3. Metaphyse lebar dan cupping (distal tulang panjang) 4. Tulang jari tangan pd % lebar, misal jari 3 dan 4 sama panjang (trident hand)

  • 5. Tulang belakang : Wedge/baji (vertebra lumbal), tepi belakang corpus vertebra membulat (concaf) sehingga foramen intervertebralis lebar, diameter anteroposterior pedikel memendek6. Kepala membesar (brachycephaly) 7. Fibula head lebih panjang dari tibia (sama halnya ulna terhadap radius)8. Tulang pelvis --> bentuk champagne/acetabular angle mendatar

  • 6. TUMOR TULANG Dapat berupa benigna/maligna serta bisa primer/sekunder (metastase) :Untuk dapat membedakan maligna atau tidak :Umur penderitaLamanya gejala-gejala nyeri & pembengkakan serta kecepatan pembesaranBesar kecilnya tumor