32
LAPORAN HASIL DISKUSI KASUS I SESAK NAFAS PADA NEONATUS Oleh: KELOMPOK III Ana Fitriyah Rahmah Aqnisa Wenny Larasuqe Helvina Ulmy Jhoni Maju Simbolon Martholiza Suheri Sutiasih Ufi Aminatun Yohanes Purwanto Fasilitator : dr. Nurmaliza Hasan 1

Sesak Nafas Pada Neonatus

  • View
    261

  • Download
    5

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Sesak Nafas Pada Neonatus

LAPORAN HASIL DISKUSI

KASUS I

SESAK NAFAS PADA NEONATUS

Oleh:

KELOMPOK III

Ana Fitriyah Rahmah

Aqnisa Wenny Larasuqe

Helvina Ulmy

Jhoni Maju Simbolon

Martholiza

Suheri

Sutiasih

Ufi Aminatun

Yohanes Purwanto

Fasilitator : dr. Nurmaliza Hasan

PSPD UNIVERSITAS ABDURRAB

PEKANBARU - RIAU

2009/20101

Page 2: Sesak Nafas Pada Neonatus

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan

rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Hasil Diskusi tepat

pada waktunya.

Selanjutnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. dr. Nurmaliza Hasan, selaku fasilitator kelompok III yang telah banyak memberikan

langkah-langkah dan masukan sehingga pembelajaran-pembelajaran yang telah

dilakukan bisa memperdalam ilmu pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa.

2. Semua anggota kelompok III yang telah menyumbangkan ide dan telah turut serta

dalam penulisan laporan ini.

3. Pihak-pihak bersangkutan yang telah membantu memberikan referensi dalam

proses penyelesaian laporan ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, jika

ada kesalahan dalam segi apapun penulis minta maaf, dan penulis dengan terbuka menerima

saran dari pembaca, guna untuk memperbaiki semua kesalahan-kesalahan dalam penulisan

laporan ini.

Pekanbaru, Juni 2010

Penulis

2

Page 3: Sesak Nafas Pada Neonatus

DAFTAR ISI

Kata pengantar……………………………………………………………………………. 2

Daftar Isi………………………………………………………………………………….. 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………… 4

1.2 Tujuan…………………………………………………………………………………. 5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Klarifikasi Term dan Konsep…………………………………………………………. 6

2.2 Mendefinisikan Masalah………………………………………………………………. 6

2.3 Analisis Masalah……………………………………………………………………… 7

2.4 Menyusun Penjelasan…………………………………………………………….…… 9

2.5 Memformulasikan Sasaran Belajar……………………………………………………. 9

2.6 Belajar Mandiri………………………………………………………………………… 10

2.7 Melaporkan dan Mensintesa Informasi…………………………………………….….. 10

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………. 23

3.2 Saran dan Kritik……………………………………………………………………….. 23

DAFTAR PUSTAKA

3

Page 4: Sesak Nafas Pada Neonatus

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyakit Jantung Bawaan (Penyakit Jantung Bawaan) adalah penyakit jantung yang

dibawa sejak lahir, karena sudah terjadi ketika bayi masih dalam kandungan. Pada akhir

kehamilan 7 minggu, pembentukan jantung sudah lengkap; jadi kelainan pembentukan

jantung terjadi pada awal kehamilan. Sekitar 1% dari bayi lahir menderita kelainan jantung

bawaan. Sebagian bayi lahir tanpa gejala dan gejala baru tampak pada masa kanak-kanak.

Sebagian lagi tanpa gejala samasekali. Sebagian lagi gejala langsung terlihat begitu bayi lahir

dan memerlukan tindakan segera.

Penyebab penyakit jantung bawaan seringkali tidak bisa diterangkan, meskipun

beberapa faktor dianggap berpotensi sebagai penyebab. Faktor-faktor ini adalah: infeksi virus

pada ibu hamil (misalnya campak Jerman atau rubella), obat-obatan atau jamu-jamuan,

alkohol. Faktor keturunan atau kelainan genetik dapat juga menjadi penyebab meskipun

jarang, dan belum banyak diketahui. Misalnya sindroma Down (Mongolism) yang disertai

dengan berbagai macam kelainan, dimana penyakit jantung bawaan merupakan salah satunya.

Merokok berbahaya bagi kehamilan, karena berpengaruh terhadap pertumbuhan bayi dalam

kandungan sehingga berakibat bayi lahir prematur atau meninggal dalam kandungan.

Bentuk gangguan jantung bawaan akan dibahas dalam diskusi ini adalah Tetralogi

Fallot. Tetralogi Fallot merupakan salah satu kelainan jantung bawaan pada bayi baru

lahir.Pada Tetralogi Fallot didapatkan empat kelainan di jantung yaitu: defek septum

ventrikel, stenosis arteri pulmonalis, pembesaran ventrikel kanan, dan aorta yang berpindah

tempat.Tetralogi Fallot dapat dideteksi sejak bayi di dalam kandungan.

Untuk mengerti secara mendalam mengenai gangguan tetralogi fallot ini, maka penting

memahami mengenai dasar-dasar embriologi system kardiovaskuler, anatomi dan histology dari

system kardiovaskuler, fisiologi sirkulasi darah pada janin dan perbedaannya dengan sirkulasi darah

pada neonates, serta jenis-jenis gangguan yang mungkin terjadi pada masa embriologi system

kardiovaskuler.

4

Page 5: Sesak Nafas Pada Neonatus

1.2 Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah dalam diskusi kelompok ini adalah sebagai berikut:

1. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan proses embriologi kardiovaskuler

2. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan dasar-dasar anatomi system

cardiovaskuler.

3. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan vaskularisasi dan inervasi dari

jantung

4. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan fisiologi dari sirkulasi darah pada

janin dan neonatus.

5. Mahasisawa mampu mengetahui dan menjelaskan transportasi gas normal dan

abnormal.

6. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan macam-macam kelainan jantung

bawaan terutama Tetralogi Fallot.

5

Page 6: Sesak Nafas Pada Neonatus

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Klarifikasi Term dan Konsep

Tetralogi Fallot adalah kelainan yang disertai empat macam kelainan jantung, yaitu

VSD (Ventricular Septal Defect), stenosis katup, hipertrofi ventrikel kanan,

dextroposisi aorta.

Neonatus adalah bayi yang lahir sampai umur 28 hari

Kelainan jantung bawaan, yaitu terjadinya gangguan pembentukan jantung pada

masa embriologi.

Wajah/bibir membiru adalah akibat dari kekurangan oksigen.

Bernafas spontan, merupakan bernafas normal

2.2 Mendefinisikan Problem

1. Bagaimana proses embriologi kardiovaskuler?

2. Apakah ada hubungan bayi yang lahir kurang bulan dengan kelainan jantung?

3. Mengapa kelainan pada bayi terlihat pada hari kedua?

4. Bagaimana sirkulasi darah normal dan abnormal pada bayi setelah lahir?

5. Sebutkan macam-macam kelainan jantung!

6. Bagaimana tanda-tanda pada Tetralogi Fallot?

7. Jelaskan kardiovaskuler pada anak!

8. Bagaimana cara penyembuhan pada Tetralogi Fallot?

6

Sesak Nafas pada Neonatus

Ny. M, melahirkan seorang bayi laki-laki kurang bulan dengan BB 2200 gram di

rumah bersalin. Pada saat lahir bayi Ny. Muslimah dapat bernapas spontan dan

bergerak aktif. Hari kedua pulang kerumah, Ny. M mulai melihat ada kelainan pada

bayinya. Setelah beberapa saat menyusu, si bayi tiba-tiba berhenti seperti kelelahan,

wajah/bibirnya membiru dan kesulitan bernafas. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter

yang merawat bayi Ny. Muslimah menjelaskan bahwa bayi tersebut menderita salah

satu penyakit jantung bawaan yang disebut Tetralogi Fallot.

Page 7: Sesak Nafas Pada Neonatus

9. Mengapa pada kasus ini, bayi kesulitan bernafas? (transportasi gas normal dan

abnormal)

10. Apakah jenis gangguan yang sering terjadi pada bayi dalam Teralogi Fallot?

11. Bagaimana sirkulasi darah pada janin?

2.3 Analisis Problem (Brainstorming)

1. Bagaimana proses embriologi kardiovaskuler? (LO)

Embriologi cor terjadi pada minggu ke III-V:

o Pembentukan cardiogenic field

o Formasi heart tube

o Formasi cardiac loop dan perkembangannya

o Formasi septum cardia:

- Septum interatrialis

- Septum canalis atrioventrikularis dan katup

- Septum conu-truncalis

- Septum interventrikularis

o Formasi system konduksi

o Perkembangan system vascular

o System sirkulasi fetus

2. Apakah ada hubungan bayi yang lahir kurang bulan dengan kelainan jantung?

Tidak ada hubungannya bayi yang lahir kurang bulan dengan kelainan jantung.

3. Mengapa kelainan pada bayi terlihat pada hari kedua?

Karena pada hari kedua aktivitas pada bayi semakin meningkat dan perhatian ibu

lebih focus pada bayinya.

4. Bagaimana sirkulasi darah normal dan abnormal pada bayi setelah lahir?

Sirkulasi Sistemik:

Ventrikel kiri (melalui katup aorta) aorta percabangan aorta organ tubuh

(selain pulmo) vena-vena dari organ vena cava superior dan inferior atrium

kanan

Sirkulasi Pulmonal:

7

Page 8: Sesak Nafas Pada Neonatus

Atrium kanan (melalui katup tricuspidalis) ventrikel kanan (melalui katup ) A.

pulmonalis paru-paru V. pulmonalis atrium kiri (melalui katup

bicuspidalis) ventrikel kiri

5. Sebutkan macam-macam kelainan jantung!

Atresia tricuspidalis, yaitu terjadi kelainan (oblitrasi) katup tricuspidalis

Stenosis katup jantung (katup aorta)

VSD (Ventricular Septal Defect)

6. Bagaimana tanda-tanda pada Tetralogi Fallot

Sianosis, timbul pada saat bayi menangis

Kesulitan bernafas (dipnoe)

Kesulitan menyusu

Kelelahan

Keterlambatan perkembangan

7. Jelaskan kardiovaskuler pada anak! (LO)

Vaskularisasi:

A. coronaria dexrta A. interventrikularis posterior A. marginalis

A. coronaria sinistra A. interventrikularis anterior A. circumflexa

8. Bagaimana cara penyembuhan pada Tetralogi Fallot?

Dengan melakukan tindakan pembedahan untuk memperbaiki jantungnya.

9. Mengapa pada kasus ini, bayi kesulitan bernafas? (transportasi gas normal dan

abnormal) (LO)

10. Apakah jenis gangguan yang sering terjadi pada bayi dalam Teralogi Fallot? (LO)

11. Bagaimana sirkulasi darah pada janin? (LO)

8

Page 9: Sesak Nafas Pada Neonatus

2.4 Menyusun Penjelasan

2.5 Memformulasikan Sasaran Belajar

1. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan proses embriologi kardiovaskuler

2. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan dasar-dasar anatomi system

cardiovaskuler.

3. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan vaskularisasi dan inervasi dari

jantung

4. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan fisiologi dari sirkulasi darah pada

janin dan neonatus.

5. Mahasisawa mampu mengetahui dan menjelaskan transportasi gas normal dan

abnormal.

6. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan macam-macam kelainan jantung

bawaan terutama Tetralogi Fallot.

9

ANATOMI

bayi baru lahir

Sirkulasi Darah

Janin

BIOKIMIA

Tetralogi Fallot

Inervasi

SISTEM KARDIO-VASKULER

Kelainan jantung bawaan

Musculus

Embriologi

Vaskularisasi

PATOFISIOLOGI

FISIOLOGI

Transportasi gas

Page 10: Sesak Nafas Pada Neonatus

2.6 Belajar Mandiri

2.7 Melaporkan dan Mensintesa Informasi

1. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan proses embriologi kardiovaskuler

10

Primitive Steak

Migrasi

Ventrikel kanan dan kiri, sinus venosus

Saluran keluar (at flow tract)

Tahap II (aspek caudal)Tahap 1 (aspek cranial)

(sebelah distal dari membrane bukofaring pedis) ke arah cranium

Myoblast cardiac

Vasculogenesis (pembentukkan bloods island)

Membentuk heart tube (tabung jantung)

Terdorong kearah segmen servikal (thorax)

Horseshoeshaded endhothelial-line (endotel berbentuk tapal kuda, dikelilingi oleh mioblas)

Cardiogenic field dan cavitas pericardia (medan cardiogenic)

Menekuk pada hri ke - 23

Cardiac loop (lengkung jantung) selesai pada hari ke-28

Pars caudal (pastero-cranio-sinistra)

Pars capalic ( ventro-caudal-dextra)

Page 11: Sesak Nafas Pada Neonatus

2. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan dasar-dasar anatomi system

cardiovaskuler.

Jantung merupakan organ muscular berongga yang bentuknya mirip pyramid

dan terletak di dalam pericardium di mediastinum.

Permukaan jantung

- Facies sternocostalis, dibentuk oleh atrium dextrum dan ventricles dexter,

yang dipisahkan satu sama lain oleh sulcus atrioventrikularis.

- Facies diaphragmatica, dibentuk oleh ventriculus dexter dan sinister yang

sipisahkan oleh sulcus interventricularis posterior. Permukaan inferior

atrium dextrum, tempat bermuara vena cava inferior

- Basis cordis atau facies posterior, dibentuk oleh atrium sinistrum, tempat

bermuara empat vena pulmonalis.

- Apex cordis, dibentuk oleh ventriculus sinister, mengarah ke bawah, depan,

dan kiri. Denyut apex biasanya dapat dilihat dan diraba pada orang hidup.

Batas jantung

- Batas kanan dibentuk oleh atrium dextrum

- Batas kiri dibentuk oleh auricular sinistra dan dibawah oleh ventriculus

sinister.

- Batas bawah dibentuk oleh ventriculus dexter, atrium dextrum, dan apex

oleh ventriculus sinister.

Ruang-ruang jantung

Dinding ventriculus jantung terdiri dari tiga lapisan:

- Endocardium, lapisan dalam yang melapisi ventriculus jantung dan

katupnya.

11

Page 12: Sesak Nafas Pada Neonatus

- Myocardium, lapisan tengah yang dibentuk oleh serabut otot jantung.

- Epicardium, lapisan luar yang dibentuk oleh lamina visceralis pericardium

serosum.

Atrium dextrum. Rongga ini membetuk tepi kanan jantung dan menerima

darah venosa dari vena cava superior dan vena cava inferior serta sinus

coronarius. Auricula dextra adalah kantong muscular berupa kerucut kecil

yang manganjur dari atrium dextrum dan menutupi aorta ascendens. Bagian

atrium posterior terhadap rigi, berdinding licin dan bagian ini pada masa

embrio berasal dari sinus venosus. Bgian atrium di anterior rigi berdinidng

kasar atau trabekulasi oleh karena terusan atas berkas serabut-serabut otot,

musculi pectinati, yang berjalan dari crista neuralis ke auricula dextra.

Ventriculus dexter, membentuk bagian permukaan sternokostal jantung

terbesar, sebagian kecil permukaan diafragmatik dan hamper seluruh tepi

bawah jantung. Dinding ventriculus dexter lebih tebal dibandingkan dengan

atrium dextrum dan menunjukkan bebrapa rigi yang menonjol ke dalam,

yang dibentuk oleh berkas-berkas otot, sehingga terlihat seperti trabekula

carneae yang terdiri atas tiga jenis. Jenis pertama terdiri atas musculi

papilares, yang menonjol ke dalam, melekat melalui basisnya pada dinding

12

Page 13: Sesak Nafas Pada Neonatus

ventrikel; puncaknya dihubungkan oleh tali-tali fibrosa (chordae tendineae)

ke cupis valve tricuspidalis.

- Valve tricuspidalis melindungi ostium atrioventriculare dan terdiri atas

tiga cuspis yang dibentuk oleh lipatan endocardium disertai jaringan

fibrosa yang meliputi; cuspis anterior, septalis, dan inferior.

- Valve trunci pulmonalis melindungi ostium trunci pulmonalis dan

terdiri atas tiga valvula semilunaris; satu yang terletak posterior dan dua

yang terletak anterior.

Atrium sinistrum, membentuk bagian atas jantung terbesar. Bagian dalam

atrium sinistrum:

- Bersifa licin, kecuali auricular yang memiliki rigi-rigi muscular

(musculi pectinati)

- Dimasuki empat vena pulmonalis (dua cranial dan dua kaudal) lewat

dinding dorsalnya.

- Berdinding agak lebih tebal daripada atrium dextrum

- Memperlihatkan septum internatriale yang miring ke dorsal belakang

- Memiliki ostium atrioventriculare sinistrum untuk mengatar darah yang

kaya akan oksigen, dari atrium sisnistrum ke dalam ventriculus sinister.

Ventriculus sinister, bagian jantung yang membentuk apex cordis. Bagian

dalam ventriculuc sinister:

- Ketebalan dindingnya dua kali lipat ketebalan dinding ventriculus

dexter

- Terdapat ostium aorta di bagian dorsokranial ventrisulus sinister,

dilingkari oleh cincin fibrus yang merupakan alas bagi valvula

semilunar dextra, valvula semilunaris posterior, dan valvula semilunaris

sinistra valve aortae

- Memiliki musculus papilaris anterior dan usculus papilaris posterior

yang lebih besar daripada musculus papilaris di ventriculus dexter

karena tugas ventriculus yang lebih besar.

- Terdapat valve mitralis yang melindungi ostium atrioventriculare.

Valve terdiri atas dua cuspis, cuspis anterior dan cuspis posterior.

- Valve aorta melindungi ostium aorta. Satu cuspis terletak di anterior

dan dua cuspis terletak di dinding posterior.

13

Page 14: Sesak Nafas Pada Neonatus

3. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan vaskularisasi dan inervasi dari

jantung.

Vaskularisasi jantung:

o A. coronania dextra

o Cabang-cabangnya:

Ramus nodi sinu atrialis

Ramus marginalis

Ramus intervertricularis superior

Ramus nodi atrioventricularis

o A. coronaria sinistra

o Cabang-cabangnya:

Ramus nodi sinu atrialis

Ramus IV anterior

Ramus circumflexus

Ramus marginalis

Vena jantung

Vena cordis magna = vena coronaria sinista

Vena cordis parva = vena coronaria dexta

Vena cordis media

Vena posterior ventriculi sinistra

Vena abliqua atrii sinistra dan vena yang langsung bermuara pada atrium

dextra

14

Page 15: Sesak Nafas Pada Neonatus

Pembuluh darah di jantung

- Aorta: pembuluh darah dari ventrikel kiri membawa darah bersih ke

seluruh tubuh kecuali paru-paru.

- A. pulmonalis: pembuluh darah dari ventrikel kanan, membawa darah

kotor ke paru-paru.

- V. cava superior: pembuluh darah yang membawa darah ke atrium kanan

bagian atas.

- V. cava inferior: pembuluh darah yang membawa darah ke atrium kanan

bagian bawah.

- V. pulmonalis: pembuluh darah yang membawa darah dari paru-paru ke

atrium kiri.

- A. coronaria dextra: keluar dari aorta mensuplaidarah jantung kanan.

- A. coronaria sinistra: keluar dari aorta mensuplai darah ke jantung kiri.

Persarafan jantung

Diselenggarakan oleh cabang dari plexus cardiacus. Plexus ini dibentuk oleh:

1. Unsur simpatis dari n. cardiacus truncus simpaticus segmen thoracal 1- 4

melalui ganglion T 1-4 dan ganglion cervicalis inferior, medius dan

superior. Pengaruh simpatis:

15

Page 16: Sesak Nafas Pada Neonatus

mempercepat frekuensi ritme nodus atau denyut jantung

mempercepat kontraksi myocardium

mempercepat hantaran impuls pada fasiculus

vaso dilatasi arteri coronaria

2. Unsur parasimpatis dari rami cardiaci - N.Vagus. Pengaruh parasimpatis:

memperlambat ritme frekuensi denyut jantung

memperlemah kontraksi myocardium

memperlambat penghantaran impuls

vasokontriksi pembuluh darah

16

Dari ganglion thorcal T 1-4/5, dari ganglion cervicalis inferior,

medius dan superior

Page 17: Sesak Nafas Pada Neonatus

4. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan fisiologi dari sirkulasi darah pada

janin dan neonatus.

a) Sirkulasi janin

17

Prasimpatis dari

N.Vagus = rami

cardiaci

Page 18: Sesak Nafas Pada Neonatus

Sebelum lahir, darah dari placenta yang jenuh oksigen sekitar 80% kembali ke

janin melalui vena umbikalis. Saat mendekati hati, sebagian besar darah ini mengalir

melalui duktus venosus langsung ke vena cava inferior, memintasi hati. Sejumlah

kecil darah masuk ke sinusoid hati dan bercampur dengan darah dari sirkulasi porta.

Mekanisme sfingter di duktus venosus yang menutup pintu masuk vena umbilikalis,

mengatur aliran darah tali pusat melalui sinusoid hati. Stingfer ini menutup saat

kontraksi uterus menyebabkan aliran balik vena terlalu deras sehingga dapat

mencegah pembebanan berlebihan yang mendadak pada jantung.

Darah placenta,setelah berjalan singkat di vena cava inferior tempat darah ini

bercampur dengan darah terdeoksigenasi yang kembali dari ekstremitas bawah

masuk ke atrium kanan. Di sini darah di arahkan ke foramen ovale oleh katup vena

cava inferior. Dan sebagian besar darah berjalan langsung ke dalam atrium kiri,

sejumlah kecil darah tidakdapat mengikuti jalan tersebut karena terhambat oleh tepi

bawah septum sekundup, Krista dividens. Dan tetap berada di atrium kanan. Di sini,

darah tersebut bercampur dengan darah terdesaturasi yang kembali dari kepala dan

lengan melalui vena cava superior.

Dari atrium kiri, tempatnya bercampur dengan sedikit darah terdesaturasi yang

kembali dari paru, darah masuk ke ventrikel kiri dan aorta asendens. Karena arteri

koronaria dan arteri karotis adalah cabang-cabang pertama dari aorta asendens, otot

jantung dan otak mendapat darah yang banyak mengandung oksigen. Darah

terdesaturasi dari vena cava superior mengalir melalui ventrikel kana ke trunkus

pulmonalis. Sewaktu kehidupan janin, resistensi di pembuluh darah pparu tinggi,

sehingga sebagian besar darah mengalir langsunng melalui duktus arteriosus ke aorta

desendens, tempat darah ini bercampur dengan darah dari aorta prosimal. Setelah

berjalan melalui aorta desendens, darah mengalirke plasentamelalui dua arteri

umbilikalis, saturasi oksigen di arteri umbulikalis adalah sekitar 58%.

Selama perjalananya dari placenta ke organ-organ janin, darah di vena

umbilikalis secara bertahap kandungan oksigennya yang tinggi karena bercampuran

dengan darah terdesaturasi.

b) Sirkulasi neonatus

18

Page 19: Sesak Nafas Pada Neonatus

Perubahan sirkulasi pada saat lahir. Selama kehidupan prenatal, sirkulasi

plasenta memberikan oksigen pada janin, tetapi setelah lahir paru mengambil

alih pertukaran gas. Di system sirkulasi terjadi perubahan berikut saat lahir dan

pada bulan-bulan pertama setelah kelahiran:

1) Duktus arteriosus menutup, akibat kontraksi otot di dindingnya.

2) Foramen ovale menutup, disebabkan oleh meningkatnya tekanan di atrium

kiri, disertai oleh penurunan tekanan di sisi kanan.

3) Vena umbilikalis dan duktus venosus menutup dan menetap sebagai

ligamentum teres hepatis dan ligamentum venosum

4) Arteri umbilikalis membentuk ligamentum umbilikale medianum

5. Mahasisawa mampu mengetahui dan menjelaskan transportasi gas normal.

Transport Oksigen

Oksigen tidak terlalu mudah larut dalam air dan tidak cukup mudah di bawa

dalam larutan air sederhana untuk mempertahankan kehidupan jaringan.tetapi

jumlah besar dari oksigen dibawa dalam darah.darah ini mengandung sel-sel

(korpuskel merah) yang dapat dengan pigmen merah yang diketahui sebagai

hemoglobin.hemoglobin merupakan kombinasi antara haem (suatu ikatan besi-

porfirin)dan globin(suatu protin)hemoglobin berkaitan dengan oksigen membentuk

19

Page 20: Sesak Nafas Pada Neonatus

oksihemoglobin (HbO2) bila gas ini ada pada tekanan tinggi.oksihemoglobin

melepaskan oksigen pada tekanan rendah untuk membentuk (dikurangi)

hemoglobin (Hb) lagi.

Pada tekanan oksigen 100 mmHg, seperti dalam kapiler alveolar,semua

hemoglobin teroksigenasi sangat sedikit oksigen dilepaskan sampai tekanan oksigen

turun dibawah 60mmHg, dan kebanyakan dilepaskan pada tekanan oksigen 40

mmHg.sehinggabluk oksigen dilepaskan dalam jaringan .kadar tinggi karbon

dioksidadan asam (kondisi ini ditemukan pada jaringan aktif) keduanya

menigkatkan pelepasan oksigen.semua hemoglobin di temukaan dalam sel-sel darah

merah.adanya hemoglobin bebas dengan cepat dieksesikan oleh ginjal.homoglobin

pada bayi sebelum lahir berbeda dengan hemoglobin dewasa.hemoglobin bayi

sangat terosigenasi pada tekanan rendah dan kerenanya membawa oksigen lebih

efesien dari plasenta ke sirkulasi bayi.

Transport Karbon Dioksida

Pada jaringan tubuh,dimana konsentrasinya relatife tinggi,karbon dioksida

berkombinasi dengan air dalam korpuskel darah merah untuk membentuk ion-ion

bikarbinat (HCO3)dan ion-ion hydrogen ,korpuskeldarah merah ini mengandung

suatu enzim,anhidarse karbonat,yang mempercepat reaksi ini,ion-ion berkarbonat

berdifusi keluar dari korpuskel masuk kedalam plasma.bila ion-ion bikorbonat

20

Page 21: Sesak Nafas Pada Neonatus

mencapai paru-paru,dimana konsentrasi karbon dioksida dan air dan karbon dioksida

tersebut dilepaskan sebagai gas.karbon dioksida juga di bawa dalam darah dalam

larutan plasma dan berkombinasi dengan melekul melekul protein.

6. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan macam-macam kelainan jantung

bawaan terutama Tetralogi Fallot.

a) Ventricular Septal Defect (VSD)

Cacat septum vertrikel yang mengenai pars membranasea septum. Merupakan

malformasi jantung congenital yang paling sering dijumpai, 12/10.000

kelahiran. Meskipun dapat ditemukan sebagai kelainan sendiri, tapi vsd sering

berkaitan dengan kelainan pemisahan region konotrunkal.

b) Stenois Katup Arteri Pulmonalis atau Aorta.

Terjadinya jika katup semilunas menyatu dengan panjang bervariasi. Insiden 3 -

4 / 10.000 stenosis katup arteri pilmonalis, trunkus arteri pulmonalis sempit atau

bahkan menghalami atresia. Stenosis katup aorta, penyatuan katup yang

menebal dapat sedemikian sempurna sehingga hanya sebuah lubang seukuran

jarum. Jika menutup total sidebut atresia aorta.

c) Dekstrokardia.

Posisi jantung terleak di posisi kanan toraks bukan di kiri disebabkan oleh

jantung menlengkung ke kiri dapat disertai situs inversus yaitu pembalikan total

semua organ, insiden 1 dari 7000 kelahiran.

d) Tetralogi Fallot.

21

Page 22: Sesak Nafas Pada Neonatus

Merupakan penyakit jantung congenial sianotik yang ditandai dengan

kombinasi empat kelainan daerah. Konotrunkal meliputi stenosis infundubulum

pulmonal, defek deptum interventrikalor, overrinding aorta, dan hipertropi

dinding ventrikel kanan.

Etiologi:

- Faktor endagen: Genetik, kromosom, anak lahir sebelumnya dengan

gangguan jantung, penyakit keluarga seperti Diabetes Mellitus, hpertensi,

gangguan jantung bawaan.

- Faktor Eksogen: Riwayat kehamilan, obat–obatan, alcohol, Infeksi rubella,

Radiasi sinar x

Tanda dan Gejala:

- Cianosis central (darah wajar dan bibir)

- Sesak nafas

- Kesulian menyusu

- Terlihat kelelahan

- Mengalami keterlambatan perkembangan.

22

Page 23: Sesak Nafas Pada Neonatus

BAB III

PENUTUP

3.3 Kesimpulan

Tetralogi Fallot mengenai sekitar 4-5 bayi per 10.000 kelahiran bayi. Angka kejadian

pada bayi laki-laki dan bayi perempuan hampir sama. Tetralogi Fallot merupakan salah satu

kelainan jantung bawaan pada bayi baru lahir yang terjadi selama proses embriologi. Pada

Tetralogi Fallot didapatkan empatr kelainan di jantung yaitu defek septum ventrikel, stenosis

arteri pulmonalis, pembesaran ventrikel kanan, dan aorta yang berpindah tempat.

Adanya stenosis pada arteri pulmonalis mengakibatkan kerja dari ventrikel kanan

menjadi lebih berat dan menyebabkan terjadinya hipertropi ventrikel kanan. Karena

kegagalan pemompaan darah ke arteri pulmonalis, maka jumlah darah di ventrikel kanan

menjadi lebih banyak dan mendesak ventrikel kiri sehingga terjadi defek sptem interventikel,

dan kemudian terjadi perpindahan aorta di atas ventrikel. Keempat mekanisme inilah yang

mendasari terjadinya gangguan tetralogi fallot dengan gejala sianosis sentral, sesak napas,

kesulitan menyusu, terlihat kelelahan, dan mengalami keterlambatan perkembangan.

Penyebab terjadinya tetralogi fallot pada bayi baru lahir sebagian besar tidak diketahui

(90%). Faktor risiko yang diduga berkaitan dengan tetralogi fallot adalah faktor keturunan

(genetik) yang berperan sekitar 7%, konsumsi alkohol saat hamil, atau merokok saat hamil

(memegang peranan sekitar 3%). Tetralogi fallot juga sering dikaitkan dengan sindrom

Down.

Permasalahan yang diakibatkan gangguan tetralogi fallot cukup berat dan bisa

menghambat perkembangan anak sehingga diperlukan pemeriksaan dan penanganan yang

komperehensif oleh tenaga medis. Penanganan Tetralogi Fallot adalah dengan tindakan

operasi, dan biasanya dokter akan menganjurkan operasi bila bayi berusia 1 sampai dengan 2

tahun.

3.4 Saran dan Kritik

Dengan disusunnya laporan ini, penulis berharap akan bermanfaat bagi seluruh pembaca

dan apabila terdapat beberapa kesalahan dalam penyusunan laporan ini, penulis berharap agar

pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun sehingga penulis akan

lebih baik di masa yang akan datang.

23

Page 24: Sesak Nafas Pada Neonatus

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Arthur C. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Ed. 11. Jakarta: EGC, 2007

Price, Sylvia Anderson. Patofisiologi Ed. 4. Jakarta: EGC, 1995

Sadler, Thomas W. Embriologi Kedokteran Langman Ed.10. Jakarta: EGC, 2009

Snell, Richard S. Neuroanatomi Klinik Untuk Mahasiswa Kedokteran, Ed. 5. Jakarta: EGC,

2006

24