Serangan Tanjung Benoa Adalah Untuk Memberikan Rekomendasi Teknik

  • Published on
    11-Nov-2015

  • View
    218

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sss

Transcript

serangan tanjung Benoa adalah untuk memberikan rekomendasi teknik-teknik pengelolaanlingkungan dengan cara mengendalikan semua kegiatan proyek yang diperkirakan berpotensimenimbulkan dampak besar dan penting agar pelaksanaan pekerjaan sejak dari tahap prakontruksi, tahap kontruksi sampai dengan pasca kontruksi merupakan kegiatan yangberwawasan lingkungan.Tujuan Disusunnya Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) adalah untuk :1.

Merumuskan langkah-langkah operasional untuk menangani dampak negatif danmengembangkan dampak positif yang disesuaikan dengan kemampuan teknologiberdasarkan pertimbangan ekonomi dan institusional serta peraturan yang berlaku;2.

Sebagai umpan balik dalam rangka menyempurnakan sistem pengendalian lingkungan, baikdi dalam maupun di luar batas kegiatan/tapak proyek, sehingga tercipta mekanismepengelolaan;3.

Memberi rekomendasi yang mencakup organisasi yang bertanggung jawab di bidanglingkungan hidup untuk pelaksanaan RKL, termasuk struktur organisasi, lingkup tugas danwewenang unit, kualifikasi personalnya.

1.1.

Kebijakan LingkunganProyek pembangunan Jalan Tol serangan Tanjung Benoa diupayakan untuk dilaksanakansebagai suatu kegiatan pembangunan sarana transportasi yang berwawasan lingkungan. Olehkarena itu, dalam pelaksanaannya, baik fisik maupun nonfisik, perlu memperhatikan prinsipkonservasi sumber daya alam sebagai syarat dari pembangunan berkelanjutan. Untukmewujudkan visi tersebut, diperlukan suatu pedoman pengelolaan dan pemantauan yangdituangkan dalam bentuk Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan RencanaPemantauan Lingkungan Hidup (RPL) yang disusun berdasarkan hasil studi Analisis DampakLingkungan (ANDAL) dan bersifat lintas sektoral, terpadu serta terbuka untuk umum.Hal tersebut di atas sesuai pula dengan ketentuan yang tercantum dalam Undang-undangNo. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah No. 27tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Peraturan Menteri

Lingkungan Hidup No. 17 tahun 2001 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan Yang WajibDilengkapi Dengan AMDAL, dimana kegiatan pembangunan Jalan Tol Serangan Tanjung Benoatermasuk dalam katagori kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL. Studi AMDALpembangunan Jalan Tol Serangan Tanjung Benoa disusun berdasarkan Peraturan MenteriLingkungan Hidup No: 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai DampakLingkungan Hidup (AMDAL).

1.2.

Kegunaan Pengelolaan LingkunganKegunaan Pengelolaan Lingkungan Pembangunan Jalan Tol Serangan Tanjung Benoa adalah :

A. Bagi Pemrakarsa1. Sebagai dasar upaya pencegahan kerusakan lingkungan hidup akibat kegiatan proyek,yaitu melalui tindakan yang jelas dan sistematis sehingga dapat dijadikan sebagailangkah-langkah aktif dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan.2. Sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan secara baik dan benar, sehingga tidakmenimbulkan gangguan/pencemaran lingkungan baik pada tahap pra konstruksi,konstruksi, maupun operasi.3. Sebagai syarat dalam memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku tentangpelestarian lingkungan melalui pengelolaan lingkungan.

B. Bagi Pemerintah/Instansi1.

Sebagai bahan acuan untuk menilai upaya pengelolaan lingkungan yang telah dilakukanoleh pemrakarsa;2.

Sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk menyusun pengembangan peningkatanpelestarian lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Badung

C. Bagi Masyarakat1. Sebagai pedoman bagi keikutsertaannya dalam pengawasan pengelolaan lingkungan diwilayah kerja pembangunan Jalan Tol Serangan Tanjung Benoa.2. Sebagai sarana untuk meningkatkan kontrol terhadap pelaksanaan proyek.3. Sebagai sarana untuk memberi kepastian bahwa pemrakarsa dalam melaksanakankegiatan pembangunan bahwa tidak akan menimbulkan kerugian, keresahan masyarakatdan konflik sosial diantara anggota masyarakat, dan antara masyarakat dan pelaksanaproyek.4. Sebagai sarana untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat (disekitar proyek) sebagai tenaga kerja lokal.5. Sebagai sarana untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usaha menjagakelestarian lingkungan.

1.3 Kebijakan Pengelolaan Lingkungan HidupKebijakan pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan meliputi KebijakanNasional secara umum, Kebijakan pembangunan lingkungan hidup di Propinsi Bali sertaKebijakan Pembangunan Lingkungan Hidup di Kabupaten Badung.

1.3.1. Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup NasionalKebijakan Lingkungan Hidup Nasional didasarkan pada pemikiran-pemikiran sebagaiberikut :a. Pembangunan bertujuan meningkatkan kualitas hidup rakyat. Proses pembangunan disatu pihak menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkatpertumbuhan yang tinggi, sedangkan di sisi lain sumber daya alam yang tersedia terbatas,sehingga kegiatan pembangunan dan jumlah penduduk yang meningkat menimbulkantekanan terhadap sumber daya alam.

Recommended

View more >