Click here to load reader

SGD 1 Repro (Autosaved)

  • View
    14

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of SGD 1 Repro (Autosaved)

Scenario system kesehatan nasional (SKN) &SKD Kelompok I

BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk keberhasilan pembangunan bangsa. Untuk itu diselenggarakan pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan berkesinambungan, dengan tujuan guna meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Kesinambungan dan keberhasilan pembangunan kesehatan ditentukan oleh tersedianya pedoman penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Lebih dari dua dekade, penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Indonesia berpedoman pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang ditetapkan pada tahun 1982. Tujuan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakanlah program pembangunan nasional secara menyeluruh dan berkesinambungan. Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. Untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan kesehatan, diperlukan dukungan Sistem Kesehatan Nasional yang tangguh. Di Indonesia, Sistem Kesehatan Nasional (SKN) telah ditetapkan pada tahun 1982. SKN tersebut telah berperanan besar sebagai acuan dalam penyusunan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) bidang Kesehatan, penyusunan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, dan juga sebagai

FK Al Azhar Mataram

Page 1

Scenario system kesehatan nasional (SKN) &SKD Kelompok I acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan, pedoman dan arah pelaksanaan pembangunan kesehatan. 1.2 TUJUAN1.2.1 1.2.2

Untuk mengetahui pengertian system kesehatan Untuk mengetahui pengertian, prinsip, dan tujuan SKN

1.2.3 Untuk mengetahui komponen atau subsistem SKN 1.2.4 Untuk mengetahui pengertian SKD 1.2.5 Untuk mengetahui hubungan penyelenggaraan SKD dan SKD

FK Al Azhar Mataram

Page 2

Scenario system kesehatan nasional (SKN) &SKD Kelompok I

BAB II PEMBAHASAN

2.1 SKENARIO I SISTEM KESEHATAN NASIONAL (SKN) DAN DAERAH (SKD) Beberapa permasalahan pembangunan bidang kesehatan di Indonesia, antara lain : 1. Disparitas status kesehatan antar daerah, antar tingkat social-ekonomi, perkotaan dan pedesaan yang masih cukup tinggi (AKB, AKI) 2. Beban ganda penyakit pada waktu bersamaan penyakit menular dan penyakit tidak menular 3. Rendahnya kualitas, pemerataan dan keterjangkauan Pelayanan Kesehatan. 4. Terbatasnya Tenaga kesehatan dan distribusinya tidak merata 5. Terbatasnya pembiayaan kesehatan 6. Perilaku masyarakat yang kurang mendukung Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Meskipun Pemerintah telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJP-K) tahun 2005-2025, namun adanya berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar seperti globalisasi, desentralisasi, krisis multidemensii serta pemahaman kesehatan sebagai hak azasi dan investasi, mendorong perlunya revisi terhadap Sistem Kesehatan Nasional yang telah ada. Perkembangan otonomi daerah memberi peluang penetapan Sistem Kesehatan Daerah yang merupakan bagian integral dari Sistem kesehatan Nasional

FK Al Azhar Mataram

Page 3

Scenario system kesehatan nasional (SKN) &SKD Kelompok I

2.2 Identifikasi Kata Sulit RPJP-K : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan adalah rencana pembangunan nasional di bidang kesehatan, yang merupakan penjabaran dari RPJPN Tahun 2005-2025, dalam bentuk dasar, visi, misi, arah dan kebutuhan sumber daya pembangunan nasional di bidang kesehatan untuk masa 20 tahun ke depan, yang mencakup kurun waktu sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2025.

2.2 Step II identifikasi Masalah1. Masalah : a) Disparitas status kesehatan antar daerah, antar tingkat social-ekonomi, perkotaan dan pedesaan yang masih cukup tinggi (AKB, AKI) b) Beban ganda penyakit pada waktu bersamaan penyakit menular dan penyakit tidak menular c) Rendahnya Kesehatan. d) Terbatasnya Tenaga kesehatan dan distribusinya tidak merata e) Terbatasnya pembiayaan kesehatan f) Perilaku masyarakat yang kurang mendukung Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 2. Jelaskan tentang SKN dan SKD 3. Jelaskan hubungan SKN dan SKD serta dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas. 4. Jelaskan hubungan SKN/ SKD dengan pembiayaan pelayanan kesehatan, khususnya bagi kelompok miskin kualitas, pemerataan dan keterjangkauan Pelayanan

FK Al Azhar Mataram

Page 4

Scenario system kesehatan nasional (SKN) &SKD Kelompok I

2.3 Step III Brainstorming 1IPOLEKSOSBUDHANKAM Nasional, Regional, Dan Global

Landasan Sumber Daya Kesehatan Analisis Situasi , Masalah Kesehatan & kecenderungan SKN

Pemberdayaan Masyarakat Derajat Kes. Masy. Yg setinggitingginya

Upaya Kesehatan Pembiayaan Kesehatan

Kesehatan yang bermutu

Manajemen Kesehatan

Prinsip Dasar Umpan Balik

INPUT

PROSES

OUTPUT

OUTCOME

2

Penjelasan tentang SKN dan SKD SKN : SKN adalah suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945.

FK Al Azhar Mataram

Page 5

Scenario system kesehatan nasional (SKN) &SKD Kelompok I Prinsip dasar SKN adalah norma, nilai dan aturan pokok yang bersumber dari falsafah dan budaya Bangsa Indonesia, yang dipergunakan sebagai acuan berfikir dan bertindak dalam penyelenggaraan SKN. Prinsip-prinsip dasar tersebut meliputi: - Perikemanusiaan - Hak asasi manusia - Adil dan merata - Pemberdayaan dan kemandirian masyarakat - Kemitraan - Pengutamaan dan manfaat - Tata kepemerintahan yang baik SKD : Merupakan tatanan penyelengaraannya pembangunan kesehatan provinsi yang terdiri dari komponen upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumberdaya manusia kesehatan, obat dari perbekalan kesehatan, pemberdayaan kesehatan, dan manajemen kesehatan. Menurut Wiludjeng (2006) beberapa fungsi sistem kesehatan daerah dapat digunakan untuk : Sebagai acuan bagin setiap individu maupun kelompok atau lembaga yang terkait dengan kesehatan dalam penyelenggaraan kebijakan,

program,maupun kegiatannya. SKD sebagai pedoman dan arahan penyelenggaraan pembangunan kesehatan serta pembangunan berwawasan kesehatan. SKD merupakan sistem terbuka yang berinteraksi dengan berbagai sistem lainnya,bersifat dinamis,dan selalu mengikuti perkembangan. Keberhasilan pelaksaan SKD sangat tergantung pada semangat, dedikasi, ketekunan,kerja keras,kemampuan,dan ketulusan para penyelenggara demikian pula diperlukan komitmen dan kemauan dari seluruh stakeholder dalam menyikapi SKD. SKD menguraikan subsistem dalam SKN secara spesifik sesuai dengan potensi dan kondisi daerah. SKD merupakan bukti secara tidak langsung adanya keinginan bangsa Indonesia untuk mengganti pola sistem kesehatan nasional yangFK Al Azhar Mataram Page 6

Scenario system kesehatan nasional (SKN) &SKD Kelompok I sentralistik menjadi desentralisasi. Dalam hal ini upaya kesehatan daerah terdiri dari perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM). UKP adalah seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh swasta, masyarakat dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. Sedangkan UKM adalah setiap kegiatan yang diselenggarakan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan

masyarakat. Seluruh penyelengaraan SKD merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dan para pelaku kesehatan di daerah tersebut. SKD memberi pedoman dan landasan serta kepastian hukum bagi pelaku kesehatan di daerah. SKD diselenggarakan dengan prinsip secara merata, berkeadilan dan saling mendukung dengan upaya pembangunan daerah. Serta didukung oleh peraturan daerah provinsi setempat.

3

Hubungan SKN dan SKD serta dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Sesuai dengan fungsi puskesmas adalah : Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan Pusat pemberdayaan masyarakat (puskesmas, polindes) Pusat pelayanan kesehatan strata pertama Manajemen dan informasi kesehatan Hubungan penyelenggaraan SKN dan SKD Pelaksanaan SKN dan SKD o Pelaksanaan SKN dan SKD diwujudkan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, baik secara nasional maupun dalam lingkup daerah. Pelaksanaan SKN dan SKD diselenggarakan melalui penataan ulang keenam subsistemnya secara bertahap, sistematis, terpadu dan berkelanjutan. Pelaksanaan SKN dan SKD didukung dengan penyusunan kebijakan, standar dan pedoman dalam bentuk berbagai peraturan perundang-undangan.

FK Al Azhar Mataram

Page 7

Scenario system kesehatan nasional (SKN) &SKD Kelompok I o Pelaksanaan SKN dan SKD diselenggarakan sesuai dengan asas desentralisasi dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengendalian SKN dan SKD o Pengendalian SKN dan SKD bertujuan untuk memantau dan menilai keberhasilan penyelenggaraan pembangunan kesehatan berdasarkan SKN dan SKD. o Pengendalian SKN dan SKD diselenggarakan secara berjenjang dan berkelanjutan dengan menggunakan tolok ukur keberhasilan

pembangunan kesehatan, baik tingkat nasional maupun tingkat daerah. Untuk keberhasilan pengendalian SKN dan SKD perlu dikembangkan sistem informasi keseh

Search related