48
SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Asuhan pada Ibu Hamil Sub Pokok Bahasan : Tanda tanda Bahaya pada Kehamilan Sasaran : Ny. A Waktu : 30 Menit Tempat : Puskesmas PONED Cicurug Hari / Tanggal : Rabu, 02 Januari 2013 A. Tujuan Instruksional Umum Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang tanda tanda bahaya pada kehamilan. B. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tanda tanda bahaya kehamilan dan dapat mewaspadainya. C. Materi Terlampir D. Metode Beramah dan tanya jawab E. Sumber PUNDINAKES WHO JHPIEGO, 2003

Sap osi

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Asuhan pada Ibu Hamil

Sub Pokok Bahasan : Tanda – tanda Bahaya pada Kehamilan

Sasaran : Ny. A

Waktu : 30 Menit

Tempat : Puskesmas PONED Cicurug

Hari / Tanggal : Rabu, 02 Januari 2013

A. Tujuan Instruksional Umum

Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui

tentang tanda – tanda bahaya pada kehamilan.

B. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tanda

– tanda bahaya kehamilan dan dapat mewaspadainya.

C. Materi

Terlampir

D. Metode

Beramah dan tanya jawab

E. Sumber

PUNDINAKES – WHO – JHPIEGO, 2003

Page 2: Sap osi

F. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

1 Pembukaan

(5 menit)

- Mengucapkan salam

- Menyampaikan tujuan

- Menjawab salam

- Mendengarkan

2 Inti

(15 menit)

- Menjelaskan tentang

tanda – tanda bahaya

kehamilan

- Mendengarkan

- Memperhatikan

3 Penutup

(10 menit)

- Tanya jawab

- Evaluasi

- Mengakhiri penyuluhan

- Salam

- Megajukan

pertanyaan,

- Menjawab

- Menjawab salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya jawab

Jenis Pertanyaan:

1. Sebutkan tanda - tanda bahaya pada kehamilan?

Page 3: Sap osi

TANDA – TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN

Tanda – tanda bahaya selama periode antenatal adalah:

a. Perdarahan vagina

b. Sakit kepala yang hebat, menetap yang tidak hilang

c. Perubahan visual secara tiba – tiba (“pandangan kabur”, “rabun senja”).

d. Nyeri abdomen yang hebat.

e. Bengkak pada mika atau tangan.

f. Bayi kurang bergerak seperti biasa.

Selama periode antenatal bidan garus mampu mewaspadai terhadap tanda –

tanda dalam kehamilan.Jika tanda bahaya tidak mampu terdeteksi dapat

menyebabkan kematian ibu.

Page 4: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Asuhan pada Ibu Hamil

Sub Pokok Bahasan : Gizi pada Ibu Hamil

Sasaran : Ny. A

Waktu : 15 menit

Tempat : Puskesmas PONED Cicurug

Hari / Tanggal : Rabu, 02 Januari 2013

A. Tujuan Instruksional Umum

Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan mampu memahami dan

mengerti tentang gizi pada ibu hamil.

B. Tujuan Instruksional Khusus

Setekah diberikan penyuluhan, diharapkan klien dapat mengerti dan dapat

memahami gizi pada ibu hamil.

C. Materi

Terlampir

D. Metode

1. Ceramah

2. Tanya Jawab

E. Sumber

Hanifa, Winknjosastro. 2007. Ilmu Kandungan Edisi 2. Jakarta : Yayasan

Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Page 5: Sap osi

F. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

1 Pembukaan

(3 menit)

- Salam pembuka

- Memberikan

kesempatan kepada

klien untuk

menjelaskan yang

telah diketahui oleh

klien

- Menjawab salam

- Mendengarkan

2 Inti

(5 menit)

- Menjelaskan tentang

gizi pada ibu hamil

- Mendengarkan

- Memperhatikan

3 Penutup

(10 menit)

- Memberikan

kesempatan untuk

bertanya

- Menyimpulkan

- Menutup dengan salam

- Bertanya

- Mendengarkan

- Menjawab salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Sebutkan kebutuhan gizi pada ibu hamil?

Page 6: Sap osi

GIZI PADA IBU HAMIL

Pada saat hamil ibu harus makan makanan yang mengandung nilai gizi

bernutu tinggi.Gizi pada waktu hamil harus ditingkatkan hingga 300 kalori

perhari, ibu hamil seharusnya mengkonsumsi makanan yang mengandung protein,

zat besi dan minum cukup cairan (menu seimbang).

a) Kalori

Kebutuhan kalori untuk ibu hamil adalah 2300 kalori dipergunakan untuk

produksi energy.

b) Protein

Bila wanita tidak hamil, konsumsi protein yang ideal adalah 0,9 gram/Kg

BB/hari, tetapi selama kehamilan dibutuhkan tambahan protein hinga 30

gram/hari. Protein yang dianjurkan adalah protein hewani seperti daging,

susu, telur, keju dan ikan karena mengandung komposisi asam amino yang

lengkap.

c) Mineral

Pada prinsipnya semua minerak dapat tepenuhi dengan makan makanan

sehari – hari yaitu buah – buahan, sayur – sayuran dan susu. Hanya besi yang

tidak bisa terpenuhi dengan makanan sehari-hari.Untuk memenuhi kebutuhan

ini dibutuhkan suplemen besi 30 mg perhari dan pada kehamilan kembar atau

wanita yang sedikit anemic dibutuhkan 60 – 100 mg/hari. Kebutuhan kalsium

bisa terpenuhi dengan minum susu, tapi inu hamil tidak bisa minum susu bisa

diberikan suplemen kalsium dengan dosis 1 gram perhari.

d) Vitamin

Vitamin sebenarnya telah terpenuhi dengan makan sayur dan buah – buahan

tetapi dapat pula diberikan ekstra vitamin.Pemberian asam folat dapat

mencegah kecacatan pada bayi.

Page 7: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Asuhan pada Ibu Hamil

Sub Pokok Bahasan : Tanda–tanda Persalinan dan Persiapan Persalinan

Sasaran : Ny. A

Waktu : 10 menit

Tempat : Puskesmas PONED Cicurug

Hari / Tanggal : Rabu, 02 Januari 2013

A. Tujuan Umum

Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui

tentang tanda – tanda persalinan dan persiapan persalinan.

B. Tujuan Khusus

Setekah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tanda –

tanda permulaan persalinan, tanda – tanda persalinan dan persiapan

persalinan.

C. Materi

Terlampir

D. Metode

Ceramah dan Tanya Jawab

E. Sumber

Depkes RI. 2001. Asuhan Antenatal Pusdiknas. Jakarta

Page 8: Sap osi

F. Kegiatan Penyuluhan

Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

Pembukaan

(2 menit)

Mengucapkan salam

Menyampaikan tujuan

- Menjawab salam

- Mendengarkan

Inti

(5 menit)

- Menjelaskan tentang tanda –

tanda persalinan, menjelaskan

tentang persiapan persalinan.

- Melihat

- Mendengarkan

- Memperhatikan

Penutup

(3 menit)

- Tanya jawab

- Evaluasi

- Mengakhiri penyuluhan

- Salam

- Mengajukan

pertanyaan

- Menjawab

- Menjawab salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Sebutkan tanda – tanda persalinan?

2. Sebutkan 3 yang harus disiapkan menjelang persalinan?

Page 9: Sap osi

TANDA – TANDA PERSALINAN DAN PERSIAPAN

PERSALINAN

A. Tanda – tanda Persalinan

1. Tanda - tanda permulaan persalinan

a. Kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama ibu yang baru

pertama kali hamil.

b. Perut kelihatan lebih melebar, dan fundus uteri turun.

c. Perasaan sering atau susah buang air kecil karena kandung kemih

tertekan oleh bagian bawah janin.

d. Perasaan sakit di perut dan pinggang oleh adanya kontraksi – kontraksi

lemah.

2. Tanda - tanda Persalinan

a. Blood Show

Keluar lendir bercampur sedikit darah dari kemaluan.

b. Kontraksi

Sakit perut menyerupai mules seperti BAB, yang makin lama makin

sering dan makin kuat. Setelah ibu merasakan ini sebaiknya ibu

berangkat ke tempat pelayanan kesehatan jika kontraksi terjadi 5 menit

(pada ibu yang pertama kali melahirkan).Lamanya sakit kurang lebih 40

detik tiap kontraksi dan makin lama makin sering kuat.

c. Ketuban Pecah

Pecahnya ketuban bisa mendadak terasa seperti tiba-tiba mengompol,

atau sedikit-sedikit tanpa terasa (diketahui dari celana dalam terus

menerus basah), air ketuban biasanya jernih dan tidak berbau biasanya

pecah ketika persalinan sudah sangat dekat jadi jangan ditunda lagi

Segera Pergi Ke Rs, Puskesmas Atau Rumah Bersalin.

d. Pada pemeriksaan dalam

Servik mendatar dan pembukaan sudah ada.

Page 10: Sap osi

B. Persiapan Persalinan

1. Rencanakan untuk melahirkan di tenaga kesehatan, di rumah sakit,

puskesmas, rumah bersalin, atau dirumah tetapi ditolong oleh tenaga

kesehatan.

2. Ibu, suami atau keluarga perlu menabung untuk biaya persalinan.

3. Siapkan anggota keluarga yang golongan darahnya sama dengan ibu, jika

sewaktu-waktu diperlukan ibu (misalnya terjadi perdarahan).

4. Ibu dan suami menanyakan kepada bidan atau dokter kapan perkiraaan

tanggal persalinan.

5. Suami dan masyarakat menyiapkan kendaraan jika sewakru-waktu ibu dan

bayi perlu segera di bawa ke rumah sakit.

6. Kartu ANC, dekatkan kartu periksa kehamilan saat usia kehamilan

mendekati waktu persalinan, hal ini dimaksudkan agar penolong

persalinan nanti dapat mengetahui keadaan ibu dan janin sebelumnya.

7. Tas, ini dimaksudkan untuk ibu dan keluarganya menyiapkan barang –

barang yang perlu disiapkan, kain untuk ibu sebanyak 3 kain, pakaian

dalam ibu (celana dalam sebanyak 3), pakaian ibu (kancing/resleting di

bagian depannya untuk menyusui bayi), softex sebanyak 9 buah atau lebih,

bedong bayi 5 buah, pakaian bayi dan handuk bayi.

Page 11: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Masa Nifas

Sub Pokok Bahasan : Tanda Bahaya pada Masa Nifas

Sasaran : Ny. A

Waktu : 10 menit

Tempat : Puskesmas PONED Cicurug

Hari / Tanggal : Kamis, 17 Januari 2013

A. Tujuan Umum

Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tanda-

tanda bahaya pada masa nifas.

B. Tujuan Khusus

Setekah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui apa saja

yang termasuk tanda bahaya pada masa nifas, mengetahui tanda – tandanya

dan penanganannya.

C. Materi

Terlampir

D. Metode

Ceramah dan Tanya Jawab

E. Sumber

Dohiatun.2009. Asuhan Kebidanan Nifas Normal.Jakarta : EGC

Page 12: Sap osi

F. Kegiatan Penyuluhan

Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

Pembukaan

(2 menit)

Mengucapkan salam

Menyampaikan tujuan

- Menjawab salam

- Mendengarkan

Inti

(5 menit)

- Menjelaskan tentang tanda –

tanda bahaya pada masa nifas,

tanda dan gejala serta

penanganannya.

- Melihat

- Mendengarkan

- Memperhatikan

Penutup

(3 menit)

- Tanya jawab

- Mengakhiri penyuluhan

- Salam

- Mengajukan

pertanyaan

- Menjawab

- Menjawab salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Sebutkan tanda bahaya pada masa nifas dan cara penanganannya?

Page 13: Sap osi

TANDA – TANDA BAHAYA PADA MASA NIFAS

1. Demam

a. Tanda dan gejala

Biasanya terjadi dalam 24 jam setelah melahirkan dengan suhu > 38o C

b. Penanganan

1) Istirahat baring

2) Kompres dengan air hangat

3) Perbanyak minum

4) Jika ada syok, segera bawa ibu ke fasilitas kesehatan.

2. Pusing

a. Tanda dan gejala

1) Sakit kepala yang sangat pada salah satu sisi atau seluruh bagian kepala

2) Kepala terasa berdenyut dan disertai ras mual dan muntah

b. Penanganan

Lakukan istirahat baring

3. Nyeri perut

a. Tanda dan gejala

1) Adanya demam

2) Ibu mengeluh nyeri pada bagian perut

b. Penanganan

Lakukan istirahat baring, bila nyeri tidak hilang segera periksakan ke

fasilitas kesehatan.

4. Thromboplebitis

a. Tanda dan gejala

1) Oedema (bengkak) pada tungkai dan daerah betis.

2) Nyeri jika ditekan, berwarna merah dan terasa panas.

b. Penanganan

1) Lakukan istirahat baring

2) Pada anggota tubuh bagian bawah yang bengkak lebih ditinggikan.

Page 14: Sap osi

5. Penyulit dalam menyusui

a. Tanda dan gejala

1) Suhu badan meningkat sampai dengan 38oC.

2) Pada payudara berwarna merah, bengkak, keras, nyeri jika ditekan.

3) Pada putting susu lecet.

b. Penanganan

1) Lakukan perawatan payudara

2) Gunakan BH yang menopang payudara

6. Bau busuk dari vagina

a. Tanda dan gejala

1) Keluarnya cairan dari vagina

2) Adanya bau yang menyengat dari vagina

3) Disertai dengan demam > 38oC

b. Penanganan

Jagalah selalu kebersihan vagina anda, jika terjadi hal – hal yang tidak

diinginkan segeralah periksakan diri anda ke fasilitas kesehatan.

7. Perdarahan

a. Tanda dan gejala

Perdarahan setelah persalinan dibagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut:

1) Perdarahan primer, yaitu terjadinya dalam 24 jam pertama pasca

persalinan.

2) Perdarahan sekunder, yaitu terjadinya setelah 24 jam pertama pasca

persalinan.

b. Penanganan

Perdarahan yang perlahan dan berlanjut atau perdarahan tiba-tiba

merupakan suatu kegawatdaruratan, segeralah bawa ibu ke fasilitas

kesehatan.

Page 15: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Bayi Baru Lahir

Sub Pokok Bahasan : Perawatan Bayi di rumah

Sasaran : Ny. A

Waktu : 30 menit

Tempat : Puskesmas PONED Cicurug

Hari / Tanggal : Kamis, 17 Januari 2013

A. Tujuan Umum

Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang

perawatan bayi sehari-hari dirumah.

B. Tujuan Khusus

Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengaetahui dan

memperagakan cara perawatan bayi yang dapat dilakukan dirumah, seperti

perawatan tali pusat, memandikan bayi, mencegah hipotermi dan menjemur

bayi dibawah sinar matahari pagi dan mengetahui tanda-tanda bahaya pada

bayi.

C. Materi

Terlampir

D. Metode

Ceramah dan Tanya Jawab

E. Sumber

Sumber : Sally. 2006. Asuhan Ibu Bayi Baru Lahir. Jakarta. EGC

Page 16: Sap osi

F. Kegiatan Penyuluhan

Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

Pembukaan

(2 menit)

- Mengucapkan salam

- Menyampaikan tujuan

- Menjawab salam

- Mendengarkan

Inti

(18 menit)

- Menjelaskan tentang

perawatan bayi sehari-

hari

- Melihat

- Mendengarkan

- Memperhatikan

Penutup

(3 menit)

- Tanya jawab

- Mengakhiri penyuluhan

- Salam

- Mengajukan pertanyaan

- Menjawab

- Menjawab salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Sebutkan 3 perawatan bayi yang dilakukan sehari-hari?

2. Sebutkan 3 tanda bahaya pada bayi?

Page 17: Sap osi

PERAWATAN BAYI BARU LAHIR

1. Perawatan Tali Pusat

a. Tujuan perawatan tali pusat

1) Untuk mempercepat pelepasan tali pusat.

2) Untuk mencegah terjadinya infeksi.

b. Cara perawatan tali pusat

1) Tali pusat dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air bersih.

2) Setelah dibilas, tali pusat dikeringkan.

3) Tali pusat dibungkus dengan menggunakan kasa steril atau dibiarkan

terbuka dan mongering dengan sendirinya.

4) Jangan membubuhkan apapun disekitar tali pusat karena akan

mengakibatkan infeksi.

2. Memandikan Bayi

a. Basuh lembut wajah bayi dengan kapas yang dilembabkan dengan air

hangat lalu keringkan dengan lembut.

b. Basuh rambutnya dengan tangan anda dan gunakan sedikit shampoo bayi,

pijat dengan lembut seluruh bagian kepala.

c. Buka pakaiannya, bersihkan pantatnya sebelum meletakkannya kedalam

bak mandi.

d. Dengan kain penyeka, bersihkan bayi anda.

e. Biarkan bayi menikmati air mandi hangat untuk beberapa saat.

f. Keringkan badan bayi yang basah.

g. Pakaikan baju dan popok yang bersih.

3. Menjemur Bayi

Jemur bayi dibawah sinar matahari pagi selama 30 menit, jemur bayi dalam

keadaan telanjang.

4. Mencegah Hipotermi

Cegah hipotermi dengan mengganti popok dan menyelimuti bayi, badan bayi

harus dalam keadaan kering.Jangan memandikan bayi dengan air dingin, dan

tutupi kepala bayi dengan topi.

Page 18: Sap osi

5. Perhatikan Tanda Bahaya Pada Bayi

a. Pernapasan sulit atau lebih dari 60 kali permenit.

b. Kehangatan terlalu panas (>38oC atau terlalu dingin <36

oC).

c. Warna kuning, terutama pada 24 jam pertama, biru atau pucat dan memar.

d. Pemberian makan tidak efektif karena hisapan lemah, ngantuk berlebihan

dan banyak muntah.

e. Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk dan berdarah.

f. Infeksi yang ditandai dengan suhu yang meningkat, merah, bengkak,

keluar cairan, bau busuk dan pernafasan sulit.

g. Tidak BAB/BAK dalam 24 jam, tinja sering lembek, hijau tua ada lender

atau darah pada tinja.

h. Bayi menggigil, menangis tidak seperti biasanya, sangat mudah

tersinggung, lemas, terlalu ngantuk, lunglai, kejang-kejang halus, tidak

bisa tenang dan menangis terus menerus.

Page 19: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Bayi Baru Lahir

Sub Pokok Bahasan : ASI Eksklusif dan Tekhnik Menyusui yang Benar

Sasaran : Ny. A

Waktu : 30 menit

Tempat : Puskesmas PONED Cicurug

Hari / Tanggal : Kamis, 17 Januari 2013

A. Tujuan Umum

Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang

ASI Eksklusif dan tekhnik menyusui yang benar.

B. Tujuan Khusus

Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengaetahui cara

pemberian ASI eksklusif dan tekhnik menyusui yang baik dan cara

penyimpanan ASI, ibu dapat mendemonstrasikan cara menyusui yang benar.

C. Materi

Terlampir

D. Metode

Ceramah dan Tanya Jawab

E. Sumber

Purwanti Sri. 2004. Konsep Penerapan ASI Eksklusif, Jakarta. EGC

Page 20: Sap osi

F. Kegiatan Penyuluhan

Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

Pembukaan

(5 menit)

- Mengucapkan salam

- Menyampaikan tujuan

- Menjawab salam

- Mendengarkan

Inti

(15 menit)

- Menjelaskan tentang ASI

Eksklusif.

- Menjelaskan tentang tekhnik

menyusui yang benar dan

mendemonstrasikannya.

- Menjelaskan tentang cara

penyimpanan ASI.

- Melihat

- Mendengarkan

- Memperhatikan

Penutup

(10 menit)

- Tanya jawab

- Evaluasi

- Mengakhiri penyuluhan

- Salam

- Mengajukan pertanyaan

- Menjawab

- Menjawab salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Jelaskan apa pengertian ASI Eksklusif?

2. Sebutkan manfaat ASI Eksklusif bagi bayi?

3. Jelaskan bagaimana tekhnik menyusui yang benar?

4. Jelaskan bagaimana cara penyimpanan ASI?

Page 21: Sap osi

ASI EKSKLUSIF DAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR

Pemberian ASI sejak awal kepada bayi sangatlah penting, karena ASI

merupakan satu-satunya makanan dan minuman terbaik untuk bayi dalam masa 6

bulan pertama kehidupannya.Memperoleh ASI secara Eksklusif merupakan hak

setiap anak.

A. Pengertian

ASI ekslusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak 0-6 bulan.

B. Manfaat Pemberian ASI Eksklusif

Pemberian ASI eksklusif mempunyai banyak manfaat, baik bagi ibu sebagai

pemberi ASI maupun bagi bayi sebagai penerima ASI. Manfaatnya antara

lain:

Bagi Ibu:

1. Mencegah perdarahan

ASI yang langsung diberikan beberapa saat setelah bayi dapat merangsang

timbulnya hormone oksitosin.

2. Murah

Pemberian ASI eksklusif sangat murah Karena tidak dibutuhkan dana

sedikitpun.

3. Mudah dan praktis

ASI dapat diberikan kapan saja dan dimana saja sesuai kebutuhan.

4. Ikatan batin menjadi kuat

Pemberian ASI dapat meningkatkan timbulnya ikatan batin antara ibu dan

bayi.

5. KB alamiah

Pemberian ASI secara terus menerus selama 6 bulan dapat menunda

terjadinya kehamilan berikutnya.

Page 22: Sap osi

Bagi Bayi:

1. Zat protektif

Bayi yang mendapat ASI lebih jarang menderita penyakit, karena adanya

zat protektif.

2. Mengandung 100 jenis zat gizi

ASI mengandung sekitar kurang lebih 100 zat gizi, diantaranya : AA,

DHA, Taurin, dan Spingomyelin yang tidak terdapat dalam susu sapi. Zat-

zat ini sangat bermanfaat bagi bayi untuk pertumbuhan dan kecerdasan

bayi.

3. Sesuai dengan pencernaan bayi

System pencernaan bayi belum sempurna. Bayi belum mampu mencerna

makanan lain selain ASI.

4. Menyebabkan pertumbuhan yang baik

Bagi yang mendapat ASI mempunyai kenaikan berat badan yang bauk

setelah lahir, dan mengurangi kemungkinan obesitas.

5. Mengurangi insiden maloklusi

Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang adalah

kebiasaan yang mendorong ke depan akibat menyusui dengan botol atau

dot.

C. Cara Pemberian ASI Eksklusif

1. ASI diberikan secara 6 bulan.

2. Berikan ASI kepada bayi sesuai kebutuhannya.

3. Jangan membatasi pemberian ASI kepada bayi. Semakin sering bayi

menghisap payudara ibu, maka akan bertambah volume ASI yang berada

dalam payudara ibu.

4. Tidak memberikan madu dan air gula kepada bayi.

Page 23: Sap osi

D. Tekhnik Mnyusui yang Benar

1. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada

putting susu dan areola.

2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara.

3. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain dibawahnya,

dan jangan menekan putting susu atau areolanya saja.

4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut.

5. Usahakan sebagian besar areola dapat masuk kedalam mulut bayi.

6. Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan

kembali pada puting dan areola sekitarnya.

7. Menyendawakan bayi.

E. Cara Penyimpanan ASI

ASI yang dikeluarkan dapat disimpan untuk beberapa saat dengan syarat :

Di udara terbuka/bebas : 6 jam

Di lemari es : 24 jam

Di lemari pendingin/beku (-18oC) : 6 Bulan

ASI yang telah didinginkan cukup didiamkan saja didalam suhu kamar

atau dapat pula direndam didalam wadah yang telah berisi air panas bila ingin

diberikan kepada bayi.Cara pemberiannya dapat menggunakan cangkir atau

sendok.

Page 24: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Masa Nifas

Sub Pokok Bahasan : Perawatan Payudara

Sasaran : Ny. A

Waktu : 30 menit

Tempat : Puskesmas PONED Cicurug

Hari / Tanggal : Kamis, 17 Januari 2013

A. Tujuan Umum

Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang

cara merawat payudara.

B. Tujuan Khusus

Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengaetahui manfaat

dan langkah-langkah perawatan payudara yang dapat dilakukan dirumah dan

dapat memperagakan perawatan payudara.

C. Materi

Terlampir

D. Metode

Ceramah dan Tanya Jawab

E. Sumber

Suherni, dkk. 2009. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta. Fitramaya

Page 25: Sap osi

F. Kegiatan Penyuluhan

Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

Pembukaan

(5 menit)

- Mengucapkan salam

- Menyampaikan tujuan

- Menjawab salam

- Mendengarkan

Inti

(15 menit)

- Menjelaskan tentang

langkah-langkah perawatan

payudara dan memperagakan

perawatan payudara.

- Melihat

- Mendengarkan

- Memperhatikan

Penutup

(10 menit)

- Tanya jawab

- Evaluasi

- Mengakhiri penyuluhan

- Salam

- Mengajukan pertanyaan

- Menjawab

- Menjawab salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Jelaskan bagaimana manfaat dari perawatan payudara?

2. Jelaskan bagaimana langkah-langkah perawatan payudara?

Page 26: Sap osi

PERAWATAN PAYUDARA

Manfaat melakukan perawatran payudara setelah melahirkan adalah:

1. Membantu memperlancar ASI

2. Membantu memperlancar pengeluaran ASI

3. Mencegah mastitis

4. Memperlancar peredaran darah

Perawatan payudara setelah melahirkan merupakan suatu tindakan dengan

melakukan beberapa pemijatan, menjaga kebersihan serta tindakan-tindakan pada

kelainan payudara, sehingga tidak mengalami kesulitan pada masa menyusui.

Tahap-tahap :

1. Membersihkan puting susu

a. Ibu duduk bersandar

b. Pakaian atas dibuka

c. Handuk diletakkan dibawah payudara

d. Kapas dibasahi baby oil

e. Kedua putting susu di kompres dengan kapas yang sudah dibasahi dengan

minyak/baby oil selama 3-5 menit

f. Kapas digosok-gosokan disekitar putting susu untuk mengangkat kotoran

g. Kemudian kedua tangan dibasahi baby oil

h. Lakukan pemijatan

2. Cara-cara pemijatan

Tuangkan minyak secukupnya, kedua telapak tangan berada diantara kedua

belah payudara lalu diurut mulai dari atas kesamping, kebawah dan menuju

keputing susu dengan mengangkat payudara perlahan-lahan dan dilepaskan

perlahan-lahan. Pemijatan dilakukan sebanyak 30 kali.

Telapak tangan kiri menyokong payudara sebelah kiri dan tangan kanan

dengan sisi kelingking mengurut payudara mulai dari pangkal dada kea rah

putting susu. Demikian dengan payudara sebelah kanan.Dilakukan sebanyak

30 kali.

Page 27: Sap osi

Sokong payudara kiri dengan tangan kiri, kanan dengan tangan kanan, 2 atau

3 jari dari tangan yang berlawanan membuat gerakan memutar sambil

menekan, dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu, setiap

payudara dilakukan 2 kali gerakan.

3. Pengompresan

Kompreslah kedua payudara dengan waslap hangat bergantian dengan waslap

dingin selama 5 menit, sekalian untuk membersihkan payudara dari

minyak/baby oil.

Page 28: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Kesehatan Produksi

Sub Pokok Bahasan : Gizi Ibu Menyusui

Sasaran : Ny. T

Waktu : 10 menit

Tempat : Puskesmas PONED Cicurug

Hari / Tanggal : Rabu, 18 Januari 2012

A. Tujuan Umum

Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan dapat mengerti dan

mengetahui tentang Gizi Ibu Menyusui.

B. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan mampu :

1. Menyebutkan pengertian gizi.

2. Menyebutkan kebutuhan zat gizi bagi ibu menyusui.

3. Menyebutkan bahan makanan yang dianjurkan untuk ibu menyusui.

4. Menyebutkan bahan makanan yang dibatasi pada ibu menyusui.

5. Menyebutkan bahan makanan yang dibutuhkan sehari-hari pada ibu

menyusui.

C. Materi

Terlampir

D. Metode

Ceramah dan Tanya Jawab

Page 29: Sap osi

E. Sumber

1. Depkes RI Direktorat Jendral Biro Kesehatan Masyarakat, 2001. Gizi

Masyarakat. Jakarta : Depkes RI.

2. Husaini Yayah K, 1999. Makanan Bayi Bergizi, Yogyakarta : Gajah Mada

University Press.

F. Kegiatan Penyuluhan

Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

Pembukaan

(2 menit)

- Mengucapkan salam

- Menyampaikan tujuan

- Menjawab salam

- Mendengarkan

Inti

(5 menit)

- Menjelaskan tentang

kebutuhan zat gizi ibu

menyusui

- Menjelaskan tentang

makanan yang harus

dianjurkan dan yang harus

dibatasi untuk menyusui

- Menjelaskan bahan makanan

untuk ibu menyusui yang

dibutuhkan sehari-hari

- Melihat

- Mendengarkan

- Memperhatikan

Penutup

(3 menit)

- Tanya jawab

- Mengakhiri penyuluhan

- Salam

- Mengajukan pertanyaan

- Menjawab

- Menjawab salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Apa pengertian gizi ?

2. Sebutkan kebutuhan zat gizi ibu menyusui?

Page 30: Sap osi

3. Sebutkan bahan makanan yang dianjurkan dan yang dibatasi untuk ibu

menyusui?

4. Sebutkan bahan makanan yang dibutuhkan sehari-hari pada ibu

menyusui?

Page 31: Sap osi

GIZI IBU MENYUSUI

A. Definisi Gizi

Gizi adalah zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan

perkembangan.

B. Kebutuhan Zat Gizi Ibu Menyusui

Zat gizi ibu menyusui secara umum lebih tinggi dari pada ibu hamil, karena

diperlukan :

1. Pemulihan kesehatan ibu

2. Produksi ASI

3. Aktivitas selama pengasuhan bayi

C. Bahan makanan Yang Disnjurkan Pada Ibu Menyusui

1. Sumber kallori : beras, roti, kentang, mie, bihun, dan sebagainya.

2. Sumber protein : susu, telur, daging atau hati dan sebagainya.

3. Sumber vitamin dan mineral : sayuran yang berwarna hijau atau kuning,

buah-buahan yang dagingnya berwarna merah atau kuning.

4. Banyak minum etrutama sari buah atau air perebus sayuran 4-6 gelas

sehari, bubur kacang hijau dan susu.

D. Bahan Makanan Yang Dibatasi Pada Ibu Menyusui

1. Bahan makanan yang merangsang misalnya : cabe, merica, jahe dan

sebagainya, karena bisa menyebabkan bayi mencret.

2. Bahan makanan yang dapat menimbulkan kembung misalnya : ubi,

singkong, kool, sawi dan sebagainya.

3. Bahan makanan yang manis-manis atau berlemak, karena bisa

menyebabkan ibu menjai gemuk.

Page 32: Sap osi

E. Bahan Makanan Yang Dibutuhkan Pada Ibu Menyusui

Bahan Makanan Berat (gr) Ukuran Rumah Tangga

Beras 500 2,5 gelas

Nasi 200 5 ¼ gelas

Daging 75 3 potong

Tempe 125 5 potong

Sayuran 300 3 gelas

Buah Pepaya 200 1 potong

Susu 200 1 gelas

Gula Pasir 30 3 sendok makan

Minyak 40 4 sendok makan

Catatan :

1 gelas isinya 200 ml air

1 potong daging, ukurannya 6x5x2 cm

1 potong tempe, ukurannya 4x6x1 cm\

1 potong papaya, ukurannya 5x15 cm

Page 33: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Imunisasi Pada Balita

Sub Pokok Bahasan :

a. Pengertian Imunisasi

b. Macam-macam imunisasi

c. Waktu pemberian imunisasi

Sasaran : Ny. A

Waktu : 10 menit

Tempat : Rumah Ny A

Hari / Tanggal : Rabu, 23 Januari 2013

A. Tujuan Intruksional Umum

Setelah diberikan penyuluhan selama 10 menit klien dan keluarga dapat

memahami dan mengerti tentang imunisasi dengan benar.

B. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama 10 menit diharapkan klien dan keluarga

mampu :

1. Menyebutkan pengertian imunisasi.

2. Menyebutkan macam-macam imunisasi.

3. Menebak waktu pemberian imunisasi.

C. Materi

Terlampir

Page 34: Sap osi

D. Metode

Ceramah dan diskusi

E. Sumber

hidayat A. Aziz Alimul. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk

Pendidikan Kebidanan.Jakarta : Salemba Medika.

F. Kegiatan Penyuluhan

No Tahap

kegiatan Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu

1 Pembukaan 2 menit

- Memberikan salam

dan memperkenalkan

diri

- Menjelaskan maksud

dan tujuan

- Kontrak waktu

- Membalas salam

- Memperhatikan

- Menyepakati

2 Pelaksanaan 5 menit

- Review pengetahuan

sasaran tentang

imunisasi

- Memberikan materi

tentang imunisasi,

macam-macan dan

waktu pemberian

imunisasi

- Menjawab

- Menyimak dan

mendengarkan

3 Evaluasi 2 menit

- Memberikan

kesempatan sasaran

untuk bertanya

- Memberikan

pertanyaan kepada

sasaran tentang materi

yang sudah

- Bertanya

- Menjawab

Page 35: Sap osi

disampaikan penyuluh

4 penutup 1 menit

- Memberikan

kesimpulan

- Menutup dan

mengucap salam

- Mendengarkan

kesimpulan

- Menjawab

salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Apa yang dimaksud dengan imunisasi?

2. Sebutkan kembali macam-macam imunisasi?

3. Kapan waktu pemberian imunisasi?

Page 36: Sap osi

IMUNISASI PADA BAYI DAN ANAK

1. Pengertian Imuinisasi

Imunisasi adalah suatu usaha yang dilakukan pada bayi dan anak untuk

mencegah penyakit tertentu.

2. Macam-macam Imunisasi

a. Imunisasi BCG

Imunisasi BCG adalah tindakan memasukkan vaksin BCG yang

bertujuan untuk memberi kekebalan tubuh terhadap kuman

Mycobacterium Tuberculosis dengan cara menghambat penyebaran

kuman.

b. Imunisasi Polio

Imunisasi Polio adalah tindakan imunisasi dengan memberikan vaksin

polio (dalam bentuk oral) atau dikenal dengan sebutan oral polio vaccine

(OPV) yang bertujuan untuk member kekebalan dari penyakit

poliomelitis, dapat diberikan 4 kali dengan interval 4-6 minggu.

c. Imunisasi DPT/DT

Imunisasi ini dilakukan dengan memberikan vaksin DPT (Difteri Pertusis

Tetanus) / DT (Difteri Tetanus) pada anak yang bertujuan untuk memberi

kekebalan dari kuman penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Pemberian

vaksin pertama pada usia 2 bulan dan berikutnya dengan interval 4-6

minggu (kurang lebih 3 kali), selanjutnya ulangan pertama 1 tahun dan

ulangan berikutnya 3 tahun sekali sampai usia 8 tahun. Imunisasi ini

tidak dianjurkan untuk bayi usia kurang dari 2 bulan mengingat

imunogen pertusisyang sangat reaktogenik dan adanya hambatan tanggap

Page 37: Sap osi

kebal karena pengaruh antibodi maternal untuk imunogen difteri atau

tetanus.

d. Imunisasi Hepatitis B

Imunisasi hepatitis B dilakukan dengan memberikan vaksin hepatitis B

kedalam tubuh yang bertujuan untuk member kekebalan dari penyakit

hepatitis. Pada ibu yang menderita hepatitis B dengan HbsAg negatif,

imunisasi dapat diberikan kepada anak-anak sesuai dosis yang ada,

kemudian dilanjutkan pada usia 1-2 bulan dan yang ketiga pada usia 6

bulan. Apalagi HbsAg ibu positif, vaksin dapat diberikan dalam waktu 12

jam setelah bayi lahir kemudian suntikan kedua pada usia 1 sampai 2

bulan dan ketiga. Imunisasi ulangan dapat diberikan 5 tahun kemudian.

e. Imunisasi Campak

Imunisasi campak adalah tindakan memberikan vaksin campak pada

anak yang bertujuan membentuk kekebalan terhadap penyakit campak

yang dapat diberikan pada usia 9 bulan secara subcutan, kemudian dapat

diulang interval waktu 6 bulan lebih setelah suntikan pertama.

3. Jadwal Imunisasi

Jadwal Imunisasi Rekomendasi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2006

JENIS

VAKSIN

USIA PEMBERIAN ASI

BULAN TAHUN

LHR 1 2 3 4 5 6 9 12 15 18 2 3 5 6 10 12

PROGRAM IMUNISASI (PPI - diwajibkan)

BCG

Hep. B 1 2 3

Page 38: Sap osi

Polio 0 1 2 3 4 5

DPT 1 2 3 4 5 6

Campak 1 2

(Keterangan Jadwal Imunisasi Periode 2006 Aziz Alimul hidayat, 2008:58)

a. BCG

BCG diberikan sejak lahir. Apabila usia> 3 bulan harus dilakukan uji

tuberculin terlebih dahulu, BCG diberikan apabila uji tuberculin negatif.

b. Hepatitis B

Hepatitis B diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan

pada usia 1 dan 3-6 bulan. Interval dosis minimal 4 minggu.

c. Polio

Polio diberikan pada saat kunjungan pertama. Untuk bayi yanglahir di

RB/RS OPV diberikan pada saat bayi dipulangkan (untuk menghindari

transmisi virus vaksin ke bayi lain).

d. DPT

Dapat diberikan pada usia> 6 minggu, secara terpisah atau secara

kombinasi dengan hepatitis B atau HiB. Booster DPT diberikan pada

usia 18 bulan dan 5 tahun. Usia 12 tahun mendapat TT saat program

BIAS SD Kelas 6.

e. Campak

Campak diberikan pada usia 9 bulan, sedangkan campak 2 diberikan

saat program BIAS SD Kelas 1 pada usia 6 tahun.

Page 39: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi

Subtopik : a. Pengertian Kontrasepsi

b. Metode Kontrasepsi

Sasaran : Ny. A

Waktu : 20 menit

Hari / Tanggal : Selasa, 23 Januari 2013

Tempat : Rumah Ny. A

A. Tujuan Umum

Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit ibu hamil mampu memahami

tentang alat kontrasepsi.

B. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan, ibu hamil dapat :

1. Menyebutkan kembali pengertian kontrasepsi

2. Menyebutkan kembali metode kontrasepsi

C. Materi

Terlampir

Page 40: Sap osi

D. Metode

Ceramah dan Tanya Jawab

E. Sumber

Yayasan Bina Pustaka, 2003 Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.

Jakarta.

F. Kegiatan Belajar Mengajar

Waktu Tahap

Kegiatan

Kegiatan

Penyuluh Sasaran

5 menit Pendahuluan

1. Membuka acara dengan

mengucapkan salam kepada

keluarga

2. Menyampaikan topic, maksud

dan tujuan penkes kepada

keluarga

3. Kontrak waktu untuk

kesepakatan pelaksanaan

penkes dengan keluarga

1. Menjawab salam

2. Mendengarkan

penyuluh

3. Menyetujui

kesepakatan waktu

pelaksanaan penkes

10 menit Kegiatan Inti

1. Menggali kemampuan keluarga

tentang materi yang akan

disampaikan

2. Memberikan penjelasan tentang

materi yang akan diberikan

kepada keluarga dengan

menggunakan laflet

1. Menyampaikan

pengetahuannya

tentang materi

penyuluhan

2. Mendengarkan

penyuluh

menyampaikan

materi

Page 41: Sap osi

3. Memberikan kesempatan

kepada keluarga untuk bertanya

3. Bertanya tentang

materi yang telah

diberikan

5 menit Evaluasi/

Penutup

1. Memberikan pertanyaan kepada

sasaran

2. Menyimpulkan dan

mengklarifikasi materi

penyuluhan yang telah

disampaikan kepada sasaran

3. Menutup acara dan

mengucapkan salam serta

terima kasih kepada sasaran

1. Menjawab

pertanyaan

2. Mendengarkan

3. Mendengarkan

penyuluh menutup

acara dan menjawab

salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : Lisan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Sebutkan kembali pengertian kontrasepsi?

2. Sebutkan kembali metode kontrasepsi?

Page 42: Sap osi

METODE ALAT KONTRASEPSI

1. Pengertian Kontrasepsi

Kontrasepsi adalah upaya mencegah kehamilan yang bersifat sementara atau

menetap.Kontrasepsi dapat dilakukan tanpa menggunakan alat, secara

mekanis, menggunakan alat atau dengan operasi.

2. Metode Kontrasepsi

a. Pil Kombinasi/suntikan kombinasi

- Sebaiknya tidak oleh perempuan lebih dari 35 tahun yang perokok

b. Kontrasepsi progestin (implant, kontrasepsi suntikan progestin, pil

progestrin)

- Dapat digunakan pada masa sebelum menopause (40-50 tahun)

- Dapat digunakan oleh perempuan berusia lebih dari 35 tahun dan

perokok

- Dapat digunakan pada perempuan lebih dari 35 tahun yang

menginginkan kontrasepsi jangka panjang, tetapi belum siap untuk

kontrasepsi mantap.

c. Metode AKDR

Page 43: Sap osi

Adalah kontrasepsi yang menggunakan alat dan dimasukkan ke dalam

rahim.

- Dapat digunakan oleh perempuan lebih dari 35 tahun yang tidak

terpapar pada infeksi saluran reproduksi dan IMS.

- Dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduksi.

- Penderita tekanan darah tinggi.

- Penderita diabetes.

- Sedang menyusui.

- Keadaan multipara

Keuntungan metode AKDR

- Sebagai kontrasepsi efektivitas yang tinggi.

- Dapat efektif segera setelah pemasangan.

- Metode jangka panjang (10 tahun tidak perlu diganti).

- Tidak mempengaruhi hubungan seksual.

- Meningkatkan kenyamanan seksual.

- Tidak ada efek samping hormonal.

- Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.

- Dapat dipasang segera setelah melahirkan.

- Tidak ada interaksi dengan obat-obat yang lain.

- Membantu mencegah kehamilan diluar kandungan.

d. Metode Kontrasepsi Mantap (MOP/MOW)

Adalah kontrasepsi dengan melalui prosedur pembedahan untuk

menghentikan vertilitas, baik pada laki-laki maupun perempuan dalam

sebuah pasangan.

1) Tubektomi

Tindakan operasi kecil dengan cara mengikat dan memotong saluran

telur pada istri. Dengan telur dari ovarium tidak dapat mencapai

rongga rahim sehingga terjadi perubahan.

Dilakukan pada:

- Pasca persalinan

- Pasca keguguran

Page 44: Sap osi

- Keadaan tidak hamil

2) Vasektomi

Adalah tindakan operasi ringan dengan cara mengikat dan memotong

saluran sperma (Vas Defrens) sehingga sperma tidak dapat lewat dan

air mani tidak mengandung spermatozoa dengan demikian tidak

terjadi perubahan.

- Kontra Indikasi

Kontra indikasi mutlak tidak ada.

Adanya kelainan setempat (peradagnan kulit atau jamur di

daerah sekrotum, hernia)

- Efek samping

Kulit membiru, lecet, rasa sakit, pembengkakan.

e. Kondom

Alat kontrasepsi yang dapat mencegah infeksi saluran dan infeksi

menular seksual (HIV/AIDS)

Page 45: Sap osi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Asuhan Bayi Baru Lahir

Sub Pokok Bahasan : Tanda Bahaya Pada Bayi

Waktu : 10 menit

Sasaran : Ny. N

Tempat : Rumah pasen

A. Tujuan Instruksional Umum

Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan mampu memahami dan

mengerti tentang tanda bahaya pada bayi.

B. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan dapat mengetahui tanda

bahaya pada bayi.

C. Materi

Terlampir

D. Metode

Page 46: Sap osi

Ceramah dan Tanya Jawab

E. Sumber

PUSDIKNAS – WHO – JHPIEGO, 2003

F. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

Pembukaan

(3 menit)

- Salam pembuka

- Memberikan kesempatan

kepada ibu untuk menjelaskan

yang diketahui oleh ibu

- Menjawab salam

Inti

(6 menit)

- Menjelaskan tanda bahaya

pada bayi

- Mendengarkan

dan

memperhatikan

Tanya

jawab

(3 menit)

- Memberikan kesempata untuk

bertanya

- Bertanya

- mendengarkan

Penutup

(3 menit)

- Menyimpulkan

- Menutup dengan salam

- Mendengarkan

- Menjawab salam

G. Evaluasi

Prosedur : Post Test

Bentuk : L:isan

Jenis : Tanya Jawab

Jenis Pertanyaan :

1. Apa saja tanda bahaya pada bayi baru lahir?

Page 47: Sap osi

TANDA BAHAYA PADA BAYI BARU LAHIR

1. Pernafasan : Sulit atau lebih dari 60 kali permenit.

2. Kehangatan : Terlalu panas lebih dari 38oC atau terlalu dingin kurang

dari 36oC.

3. Warna kulit : Kuning (terutama pada 24 jam), biru atau pucat,

memar.

4. Pemberian ASI : Hisapan lemah, mengantuk berlebihan, rewel, banyak

muntah.

5. Infeksi : Suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan

(nanah), bau busuk, pernafasan sulit.

6. Tinja/kemih : Tidak buang air besar dalam 3 hari, tidak berkemih

dalam 24 jam, tinja lembek, ada lender atau darah pada

tinja.

7. Aktivitas : menggigil, menangis yang tidak biasa, rewel, lemas,

terlalu mengantuk, lunglai, kejang halus, tidak bisa

tenang, menangis terus-menerus.

Page 48: Sap osi