Click here to load reader

sgd 11 lbm 1 cardio salma.pptx

  • View
    359

  • Download
    37

Embed Size (px)

Text of sgd 11 lbm 1 cardio salma.pptx

Tekanan Darah ?

Tekanan Darah ?Hasil perkalian curah jantung dengan kuatnya tekanan dinding pembuluh darah / tahanan perifer

Curah jantung hasil perkalian frekuensi nadi dengan banyak darah yang dikeluarkan oleh ventrikel tiap satu kali sistoleSalma Savita/11Jelaskan anatomi dan fisiologi dari jantung

Anatomi jantungStruktur luar dari JantungBentuk:menyerupai kerucut .Besar:sedikit lebih besar dari kepalan tangan kanan pemiliknyaUkuran : p=12 cm, l=8-9 cm, t=6 cmBerat: 340-380 gr(P), 230-280 gr (W)Struktur: Bagian terbawah yg lancip disebut apex, dan bagian atas yg lebar disebut basis\Fascies: f. sternocostalis dan f. diafragmaticaMargo: margo acutus (dextra) dibentuk terutama oleh atrium dextra margo obtusus(sinistra)dibentuk oleh auricula sinistra, dan terutama ventrikel kiri

Salma Savita/11Jantung terdiri dari dua atrium dan dua ventrikel. Antara atrium dan ventrikel dari luar dipisahkan oleh sulcus atrioventriculare ( disini untuk berjalan sinus coronarius). Antara atrium dexter dan atrium sinister dari luar dipisahkan oleh sulcus inter atrialis ( sulcus ini disebelah dorsal lebih nyata ), dari dalam dipisahkan oleh sekat yang disebut septum inter atriorum. Salma Savita/11Pembuluh darah besar pada jantung:Pada Atrium dexter terdapat VENA CAVA SUPERIOR dan VENA CAVA INFERIOR.Pada Atrium sinister terdapat vena pulmonalis.Pada Ventrikel dexter terdapat truncus pulmonalis, yang bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri.Pada Ventrikel sinister terdapat Aorta.Persyarafan JantungDisarafi oleh SARAF OTONOM1. Saraf simpatismerangsang (stimulasi) denyut jantung menjadi kuat dan cepat2. Saraf parasimpatismenahan (inhibisi) denyut/kontraksi jantung menjadi lemah dan lambat

Salma Savita/11

Salma Savita/11b. Fisiologis jantungAtrium dextra, berfungsi untuk menerima darah dari seluruh tubuh yang miskin oksigen melalui vena cava superior dan inferior, dan kemudian memasukkannya ke ventrikel dextraVentrikel dextra, berfungsi untuk menerima darah yang miskin oksigen dari atrium dextra dan kemudian mengeluarkannya melalui arteri pulmonalis yang selanjutnya darah tersebut akan menuju ke pulmoAtrium sinistra, berfungsi untuk menerima darah yang kaya akan oksigen dari pulmo melalui vena pulmonalis, dan kemudian memasukkannya ke ventrikel sinistraVentrikel sinistra, berfungsi untuk menerima darah yang kaya oksigen dari atrium sinistra, dan kemudian mengeluarkannya melalui aorta untuk diedarkan ke seluruh tubuh,. Dari beberapa bagian jantung, ventrikel sinistra inilah yang memiliki lapisan otot paling tebal dan keras, hal ini dikarenakan bagian ini adalah bagian pada jantung yang memiliki tugas yang paling berat yaitu memompakan darah ke seluruh tubuh.(Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall, 1997, Jakarta : EGC)

Salma Savita/112. Jelaskan klasifikasi tekanan darah

Salma Savita/113. Jelaskan klasifikasi dari frekuensi nadiFrekuensi nadi banyaknya detakan Nilai normal

Prematur 40 70 x/menit0-3 Bulan35 55 x/menit3-6 Bulan30 45 x/menit6-12 Bulan25 40 x/menit1-3 Tahun20 30 x/menit3-6 Tahun20 45 x/menit6-12 Tahun14 22 x/menit> 12 Tahun12 18 x/menitDewasa14 20 x/menitSalma Savita/11Kelainan nadi Tachycardia Bradycardia Pulsus defisit jumlah denyut jantung tidak sama dengan denyut nadi (atrial fibrilasi)Pulsus Augmented dinding pembuluh darah lebih kaku (atriosklerosis)Pulsus parvus denyut nadi teraba lemah (stenosis katub mitral)Pulsus paradoxsus nadi saat inspirasi lemah, saat ekspirasi normal (tamponade cardiac)Pulsus alternans nadi tidak stabil (gagal jantung)

Sumber : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17124/4/Chapter%20II.pdf

Salma Savita/114. Bagaimana mekanisme pengaturan tekanan darah

Pengaturan tekanan arteri jangka pendek dilakukan oleh sistem saraf simpatis, terutama melalui efek sistem saraf pada kapasitansi dan tahanan vaskular perifer total dan kemampuan memompa jantung. Sedangkan pengaturan untuk jangka panjang bekaitan dengan homeostasis volume cairan tubuh, yang ditentukan oleh keseimbangan antara asupan dan keluaran cairan. Bila tubuh mengandung banyak cairan ekstrasel, volume darah dan tekanan arteri akan meningkat. Peningkatan tekanan ini kemudian mempengaruhi ginjal untuk mengeksresikan kelebihan cairan ekstrasel, sehingga pengembalian tekanan kembali normal (Guyton dan Hall, 2006)Salma Savita/11Sistem Pengaturan Tekanan Darah Jangka Pendek Refleks Baroreseptor Setiap perubahan pada tekanan darah rata-rata akan mencetuskan refleks baroreseptor yang diperantarai secara otonom. Sistem baroreseptor bekerja sangat cepat untuk mengkompensasi perubahan tekanan darah. Baroreseptor yang penting dalam tubuh manusia terdapat di sinus karotis dan arkus aorta

Salma Savita/11Baroreseptor secara terus menerus memberikan informasi mengenai tekanan darah, dan secara kontinu menghasilkan potensial aksi sebagai respon terhadap tekanan didalam arteri. Jika tekanan arteri meningkat, potensial aksi juga akan meningkat sehingga kecepatan pembentukan potensial aksi di neuron eferen yang bersangkutan juga ikut meningkat. Begitu juga sebaliknya, jika terjadi penurunan tekanan darahSalma Savita/11Kemoreseptor pada arteri karotis dan aorta Kemoreseptor tersebut peka terhadap kadar O2 rendah pada darah. Fungsi utamanya adalah secara refleks meningkatkan aktivitas penafasan sehingga lebih banyak O2 yang masukSalma Savita/11Sistem Pengaturan Tekanan Darah Jangka PanjangEpinefrin, berasal dari medula adrenal, berikatan dengan reseptor 1 (vasokonstriksi) dan reseptor 2 (vasodilatasi), juga berikata dengan 1 (meningkatkan denyut jantung dan kekuatan kontraksi (Ronny, 2009) b. Serotonin 5-hidroksitriptamin, biasanya terdapat pada saraf terminal, trombosit dan sel mast. Zat ini menyebabkan vasokonstriksi (Ronny, 2009) Histamin, biasanya dikeluarkan saat terjadi luka atau inflamasi yang dapat menyebabkan pembuluh darah di otot polos vasodilatasi, tetapi otot polos viseral berkontraksi (Ronny, 2009) Angiotensin II, merupakan bagian dari sistem renin angiotensin aldosteron. Angiotensin II merupakan vasokonstriktor yang sangat kuat. Walaupun hanya berada dalam darah 1 atau 2 menit dalam darah, tetapi angiotensin II mempunyai pengaruh utama yang dapat meningkatkan tekanan arteri, yaitu sebagai vasokonstriksi di berbagai daerah tubuh serta menurunkan eksresi garam dan air oleh ginjalSalma Savita/11

Salma Savita/115. Apa saja penyakit yang bisa terjadi yang diakibatkan oleh tekanan darah yang abnormal?

Tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama akan merusak endothel arteri dan mempercepat atherosklerosis. Komplikasi dari hipertensi termasuk rusaknya organ tubuh seperti jantung, mata, ginjal, otak, dan pembuluh darah besar. Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk penyakit serebrovaskular (stroke, transient ischemic attack), penyakit arteri koroner (infark miokard, angina), gagal ginjal, dementia, dan atrial fibrilasiSalma Savita/11

KOMPLIKASI

Jantung : Hipertrofi ventrikel kiriGagal jantung kronik hipertensi dapat menyebabkan gagal jantung. Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik di mana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan. Hipertensi merupakan faktor yang meningkatkan tekanan ventrikel selama sistolik, yang selanjutnya akan meningktan beban akhir jantung (after load). Pada awal, terjadi mekanisme kompensasi jantung berupa hipertrofi ventrikel untuk melawan tahanan tersebut. Bila hal ini berlangsung cukup lama, maka akan terdapat titik akhir di mana jantung sudah tidak dapat melawan beban akhir jantung, dan terjadilah gagal jantung (decompesatio cordis) (Silbernagl S dan Lang F, 2000).Penyakit jantung kongestifAritmiaSalma Savita/11Infark miokard terjadi apabila arteri koroner yang arterosklerosis tidak dapat menyuplai cukup oksigen ke miokardium atau apabila terbentuk trombus yang menghambat aliran darah melalui pembuluh darah tersebut. Karena hipertensi kronik dan hipertensi ventrikel, maka kebutuhan oksigen miokardium mungkin tidak dapat terpenuhi dan dapat terjadi iskemia jantung yang menyebabkan infark. Demikian juga hipertropi ventrikel dapat menimbulkan perubahan-perubahan waktu hantaran listrik melintasi ventrikel sehingga terjadi disritmia, hipoksia jantung, dan peningkatan resiko pembentukan bekuan (Corwin, 2000). Salma Savita/11Pembuluh Darah : ArteriosklerosisPenyakit pembuluh darah periferPenyakit jantung koronerGinjal Insufisiensi ginjalOTAK Stroke MATA RetinopatiSalma Savita/11Stroke dapat timbul akibat perdarahan tekanan tinggi di otak, atau akibat embolus yang terlepas dari pembuluh non otak yang terpajan tekanan tinggi. Stroke dapat terjadi pada hipertensi kronik apabila arteri-arteri yang memperdarahi otak Salma Savita/11Gagal ginjal dapat terjadi karena kerusakan progresif akibat tekanan tinggi pada kapiler-kepiler ginjal, glomerolus. Dengan rusaknya glomerolus, darah akan mengalir keunit-unit fungsional ginjal, nefron akan terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kematian. Dengan rusaknya membran glomerolus, protein akan keluar melalui urin sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang, menyebabkan edema yang sering dijumpai pada hipertensi kronik (Corwin, 2000).

Sumber : IPD FK UI

Salma Savita/116. Mengapa pasien dianjurkan untuk diet rendah garam?

Garam 40% sodium dan 60% klorida meningkatkan retensi cairan tubulus ginjal tidak bisa menyerap dengan sempurna kelebihan cairan/ volume darah meningkat hipertensi

Salma Savita/11Garam yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat langsung dikeluarkan. Akibatnya, garam secara tidak langsung meningkatkan volume cairan ekstrasel karena 2 alasan:Kelebihan garam dalam cairan ekstrasel, maka meningkatkan osmolalitas cairan, keadaan ini merangsang pusat haus di otak, yan gmembuat orang meminum lebih banyak air untuk mengembalikan konsentrasi garam ekstrasel kembali normal. Hal ini akan meningkatka