Sintesis asam asetat (SMAK bogor)

  • Published on
    03-Jul-2015

  • View
    1.532

  • Download
    37

Embed Size (px)

Transcript

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Kata PengantarPuji dan syukur selalu terucap pada Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya makalah ini. Makalah yang kami beri judul Sintesis Asam Asetat ini, membahas mengenai sintesis senyawa organik yaitu Asam Asetatdalam skala laboratorium ataupun dalam skala industri. Makalah ini disusun sebagai tugas mata pelajaran kimia organik. Selain itu, makalah ini disusun untuk lebih mengetahui bagaimana pembuatan Asam Asetat dengan rinci. Dengan adanya makalah ini, penulis berharap materi yang disampaikan dapat lebih diserap dengan mudah oleh siswa. Kami mengucapkan terimakasih kepada smua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Tak ada gading yang tak retak. Kami sadar sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran akan kami terima untuk penyempurnaan makalah ini.

Bogor, April 2011

Penyusun

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

1

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

LEMBAR PENGESAHAN

Siswa

Siswa

Siswa

Andini NIS. 09.55.06374

Nur Agni Alvina NIS. 09.55.06525

Yhohan Adi Chandra NIS. 09.55.06601

Mengetahui, Orangtua Siswa Orangtua Siswa Orangtua Siswa

Adeng Heri

Muhammad Alfian

M. Yunanto

Mengtahui dan Menyetujui Guru Mata Pelajaran Kimia Organik

Rusman, M.Si NIP. 19781113 200502 1 001

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

2

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16,7C. Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

3

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

B. ManfaatAsam asetat digunakan sebagai pereaksi kimia untuk menghasilkan berbagai senyawa kimia. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Sebagian besar (40-45%) dari asam asetat dunia digunakan sebagai bahan untuk memproduksi monomer vinil asetat (vinyl acetate monomer, VAM). Selain itu asam asetat juga digunakan dalam produksi anhidrida asetat dan juga ester. Juga sebagai pengatur keasaman pada industry makanan dan pelunak air. Penggunaan asam asetat lainnya, termasuk penggunaan dalam cuka relatif kecil. Pada industri tekstil, terutama industri pencelupan kain dimana asam asetat berfungsi sebagai pengatur pH. Dan pada industri benang karet, sebagai bahan penggumpal ( co-agulant ) ketika latex dikeluarkan dari extruder. Dalam industri farmasi asam asetat digunakan untuk untuk pembuatan obat-obatan (aspirin).

C. Tujuan

Mengetahui senyawa asam asetat berdasarkan sifat fisika dan sifat kimianya. Mengetahui cara pembuatan asam asetat dala skala laboratorium maupun dalam skala industry. Mengetahui berbagai metoda dalam sintesis asam asetat. Mengetahui bahan-bahan apa saja yang diperlukan dalam mensitesis asam asetat Mengetahui manfaat serta aplikasi asam asetat dalam produk

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

4

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

D. Ringkasan Asam asetat telah diketahui manusia selama berabad-abad. Kemungkinan besar bahwa itu ditemukan tidak sengaja selama proses pembuatan anggur. Ketika proses fermentasi adalah jus buah dibiarkan terlalu lama, anggur spontan bentuk cuka, encer bentuk asam asetat. Akibatnya, asam asetat namanya berasal dari acetum kata Latin yang berarti cuka. Teknologi pembuatan asam asetat mungkin yang paling beragam dari pembuatan semua bahan kimia organik industri. Ada beberapa teknik yang digunakan dalam pembuatan asam asetat, diantaranya ialah; karbonilasi methanol, sintesis gas metan, oksidasi asetaldehida, oksidasi etilena, oksidasi alkana, oksidatif fermentasi, dan anaerob fermentasi. Karbonilisasi methanol merupakan teknik yang umum digunakan dalam produksi industri asam asetat dan menjadi teknik penghasil asam asetat lebih dari 65% dari kapasitas global. Dari asam asetat yang diproduksi oleh industri kimia, 75% diantaranya diproduksi melalui karbonilasi metanol. Sisanya dihasilkan melalui metode-metode alternatif. Dalam konsentrasi kecil, asam asetat cocok untuk konsumsi. Cuka adalah salah satu komponen rasa primer dari berbagai jenis saus salad di mana ia hadir di sekitar 5%. Ini menyediakan, asam atau rasa tajam menggigit. Dalam produk makanan lain, asam asetat digunakan sebagai pengawet. Cuka putih digunakan sebagai pembersih rumah tangga karena memiliki karakteristik antibakteri tertentu. Asam asetat digunakan dalam industri lain. Ini adalah prekursor kimia untuk bahan penting seperti Hal ini dapat digunakan sebagai pelarut untuk jenis lain dari proses-

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

5

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

proses seperti produksi plastik, karet, getah, damar, dan minyak atsiri, dan juga merupakan acidifier penting dalam produk farmasi.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

6

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

E. Daftar Isi

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

7

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

F. Tinjauan Pustaka Cuka telah dikenal manusia sejak dahulu kala. Cuka dihasilkan oleh berbagai bakteria penghasil asam asetat, dan asam asetat merupakan hasil samping dari pembuatan bir atau anggur. Penggunaan asam asetat sebagai pereaksi kimia juga sudah dimulai sejak lama. Pada abat ke-3 Sebelum Masehi, Filsuf Yunani kuno Theophrastos menjelaskan bahwa cuka bereaksi dengan logam-logam membentuk berbagai zat warna, misalnya timbal putih (timbal karbonat), dan verdigris, yaitu suatu zat hijau campuran dari garam-garam tembaga dan mengandung tembaga (II) asetat. Bangsa Romawi menghasilkan sapa, sebuah sirup yang amat manis, dengan mendidihkan anggur yang sudah asam. Sapa mengandung timbal asetat, suatu zat manis yang disebut juga gula timbal dan gula Saturnus. Akhirnya hal ini berlanjut kepada peracunan dengan timbal yang dilakukan oleh para pejabat Romawi. Pada abad ke-8, ilmuwan Persia Jabir ibn Hayyan menghasilkan asam asetat pekat dari cuka melalui distilasi. Pada masa renaisans, asam asetat glasial dihasilkan dari distilasi kering logam asetat. Pada abad ke-16 ahli alkimia Jerman Andreas Libavius menjelaskan prosedur tersebut, dan membandingkan asam asetat glasial yang dihasilkan terhadap cuka. Ternyata asam asetat glasial memiliki banyak perbedaan sifat dengan larutan asam asetat dalam air, sehingga banyak ahli kimia yang mempercayai bahwa keduanya sebenarnya adalah dua zat yang berbeda. Ahli kimia Prancis Pierre Adet akhirnya membuktikan bahwa kedua zat ini sebenarnya sama.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

8

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Pada 1847 kimiawan Jerman Hermann Kolbe mensintesis asam asetat dari zat anorganik untuk pertama kalinya. Reaksi kimia yang dilakukan adalah klorinasi karbon disulfida menjadi karbon tetraklorida, diikuti dengan pirolisis menjadi tetrakloroetilena dan klorinasi dalam air menjadi asam trikloroasetat, dan akhirnya reduksi melalui elektrolisis menjadi asam asetat. Sejak 1910 kebanyakan asam asetat dihasilkan dari cairan piroligneous yang diperoleh dari distilasi kayu. Cairan ini direaksikan dengan kalsium hidroksida menghasilkan kalsium asetat yang kemudian diasamkan dengan asam sulfat menghasilkan asam asetat. Menurut Food and Drugs Administration di Amerika Serikat, cuka, cuka sari buah apel, cuka apel, dibuat melalui fermentasi alkoholik sari buah apel diikuti fermentasi asetat (Pelczar and Chan, 1988). Menurut Frazier (1976), cuka didefinisikan sebagai bumbu yang dibuat dari bahan yang mengandung pati atau gula dengan fermentasi alkohol diikuti oksidasi asetat. Menurut Dwiari dkk (2008), metode pembuatan asam asetat dapat dibedakan menjadi metode lambat seperti yang dikerjakan di rumah, atau metode let alone, metode Perancis atau Orleans, dan metode cepat, seperti proses pembuatan dengan genera atau prosedur fogging. Pada metode lambat, cairan alkohol tidak bergerak selama asetifikasi, sedangkan pada metode cepat, cairan alkohol bergerak. Metode lambat menggunakan sari buah-buahan yang difermentasi atau cairan gandum untuk menghasilkan asam asetat. Sedangkan metode cepat kebanyakan untuk menghasilkan cuka dari minuman keras (alkohol). Cairan gandum atau buah disediakan untuk makanan bakteri cuka, tetapi untuk memelihara bakteri cuka aktif dalam metode cepat menggunakan alkohol, ditambah dengan vinegar food, yang merupakan kombinasi senyawa organik dan anorganik. Persentase cuka dinyatakan dalam grain, yaitu 10 kali jumlah gram asam asetat per 100 mL cuka. Jadi cuka 40 grain mengandung 4 gram asam asetat per 100 mL cuka pada suhu 2000C.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

9

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Fermentasi Fermentasi merup