Sejarah Arsitektur ( Masa Soekarno) 2

  • Published on
    09-Oct-2015

  • View
    16

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

membahas tentang ciri khas dari desain seorang Soekarno pada Bangunan rumah tinggal

Transcript

<p>Ir.Soekarnosebagai ArsitekHampir semua masyarakat Indonesia mengenal sosok Soekarno sebagai Bapak Proklamator ataupun Seorang Presiden, tetapi jika dilihat dari gelar Ir. Di depan namanya, beliau sebenarnya merupakan lulusan teknik sipil dengan keahlian membuat bangunan yang berarsitektur monumental pada masanya.Beliau Merupakan Lulusan De Techniche Hoogeschool te Bandung (THS) atau yang sekarang kita kenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITS). Semasa hidup Beliau tidak hanya berjuang demi kemerdekaan bangsa saja, tetapi juga berkecimpung di dunia pembangunan dengan bermodalkan ilmu arsitektur. Banyak sekali karya beliau bahkan ketika di buang ke Bengkulu, Beliau banyak membangun rumah dan merenovasi Masjid Jami Bengkulu.</p> <p>ARSITEKTURPada masa itu, perkembangan Arsitektur Dunia mulai mengarah ke industrialisasi atau Arsitektur Modern dan International Styles sedang trend di dunia barat pada saat itu. Pada kurun waktu tersebut International Styles mengalami perkembangan, yaitu apabila sebelumnya selalu didominasi dengan bentuk kotak atau persegi, saat itu mulai menggunakan bentuk lain, misalnya lingkaran. Pada era ini pula arsitektur monumental mulai bermunculan. Arsitektur monumental pada era itu mempunyai kekhasan antara lain: Bentuknya yang skluptural, yaitu merupakan bentuk yang seperti pahatan. Monumentalitasnya dibentuk dengan suatu bentuk massa yang padat dan berat. Beberapa arsitek pada kurun waktu itu, menunjukkan monumentalitas bangunan dengan menggunakan ekspresi dari bentuk beton. Atau dengan mengkontraskan beton tertutup dengan tampilan baja dan kaca pada penyelesaian eksterior</p> <p>Proyek mercusuar Soekarno merupakan efek dari keadaan sosial politik Indonesia yaitu tepatnya setelah Soekarno menjadi Presiden RI. Soekarno mempunyai ambisi yang besar untuk merubah citra bangsa Indonesia dari citra kuli Belanda menjadi citra bangsa yang mandiri. Proyek mercusuar adalah proyek yang digunakan untuk memperoleh nama dan untuk bergagah-gagah.1 Bung Karno ingin memperkenalkan bangsa Indonesia dengan memunculkan karya-karya arsitektur yang megah.2 Proyek Mercusuar merupakan representasi mentalite Soekarno yang sangat padat dengan berbagai gagasan. Seakan semua gaya ingin diterapkan ke dalam satu bangunan.3 Terutama pengaruh perkembangan arsitektur di dunia yang saat itu sedang marak dengan International styles.</p> <p>KARYABeberapa karya dari Ir.Soekarno yang berkolaborasi dengan arsitek lain pada saat itu antara lain ;</p> <p>1. HOTEL INDONESIASejalan dengan Arsitektur Modern yang banyak menampilkan bentuk yang sederhana demikian Hotel Indonesia yang berada di Jakarta dan hotel Ambarukmo di Yogyakarta, bangunan berlantai banyak ini menggunakan bentukan sederhana berupa balok yang tinggiMassing bangunan yang memperlihatkan penggunaan bentukan balok yang kaku dan kokoh.</p> <p>Sebagai bangunan Tropis, bangunan ini memperlihatkan system sunshading yang cukup dominan dan membentuk fasade dan memunculkan dominasi garis horizontal pada sisi bagian persegi yang memanjang secara horizontal.Seperti halnya Conefo, penmpatan bangunan ini atas konsep tata letak bangunan yang juga mendukung fungsi bangunannya sebagai point of interest di daerah tersebut, yang nantinya menjadi pandangan atau titik orientasi visual dari arah bundaran HI.</p> <p>2. RUMAH TINGGALKarya dari seorang Ir.Soekarno tidak hanya yang berhubungan dengan proyek mercusuar yang berupa bangunan-bangunan monumental nan megah, tetapi juga terdapat proyek skala kecil seperti rumah tinggal. Beberapa rumah tinggal yang merupakan rancangan Ir.Soekarno beberapa terdapat di Kota Bengkulu dan juga Bandung. Rumah itu antara lain :1. Red Tulip BandungSoekarno mendesain sebuah rumah tinggal yang kini telah menjadi sebuah took roti di Bandung. Bangunan ini memiliki makna state of the art sekaligus the architectural sign and code.Dikutip dari buku Bung Karno Sang Arsitek yang ditulis Yuke Ardhiati, sekalipun sebagai bangunan sudah tidak utuh lagi karena telah di padu-padankan dengan bangunan baru secara paksa sebagaimana ditunjukkan pada gambar, namun karakteristik bangunan awalnya secara representatif masih dapat terlihat. Diperkirakan bangunan ini dibangun tahun 1932 atau 82 tahun umur dari bangunan ini.Secara arsitektural bangunan tersebut masih mampu mencitrakanstyleyang kuat, bahkan menjadi tengaran atau landmark di antara karya arsitektur Soekarno periode1926-1945diBandung.</p> <p>Dari faade bangunanya, masih dapat ditemukan semua ciri yang melekat padanya, Makna state of art dari bangunan menunjukkan keberhasilan Soekarno dalam menampilkan padu-padan gaya arsitektur Eropa dengan ornamen organic Inka- Maya Frank Llyod wright yang diturunkan melalui Schemaker</p> <p>Gaya ataphipped roofbersusun menyerupai atapdormer windows. Dilengkapi dengan sepasang hiasan kemuncak atap. Tiga buah pilar kembar mengapit sepasang pintu utama sebagai penanda menuju ke suatu bagian terpenting sebuah rumah, yaitu pintu masuk. Pilar segi empat yang terkesan kokoh diberikan artikulasi yangproposional.</p> <p>Kepala pilarnya diberi ornamen dan badannya diselubungi dengan material batu alam berupa batu kali yang dibelah. Warna natural batuan yang berwarna hitam di finishing untuk memberi efek mengkilap yang menambah kemegahan pada pilar dan berkesan seolah -olah batu kali tersebut dalam keadaan basah.</p> <p>Pintu masuk utama didesain berupa sepasang daun pintu dari kayu jati dan bertabirkan stained glass atau ornamen kaca warna-warni dalam desain geomatris. Selaras dengan kanan kirinya berupa sepasang jendela dengan gaya serupa, menggunakan kacastained glasssebagai tabir.</p> <p>2. Rumah Jalan Kasim - Bandung</p> <p>Dalam beberapa bukunya, Haryoto Kunto menyebutkan ciri khas bangunan karya Sukarno adalah bentuk atap tumpang atau limasan dengan ornamen gada pada puncak atap. Ciri-ciri ini masih dapat terlihat pada beberapa bangunan karya Sukarno yang tersisa, misalnya saja di rumah dinas walikota Bandung atau pada beberapa rumah yang terdapat di Jl. Kasim. Ornamen gada yang menjadi ciri utama karya Sukarno bukanlah sesuatu yang dipakai dengan asal comot saja sebagai sebuah simbol, itu adalah gada milik Bima, tokoh pewayangan yang dikaguminya.</p> <p>ia tertarik pada tokoh Bima yang berarti Prajurit Besar sekaligus simbol keberanian dan kepahlawanan. Simbol ini muncul lagi dalam karya lain Sukarno, yaitu arsitektur bangunan hasil rancangannya. Kali ini yang dipakai sebagai simbol adalah senjata pamungkas milik Bima, gada Rujakpala. Ornamen gada memang sering hadir dalam karya-karya arsitektur Sukarno, mencuat di puncak atap atau bagian tertinggi dari atap bangunan dengan bentuk gada yang tidak selalu seragam.</p> <p>3. Rumah Kembar Bengkulu</p> <p>Yang tampak di sebelah kanan adalah rumahno.54dan di kiri adalah rumahno.56. Keduanya memiliki ciri khas dari rumah karya Soekarno yaitu ornamen di atapnya.</p> <p>Beberapa karya Ir.Soekarno terdapat di kota Bandung, bisa dilihat dimahanagari. Salah satu (atau dua) karya dia adalah gerbang Malabar. Sepasang rumah kembar yang terletak di Jalan Gatot Subroto 54-56 Bandung. tepat di persimpangan Gatsu-Malabar, sehingga beberapa orang menyebutnya Gerbang Malabar.3. RUMAH SAKITUntuk rumah sakit sendiri data yang didapat sangat minim atau mungkin Ir.Soekarno tidak pernah membuat Rumah sakit.</p> <p>ULASAN</p> <p>Dari studi dan telaah yang dilakukan di atas dapat diketahui bahwa perkembangan Arsitektur Modern yang berkembang di dunia saat itu juga memberikan pengaruh terhadap perkembangan arsitektur di Indonesia. Apalagi kondisi negara kita saat itu baru saja memperoleh kemerdekaan, tentu saja hal ini turut berpengaruh dalam memberikan warna baru terhadap perkembangan arsitektur di Indonesia. Perkembangan arsitektur di Indonesia. waktu itu semakin dipertegas dengan adanya Proyek mercusuar Soekarno ini yang merupakan ikon arsitektur pada era pemerintahan Seokarno. Dari telaah yang dilakukan pada bangunan-bangunan proyek Mercusuar tersebut dapat diambil kesimpulan, beberapa hal yang menjadi guideline Presiden Soekarno dalam mewujudkan Proyek Mercusuar .A. Adanya pengaruh Arsitektur ModernProyek mercusuar ini dilaksanakan pada saat dunia sedang marak dengan Arsitektur Modern dengan International Styles. Sehingga bangunan proyek mercusuar dipengaruhi dengan International Styles. Sebagai bagian dari pengaruh Arsitektur Modern proyak Mercusuar ini menampilkan kesederhanaan, bentuk yang tegas dan lugas. Kesederhanaan dapat ditangkap oleh ketiadaan ornamen dalam bangunan. Variasi yang muncul berupa permainan dari struktur yang dimilinya. Misalnya pada bangunan Masjid Istiqlal, bangunan ini mempunyai variasi pada ekspos struktur yang dimilikinya. Garis yang vertikal ke atas pada massa yang tinggi, atau pertemuan antara garis vertikal dan harisontal sehingga membentuk persegi. Tidak nampak adanya ornamen yang berlebihan, bangunan pada dasarnya bersifat polos.B. Arsitektur MonumentalismProyek Mercusuar Soekarno ini merupakan suatu proyek yang digunakan untuk memperoleh nama, yang dapat dijadikan kebanggaan bagi Negara Indonesia sehingga bangunan-bangunan yang muncul kemudian adalah bangunan-bangunan yang megah dan monumental. Apalagi saat itu International Styles sedang mengalami sedikit perubahan gaya dengan munculnya Arsitektur Monumental. Di mana bangunan yang muncul adalah bentuk yang otentik (berbeda dengan lingkungannya), masa yang padat, keras, berat, megah dan skluptural.Bentuk yang terjadi juga mulai berkembang, jika sebelumnya didominasi dengan bentuk kotak atau persegi pada era ini ini mulai muncul bentuk lain misalnya lingkaran seperti misalnya Conefo. Dengan tujuan untuk membentuk masa yang padat, keras dan berat maka kemudian yang muncul adalah bentuk ekspresi dari beton.Kesan monumental sebuah bangunan dapat dicapai selain melalui bentuk, juga dipengaruhi dengan tata letak dan lokasinya yang yang terbuka luas.22 Bangunan monumental itu sendiri bisa dibentuk dengan memencilkan satu obyek terhadap obyek yang lain. Juga bisa terjadi karena elemen vertikal yang diletakkan di tengah sebuah ruang. Monumental biasanya bersifat: sederhana, bersih dan polos.Pada rancangan ruang luar Proyek Mercusuar Soekarno terlihat bahwa bangunan ini dirancang dengan konsep oversize, berbeda dengan lingkungannya dan sebagai titik orientasi atau titik pandangan dari suatu kawasan. Selain dibentuk oleh orientasi bangunan juga dengan menumbuhkan sumbu-sumbu monumental yang nyata pada landscape, untuk mendukung kesan monumental suatu bangunan, seperti misalnya tampak jelas pada Conefo, Gelora Senayan dan Hotel Indonesia.Sebagai bangunan monumental ia memiliki skala yang tidak manusiawi. Antara lain bangunan ini memiliki ketinggian yang lebih dari bangunan pada umumnya. Jarak antar lantai yang cukup tinggi yaitu mencapai 5 meter. Sebagai sesuatu yang khas dari proyek mercusuar bangunan-bangunan tersebut berusaha tampil berbeda dari lingkungannya. Hal iniantara lain dapat dibentuk dengan membuat sesuatu yang demikian tinggi seperti Tugu Monas, bangunan yang sangat besar seperti Hotel Indonesia dan Masjid Istiqlal.C. Ekspresi Struktur yang MenonjolProyek Mercusuar Soekarno ini memakai sistem struktur yang berupa sistem grid dan di bagian luar menampilkan kolom-kolom dari beton ekspos. Variasi dari elemennya juga dibangun dari beton bertulang ekspos atau dari beton bertulang ekspos yang berderet. Ekspos strukturnya tersebut akan menampilkan kesan kekokohan dan kegagahan pada suatu bangunan. Beton menampilkan kesan formil, keras kaku dan kokoh dimana bahan ini biasa digunakan untuk bangunan-bangunan monumental. Bahan bahan tersebut juga merupakan bahan yang awet dan tahan terhadap perubahan cuaca di Indonesia.</p>

Recommended

View more >