of 7 /7
SINOPSIS TARI SAMAN (RATEB MEUSEUKAT) Penanggung Jawab : Drs. H. Endang Suparman, MM Pembina : Lukman Fauzi, S.Pd Pelatih : Mirda Hanum, S.Pd Penari : - Desy Yana : - Shella Pursita Dewi : - Windy Ismawati : - Destin Ahlul Zannah : - Nurfadillah : - Ajeng Dwi Ramadhanti : - Septi Karyaningsih : - Dila Taruli : - Yuliana Setyorini : - Robiatul Adewiyah : - Siti Aisyah : - Yerni Sri Utama Syekh : - Miftahul Rizki Geundrang : - Herdiman : - Agung Nur Alam

Sinopsis Tari Saman

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tentang tari saman

Citation preview

Page 1: Sinopsis Tari Saman

SINOPSIS TARI SAMAN

(RATEB MEUSEUKAT)

Penanggung Jawab : Drs. H. Endang Suparman, MM

Pembina : Lukman Fauzi, S.Pd

Pelatih : Mirda Hanum, S.Pd

Penari : - Desy Yana

: - Shella Pursita Dewi

: - Windy Ismawati

: - Destin Ahlul Zannah

: - Nurfadillah

: - Ajeng Dwi Ramadhanti

: - Septi Karyaningsih

: - Dila Taruli

: - Yuliana Setyorini

: - Robiatul Adewiyah

: - Siti Aisyah

: - Yerni Sri Utama

Syekh : - Miftahul Rizki

Geundrang : - Herdiman

: - Agung Nur Alam

SMAN 5 KABUPATEN TANGERANG

2013

Page 2: Sinopsis Tari Saman

SEJARAH TARI SAMAN

Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.

Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria.

Pada zaman dahulu,tarian ini pertunjukkan dalam acara adat tertentu,diantaranya dalam upacara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan pula pada acara-acara yang bersifat resmi,seperti kunjungan tamu-tamu Antar Kabupaten dan Negara,atau dalam pembukaan sebuah festival dan acara lainnya.     

Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Page 3: Sinopsis Tari Saman

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada.Diduga,ketika menyebarkan agama islam,syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno,kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudakan dakwahnya.Dalam konteks kekinian,tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang,kirep,lingang,surang-saring(semua gerak ini adalah bahasa Gayo)

Pada umumnya,Tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil.Pendapat Lain mengatakan Tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang,dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.Namun, dalam perkembangan di era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syeikh. Selain mengatur gerakan para penari,Syeikh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman. yaitu ganit.

TARI RATEB MEUSEKAT

Tari Ratéb Meuseukat merupakan salah satu tarian Aceh yang berasal dari Aceh. Nama Ratéb Meuseukat berasal dari bahasa Arab yaitu ratéb asal kata ratib artinya ibadat dan meuseukat asal kata sakat yang berarti diam.

Diberitakan bahwa tari Ratéb Meuseukat ini diciptakan gerak dan gayanya oleh anak

Teungku Abdurrahim alias Habib Seunagan (Nagan Raya), sedangkan syair atauratéb-nya

diciptakan oleh Teungku Chik di Kala, seorang ulama di Seunagan, yang hidup pada abad ke

XIX. Isi dan kandungan syairnya terdiri dari sanjungan dan puji-pujian kepada Allah dan

sanjungan kepada Nabi, dimainkan oleh sejumlah perempuan dengan pakaian adat Aceh. Tari

ini banyak berkembang di Meudang Ara Rumoh Baro di kabupaten Aceh Barat Daya.

Pada mulanya Ratéb Meuseukat dimainkan sesudah selesai mengaji pelajaran agama malam

hari, dan juga hal ini tidak terlepas sebagai media dakwah. Permainannya dilakukan dalam

posisi duduk dan berdiri. Pada akhirnya juga permainan Ratéb Meuseukat itu dipertunjukkan

juga pada upacara agama dan hari-hari besar, upacara perkawinan dan lain-lainnya yang tidak

bertentangan dengan agama.

Saat ini, tari ini merupakan tari yang paling terkenal di Indonesia. Hal ini dikarenakan

keindahan, kedinamisan dan kecepatan gerakannya. Tari ini sangat sering disalahartikan

sebagai tari Saman milik suku Gayo. Padahal antara kedua tari ini terdapat perbedaan yang

sangat jelas. Perbedaan utama antara tari Ratéb Meuseukat dengan tari Saman ada 3 yaitu,

pertama tari Saman menggunakan bahasa Gayo, sedangkan tari Ratéb Meuseukat

Page 4: Sinopsis Tari Saman

menggunakan bahasa Aceh. Kedua, tari Saman dibawakan oleh laki-laki, sedangkan tari

Ratéb Meuseukat dibawakan oleh perempuan. Ketiga, tari Saman tidak diiringi oleh

alat musik, sedangkan tari Ratéb Meuseukat diiringi oleh alat musik,

yaitu rapa’i dangeundrang.

Keterkenalan tarian ini seperti saat ini tidak lepas dari peran salah seorang tokoh yang

memperkenalkan tarian ini di pulau Jawa yaitu Marzuki Hasan atau biasa disapa Pak Uki.

Page 5: Sinopsis Tari Saman

SINOPSIS TARI RATEB MEUSEUKAT

Adapun tarian yang akan ditampilkan adalah tari Rateb Meuseukat. Tarian ini akan ditampikan oleh 12 orang penari, 1 syehk dan 2 pemain geunderang. Tarian akan dinyanyikan dalam bahasa Aceh dan terdiri dari 11 gerakan. Adapun gerakan tersebut adalah :

1. Gerakan pembuka tanpa syair2. Gerakan pembuka dengan syair3. Inti tarian berupa nasihat-nasihat keagamaan4. Doa terhadap Rasullulah SAW5. Doa untuk negara6. Gerakan penutup tanpa syair

Pada mulanya Ratéb Meuseukat dimainkan sesudah selesai mengaji pelajaran agama malam

hari, dan juga hal ini tidak terlepas sebagai media dakwah. Permainannya dilakukan dalam

posisi duduk dan berdiri. Pada akhirnya juga permainan Ratéb Meuseukat itu dipertunjukkan

juga pada upacara agama dan hari-hari besar, upacara perkawinan dan lain-lainnya yang tidak

bertentangan dengan agama.

Saat ini, tari ini merupakan tari yang paling terkenal di Indonesia. Hal ini dikarenakan

keindahan, kedinamisan dan kecepatan gerakannya. Tari ini sangat sering disalahartikan

sebagai tari Saman milik suku Gayo. Padahal antara kedua tari ini terdapat perbedaan yang

sangat jelas. Perbedaan utama antara tari Ratéb Meuseukat dengan tari Saman ada 3 yaitu,

pertama tari Saman menggunakan bahasa Gayo, sedangkan tari Ratéb Meuseukat

menggunakan bahasa Aceh. Kedua, tari Saman dibawakan oleh laki-laki, sedangkan tari

Ratéb Meuseukat dibawakan oleh perempuan. Ketiga, tari Saman tidak diiringi oleh

alat musik, sedangkan tari Ratéb Meuseukat diiringi oleh alat musik, yaitu rapa’i dan

geundrang.