SINDROM NEFROTIK PPT

Embed Size (px)

DESCRIPTION

SN ptt

Text of SINDROM NEFROTIK PPT

SINDROM NEFROTIK

Yuliana Marbun103307031SINDROM NEFROTIK1. Definisi Sindrom nefrotik dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan gejala klinis yang ditandai dengan proteinuria berat, hipoalbuminemia, edema generalisata dan hiperlipidemia.

2. Epidemiologi SN dapat menyerang semua umur tetapi terutama menyerang anak-anak yang berusia antara 2-6 tahun

3. Klasifikasi Sindrom nefrotik primerDikatakan sindrom nefrotik primer oleh karena sindrom nefrotik ini secara primer terjadi akibat kelainan pada glomerulus itu sendiri tanpa ada penyebab lain.Sindrom nefrotik sekundertimbul sebagai akibat dari suatu penyakit sistemik atau sebagai akibat dari berbagai sebab yang nyata seperti misalnya efek samping obat.

4. PatofisiologiProteinuria disebabkan peningkatan permeabilitas kapiler terhadap protein akibat kerusakan glomerulus. Akibat proteinuria dapat menyebabkan hipoalbuminuria.Hipoproteinemia dapat terjadi akibat kehilangan protein melalui urin (proteinuria), katabolisme albumin meningkat, intake protein berkurang karena penderita anoreksia atau bertambahnya pemakaian asam amino.Hiperlipidemia muncul akibat penurunan tekanan onkotik, disertai pula oleh penurunan aktivitas degradasi lemak karena hilangnya -glikoprotein sebagai perangsang lipase. Apabila kadar albumin serum kembali normal, baik secara spontan ataupun dengan pemberian infus albumin, maka umumnya kadar lipid kembali normal. sembab atau edema menunjukkan adanya penimbunan cairan dalam ruang interstitial di seluruh tubuh. Sembab atau edema sering merupakan keluhan pertama dan satu-satunya dari pasien-pasien SN. 5. Manifestasi KlinisPasien SN biasanya datang dengan edema pada daerah periorbita, skrotum atau labia. Bila berat akan disertai asites, efusi pleura, dan edema anasarka.Kadang-kadang disertai oliguria dan gejala infeksi, nafsu makan berkurang dan diare.6. DiagnosaAnamneseKeluhan yang sering ditemukan adalah bengkak di kedua kelopak mata,perut, tungkai, atau seluruh tubuh dan dapat disertai jumlah urin yang berkurang. Keluhan lain juga dapat ditemukan seperti urin berwarna kemerahan.Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik sindrom nefrotik dapat ditemukan edema di kedua kelopak mata, tungkai, atau adanya asites dan edema skrotum/labia Pemeriksaan PenunjangUrinalisis. Biakan urin hanya dilakukan bila didapatkan gejala klinis yang mengarah kepada infeksi saluran kemih.Protein urin kuantitatif, dapat menggunakan urin 24 jam atau rasio protein/kreatinin pada urin pertama pagi hari.Pemeriksaan darah

7. Diagnosis BandingEdema non-renal : gagal jantung kongestif, gangguan nutrisi, edema hepatal.Glomerulonefritis akutLupus sistemik eritematosus.

8. PenatalaksanaanDiitetik cukup diberikan diit protein normal sesuai dengan RDA (recommended daily allowances) yaitu 1,5-2 g/kgBB/hari DiuretikRestriksi cairan dianjurkan selama ada edema berat. Biasanya diberikan loop diuretic seperti furosemid 1-3 mg/kgbb/hari, bila perlu dikombinasikan dengan spironolakton (antagonis aldosteron, diuretik hemat kalium) 2-4 mg/kgbb/hari. KortikosteroidPengobatan inisial

Pengobatan relaps

Pengobatan sindrom nefrotik relaps sering atau dependen steroid:

Steroid jangka panjangLevamisol Sitostatik Siklosporin (Cy A)

Pengobatan sindrom nefrotik resisten steroidSiklofosfamid (CPA)Siklosporin (CyA)Metilprednisolon pulsObat Imunosupresif lain

9. Komplikasi Infeksi sekunder TrombosisHipovolemiaGagal ginjal Malnutrisi 10. Prognosis Terapi antibakteri dapat mengurangi kematian akibat infeksi, tetapi tidak berdaya terhadap kelainan ginjal sehingga akhirnya dapat terjadi gagal ginjal.Pada umumnya sindrom nefrotik primer memberi respons yang baik terhadap pengobatan awal dengan steroid.