SAWIT RAKYAT - SPOS Indonesia iv DAFTAR ISI Daftar Isi Kata Pengantar ¢†â€ iii Daftar Isi ¢†â€ iv Daftar

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of SAWIT RAKYAT - SPOS Indonesia iv DAFTAR ISI Daftar Isi Kata Pengantar ¢†â€...

  • REGU LASI DAN R ESOLUS I SAWIT RA KYAT DI DA L A M KAWASAN HUTAN i

    SAWIT RAKYAT PEM E TA A N KE RA NGKA KEBIJAKAN,

    KONDIS I NYATA DA N A KSI LAPANGAN

    Penyunting: Irfan Bakhtiar ∫ Diah Suradiredja ∫ Hery Santoso

    Anton Sanjaya ∫ Ichsan Saif

    Yayasan KEHATI

  • Sawit Rakyat PEMETAAN KERANGKA KEBIJAKAN, KONDISI NYATA DAN AKSI LAPANGAN

    Penyunting: Irfan Bakhtiar ∫ Diah Suradiredja ∫ Hery Santoso ∫ Anton Sanjaya ∫ Ichsan Saif

    Kontributor: Maria SW Sumardjono ∫ Rikardo Simarmata Richo Andi Wibowo ∫ Timer Manurung ∫ Sunaji Zamroni ∫ Fakhrudin Rijadi ∫ Arya Hadi Dharmawan ∫ Herryadi

    Desain Sampul dan Isi: Kalam Jauhari

    Cetakan I, 2018

    ISBN: 978-979-3598-53-6

    Diterbitkan oleh:

    KEHATI Jl. Bangka VIII No. 3B Pela Mampang, DKI Jakarta 12720 Tlp: (+62-21) 718 3185 atau (+62-21) 718 3187 www.kehati.or.id

    © 2018, KEHATI

    HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk dan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit

  • KATA P E N G AN TAR iii

    1. Berdasarkan digitasi AURIGA pada citra SPOT dengan resolusi 6 x 6 m pada tahun 2018. 2. Berdasarkan data Ditjenbun pada tahun 2014, . 3. Berdasarkan presentasi Kementerian Koordinator Perekonomian tentang Kajian Penguatan Indone-

    sian Sustainable Palm Oil 2018.

    Riki Frindos Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI

    Kata Pengantar

    Sejarah industri sawit Indonesia melibatkan dinamika politik dan eko­nomi yang kompleks. Dibangun di atas lemahnya institusi alokasi la­han, praktik perkebunan sawit Indonesia ditengarai sebagai salah satu pemicu konflik sosial dan berbagai permasalahan lingkungan, se per­ti deforestasi, pembukaan lahan gambut, polusi perairan, degradasi tanah dan hilangnya keanekaragaman hayati. Pelaku usaha perkebunan sawit yang bertanggungjawab atas kondisi tersebut tak hanya berasal dari kalangan per usahaan. Dari total luasan kebun sawit Indonesia sekitar 16,83 juta hektar,1 diper kirakan 41 persen2 adalah perkebunan rakyat. Tanpa terelakkan, ekspansi pe ngu asaan lahan untuk perkebunan sawit rakyat terus berlanjut dan nekad dilakoni oleh pekebun sampai masuk ke kawasan yang berstatus sebagai hutan.

    Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) yang saat ini tengah mendukung proses Penguatan Indo­ nesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang sedang dilakukan oleh Pemerintah In­ donesia. ISPO merupakan skema sertifikasi yang dikembangkan Pemerintah Indonesia untuk menjamin tata kelola sawit berkelanjutan. Salah satu ide pe­ ngu atan ISPO adalah mewajibkan sertifikasi tersebut untuk sawit rakyat. Pada­ hal, sampai saat ini hanya 3.631 hektare3 kebun sawit rakyat saja yang telah ter­ sertifikasi. Hal ini tak terlepas dari kesulitan yang dihadapi sawit rakyat dalam memenuhi standar ISPO.

    Dalam Program Penguatan ISPO, KEHATI melakukan identifikasi dan peng kajian terhadap perkebunan sawit rakyat dan pilihan­pilihan yang dapat dilak sanakan untuk melakukan perbaikan. Buku ini fokus pada usaha­usaha mening katkan kemampuan pekebun sawit terhadap sertifikat ISPO dan me­ nyi apkan pra­kondisi yang dibutuhkan, termasuk perbaikan kebijakan. Buku ini men coba merekam persoalan dan merumuskan skenario persiapan sawit rakyat menuju sertifikasi ISPO. Selamat membaca!

  • DAFTAR IS Iiv

    Daftar Isi

    Kata Pengantar ∂ iii Daftar Isi ∂ iv Daftar Singkatan ∂ v

    BAB 1 Industri Sawit, Sawit Rakyat, dan Sertifikasi Nasional ∂ 1 BAB 2 Desa dan Industri Sawit ∂ 25 BAB 3 Problematika Sawit Rakyat Terkait Sertifikasi ∂ 49 BAB 4 Regulasi dan Resolusi Sawit Rakyat di dalam Kawasan Hutan ∂ 73 BAB 5 Penataan Kebun Sawit Rakyat ∂ 105 BAB 6 Penutup ∂ 129

    Daftar Pustaka ∂ 133

  • Daftar Singkatan

    AD/ART Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

    AMDAL Analisis mengenai dampak lingkungan

    APKASINDO Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia

    APL Area Penggunaan Lain

    BATNA Best Alternative to Negotiate Agreement

    BGA Bumitama Gunajaya Agro

    BKPM Badan Koordinasi Penanaman Modal

    BPDPKS Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit

    BPKH Balai Pemantapan Kawasan Hutan

    BPN Badan Pertanahan Nasional

    BPS Badan Pusat Statistik

    BUMDes Badan Usaha Milik Desa

    CPO Crude Palm Oil

    CSR Corporate Social Responsibility

    DAS Daerah Aliran Sungai

    Disbunak Dinas Perkebunan dan Peternakan

    DPKS Dana Perkebunan Kelapa Sawit

    GN­PSDA Gerakan Nasional­Pengelolaan Sumberdaya Alam

    vDAF TAR S I N G KATAN

  • DAFTAR S INGK ATANvi

    HD Hutan Desa

    HGU Hak Guna Usaha

    HKm Hutan Kemasyarakatan

    HPH Hak Pengusahaan Hutan

    HPHD Hak Pengelolaan Hutan Desa

    HTI Hutan Tanaman Industri

    HTR Hutan Tanaman Rakyat

    Inver PTKH Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan

    ISPO Indonesian Sustainable Palm Oil

    IUP HHK­HTR Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Rakyat

    IUP Izin Usaha Perkebunan

    IUPHKm Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan

    KAN Komite Akreditasi Nasional

    KATR Kementerian Agraria dan Tata Ruang

    KBK Kawasan Budidaya Kehutanan

    KBNK Kawasan Budidaya Non Kehutanan

    KDTI Kawasan dengan Tujuan Istimewa

    KEHATI Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia

    Kemenko Ekon Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

    Kg Kilogram

    KK Kepala Keluarga

    KKPA Kredit Koperasi Primer Anggota

    KLHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    Kotim Kotawaringin Timur

    KPH Kesatuan Pengelolaan Hutan

    KTP Kartu Tanda Penduduk

    KTPA/MPA Kelompok Tani Peduli Api/Masyarakat Peduli Api

    KUD Koperasi Unit Desa

    LDTI Lapangan Dengan Tujuan Istimewa

    LSM Lembaga Swadaya Masyarakat

  • DAF TAR S I N G KATAN vii

    MA Mahkamah Agung

    MHA Masyarakat Hukum Adat

    MoU Memorandum of Understanding

    Orba Orde Baru

    Pemkab Pemerintah Kabupaten

    Perber Peraturan Bersama

    Perda Peraturan Daerah

    Permentan Peraturan Menteri Pertanian

    Perpres Peraturan presiden

    PHT Pengendalian Hama Terpadu

    PIAPS Peta Indikatif Area Perhutanan Sosial

    PIR ADB Perkebunan Inti Rakyat Asian Development Bank

    PIR Perkebunan Inti Rakyat

    PKS Pabrik Kelapa Sawit

    PLN Perusahaan Listrik Negara

    PLTB Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

    Pokdarwis Kelompok Sadar Wisata

    PP Peratutan Pemerintah

    PPKS Pusat Penelitian Kelapa Sawit

    PPL Petugas Penyuluh Lapangan

    PRONA Program Operasi Nasional Agraria

    PS Perhutanan Sosial

    PT SR Perseroan Terbatas Safari Riau

    PTKH Percepatan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan

    PTPN Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara

    RA Reforma Agraria

    RAPS Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial

    Repelita Rencana Pembangunan Lima Tahun

    RSPO Roundtable on Sustainable Palm Oil

    RT Rukun Tetangga

    RTRWP Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi

  • DAFTAR S INGK ATANviii

    SD Sekolah Dasar

    SDH Sumber Daya Hutan

    SDM Sumber Daya Manusia

    SHM Sertifikat Hak Milik

    SK Surat Keputusan

    SKGR Surat Keterangan Ganti Rugi

    SKRKT Surat Keterangan Riwayat Kepemilikan Tanah

    SKT Surat Keterangan Tanah

    SLTA Sekolah Lanjutan Tingkat Atas

    SLTP Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama

    STD­B Surat Tanda Daftar Budidaya

    Tahura Taman hutan rakyat

    TBS Tandan Buah Segar

    TKI Tenaga Kerja Indonesia

    TNGL Taman Nasional Gunung Leuser

    UEDes Usaha Ekonomi Desa

    UU Undang­undang

  • REGU LASI DAN R ESOLUS I SAWIT RA KYAT DI DA L A M KAWASAN HUTAN 1

    BAB 1

    Industri Sawit, Sawit Rakyat, dan Sertifikasi Nasional

  • REGUL AS I DA N RES O LUS I SAWIT RAK YAT DI DALAM K AWASAN HUTAN2

    INDUSTRI SAWIT NASIONAL SEJARAH SAWIT GLOBAL DAN INDUSTRI SAWIT INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN

    Perkebunan sawit di Indonesia menjadi bagian penting dari sejarah panjang industri sa wit global. Kelapa sawit (Elaeis gui neensis) bukan tanaman as li Indonesia melainkan dari Benua Afri ka, tepatnya dari sebuah kawasan di se panjang pantai yang membentang sejauh 200 – 300 kilometer antara Libe­ ria dan Angola. Bentangan arealnya mulai dari utara, ke selatan dan timur menuju Senegal, Tanzania dan Mada­ gas kar.1 Perkebunan sawit di Afrika Ba rat tersebut dikelola oleh pekebun se ca ra swadaya di atas lahan yang lu­ as nya mencapai 7.5 hektare.2 Selama ribuan tahun masyarakat Afrika me­ ngenal cara mengolah sawit menja­ di minyak untuk memasak makanan.3 Sedikitnya 32 barel minyak sawit dari Afri ka untuk pertama kali diangkut ke Eropa oleh Kapten James Welsh dengan kapal laut yang berlayar dari Benin ke Inggris pada 1591.4

    Selama Abad 14 sampai 17 Masehi, bibit tanaman sawit dibawa keluar dari Afrika ke Benua Amerika, kemudian menyusul penyebaran yang lebih luas lagi ke kawasan Asia Tenggara.5 Sebagian ahli meyakini bibit tanaman sawit yang pertama kali masuk kawasan Asia Tenggara dari Benua Amerika. Namun ada beberapa pendapat lain meyakini sawit di Asia Tenggara dibawa langsung dari Mauritania, sebuah negara kepulauan kecil yang berada di Samudra Hindia.6

    1 Sheil, D, Casson, A, Mei